Soal 16
Berikut ini adalah reaksi perombakan protein sebelum diekskresikan dari tubuh:
\( 1. \) Protein \( \rightarrow \) Asam amino \( + \) \( E \)
\( 2. \) Asam amino \( \rightarrow \) Amonium \( + \) amoniak \( + \) \( E \)
\( 3. \) Amoniak \( + \) ornitin \( + \) \( CO_2 \rightarrow \) Sitrulin
\( 4. \) Sitrulin \( + \) amoniak \( \rightarrow \) Arginin
\( 5. \) Arginin \( \rightarrow \) Urea \( + \) ornitin
Proses yang hanya berlangsung di dalam hati adalah ....
A. \( 1 \) dan \( 2 \)
B. \( 2 \) dan \( 3 \)
C. \( 2 \) dan \( 4 \)
D. \( 2 \) dan \( 5 \)
E. \( 3 \) dan \( 5 \)
Jawaban & Analisis
Kunci: E
Analisis: Reaksi \( 3 \), \( 4 \), dan \( 5 \) merupakan bagian dari siklus urea (siklus ornitin) yang berfungsi mengubah senyawa nitrogen beracun (amoniak) menjadi urea untuk diekskresikan. Siklus urea berlangsung khas di hati.
Dari pilihan yang tersedia, pasangan yang sama-sama termasuk tahap siklus urea adalah \( 3 \) dan \( 5 \), sehingga paling tepat adalah opsi E.
Soal 17
Penglihatan malam bukanlah sesuatu yang manusia bisa miliki seperti kucing, anjing, dan beberapa hewan lain. Di permukaan mata hewan tersebut terdapat membran yang disebut tapetum lucidum. Kemampuan melihat kita terbatas pada ketersediaan cahaya.
Peneliti menemukan tetes mata ajaib yang membuat kita bisa melihat dalam gelap. Mereka menggunakan senyawa \( Ce6 \) yang berasal dari ikan laut yang digabung dengan saline, insulin, dan dimetilsulfoksida \( (DMSO) \), lalu ditargetkan ke retina. Saat diuji, manusia bisa melihat objek tak bergerak dari jarak \( 10 \) meter dan mendeteksi posisi seseorang di area rimbun dari jarak \( 50 \) meter pada suasana gelap.
Dari artikel ini, tetes mata ajaib yang mengandung senyawa \( Ce6 \) memengaruhi mata dengan cara ....
A. mengaktifkan sel kerucut pada kondisi gelap
B. meningkatkan fotosensitivitas sel batang pada retina
C. membentuk membran seperti pada mata kucing
D. menambahkan kemampuan retina menangkap warna
E. meningkatkan intensitas cahaya untuk fotoreseptor
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis: Penglihatan pada kondisi gelap terutama melibatkan sel batang (rod) karena sel batang peka terhadap cahaya lemah, sedangkan sel kerucut (cone) dominan untuk warna dan cahaya terang.
Senyawa \( Ce6 \) yang ditargetkan ke retina bertujuan meningkatkan kepekaan terhadap cahaya rendah, sehingga mekanisme paling sesuai adalah meningkatkan fotosensitivitas sel batang pada retina.
Pilihan A dan D tidak sesuai karena sel kerucut dan penglihatan warna bukan mekanisme utama saat gelap. Pilihan C menjelaskan pembentukan membran struktural baru (tidak realistis untuk tetes mata). Pilihan E menyiratkan menaikkan intensitas cahaya lingkungan, padahal yang berubah adalah sensitivitas reseptor, bukan cahaya luar.
Soal 18
Perhatikan diagram siklus menstruasi.

Pada diagram, tanda \( X \) ditunjukkan pada bagian setelah hari ke-\( 14 \) (fase luteal) ketika endometrium tampak menebal.
Peristiwa yang terjadi pada \( X \) adalah ....
