Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 46

Bacalah pantun berikut!

Satu dua tiga dan empat

Lima enam tujuh delapan

...

Jangan pernah putus harapan.

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....

A. Masuk sekolah jangan terlambat

B. Pagi hari harus segera berangkat

C. Tidak boleh datang lambat-lambat

D. Cepat bangun lengan angkat

E. Tuntut ilmu sampai dapat

Jawaban & Analisis Soal 46

Jawaban: E

Pantun berpola rima silang: baris (1) berima dengan baris (3), dan baris (2) berima dengan baris (4). Baris (1) berakhir “empat” dan baris (4) berakhir “harapan”, sehingga baris (2) “delapan” sudah sejalan dengan bunyi “-an” pada baris (4). Maka baris (3) harus berakhir bunyi “-at” agar berima dengan “empat”. Opsi E berakhir “dapat” (bunyi “-at”) dan isinya juga selaras dengan pesan “Jangan pernah putus harapan”. Perbandingan bilangan pada sampiran juga jelas karena \(4 \lt 8\), sehingga pesan motivasi pada isi terasa padu.

Analisis opsi:

A rima cocok, tetapi isi lebih berupa aturan sekolah, kurang seirama dengan tema harapan.

B bunyi akhir “-kat” kurang tepat untuk pasangan “empat”.

C rima cocok, tetapi bernada larangan, kurang menguatkan harapan.

D rima cocok, tetapi makna larik kurang jelas kaitannya dengan harapan.

E rima dan pesan paling sesuai.


Soal 47

Bacalah kutipan berikut!

Sinta mengacungkan kedua ibu jarinya kepada Riyan.
”Wah, kamu hebat, Yan. Lagi-lagi kamu dapat nilai sembilan.”
”Ah, biasa saja. Ini juga berkat belajar bersama-sama kalian.”
”Tapi aneh, ya? Nilai Diran kok kurang bagus, ya,” kata Rio mengejek Diran.
”Maksudmu?” tanya Diran.
”Kamu waktu ulangan kemarin dapat nilai lima kan? Huh, payah!”
”....” Riyan menyela.
Sinta manggut-manggut, lalu melangkah menuju dispenser untuk mengambil air minum.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan tersebut adalah ....

A. Ya, baiklah saya akan meluangkan waktu untuk mengajari Diran.

B. Jadi, mulai sekarang Diran harus rajin belajar.

C. Ya, mungkin Diran kurang konsentrasi saat mengerjakan ulangan itu.

D. Walaupun nilainya jelek, Diran termasuk siswa yang rajin.

E. Jangan begitu, kecerdasan tiap-tiap orang tidak sama.

Jawaban & Analisis Soal 47

Jawaban: E

Bagian kosong diikuti keterangan “Riyan menyela”, artinya Riyan memotong ejekan Rio untuk meredakan suasana. Kalimat yang tepat harus menegur perilaku mengejek dan sekaligus menenangkan Diran. Opsi E memenuhi dua fungsi itu: ada larangan “Jangan begitu” (menegur) dan alasan “kecerdasan tiap-tiap orang tidak sama” (menenangkan). Ini sesuai konteks perbandingan nilai \(9 \gt 5\) yang tidak pantas dijadikan alasan merendahkan orang lain.

Analisis opsi:

A terlalu jauh (langsung menawarkan mengajar), bukan respons utama terhadap ejekan.

B justru menekan Diran, bukan menegur Rio.

C berupa dugaan, tidak menegur ejekan secara tegas.

D membela, tetapi tidak menegur perilaku mengejek secara langsung.

E paling sesuai dengan fungsi “menyela”.


Soal 48

Cermati kutipan cerpen berikut!

Mencurigai. Betapa tidak enaknya perbuatan ini. Bahkan terhadap orang yang patut dicurigai sekalipun. Lebih tidak enak lagi kalau orang itu adalah Parmin tukang kebun yang rajin dan tak banyak cakap itu. Yang kerjanya cekatan, dengan wajah yang senantiasa memancarkan kesabaran. Kadang ia membangkitkan rasa iba, tanpa dia bersikap meminta.

(Parmin, Jujur Prananto)

Kalimat resensi (penilaian) berupa keunggulan cerpen yang sesuai dengan kutipan tersebut adalah ....

A. Cerpen Parmin menarik untuk dibaca karena pengarang mengungkapkan watak tokoh secara analitik sehingga pembaca mengetahui watak tokoh dengan jelas.

B. Cerpen Parmin mengungkapkan tokoh yang bekerja sebagai tukang kebun, tak banyak cakap, tetapi dicurigai oleh orang-orang di sekitarnya.

