No 1
Penambangan pasir laut yang semakin marak di Indonesia menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir dan kelautan. Aktivitas pengerukan, pengangkutan, dan perdagangan pasir laut yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, abrasi, dan bahkan menenggelamkan pulau-pulau kecil. Sebagai negara kepulauan yang kaya akan biodiversitas, Indonesia harus bijak dalam mengelola sumber daya ini agar kerusakan ekologis tidak terjadi.
Pengendalian penambangan pasir laut harus dilakukan dengan strategi yang tepat dan terintegrasi. Pendekatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam melestarikan dan memanfaatkan sumber daya kelautan secara berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya bertujuan melindungi lingkungan, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir, seperti nelayan dan perempuan nelayan, yang sering menjadi korban utama akibat kerusakan lingkungan.
Permasalahan ini memerlukan penyelesaian komprehensif yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata ruang laut. Salah satu solusinya adalah penerapan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) yang mengatur pemanfaatan ruang laut secara berkelanjutan. Selain itu, penting untuk melakukan kajian mendalam terkait sedimentasi laut akibat aktivitas di hulu sungai.
Melalui edukasi dan partisipasi masyarakat, pengendalian ini dapat lebih efektif. Dengan melibatkan masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistemnya, upaya pelestarian menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan. Penambangan pasir laut harus ditangani dengan kebijakan terpadu agar ekosistem pesisir dan kehidupan masyarakat tetap terjaga.
Berdasarkan bacaan, salah satu kelebihan argumen yang disampaikan adalah...
(a) Penyelesaian masalah abrasi tanpa memperhatikan aspek lain yang terkait
(b) Penekanan pada peran masyarakat pesisir dalam pengendalian penambangan pasir laut
(c) Penggunaan strategi yang parsial untuk menyelesaikan masalah penambangan pasir laut
(d) Penerapan RZWP3K tanpa mempertimbangkan dampak sosial
(e) Pendekatan yang hanya menekankan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir
Klik untuk melihat jawaban dan analisis lengkap
Jawaban: (b)
Analisis berdasarkan PENALARAN LITERASI (berdasarkan isi bacaan):
Pertanyaan menanyakan “kelebihan argumen”. Artinya, kita harus mencari bagian bacaan yang menunjukkan kekuatan atau nilai positif dari cara penulis menyampaikan solusi.
Dalam bacaan terdapat kalimat-kalimat penting berikut:
“Permasalahan ini memerlukan penyelesaian komprehensif yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata ruang laut.”
“Melalui edukasi dan partisipasi masyarakat, pengendalian ini dapat lebih efektif.”
“Dengan melibatkan masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistemnya, upaya pelestarian menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.”
Dari sini terlihat bahwa argumen penulis kuat karena mempertimbangkan banyak aspek dan melibatkan masyarakat.
Sekarang kita analisis setiap pilihan berdasarkan teks.(a) Penyelesaian masalah abrasi tanpa memperhatikan aspek lain yang terkait
Pilihan ini bertentangan dengan isi bacaan. Bacaan justru menyatakan bahwa penyelesaian harus “mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata ruang laut”.
Artinya, bukan tanpa memperhatikan aspek lain, tetapi justru memperhatikan banyak aspek.
Jadi, pilihan (a) tidak sesuai dengan bacaan.
(b) Penekanan pada peran masyarakat pesisir dalam pengendalian penambangan pasir laut
Bacaan secara jelas menyebut: “Melalui edukasi dan partisipasi masyarakat, pengendalian ini dapat lebih efektif.”
Juga disebutkan bahwa pelibatan masyarakat membuat upaya pelestarian menjadi “lebih inklusif dan berkelanjutan.”
Ini menunjukkan kelebihan argumen karena solusi tidak hanya bersifat kebijakan, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif.
Pilihan ini sesuai dengan isi bacaan.
(c) Penggunaan strategi yang parsial untuk menyelesaikan masalah penambangan pasir laut
Bacaan menyatakan bahwa strategi harus “tepat dan terintegrasi” serta penyelesaian harus “komprehensif”.
