Baca juga
- pesantren Minhajus Sunnah
- matematika kelas 11 persamaan kuadrat
- pesantren Sabilul Muttaqin Ponorogo
- pesantren Nurul Quran
Latihan Soal Bahasa Inggris SMP/MTs
Tes Kompetensi Akademik (TKA) Bahasa Inggris adalah bagian penting dalam ujian seleksi yang mengukur kemampuan siswa dalam memahami berbagai jenis teks berbahasa Inggris yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, vokasional, dan akademik. Dalam TKA Bahasa Inggris, siswa diharapkan untuk memiliki kemampuan membaca teks yang beragam dan menyeluruh, serta mampu menarik kesimpulan dan memahami makna yang tersirat dari teks tersebut.
Materi TKA Bahasa Inggris pada jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama) menekankan keterampilan membaca dengan memperkenalkan berbagai jenis teks yang beragam, serta konteks komunikasi yang meliputi komunikasi sehari-hari, di tempat kerja, dan dalam situasi akademik. TKA ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris siswa ke tingkat menengah atau B1 dalam Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
Jenis Teks yang Digunakan dalam TKA Bahasa Inggris
Dalam TKA Bahasa Inggris, terdapat berbagai jenis teks yang akan diuji. Beberapa jenis teks yang digunakan dalam tes ini antara lain:
- Descriptive Text: Teks yang menggambarkan objek, tempat, atau orang secara rinci.
- Recount Text: Teks yang menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman yang telah terjadi.
- Narrative Text: Teks yang menceritakan cerita atau kisah dengan plot yang berkembang.
- Procedure Text: Teks yang berisi petunjuk atau prosedur untuk melakukan suatu hal.
- Analytical Exposition Text: Teks yang menyajikan argumen atau pandangan mengenai suatu topik dan menjelaskan alasan di balik pandangan tersebut.
Konteks Komunikasi dalam TKA Bahasa Inggris
TKA Bahasa Inggris juga memperhatikan konteks komunikasi yang digunakan dalam teks. Teks yang diuji dalam TKA Bahasa Inggris mencakup berbagai konteks, termasuk komunikasi sehari-hari, di tempat kerja, dan dalam situasi akademik. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih luas mengenai penggunaan bahasa Inggris dalam berbagai situasi. Teks yang digunakan akan menggambarkan interaksi yang umum terjadi dalam kehidupan nyata, serta memperkenalkan situasi-situasi yang dapat ditemui dalam pekerjaan atau studi.
Kompleksitas Teks dalam TKA Bahasa Inggris
Kompleksitas teks dalam TKA Bahasa Inggris disesuaikan dengan tingkat kemahiran yang ingin dicapai oleh siswa. Untuk mencapai tingkat menengah atau B1 dalam CEFR, teks yang digunakan dalam TKA ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Panjang teks sekitar 250-350 kata.
- Menggunakan kosakata berfrekuensi tinggi (hingga 3000 kata) yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari.
- Menggunakan struktur kalimat sederhana serta kompleks untuk menguji pemahaman siswa secara menyeluruh.
- Menampilkan konteks sehari-hari, vokasional, dan akademik dasar yang berkaitan dengan minat, pengalaman, dan kebutuhan informasi umum. Teks harus memiliki tingkat pemahaman yang baik oleh siswa tingkat menengah.
Selain itu, bagi sebagian peserta tes yang memiliki tingkat kemampuan bahasa Inggris di bawah B1, TKA Bahasa Inggris juga menggunakan teks dengan kompleksitas tingkat A2. Teks dengan kompleksitas A2 memiliki karakteristik berikut:
- Panjang teks sekitar 200-300 kata.
- Menggunakan kosakata berfrekuensi tinggi (hingga 2000 kata) yang mudah dipahami oleh siswa tingkat dasar.
- Menggunakan struktur kalimat sederhana dan beberapa bentuk kalimat majemuk dasar.
- Berfokus pada konteks kehidupan sehari-hari dan vokasional yang berkaitan dengan hal-hal konkret dan familiar bagi siswa.
Kompetensi dalam TKA Bahasa Inggris
TKA Bahasa Inggris mengukur kemampuan siswa dalam tiga level kompetensi membaca, yang masing-masing memiliki sub-sub-kompetensi tertentu. Berikut adalah penjelasan mengenai tiga level kompetensi tersebut:
Ingin Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut?
Bagi wali santri yang ingin mengetahui informasi lebih detail, silakan menghubungi via WhatsApp terlebih dahulu agar informasinya jelas dan sesuai kebutuhan.
