Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 46

Anak ayam berpuluh-puluh
Buat barisan di tepi jalan
[ … ]
[ … ]

Isian yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …

  1. Sebagai alat penerang jalan
    Malam hari pancarkan suluh
  2. Tuntut ilmu bersungguh-sungguh
    Sebagai bekal hari kemudian
  3. Pakai baju jangan lusuh
    Pakai celana jangan kesopanan
  4. Obat ini sangat ampuh
    Dijual di pinggir trotoar
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi:

  • A: Rima akhirnya menjadi “puluh-puluh” (uh) – “jalan” (an) – “jalan” (an) – “suluh” (uh) sehingga polanya abba, bukan pola pantun yang umum abab.
  • B: Rima selaras abab: “puluh-puluh” (uh) berpasangan dengan “bersungguh-sungguh” (uh), dan “jalan” (an) berpasangan dengan “kemudian” (an). Selain itu, isi pantun (larik 3–4) menjadi nasihat yang padu: belajar sungguh-sungguh sebagai bekal.
  • C: Rima memang bisa terbaca selaras, tetapi isi pantun menjadi kurang kuat sebagai pesan (hanya soal berpakaian) dan frasa “jangan kesopanan” terasa janggal secara makna.
  • D: Rima tidak sesuai karena “trotoar” berakhir bunyi (ar) yang tidak berpadu dengan “jalan” (an).

Soal 47

Senja yang kelabu …
Mentari sembunyi di balik awan
Pepohonan enggan bergerak
[ … ]

Larik bermajas untuk melengkapi bait puisi tersebut adalah …

  1. Satwa digiring ke kandang
  2. Burung diam membisu
  3. Dahan mulai mengering
  4. Camar beterbangan
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi:

  • A: Lebih berupa peristiwa biasa; tidak memperkuat suasana “senja kelabu” dan “enggan bergerak”.
  • B: Mengandung majas personifikasi: “burung diam membisu” (burung seolah-olah bisa “membisu”). Selaras dengan suasana hening dan muram pada larik sebelumnya.
  • C: Lebih mengarah ke kondisi fisik dahan, bukan penguatan suasana senja/hening; majasnya juga tidak sekuat opsi B.
  • D: “Camar beterbangan” justru memberi kesan ramai/bergerak, bertentangan dengan “pepohonan enggan bergerak”.

Soal 48

Kembang melati, putih [ … ]
Sembah harummu
Ingin rasa hati tuk memetikmu
Kau kuselipkan di [ … ]

Kata yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah …

  1. merah, rambutku
  2. hatimu, telingaku
  3. warnamu, rambutku
  4. daunmu, telinga
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis opsi:

  • A: Tidak tepat karena melati identik dengan warna putih; “putih merah” juga rancu.
  • B: “putih hatimu” tidak logis (melati tidak memiliki “hati”); “telingaku” juga kurang wajar untuk tempat menyelipkan bunga.
  • C: Paling padu: “putih warnamu” jelas dan wajar, lalu “kuselipkan di rambutku” sesuai kebiasaan menyelipkan bunga.
  • D: “putih daunmu” tidak tepat (yang putih adalah bunga), dan “di telinga” kurang lengkap/kurang wajar dibanding “di rambutku”.

Soal 49

Screenshot_16-1-2026_112717__20260116_112728.jpeg

Puisi yang temanya sesuai dengan gambar tersebut adalah …

  1. Danau teduh nan biru
    Di tengah kedamaian
    Pucuk-pucuk pinus
    Takjubku pada-Mu selalu
  2. Tenggelam malam
    Lusuh anak jalanan
    Kaki buatan nasi
    Sejimpit tiada iri
  3. Setia jalankan tugas-Mu
    Pancarkan sinar bertebar mekar
    Aku iri denganmu
    Sampai kapan aku menemu
  4. Jalan sendiri
    Terangi bumi pertiwi sehari
    Aku ingin berdiri
    Kelak akan mati
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi:

  • A: Selaras dengan gambar pemandangan alam (danau/pegunungan/pohon) dan nuansa hening–damai (“kedamaian”, “pucuk-pucuk pinus”).
  • B: Temanya sosial (anak jalanan), tidak sesuai dengan gambar pemandangan alam.
  • C: Lebih berupa motivasi/tugas dan rasa iri, tidak mengarah pada deskripsi suasana alam pada gambar.
  • D: Lebih bernuansa refleksi eksistensial (“kelak akan mati”), tidak spesifik menggambarkan tema pemandangan alam.

Soal 50

Dialog drama:

(1) Suami : Dompet itu telah kau bawa?
(2) Istri : Ya.
(3) Suami : Tak seorang pun mengikutimu?
(4) Istri : Tidak. Aku sendiri pun tak bisa lari cepat.
(5) Suami : [ … ]
(6) Istri : Tidak ada yang mendorong. Wanita tua itu menaruh dompet di dekat jariku. Ketika aku mengambilnya dia tidak memperhatikanku.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog drama tersebut adalah …

  1. Apakah kamu tidak takut kepada orang itu?
  2. Apa yang mendorongmu melakukan semua itu?
  3. Siapa yang hendak melakukan semua itu?
  4. Tidak ada yang melihatmu waktu itu kan?
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi:

  • A: Jika pertanyaannya “takut”, jawaban yang wajar adalah “tidak takut/aku takut”, bukan “Tidak ada yang mendorong.”
  • B: Paling tepat karena jawaban istri langsung menanggapi sebab/dorongan: “Tidak ada yang mendorong …” lalu ia menjelaskan situasi yang membuatnya mengambil dompet.
  • C: Pertanyaannya tentang “siapa”, sedangkan jawaban istri bukan menyebut orang, tetapi menjelaskan kesempatan/keadaan.
  • D: Sebagian bisa nyambung, tetapi pembuka jawaban “Tidak ada yang mendorong” lebih tepat sebagai respons terhadap “apa yang mendorong”, bukan “ada yang melihat atau tidak”.