Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

No 1

Teks untuk soal berikut

Susu merupakan minuman bergizi tinggi yang dibutuhkan oleh balita untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, susu sering kali digolongkan sebagai minuman yang berharga cukup mahal, terutama sediaan susu yang telah mengalami berbagai proses pengolahan. Di pasaran, susu tersedia dalam bentuk minuman kemasan yang biasanya telah ditambahkan sukrosa serta zat perisa tertentu untuk memberikan variasi rasa. Kandungan gizi dalam susu sangat dipengaruhi oleh jenis ternak yang menghasilkannya, jenis makanan yang dikonsumsi ternak, dan tingkat kesehatan ternak. Setiap 100 mL susu sapi murni rata-rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kJ.

Umumnya, kandungan susu sapi murni menurut berat adalah 87% air, 3,7% lemak, 3,5% protein, 4,9% laktosa, 0,07% mineral, dan sisanya berupa berbagai jenis vitamin, enzim, dan lain-lain. Mineral yang terdapat dalam susu sapi murni di antaranya adalah kalsium, fosfor, natrium, besi, tembaga, dan seng. Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Susu juga mengandung vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K, serta vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan C. Selain itu, di dalam susu juga terdapat beberapa jenis enzim, seperti peroksidase, katalase, fosfatase, dan lipase. Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid. Di antara enzim-enzim tersebut, peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.


Soal

Pemanasan susu pada suhu yang sedikit lebih tinggi dari suhu pasteurisasi mengakibatkan

(a)Hidrolisis molekul lemak sehingga susu menjadi asam lemak dan gliserol
(b)Denaturasi sebagian besar protein dan enzim sehingga menurunkan kualitas susu
(c)Katabolisme susu sehingga memperkecil kandungan energinya
(d)Penurunan kadar kalsium dan fosfor sehingga menurunkan gizi susu
(e)Degradasi vitamin dalam susu sehingga menimbulkan bau tidak sedap
Jawaban dan Analisis Lengkap (klik untuk membuka)

Informasi kunci dari bacaan:

Bagian bacaan yang menjadi dasar soal ini adalah:

“peroksidase dan fosfatase umumnya digunakan sebagai indikator kecukupan pasteurisasi susu karena kedua enzim ini akan rusak pada suhu pasteurisasi, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.”

Kalimat ini memberi petunjuk tentang apa yang terjadi pada komponen susu ketika dipanaskan pada suhu pasteurisasi, dan bagaimana kondisi komponen lain.


Analisis pilihan (a) Hidrolisis molekul lemak sehingga susu menjadi asam lemak dan gliserol

Bacaan menyebutkan “Lipase berfungsi untuk menghidrolisis lipid.” Namun bacaan tidak menyatakan bahwa pemanasan sedikit di atas suhu pasteurisasi menyebabkan hidrolisis lemak. Bacaan hanya membahas kerusakan enzim tertentu pada suhu pasteurisasi.

Karena hubungan “pemanasan sedikit lebih tinggi” → “hidrolisis lemak” tidak dinyatakan dalam bacaan, pilihan (a) tidak dapat disimpulkan dari teks.


Analisis pilihan (b) Denaturasi sebagian besar protein dan enzim sehingga menurunkan kualitas susu

Bacaan hanya menyatakan bahwa dua enzim (peroksidase dan fosfatase) akan rusak pada suhu pasteurisasi. Bacaan justru menegaskan bahwa “vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan.”

Karena bacaan tidak menyebut “sebagian besar protein dan enzim” mengalami kerusakan, pilihan (b) terlalu luas dan tidak sesuai dengan informasi yang diberikan.


Analisis pilihan (c) Katabolisme susu sehingga memperkecil kandungan energinya

Bacaan menyebutkan energi “Setiap 100 mL susu sapi murni rata-rata dapat menghasilkan energi sekitar 259 kJ.” Namun tidak ada pernyataan bahwa pemanasan menyebabkan katabolisme susu atau menurunkan kandungan energinya.

Karena tidak ada hubungan katabolisme akibat pemanasan dalam bacaan, pilihan (c) tidak didukung oleh teks.


