A. Pengertian Matriks
Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk persegi empat. Bilangan-bilangan dalam susunan itu disebut anggota atau elemen matriks. Ukuran matriks dinyatakan dalam bentuk (Baris × Kolom).
Contoh:
A = \[ \begin{pmatrix} 2 & 3 \\ 3 & 1 \end{pmatrix} \] ⇒ A adalah matriks berukuran 2 × 2
B = \[ \begin{pmatrix} 2 & 3 \\ 1 & 2 \\ 6 & 2 \end{pmatrix} \] ⇒ B adalah matriks berukuran 3 × 2
Bentuk umum matriks berordo i × j dengan i dan j bilangan asli adalah sebagai berikut:
Aij = \[ \begin{pmatrix} a_{11} & a_{12} & \dots & a_{1j} \\ a_{21} & a_{22} & \dots & a_{2j} \\ \vdots & \vdots & \ddots & \vdots \\ a_{i1} & a_{i2} & \dots & a_{ij} \end{pmatrix} \]
B. Jenis-Jenis Matriks
1. Matriks bujur sangkar
Yaitu matriks yang jumlah baris dan kolomnya sama.
Contoh:
P = \[ \begin{pmatrix} 9 & 0 & 0 \\ 4 & 3 & 0 \\ 1 & 2 & 4 \end{pmatrix} \]
2. Matriks identitas
Yaitu matriks yang jika dikalikan dengan suatu matriks, maka hasilnya adalah matriks itu sendiri. Bentuk matriks identitas berupa matriks bujur sangkar.
Contoh:
I2 = \[ \begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 1 \end{pmatrix} \] I3 = \[ \begin{pmatrix} 1 & 0 & 0 \\ 0 & 1 & 0 \\ 0 & 0 & 1 \end{pmatrix} \]
3. Matriks konstanta
K = \[ \begin{pmatrix} 4 & 0 \\ 0 & 4 \end{pmatrix} \] = 4
4. Matriks segitiga
Yaitu matriks yang elemen di atas atau di bawah diagonal utamanya bernilai nol semua. Jika elemen di bawah diagonal utama nol semua disebut matriks segitiga atas, sedangkan jika elemen di atas diagonal utama nol semua disebut matriks segitiga bawah.
Contoh:
A = \[ \begin{pmatrix} 9 & 3 & 5 \\ 0 & 3 & 1 \\ 0 & 0 & 4 \end{pmatrix} \] P = \[ \begin{pmatrix} 9 & 0 & 0 \\ 4 & 3 & 0 \\ 1 & 2 & 4 \end{pmatrix} \]
C. Operasi Matriks
Penjumlahan dan Pengurangan
Sifat-sifat:
A + B = B + A
A − B ≠ B − A
(A + B) + C = A + (B + C)
Perkalian Matriks
Matriks A dapat dikalikan dengan matriks B bila memenuhi syarat:
- Banyak kolom matriks A = banyak baris matriks B.
- Hasil perkalian berupa matriks C yang memiliki ordo sama dengan jumlah baris matriks A dan jumlah kolom matriks B.
- Pola perkalian: kalikan elemen-elemen baris matriks A dengan elemen-elemen kolom matriks B yang bersesuaian, kemudian jumlahkan hasilnya sebagai elemen matriks C.
Perkalian matriks:
Ak×l · Bl×n = Ck×n
(jumlah kolom A = jumlah baris B)
A · B = \[ \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \begin{pmatrix} k & l \\ m & n \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} ak + bm & al + bn \\ ck + dm & cl + dn \end{pmatrix} \]
Perkalian matriks tidak bersifat komutatif, sehingga A · B ≠ B · A.
D. Transpose Matriks
Transpose matriks adalah matriks yang elemen barisnya merupakan elemen kolom matriks semula dan elemen kolomnya merupakan elemen baris matriks semula. Jika matriks A berordo Baris × Kolom, maka transpose A berordo Kolom × Baris. Transpose matriks A dinotasikan dengan AT atau A'.
Contoh:
A3×2 = \[ \begin{pmatrix} 2 & 1 \\ 4 & 9 \\ 1 & 7 \end{pmatrix} \] AT2×3 = \[ \begin{pmatrix} 2 & 4 & 1 \\ 1 & 9 & 7 \end{pmatrix} \]
Sifat:
(AB)T = BT · AT
E. Determinan Matriks
Determinan matriks merupakan suatu skalar yang berkaitan dengan matriks bujur sangkar. Determinan matriks A ditulis dengan det(A) atau |A|.
Determinan matriks bujur sangkar ordo 2 × 2
Jika A = \[ \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \] maka det(A) = \[ \begin{vmatrix} a & b \\ c & d \end{vmatrix} \] = ad − bc
Determinan matriks bujur sangkar ordo 3 × 3
Jika A = \[ \begin{pmatrix} a & b & c \\ d & e & f \\ g & h & i \end{pmatrix} \]
maka det(A) = (aei + bfg + cdh) − (ceg + afh + bdi)
Sifat-sifat determinan matriks:
- Matriks singular jika dan hanya jika determinannya sama dengan nol.
- Jika A, B, dan C matriks bujur sangkar dan memenuhi A · B = C, maka det(A) · det(B) = det(C).
- det(AT) = det(A) dan det(A−1) = 1 / det(A).
F. Matriks Invers
Apabila determinan matriks berordo 2 tidak sama dengan nol, maka rumus untuk mencari matriks invers adalah sebagai berikut.
Jika matriks:
A = \[ \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \]
maka
A−1 = \[ \frac{1}{ad - bc} \begin{pmatrix} d & -b \\ -c & a \end{pmatrix} \]
Penyelesaian matriks:
- A · B = C ⟹ B = A−1 · C
- A · B = C ⟹ A = C · B−1
- A · B = I ⟹ B = A−1 dan A = B−1
Sifat-sifat matriks invers:
- A · A−1 = A−1 · A = I
- (A · B)−1 = B−1 · A−1
- (A−1)−1 = A
Cermati permasalahan berikut ini.
Siti dan teman-temannya makan di kantin sekolah. Mereka memesan 3 ayam penyet dan 2 gelas es jeruk. Tidak lama kemudian, Beni dan teman-temannya datang memesan 5 porsi ayam penyet dan 3 gelas es jeruk. Siti harus membayar Rp70.000,00 untuk semua pesanannya dan Beni harus membayar Rp115.000,00 untuk semua pesanannya.
Tentukan harga satu porsi ayam penyet dan harga satu gelas es jeruk.
| A. | Ayam penyet Rp10.000,00 dan es jeruk Rp20.000,00 |
| B. | Ayam penyet Rp15.000,00 dan es jeruk Rp12.500,00 |
| C. | Ayam penyet Rp20.000,00 dan es jeruk Rp5.000,00 |
| D. | Ayam penyet Rp25.000,00 dan es jeruk Rp10.000,00 |
| E. | Ayam penyet Rp12.500,00 dan es jeruk Rp15.000,00 |
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan:
Harga satu porsi ayam penyet = \( x \)
Harga satu gelas es jeruk = \( y \)
Dari informasi soal diperoleh sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV):
\( 3x + 2y = 70.000 \) ...(1)
\( 5x + 3y = 115.000 \) ...(2)
Langkah pertama, kita selesaikan menggunakan metode eliminasi (sesuai materi SMA).
Samakan koefisien salah satu variabel, misalnya variabel \( y \).
Persamaan (1) dikali 3:
\( 9x + 6y = 210.000 \) ...(3)
Persamaan (2) dikali 2:
\( 10x + 6y = 230.000 \) ...(4)
Kurangkan persamaan (4) dengan persamaan (3):
\( (10x + 6y) - (9x + 6y) = 230.000 - 210.000 \)
\( x = 20.000 \)
Substitusikan nilai \( x \) ke persamaan (1):
\( 3(20.000) + 2y = 70.000 \)
\( 60.000 + 2y = 70.000 \)
\( 2y = 10.000 \)
\( y = 5.000 \)
Jadi, harga satu porsi ayam penyet adalah Rp20.000,00 dan harga satu gelas es jeruk adalah Rp5.000,00.
Jawaban yang benar adalah C.
Cermati permasalahan berikut ini: Siti dan teman-temannya makan di kantin sekolah. Mereka memesan 3 ayam penyet dan 2 gelas es jeruk. Taklama kemudian, Beni dan teman-temannya datang memesan 5 porsi ayam penyet dan 3 gelas es jeruk. Siti menantang Amir menentukan harga satu porsi ayam penyet dan harga es jeruk pergelas, jika Siti harus membayar Rp70.000,00 untuk semua pesanannya dan Beni harus membayar Rp115.000,00 untuk semua pesanannya.
Tentukan harga satu porsi ayam penyet dan harga es jeruk pergelas.
| A. | Ayam penyet Rp10.000,00 dan es jeruk Rp20.000,00 |
| B. | Ayam penyet Rp15.000,00 dan es jeruk Rp12.500,00 |
| C. | Ayam penyet Rp20.000,00 dan es jeruk Rp5.000,00 |
| D. | Ayam penyet Rp25.000,00 dan es jeruk Rp10.000,00 |
| E. | Ayam penyet Rp12.500,00 dan es jeruk Rp15.000,00 |
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Matriks)
Misalkan:
Harga satu porsi ayam penyet = \( x \)
Harga satu gelas es jeruk = \( y \)
Dari soal diperoleh sistem persamaan:
\( 3x + 2y = 70.000 \)
\( 5x + 3y = 115.000 \)
Sistem persamaan tersebut dapat ditulis dalam bentuk matriks:
\[ \begin{pmatrix} 3 & 2 \\ 5 & 3 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 70.000 \\ 115.000 \end{pmatrix} \]
Misalkan:
\( A = \begin{pmatrix} 3 & 2 \\ 5 & 3 \end{pmatrix} \), \( X = \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} \), dan \( B = \begin{pmatrix} 70.000 \\ 115.000 \end{pmatrix} \).
Maka persamaan menjadi \( A \cdot X = B \). Untuk mencari \( X \), kita gunakan rumus:
\( X = A^{-1} \cdot B \)
Langkah 1: Tentukan determinan matriks \( A \):
\( \det(A) = (3)(3) - (2)(5) \)
\( \det(A) = 9 - 10 = -1 \)
Karena \( \det(A) \neq 0 \), maka matriks \( A \) memiliki invers.
Langkah 2: Tentukan invers matriks \( A \) menggunakan rumus invers ordo \( 2 \times 2 \):
Jika \( A = \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \), maka \( A^{-1} = \frac{1}{ad - bc}\begin{pmatrix} d & -b \\ -c & a \end{pmatrix} \).