A. pecahnya folikel de Graaf
B. folikel tumbuh menjadi folikel de Graaf
C. endometrium mengalami degenerasi
D. terjadi penebalan endometrium oleh estrogen
E. terbentuk korpus luteum yang mensekresi progesteron
Jawaban & Analisis
Kunci: E
Analisis: Setelah ovulasi (sekitar hari ke-\( 14 \)), folikel yang pecah berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum menghasilkan progesteron yang mempertahankan dan menebalkan endometrium agar siap untuk implantasi.
Karena \( X \) ditunjukkan pada fase setelah hari ke-\( 14 \) dengan endometrium menebal, peristiwa yang paling sesuai adalah terbentuknya korpus luteum yang mensekresi progesteron.
Pilihan A lebih tepat untuk sekitar hari ke-\( 14 \) (ovulasi). Pilihan D dominan pada fase proliferasi (sebelum ovulasi) oleh estrogen. Pilihan C terjadi menjelang menstruasi saat hormon turun.
Soal 19
Berikut ini merupakan data hasil percobaan pengukuran kacang tanah oleh sekelompok siswa. Volume media yang digunakan sama. Pengukuran dilakukan saat mulai muncul daun dan penyiraman dilakukan dengan frekuensi sama.
| Perlakuan | Hari \( 1 \) | Hari \( 2 \) | Hari \( 3 \) | Hari \( 4 \) | Hari \( 5 \) | Hari \( 6 \) | Hari \( 7 \) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Media tanah | \( 1,5 \) | \( 2,0 \) | \( 2,1 \) | \( 3,0 \) | \( 3,3 \) | \( 3,5 \) | \( 4,2 \) |
| Kapas basah | \( 1,0 \) | \( 1,2 \) | \( 2,0 \) | \( 2,5 \) | \( 2,5 \) | \( 2,7 \) | \( 3,0 \) |
Faktor yang memengaruhi pertumbuhan kacang tanah berdasarkan data tersebut adalah ....
A. penyiraman
B. nutrisi
C. kelembaban media
D. suhu udara
E. jenis tanaman
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis: Variabel yang dikontrol: volume media sama, frekuensi penyiraman sama, dan jenis tanaman sama. Artinya pilihan A dan E tidak menjadi pembeda.
Perbedaan utama perlakuan adalah jenis media: tanah vs kapas basah. Tanah menyediakan unsur hara (nutrisi mineral) yang diperlukan pertumbuhan, sedangkan kapas basah hampir tidak menyediakan nutrisi (lebih berfungsi sebagai penopang dan menjaga air).
Data menunjukkan pertumbuhan pada media tanah lebih besar daripada kapas basah, sehingga faktor pembeda yang paling logis adalah ketersediaan nutrisi.
Soal 20
Pernyataan yang tepat tentang pengaruh konsentrasi substrat terhadap kecepatan reaksi enzim adalah ....
A. jika semua sisi aktif enzim bekerja walaupun terjadi penambahan substrat tidak ada penambahan kecepatan reaksi enzim
B. jika semua sisi aktif enzim bekerja dan terjadi penambahan substrat, akan terjadi penambahan kecepatan reaksi enzim
C. konsentrasi enzim dan substrat berbanding lurus dengan kecepatan reaksi enzim
D. semakin banyak substrat semakin banyak enzim yang dibutuhkan
E. kecepatan reaksi enzim berbanding terbalik dengan jumlah substrat
Jawaban & Analisis
Kunci: A
Analisis: Laju reaksi enzim meningkat saat substrat ditambah sampai semua sisi aktif enzim jenuh. Pada kondisi jenuh, laju reaksi mencapai maksimum \( V_{max} \), sehingga penambahan substrat tidak membuat laju menjadi \( v \gt V_{max} \).
Karena itu, jika semua sisi aktif enzim sudah bekerja (jenuh), penambahan substrat tidak lagi menambah kecepatan reaksi. Pernyataan ini tepat sesuai opsi A.
Opsi B bertentangan dengan kondisi jenuh. Opsi C tidak selalu benar karena hubungan dengan substrat tidak linear ketika mendekati \( V_{max} \). Opsi D dan E tidak menggambarkan pola kinetika enzim yang benar.