Analisis pilihan (d) Penurunan kadar kalsium dan fosfor sehingga menurunkan gizi susu

Bacaan menyebut kalsium dan fosfor sebagai mineral penting. Namun bacaan juga menegaskan bahwa “vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan” pada kondisi yang sedang dibahas.

Karena mineral dinyatakan tidak mengalami perubahan, maka pilihan (d) bertentangan dengan bacaan.


Analisis pilihan (e) Degradasi vitamin dalam susu sehingga menimbulkan bau tidak sedap

Bacaan menjelaskan bahwa vitamin termasuk komponen yang “tidak mengalami perubahan.” Bacaan juga tidak membahas “bau tidak sedap” sebagai akibat pemanasan.

Karena pilihan (e) bertentangan dengan pernyataan bacaan tentang vitamin dan menambahkan akibat yang tidak disebutkan (bau tidak sedap), maka pilihan (e) tidak sesuai.


Kesimpulan berbasis bacaan:

Bacaan menyatakan bahwa pada suhu pasteurisasi, peroksidase dan fosfatase akan rusak, sementara vitamin, mineral, dan enzim lain tidak mengalami perubahan. Jika pemanasan dilakukan pada suhu yang sedikit lebih tinggi dari suhu pasteurisasi, maka akibat yang paling konsisten dengan bacaan adalah semakin memastikan kerusakan pada enzim indikator tersebut.

Namun, dari pilihan (a)–(e), tidak ada yang menyatakan secara tepat “kerusakan peroksidase dan fosfatase”. Karena itu, berdasarkan penalaran literasi yang ketat, soal ini tidak memiliki opsi jawaban yang sepenuhnya sesuai dengan bacaan.

Jika opsi yang tersedia harus dipilih, maka pilihan yang paling dekat dengan gagasan “enzim rusak karena pemanasan” adalah (b), tetapi bacaan tidak mendukung frasa “sebagian besar protein dan enzim”.


No 2

Teks untuk soal berikut

Cuka merupakan cairan bening yang sering ditambahkan pada makanan untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan. Cairan cuka mengandung asam cuka atau asam asetat, suatu senyawa organik dengan rumus molekul CH₃CO₂H. Jika terlarut dalam air, asam asetat akan melepaskan ion H⁺ sehingga asam asetat dikelompokkan sebagai asam Arrhenius. Asam asetat dikelompokkan dalam asam Bronsted karena molekul ini dapat mendonorkan H⁺ dalam reaksi kimia. Asam asetat memiliki bau khas yang menyengat dan bersifat korosif. Asam asetat merupakan asam lemah yang memiliki massa molekul relatif 60 g/mol. Asam asetat banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam industri kimia.

Di lain pihak, basa memiliki rasa pahit, bersifat licin, dan dapat menetralkan asam. Basa Arrhenius didefinisikan sebagai senyawa yang jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion OH⁻. Basa banyak digunakan sebagai senyawa penetral asam. Contohnya adalah antasid yang digunakan untuk meredakan gejala akibat asam lambung berlebih, seperti maag, nyeri ulu hati, penyakit asam lambung (GERD), dan tukak lambung atau gastritis. Antasid tersedia dalam berbagai sediaan, ada yang mengandung basa lemah Mg(OH)₂ dan Al(OH)₃. Basa ini bereaksi dengan HCl dalam asam lambung. Namun, perlu diingat bahwa antasid hanya meredakan gejala dan tidak mengobati penyebab meningkatnya asam lambung.


Soal

Jika basa lemah dalam antasid diganti dengan NaOH, antasid tersebut tidak dapat digunakan sebagai obat asam lambung karena akan menghasilkan …

(A)gas yang beracun
(B)bau yang menusuk
(C)panas yang menyengat
(D)garam yang mengendap
(E)larutan yang berasa pahit
Jawaban dan Analisis Lengkap (klik untuk membuka)

Informasi kunci dari bacaan:

Bacaan memberikan beberapa informasi penting:

1) Basa memiliki rasa pahit dan bersifat licin.
2) Basa Arrhenius menghasilkan ion OH⁻ dalam air.
3) Antasid mengandung basa lemah Mg(OH)₂ dan Al(OH)₃.
4) Antasid digunakan untuk meredakan gejala akibat asam lambung, bukan memperparah kondisi.


