No 1
Boneka Labubu kini menjadi fenomena populer, khususnya di kalangan kolektor, berkat desainnya yang khas dan strategi pemasaran yang inovatif. Produk dari perusahaan Pop Mart yang didirikan oleh miliarder muda Wang Ning tersebut memiliki kepala besar, mata bulat, ekspresi unik, dan cerita karakter yang kuat.
Salah satu strategi utama yang digunakan adalah “blind box” atau kotak kejutan yang menciptakan elemen ketidakpastian sehingga menarik minat konsumen. Strategi ini memperkuat daya tarik Labubu sehingga mendorong banyak orang untuk mengoleksinya.
Kepopuleran boneka Labubu semakin meningkat setelah Lisa dari Blackpink mengunggahnya di Instagram pada April 2024. Fenomena Labubu juga menarik perhatian besar di Thailand dan negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Tren ini didorong oleh fear of missing out (FOMO). Dengan menciptakan eksklusivitas dan memanfaatkan pengaruh media sosial, produsen berhasil memengaruhi konsumen untuk membeli Labubu.
Strategi pemasaran Pop Mart juga memanfaatkan konsep kelangkaan (scarcity marketing), dengan memproduksi Labubu dalam jumlah terbatas. Ini menciptakan rasa urgensi, membuat penggemar rela menunggu lama untuk membelinya. Kelangkaan ini juga meningkatkan nilai jual boneka tersebut di pasar sehingga harga Labubu menjadi naik seiring tingginya permintaan.
Kenaikan harga Labubu akibat strategi scarcity marketing pada bacaan dapat ditunjukkan dalam diagram permintaan dan penawaran melalui . . . .
| (a) | Pergeseran kurva permintaan ke kanan |
| (b) | Pergeseran kurva permintaan ke kiri |
| (c) | Pergeseran kurva permintaan dan penawaran ke kiri |
| (d) | Pergeseran kurva permintaan dan penawaran ke kanan |
| (e) | Pergeseran kurva permintaan ke kiri dan kurva penawaran ke kanan |
Klik untuk melihat jawaban dan analisis lengkap
Jawaban: (c) Pergeseran kurva permintaan dan penawaran ke kiri
Analisis Berdasarkan Penalaran Literasi (berdasarkan bacaan)
Pertanyaan meminta kita menunjukkan kenaikan harga akibat strategi scarcity marketing berdasarkan bacaan. Maka kita harus fokus pada bagian teks yang membahas kelangkaan.
Dalam bacaan disebutkan: “Strategi pemasaran Pop Mart juga memanfaatkan konsep kelangkaan (scarcity marketing), dengan memproduksi Labubu dalam jumlah terbatas.” Artinya, jumlah barang yang tersedia di pasar dikurangi.
Kemudian bacaan melanjutkan: “Kelangkaan ini juga meningkatkan nilai jual boneka tersebut di pasar sehingga harga Labubu menjadi naik seiring tingginya permintaan.” Kalimat ini menunjukkan dua hal penting: jumlah terbatas (penawaran berkurang) dan permintaan tinggi.
Karena produksi dibatasi, kurva penawaran bergeser ke kiri (jumlah yang ditawarkan berkurang). Pada saat yang sama, bacaan menyebutkan “tingginya permintaan”, yang menunjukkan dorongan permintaan tetap kuat. Kombinasi kondisi ini menyebabkan harga naik.
Analisis Setiap Pilihan:
(a) Pergeseran kurva permintaan ke kanan
Pilihan ini hanya menunjukkan peningkatan permintaan. Namun dalam bacaan secara eksplisit disebutkan bahwa produksi dilakukan dalam jumlah terbatas. Jadi bukan hanya permintaan yang berubah, tetapi juga penawaran. Maka pilihan ini belum lengkap.
(b) Pergeseran kurva permintaan ke kiri
Pergeseran ke kiri berarti permintaan menurun. Hal ini bertentangan dengan bacaan yang menyebutkan “tingginya permintaan”. Maka pilihan ini tidak sesuai dengan teks.