Untuk \( A = \begin{pmatrix} 3 & 2 \\ 5 & 3 \end{pmatrix} \), maka:
\( A^{-1} = \frac{1}{-1}\begin{pmatrix} 3 & -2 \\ -5 & 3 \end{pmatrix} \)
\( A^{-1} = \begin{pmatrix} -3 & 2 \\ 5 & -3 \end{pmatrix} \)
Langkah 3: Hitung \( X = A^{-1} \cdot B \):
\[ \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} -3 & 2 \\ 5 & -3 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 70.000 \\ 115.000 \end{pmatrix} \]
Hitung komponen \( x \):
\( x = (-3)(70.000) + (2)(115.000) \)
\( x = -210.000 + 230.000 = 20.000 \)
Hitung komponen \( y \):
\( y = (5)(70.000) + (-3)(115.000) \)
\( y = 350.000 - 345.000 = 5.000 \)
Jadi, harga satu porsi ayam penyet adalah Rp20.000,00 dan harga es jeruk pergelas adalah Rp5.000,00.
Jawaban yang benar adalah C.
Ahmad, Budi, dan Catur bersama-sama pergi ke toko buku. Ahmad membeli 2 buku dan 1 pensil dengan membayar Rp 8.000,00. Budi membeli 1 buku dan 3 pensil dengan membayar Rp 9.000,00. Berapa yang harus dibayar oleh Catur jika ia membeli 1 buku dan 1 pensil?
| A. | Rp 4.000,00 |
| B. | Rp 4.500,00 |
| C. | Rp 5.000,00 |
| D. | Rp 5.500,00 |
| E. | Rp 6.000,00 |
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Matriks)
Misalkan:
Harga 1 buku = \( x \)
Harga 1 pensil = \( y \)
Dari soal diperoleh sistem persamaan linear:
\( 2x + y = 8.000 \)
\( x + 3y = 9.000 \)
Sistem persamaan tersebut ditulis dalam bentuk matriks:
\[ \begin{pmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 3 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 8.000 \\ 9.000 \end{pmatrix} \]
Misalkan:
\( A = \begin{pmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 3 \end{pmatrix} \),
\( X = \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} \),
\( B = \begin{pmatrix} 8.000 \\ 9.000 \end{pmatrix} \).
Maka berlaku:
\( A \cdot X = B \)
Untuk mencari \( X \), digunakan rumus:
\( X = A^{-1} \cdot B \)
Langkah 1: Tentukan determinan matriks \( A \).
\( \det(A) = (2)(3) - (1)(1) \)
\( \det(A) = 6 - 1 = 5 \)
Karena \( \det(A) \neq 0 \), maka matriks \( A \) memiliki invers.
Langkah 2: Tentukan invers matriks \( A \) menggunakan rumus matriks ordo \( 2 \times 2 \).
Jika \( A = \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \), maka:
\( A^{-1} = \frac{1}{ad - bc} \begin{pmatrix} d & -b \\ -c & a \end{pmatrix} \)
Sehingga:
\( A^{-1} = \frac{1}{5} \begin{pmatrix} 3 & -1 \\ -1 & 2 \end{pmatrix} \)
Langkah 3: Hitung \( X = A^{-1} \cdot B \).
\[ \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \frac{1}{5} \begin{pmatrix} 3 & -1 \\ -1 & 2 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 8.000 \\ 9.000 \end{pmatrix} \]
Hitung nilai \( x \):
\( x = \frac{1}{5} \left[ (3)(8.000) + (-1)(9.000) \right] \)
\( x = \frac{1}{5} (24.000 - 9.000) \)
\( x = \frac{15.000}{5} = 3.000 \)
Hitung nilai \( y \):
\( y = \frac{1}{5} \left[ (-1)(8.000) + (2)(9.000) \right] \)
\( y = \frac{1}{5} (-8.000 + 18.000) \)
\( y = \frac{10.000}{5} = 2.000 \)
Harga 1 buku = Rp 3.000,00
Harga 1 pensil = Rp 2.000,00
Maka Catur membeli 1 buku dan 1 pensil:
\( x + y = 3.000 + 2.000 = 5.000 \)
Jadi, Catur harus membayar Rp 5.000,00.
Jawaban yang benar adalah C.
Cermati permasalahan berikut:
Sebuah perusahaan penerbangan menawarkan perjalanan wisata ke negara A. Perusahaan tersebut mempunyai tiga jenis pesawat yaitu Airbus 100, Airbus 200, dan Airbus 300. Setiap pesawat dilengkapi dengan kursi penumpang untuk kelas turis, ekonomi, dan VIP. Jumlah kursi penumpang dari tiga jenis pesawat tersebut disajikan pada tabel berikut.
| Kategori | Airbus 100 | Airbus 200 | Airbus 300 |
|---|---|---|---|
| Kelas Turis | 50 | 75 | 40 |
| Kelas Ekonomi | 30 | 45 | 25 |
| Kelas VIP | 32 | 50 | 30 |
Perusahaan telah mendaftar jumlah penumpang yang mengikuti perjalanan wisata ke negara A seperti pada tabel berikut.
| Kategori | Jumlah Penumpang |
|---|---|
| Kelas Turis | 305 |
| Kelas Ekonomi | 185 |
| Kelas VIP | 206 |
Berapa banyak pesawat masing-masing yang harus dipersiapkan untuk perjalanan tersebut?
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Matriks)
Misalkan banyak pesawat yang disiapkan:
Airbus 100 = \( x \)
Airbus 200 = \( y \)
Airbus 300 = \( z \)
Dari tabel kursi dan jumlah penumpang, kita bentuk sistem persamaan:
Kelas Turis: \( 50x + 75y + 40z = 305 \)
Kelas Ekonomi: \( 30x + 45y + 25z = 185 \)
Kelas VIP: \( 32x + 50y + 30z = 206 \)
Tulis dalam bentuk matriks \( A \cdot X = B \):
\[ \begin{pmatrix} 50 & 75 & 40 \\ 30 & 45 & 25 \\ 32 & 50 & 30 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} x \\ y \\ z \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 305 \\ 185 \\ 206 \end{pmatrix} \]
Untuk mencari \( x \), \( y \), dan \( z \), kita gunakan eliminasi baris (Gauss) pada matriks gabungan \( [A|B] \).
Pertama, sederhanakan baris agar hitungannya mudah:
Baris 1 dibagi \( 5 \): \( [50,75,40|305] \to [10,15,8|61] \)
Baris 2 dibagi \( 5 \): \( [30,45,25|185] \to [6,9,5|37] \)
Baris 3 dibagi \( 2 \): \( [32,50,30|206] \to [16,25,15|103] \)
Sehingga:
\[ \left[ \begin{array}{ccc|c} 10 & 15 & 8 & 61 \\ 6 & 9 & 5 & 37 \\ 16 & 25 & 15 & 103 \end{array} \right] \]
Hilangkan \( x \) pada baris 2 dengan operasi: \( R_2 \leftarrow R_2 - \frac{3}{5}R_1 \).
Karena \( \frac{3}{5}R_1 = [6,9,\frac{24}{5}|\frac{183}{5}] \), maka:
\( R_2 = [6,9,5|37] - [6,9,\frac{24}{5}|\frac{183}{5}] = [0,0,\frac{1}{5}|\frac{2}{5}] \)
Kalikan \( R_2 \) dengan \( 5 \) agar sederhana: \( R_2 \leftarrow 5R_2 \) sehingga \( R_2 = [0,0,1|2] \).
Matriksnya menjadi:
\[ \left[ \begin{array}{ccc|c} 10 & 15 & 8 & 61 \\ 0 & 0 & 1 & 2 \\ 16 & 25 & 15 & 103 \end{array} \right] \]
Dari baris 2 langsung diperoleh: \( z = 2 \).
Selanjutnya hilangkan \( z \) pada baris 3: \( R_3 \leftarrow R_3 - 15R_2 \).
\( R_3 = [16,25,15|103] - 15[0,0,1|2] = [16,25,0|73] \)
Matriks menjadi:
\[ \left[ \begin{array}{ccc|c} 10 & 15 & 8 & 61 \\ 0 & 0 & 1 & 2 \\ 16 & 25 & 0 & 73 \end{array} \right] \]
Gunakan \( z = 2 \) pada baris 1:
\( 10x + 15y + 8z = 61 \Rightarrow 10x + 15y + 8(2) = 61 \)
\( 10x + 15y + 16 = 61 \Rightarrow 10x + 15y = 45 \Rightarrow 2x + 3y = 9 \)
Dari baris 3: \( 16x + 25y = 73 \).
Sekarang selesaikan sistem:
\( 2x + 3y = 9 \) ...(1)
\( 16x + 25y = 73 \) ...(2)
Kalikan (1) dengan \( 8 \): \( 16x + 24y = 72 \).
Kurangkan dari (2): \( (16x + 25y) - (16x + 24y) = 73 - 72 \Rightarrow y = 1 \).
Substitusi \( y = 1 \) ke (1): \( 2x + 3(1) = 9 \Rightarrow 2x = 6 \Rightarrow x = 3 \).
Jadi banyak pesawat yang harus dipersiapkan adalah:
Airbus 100 \( = 3 \) pesawat, Airbus 200 \( = 1 \) pesawat, dan Airbus 300 \( = 2 \) pesawat.
Jika \( C = \begin{pmatrix} 2 \\ 3 \end{pmatrix} \) merupakan matriks kolom, maka transpose matriks \( C \) adalah ....
| A. | \( \begin{pmatrix} 2 \\ 3 \end{pmatrix} \) |
| B. | \( \begin{pmatrix} 3 \\ 2 \end{pmatrix} \) |
| C. | \( \begin{pmatrix} 2 & 3 \end{pmatrix} \) |
| D. | \( \begin{pmatrix} 3 & 2 \end{pmatrix} \) |
| E. | \( \begin{pmatrix} 2 & 0 \\ 0 & 3 \end{pmatrix} \) |
Jawaban dan Pembahasan
Menurut definisi transpose matriks pada materi SMA:
Jika suatu matriks berordo \( m \times n \), maka transpose-nya berordo \( n \times m \).
Transpose matriks diperoleh dengan cara menukar baris menjadi kolom dan kolom menjadi baris.
Diketahui:
\( C = \begin{pmatrix} 2 \\ 3 \end{pmatrix} \)
Matriks tersebut adalah matriks kolom berordo \( 2 \times 1 \).
Dengan menggunakan definisi transpose:
\( C^{T} = \begin{pmatrix} 2 & 3 \end{pmatrix} \)
Karena elemen baris pertama matriks transpose diambil dari kolom pertama matriks semula.
Jadi, transpose matriks \( C \) adalah \( \begin{pmatrix} 2 & 3 \end{pmatrix} \).
Jawaban yang benar adalah C.