Kata “parsial” berarti sebagian atau tidak menyeluruh. Ini bertentangan dengan kata “terintegrasi” dan “komprehensif” dalam bacaan.
Jadi, pilihan (c) tidak sesuai.
(d) Penerapan RZWP3K tanpa mempertimbangkan dampak sosial
Bacaan menyebut bahwa penyelesaian harus mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Artinya, penerapan RZWP3K tidak berdiri sendiri tanpa mempertimbangkan dampak sosial.
Pilihan ini bertentangan dengan isi bacaan.
(e) Pendekatan yang hanya menekankan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir
Bacaan tidak hanya menekankan aspek ekonomi. Justru disebutkan bahwa pendekatan harus mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata ruang laut.
Karena itu, pendekatan dalam bacaan tidak bersifat satu sisi.
Pilihan (e) tidak sesuai dengan isi bacaan.
Kesimpulan akhir:
Berdasarkan isi bacaan dan penalaran literasi, kelebihan argumen yang disampaikan adalah (b) Penekanan pada peran masyarakat pesisir dalam pengendalian penambangan pasir laut, karena bacaan secara jelas menegaskan pentingnya edukasi dan partisipasi masyarakat dalam solusi yang ditawarkan.
No 2
Aku membayangkan bagaimana jika orang seperti aku menjadi tokoh dalam sebuah novel, aku merasa hatiku sebesar antariksa. Kita semua adalah pemeran utama dalam cerita hidup kita. Aku merasa bahwa karier hidupku adalah inspiratif.
"Nak, ibu sayang kamu. Ibu pengin kamu ikut." Itu kata terakhir yang ibu bilang kepadaku di ranjang rumah sakit sebulan yang lalu.
Aku harus menghemat uang yang tersisa hanya untuk membeli segenggam nasi sebagai makanan sehari-hari. Aku berharap akan ada perjalanan cerita yang membawaku dari titik nol menuju kesuksesan. Aku percaya bahwa aku bakal diberkahi keberuntungan yang akan membuatku melonjak. Aku merasakannya.
Rasa-rasa bukanlah perlu yang dipercayai ayah. Almarhum bakal bilang, "Manusia diberi akal untuk mikir." Tapi aku tetap pakai rasa. Perasaanku membumbung jika aku berada di panggung dengan orang asing dan berbagi senyuman. Rasanya, senyuman yang terbalas itu menguar suasana hariku. Aku menghitung berapa kali aku berinteraksi dengan ramah setiap hari sebagai pencapaian. Hal itu menguatkan keyakinanku bahwa aku orang yang baik meskipun aku belum mampu derma pakai uang.
Sayang, suasana di dalam bus ini terasa dingin. Selain karena AC yang membuat pegangan besi berkaratnya berembun dan bulu kursinya tidak menyerap panas tubuh. Aku merasa beku tertimpa tatapan orang-orang, tetapi mereka semua mengalihkan pandangan. Bahkan, ada seorang pramugari bus yang mencibir padaku. Dia tidak perlu mengikuti standar penampilan seorang pramugari di pesawat.
Meski begitu, aku tidak bisa menyangkal bahwa banyak pegawai di pekerjaan yang dianggap tidak elite, seperti petugas kebersihan di toilet mal atau kasir minimarket, yang memiliki penampilan menarik. Apakah seharusnya aku mempersiapkan diri untuk pekerjaan semacam itu saja? Apakah aku harus mengubur keyakinanku akan kesuksesan besar di masa depan?
Watak tokoh utama dapat digambarkan sebagai . . .
| (A) | apatis karena tidak terlalu peduli dengan masalah hidupnya dan hanya menerima keadaan |
| (B) | pesimistis karena selalu meragukan masa depannya dan mudah terpengaruh oleh pandangan orang lain |
| (C) | optimistis karena terus berusaha melihat sisi baik dari segala hal meskipun banyak kesulitan yang dihadapi |
| (D) | ambisius karena berusaha keras mencapai kesuksesan besar meskipun tidak memiliki dukungan materi |
| (E) | egois karena lebih fokus pada perasaan dan impian pribadinya tanpa memperhatikan orang lain di sekitarnya |
Klik untuk melihat jawaban dan analisis lengkap (berdasarkan PENALARAN LITERASI)
Jawaban yang tepat adalah (C)
Sekarang kita analisis satu per satu berdasarkan PENALARAN LITERASI, yaitu semua jawaban harus didukung langsung oleh isi bacaan.
