Baca juga
- Pesantren Tahaffudzul Quran Semarang
- Pesantren Hidayatul Ma'mun Magetan
- Pesantren Nurul Huda Goranggareng Magetan
- pesantren Al Mubarok
Bacaan (untuk Soal 1–4)
(1) Budi daya kopi bukan hal asing bagi warga Sendang di lereng tenggara Gunung Wilis. (2) Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda ketika itu gencar mendorong budi daya kopi di Jawa, yang salah satunya kawasan lingkar Gunung Wilis. (3) DiSendang sudah lazim warga berbudi daya Robusta dan Arabika Kobra, tetapi kurang serius karena mereka juga merupakan peternak sapi perah atau sapi pedaging dan berladang. (4) Para petani kopi tidak mengetahui teknik budi daya hingga pemasaran yang cemerlang. (5) Hasil panen kopi Robusta terutama hanya dapat dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga rendah, yakni Rp18.000,00–Rp22.000,00 per kilogram. (6) Dinas Pertanian kemudian melakukan pelatihan budi daya kopi hulu hilir. (7) Pelatihan tersebut mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, penanganan hama, pemetikan, pemprosesan, hingga pengolahan, pengemasan, pemasaran reguler, dan pemasaran digital.
Soal 1
Pertanyaan: Bentukan kata yang tidak tepat terdapat dalam kalimat ...
(A) (2)
(B) (3)
(C) (4)
(D) (6)
(E) (7)
Soal 2
Pertanyaan: Antara kalimat (4) dan (5) dapat dipertegas dengan kata penghubung ...
(A) Akibatnya,
(B) Akan tetapi,
(C) Di samping itu,
(D) Sebaliknya,
(E) Sementara itu,
Soal 3
Pertanyaan: Padanan kata yang tepat untuk kata serapan teknik dalam kalimat (4) adalah ...
(A) gaya
(B) jalan
(C) aturan
(D) kaidah
(E) cara
Soal 4
Pertanyaan: Pemakaian kata tidak baku terdapat dalam kalimat ...
(A) (1)
(B) (3)
(C) (5)
(D) (6)
(E) (7)
Latihan ini merupakan bagian dari sistem pembinaan di Pesantren Tahfidz Karangmojo.
Untuk memperdalam pemahaman materi dan pola soal, Anda dapat melanjutkan latihan melalui soal TKA SMA Bahasa Indonesia paket pertama, kemudian dilanjutkan ke paket kedua, paket ketiga, paket keempat, hingga paket kelima sebagai latihan lanjutan.