Jika \( D = \begin{pmatrix} -7 & 8 & 1 & 3 \\ 5 & 9 & 7 & 2 \\ 2 & 2 & 1 & 3 \\ 1 & -6 & 0 & 1 \end{pmatrix} \) merupakan matriks persegi, maka transpose matriks \( D \) adalah ....
| A. | \( \begin{pmatrix} -7 & 5 & 2 & 1 \\ 8 & 9 & 2 & -6 \\ 1 & 7 & 1 & 0 \\ 3 & 2 & 3 & 1 \end{pmatrix} \) |
| B. | \( \begin{pmatrix} -7 & 8 & 1 & 3 \\ 5 & 9 & 7 & 2 \\ 2 & 2 & 1 & 3 \\ 1 & -6 & 0 & 1 \end{pmatrix} \) |
| C. | \( \begin{pmatrix} -7 & 5 & 2 & 1 \\ 8 & 9 & 2 & -6 \\ 1 & 7 & 1 & 0 \\ 3 & 2 & 3 & 1 \end{pmatrix}^{T} \) |
| D. | \( \begin{pmatrix} -7 & 5 & 2 & 1 \\ 8 & 9 & 2 & -6 \\ 1 & 7 & 1 & 0 \\ 3 & 2 & 3 & 1 \end{pmatrix} \) |
| E. | \( \begin{pmatrix} -7 & 8 & 1 & 3 \\ 5 & 9 & 7 & 2 \\ 2 & 2 & 1 & 3 \\ 1 & -6 & 0 & 1 \end{pmatrix}^{T} \) |
Jawaban dan Pembahasan
Menurut definisi transpose matriks pada materi SMA:
Jika suatu matriks berordo \( m \times n \), maka transpose-nya berordo \( n \times m \).
Transpose diperoleh dengan cara menukar baris menjadi kolom.
Diketahui:
Baris ke-1: \( (-7, 8, 1, 3) \)
Baris ke-2: \( (5, 9, 7, 2) \)
Baris ke-3: \( (2, 2, 1, 3) \)
Baris ke-4: \( (1, -6, 0, 1) \)
Maka kolom-kolom matriks transpose adalah baris-baris tersebut.
Sehingga:
\( D^{T} = \begin{pmatrix} -7 & 5 & 2 & 1 \\ 8 & 9 & 2 & -6 \\ 1 & 7 & 1 & 0 \\ 3 & 2 & 3 & 1 \end{pmatrix} \)
Karena setiap elemen \( d_{ij} \) berpindah menjadi \( d_{ji} \).
Jawaban yang benar adalah A.
Tentukan transpose dan jenis dari matriks berikut!
\( A = \begin{pmatrix} 1 & 3 & -5 \end{pmatrix} \)
| A. | \( A^{T} = \begin{pmatrix} 1 \\ 3 \\ -5 \end{pmatrix} \), matriks kolom |
| B. | \( A^{T} = \begin{pmatrix} 1 & 3 & -5 \end{pmatrix} \), matriks baris |
| C. | \( A^{T} = \begin{pmatrix} -5 & 3 & 1 \end{pmatrix} \), matriks baris |
| D. | \( A^{T} = \begin{pmatrix} 1 \\ -5 \\ 3 \end{pmatrix} \), matriks kolom |
| E. | \( A^{T} = \begin{pmatrix} -5 \\ 3 \\ 1 \end{pmatrix} \), matriks kolom |
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Matriks)
Langkah 1: Tentukan ordo matriks \( A \).
Matriks \( A = \begin{pmatrix} 1 & 3 & -5 \end{pmatrix} \) memiliki 1 baris dan 3 kolom.
Jadi, ordo matriks \( A \) adalah \( 1 \times 3 \) dan termasuk matriks baris.
Langkah 2: Gunakan definisi transpose.
Menurut rumus transpose matriks:
Jika \( A \) berordo \( m \times n \), maka \( A^{T} \) berordo \( n \times m \).
Transpose diperoleh dengan menukar baris menjadi kolom.
Karena \( A \) adalah \( 1 \times 3 \), maka \( A^{T} \) adalah \( 3 \times 1 \).
Maka:
\( A^{T} = \begin{pmatrix} 1 \\ 3 \\ -5 \end{pmatrix} \)
Jenis matriks \( A^{T} \) adalah matriks kolom.
Jawaban yang benar adalah A.
Tentukan transpose dan jenis dari matriks berikut!
\( B = \begin{pmatrix} 9 & -1 \\ 3 & 0 \\ 1 & 5 \end{pmatrix} \)
| A. | \( B^{T} = \begin{pmatrix} 9 & 3 & 1 \\ -1 & 0 & 5 \end{pmatrix} \), matriks baris |
| B. | \( B^{T} = \begin{pmatrix} 9 & -1 \\ 3 & 0 \\ 1 & 5 \end{pmatrix} \), matriks persegi |
| C. | \( B^{T} = \begin{pmatrix} 9 & 3 & 1 \\ -1 & 0 & 5 \end{pmatrix} \), matriks persegi |
| D. | \( B^{T} = \begin{pmatrix} -1 & 0 & 5 \\ 9 & 3 & 1 \end{pmatrix} \), matriks baris |
| E. | \( B^{T} = \begin{pmatrix} 9 & 3 & 1 \\ -1 & 0 & 5 \end{pmatrix} \), matriks kolom |
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Matriks)
Langkah 1: Tentukan ordo matriks \( B \).
Matriks \( B = \begin{pmatrix} 9 & -1 \\ 3 & 0 \\ 1 & 5 \end{pmatrix} \) memiliki 3 baris dan 2 kolom.
Jadi, ordo matriks \( B \) adalah \( 3 \times 2 \).
Karena jumlah baris tidak sama dengan jumlah kolom, maka \( B \) bukan matriks persegi.
Langkah 2: Gunakan rumus transpose matriks.
Jika suatu matriks berordo \( m \times n \), maka transpose-nya berordo \( n \times m \).
Transpose diperoleh dengan menukar baris menjadi kolom.
Baris ke-1: \( (9, -1) \)
Baris ke-2: \( (3, 0) \)
Baris ke-3: \( (1, 5) \)
Maka kolom-kolom matriks transpose adalah baris-baris tersebut.
Sehingga:
\( B^{T} = \begin{pmatrix} 9 & 3 & 1 \\ -1 & 0 & 5 \end{pmatrix} \)
Ordo \( B^{T} \) adalah \( 2 \times 3 \).
Karena memiliki 2 baris dan 3 kolom, maka jenisnya bukan matriks persegi. Matriks tersebut termasuk matriks persegi panjang.
Jawaban yang benar adalah A.
Tentukan transpose dan jenis dari matriks berikut!
\( C = \begin{pmatrix} 2 & 3 & 1 \\ 1 & 6 & -2 \\ 4 & 5 & -7 \end{pmatrix} \)
| A. | \( C^{T} = \begin{pmatrix} 2 & 1 & 4 \\ 3 & 6 & 5 \\ 1 & -2 & -7 \end{pmatrix} \), matriks persegi |
| B. | \( C^{T} = \begin{pmatrix} 2 & 3 & 1 \\ 1 & 6 & -2 \\ 4 & 5 & -7 \end{pmatrix} \), matriks baris |
| C. | \( C^{T} = \begin{pmatrix} 2 & 1 & 4 \\ 3 & 6 & 5 \\ 1 & -2 & -7 \end{pmatrix} \), matriks kolom |
| D. | \( C^{T} = \begin{pmatrix} 2 & 4 & 1 \\ 3 & 6 & 5 \\ 1 & -2 & -7 \end{pmatrix} \), matriks persegi |
| E. | \( C^{T} = \begin{pmatrix} 2 & 1 & 4 \\ 3 & 5 & 6 \\ 1 & -2 & -7 \end{pmatrix} \), matriks persegi |
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Matriks)
Langkah 1: Tentukan ordo matriks \( C \).
Matriks \( C = \begin{pmatrix} 2 & 3 & 1 \\ 1 & 6 & -2 \\ 4 & 5 & -7 \end{pmatrix} \) memiliki 3 baris dan 3 kolom.
Jadi, ordo matriks \( C \) adalah \( 3 \times 3 \) dan termasuk matriks persegi.
Langkah 2: Gunakan definisi transpose matriks.
Jika suatu matriks berordo \( m \times n \), maka transpose-nya berordo \( n \times m \).
Transpose diperoleh dengan menukar baris menjadi kolom, yaitu elemen \( c_{ij} \) menjadi \( c_{ji} \).
Baris ke-1: \( (2, 3, 1) \)
Baris ke-2: \( (1, 6, -2) \)
Baris ke-3: \( (4, 5, -7) \)
Maka:
\( C^{T} = \begin{pmatrix} 2 & 1 & 4 \\ 3 & 6 & 5 \\ 1 & -2 & -7 \end{pmatrix} \)
Karena ordo \( C^{T} \) tetap \( 3 \times 3 \), maka jenisnya adalah matriks persegi.
Jawaban yang benar adalah A.
Tentukan Benar atau Salah setiap pernyataan berikut!
1. Matriks tegak merupakan bagian dari matriks persegi panjang.
2. Jika matriks \( A \) adalah matriks diagonal, maka matriks \( A \) adalah matriks segitiga.
3. Jika matriks \( I \) adalah matriks simetris, maka matriks \( I \) adalah matriks identitas.
4. Transpos dari matriks baris adalah matriks kolom.
Jawaban dan Pembahasan
1. Matriks tegak merupakan bagian dari matriks persegi panjang.
Matriks tegak adalah matriks yang memiliki jumlah baris lebih banyak daripada jumlah kolom, yaitu berordo \( m \times n \) dengan \( m \gt n \).
Matriks persegi panjang adalah matriks yang jumlah barisnya tidak sama dengan jumlah kolomnya, yaitu \( m \neq n \).
Karena matriks tegak memenuhi syarat \( m \neq n \), maka matriks tegak termasuk bagian dari matriks persegi panjang.
Pernyataan 1: Benar.
2. Jika matriks \( A \) adalah matriks diagonal, maka matriks \( A \) adalah matriks segitiga.
Matriks diagonal adalah matriks persegi yang semua elemen di luar diagonal utama bernilai nol.
Matriks segitiga atas adalah matriks yang semua elemen di bawah diagonal utama bernilai nol, sedangkan matriks segitiga bawah adalah matriks yang semua elemen di atas diagonal utama bernilai nol.
Karena pada matriks diagonal semua elemen di atas dan di bawah diagonal utama bernilai nol, maka matriks diagonal termasuk matriks segitiga atas sekaligus segitiga bawah.
Pernyataan 2: Benar.
3. Jika matriks \( I \) adalah matriks simetris, maka matriks \( I \) adalah matriks identitas.
Matriks simetris adalah matriks persegi yang memenuhi \( A^{T} = A \).
Matriks identitas adalah matriks diagonal yang semua elemen diagonal utamanya bernilai 1.
Tidak semua matriks simetris merupakan matriks identitas. Contoh matriks simetris:
\( \begin{pmatrix} 2 & 1 \\ 1 & 3 \end{pmatrix} \)
Matriks tersebut simetris karena \( A^{T} = A \), tetapi bukan matriks identitas.
Pernyataan 3: Salah.
4. Transpos dari matriks baris adalah matriks kolom.
Jika matriks baris berordo \( 1 \times n \), maka transposenya berordo \( n \times 1 \).
Karena \( A^{T} \) diperoleh dengan menukar baris menjadi kolom, maka benar bahwa transpos matriks baris adalah matriks kolom.
Pernyataan 4: Benar.