(c) Pergeseran kurva permintaan dan penawaran ke kiri
Penawaran ke kiri sesuai dengan kalimat “memproduksi Labubu dalam jumlah terbatas”. Permintaan yang tetap tinggi dalam kondisi barang langka memperkuat kenaikan harga. Kombinasi inilah yang paling mencerminkan situasi dalam bacaan sehingga harga meningkat.
(d) Pergeseran kurva permintaan dan penawaran ke kanan
Penawaran ke kanan berarti jumlah barang bertambah, padahal bacaan menyatakan produksi terbatas. Jadi pilihan ini tidak sesuai dengan informasi teks.
(e) Pergeseran kurva permintaan ke kiri dan kurva penawaran ke kanan
Pilihan ini menunjukkan permintaan turun dan penawaran naik. Kondisi tersebut justru cenderung menurunkan harga, sedangkan bacaan menyebutkan harga naik. Maka pilihan ini bertentangan dengan teks.
No 2
Badai atau angin topan di Indonesia adalah bencana alam yang dapat menimbulkan kerusakan besar serta ancaman bagi kehidupan manusia. Fenomena ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan tekanan udara di atmosfer dan dipicu oleh suhu permukaan air laut yang tinggi dan kelembaban udara sebagai sumber energi penggerak badai. Dengan kecepatan angin mencapai 250 kilometer per jam, badai tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga menyebabkan korban jiwa yang signifikan.
Faktor hidrometeorologi, seperti kelembaban udara dan perubahan suhu di atmosfer, berperan besar dalam pembentukan badai. Proses kondensasi uap air menghasilkan energi panas yang terakumulasi dan menciptakan angin kencang, kilat, dan hujan lebat. Oleh karena itu, perubahan iklim global meningkatkan suhu permukaan laut sehingga memperbesar potensi badai yang lebih sering dan dahsyat.
Upaya mitigasi untuk mengurangi dampak badai menjadi sangat penting. Teknologi pemantauan cuaca, seperti satelit dan radar, dapat digunakan untuk mendeteksi potensi badai sejak dini. Selain itu, edukasi masyarakat tentang tanda-tanda awal badai dan tindakan penyelamatan dapat menyelamatkan banyak nyawa. Adaptasi juga diperlukan, seperti pembangunan infrastruktur yang tahan badai dan pengelolaan wilayah pesisir dengan bijak.
Dengan langkah-langkah mitigasi dan adaptasi yang tepat, dampak buruk badai dapat diminimalkan. Badai adalah fenomena yang tidak dapat dihindari, tetapi kerugiannya dapat ditekan melalui kesiapan dan kesadaran masyarakat serta pemerintah.
Menurut bacaan, makna “proses kondensasi” dalam dinamika atmosfer bumi adalah …
| (A) | perubahan akumulasi uap air menjadi energi penggerak badai |
| (B) | pergerakan udara di atmosfer secara vertikal dan horizontal |
| (C) | proses pelepasan energi panas pada uap air yang mendingin |
| (D) | pergerakan udara lembab menuju atmosfer yang lebih dingin |
| (E) | perubahan uap air yang ada di atmosfer menjadi butiran air |
Klik untuk melihat jawaban dan analisis lengkap
Jawaban: (C)
Analisis berdasarkan PENALARAN LITERASI (berdasarkan bacaan saja):
Dalam bacaan disebutkan: “Proses kondensasi uap air menghasilkan energi panas yang terakumulasi dan menciptakan angin kencang, kilat, dan hujan lebat.” Kalimat ini menjelaskan bahwa kondensasi berkaitan dengan pelepasan atau penghasilan energi panas dari uap air.
Artinya, menurut bacaan, kondensasi bukan sekadar perubahan bentuk uap air, tetapi proses yang menghasilkan energi panas yang kemudian memicu dinamika badai. Maka makna yang paling sesuai dengan teks adalah proses pelepasan energi panas pada uap air yang mendingin.
