Penekanan Maksud Frasa/Kalimat
- Penekanan Sikap (Attitude/Inisiatif)
- Penekanan Intensitas (Keseriusan)
- Penekanan Kualitas/Cara (Prosedural)
- Penekanan Batas/Syarat (Eksklusivitas)
- Penekanan Waktu (Urgensi)
Sikap atau Nada Penulis
- Nada Kritis (Skeptis/Menentang)
- Nada Optimis (Mendukung/Positif)
- Nada Khawatir (Cemas/Pessimistis)
- Nada Objektif (Netral/Informatif)
- Nada Persuasif (Mengajak/Menghimbau)
- Nada Sinis (Sarkastis)
- Nada Empati (Simpatik)
Prediksi Kelanjutan Teks
- Pola Rincian Solusi
- Pola Dampak atau Konsekuensi
- Pola Contoh atau Studi Kasus
Asumsi Penulis
- Asumsi Masalah (Eksistensi Masalah)
- Asumsi Efektivitas (Keyakinan pada Solusi)
- Asumsi Kausalitas (Sebab-Akibat)
- Asumsi Tanggung Jawab (Peran Aktor)
Simpulan Tersirat
- Pola Hubungan Sebab-Akibat (Kausalitas)
- Pola Kondisi Ideal vs. Realitas (Solutif)
- Pola Prediksi atau Konsekuensi Logis
- Pola Generalisasi (Penyimpulan Umum)
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Platform digital diminta menindak konten berbahaya tanpa perlu menunggu arahan resmi dari pemerintah.
2. Pemerintah akan mengawasi distribusi bantuan dengan pengawasan ekstra ketat di setiap daerah.
3. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan terukur agar hasilnya akurat.
4. Program subsidi hanya diberikan selama memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
5. Penanganan krisis ini harus dilakukan secepat mungkin tanpa penundaan.
6. Kebijakan tersebut dinilai publik masih menyisakan banyak tanda tanya.
7. Banyak pihak meyakini langkah ini membuka peluang besar bagi perbaikan ekonomi.
8. Para orang tua merasa ada risiko serius yang tidak boleh diabaikan dalam kebijakan tersebut.
9. Data yang dirilis kementerian menunjukkan fakta berdasarkan hasil survei nasional.
10. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan.
11. Ia kembali berjanji akan menuntaskan proyek itu, seolah-olah janji sebelumnya sudah benar-benar terpenuhi.
12. Pemerintah menyampaikan belasungkawa dan menyatakan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah tersebut.
13. Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi yang terperinci.
14. Jika regulasi ini dilanggar, dampaknya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin.
15. Salah satu contoh penerapan kebijakan ini terlihat pada program percontohan di tiga kota besar.
16. Kebijakan baru ini lahir dari keyakinan bahwa masalah gizi buruk memang nyata dan mendesak.
17. Pemerintah percaya kebijakan tersebut akan efektif menekan angka pelanggaran dalam jangka panjang.
18. Kenaikan harga dinilai terjadi karena terganggunya distribusi bahan pokok akibat cuaca ekstrem.
19. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pemangku kepentingan memiliki peran yang tidak dapat diabaikan dalam menyelesaikan persoalan ini.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Artinya tidak menunggu perintah terlebih dahulu.
2. Dengan sangat serius / sangat ketat.
Menekankan intensitas pengawasan yang tinggi.
3. Secara prosedural dan teratur.
Menunjukkan cara kerja yang runtut dan sesuai langkah.
4. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menunjukkan batas atau kondisi tertentu.
5. Segera / bersifat mendesak.
Menekankan urgensi waktu.
6. Diragukan / dipertanyakan.
Menunjukkan sikap kritis atau skeptis.
7. Memberi harapan / bernada optimis.
Menunjukkan keyakinan positif terhadap dampak.
8. Mengandung kekhawatiran besar.
Menunjukkan rasa cemas atau pesimistis.
9. Berdasarkan fakta objektif.
Menunjukkan sikap netral dan informatif.
10. Mengajak / menghimbau bersama.
Menunjukkan nada persuasif.
11. Bernada sindiran / sarkastis.
Menunjukkan sikap sinis terhadap janji sebelumnya.
12. Menunjukkan rasa empati / simpati.
Menyatakan turut merasakan kesedihan.