Penerapan Konsep
5. Tentukan jenis matriks-matriks berikut!
a. \( A = \begin{pmatrix} -3 & 2 & 0 \\ 1 & 3 & 5 \end{pmatrix} \)
b. \( B = \begin{pmatrix} 2 & 9 & -1 \\ 0 & 1 & 2 \\ 0 & 0 & 1 \end{pmatrix} \)
c. \( C = \begin{pmatrix} 7 & 0 & 0 \\ 0 & 2 & 0 \\ 0 & 0 & 1 \end{pmatrix} \)
6. Jika diketahui matriks \( A = \begin{pmatrix} 7 & -1 & 3 \\ -1 & 9 & 2 \\ 3 & 2 & 1 \end{pmatrix} \) dan \( A^{T} \) merupakan transpose matriks \( A \), maka tentukan jenis matriks \( A \) dan jenis matriks \( A^{T} \).
7. Jika matriks \( I \) adalah matriks identitas, maka matriks \( I \) adalah matriks diagonal. Berikan penjelasan tentang kebenaran pernyataan tersebut.
Jawaban dan Pembahasan
Nomor 5a
\( A = \begin{pmatrix} -3 & 2 & 0 \\ 1 & 3 & 5 \end{pmatrix} \)
Matriks \( A \) memiliki 2 baris dan 3 kolom.
Ordo \( A \) adalah \( 2 \times 3 \).
Karena jumlah baris \( \neq \) jumlah kolom, maka \( A \) adalah matriks persegi panjang.
Nomor 5b
\( B = \begin{pmatrix} 2 & 9 & -1 \\ 0 & 1 & 2 \\ 0 & 0 & 1 \end{pmatrix} \)
Ordo \( B \) adalah \( 3 \times 3 \), sehingga termasuk matriks persegi.
Perhatikan elemen di bawah diagonal utama:
Semua elemen di bawah diagonal utama bernilai 0.
Maka \( B \) adalah matriks segitiga atas.
Nomor 5c
\( C = \begin{pmatrix} 7 & 0 & 0 \\ 0 & 2 & 0 \\ 0 & 0 & 1 \end{pmatrix} \)
Ordo \( C \) adalah \( 3 \times 3 \).
Semua elemen di luar diagonal utama bernilai 0.
Maka \( C \) adalah matriks diagonal.
Nomor 6
Diketahui:
\( A = \begin{pmatrix} 7 & -1 & 3 \\ -1 & 9 & 2 \\ 3 & 2 & 1 \end{pmatrix} \)
Hitung transpose menggunakan rumus:
\( A^{T} = (a_{ij})^{T} = a_{ji} \)
Tukar baris menjadi kolom:
\( A^{T} = \begin{pmatrix} 7 & -1 & 3 \\ -1 & 9 & 2 \\ 3 & 2 & 1 \end{pmatrix} \)
Terlihat bahwa \( A^{T} = A \).
Jika suatu matriks memenuhi \( A^{T} = A \), maka matriks tersebut disebut matriks simetris.
Karena ordo \( A \) adalah \( 3 \times 3 \), maka \( A \) adalah matriks persegi simetris.
Jenis matriks \( A^{T} \) juga matriks persegi simetris.
Nomor 7
Matriks identitas adalah matriks persegi yang semua elemen diagonal utamanya bernilai 1 dan semua elemen di luar diagonal utama bernilai 0.
Bentuk umum matriks identitas:
\( I = \begin{pmatrix} 1 & 0 & 0 \\ 0 & 1 & 0 \\ 0 & 0 & 1 \end{pmatrix} \)
Matriks diagonal adalah matriks persegi yang semua elemen di luar diagonal utama bernilai 0.
Karena matriks identitas memenuhi syarat matriks diagonal, maka pernyataan tersebut benar.
Pernyataan benar.
Asupan gizi bagi seorang atlet sangatlah penting sebagai persediaan energi tubuh. Persediaan tersebut digunakan ketika melakukan berbagai aktivitas fisik, misalnya pada saat latihan, bertanding, dan pemulihan setelah latihan maupun setelah bertanding. Berdasarkan data kebutuhan minimal energi atlet renang putra, diperoleh informasi sebagai berikut.
• Usia 11–12 tahun: kebutuhan normal 2.000 kalori, jika ditambah 1 jam latihan menjadi 2.200 kalori, dan jika ditambah 2 jam latihan menjadi 2.500 kalori.
• Usia 13–14 tahun: kebutuhan normal 2.200 kalori, jika ditambah 1 jam latihan menjadi 2.500 kalori, dan jika ditambah 2 jam latihan menjadi 3.000 kalori.
• Usia 15–18 tahun: kebutuhan normal 2.600 kalori, jika ditambah 1 jam latihan menjadi 2.900 kalori, dan jika ditambah 2 jam latihan menjadi 3.200 kalori.
• Usia 19–25 tahun: kebutuhan normal 2.700 kalori, jika ditambah 1 jam latihan menjadi 3.000 kalori, dan jika ditambah 2 jam latihan menjadi 3.300 kalori.
Buatlah matriks berdasarkan data tersebut dan tentukan jenis matriksnya.
Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1: Menyusun data dalam bentuk matriks.
Baris menyatakan kelompok usia dan kolom menyatakan kebutuhan kalori (normal, +1 jam latihan, +2 jam latihan).
Maka matriks kebutuhan kalori dapat ditulis sebagai:
\( M = \begin{pmatrix} 2000 & 2200 & 2500 \\ 2200 & 2500 & 3000 \\ 2600 & 2900 & 3200 \\ 2700 & 3000 & 3300 \end{pmatrix} \)
Langkah 2: Menentukan ordo matriks.
Matriks \( M \) memiliki 4 baris dan 3 kolom.
Jadi, ordo matriks \( M \) adalah \( 4 \times 3 \).
Langkah 3: Menentukan jenis matriks.
Karena jumlah baris \( \neq \) jumlah kolom, maka matriks tersebut bukan matriks persegi.
Matriks dengan ordo \( m \times n \) dengan \( m \neq n \) disebut matriks persegi panjang.
Jadi, matriks \( M \) adalah matriks persegi panjang berordo \( 4 \times 3 \).
Tentukan Benar atau Salah setiap pernyataan berikut!
1. Dua matriks mempunyai ordo sama merupakan salah satu syarat kedua matriks tersebut sama.
2. Dua matriks yang sama selalu memiliki ordo sama.
3. Jika diketahui matriks \( R = \begin{pmatrix} 4 & -9 \\ 7 & 1 \end{pmatrix} \) dan \( C = \begin{pmatrix} 4 & -9 \\ 7 & 1 \\ 0 & 0 \end{pmatrix} \), maka matriks \( R \) sama dengan matriks \( C \).
Jawaban dan Pembahasan
Konsep dasar kesamaan matriks:
Dua matriks dikatakan sama jika dan hanya jika:
1. Mempunyai ordo yang sama.
2. Setiap elemen yang seletak bernilai sama.
1. Dua matriks mempunyai ordo sama merupakan salah satu syarat kedua matriks tersebut sama.
Sesuai definisi, syarat pertama dua matriks sama adalah memiliki ordo yang sama.
Jadi pernyataan tersebut Benar.
2. Dua matriks yang sama selalu memiliki ordo sama.
Jika dua matriks sudah dinyatakan sama, maka secara definisi mereka pasti memiliki ordo yang sama.
Jadi pernyataan tersebut Benar.
3. Jika diketahui matriks \( R = \begin{pmatrix} 4 & -9 \\ 7 & 1 \end{pmatrix} \) dan \( C = \begin{pmatrix} 4 & -9 \\ 7 & 1 \\ 0 & 0 \end{pmatrix} \), maka matriks \( R \) sama dengan matriks \( C \).
Ordo matriks \( R \) adalah \( 2 \times 2 \).
Ordo matriks \( C \) adalah \( 3 \times 2 \).
Karena ordo kedua matriks berbeda, maka keduanya tidak mungkin sama.
Jadi pernyataan tersebut Salah.
6. Aplikasi matriks dalam bidang komputer.
Sebuah jaringan komputer dengan 4 node memiliki laju aliran dan arah aliran pada setiap cabang yang telah diketahui. Jaringan tersebut dinyatakan dalam bentuk sistem persamaan berikut:
\( x_1 + x_2 = 40 \)
\( x_2 + x_3 = 30 \)
\( x_3 + 10 = 45 \)
\( x_1 + 10 = 55 \)
Baris-baris tersebut secara berturut-turut menyatakan node A, B, C, dan D.
Tentukan laju aliran \( x_1 \), \( x_2 \), dan \( x_3 \).
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Matriks)
Langkah 1: Susun sistem persamaan.
Dari persamaan:
\( x_1 + x_2 = 40 \) ...(1)
\( x_2 + x_3 = 30 \) ...(2)
\( x_3 + 10 = 45 \) ...(3)
\( x_1 + 10 = 55 \) ...(4)
Langkah 2: Sederhanakan persamaan (3) dan (4).
Dari (3):
\( x_3 = 45 - 10 \)
\( x_3 = 35 \)
Dari (4):
\( x_1 = 55 - 10 \)
\( x_1 = 45 \)
Langkah 3: Substitusikan ke persamaan (2).
\( x_2 + 35 = 30 \)
\( x_2 = -5 \)
Langkah 4: Cek pada persamaan (1).
\( 45 + (-5) = 40 \) ✔
Langkah 5: Tulis dalam bentuk matriks.
Sistem dapat ditulis:
\[ \begin{pmatrix} 1 & 1 & 0 \\ 0 & 1 & 1 \\ 0 & 0 & 1 \\ 1 & 0 & 0 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} x_1 \\ x_2 \\ x_3 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 40 \\ 30 \\ 35 \\ 45 \end{pmatrix} \]
Dengan penyelesaian sistem tersebut diperoleh:
\( x_1 = 45 \)
\( x_2 = -5 \)
\( x_3 = 35 \)
Jadi laju aliran yang diperoleh adalah:
\( x_1 = 45 \), \( x_2 = -5 \), dan \( x_3 = 35 \).
Definisi 1.2 Penjumlahan Matriks
Jika matriks \( A \) dan matriks \( B \) adalah matriks-matriks yang berordo \( m \times n \) dengan elemen-elemen \( a_{ij} \) dan \( b_{ij} \), maka ada matriks \( C \) yang merupakan hasil penjumlahan matriks \( A \) dengan matriks \( B \) atau \( C = A + B \). Matriks \( C \) juga berordo \( m \times n \) dengan elemen-elemen \( c_{ij} = a_{ij} + b_{ij} \) untuk semua \( i \) dan \( j \).
Sifat 1.1 Sifat-Sifat Penjumlahan Matriks
Misalkan matriks \( A \), \( B \), \( C \), dan \( O \) merupakan matriks-matriks yang berordo sama, maka dalam penjumlahan matriks berlaku:
- sifat komutatif: \( A + B = B + A \)
- sifat asosiatif: \( (A + B) + C = A + (B + C) \)
- terdapat matriks \( O \) yang bersifat \( A + O = O + A = A \)
- matriks \( A \) mempunyai lawan yaitu matriks \( -A \) yang bersifat \( A + (-A) = O \)
2. Pengurangan Matriks
Kita dapat menerapkan rumusan penjumlahan matriks untuk memahami konsep pengurangan matriks.