Analisis pilihan (A) gas yang beracun

Bacaan tidak menyebutkan bahwa reaksi basa dengan asam lambung menghasilkan gas, apalagi gas beracun. Tidak ada informasi tentang pembentukan gas dalam konteks antasid.

Karena pernyataan ini tidak didukung oleh bacaan, pilihan (A) tidak dapat disimpulkan dari teks.


Analisis pilihan (B) bau yang menusuk

Bacaan menyebutkan bahwa asam asetat memiliki bau menyengat, tetapi konteks soal membahas basa dalam antasid dan NaOH. Tidak ada keterangan bahwa penggunaan basa kuat menghasilkan bau menusuk.

Karena bau tidak dibahas dalam konteks basa antasid, pilihan (B) tidak sesuai dengan bacaan.


Analisis pilihan (C) panas yang menyengat

Bacaan tidak menyebutkan bahwa reaksi netralisasi menghasilkan panas atau sensasi menyengat. Tidak ada informasi tentang efek suhu dalam penggunaan antasid.

Karena efek panas tidak dibahas, pilihan (C) tidak didukung oleh bacaan.


Analisis pilihan (D) garam yang mengendap

Bacaan menyebutkan bahwa Mg(OH)₂ dan Al(OH)₃ bereaksi dengan HCl, tetapi tidak ada keterangan bahwa reaksi tersebut menghasilkan endapan garam. Tidak ada pembahasan tentang sifat fisik hasil reaksi.

Karena “mengendap” tidak disebutkan dalam bacaan, pilihan (D) tidak dapat disimpulkan dari teks.


Analisis pilihan (E) larutan yang berasa pahit

Bacaan secara eksplisit menyatakan bahwa “basa memiliki rasa pahit”. Jika antasid diganti dengan NaOH yang merupakan basa, maka sifat yang pasti muncul berdasarkan bacaan adalah rasa pahit.

Pilihan ini langsung bersandar pada sifat basa yang tertulis jelas dalam bacaan dan tidak menambahkan asumsi di luar teks.


Kesimpulan:

Berdasarkan penalaran literasi yang sepenuhnya merujuk pada bacaan, pernyataan yang benar adalah (E) larutan yang berasa pahit.


No 3

Teks untuk soal berikut

Besi adalah logam transisi yang memiliki nomor atom 26, bermassa satu molnya 56 g, dan berada di golongan 8 periode 4 pada tabel periodik unsur. Besi memiliki kelimpahan yang cukup tinggi, merupakan penyusun utama inti bumi, dan merupakan unsur keempat terbesar penyusun kerak bumi. Beberapa batuan yang banyak mengandung besi, antara lain hematit (Fe₂O₃), magnetit (Fe₃O₄), pirit (FeS₂), dan siderit (FeCO₃).

Besi merupakan logam yang keras, kuat, dan mudah dibentuk sehingga besi banyak dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan manusia. Besi baja, yang sering kali disebut sebagai baja, merupakan perpaduan unsur besi, karbon, krom, nikel, tembaga, dan beberapa elemen lain. Baja banyak digunakan untuk konstruksi bangunan, yang umumnya mengandung 97% besi, 0,2–2,1% karbon, dan dipadukan dengan unsur logam lain untuk mendapat sifat unggul yang diinginkan.

Di lain pihak, unsur besi juga dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah dan mengatasi anemia. Besi berperan penting pada pembentukan hemoglobin, yaitu protein tetramer dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbon dioksida dari jaringan dan organ tubuh kembali ke paru-paru. Besi juga dibutuhkan pada pembentukan mioglobin, yaitu protein monomer yang menghantarkan oksigen ke otot. Tubuh manusia dewasa rata-rata mengandung sekitar 4,5 gram besi, yang umumnya diperoleh dari sayuran hijau dan daging merah. Daging ikan yang berwarna putih tentunya tidak cocok untuk mengatasi anemia.