Analisis setiap pilihan:
(A) perubahan akumulasi uap air menjadi energi penggerak badai
Pilihan ini menyebutkan “akumulasi uap air menjadi energi penggerak badai”. Dalam bacaan tidak dijelaskan bahwa uap air berubah langsung menjadi energi. Bacaan menyatakan bahwa “proses kondensasi uap air menghasilkan energi panas”. Jadi yang ditekankan adalah proses kondensasi, bukan sekadar akumulasi uap air.
(B) pergerakan udara di atmosfer secara vertikal dan horizontal
Bacaan tidak mendefinisikan kondensasi sebagai pergerakan udara. Pergerakan udara memang terjadi dalam badai, tetapi tidak disebut sebagai arti dari kondensasi. Maka pilihan ini tidak sesuai dengan kalimat dalam teks.
(C) proses pelepasan energi panas pada uap air yang mendingin
Ini sesuai dengan pernyataan dalam bacaan bahwa kondensasi “menghasilkan energi panas yang terakumulasi”. Jadi makna kondensasi dalam konteks teks adalah proses yang menghasilkan atau melepaskan energi panas. Pilihan ini paling tepat menggambarkan isi bacaan.
(D) pergerakan udara lembab menuju atmosfer yang lebih dingin
Bacaan tidak menjelaskan kondensasi sebagai pergerakan udara lembab. Walaupun suhu dan kelembaban disebut, definisi kondensasi dalam teks berkaitan dengan energi panas yang dihasilkan, bukan arah pergerakan udara.
(E) perubahan uap air yang ada di atmosfer menjadi butiran air
Pilihan ini menggambarkan perubahan bentuk uap air, tetapi dalam bacaan tidak dijelaskan secara eksplisit sebagai definisi kondensasi. Bacaan menekankan aspek energi panas yang dihasilkan. Karena soal meminta makna menurut bacaan, maka yang paling sesuai adalah yang berkaitan dengan energi panas.
Kesimpulan: Berdasarkan kalimat dalam bacaan yang menekankan bahwa kondensasi menghasilkan energi panas, maka jawaban yang paling sesuai adalah (C).
No 3
Untuk memahami penyebab meteor jatuh ke Bumi, perlu pemahaman tentang pengertian meteoroid, meteor, dan meteorit. Meteoroid adalah batuan berukuran kecil yang bergerak mengelilingi Matahari. Meteoroid biasanya merupakan fragmen sisa dari asteroid, komet, atau planet. Sementara itu, meteor adalah meteoroid yang masuk ke dalam atmosfer bumi dan terbakar karena gesekan dengan udara yang ada di atmosfer. Namun, meteor tidak selalu dapat mencapai permukaan Bumi karena biasanya meteor akan terbakar habis sebelum sampai permukaan Bumi. Meteor yang berhasil memasuki orbit dan mencapai permukaan bumi disebut meteorit.
Meteoroid tersebar di tata surya di antara planet, di Sabuk Kuiper, dan di Awan Oort. Jika orbit Bumi bertemu dengan orbit meteoroid, meteoroid bisa memasuki atmosfer Bumi, dan selanjutnya dapat menjadi penyebab meteor jatuh ke Bumi. Meteor yang jatuh dalam jumlah banyak dikenal dengan hujan meteor. Hujan meteor biasanya terjadi jika orbit Bumi bertemu dengan orbit komet. Jika komet menyisakan meteor di belakangnya dalam jumlah banyak, akan terjadi hujan meteor.