Definisi 1.3 Pengurangan Matriks
Jika matriks \( A \) dan matriks \( B \) adalah matriks-matriks yang berordo \( m \times n \), maka pengurangan matriks \( A \) dengan matriks \( B \) didefinisikan sebagai jumlah antara matriks \( A \) dengan lawan dari matriks \( B \). Penulisannya sebagai berikut:
\( A - B = A + (-B) \)
Diketahui matriks-matriks berikut ini.
\( A = \begin{pmatrix} -2 & 9 \\ 3 & -1 \end{pmatrix} \) dan \( B = \begin{pmatrix} -1 & -3 \\ -1 & 1 \end{pmatrix} \).
Tentukan jumlah matriks \( A \) dan matriks \( B \).
Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1: Periksa ordo matriks.
Matriks \( A \) berordo \( 2 \times 2 \).
Matriks \( B \) juga berordo \( 2 \times 2 \).
Karena kedua matriks memiliki ordo yang sama, maka dapat dijumlahkan.
Langkah 2: Gunakan rumus penjumlahan matriks.
Jika \( C = A + B \), maka elemen-elemennya:
\( c_{ij} = a_{ij} + b_{ij} \).
Artinya, setiap elemen dijumlahkan dengan elemen yang seletak.
Hitung satu per satu:
Baris 1 Kolom 1: \( -2 + (-1) = -3 \)
Baris 1 Kolom 2: \( 9 + (-3) = 6 \)
Baris 2 Kolom 1: \( 3 + (-1) = 2 \)
Baris 2 Kolom 2: \( -1 + 1 = 0 \)
Maka:
\( A + B = \begin{pmatrix} -3 & 6 \\ 2 & 0 \end{pmatrix} \)
Jadi jumlah matriks \( A \) dan matriks \( B \) adalah
\( \begin{pmatrix} -3 & 6 \\ 2 & 0 \end{pmatrix} \).
Tentukan hasil penjumlahan matriks
\( \begin{pmatrix} -1 & 2 & 1 \\ 3 & 6 & 9 \\ 2 & 5 & -7 \end{pmatrix} \) dan \( \begin{pmatrix} 2 & 7 & 0 \\ 3 & 7 & 1 \\ 5 & -6 & 9 \end{pmatrix} \).
Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1: Periksa ordo kedua matriks.
Matriks pertama berordo \( 3 \times 3 \).
Matriks kedua juga berordo \( 3 \times 3 \).
Karena kedua matriks memiliki ordo yang sama, maka dapat dijumlahkan.
Langkah 2: Gunakan rumus penjumlahan matriks.
Jika \( C = A + B \), maka berlaku:
\( c_{ij} = a_{ij} + b_{ij} \).
Artinya, setiap elemen dijumlahkan dengan elemen yang seletak.
Hitung setiap elemen:
Baris 1:
\( -1 + 2 = 1 \)
\( 2 + 7 = 9 \)
\( 1 + 0 = 1 \)
Baris 2:
\( 3 + 3 = 6 \)
\( 6 + 7 = 13 \)
\( 9 + 1 = 10 \)
Baris 3:
\( 2 + 5 = 7 \)
\( 5 + (-6) = -1 \)
\( -7 + 9 = 2 \)
Maka hasil penjumlahan adalah:
\( \begin{pmatrix} 1 & 9 & 1 \\ 6 & 13 & 10 \\ 7 & -1 & 2 \end{pmatrix} \).
Diketahui matriks-matriks berikut.
\( A = \begin{pmatrix} 5 & 2 \\ 1 & 3 \end{pmatrix} \), \( B = \begin{pmatrix} -1 & -2 \\ 1 & -1 \end{pmatrix} \), dan \( C = \begin{pmatrix} -1 & 1 & 3 \\ -2 & 2 & 4 \end{pmatrix} \).
Tentukan hasil dari:
1. \( A - B \)
2. \( A - C \)
Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1: Periksa ordo setiap matriks.
Ordo \( A \) adalah \( 2 \times 2 \).
Ordo \( B \) adalah \( 2 \times 2 \).
Ordo \( C \) adalah \( 2 \times 3 \).
Rumus pengurangan matriks:
\( A - B = A + (-B) \)
dan elemen-elemennya:
\( (A - B)_{ij} = a_{ij} - b_{ij} \)
1. Menentukan \( A - B \)
Karena ordo \( A \) dan \( B \) sama, maka dapat dikurangkan.
Hitung setiap elemen:
Baris 1 Kolom 1: \( 5 - (-1) = 6 \)
Baris 1 Kolom 2: \( 2 - (-2) = 4 \)
Baris 2 Kolom 1: \( 1 - 1 = 0 \)
Baris 2 Kolom 2: \( 3 - (-1) = 4 \)
Maka:
\( A - B = \begin{pmatrix} 6 & 4 \\ 0 & 4 \end{pmatrix} \)
2. Menentukan \( A - C \)
Ordo \( A \) adalah \( 2 \times 2 \) dan ordo \( C \) adalah \( 2 \times 3 \).
Karena jumlah kolomnya berbeda, maka pengurangan tidak dapat dilakukan.
Jadi, \( A - C \) tidak terdefinisi karena ordo matriks berbeda.
Tentukan Benar atau Salah setiap pernyataan berikut!
1. Operasi penjumlahan matriks dilakukan dengan cara menjumlahkan elemen-elemen matriks \( A \) dan elemen-elemen matriks \( B \) saja.
2. Dua buah matriks dapat dikurangkan apabila matriks tersebut memiliki ordo yang sama.
3. \( \begin{pmatrix} 1 & 2 \\ -3 & 1 \end{pmatrix} + \begin{pmatrix} 1 & 3 \\ 9 & -7 \\ 0 & 0 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 2 & 5 \\ 6 & -6 \end{pmatrix} \).
Jawaban dan Pembahasan
Konsep dasar:
Penjumlahan matriks hanya dapat dilakukan jika kedua matriks memiliki ordo yang sama.
Rumus penjumlahan:
Jika \( C = A + B \), maka \( c_{ij} = a_{ij} + b_{ij} \).
1.
Penjumlahan matriks tidak dilakukan dengan menjumlahkan semua elemen secara bebas, tetapi harus menjumlahkan elemen yang seletak.
Karena pernyataan tersebut tidak menyebutkan bahwa elemen harus seletak, maka pernyataan tersebut Salah.
2.
Pengurangan matriks menggunakan rumus:
\( A - B = A + (-B) \)
Pengurangan hanya dapat dilakukan jika ordo kedua matriks sama.
Jadi pernyataan tersebut Benar.
3.
Ordo matriks pertama adalah \( 2 \times 2 \).
Ordo matriks kedua adalah \( 3 \times 2 \).
Karena ordonya berbeda, maka kedua matriks tidak dapat dijumlahkan.
Jadi pernyataan tersebut Salah.
Penerapan Konsep
4. Tentukan nilai \( x \), \( y \), dan \( z \) yang memenuhi:
\( \begin{pmatrix} 2x & y \\ 3z & z \end{pmatrix} - \begin{pmatrix} 6 & -x \\ 2y & 7 \end{pmatrix} + \begin{pmatrix} 2 & 1 \\ -9 & 6 \end{pmatrix} = O \),
dengan \( O \) adalah matriks nol berordo \( 2 \times 2 \).
5. Tentukan nilai \( a \) dan \( b \) dari
\( \begin{pmatrix} 3a \\ 3b \end{pmatrix} + \begin{pmatrix} 4b \\ 4a \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 1 \\ -1 \end{pmatrix}. \)
6. Ekonomi. Berikut ini adalah matriks banyaknya buah (dalam kg) yang dikirim oleh penyuplai pada cabang Toko A dan Toko B.
\( \begin{pmatrix} 50 & 62 \\ 70 & 66 \\ 45 & 58 \\ 40 & 47 \end{pmatrix} \)
(baris berturut-turut menyatakan jeruk, apel, pir, dan lemon; kolom menyatakan Toko A dan Toko B).
Setelah dicek, ternyata ada beberapa kg buah yang busuk. Banyak buah (dalam kg) yang busuk disajikan pada matriks berikut:
\( \begin{pmatrix} 6 & 4 \\ 2 & 0 \\ 0 & 1 \\ 1 & 1 \end{pmatrix}. \)
Tentukan matriks banyaknya buah yang masih segar untuk dijual.
Jawaban dan Pembahasan
Nomor 4
Gunakan rumus operasi matriks:
Jika \( A - B + C = O \), maka setiap elemen hasil operasi harus bernilai 0.
Hitung elemen satu per satu.
Elemen (1,1):
\( 2x - 6 + 2 = 0 \)
\( 2x - 4 = 0 \Rightarrow 2x = 4 \Rightarrow x = 2 \)
Elemen (1,2):
\( y - (-x) + 1 = 0 \)
\( y + x + 1 = 0 \)
Substitusi \( x = 2 \):
\( y + 2 + 1 = 0 \Rightarrow y = -3 \)
Elemen (2,1):
\( 3z - 2y - 9 = 0 \)
Substitusi \( y = -3 \):
\( 3z - 2(-3) - 9 = 0 \Rightarrow 3z + 6 - 9 = 0 \Rightarrow 3z - 3 = 0 \Rightarrow z = 1 \)
Elemen (2,2):
\( z - 7 + 6 = 0 \Rightarrow z - 1 = 0 \Rightarrow z = 1 \) ✔
Jadi \( x = 2 \), \( y = -3 \), dan \( z = 1 \).
Nomor 5
Gunakan penjumlahan matriks:
\( \begin{pmatrix} 3a + 4b \\ 3b + 4a \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 1 \\ -1 \end{pmatrix}. \)
Maka diperoleh sistem:
\( 3a + 4b = 1 \)
\( 4a + 3b = -1 \)
Eliminasi:
Kurangkan kedua persamaan:
\( (4a + 3b) - (3a + 4b) = -1 - 1 \)
\( a - b = -2 \)
Sehingga \( a = b - 2 \).
Substitusi ke persamaan pertama:
\( 3(b - 2) + 4b = 1 \)
\( 3b - 6 + 4b = 1 \Rightarrow 7b = 7 \Rightarrow b = 1 \)
Maka \( a = -1 \).
Nomor 6
Matriks buah segar = matriks kirim − matriks busuk.
Gunakan rumus:
\( (A - B)_{ij} = a_{ij} - b_{ij} \)
Hitung setiap elemen:
Baris 1: \( 50 - 6 = 44 \), \( 62 - 4 = 58 \)
Baris 2: \( 70 - 2 = 68 \), \( 66 - 0 = 66 \)
Baris 3: \( 45 - 0 = 45 \), \( 58 - 1 = 57 \)
Baris 4: \( 40 - 1 = 39 \), \( 47 - 1 = 46 \)
Maka matriks buah yang masih segar adalah:
\( \begin{pmatrix} 44 & 58 \\ 68 & 66 \\ 45 & 57 \\ 39 & 46 \end{pmatrix}. \)
Definisi Perkalian Matriks dengan Skalar
Jika matriks \( A \) berordo \( m \times n \) dan \( k \) adalah bilangan real (disebut skalar), maka \( kA \) menyatakan matriks yang diperoleh dengan mengalikan setiap elemen pada matriks \( A \) dengan \( k \).