(Diadaptasi dari berbagai sumber)


Soal

Penambahan beberapa logam lain ke dalam campuran baja menyebabkan logam lebih …

(a)kuat
(b)lentur
(c)berat
(d)mengkilat
(e)mudah dicetak
Jawaban dan Analisis Lengkap (klik untuk membuka)

Informasi kunci dari bacaan:

Bacaan menyebutkan bahwa baja “dipadukan dengan unsur logam lain untuk mendapat sifat unggul yang diinginkan.” Bacaan juga menyebut besi sebagai logam yang “keras, kuat, dan mudah dibentuk.”

Jadi, dampak penambahan logam lain ke dalam baja menurut bacaan adalah: membuat baja memiliki “sifat unggul yang diinginkan”.


Analisis pilihan (a) kuat

Bacaan menyatakan besi adalah “keras, kuat, dan mudah dibentuk.” Namun, bacaan tidak menyebut secara eksplisit bahwa penambahan logam lain membuat baja “lebih kuat”. Bacaan hanya menyatakan tujuan penambahan logam lain adalah memperoleh “sifat unggul yang diinginkan”.

Karena “lebih kuat” tidak disebutkan secara langsung sebagai hasil penambahan logam lain, pilihan (a) tidak dapat dipastikan benar hanya dari bacaan.


Analisis pilihan (b) lentur

Bacaan tidak menyebut kata “lentur” sebagai sifat besi maupun sifat baja hasil penambahan logam lain. Bacaan hanya menyebut “mudah dibentuk” untuk besi.

Karena “lentur” tidak muncul dalam bacaan, pilihan (b) tidak didukung oleh teks.


Analisis pilihan (c) berat

Bacaan tidak membahas massa atau berat baja setelah dicampur logam lain. Tidak ada informasi yang mengaitkan penambahan logam lain dengan “lebih berat”.

Karena tidak ada dasar dalam bacaan, pilihan (c) tidak dapat disimpulkan dari teks.


Analisis pilihan (d) mengkilat

Bacaan tidak membahas tampilan permukaan seperti “mengkilat”. Fokus bacaan adalah fungsi besi/baja, komposisi, dan peran besi bagi tubuh.

Karena “mengkilat” tidak disebutkan, pilihan (d) tidak didukung bacaan.


Analisis pilihan (e) mudah dicetak

Bacaan menyebut besi “mudah dibentuk”, tetapi tidak menyebut “mudah dicetak” sebagai akibat penambahan logam lain pada baja. Bacaan hanya menyatakan penambahan logam lain bertujuan memperoleh “sifat unggul yang diinginkan”.

Karena “mudah dicetak” tidak disebutkan, pilihan (e) tidak dapat dipastikan benar hanya dari bacaan.


Kesimpulan berbasis bacaan:

Bacaan hanya menyatakan bahwa penambahan logam lain dilakukan untuk memperoleh “sifat unggul yang diinginkan”, tetapi tidak menyebut secara spesifik sifat mana yang menjadi “lebih …”. Oleh karena itu, berdasarkan penalaran literasi yang ketat, tidak ada pilihan (a)–(e) yang dapat dipastikan benar hanya dari bacaan.

Agar soal memiliki jawaban yang pasti sesuai bacaan, salah satu opsi seharusnya berbunyi: “unggul” atau memuat frasa yang setara dengan “memiliki sifat unggul yang diinginkan”.


No 4

Teks untuk soal berikut

Fotosintesis adalah proses kimia yang dilakukan oleh klorofil pada tumbuhan hijau untuk menangkap dan mengubah energi sinar matahari menjadi energi kimia. Dalam fotosintesis, tumbuhan menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan menyerap air dari tanah untuk diubah menjadi oksigen (O₂) yang dilepaskan ke udara dan glukosa (C₆H₁₂O₆) yang digunakan oleh tumbuhan. Glukosa adalah karbohidrat sederhana dan merupakan monomer yang digunakan untuk membentuk polimer karbohidrat. Glukosa dapat langsung dipolimerisasi menjadi selulosa untuk menunjang perkembangan tumbuhan, atau disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk amilum.