Intensitas peristiwa meteor masuk ke atmosfer Bumi sulit dikalkulasi karena jumlahnya sangat banyak dan tidak ada data pasti. Sebagian besar meteor akan habis terbakar di atmosfer sehingga tidak membahayakan manusia. Meteorit yang mencapai permukaan bumi umumnya hanya berupa batu berukuran 0,5 kg. Batu meteorit ini jarang menimbulkan korban atau kerusakan yang luas. Namun, karena jatuh dengan kecepatan lebih dari 322 kilometer per jam, meteorit dapat menimbulkan kerusakan pada objek tertentu di bumi. Sebenarnya, bahaya yang lebih nyata dari jatuhnya meteor justru datang dari gelombang kejut. Contohnya adalah meteor Chelyabinsk yang masuk ke atmosfer Bumi pada Februari 2013 di atas langit Rusia. Meteor ini berukuran sebesar gedung 6 lantai dan pecah sekitar 24 kilometer di atas permukaan tanah. Pecahnya meteor tersebut menyebabkan gelombang kejut yang kekuatannya setara dengan ledakan 500 kiloton bom dan menimbulkan korban 1.600 orang luka.
Jika tidak ada meteor yang tersisa di belakang komet saat orbit Bumi bertemu orbit komet, hal yang akan terjadi adalah ….
| (a) | bentuk fisik meteor akan menyerupai butiran air hujan |
| (b) | meteor jatuh berupa bongkahan batuan meteorit |
| (c) | meteor akan langsung jatuh ke permukaan Bumi |
| (d) | meteor yang jatuh ke Bumi berukuran besar |
| (e) | jumlah meteor yang masuk ke Bumi sedikit |
Klik untuk melihat jawaban dan analisis
Jawaban: (e)
Analisis berdasarkan Penalaran Literasi (berdasarkan isi bacaan):
Langkah 1: Menemukan hubungan sebab-akibat dalam bacaan
Pada paragraf kedua disebutkan: “Hujan meteor biasanya terjadi jika orbit Bumi bertemu dengan orbit komet. Jika komet menyisakan meteor di belakangnya dalam jumlah banyak, akan terjadi hujan meteor.”
Artinya, hujan meteor (jumlah meteor banyak) terjadi karena komet menyisakan meteor dalam jumlah banyak. Maka jika tidak ada meteor yang tersisa di belakang komet, hujan meteor tidak akan terjadi. Konsekuensinya, jumlah meteor yang masuk ke Bumi menjadi sedikit.
Analisis setiap pilihan:
(a) bentuk fisik meteor akan menyerupai butiran air hujan
Dalam bacaan tidak ada informasi tentang bentuk fisik meteor yang menyerupai butiran air hujan. Teks hanya menjelaskan jumlah meteor dalam hujan meteor. Maka pilihan ini tidak didukung teks.
(b) meteor jatuh berupa bongkahan batuan meteorit
Teks menyebutkan meteorit adalah meteor yang mencapai permukaan Bumi, tetapi tidak ada hubungan antara sisa meteor di belakang komet dengan bentuk bongkahan batuan. Maka pilihan ini tidak sesuai dengan hubungan sebab-akibat dalam teks.
(c) meteor akan langsung jatuh ke permukaan Bumi
Bacaan menjelaskan bahwa sebagian besar meteor habis terbakar sebelum mencapai permukaan. Tidak ada pernyataan bahwa tanpa sisa meteor di belakang komet, meteor akan langsung jatuh ke permukaan. Maka pilihan ini tidak didukung teks.
(d) meteor yang jatuh ke Bumi berukuran besar
Ukuran meteor tidak dikaitkan dengan sisa meteor di belakang komet. Teks hanya mengaitkan jumlah meteor dengan hujan meteor. Maka pilihan ini tidak sesuai dengan isi bacaan.
(e) jumlah meteor yang masuk ke Bumi sedikit
Karena hujan meteor terjadi jika komet menyisakan meteor dalam jumlah banyak, maka jika tidak ada meteor yang tersisa, jumlah meteor yang masuk ke Bumi tidak banyak. Ini merupakan kesimpulan logis berdasarkan teks. Maka pilihan ini benar.
Kesimpulan Penalaran:
Jawaban ditentukan dengan memahami hubungan sebab-akibat dalam bacaan. Tidak adanya sisa meteor berarti tidak terjadi hujan meteor, sehingga jumlah meteor yang masuk ke Bumi sedikit. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah (e).