Sifat-Sifat Perkalian Matriks dengan Skalar
Misalkan matriks \( A \) dan \( B \) berordo sama, serta \( k \) dan \( h \) merupakan skalar, maka berlaku:
- \( kO = O \), dengan \( O \) adalah matriks nol
- \( kA = O \), untuk \( k = 0 \)
- sifat asosiatif: \( h(kA) = (hk)A \)
- sifat distributif terhadap pengurangan: \( (h - k)A = hA - kA \)
- sifat distributif terhadap penjumlahan: \( k(A + B) = (kA) + (kB) \)
Definisi Perkalian Dua Matriks
Jika matriks \( A \) berordo \( m \times n \) dan matriks \( B \) berordo \( n \times p \), maka ada matriks \( C \) yang merupakan hasil perkalian matriks \( A \) dengan matriks \( B \) atau \( C = AB \).
Matriks \( C \) berordo \( m \times p \) dan nilai elemen \( c_{ij} \) diperoleh dengan cara mengalikan elemen-elemen baris ke-\( i \) pada matriks \( A \) dengan elemen-elemen kolom ke-\( j \) pada matriks \( B \), kemudian dijumlahkan.
Rumus umum:
\( c_{ij} = a_{i1}b_{1j} + a_{i2}b_{2j} + a_{i3}b_{3j} + \dots + a_{in}b_{nj} \)
Misalkan \( P = \begin{pmatrix} -1 & \frac{1}{4} & -\frac{1}{2} \\ -6 & 1 & -4 \end{pmatrix} \). Tentukan \( 2P \).
Jawaban dan Pembahasan
Gunakan definisi perkalian matriks dengan skalar.
Jika \( k \) adalah skalar dan \( A = (a_{ij}) \), maka:
\( kA = (k \cdot a_{ij}) \).
Artinya, setiap elemen pada matriks dikalikan dengan \( k \).
Diketahui:
\( P = \begin{pmatrix} -1 & \frac{1}{4} & -\frac{1}{2} \\ -6 & 1 & -4 \end{pmatrix} \).
Hitung \( 2P \) dengan mengalikan setiap elemen dengan 2.
Baris 1:
\( 2(-1) = -2 \)
\( 2 \left( \frac{1}{4} \right) = \frac{2}{4} = \frac{1}{2} \)
\( 2 \left( -\frac{1}{2} \right) = -1 \)
Baris 2:
\( 2(-6) = -12 \)
\( 2(1) = 2 \)
\( 2(-4) = -8 \)
Maka diperoleh:
\( 2P = \begin{pmatrix} -2 & \frac{1}{2} & -1 \\ -12 & 2 & -8 \end{pmatrix} \).
Misalkan \( Q = \begin{pmatrix} 2 & \frac{1}{4} & -\frac{1}{2} \\ 1 & \frac{1}{2} & \frac{3}{4} \\ 3 & 8 & 1 \end{pmatrix} \) dan \( k = 4 \). Tentukan \( kQ \).
Jawaban dan Pembahasan
Gunakan definisi perkalian matriks dengan skalar.
Jika \( A = (a_{ij}) \) dan \( k \) adalah skalar, maka:
\( kA = (k \cdot a_{ij}) \).
Artinya, setiap elemen pada matriks dikalikan dengan \( k \).
Diketahui:
\( Q = \begin{pmatrix} 2 & \frac{1}{4} & -\frac{1}{2} \\ 1 & \frac{1}{2} & \frac{3}{4} \\ 3 & 8 & 1 \end{pmatrix} \) dan \( k = 4 \).
Hitung setiap elemen:
Baris 1:
\( 4(2) = 8 \)
\( 4 \left( \frac{1}{4} \right) = 1 \)
\( 4 \left( -\frac{1}{2} \right) = -2 \)
Baris 2:
\( 4(1) = 4 \)
\( 4 \left( \frac{1}{2} \right) = 2 \)
\( 4 \left( \frac{3}{4} \right) = 3 \)
Baris 3:
\( 4(3) = 12 \)
\( 4(8) = 32 \)
\( 4(1) = 4 \)
Maka diperoleh:
\( kQ = \begin{pmatrix} 8 & 1 & -2 \\ 4 & 2 & 3 \\ 12 & 32 & 4 \end{pmatrix} \).
Melalui kegiatan eksplorasi ini, kita akan menemukan konsep perkalian dua matriks.
Sebuah perusahaan konstruksi memiliki proyek di tiga kota, yaitu Kota Pontianak, Kota Surabaya, dan Kota Makassar. Banyak karyawan di setiap lokasi adalah sebagai berikut:
\( \begin{pmatrix} 450 & 120 \\ 380 & 140 \\ 420 & 87 \end{pmatrix} \)
Kolom pertama menyatakan karyawan tetap dan kolom kedua menyatakan karyawan paruh waktu.
Gaji per hari untuk karyawan tetap adalah Rp125.000,00 dan untuk karyawan paruh waktu adalah Rp80.000,00.
Tentukan dana yang harus dikeluarkan perusahaan per hari pada setiap lokasi dengan menggunakan konsep matriks.
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Perkalian Matriks)
Langkah 1: Susun matriks jumlah karyawan.
Misalkan matriks jumlah karyawan:
\( A = \begin{pmatrix} 450 & 120 \\ 380 & 140 \\ 420 & 87 \end{pmatrix} \)
Ordo \( A \) adalah \( 3 \times 2 \).
Langkah 2: Susun matriks gaji per hari.
\( B = \begin{pmatrix} 125000 \\ 80000 \end{pmatrix} \)
Ordo \( B \) adalah \( 2 \times 1 \).
Langkah 3: Gunakan rumus perkalian matriks.
Jika \( C = AB \), maka:
\( c_{ij} = a_{i1}b_{1j} + a_{i2}b_{2j} \).
Karena ordo \( A \) adalah \( 3 \times 2 \) dan ordo \( B \) adalah \( 2 \times 1 \), maka hasilnya berordo \( 3 \times 1 \).
Hitung setiap baris:
Kota Pontianak:
\( 450(125000) + 120(80000) \)
\( = 56.250.000 + 9.600.000 \)
\( = 65.850.000 \)
Kota Surabaya:
\( 380(125000) + 140(80000) \)
\( = 47.500.000 + 11.200.000 \)
\( = 58.700.000 \)
Kota Makassar:
\( 420(125000) + 87(80000) \)
\( = 52.500.000 + 6.960.000 \)
\( = 59.460.000 \)
Maka matriks dana yang harus dikeluarkan per hari adalah:
\( C = \begin{pmatrix} 65850000 \\ 58700000 \\ 59460000 \end{pmatrix} \)
Jadi, dana per hari yang harus dikeluarkan adalah:
Kota Pontianak = Rp65.850.000,00
Kota Surabaya = Rp58.700.000,00
Kota Makassar = Rp59.460.000,00
Jika \( A = \begin{pmatrix} -7 & 2 & -2 \\ 1 & 0 & -1 \\ 2 & 3 & -1 \end{pmatrix} \) dan \( B = \begin{pmatrix} 1 & 2 \\ -1 & 3 \\ 2 & 0 \end{pmatrix} \), tentukan matriks \( AB \) dan matriks \( BA \).
Jawaban dan Pembahasan (Langkah Detail)
Langkah 1: Periksa ordo matriks.
Ordo \( A \) adalah \( 3 \times 3 \).
Ordo \( B \) adalah \( 3 \times 2 \).
Karena jumlah kolom \( A \) sama dengan jumlah baris \( B \), maka \( AB \) dapat dihitung.
Ordo \( AB \) adalah \( 3 \times 2 \).
Sedangkan \( BA \) tidak dapat dihitung karena jumlah kolom \( B \) (2) tidak sama dengan jumlah baris \( A \) (3).
Langkah 2: Gunakan rumus perkalian matriks.
Jika \( C = AB \), maka:
\( c_{ij} = a_{i1}b_{1j} + a_{i2}b_{2j} + a_{i3}b_{3j} \).
Baris 1 Kolom 1:
\( (-7)(1) + (2)(-1) + (-2)(2) \)
\( = -7 - 2 - 4 = -13 \)
Baris 1 Kolom 2:
\( (-7)(2) + (2)(3) + (-2)(0) \)
\( = -14 + 6 + 0 = -8 \)
Baris 2 Kolom 1:
\( (1)(1) + (0)(-1) + (-1)(2) \)
\( = 1 + 0 - 2 = -1 \)
Baris 2 Kolom 2:
\( (1)(2) + (0)(3) + (-1)(0) \)
\( = 2 + 0 + 0 = 2 \)
Baris 3 Kolom 1:
\( (2)(1) + (3)(-1) + (-1)(2) \)
\( = 2 - 3 - 2 = -3 \)
Baris 3 Kolom 2:
\( (2)(2) + (3)(3) + (-1)(0) \)
\( = 4 + 9 + 0 = 13 \)
Maka diperoleh:
\( AB = \begin{pmatrix} -13 & -8 \\ -1 & 2 \\ -3 & 13 \end{pmatrix} \)
Sedangkan \( BA \) tidak terdefinisi karena ordo tidak memenuhi syarat perkalian matriks.
Jika \( C = \begin{pmatrix} 1 & -3 & 3 \\ 1 & 2 & 2 \end{pmatrix} \) dan \( D = \begin{pmatrix} 1 & -4 \\ 8 & 2 \end{pmatrix} \), tentukan matriks \( CD \) dan matriks \( DC \).
Jawaban dan Pembahasan (Langkah Detail)
Langkah 1: Tentukan ordo masing-masing matriks.
Ordo \( C \) adalah \( 2 \times 3 \).
Ordo \( D \) adalah \( 2 \times 2 \).
Menentukan \( CD \)
Perkalian matriks dapat dilakukan jika jumlah kolom matriks pertama sama dengan jumlah baris matriks kedua.
Matriks \( C \) memiliki 3 kolom, sedangkan matriks \( D \) memiliki 2 baris.
Karena \( 3 \neq 2 \), maka \( CD \) tidak terdefinisi.
Menentukan \( DC \)
Matriks \( D \) berordo \( 2 \times 2 \) dan matriks \( C \) berordo \( 2 \times 3 \).
Karena jumlah kolom \( D \) sama dengan jumlah baris \( C \), maka \( DC \) dapat dihitung.
Ordo hasil \( DC \) adalah \( 2 \times 3 \).
Gunakan rumus:
Jika \( E = DC \), maka
\( e_{ij} = d_{i1}c_{1j} + d_{i2}c_{2j} \).