13. Akan diikuti dengan rincian solusi.
Mengarah pada pola kelanjutan berupa langkah-langkah pemecahan.
14. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu tindakan.
15. Akan diikuti contoh konkret atau studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi nyata penerapan kebijakan.
16. Mengasumsikan masalah itu memang ada.
Asumsi eksistensi masalah.
17. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
18. Mengasumsikan hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan bahwa satu hal menyebabkan hal lain.
19. Mengasumsikan adanya tanggung jawab bersama.
Menekankan peran aktor dalam penyelesaian masalah.
No 2
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dan terdokumentasi agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
2. Banyak pihak meyakini kebijakan ini membuka peluang besar bagi kemajuan ekonomi daerah.
3. Bantuan tersebut hanya dapat diberikan sepanjang seluruh persyaratan administratif terpenuhi.
4. Penanganan wabah harus dilakukan segera tanpa penundaan sedikit pun.
5. Sejumlah akademisi menilai kebijakan itu masih menyisakan sejumlah persoalan mendasar.
6. Para orang tua merasa kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko yang tidak kecil.
7. Sekolah diminta mengambil langkah atas inisiatif sendiri tanpa menunggu instruksi lanjutan.
8. Pemerintah akan menindak pelanggaran dengan tindakan tegas tanpa kompromi.
9. Laporan tersebut disusun berdasarkan data survei nasional terbaru.
10. Kenaikan harga dinilai terjadi akibat terganggunya distribusi bahan pokok.
11. Ia kembali menjanjikan perubahan besar, seolah-olah janji sebelumnya telah terbukti nyata.
12. Pemerintah menyampaikan dukungan dan menyatakan turut merasakan kesulitan yang dialami masyarakat.
13. Untuk mengatasi persoalan ini, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi secara rinci dan bertahap.
14. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga stabilitas lingkungan.
15. Jika aturan ini dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.
16. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan mendesak.
17. Salah satu penerapan kebijakan ini dapat dilihat pada program percontohan di tiga kabupaten.
18. Pemerintah percaya kebijakan ini akan efektif menekan angka pelanggaran dalam jangka panjang.
19. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan dalam menyelesaikan persoalan ini.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Secara prosedural dan sistematis.
Menekankan cara pelaksanaan yang runtut dan sesuai aturan.
2. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan keyakinan positif terhadap dampak kebijakan.
3. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menekankan batas atau kondisi tertentu.
4. Bersifat mendesak / sangat urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
5. Bernada kritis / meragukan.
Menunjukkan sikap skeptis terhadap kebijakan.
6. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan potensi risiko yang dikhawatirkan.
7. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menekankan sikap atau inisiatif tanpa menunggu perintah.
8. Dengan sangat serius / tanpa toleransi.
Menunjukkan intensitas tindakan yang tinggi.
9. Bersifat objektif / berbasis fakta.
Menunjukkan informasi netral berdasarkan data.
10. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
11. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
12. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan kesulitan.
13. Akan diikuti rincian solusi atau langkah konkret.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa pemecahan masalah.
14. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.
15. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari pelanggaran.
16. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Asumsi eksistensi masalah.
17. Akan diikuti contoh konkret / studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi penerapan kebijakan.
18. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
19. Mengasumsikan adanya tanggung jawab bersama.
Menunjukkan peran aktor dalam penyelesaian masalah.
No 3
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Bantuan sosial hanya diberikan apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi sepenuhnya.
2. Evaluasi program dilakukan melalui prosedur yang terukur dan bertahap.
3. Banyak pengamat menilai kebijakan ini membawa harapan baru bagi perbaikan sistem pendidikan.
4. Permasalahan ini harus diselesaikan secepat mungkin tanpa penundaan.
5. Sejumlah pihak berpendapat kebijakan tersebut masih menyisakan berbagai kelemahan mendasar.
6. Sekolah diimbau bertindak atas kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah lanjutan.
7. Warga merasa kebijakan itu berpotensi menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan.
8. Laporan tersebut disusun berdasarkan hasil survei dan data resmi pemerintah.
9. Penurunan produksi terjadi karena terganggunya distribusi bahan baku.
10. Pemerintah akan menindak pelanggaran dengan sangat tegas dan tanpa kompromi.
11. Pemerintah menyatakan turut merasakan beban yang dialami masyarakat akibat kenaikan harga.
12. Untuk mengatasi persoalan ini, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana kerja secara rinci.
13. Masyarakat diharapkan untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum.
14. Ia kembali menjanjikan reformasi besar, seolah-olah janji sebelumnya sudah benar-benar terbukti.
15. Jika aturan ini dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin.
16. Salah satu penerapan kebijakan tersebut terlihat pada program percontohan di beberapa kota.
17. Pemerintah percaya kebijakan ini akan mampu menekan angka pelanggaran secara signifikan.
18. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan perlu segera ditangani.
19. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan dalam penyelesaian masalah ini.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menekankan batas atau kondisi tertentu (eksklusivitas).
2. Secara sistematis dan prosedural.
Menekankan cara pelaksanaan yang runtut.
3. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan dukungan dan keyakinan positif.
4. Bersifat mendesak / urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
5. Bernada kritis / meragukan.
Menunjukkan sikap skeptis terhadap kebijakan.
6. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menekankan sikap atau inisiatif.
7. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan potensi risiko yang ditakutkan.
8. Bersifat objektif / berbasis fakta.
Menunjukkan sikap netral dan informatif.
9. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
10. Dengan sangat serius / tanpa toleransi.
Menunjukkan intensitas atau keseriusan tinggi.
11. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan.
12. Akan diikuti rincian solusi.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa langkah pemecahan.
13. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.
14. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
15. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu tindakan.
16. Akan diikuti contoh konkret / studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi nyata.
17. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
18. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Asumsi eksistensi masalah.
19. Mengasumsikan adanya tanggung jawab bersama.
Menunjukkan peran aktor dalam penyelesaian masalah.
No 4
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Bantuan hanya diberikan selama seluruh ketentuan telah dipenuhi sepenuhnya.
2. Penilaian dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan terukur agar hasilnya akurat.
3. Banyak pihak menilai kebijakan ini membuka peluang besar bagi perbaikan layanan publik.
4. Penurunan produksi terjadi karena terganggunya distribusi bahan baku.
5. Pemerintah akan menindak pelanggaran dengan sangat tegas tanpa toleransi.
6. Pemerintah menyampaikan dukungan dan menyatakan turut merasakan beban yang dialami masyarakat.
7. Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi secara rinci dan bertahap.
8. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum.
9. Persoalan ini harus diselesaikan segera tanpa penundaan sedikit pun.
10. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut masih menyisakan banyak pertanyaan mendasar.
11. Sekolah diminta bertindak atas inisiatif sendiri tanpa menunggu arahan lanjutan.
12. Warga merasa kebijakan itu berpotensi menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan.
13. Laporan tersebut disusun berdasarkan data survei nasional terbaru.
14. Ia kembali berjanji akan melakukan perubahan besar, seolah-olah janji sebelumnya telah terbukti nyata.
15. Jika aturan ini dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin.
16. Salah satu penerapan kebijakan ini terlihat pada program percontohan di tiga kota besar.
17. Pemerintah percaya kebijakan tersebut akan mampu menekan angka pelanggaran secara signifikan.
18. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan mendesak.
19. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan dalam penyelesaian persoalan ini.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menekankan batas atau kondisi tertentu (eksklusivitas).
2. Secara prosedural dan sistematis.
Menunjukkan cara pelaksanaan yang runtut dan sesuai aturan.
3. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan sikap mendukung dan keyakinan positif.
4. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
5. Dengan sangat serius / tanpa kompromi.
Menunjukkan intensitas atau keseriusan tinggi.
6. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan kesulitan.
7. Akan diikuti rincian solusi atau langkah konkret.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa pemecahan masalah.
8. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.
9. Bersifat mendesak / urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
10. Bernada kritis / skeptis.
Menunjukkan keraguan atau penolakan halus.
11. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menekankan sikap atau inisiatif tanpa menunggu perintah.
12. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan potensi risiko yang ditakutkan.
13. Bersifat objektif / berbasis fakta.
Menunjukkan informasi netral berdasarkan data.
14. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
15. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu tindakan.
16. Akan diikuti contoh konkret atau studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi nyata penerapan kebijakan.
17. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
18. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Asumsi eksistensi masalah.
19. Mengasumsikan adanya tanggung jawab bersama.
Menunjukkan peran aktor dalam penyelesaian masalah.
