Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 41

Bacalah kutipan novel berikut kemudian kerjakan soal nomor \(41\) dan \(42\)!

Sardi laki-laki berusia \(50\) tahun sedang gelisah di tempat duduknya. Beberapa kali topi dipasang ke kepalanya dan dilepaskan lagi tanpa tujuan tertentu. Akhirnya Sardi keluar mengambil sesuatu di bagasi motornya. Sebuah botol pepsi dibawanya masuk. Penantian yang menggelisahkan harus ditemani minuman, pikirnya. Minuman keras itu ditenggak langsung dari botolnya. Kamu tidak mengatakan Senintil ada di rumah. Lalu di manakah dia? Tanya Sardi sambil meletakkan botolnya dengan kasar.

Bukti nilai moral yang terkandung dalam novel tersebut adalah ...

  1. Sardi sedang gelisah di tempat duduknya.
  2. Minuman keras diambil dari motornya.
  3. Minuman keras ditenggak langsung dari botol.
  4. Sardi beberapa kali memasang topi.
Analisa & Jawaban

Nilai moral biasanya berupa pesan baik-buruk yang dapat diteladani atau dihindari (misalnya perilaku yang tidak patut).

A hanya menggambarkan keadaan (gelisah), bukan nilai moral.

B hanya peristiwa mengambil botol, belum menunjukkan pesan moral yang tegas.

C menunjukkan perilaku yang tidak baik: meminum minuman keras (bahkan ditenggak langsung). Ini paling jelas memuat pesan moral yang dapat dipetik (minuman keras bukan solusi).

D hanya kebiasaan memasang topi berulang (tanda gelisah), bukan nilai moral.

Jawaban: C


Soal 42

Watak tokoh Sardi dalam cerita tersebut adalah ...

  1. sombong, penakut
  2. tidak sabar, kasar
  3. pemarah, sabar
  4. kesal, pembenci
Analisa & Jawaban

Bukti watak dari kutipan:

  • “sedang gelisah” dan “penantian yang menggelisahkan” menunjukkan ia tidak tenang dan cenderung tidak sabar.
  • “meletakkan botolnya dengan kasar” menunjukkan sikap kasar.
  • Pertanyaan bernada menekan “Kamu tidak mengatakan ... Lalu di manakah dia?” menguatkan kesan tidak sabar.

A tidak ada bukti ia sombong atau penakut.

B paling sesuai dengan bukti: gelisah menunggu (tidak sabar) dan bertindak kasar.

C bertentangan karena “sabar” tidak tampak.

D “pembenci” tidak ada bukti; “kesal” ada nuansa, tetapi opsi ini tidak sekuat bukti “kasar”.

Jawaban: B


Soal 43

Bacalah kutipan naskah berikut dengan saksama, kemudian kerjakan soal nomor \(43\) dan \(44\)!

Razak : Sebentar sebentar, kamu tadi mendengar tidak suara orang menangis.
Amir : Ah, Zak kamu jangan terlalu mengkhawatirkan suara-suara itu. (sambil memegang tengkuknya).
Siti : Zak, Zak kamu jangan suka membuat hati orang berdebar-debar.
Rozak : Ini benar, tadi aku mendengar suara perempuan yang menangis. Dari sana (jari menunjuknya menunjuk ke arah bunga kamboja yang tumbuh rimbun disinari rembulan).
Siti : Sudah, sudah. Kalau begini caranya lebih baik aku pulang saja.

Semua yang tergambar dalam kutipan drama tersebut adalah ...

  1. senang
  2. haru
  3. tegang
  4. takut
Analisa & Jawaban

Dialog menunjukkan suasana tidak nyaman: ada suara perempuan menangis, tokoh lain menegur agar tidak membuat “hati berdebar-debar”, dan Siti ingin pulang. Ini membangun suasana tegang (ada kecurigaan/ketidakpastian yang membuat cemas).

A tidak sesuai.

B “haru” tidak tampak, karena bukan suasana menyentuh, melainkan mencekam.

C paling tepat: ketidakpastian + rasa cemas → tegang.

D “takut” mungkin ada, tetapi yang paling menggambarkan keseluruhan adalah tegang (karena ada debat dan keresahan, belum jelas objek yang menakutkan).

Jawaban: C


Soal 44

Latar waktu yang tergambar dalam kutipan drama tersebut adalah ...

  1. pagi hari
  2. senja hari
  3. sore hari
  4. malam hari
Analisa & Jawaban

Di kutipan ada petunjuk “disinari rembulan”. Rembulan (bulan) terlihat pada malam hari, sehingga latar waktunya malam.

Jawaban: D


Soal 45

Pak Heru sudah lama memperhatikan pak Gatot. Pak Heru berpendapat kalau Pak Gatot orangnya pendiam tetapi teliti dalam pekerjaannya. Lain halnya dengan Pak Martono yang kerjanya cepat tetapi hasilnya kurang memuaskan.

Pantun yang tepat untuk melukiskan Pak Gatot adalah...

  1. Naik ke gunung mencari batu
    Bawa surat dari paman
    Bekerja saling membantu
    Pekerjaan berat jadi ringan
  2. Kayu kering api membara
    Pepaya muda masih mengkal
    Bekerja dengan sedikit bicara
    Pastilah hasilnya maksimal
  3. Dua ditambah dua empat
    Ambil bambu buat tusukan
    Bekerjalah dengan cepat
    Agar hasilnya memuaskan
  4. Ada tamu bawa ubin
    Kunyit putih dibuat jamu
    Jika kamu jadi pemimpin
    Perhatikan anak buahmu
Analisa & Jawaban

Gambaran Pak Gatot: pendiam (sedikit bicara) tetapi teliti, hasil kerja memuaskan.

A menekankan kerja sama, bukan sifat pendiam-teliti.

B tepat: “bekerja dengan sedikit bicara” sesuai pendiam, dan “hasilnya maksimal” sesuai teliti.

C menggambarkan kerja cepat, justru lebih cocok untuk Pak Martono.

D tentang pemimpin memperhatikan bawahan, tidak relevan.

Jawaban: B