(A) apatis karena tidak terlalu peduli dengan masalah hidupnya dan hanya menerima keadaan
Pilihan ini tidak sesuai. Tokoh justru memiliki harapan dan keyakinan untuk sukses. Ia berharap akan ada perjalanan cerita yang membawanya dari titik nol menuju kesuksesan. Ia juga menghitung interaksi ramah sebagai pencapaian. Ini menunjukkan ia peduli pada hidupnya dan tidak sekadar menerima keadaan. Jadi, bukan apatis.
(B) pesimistis karena selalu meragukan masa depannya dan mudah terpengaruh oleh pandangan orang lain
Memang tokoh sempat bertanya apakah harus mengubur keyakinannya, tetapi sepanjang bacaan ia tetap percaya akan kesuksesan dan merasa diberkahi keberuntungan. Keraguan muncul sesaat, bukan sikap utama. Teks lebih banyak menunjukkan harapan daripada keputusasaan. Maka, pesimistis tidak tepat.
(C) optimistis karena terus berusaha melihat sisi baik dari segala hal meskipun banyak kesulitan yang dihadapi
Pilihan ini paling sesuai. Walaupun tokoh mengalami kesulitan ekonomi (hanya membeli segenggam nasi) dan dicibir di bus, ia tetap merasa hidupnya inspiratif, percaya akan kesuksesan, dan menguatkan diri dengan menghitung kebaikan kecil setiap hari. Ia tetap menjaga keyakinan dan melihat harapan di masa depan. Ini menunjukkan sifat optimistis.
(D) ambisius karena berusaha keras mencapai kesuksesan besar meskipun tidak memiliki dukungan materi
Tokoh memang memiliki impian besar, tetapi dalam teks tidak digambarkan ia melakukan usaha keras secara konkret. Yang terlihat adalah keyakinan dan harapan, bukan tindakan ambisius yang kuat. Jadi, ambisius kurang tepat.
(E) egois karena lebih fokus pada perasaan dan impian pribadinya tanpa memperhatikan orang lain di sekitarnya
Justru tokoh memperhatikan orang lain. Ia menghitung interaksi ramah sebagai pencapaian dan merasa senang ketika senyumannya dibalas. Ini menunjukkan kepedulian terhadap orang lain, bukan sikap egois.
Dengan demikian, berdasarkan isi bacaan dan penalaran literasi, watak tokoh utama adalah optimistis, yaitu pilihan (C).
No 3
Aku sempat iri pada seorang bapak yang memodifikasi motor bututnya sedemikian rupa menjadi perpus keliling. Keluar masuk pelosok kampung untuk mengenalkan anak-anak pada budaya membaca. Menemukan tawa anak-anak yang takjub mencerna deretan aksara. Aku juga iri pada pasangan suami istri yang menghamparkan koleksi bukunya di alun-alun, taman kota, atau car free day untuk dibaca gratis, mengampanyekan cinta baca. Sedangkan aku, hanya gubuk baca ini jalan injak.
Dan hey! Siapa bilang buku-buku itu hanya senggok benda tanpa nyawa. Kau salah besar, Kawan! Mereka hidup dan bercahaya. Menerangi lorong demi lorong imajinasi, mengajak pembacanya menjelajah kehidupan, peradaban, sejarah, dan bahasa. Mengajak berpetualang dari timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut, utara, timur laut, hingga seolah kita berdiri di haribaan semesta. Tersenyum, bahagia, dan menumbuh jutaan tekad di dada: aku ingin berkarya untuk memperpanjang usia. Aku ingin berdaya sebelum tubuh ringkihku berkelana tanah. Inspirasi itu berasal dari sebuah hadis yang kubaca saat aku remaja dulu: tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Sungguh menggetarkan! Maka kupasang tulisan itu di dinding kamarku. Sejak remaja hingga setua ini, tulisan itu masih terpasang di sana.