No 5
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan tidak bisa diabaikan.
2. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab yang tidak dapat dilepaskan dalam menyelesaikan krisis ini.
3. Laporan tersebut disusun berdasarkan data statistik resmi yang telah diverifikasi.
4. Banyak kalangan menilai program ini memberi harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
5. Evaluasi dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan terencana agar hasilnya akurat.
6. Sekolah diminta bertindak atas kesadaran sendiri tanpa menunggu instruksi tambahan.
7. Sejumlah warga merasa kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko yang mengkhawatirkan.
8. Pemerintah menyatakan turut merasakan kesulitan yang dialami masyarakat kecil akibat kenaikan harga.
9. Untuk mengatasi persoalan ini, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun strategi penanganan secara rinci dan bertahap.
10. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan ketertiban umum.
11. Persoalan ini harus ditangani segera tanpa penundaan lebih lanjut.
12. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut masih menyisakan berbagai kelemahan mendasar.
13. Penurunan daya beli terjadi karena meningkatnya harga kebutuhan pokok.
14. Pemerintah akan menindak pelanggaran dengan sangat tegas dan tanpa kompromi.
15. Bantuan hanya diberikan apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi sepenuhnya.
16. Ia kembali menjanjikan perubahan besar, seolah-olah janji sebelumnya sudah benar-benar terpenuhi.
17. Jika aturan ini dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin.
18. Salah satu penerapan kebijakan ini terlihat pada program percontohan di beberapa daerah.
19. Pemerintah percaya kebijakan tersebut akan efektif menekan angka pelanggaran dalam jangka panjang.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Menunjukkan asumsi eksistensi masalah.
2. Mengasumsikan adanya tanggung jawab aktor tertentu.
Menekankan peran pihak yang terlibat.
3. Bersifat objektif dan berbasis fakta.
Menunjukkan sikap netral dan informatif.
4. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan dukungan dan keyakinan positif.
5. Secara prosedural dan sistematis.
Menekankan kualitas atau cara pelaksanaan.
6. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menunjukkan penekanan sikap atau inisiatif.
7. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan potensi risiko yang ditakutkan.
8. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan kesulitan.
9. Akan diikuti rincian solusi atau langkah konkret.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa pemecahan masalah.
10. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.
11. Bersifat mendesak / urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
12. Bernada kritis / skeptis.
Menunjukkan keraguan atau penolakan halus.
13. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
14. Dengan sangat serius / tanpa toleransi.
Menunjukkan intensitas atau keseriusan tinggi.
15. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menunjukkan batas atau kondisi tertentu (eksklusivitas).
16. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
17. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu tindakan.
18. Akan diikuti contoh konkret / studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi penerapan kebijakan.
19. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Menunjukkan keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
No 6
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dan terdokumentasi dengan jelas.
2. Pemerintah menegaskan bahwa setiap instansi memiliki tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan dalam pelaksanaan program ini.
3. Laporan tersebut disusun berdasarkan hasil survei nasional yang telah diverifikasi.
4. Banyak kalangan menilai kebijakan ini memberikan peluang besar bagi peningkatan kualitas layanan.
5. Sekolah diminta bertindak atas inisiatif sendiri tanpa menunggu instruksi tambahan.
6. Sejumlah warga menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan.
7. Pemerintah menyampaikan dukungan dan menyatakan turut merasakan beban yang dialami masyarakat kecil.
8. Untuk mengatasi persoalan ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi secara rinci dan bertahap.
9. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan mendesak.
10. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan ketertiban lingkungan.
11. Permasalahan ini harus diselesaikan segera tanpa penundaan lebih lanjut.
12. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut masih menyisakan berbagai kelemahan mendasar.
13. Ia kembali menjanjikan perubahan besar, seolah-olah janji sebelumnya sudah benar-benar terbukti.
14. Jika aturan ini dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin.
15. Penurunan produksi terjadi karena terganggunya distribusi bahan baku.
16. Pemerintah akan menindak pelanggaran dengan sangat tegas tanpa kompromi.
17. Bantuan hanya diberikan apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi sepenuhnya.
18. Salah satu penerapan kebijakan ini terlihat pada program percontohan di beberapa daerah.
19. Pemerintah percaya kebijakan tersebut akan efektif menekan angka pelanggaran dalam jangka panjang.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Secara prosedural dan sistematis.
