Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 11

Berikut ini adalah hasil uji sifat asam/basa dari beberapa garam:

No. Rumus Garam Uji Lakmus
Merah Biru
1 NaCl Merah Biru
2 CH3COOK Biru Biru
3 NH4Cl Merah Merah
4 Na2SO4 Biru Biru
5 NaCN Biru Biru

Garam yang mengalami hidrolisis dan sesuai dengan hasil uji lakmusnya adalah ....

  1. \(1\), \(2\) dan \(3\)
  2. \(1\), \(2\) dan \(4\)
  3. \(2\), \(3\) dan \(4\)
  4. \(2\), \(3\) dan \(5\)
  5. \(3\), \(4\) dan \(5\)
Jawaban dan Analisa

Prinsip hidrolisis garam:

(1) Garam dari asam kuat + basa kuat → tidak terhidrolisis (netral).
(2) Garam dari asam lemah + basa kuat → terhidrolisis menghasilkan larutan basa.
(3) Garam dari asam kuat + basa lemah → terhidrolisis menghasilkan larutan asam.

Cek tiap garam:

No. \(1\) NaCl: asam kuat \(HCl\) + basa kuat \(NaOH\) → tidak hidrolisis, netral (lakmus merah tetap merah, biru tetap biru). Jadi bukan termasuk “mengalami hidrolisis”.

No. \(2\) CH3COOK: asam lemah \(CH_3COOH\) + basa kuat \(KOH\) → hidrolisis basa, sehingga lakmus merah berubah biru dan lakmus biru tetap biru (sesuai tabel: biru-biru).

No. \(3\) NH4Cl: asam kuat \(HCl\) + basa lemah \(NH_3\) → hidrolisis asam, sehingga lakmus biru berubah merah dan lakmus merah tetap merah (sesuai tabel: merah-merah).

No. \(4\) Na2SO4: pada level sekolah, biasanya dianggap berasal dari asam kuat \(H_2SO_4\) dan basa kuat \(NaOH\) sehingga tidak hidrolisis (cenderung netral). Jika begitu, hasil uji lakmus seharusnya netral, bukan biru-biru, sehingga data tabelnya tidak “sesuai”.

No. \(5\) NaCN: asam lemah \(HCN\) + basa kuat \(NaOH\) → hidrolisis basa, sehingga lakmus merah menjadi biru dan lakmus biru tetap biru (sesuai tabel: biru-biru).

Jadi garam yang mengalami hidrolisis dan sesuai dengan uji lakmus adalah nomor \(2\), \(3\), dan \(5\).

Jawaban: D.


Soal 12

Kelarutan \( Mg(OH)_2 \) dalam \( NaOH \) \( 0{,}1 \) M dengan \( K_{sp}\,Mg(OH)_2 = 1{,}8 \times 10^{-11} \,\text{mol}^3\,\text{L}^{-3} \) adalah ....

  1. \( 1{,}8 \times 10^{-13}\ \text{mol/L} \)
  2. \( 1{,}8 \times 10^{-10}\ \text{mol/L} \)
  3. \( 4{,}5 \times 10^{-10}\ \text{mol/L} \)
  4. \( 1{,}8 \times 10^{-9}\ \text{mol/L} \)
  5. \( 6{,}7 \times 10^{-6}\ \text{mol/L} \)
Jawaban dan Analisa

Reaksi kelarutan: \( Mg(OH)_2(s) \rightleftharpoons Mg^{2+}(aq) + 2OH^-(aq) \).

\( K_{sp} = [Mg^{2+}][OH^-]^2 \). Dalam \( NaOH \) \( 0{,}1 \) M, konsentrasi awal \( [OH^-] \approx 0{,}1 \) M. Misal kelarutan \( Mg(OH)_2 = s \), maka \( [Mg^{2+}] = s \) dan \( [OH^-] = 0{,}1 + 2s \). Karena \( s \) sangat kecil, maka \( 0{,}1 \gg 2s \) sehingga \( [OH^-] \approx 0{,}1 \).

Maka \( 1{,}8 \times 10^{-11} \approx s(0{,}1)^2 = s \times 0{,}01 \). Jadi \( s = \frac{1{,}8 \times 10^{-11}}{0{,}01} = 1{,}8 \times 10^{-9} \).

Jawaban: D.


Soal 13

Bagan berikut menggambarkan larutan dengan berbagai konsentrasi:

Screenshot_27-2-2026_104513__20260227_104819.jpeg

    Bagan yang menunjukkan tekanan uap larutan paling besar adalah ....

  1. I
  2. II
  3. III
  4. IV
  5. V
Jawaban dan Analisa

Tekanan uap larutan (untuk zat terlarut tidak menguap) mengikuti Hukum Raoult: semakin kecil konsentrasi zat terlarut (semakin besar fraksi mol pelarut), maka tekanan uap semakin besar.

Artinya, diagram dengan jumlah partikel terlarut (bulatan hitam) paling sedikit dan/atau paling encer (bulatan putih paling banyak dibanding hitam) akan memiliki tekanan uap paling besar.

Dari gambar, bejana IV menunjukkan zat terlarut paling sedikit (paling encer), sehingga fraksi mol pelarut paling besar dan tekanan uap paling besar.

Jawaban: D.


Soal 14

Perhatikan pengujian sifat elektrolit larutan-larutan berikut:

Screenshot_27-2-2026_104513__20260227_104819.jpeg

Pasangan larutan yang bersifat elektrolit kuat dan non elektrolit berturut-turut adalah ....

  1. \(1\) dan \(2\)
  2. \(1\) dan \(5\)
  3. \(3\) dan \(4\)
  4. \(3\) dan \(5\)
  5. \(4\) dan \(5\)
Jawaban dan Analisa

Indikator uji elektrolit:

Elektrolit kuat → lampu menyala terang dan gelembung banyak.
Elektrolit lemah → lampu redup/tidak menyala tetapi ada sedikit gelembung.
Non elektrolit → lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung.

Pada gambar:

Larutan \(1\): lampu “terang” dan gelembung banyak → elektrolit kuat.
Larutan \(2\): “tidak menyala” dan tidak tampak gelembung → non elektrolit.

Maka pasangan elektrolit kuat lalu non elektrolit adalah \(1\) dan \(2\).

Jawaban: A.


Soal 15

Berikut ini beberapa fenomena sehari-hari yang menunjukkan sifat koloid dalam kehidupan:

  1. proses cuci darah
  2. kabut di pegunungan
  3. pembentukan delta di muara sungai
  4. pemutihan gula
  5. proses kerja obat diare

Sifat koagulasi koloid dapat ditunjukkan dalam contoh kejadian nomor ....

  1. \(1\)
  2. \(2\)
  3. \(3\)
  4. \(4\)
  5. \(5\)
Jawaban dan Analisa

Koagulasi koloid adalah penggumpalan partikel koloid menjadi partikel yang lebih besar sehingga mudah mengendap, biasanya dipicu oleh penambahan elektrolit (ion) atau pencampuran dengan medium yang mengandung ion kuat.

Contoh yang paling khas: pembentukan delta di muara sungai. Partikel koloid tanah liat dari sungai menggumpal saat bertemu air laut yang banyak mengandung ion, lalu mengendap membentuk delta.

Jawaban: C.