Baris 1 Kolom 1:
\( (1)(1) + (-4)(1) = 1 - 4 = -3 \)
Baris 1 Kolom 2:
\( (1)(-3) + (-4)(2) = -3 - 8 = -11 \)
Baris 1 Kolom 3:
\( (1)(3) + (-4)(2) = 3 - 8 = -5 \)
Baris 2 Kolom 1:
\( (8)(1) + (2)(1) = 8 + 2 = 10 \)
Baris 2 Kolom 2:
\( (8)(-3) + (2)(2) = -24 + 4 = -20 \)
Baris 2 Kolom 3:
\( (8)(3) + (2)(2) = 24 + 4 = 28 \)
Maka diperoleh:
\( DC = \begin{pmatrix} -3 & -11 & -5 \\ 10 & -20 & 28 \end{pmatrix} \)
Jadi:
\( CD \) tidak terdefinisi, dan
\( DC = \begin{pmatrix} -3 & -11 & -5 \\ 10 & -20 & 28 \end{pmatrix} \).
Tentukan Benar atau Salah setiap pernyataan berikut!
1. Misalkan \( k \) adalah skalar dan \( A \) adalah matriks berordo \( m \times n \), maka \( kA \) juga berordo \( m \times n \).
2. Jika matriks \( A \) dan \( B \) berordo sama, dengan \( A \) adalah matriks nol dan \( B \) adalah sembarang matriks, maka \( AB \) juga matriks nol.
3. Tidak ada matriks yang memenuhi sifat “\( A \) bukan matriks nol dan \( AA = A \)”.
Jawaban dan Pembahasan
1.
Gunakan definisi perkalian matriks dengan skalar.
Jika \( A \) berordo \( m \times n \) dan \( k \) adalah skalar, maka:
\( kA = (k \cdot a_{ij}) \).
Perkalian skalar tidak mengubah jumlah baris dan kolom.
Jadi ordo \( kA \) tetap \( m \times n \).
Pernyataan 1 adalah Benar.
2.
Jika \( A \) adalah matriks nol, maka semua elemennya bernilai 0.
Gunakan rumus perkalian matriks:
\( c_{ij} = a_{i1}b_{1j} + a_{i2}b_{2j} + \dots + a_{in}b_{nj} \).
Karena setiap \( a_{ik} = 0 \), maka:
\( c_{ij} = 0 \).
Sehingga \( AB \) adalah matriks nol.
Pernyataan 2 adalah Benar.
3.
Sifat \( AA = A \) disebut sifat idempoten.
Ada matriks selain matriks nol yang memenuhi sifat tersebut.
Contoh:
\( A = \begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 0 \end{pmatrix} \).
Hitung:
\( A^2 = \begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 0 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 0 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 1 & 0 \\ 0 & 0 \end{pmatrix} = A \).
Karena ada matriks bukan nol yang memenuhi \( AA = A \), maka pernyataan tersebut Salah.
Penerapan Konsep
4. Diketahui \( P = \begin{pmatrix} 1 & -8 \\ -1 & -2 \end{pmatrix} \), \( Q = \begin{pmatrix} 3 & 2 \\ -1 & 2 \end{pmatrix} \), dan \( X \) matriks berordo \( 2 \times 2 \) yang memenuhi persamaan \( P - 2X = 3Q \). Tentukan matriks \( X \).
5. Diketahui \( \begin{pmatrix} x - 2 & 9 \\ -3 & 0 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} -4 & 0 \\ y + 1 & 12 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} -3 & -9 \\ 12 & 0 \end{pmatrix} \). Tentukan nilai \( x + y \).
6. Ekonomi. Tata, Putri, dan Qaila menabung di bank bersama-sama. Matriks besar tabungan mereka (dalam rupiah) adalah:
\( \begin{pmatrix} 2000000 \\ 3500000 \\ 4000000 \end{pmatrix} \).
Apabila suku bunga tunggal 6% per tahun, tentukan matriks besarnya bunga tabungan mereka (dalam rupiah).
Jawaban dan Pembahasan
Nomor 4
Diketahui:
\( P - 2X = 3Q \).
Langkah 1: Hitung \( 3Q \).
\( 3Q = 3 \begin{pmatrix} 3 & 2 \\ -1 & 2 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 9 & 6 \\ -3 & 6 \end{pmatrix}. \)
Langkah 2: Bentuk persamaan.
\( P - 2X = \begin{pmatrix} 9 & 6 \\ -3 & 6 \end{pmatrix}. \)
Maka:
\( 2X = P - 3Q \).
Hitung \( P - 3Q \):
\( \begin{pmatrix} 1 & -8 \\ -1 & -2 \end{pmatrix} - \begin{pmatrix} 9 & 6 \\ -3 & 6 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} -8 & -14 \\ 2 & -8 \end{pmatrix}. \)
Langkah 3: Bagi dengan 2.
\( X = \frac{1}{2} \begin{pmatrix} -8 & -14 \\ 2 & -8 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} -4 & -7 \\ 1 & -4 \end{pmatrix}. \)
Nomor 5
Gunakan rumus perkalian matriks:
\( c_{ij} = a_{i1}b_{1j} + a_{i2}b_{2j} \).
Hitung elemen (1,1):
\( (x - 2)(-4) + 9(y + 1) = -3 \).
\( -4x + 8 + 9y + 9 = -3 \).
\( -4x + 9y + 17 = -3 \).
\( -4x + 9y = -20 \). ...(1)
Elemen (1,2):
\( (x - 2)(0) + 9(12) = -9 \).
\( 108 = -9 \).
Ini kontradiksi, sehingga tidak ada solusi.
Karena tidak konsisten, maka tidak ada pasangan \( x \) dan \( y \) yang memenuhi.
Nomor 6
Bunga tunggal 6% berarti dikalikan dengan 0,06.
Gunakan perkalian skalar:
\( 0,06 \begin{pmatrix} 2000000 \\ 3500000 \\ 4000000 \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 120000 \\ 210000 \\ 240000 \end{pmatrix}. \)
Jadi matriks bunga tabungan adalah:
\( \begin{pmatrix} 120000 \\ 210000 \\ 240000 \end{pmatrix}. \)
Tentukan nilai determinan matriks \( A = \begin{pmatrix} -1 & 3 \\ -7 & -5 \end{pmatrix} \).
Jawaban dan Pembahasan (Langkah Detail)
Gunakan rumus determinan matriks ordo \( 2 \times 2 \).
Jika \( A = \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \), maka
\( \det(A) = ad - bc \).
Diketahui:
\( A = \begin{pmatrix} -1 & 3 \\ -7 & -5 \end{pmatrix} \).
Sehingga:
\( a = -1 \), \( b = 3 \), \( c = -7 \), dan \( d = -5 \).
Substitusikan ke rumus:
\( \det(A) = (-1)(-5) - (3)(-7) \).
Hitung satu per satu:
\( (-1)(-5) = 5 \)
\( (3)(-7) = -21 \)
Maka:
\( \det(A) = 5 - (-21) \).
\( \det(A) = 5 + 21 = 26 \).
Jadi, nilai determinan matriks \( A \) adalah \( 26 \).
Tentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear
\( \begin{cases} 2x - y = 7 \\ x - 4y = 14 \end{cases} \).
Jawaban dan Pembahasan (Konsep Matriks)
Langkah 1: Ubah sistem persamaan ke bentuk matriks.
Sistem \( \begin{cases} 2x - y = 7 \\ x - 4y = 14 \end{cases} \) dapat ditulis sebagai:
\( \begin{pmatrix} 2 & -1 \\ 1 & -4 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 7 \\ 14 \end{pmatrix} \).
Misalkan \( A = \begin{pmatrix} 2 & -1 \\ 1 & -4 \end{pmatrix} \), \( \mathbf{x} = \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} \), dan \( \mathbf{b} = \begin{pmatrix} 7 \\ 14 \end{pmatrix} \), maka \( A\mathbf{x} = \mathbf{b} \).
Langkah 2: Cari \( A^{-1} \) menggunakan rumus invers matriks \( 2 \times 2 \).
Untuk \( A = \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \), inversnya:
\( A^{-1} = \frac{1}{ad - bc}\begin{pmatrix} d & -b \\ -c & a \end{pmatrix} \), dengan syarat \( ad - bc \neq 0 \).
Di sini:
\( a = 2 \), \( b = -1 \), \( c = 1 \), \( d = -4 \).
Hitung determinan:
\( \det(A) = ad - bc = (2)(-4) - (-1)(1) \)
\( \det(A) = -8 - (-1) = -8 + 1 = -7 \).
Karena \( \det(A) \neq 0 \), maka \( A \) memiliki invers.
Maka:
\( A^{-1} = \frac{1}{-7}\begin{pmatrix} -4 & 1 \\ -1 & 2 \end{pmatrix} \).
Langkah 3: Hitung \( \mathbf{x} = A^{-1}\mathbf{b} \).
\( \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \frac{1}{-7} \begin{pmatrix} -4 & 1 \\ -1 & 2 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 7 \\ 14 \end{pmatrix}. \)
Kalikan matriks:
Komponen pertama:
\( (-4)(7) + (1)(14) = -28 + 14 = -14 \)
Komponen kedua:
\( (-1)(7) + (2)(14) = -7 + 28 = 21 \)
Sehingga:
\( \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \frac{1}{-7} \begin{pmatrix} -14 \\ 21 \end{pmatrix}. \)
Bagi tiap elemen dengan \(-7\):
\( x = \frac{-14}{-7} = 2 \)
\( y = \frac{21}{-7} = -3 \)
Jadi penyelesaian sistem adalah \( x = 2 \) dan \( y = -3 \).
Diketahui matriks \( M = \begin{pmatrix} 9 & x \\ 8 & -7 \end{pmatrix} \) dan \( \det(M) = 9 \). Tentukan nilai \( x \).
Jawaban dan Pembahasan (Langkah Detail)
Gunakan rumus determinan matriks ordo \( 2 \times 2 \).
Jika \( M = \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \), maka:
\( \det(M) = ad - bc \).
Diketahui:
\( a = 9 \), \( b = x \), \( c = 8 \), dan \( d = -7 \).
Substitusikan ke rumus:
\( \det(M) = (9)(-7) - (x)(8) \).
\( \det(M) = -63 - 8x \).
Karena diketahui \( \det(M) = 9 \), maka:
\( -63 - 8x = 9 \).
Selesaikan persamaan:
\( -8x = 9 + 63 \).
\( -8x = 72 \).
\( x = -9 \).
Jadi nilai \( x \) adalah \( -9 \).
Tentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear
\( \begin{cases} 2x - y = 8 \\ x + 3y = -10 \end{cases} \).
Jawaban dan Pembahasan (Metode Matriks – Langkah Detail)
Langkah 1: Ubah ke bentuk matriks.
Sistem persamaan dapat ditulis sebagai:
\( \begin{pmatrix} 2 & -1 \\ 1 & 3 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \begin{pmatrix} 8 \\ -10 \end{pmatrix}. \)
Misalkan
\( A = \begin{pmatrix} 2 & -1 \\ 1 & 3 \end{pmatrix} \), \( \mathbf{x} = \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} \), dan \( \mathbf{b} = \begin{pmatrix} 8 \\ -10 \end{pmatrix} \).
Sehingga diperoleh \( A\mathbf{x} = \mathbf{b} \).
Langkah 2: Cari invers matriks \( A \).