Menekankan kualitas atau cara pelaksanaan yang runtut.
2. Mengasumsikan adanya tanggung jawab aktor tertentu.
Menunjukkan peran pihak dalam pelaksanaan kebijakan.
3. Bersifat objektif dan berbasis fakta.
Menunjukkan sikap netral/informatif.
4. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan dukungan dan keyakinan positif.
5. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menunjukkan penekanan sikap atau inisiatif.
6. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan potensi risiko yang ditakutkan.
7. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan.
8. Akan diikuti rincian solusi atau langkah konkret.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa pemecahan masalah.
9. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Menunjukkan asumsi eksistensi masalah.
10. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.
11. Bersifat mendesak / urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
12. Bernada kritis / skeptis.
Menunjukkan keraguan atau penilaian negatif.
13. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
14. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu tindakan.
15. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
16. Dengan sangat serius / tanpa toleransi.
Menunjukkan intensitas atau keseriusan tinggi.
17. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menunjukkan batas atau kondisi tertentu (eksklusivitas).
18. Akan diikuti contoh konkret atau studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi penerapan kebijakan.
19. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Menunjukkan keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
No 7
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Audit internal dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan terdokumentasi secara rinci.
2. Pemerintah menegaskan bahwa setiap lembaga memiliki tanggung jawab yang tidak dapat dialihkan dalam pelaksanaan program ini.
3. Laporan tersebut disusun berdasarkan data statistik resmi yang telah diverifikasi.
4. Banyak pihak menilai kebijakan ini membawa harapan besar bagi perbaikan layanan publik.
5. Pemerintah akan menindak pelanggaran dengan sangat tegas tanpa kompromi sedikit pun.
6. Bantuan hanya diberikan apabila seluruh persyaratan administratif dipenuhi sepenuhnya.
7. Penerapan kebijakan ini dapat diamati pada program percontohan di beberapa kota besar.
8. Pemerintah percaya langkah tersebut akan efektif menekan angka pelanggaran secara signifikan.
9. Sekolah diminta bertindak atas inisiatif sendiri tanpa menunggu arahan lanjutan.
10. Sejumlah warga menilai kebijakan itu berpotensi menimbulkan risiko yang tidak kecil.
11. Pemerintah menyampaikan dukungan dan menyatakan turut merasakan kesulitan yang dialami masyarakat.
12. Untuk mengatasi persoalan ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi secara bertahap dan terperinci.
13. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan mendesak.
14. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan stabilitas lingkungan.
15. Persoalan ini harus diselesaikan segera tanpa penundaan lebih lanjut.
16. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut masih menyisakan berbagai kelemahan mendasar.
17. Ia kembali menjanjikan perubahan besar, seolah-olah janji sebelumnya sudah benar-benar terbukti.
18. Jika aturan ini dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.
19. Penurunan daya beli terjadi karena meningkatnya harga kebutuhan pokok.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Secara prosedural dan sistematis.
Menunjukkan cara pelaksanaan yang runtut dan sesuai langkah.
2. Mengasumsikan adanya tanggung jawab aktor tertentu.
Menekankan peran pihak dalam pelaksanaan kebijakan.
3. Bersifat objektif / berbasis fakta.
Menunjukkan sikap netral dan informatif.
4. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan dukungan dan keyakinan positif.
5. Dengan sangat serius / tanpa toleransi.
Menunjukkan intensitas atau keseriusan tinggi.
6. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menunjukkan batas atau kondisi tertentu (eksklusivitas).
7. Akan diikuti contoh konkret atau studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi penerapan kebijakan.
8. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Menunjukkan keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
9. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menekankan sikap atau inisiatif.
10. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan potensi risiko yang ditakutkan.
11. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan kesulitan.
12. Akan diikuti rincian solusi atau langkah konkret.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa pemecahan masalah.
13. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Menunjukkan asumsi eksistensi masalah.
14. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.
15. Bersifat mendesak / urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
16. Bernada kritis / skeptis.
Menunjukkan penilaian meragukan atau menentang.
17. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
18. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu tindakan.
19. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
No 8
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Sejumlah warga menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan.
2. Proses evaluasi dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan terdokumentasi dengan jelas.
3. Pemerintah menegaskan bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab yang tidak dapat dilepaskan dalam pelaksanaan program ini.