No 4
Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) memberikan tantangan signifikan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan daya beli masyarakat yang masih rapuh, pengusaha UMKM dihadapkan pada dilema: menaikkan harga barang untuk menutupi beban pajak atau mempertahankan harga dan menekan margin keuntungan. Pilihan ini berisiko menekan produksi, lapangan kerja, dan investasi sehingga menciptakan efek domino pada sektor ekonomi lainnya, seperti ritel modern dan manufaktur.
Lebih lanjut, kenaikan PPN dapat melemahkan daya saing produk lokal. Barang lokal yang lebih mahal akan sulit bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Kebijakan ini, meskipun bertujuan meningkatkan penerimaan negara, berpotensi memperburuk kondisi ekonomi domestik jika tidak diimbangi langkah mitigasi yang tepat.
Untuk meminimalkan dampak tersebut, pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang berfokus pada pembelaan terhadap kelompok rentan dan sektor usaha kecil. Langkah pertama adalah memberikan pengecualian PPN untuk barang dan jasa esensial, seperti bahan pangan, kesehatan, dan pendidikan. Langkah ini akan melindungi daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau. Langkah kedua adalah memberikan insentif fiskal bagi UMKM yang harus diperkuat melalui keringanan pajak atau subsidi operasional. Dukungan ini tidak hanya menjaga keberlanjutan UMKM, tetapi juga memastikan stabilitas lapangan kerja dan kontribusi ekonomi sektor ini. Langkah ketiga adalah melakukan reformasi pajak yang lebih adil. Pemerintah perlu memperluas basis pajak dan mencegah penghindaran pajak untuk mendistribusikan beban secara merata sehingga kenaikan PPN tidak sepenuhnya membebani konsumen dan usaha kecil.
(Diadaptasi dari https://www.kompas.com/)
Pernyataan yang sesuai dengan konsep ekonomi makro terkait kenaikan PPN ini-ceteris paribus-adalah ...
(a) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat kontraktif terhadap pertumbuhan ekonomi
(b) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif terhadap pertumbuhan ekonomi
(c) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat kontraktif terhadap stabilitas harga
(d) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif terhadap nilai tukar
(e) kenaikan PPN merupakan kebijakan moneter yang bersifat kontraktif terhadap stabilitas harga
Klik untuk melihat jawaban dan analisis lengkap
Jawaban yang benar: (a) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat kontraktif terhadap pertumbuhan ekonomi
Analisis berdasarkan PENALARAN LITERASI (berdasarkan bacaan saja):
Dalam bacaan disebutkan bahwa kenaikan PPN berisiko “menekan produksi, lapangan kerja, dan investasi” serta dapat “memperburuk kondisi ekonomi domestik”. Artinya, dampak yang digambarkan dalam teks adalah perlambatan aktivitas ekonomi.
Jika suatu kebijakan menyebabkan produksi menurun, lapangan kerja tertekan, dan investasi melemah, maka kebijakan tersebut bersifat mengurangi atau menahan pertumbuhan ekonomi. Dalam pilihan jawaban, istilah yang sesuai dengan gambaran ini adalah “kontraktif terhadap pertumbuhan ekonomi.”
Analisis setiap pilihan:
(a) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat kontraktif terhadap pertumbuhan ekonomi
Bacaan menjelaskan bahwa kenaikan PPN menekan produksi, lapangan kerja, dan investasi serta berpotensi memperburuk kondisi ekonomi domestik. Ini menunjukkan dampak pelemahan terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena PPN adalah pajak (bagian dari kebijakan fiskal), maka pernyataan ini sesuai dengan isi teks.
(b) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif terhadap pertumbuhan ekonomi
Ekspansif berarti mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, bacaan justru menyatakan bahwa kenaikan PPN berisiko menekan produksi dan investasi. Jadi, pilihan ini bertentangan dengan isi teks.