📲 Hubungi WhatsAppRekomendasi
- Pengalaman Santri Pesantren Tahfidz Lulus UPN lewat Jalur SNBT 2025
- Pesantren Tahfidz Dar Al Quran Al Islami
- Pesantren Darul Qur’an Ngawi
- pesantren Al Hikamussalafiyah Cipulus
1. Pemahaman Tekstual
Pada level pemahaman tekstual, siswa diharapkan mampu memahami informasi yang eksplisit dalam teks. Beberapa sub-kompetensi yang diuji dalam level ini antara lain:
- Menemukan/mengidentifikasi informasi: Mampu menemukan atau mengidentifikasi informasi penting yang disebutkan secara eksplisit dalam teks.
- Mengklasifikasi: Mampu mengelompokkan orang, benda, tempat, atau peristiwa dalam teks berdasarkan kategori tertentu.
- Membuat kerangka: Mampu menyusun poin-poin utama dari teks dalam bentuk kerangka atau daftar.
- Meringkas: Mampu menyajikan kembali isi teks secara ringkas dengan mengutip bagian penting.
- Mensintesis: Mampu menggabungkan informasi dari sumber lain untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang suatu isu atau topik.
2. Pemahaman Inferensial
Level pemahaman inferensial menguji kemampuan siswa untuk menarik kesimpulan dari informasi yang tersirat dalam teks. Sub-kompetensi pada level ini mencakup:
- Menyimpulkan detail pendukung: Mampu menentukan fakta tambahan yang membuat teks lebih informatif, menarik, atau persuasif.
- Menyimpulkan topik dan ide pokok: Mampu menyimpulkan topik, ide pokok, atau gagasan utama yang tidak secara eksplisit dinyatakan dalam teks.
- Menyimpulkan urutan kejadian: Mampu memperkirakan isi teks yang akan datang.
- Menyimpulkan perbandingan: Mampu menyimpulkan persamaan atau perbedaan antara tokoh, tempat, waktu, atau gagasan dalam teks.
- Menyimpulkan hubungan sebab-akibat: Mampu menafsirkan hubungan antara gagasan atau tindakan dalam teks.
- Menyimpulkan karakter tokoh: Mampu menyimpulkan sifat atau kepribadian tokoh berdasarkan petunjuk yang terdapat dalam teks.
- Memprediksi hasil cerita: Mampu memprediksi akhir cerita berdasarkan bagian awal teks.
3. Evaluasi dan Apresiasi
Pada level evaluasi dan apresiasi, siswa diharapkan untuk menilai ide dalam teks serta merespons teks secara emosional dan estetis. Sub-kompetensi dalam level ini meliputi:
- Menilai realitas atau fantasi: Mampu menganalisis peristiwa dalam teks dan membandingkannya dengan kenyataan atau kehidupan nyata.
- Menilai fakta atau opini: Mampu menilai fakta atau opini yang diberikan penulis untuk mendukung pendapatnya, berdasarkan bukti yang ada dalam teks.
- Menilai kecukupan dan validitas informasi: Mampu menilai kesesuaian dan keakuratan informasi dalam teks dengan membandingkannya dengan sumber lain.
- Menilai kesesuaian: Mampu menentukan bagian teks yang paling sesuai untuk menggambarkan karakter atau aspek lain dalam bacaan.
- Menanggapi isi teks: Mampu mengungkapkan perasaan atau pendapat terhadap bacaan, seperti ketertarikan, kebosanan, kegembiraan, ketakutan, atau kesenangan.
Matriks Asesmen TKA Bahasa Inggris
Untuk mengukur kemampuan membaca siswa, TKA Bahasa Inggris menggunakan matriks asesmen yang terbagi dalam tiga kompetensi utama yang telah dijelaskan sebelumnya. Setiap kompetensi memiliki sub-kompetensi yang diujikan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dalam membaca teks berbahasa Inggris. Matriks asesmen ini akan membantu menentukan kemampuan siswa dalam memahami teks secara tekstual, inferensial, dan evaluatif. Matriks asesmen ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kemampuan bahasa Inggris siswa dalam memahami berbagai jenis teks.
Demikianlah materi TKA SMP Bahasa Inggris yang mengukur kemampuan membaca teks dengan berbagai tingkat kompleksitas dan konteks. Diharapkan siswa dapat menguasai ketiga level kompetensi ini dengan baik untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka, baik untuk ujian maupun kehidupan sehari-hari.
Latihan ini dirancang agar kemampuan literasi, penalaran, dan penguasaan kaidah bahasa semakin mantap.