C. Cerpen tersebut seharusnya tidak langsung mengungkap watak tokoh di awal cerpen supaya pembaca tidak langsung mengetahui watak tokoh.

D. Jujur Prananto merupakan pengarang yang produktif karena karya-karya cerpennya banyak dimuat di media massa.

E. Pengarang cerpen Parmin banyak disukai para penggemarnya karena menggunakan banyak kata berkias.

Jawaban & Analisis Soal 48

Jawaban: A

Kutipan menggambarkan Parmin secara langsung: rajin, tidak banyak cakap, cekatan, sabar, dan membangkitkan rasa iba. Penggambaran langsung seperti ini adalah cara analitik, sehingga watak tokoh mudah dipahami pembaca. Opsi A menilai keunggulan tersebut dengan tepat.

Analisis opsi:

A benar, sesuai cara pengarang mengungkap watak tokoh secara langsung.

B hanya rangkuman isi, bukan penilaian keunggulan.

C kritik/anjuran, bukan keunggulan.

D informasi di luar kutipan.

E tidak sesuai, karena kutipan dominan deskripsi langsung, bukan kata berkias sebagai keunggulan utama.


Soal 49

Bacalah kutipan novel berikut!

Pendidikan budi pekerti perempuan semata-mata ditujukan untuk keperluan laki-laki. Segala sifat lemah itu dijadikan sifat perempuan yang termulia. Perempuan mesti sabar, perempuan mesti lemah lembut, perempuan mesti pendiam. Berjalan tidak boleh lebar-lebar, berbicara dan tertawa tiada boleh keras. Dalam segala hal ia halus.

(Layar Terkembang, STA)

Kalimat berupa kritik yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah ....

A. STA seharusnya memberikan gambaran tokoh yang jelas sehingga mudah dipahami.

B. Adanya penyajian yang melemahkan derajat kaum wanita, yaitu harus tunduk kepada kaum pria.

C. Nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan novel tersebut biasa saja dan sudah sangat umum.

D. Novel tersebut mengandung nilai pendidikan, kepribadian, tanggung jawab, dan religius.

E. Alur ceritanya tidak jelas dan gaya bercerita yang berlebihan terasa membosankan kepada pembaca.

Jawaban & Analisis Soal 49

Jawaban: B

Kutipan menempatkan perempuan untuk “keperluan laki-laki” dan membatasi perilaku perempuan agar lemah, pendiam, dan tidak bebas. Kritik yang sesuai adalah kritik terhadap gagasan yang merendahkan derajat perempuan dan menuntut ketundukan kepada laki-laki. Opsi B tepat karena langsung menyoroti inti masalah dalam kutipan.


Soal 50

Bacalah kutipan berikut!

Karim : ”Tapi aku tidak bisa menjadi pemimpin.”
Anwar : ”Sudah bertahun-tahun berlangsung, sekarang mendadak bilang begitu, apa artinya ini? Kan aku selalu ada. Ini kesempatan yang baik. Orang mendengarkan pidato.”
Karim : ”Tapi itu bukan perkataanku sendiri yang mereka dengar.”
Anwar : ”Peduli apa, yang penting kan mereka, rakyat, semua senang mendengar apa yang kau ucapkan. Dan sementara itu kau mendapat kedudukan yang baik. Kau telah mencapai angan-anganmu.”
Karim : ”Itulah yang aku takutkan. Aku takut segala yang telah kuucapai ini akan lenyap punah kalau mereka tahu.”
Anwar : ”Dan kau sedang berusaha membuat mereka tahu, insya Allah itu. Dengar, tuntutlah seperti biasanya segala nasihatku. Cukup.”
(Bung Besar, Misbach Yusa Biran)

Kalimat tanggapan yang sesuai dengan kutipan drama tersebut adalah ....

A. Konflik cerita mencapai titik klimaks yang menegangkan pembaca.

B. Konflik batin tokoh terus berkepanjangan tanpa penyelesaian.

C. Seorang penakut akan selalu menjadi penurut.

D. Sikap otoriter dan pemaksaan kehendak tidak baik dicontoh.

E. Seorang provokator memang selalu berusaha memengaruhi orang lain.

Jawaban & Analisis Soal 50

Jawaban: D

Dialog menunjukkan Karim ragu, sedangkan Anwar mendesak Karim agar mengikuti arahannya dan menutup dengan “Cukup”, yang bernada memaksa. Tanggapan yang sesuai adalah menilai sikap memaksakan kehendak dan otoriter sebagai sikap yang tidak patut diteladani. Opsi D paling tepat karena langsung menilai aspek sikap dalam kutipan.