Salah satu bentuk karbohidrat yang memberikan rasa manis pada buah-buahan dan banyak terkandung dalam air batang tebu adalah sukrosa, molekul dimer dari glukosa dengan ikatan α-glikosida. Sukrosa banyak digunakan dalam bentuk gula pasir sebagai pemanis makanan dan minuman, sedangkan monomer fruktosa banyak ditemukan dalam madu.

Glukosa dan fruktosa masing-masing dikelompokkan sebagai aldoheksosa dan fruktoheksosa. Kedua senyawa ini mudah larut dalam air karena keduanya dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air. Dalam larutan, molekul glukosa dapat berada dalam bentuk rantai terbuka atau membentuk lingkaran sebagai cincin piranosa sehingga dikenal sebagai glukopiranosa. Hal yang sama juga terjadi pada fruktosa yang rantai lingkarannya disebut sebagai furanosa. Semua jenis gula ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang cukup karena konsumsi gula secara berlebihan akan menyebabkan penyakit.

(Diadaptasi dari berbagai sumber)


Soal

Jika molekul glukosa rantai terbuka direaksikan dengan Cu²⁺ (tartrat) dan dihasilkan Cu₂O, gugus fungsi dalam molekul glukosa akan berubah menjadi …

(a)aldehid
(b)karboksilat
(c)hidroksil
(d)keton
(e)ester
Jawaban dan Analisis Lengkap (klik untuk membuka)

Informasi kunci dari bacaan:

Bagian bacaan yang relevan adalah:

“Glukosa dan fruktosa masing-masing dikelompokkan sebagai aldoheksosa dan fruktoheksosa.”

Kata aldoheksosa menunjukkan bahwa glukosa, dalam bentuk rantai terbuka, memiliki gugus fungsi aldehid.


Analisis pilihan (a) aldehid

Bacaan menyatakan bahwa glukosa termasuk aldoheksosa, sehingga pada awalnya glukosa memang memiliki gugus aldehid. Namun, pada soal dinyatakan bahwa gugus fungsi tersebut “akan berubah menjadi …”.

Karena gugus aldehid adalah gugus awal glukosa, pilihan (a) tidak sesuai dengan kata “berubah menjadi”.


Analisis pilihan (b) karboksilat

Bacaan menyatakan bahwa glukosa adalah aldoheksosa, artinya memiliki gugus aldehid pada bentuk rantai terbuka. Jika pada soal dinyatakan terjadi reaksi dan “dihasilkan Cu₂O”, maka dapat disimpulkan dari konteks perubahan bahwa gugus aldehid tersebut tidak lagi dalam bentuk semula.

Dari pilihan yang ada, hanya “karboksilat” yang menunjukkan bentuk gugus yang berbeda dari aldehid dan masih berhubungan secara langsung dengan perubahan gugus aldehid.


Analisis pilihan (c) hidroksil

Bacaan memang menyebutkan bahwa glukosa mudah larut dalam air karena dapat membentuk ikatan hidrogen, tetapi tidak menyebutkan perubahan gugus aldehid menjadi hidroksil.

Karena tidak ada hubungan perubahan aldehid → hidroksil dalam bacaan, pilihan (c) tidak didukung.


Analisis pilihan (d) keton

Bacaan menyebutkan bahwa fruktosa adalah fruktoheksosa, bukan glukosa. Artinya, gugus keton dikaitkan dengan fruktosa, bukan dengan perubahan gugus pada glukosa.

Karena glukosa tidak dikelompokkan sebagai keton dalam bacaan, pilihan (d) tidak sesuai.


Analisis pilihan (e) ester

Bacaan tidak pernah menyebutkan pembentukan ester pada glukosa, baik dalam konteks fotosintesis, polimerisasi, maupun reaksi kimia.

Karena ester tidak dibahas sama sekali, pilihan (e) tidak dapat disimpulkan dari bacaan.


Kesimpulan:

Berdasarkan penalaran literasi yang berangkat dari informasi bahwa glukosa adalah aldoheksosa dan bahwa gugus fungsi tersebut berubah setelah reaksi, pilihan yang paling sesuai adalah (b) karboksilat.