Maka, tahun demi tahun berkelindan, hingga rumah reotku ini menjadi base camp anak-anak dan remaja. Mereka datang-satu, dua, tiga hingga belasan orang-rela duduk lesehan di ruang tamuku yang sempit, beralas tikar pandan yang sudah rusak di tepinya. Mereka ikhlas berdesak-desakan ditemani kipas angin kecil yang berputar-putar dan menimbulkan suara berisik. Mereka membaca, menulis, berpuisi, berdiskusi, tertawa, bahkan saling berebut buku. Sudah kubilang dari awal agar menganggap area ruang tamu itu seperti rumah sendiri meski tetap ada peraturan yang kubuat.
(Diadaptasi dari https://www.kompas.id/)
Pernyataan yang paling tepat sesuai dengan isi cerpen adalah ....
(a) menampilkan nilai persahabatan yang kuat di antara anak-anak yang sering datang ke rumah tokoh utama
(b) menunjukkan kegigihan tokoh dalam mengembangkan kemampuan membaca tanpa mengharapkan imbalan
(c) menggambarkan realitas sosial dengan detail melalui perjuangan seorang tokoh yang menginspirasi literasi
(d) menguraikan alur cerita yang sulit ditebak sehingga pembaca terstimulasi untuk terus membaca
(e) menyampaikan kritik tajam terhadap kurangnya minat baca di kalangan anak-anak masa kini
Klik untuk melihat jawaban dan analisis
Jawaban: (c)
Analisis dilakukan dengan penalaran literasi, yaitu mencocokkan setiap pilihan dengan informasi yang benar-benar terdapat di dalam bacaan.
Pilihan (a) kurang tepat. Dalam teks memang disebutkan anak-anak datang, membaca, berdiskusi, bahkan saling berebut buku. Namun, bacaan tidak secara khusus menekankan nilai persahabatan sebagai fokus utama cerita. Tidak ada penjelasan mendalam tentang hubungan emosional di antara anak-anak tersebut.
Pilihan (b) kurang tepat. Bacaan lebih menonjolkan kegigihan tokoh dalam menyediakan ruang baca dan mempertahankan semangat literasi, bukan mengembangkan kemampuan membaca dirinya sendiri. Tidak ada bagian yang menjelaskan bahwa tokoh sedang melatih kemampuan membacanya tanpa imbalan.
Pilihan (c) benar. Teks menggambarkan kondisi nyata: rumah reot, ruang tamu sempit, tikar pandan rusak, kipas angin kecil berisik, serta anak-anak yang datang belajar dan membaca. Semua ini menunjukkan realitas sosial yang disajikan secara detail melalui perjuangan tokoh dalam mengembangkan literasi. Hal ini sesuai dengan isi bacaan secara keseluruhan.
Pilihan (d) salah. Bacaan tidak membahas tentang alur yang sulit ditebak. Teks lebih berupa refleksi dan narasi deskriptif, bukan cerita dengan konflik atau kejutan alur.
Pilihan (e) salah. Tidak terdapat kritik tajam terhadap kurangnya minat baca anak-anak masa kini. Justru anak-anak dalam cerita digambarkan antusias datang dan membaca.
Berdasarkan isi bacaan dan bukti yang terdapat di dalam teks, pernyataan yang paling tepat adalah pilihan (c).
No 4
Bacalah informasi berikut untuk nomor 21 sampai 24.