4. Banyak kalangan menilai kebijakan ini membawa harapan besar bagi perbaikan kondisi ekonomi.
5. Aparat akan menindak pelanggaran dengan sangat tegas tanpa kompromi sedikit pun.
6. Laporan tersebut disusun berdasarkan data statistik resmi yang telah diverifikasi.
7. Bantuan hanya diberikan apabila seluruh persyaratan administratif dipenuhi sepenuhnya.
8. Penerapan kebijakan ini dapat dilihat pada program percontohan di beberapa daerah.
9. Pemerintah percaya langkah tersebut akan efektif menekan angka pelanggaran secara signifikan.
10. Sekolah diminta bertindak atas inisiatif sendiri tanpa menunggu arahan lanjutan.
11. Pemerintah menyampaikan dukungan dan menyatakan turut merasakan kesulitan yang dialami masyarakat.
12. Untuk mengatasi persoalan ini, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi secara rinci dan bertahap.
13. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan mendesak.
14. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga stabilitas lingkungan.
15. Permasalahan ini harus ditangani segera tanpa penundaan lebih lanjut.
16. Ia kembali menjanjikan perubahan besar, seolah-olah janji sebelumnya sudah benar-benar terpenuhi.
17. Jika aturan ini dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin.
18. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut masih menyisakan berbagai kelemahan mendasar.
19. Penurunan produksi terjadi karena terganggunya distribusi bahan baku.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan kekhawatiran terhadap kemungkinan dampak negatif.
2. Secara prosedural dan sistematis.
Menunjukkan cara pelaksanaan yang runtut dan teratur.
3. Mengasumsikan adanya tanggung jawab aktor tertentu.
Menekankan peran pihak dalam pelaksanaan kebijakan.
4. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan sikap mendukung dan keyakinan positif.
5. Dengan sangat serius / tanpa toleransi.
Menunjukkan intensitas atau keseriusan tinggi.
6. Bersifat objektif / berbasis fakta.
Menunjukkan informasi netral berdasarkan data.
7. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menunjukkan batas atau kondisi tertentu (eksklusivitas).
8. Akan diikuti contoh konkret atau studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi penerapan kebijakan.
9. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Menunjukkan keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
10. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menekankan sikap atau inisiatif.
11. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan kesulitan.
12. Akan diikuti rincian solusi atau langkah konkret.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa pemecahan masalah.
13. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Menunjukkan asumsi eksistensi masalah.
14. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.
15. Bersifat mendesak / urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
16. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
17. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu tindakan.
18. Bernada kritis / skeptis.
Menunjukkan penilaian meragukan atau menentang.
19. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
No 9
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Sejumlah warga menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan.
2. Proses verifikasi dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan terdokumentasi secara jelas.
3. Pemerintah menegaskan bahwa setiap instansi memiliki tanggung jawab yang tidak dapat dilepaskan dalam pelaksanaan program ini.
4. Banyak kalangan menilai kebijakan ini membawa harapan besar bagi perbaikan kondisi ekonomi.
5. Persoalan ini harus ditangani segera tanpa penundaan lebih lanjut.
6. Ia kembali menjanjikan perubahan besar, seolah-olah janji sebelumnya sudah benar-benar terbukti.
7. Jika aturan ini dilanggar, konsekuensinya dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.
8. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut masih menyisakan berbagai kelemahan mendasar.
9. Penurunan produksi terjadi karena terganggunya distribusi bahan baku.
10. Aparat akan menindak pelanggaran dengan sangat tegas tanpa kompromi sedikit pun.
11. Laporan tersebut disusun berdasarkan data statistik resmi yang telah diverifikasi.
12. Bantuan hanya diberikan apabila seluruh persyaratan administratif dipenuhi sepenuhnya.
13. Penerapan kebijakan ini dapat diamati pada program percontohan di beberapa kota besar.
14. Pemerintah percaya kebijakan tersebut akan efektif menekan angka pelanggaran secara signifikan.
15. Sekolah diminta bertindak atas inisiatif sendiri tanpa menunggu arahan lanjutan.
16. Pemerintah menyatakan turut merasakan kesulitan yang dialami masyarakat kecil.
17. Untuk mengatasi persoalan ini, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi secara rinci dan bertahap.
18. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan mendesak.
19. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan stabilitas lingkungan.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap dampak negatif.