(c) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat kontraktif terhadap stabilitas harga
Teks tidak membahas stabilitas harga sebagai fokus dampak utama. Yang ditekankan adalah tekanan pada produksi, investasi, dan daya saing. Karena stabilitas harga tidak menjadi pokok pembahasan dalam bacaan, pernyataan ini tidak didukung secara langsung oleh teks.
(d) kenaikan PPN merupakan kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif terhadap nilai tukar
Bacaan sama sekali tidak membahas nilai tukar. Oleh karena itu, pernyataan ini tidak dapat disimpulkan dari teks.
(e) kenaikan PPN merupakan kebijakan moneter yang bersifat kontraktif terhadap stabilitas harga
PPN adalah pajak, sehingga termasuk kebijakan fiskal, bukan kebijakan moneter. Selain itu, bacaan tidak membahas stabilitas harga sebagai fokus utama. Maka, pilihan ini tidak sesuai dengan isi teks.
Kesimpulan Penalaran Literasi:
Pilihan (a) paling sesuai karena secara langsung mencerminkan dampak yang dijelaskan dalam bacaan, yaitu tekanan terhadap produksi, investasi, dan kondisi ekonomi domestik.
No 5
Bacaan untuk Soal Nomor 20
Tahun 2023 Indonesia menghadapi dampak fenomena El Nino berupa musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Fenomena El Nino ini berdampak pada kondisi cuaca yang lebih kering, sehingga curah hujan berkurang, tutupan awan berkurang, dan suhu meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun 2023 akan lebih kering dari kondisi normal, bahkan lebih kering dari tiga tahun sebelumnya. Hasil monitoring BMKG hingga pertengahan bulan Juli 2023 menunjukkan sebanyak 63% zona musim telah memasuki musim kemarau. Beberapa daerah yang terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatra meliputi Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung; seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Daerah-daerah tersebut diprediksi mengalami curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem. Prakiraan curah hujan bulan BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan bulanan kategori rendah, bahkan sebagian lainnya akan mengalami kondisi tanpa hujan sama sekali hingga bulan Oktober 2023. Masyarakat Indonesia harus tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana kekeringan.
Bencana kekeringan tentu menimbulkan gangguan pada berbagai sektor kehidupan. Sektor yang paling terdampak dari fenomena El Nino adalah sektor pertanian, utamanya tanaman pangan semusim yang sangat tergantung pada ketersediaan air. Dengan demikian, rendahnya curah hujan akan mengakibatkan lahan pertanian mengalami kekeringan dan pada gilirannya petani mengalami gagal panen. Kemarau panjang harus diantisipasi dengan ketahanan pangan komoditas utama.
Berdasarkan kondisi tersebut BMKG, mendorong pemerintah daerah, khususnya daerah yang diprediksi terdampak serius, untuk melakukan langkah mitigasi dan aksi kesiapsiagaan secepat mungkin. Mitigasi bertujuan untuk memastikan kecukupan ketersediaan air dan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana kekeringan. Caranya dengan melakukan gerakan panen hujan, memastikan gerakan hemat air, dan menyiapkan tempat cadangan air untuk menghadapi puncak kemarau. Upaya lain yang terkait dengan penyediaan air, BNPB bekerja sama dengan BMKG dan BRIN melakukan rekayasa menurunkan hujan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menambah suplai air pada danau, embung, sungai, dan sumur. Aksi kesiapsiagaan dilakukan untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BNPB telah melakukan apel kesiapsiagaan di enam provinsi prioritas rawan karhutla seperti Sumsel, Riau, Jambi, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng.
