Baca juga
- Pesantren Pandanaran Sleman
- Pesantren El-Hafizh Magetan
- Pesantren Miftahul Ulum Trenggalek
- pesantren Attaqwa Putri
Soal 16
Perhatikan kedua puisi berikut!
| Puisi I | Puisi II |
|---|---|
|
Engkau adalah teman sejati Kau dengar semua keluhanku Tentang sekolah, pekerjaan Engkau tak kan kulupakan |
Sahabat selalu setia Seperti mentari yang tak pernah bosan menyinari dunia Sahabat membawa ketenangan Ibarat bulan yang menyejukkan malam |
Perbedaan amanat kedua puisi tersebut adalah ….
| Pilihan | Amanat Puisi I | Amanat Puisi II |
|---|---|---|
| A | Jadilah teman tempat curhat! | Sebagai sahabat harus setia! |
| B | Rahasia harus dijaga! | Sahabat harus memberi ketenangan! |
| C | Jadilah teman sejati! | Jadilah sahabat yang setia! |
| D | Harus bisa menjaga rahasia sahabat! | Jadilah sahabat yang menyenangkan! |
Soal 17
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
“Aku, aku mau minum dulu,” kataku dengan gagap. “dari tadi aku belum sarapan. Lihat matahari sudah di atas kepala!”
“Oh,” katanya sambil tersenyum. Wajahnya ramah kembali.
“Mari kutemani Saudara,” langkahku ayunkan ke warung di depan museum.
Sambil minum kopi ia bercerita tentang bermacam-macam hal yang kiranya akan dapat menarik hatiku. Tapi hatiku tak merasa senang sama sekali. Aku tak dapat melepaskan diriku dari pandangan yang tadi kulihat di antara patung dewa-dewa di museum.
Latar kutipan cerpen tersebut adalah ….
- pagi hari di museum
- pagi hari di warung
- siang hari di depan museum
- siang hari di warung
Soal 18
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
(1) Hanya sebatas nama yang menyamakanku dengan Nisa-nisa yang lain. (2) Namun, aku memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda jauh dengan mereka. (3) Bahkan aku memiliki sesuatu yang tidak mereka miliki, itu yang membuatku merasa spesial untuk menjadi seorang Nisa. (4) Tak sedikit dari orang-orang di belahan dunia ini bangga dan sangat menyayangi mama mereka, tak terkecuali aku.
Bukti watak tokoh aku mempunyai sifat penyayang dalam cerpen tersebut ditandai dengan nomor ….
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Soal 19
Bacalah dengan cermat kutipan drama berikut!
“Kemungkinan rambut anda rontok setelah dikemoterapi”. Kata dokter dengan lembut.
“Saya siap, Dok. Demi kesehatan saya, Dok,” jawab Fati
“Ya, ketika obat kemoterapi disuntikkan, pada umumnya pasien merasa sakit.” Lanjut dokter.
“Saya paham, Dok. Saya ingin sembuh.”
“Kalau begitu, selamat istirahat”
Dokter meninggalkan ruangan tempat Fati dirawat menuju ke ruangan sebelah untuk memeriksa pasien-pasien yang lain.
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh dalam kutipan cerpen tersebut melalui ….
- dialog antartokoh
- tingkah laku tokoh
- diceritakan pengarang
- diungkapkan tokoh-tokoh yang lain
Soal 20
Bacalah kutipan cerita berikut!
“Bukan! Dia budakku,” kata gadis itu.
Alangkah terlukanya sang ibu mendengar kata-kata gadis itu. Hatinya menangis. Ia tak berdaya menahan sakit hatinya. Ia berbisik dan memohon pada Tuhan.
Suatu hari, gadis itu tiba-tiba berubah menjadi batu karena kesombongannya. Gadis itu menyadari kesalahannya, tapi terlambat karena hukuman telah menimpanya. Ia pun hanya menangis. Hingga sekarang, batu itu dikenal sebagai “Batu Menangis”.
Amanat kutipan cerita tersebut adalah ….
- sesama manusia seharusnya saling menghargai
- kita tidak boleh menyakiti hati orang tua, terutama ibu
- setiap orang yang meminta maaf harus dimaafkan
- kita harus menjunjung tinggi adat istiadat tertentu
Daftar Soal TKA Bahasa Indonesia SMP
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 1
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 2
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 3
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 4
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 5
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 6
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 7
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 8
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 9
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 10