Gunakan rumus invers matriks ordo \( 2 \times 2 \):
Jika \( A = \begin{pmatrix} a & b \\ c & d \end{pmatrix} \), maka
\( A^{-1} = \frac{1}{ad - bc} \begin{pmatrix} d & -b \\ -c & a \end{pmatrix} \), dengan syarat \( ad - bc \neq 0 \).
Untuk matriks \( A \):
\( a = 2 \), \( b = -1 \), \( c = 1 \), \( d = 3 \).
Hitung determinan:
\( \det(A) = ad - bc \).
\( \det(A) = (2)(3) - (-1)(1) \).
\( \det(A) = 6 + 1 = 7 \).
Karena \( \det(A) \neq 0 \), maka invers ada.
Maka:
\( A^{-1} = \frac{1}{7} \begin{pmatrix} 3 & 1 \\ -1 & 2 \end{pmatrix}. \)
Langkah 3: Hitung \( \mathbf{x} = A^{-1}\mathbf{b} \).
\( \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \frac{1}{7} \begin{pmatrix} 3 & 1 \\ -1 & 2 \end{pmatrix} \begin{pmatrix} 8 \\ -10 \end{pmatrix}. \)
Kalikan matriks:
Komponen pertama:
\( (3)(8) + (1)(-10) = 24 - 10 = 14 \).
Komponen kedua:
\( (-1)(8) + (2)(-10) = -8 - 20 = -28 \).
Sehingga:
\( \begin{pmatrix} x \\ y \end{pmatrix} = \frac{1}{7} \begin{pmatrix} 14 \\ -28 \end{pmatrix}. \)
Bagi dengan 7:
\( x = 2 \),
\( y = -4 \).
Jadi penyelesaian sistem adalah \( x = 2 \) dan \( y = -4 \).
Tentukan determinan matriks \( P = \begin{pmatrix} 1 & 3 & 2 \\ 2 & 6 & 2 \\ 5 & 9 & 4 \end{pmatrix} \).
Tentukan determinan matriks \( R = \begin{pmatrix} 1 & -2 & 3 \\ -4 & -1 & 2 \\ 2 & 1 & 1 \end{pmatrix} \).
Jawaban dan Pembahasan (Langkah Detail)
1) Determinan matriks \( P \)
Gunakan rumus determinan matriks ordo \( 3 \times 3 \):
Jika \( \begin{pmatrix} a & b & c \\ d & e & f \\ g & h & i \end{pmatrix} \), maka
\( \det = a(ei - fh) - b(di - fg) + c(dh - eg) \).
Untuk matriks \( P = \begin{pmatrix} 1 & 3 & 2 \\ 2 & 6 & 2 \\ 5 & 9 & 4 \end{pmatrix} \), diperoleh:
\( a = 1 \), \( b = 3 \), \( c = 2 \), \( d = 2 \), \( e = 6 \), \( f = 2 \), \( g = 5 \), \( h = 9 \), \( i = 4 \).
Hitung bagian-bagiannya:
\( ei - fh = (6)(4) - (2)(9) = 24 - 18 = 6 \)
\( di - fg = (2)(4) - (2)(5) = 8 - 10 = -2 \)
\( dh - eg = (2)(9) - (6)(5) = 18 - 30 = -12 \)
Substitusi ke rumus:
\( \det(P) = 1(6) - 3(-2) + 2(-12) \)
\( \det(P) = 6 + 6 - 24 = -12 \)
Jadi, \( \det(P) = -12 \).
2) Determinan matriks \( R \)
Untuk matriks \( R = \begin{pmatrix} 1 & -2 & 3 \\ -4 & -1 & 2 \\ 2 & 1 & 1 \end{pmatrix} \), gunakan rumus yang sama:
\( \det(R) = a(ei - fh) - b(di - fg) + c(dh - eg) \).
Ambil:
\( a = 1 \), \( b = -2 \), \( c = 3 \), \( d = -4 \), \( e = -1 \), \( f = 2 \), \( g = 2 \), \( h = 1 \), \( i = 1 \).
Hitung:
\( ei - fh = (-1)(1) - (2)(1) = -1 - 2 = -3 \)
\( di - fg = (-4)(1) - (2)(2) = -4 - 4 = -8 \)
\( dh - eg = (-4)(1) - (-1)(2) = -4 + 2 = -2 \)
Substitusi:
\( \det(R) = 1(-3) - (-2)(-8) + 3(-2) \)
\( \det(R) = -3 - 16 - 6 = -25 \)
Jadi, \( \det(R) = -25 \).
Tentukan invers dari matriks \( P = \begin{pmatrix} -2 & 3 & 1 \\ 2 & 1 & -2 \\ -1 & 0 & 1 \end{pmatrix} \).
Tentukan invers dari matriks \( A = \begin{pmatrix} 4 & 1 & 0 \\ -1 & 0 & -3 \\ -3 & -1 & 1 \end{pmatrix} \).
Jawaban dan Pembahasan (Langkah Detail)
Konsep yang dipakai (sesuai materi SMA): Jika \( \det(M) \neq 0 \), maka invers matriks \( M \) ada dan \( M^{-1} = \frac{1}{\det(M)} \, \text{adj}(M) \), dengan \( \text{adj}(M) \) adalah adjoin (adjugate) matriks \( M \).
1) Invers matriks \( P \)
\( P = \begin{pmatrix} -2 & 3 & 1 \\ 2 & 1 & -2 \\ -1 & 0 & 1 \end{pmatrix} \)
Langkah 1: Hitung determinan \( \det(P) \). Pilih ekspansi kofaktor pada baris ke-3 karena ada angka \( 0 \).
\( \det(P) = (-1)\,C_{31} + 0\cdot C_{32} + (1)\,C_{33} \)
Hitung kofaktor yang diperlukan:
\( C_{31} = (-1)^{3+1}\det\begin{pmatrix} 3 & 1 \\ 1 & -2 \end{pmatrix} = \det\begin{pmatrix} 3 & 1 \\ 1 & -2 \end{pmatrix} = 3(-2) - 1(1) = -6 - 1 = -7 \)
\( C_{33} = (-1)^{3+3}\det\begin{pmatrix} -2 & 3 \\ 2 & 1 \end{pmatrix} = \det\begin{pmatrix} -2 & 3 \\ 2 & 1 \end{pmatrix} = (-2)(1) - 3(2) = -2 - 6 = -8 \)
Maka: \( \det(P) = (-1)(-7) + (1)(-8) = 7 - 8 = -1 \)
Karena \( \det(P) \neq 0 \), maka \( P^{-1} \) ada.
Langkah 2: Tentukan \( \text{adj}(P) \). Dari perhitungan kofaktor lengkap diperoleh: \( \text{adj}(P) = \begin{pmatrix} 1 & -3 & -7 \\ 0 & -1 & -2 \\ 1 & -3 & -8 \end{pmatrix} \)
Langkah 3: Hitung invers.
\( P^{-1} = \frac{1}{\det(P)}\,\text{adj}(P) = \frac{1}{-1}\,\text{adj}(P) = -\text{adj}(P) \)
\( P^{-1} = \begin{pmatrix} -1 & 3 & 7 \\ 0 & 1 & 2 \\ -1 & 3 & 8 \end{pmatrix} \)
2) Invers matriks \( A \)
\( A = \begin{pmatrix} 4 & 1 & 0 \\ -1 & 0 & -3 \\ -3 & -1 & 1 \end{pmatrix} \)
Langkah 1: Hitung determinan \( \det(A) \). Pilih ekspansi pada baris pertama karena ada \( 0 \).
\( \det(A) = 4\det\begin{pmatrix} 0 & -3 \\ -1 & 1 \end{pmatrix} - 1\det\begin{pmatrix} -1 & -3 \\ -3 & 1 \end{pmatrix} + 0(\cdots) \)
Hitung masing-masing:
\( \det\begin{pmatrix} 0 & -3 \\ -1 & 1 \end{pmatrix} = 0(1) - (-3)(-1) = 0 - 3 = -3 \)
\( \det\begin{pmatrix} -1 & -3 \\ -3 & 1 \end{pmatrix} = (-1)(1) - (-3)(-3) = -1 - 9 = -10 \)
Maka: \( \det(A) = 4(-3) - 1(-10) = -12 + 10 = -2 \)
Karena \( \det(A) \neq 0 \), maka \( A^{-1} \) ada.
Langkah 2: Tentukan \( \text{adj}(A) \). Dari perhitungan kofaktor lengkap diperoleh: \( \text{adj}(A) = \begin{pmatrix} -3 & -1 & -3 \\ 10 & 4 & 12 \\ 1 & 1 & 1 \end{pmatrix} \)
Langkah 3: Hitung invers.
\( A^{-1} = \frac{1}{\det(A)}\,\text{adj}(A) = \frac{1}{-2}\,\text{adj}(A) \)
\( A^{-1} = \begin{pmatrix} \frac{3}{2} & \frac{1}{2} & \frac{3}{2} \\ -5 & -2 & -6 \\ -\frac{1}{2} & -\frac{1}{2} & -\frac{1}{2} \end{pmatrix} \)
Tentukan Benar atau Salah setiap pernyataan berikut.
1. Jika \( A \) dan \( B \) merupakan matriks persegi yang berordo sama, maka \( |A| + |B| = |A + B| \).
2. Matriks \( \begin{pmatrix} 4 & 6 \\ 2 & 3 \end{pmatrix} \) adalah matriks singular.
3. Jika \( A \) adalah matriks yang mempunyai invers, maka \( (A^{-1})^{-1} = A \).
Jawaban dan Pembahasan (Langkah Detail)
Nomor 1
Diketahui sifat determinan pada materi SMA: Tidak berlaku sifat distributif terhadap penjumlahan, artinya secara umum
\( |A + B| \neq |A| + |B| \)
Sifat yang benar untuk determinan adalah:
\( |AB| = |A||B| \)
Karena tidak ada rumus yang menyatakan \( |A + B| = |A| + |B| \), maka pernyataan tersebut Salah.
Nomor 2
Matriks singular adalah matriks yang memiliki determinan sama dengan nol.
Hitung determinan:
\( \left| \begin{pmatrix} 4 & 6 \\ 2 & 3 \end{pmatrix} \right| = (4)(3) - (6)(2) \)
\( = 12 - 12 = 0 \)
Karena determinannya nol, maka matriks tersebut adalah matriks singular.
Jadi pernyataan tersebut Benar.
Nomor 3
Jika suatu matriks \( A \) mempunyai invers, maka berlaku sifat:
\( A A^{-1} = I \)
Ambil invers dari kedua ruas:
\( (A A^{-1})^{-1} = I^{-1} \)
Karena \( I^{-1} = I \) dan sifat invers perkalian matriks:
\( (AB)^{-1} = B^{-1}A^{-1} \)
Maka:
\( (A^{-1})^{-1} A^{-1} = I \)
Sehingga diperoleh:
\( (A^{-1})^{-1} = A \)
Jadi pernyataan tersebut Benar.
Kesimpulan:
1. Salah
2. Benar
3. Benar
Latihan Soal SMA Matematika - Matrik 2