Baca juga
- pesantren Al-Arifin Ponorogo
- Pesantren Mambaul Hikam Sugihan Kampak Trenggalek
- Pesantren Putri Tahfizhil Quran Lirboyo Kediri
- Pesantren Ulul Azmi Trenggalek
Soal 11.Tabel berikut untuk soal nomor 11 dan 12, cermatilah tabel dengan saksama!
|
Judul: Jumlah Siswa Masuk Perguruan Tinggi Negeri di SMA Angkasa Biru Keterangan: Grafik batang tahun \( 2009 \) s.d. \( 2013 \) menunjukkan jumlah siswa yang masuk PTN meningkat dari tahun ke tahun, dengan nilai tertinggi pada tahun \( 2013 \) dan nilai terendah pada tahun \( 2009 \). |
Kalimat pernyataan yang sesuai dengan isi tabel tersebut adalah ....
| A. | Semua siswa SMA Angkasa Biru yang mendaftar ke PTN. |
| B. | Jumlah pendaftar di SMA Angkasa Biru paling sedikit pada \( 2009 \). |
| C. | Jumlah siswa yang diterima di PTN paling banyak pada \( 2013 \). |
| D. | Kenaikan jumlah siswa yang diterima dari tahun ke tahun selalu sama. |
| E. | Persentase jumlah siswa yang diterima di PTN terjadi pada \( 2012 \)-\( 2013 \). |
Soal 12. Simpulan isi tabel tersebut bahwa jumlah siswa SMA Angkasa Biru yang masuk PTN ....
| A. | dari tahun ke tahun naik |
| B. | menurun setiap tahunnya |
| C. | mengalami naik-turun |
| D. | tidak meningkat tajam |
| E. | penurunan tidak berarti |
Soal 13.Teks biografi berikut untuk soal nomor 13 dan 14. Bacalah dengan saksama!
| Tahun \( 1960 \)-an Pramoedya Ananta Toer ditahan oleh pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-Komunis Chinanya. Ia ditahan di Pulau Nusakambangan dan Pulau Buru tanpa proses pengadilan. Selama masa penahanan di Pulau Buru ia dilarang menulis buku. Namun, akhirnya bisa menulis kembali setelah memperoleh pena dan kertas. Apa yang ia tahanan lain yang mengagumkan pekerjaannya. Selama dalam penjara (\( 1965 \)-\( 1979 \)) ia menulis empat rangkaian novel sejarah yang kemudian semakin mengukuhkan reputasinya. Dua di antaranya, Bumi Manusia (\( 1980 \)) dan Anak Semua Bangsa (\( 1980 \)), mendapat perhatian dan kritikan setelah diterbitkan, dan pemerintah memberedelnya. Dua volume lainnya dari trilogi ini, Jejak Langkah dan Rumah Kaca terpaksa dipublikasikan di luar negeri. Karya ini menggambarkan secara komprehensif tentang masyarakat Jawa ketika Belanda masih memerintah di awal abad-\( 20 \). Sebagai perbandingan dengan karya awalnya, karya terakhirnya ini ditulis dengan gaya bahasa naratif yang sederhana. Sementara itu, enam buku lainnya disita oleh pemerintah dan hilang untuk selamanya. |
Hal yang istimewa pada diri tokoh Pramoedya Ananta Toer adalah ....
| A. | Saat dipenjara, ia tetap menulis dan mampu menghasilkan beberapa karya sastra berbobot. |
| B. | Gaya bahasa yang digunakan pada karya-karya terakhirnya adalah naratif yang sederhana. |
| C. | Karya yang ditulisnya menggambarkan masyarakat Jawa ketika Belanda memerintah di awal abad \( 20 \). |
| D. | Buku-bukunya banyak disita oleh pemerintah Belanda dan hilang untuk selamanya. |
| E. | Dua karyanya mendapat perhatian dan kritikan setelah pemerintah memberedelnya. |
Soal 14.Masalah yang dihadapi tokoh dalam paragraf tersebut adalah ....
| A. | Pramoedya hanya bercerita tentang masyarakat Jawa di zaman Belanda. |
| B. | Dua karya Pramoedya yang dipublikasikan di luar negeri hilang. |
| C. | Empat rangkaian novel sejarah karya Pramoedya mendapat kritikan. |
| D. | Pramoedya kehilangan dua buah novel dan enam buku lainnya. |
| E. | Pramoedya dilarang menuangkan pikirannya dalam tulisan. |
Soal 15.Cermati kutipan hikayat berikut untuk soal nomor 15 dan 16!
|
Kata yang empunya cerita, adalah seekor kera duduk menjadi raja dalam suatu hutan. Setelah beberapa lamanya memerintah, raja itu pun tualah,
lalu bangun seekor kera yang muda daripada keturunannya juga, mengalahkannya. Kera itu pun larilah mengasingkan diri ke pinggir laut,
dan di situ ia diam pada sebuah pohon ara yang tumbuh di tepi pantai. Pada suatu hari, sengaja ia duduk semakan buah-buah ara,
tiba-tiba terlepas sebiji dari tangannya, jatuh ke dalam air. Amat merdu terdengar buah jatuh itu, lalu dipetiknya beberapa buah,
dijatuh-jatuhkannya dengan sengaja. Sejak waktu itu menjadi suatu kesenangan baginya melempar-lempar buah ke dalam laut.
(Kalfiyah dan Dzimnah) |
Karakteristik sastra Melayu klasik dalam kutipan tersebut berupa “tokohnya binatang” adalah ....
| A. | Seekor kera menjadi raja di sebuah hutan. |
| B. | Raja yang memiliki rakyat seekor kera. |
| C. | Suatu kerajaan didampingi oleh seekor kera. |
| D. | Kera yang sudah tua berperilaku bijaksana. |
| E. | Seekor kera yang memiliki istana. |
Soal 16.Nilai moral dalam kutipan tersebut adalah ...
A. Perilaku yang memperebutkan kekuasaan dengan tidak wajar.
B. Perilaku yang tidak mampu menerima kekalahan sehingga mengucilkan diri.
C. Saling mencela antara kaum tua dan kaum muda.
D. Tindakan menyiksa diri karena merasa kecewa.
E. Perasaan dendam yang tua terhadap yang muda.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMA/MA - Paket 10