Menurut bacaan, untuk menghadapi fenomena El Nino perlu dilakukan upaya mitigasi dan aksi kesiapsiagaan. Hal ini perlu dilakukan karena El Nino secara langsung mengakibatkan ....
| A. | kekeringan yang menimbulkan ancaman pada lahan pertanian |
| B. | kemarau panjang yang berdampak pada terjadinya kekeringan |
| C. | kerusakan lahan pertanian yang memicu terjadinya gagal panen |
| D. | kurangnya curah hujan yang menimbulkan kekeringan lahan pertanian |
| E. | kekeringan lahan yang pada gilirannya menurunkan hasil pertanian |
Klik untuk melihat jawaban dan analisis lengkap
Jawaban: B
Analisis Berdasarkan Penalaran Literasi
Pertanyaan menekankan pada akibat yang secara langsung ditimbulkan oleh El Nino sehingga perlu dilakukan mitigasi dan kesiapsiagaan.
Pada paragraf pertama tertulis:
“Tahun 2023 Indonesia menghadapi dampak fenomena El Nino berupa musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.”
Artinya, dampak langsung El Nino adalah kemarau panjang. Dampak lain seperti kekeringan lahan pertanian dan gagal panen muncul sebagai akibat lanjutan dari kemarau panjang dan rendahnya curah hujan.
Analisis Setiap Pilihan
A. kekeringan yang menimbulkan ancaman pada lahan pertanian
Bacaan menyebutkan kekeringan berdampak pada sektor pertanian. Namun, kekeringan adalah dampak lanjutan dari kemarau panjang dan rendahnya curah hujan. Jadi, ini bukan dampak yang paling langsung disebutkan pada awal bacaan.
B. kemarau panjang yang berdampak pada terjadinya kekeringan
Pilihan ini sesuai dengan kalimat pertama bacaan yang menyatakan bahwa El Nino berdampak pada musim kemarau yang lebih panjang. Kemarau panjang kemudian berpotensi menimbulkan kekeringan. Maka, ini merupakan akibat langsung sebagaimana tertulis dalam teks.
C. kerusakan lahan pertanian yang memicu terjadinya gagal panen
Bacaan tidak menyebutkan secara eksplisit adanya “kerusakan lahan pertanian”. Yang disebutkan adalah lahan mengalami kekeringan. Jadi, pilihan ini tidak sesuai dengan informasi dalam teks.
D. kurangnya curah hujan yang menimbulkan kekeringan lahan pertanian
Curah hujan berkurang memang disebutkan dalam bacaan. Namun, pengurangan curah hujan merupakan bagian dari kondisi cuaca yang lebih kering akibat kemarau panjang. Dampak langsung yang pertama kali disebutkan tetaplah kemarau panjang.
E. kekeringan lahan yang pada gilirannya menurunkan hasil pertanian
Bacaan menyebutkan bahwa kekeringan lahan menyebabkan gagal panen. Namun, ini merupakan akibat lanjutan, bukan akibat langsung dari El Nino yang disebutkan pada awal teks.
Kesimpulan
Berdasarkan penalaran literasi yang merujuk langsung pada kalimat dalam bacaan, akibat yang secara langsung ditimbulkan oleh El Nino adalah kemarau panjang yang berdampak pada terjadinya kekeringan.
- LBI 2025 - no 1
- LBI 2025 - no 2
- LBI 2025 - no 3
- LBI 2025 - no 4
- LBI 2025 - no 5
- LBI 2025 - no 6
- LBI 2025 - no 7
- LBI 2025 - no 8
- LBI 2025 - no 9
- LBI 2025 - no 10
- LBI 2025 - no 11
- LBI 2025 - no 12
- LBI 2025 - no 13
- LBI 2025 - no 14
- LBI 2025 - no 15
- LBI 2025 - no 16
- LBI 2025 - no 17
- LBI 2025 - no 18
- LBI 2025 - no 19
- LBI 2025 - no 20
- LBI 2025 - no 21
- LBI 2025 - no 22
- LBI 2025 - no 23
- LBI 2025 - no 24
- LBI 2025 - no 25
- LBI 2025 - no 26
- LBI 2025 - no 27
- LBI 2025 - no 28
- LBI 2025 - no 29
- LBI 2025 - no 30