Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 1

Harga keempat bilangan kuantum untuk elektron terakhir dari atom \(^{35}_{17}\mathrm{Cl}\) adalah ....

  1. \( n = 3;\ l = 0;\ m = -1;\ s = +\tfrac{1}{2} \)
  2. \( n = 3;\ l = 0;\ m = +1;\ s = -\tfrac{1}{2} \)
  3. \( n = 3;\ l = 1;\ m = +1;\ s = +\tfrac{1}{2} \)
  4. \( n = 3;\ l = 2;\ m = 0;\ s = -\tfrac{1}{2} \)
  5. \( n = 3;\ l = 1;\ m = 0;\ s = -\tfrac{1}{2} \)
Jawaban dan Analisa

Jawaban: E

Konfigurasi elektron \(\mathrm{Cl}\) (nomor atom \(17\)) adalah \(1s^2\,2s^2\,2p^6\,3s^2\,3p^5\). Elektron terakhir berada pada subkulit \(3p\), sehingga \(n = 3\) dan \(l = 1\).

Pada subkulit \(p\) terdapat 3 orbital (\(m = -1, 0, +1\)). Sesuai kaidah Hund, tiga elektron pertama menempati masing-masing orbital dengan spin sejajar, lalu elektron ke-4 dan ke-5 mulai berpasangan (spin berlawanan). Untuk \(3p^5\), elektron ke-5 dapat dipandang sebagai pasangan kedua, yaitu \(m = 0\) dengan \(s = -\tfrac{1}{2}\).

Jadi bilangan kuantumnya: \(n = 3,\ l = 1,\ m = 0,\ s = -\tfrac{1}{2}\) (opsi E). Sebagai pengingat aturan umum: \(0 \le l \lt n\).


Soal 2

Diberikan tabel sifat 2 buah zat sebagai berikut.

Zat Titik leleh (°C) Kelarutan dalam air Konduktivitas listrik
Padatan Lelehan Larutan
M \(-78\) Tidak larut \((-)\) \((-)\) \((-)\)
N \(800\) Larut \((-)\) \((+)\) \((+)\)

Keterangan: \((+)\) = konduktor; \((-)\) = non konduktor

Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa ....

Pilihan Zat M Zat N
A Senyawa kovalen non polar Senyawa ionik
B Senyawa kovalen non polar Senyawa kovalen polar
C Senyawa kovalen non polar Logam
D Senyawa kovalen polar Logam
E Senyawa kovalen polar Senyawa ionik
Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Zat M: titik leleh sangat rendah (\(-78^\circ\mathrm{C}\)), tidak larut dalam air, dan tidak menghantarkan listrik pada padatan/lelehan/larutan. Ciri ini sesuai dengan senyawa kovalen molekul yang umumnya non-elektrolit, dan karena tidak larut dalam air maka paling cocok kovalen non polar.

Zat N: titik leleh tinggi (\(800^\circ\mathrm{C}\)), padatan tidak menghantarkan (\((-)\)) tetapi lelehan dan larutan menghantarkan (\((+)\)). Ini ciri khas senyawa ionik: ion tidak bebas bergerak saat padat, namun bebas bergerak saat meleleh/terlarut sehingga menghantarkan listrik.

Maka kesimpulannya: Zat M kovalen non polar dan Zat N ionik (opsi A).


Soal 3

Berikut tabel data unsur dan nomor atomnya.

Unsur Nomor Atom
K\(9\)
L\(17\)
M\(35\)
Z\(53\)

Grafik yang menunjukkan kecenderungan keelektronegatifan dari unsur-unsur tersebut adalah ....

Screenshot_27-2-2026_13562__20260227_135915.jpeg
Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Nomor atom \(9, 17, 35, 53\) berada dalam satu golongan (halogen): \(\mathrm{F, Cl, Br, I}\). Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom membesar dan gaya tarik inti efektif terhadap elektron ikatan menurun, sehingga keelektronegatifan menurun.

Artinya urutan kecenderungan: \( \chi_K \gt \chi_L \gt \chi_M \gt \chi_Z \), sehingga grafik yang benar adalah grafik menurun (opsi A).


Soal 4

Diketahui unsur X dan Z memiliki konfigurasi elektron sebagai berikut.

X : \([Ar]\,4s^2\,3d^6\)
Z : \([Ne]\,3s^2\,3p^5\)

Apabila X dan Z bersenyawa, rumus senyawa yang terbentuk adalah ....

  1. \(\mathrm{X_3Z}\)
  2. \(\mathrm{X_3Z_2}\)
  3. \(\mathrm{X_2Z}\)
  4. \(\mathrm{X_2Z_3}\)
  5. \(\mathrm{XZ_3}\)
Jawaban dan Analisa

Jawaban: E

Unsur Z berkonfigurasi \([Ne]\,3s^2\,3p^5\) berarti memiliki 7 elektron valensi dan cenderung menerima 1 elektron menjadi \(\mathrm{Z^-}\).

Unsur X berkonfigurasi \([Ar]\,4s^2\,3d^6\) (logam transisi). Agar lebih stabil, X dapat melepaskan 3 elektron (2 dari \(4s\) dan 1 dari \(3d\)) sehingga menjadi \(\mathrm{X^{3+}}\) dengan konfigurasi \(3d^5\) yang relatif stabil.

Untuk menetralkan muatan: \(\mathrm{X^{3+}}\) memerlukan 3 ion \(\mathrm{Z^-}\), sehingga rumus senyawanya \(\mathrm{XZ_3}\) (opsi E).


Soal 5

Besi dapat bereaksi dengan oksigen membentuk besi (II) oksida dengan perbandingan massa sebagai berikut.

Massa (gram) FeO
Fe O
\(7\)\(10\)\(9\)
\(14\)\(4\)\(18\)
\(16\)\(4\)\(18\)
\(10\)\(2\)\(9\)

Berdasarkan data tersebut perbandingan massa Fe dengan O dalam senyawa tersebut adalah ....

  1. \(2 : 1\)
  2. \(7 : 2\)
  3. \(7 : 3\)
  4. \(7 : 4\)
  5. \(7 : 8\)
Jawaban dan Analisa

Jawaban: B

Pilih baris yang menunjukkan reaksi berlangsung tepat membentuk FeO tanpa informasi sisa yang membingungkan; baris kedua sangat konsisten: massa Fe \(= 14\) gram dan massa O \(= 4\) gram menghasilkan FeO \(= 18\) gram (massa produk = massa pereaksi yang bereaksi).

Maka perbandingan massa Fe : O dalam FeO adalah \(14 : 4\). Sederhanakan dengan membagi 2: \(14 : 4 = 7 : 2\).

Jadi perbandingan massa Fe dengan O adalah \(7 : 2\) (opsi B).