Program transmigrasi berperan penting dalam mengembangkan desa terpencil dan kawasan tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) di Indonesia. Kawasan transmigrasi dikembangkan dengan pendekatan ekonomi inklusif melalui kerja sama dengan sektor swasta untuk memasarkan produk unggulan daerah. Strategi ini bertujuan mempercepat pembangunan di luar Pulau Jawa, memanfaatkan potensi daerah sebagai motor penggerak pembangunan, dan meningkatkan daya saing wilayah yang masih tertinggal. Secara jangka panjang, program transmigrasi dapat menciptakan kawasan ekonomi baru berkelanjutan di luar Pulau Jawa.
Pengembangan ekonomi daerah sebaiknya berfokus pada potensi unggulan melalui kolaborasi pentahelix, yakni pelibatan pemerintah, masyarakat, akademisi, swasta, dan media. Kolaborasi ini mendukung peningkatan sumber daya manusia unggul dan usaha digitalisasi sebagai pondasi keberhasilan program transmigrasi. Untuk merealisasikannya, dibutuhkan kemitraan yang kuat, termasuk dalam investasi dan penerapan teknologi. Pendekatan yang membangun pusat pertumbuhan baru (epicentrum of growth) menjadi fokus utama untuk mempercepat pembangunan di kawasan transmigrasi melalui sinergi dengan berbagai pihak di sektor strategis.
Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2018 tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi (KIPT) mewadahi pembentukan Tim KIPT untuk mengoordinasikan dan mengintegrasikan program/kegiatan strategis kementerian/lembaga di kawasan transmigrasi, serta menginventarisasi permasalahan di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, Tim KIPT juga dapat mengawal dan mengevaluasi secara berkesinambungan program/kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. Dengan dukungan Tim KIPT, pelaksanaan program transmigrasi dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.
(Diadaptasi dari https://www.setkab.go.id/)
Menurut bacaan, manfaat keberadaan tim KIPT bagi Indonesia adalah ....
| (a) | meningkatnya jumlah wilayah transmigrasi |
| (b) | bertambahnya kegiatan strategis kementerian di wilayah transmigrasi |
| (c) | tersedianya sumber daya yang cukup untuk pengembangan ekonomi wilayah transmigrasi |
| (d) | meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional |
| (e) | meratanya penyebaran penduduk melalui program transmigrasi |
Klik untuk melihat jawaban dan analisis
Jawaban: (d)
Analisis berdasarkan PENALARAN LITERASI (untuk siswa yang baru pertama kali belajar):
Langkah pertama adalah menemukan bagian teks yang menjelaskan dampak atau manfaat dari Tim KIPT. Pada paragraf terakhir tertulis: “Dengan dukungan Tim KIPT, pelaksanaan program transmigrasi dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.”
Artinya, manfaat utama keberadaan Tim KIPT adalah memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sekarang kita analisis setiap pilihan berdasarkan kalimat tersebut.
(a) “meningkatnya jumlah wilayah transmigrasi” tidak disebutkan dalam teks. Teks tidak membahas penambahan jumlah wilayah, melainkan koordinasi, integrasi, dan peningkatan kesejahteraan.
(b) “bertambahnya kegiatan strategis kementerian” juga tidak dinyatakan. Teks menyebut Tim KIPT mengoordinasikan dan mengintegrasikan program/kegiatan strategis, bukan menambah jumlah kegiatan.
(c) “tersedianya sumber daya yang cukup” tidak disebutkan secara langsung sebagai manfaat Tim KIPT. Teks membahas koordinasi dan evaluasi program, bukan penyediaan sumber daya.
(d) “meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional” sesuai dengan isi bacaan yang menyebutkan bahwa dukungan Tim KIPT memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pilihan ini paling sesuai dengan pernyataan dalam teks.
(e) “meratanya penyebaran penduduk” tidak dibahas dalam paragraf tentang Tim KIPT. Teks tidak menyebut pemerataan penduduk sebagai manfaat keberadaan Tim KIPT.
Berdasarkan penalaran literasi yang berfokus pada kalimat eksplisit dalam bacaan, jawaban yang tepat adalah (d).
No 5
Ungkapan "nasi adalah fondasi" mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikannya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras memengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen beras.
Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini.
Sebagian besar petani beras adalah berskala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektare pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih.
Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing-masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia.
Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022). Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri, segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan produksi beras di Indonesia adalah ….
| A. | maraknya urbanisasi yang mengakibatkan berubahnya fungsi lahan sawah |
| B. | penurunan produktivitas di daerah produsen utama beras |
| C. | penurunan luas panen, perubahan iklim, dan kontribusi terhadap emisi karbon |
| D. | peningkatan luas panen beras hanya terjadi di tujuh provinsi |
| E. | mayoritas petani beras berusia 45 tahun ke atas |
Kunci Jawaban dan Analisis Lengkap
Jawaban yang tepat: C
Penalaran Literasi Berdasarkan Bacaan:
Dalam bacaan disebutkan beberapa tantangan utama yang secara langsung memengaruhi produksi beras, yaitu penurunan luas panen, perubahan iklim, dan kontribusi sektor beras terhadap emisi karbon. Ketiga aspek ini disebut secara eksplisit sebagai faktor yang menghambat keberlanjutan dan peningkatan produksi beras.
Analisis Setiap Pilihan:
A. maraknya urbanisasi yang mengakibatkan berubahnya fungsi lahan sawah
Bacaan memang menyebutkan bahwa urbanisasi menyebabkan perubahan fungsi lahan sawah dan penurunan luas panen. Namun, pilihan ini hanya menyebut satu aspek saja, padahal bacaan menjelaskan lebih dari satu tantangan yang memengaruhi produksi.
B. penurunan produktivitas di daerah produsen utama beras
Dalam bacaan disebutkan bahwa beberapa produsen utama mengalami penurunan produktivitas. Namun, ini hanya bagian dari persoalan yang lebih luas dan bukan keseluruhan tantangan yang dijelaskan dalam teks.
C. penurunan luas panen, perubahan iklim, dan kontribusi terhadap emisi karbon
Pilihan ini merangkum secara lengkap tantangan yang disebutkan dalam bacaan: penurunan luas panen akibat urbanisasi, tantangan perubahan iklim, dan kontribusi terhadap emisi karbon yang berdampak pada kebijakan pengurangan jejak karbon. Ketiga aspek ini secara eksplisit tercantum dalam teks.
D. peningkatan luas panen beras hanya terjadi di tujuh provinsi
Informasi ini memang terdapat dalam bacaan, tetapi hanya sebagai data pendukung kondisi nasional. Pilihan ini tidak menjelaskan keseluruhan tantangan terhadap peningkatan produksi.
E. mayoritas petani beras berusia 45 tahun ke atas
Bacaan menyebutkan bahwa 62% petani berusia 45 tahun atau lebih sebagai bagian dari masalah penuaan sektor beras. Namun, pilihan ini tidak merangkum tantangan utama terhadap produksi sebagaimana dijelaskan secara komprehensif dalam teks.
Kesimpulan Penalaran:
Jawaban ditentukan melalui identifikasi informasi eksplisit dalam teks yang secara langsung menyebut tantangan terhadap produksi beras. Pilihan C paling lengkap dan paling sesuai dengan keseluruhan isi bacaan.
- LBI 2025 - no 1
- LBI 2025 - no 2
- LBI 2025 - no 3
- LBI 2025 - no 4
- LBI 2025 - no 5
- LBI 2025 - no 6
- LBI 2025 - no 7
- LBI 2025 - no 8
- LBI 2025 - no 9
- LBI 2025 - no 10
- LBI 2025 - no 11
- LBI 2025 - no 12
- LBI 2025 - no 13
- LBI 2025 - no 14
- LBI 2025 - no 15
- LBI 2025 - no 16
- LBI 2025 - no 17
- LBI 2025 - no 18
- LBI 2025 - no 19
- LBI 2025 - no 20
- LBI 2025 - no 21
- LBI 2025 - no 22
- LBI 2025 - no 23
- LBI 2025 - no 24
- LBI 2025 - no 25
- LBI 2025 - no 26
- LBI 2025 - no 27
- LBI 2025 - no 28
- LBI 2025 - no 29
- LBI 2025 - no 30