2. Secara prosedural dan sistematis.
Menunjukkan cara pelaksanaan yang runtut dan teratur.
3. Mengasumsikan adanya tanggung jawab aktor tertentu.
Menekankan peran pihak dalam pelaksanaan kebijakan.
4. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan dukungan dan keyakinan positif.
5. Bersifat mendesak / urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
6. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
7. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu tindakan.
8. Bernada kritis / skeptis.
Menunjukkan penilaian meragukan atau menentang.
9. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
10. Dengan sangat serius / tanpa toleransi.
Menunjukkan intensitas atau keseriusan tinggi.
11. Bersifat objektif / berbasis fakta.
Menunjukkan informasi netral berdasarkan data.
12. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menunjukkan batas atau kondisi tertentu (eksklusivitas).
13. Akan diikuti contoh konkret atau studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi penerapan kebijakan.
14. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Menunjukkan keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
15. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menekankan sikap atau inisiatif.
16. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan kesulitan.
17. Akan diikuti rincian solusi atau langkah konkret.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa pemecahan masalah.
18. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Menunjukkan asumsi eksistensi masalah.
19. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.
No 10
Bacalah 19 kalimat berikut dengan saksama.
1. Jika kebijakan ini tetap diberlakukan tanpa evaluasi, dampaknya dapat berupa meningkatnya beban ekonomi masyarakat.
2. Sejumlah pengamat menilai program tersebut masih menyisakan berbagai kelemahan mendasar.
3. Penurunan produksi terjadi karena terganggunya distribusi bahan baku.
4. Pemerintah akan menindak pelanggaran dengan sangat tegas tanpa kompromi sedikit pun.
5. Laporan tersebut disusun berdasarkan data statistik resmi yang telah diverifikasi.
6. Bantuan hanya diberikan apabila seluruh persyaratan administratif dipenuhi sepenuhnya.
7. Penerapan kebijakan ini dapat dilihat pada program percontohan di beberapa kota besar.
8. Pemerintah percaya langkah tersebut akan efektif menekan angka pelanggaran dalam jangka panjang.
9. Sejumlah warga menilai kebijakan itu berpotensi menimbulkan risiko yang mengkhawatirkan.
10. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan terdokumentasi secara rinci.
11. Pemerintah menegaskan bahwa setiap lembaga memiliki tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan dalam pelaksanaan kebijakan ini.
12. Banyak kalangan menilai kebijakan tersebut membuka peluang besar bagi perbaikan kondisi ekonomi.
13. Permasalahan ini harus diselesaikan segera tanpa penundaan lebih lanjut.
14. Ia kembali menjanjikan perubahan besar, seolah-olah janji sebelumnya sudah benar-benar terbukti.
15. Sekolah diminta bertindak atas inisiatif sendiri tanpa menunggu arahan tambahan.
16. Pemerintah menyatakan turut merasakan kesulitan yang dialami masyarakat kecil.
17. Untuk mengatasi persoalan ini, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi secara rinci dan bertahap.
18. Kebijakan ini lahir dari keyakinan bahwa permasalahan tersebut memang nyata dan mendesak.
19. Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan ketertiban umum.
Soal: Sebutkan padanan makna frasa yang ditebalkan pada setiap kalimat di atas.
Klik Jawaban dan Penjelasan
1. Akan diikuti dampak atau konsekuensi.
Menunjukkan akibat dari suatu kebijakan.
2. Bernada kritis / skeptis.
Menunjukkan penilaian meragukan atau menentang.
3. Mengandung hubungan sebab-akibat.
Menunjukkan asumsi kausalitas.
4. Dengan sangat serius / tanpa toleransi.
Menunjukkan intensitas atau keseriusan tinggi.
5. Bersifat objektif / berbasis fakta.
Menunjukkan sikap netral dan informatif.
6. Hanya jika syarat dipenuhi sepenuhnya.
Menunjukkan batas atau kondisi tertentu (eksklusivitas).
7. Akan diikuti contoh konkret atau studi kasus.
Menunjukkan ilustrasi penerapan kebijakan.
8. Mengasumsikan solusi tersebut efektif.
Menunjukkan keyakinan pada keberhasilan kebijakan.
9. Bernada khawatir / cemas.
Menunjukkan potensi risiko yang ditakutkan.
10. Secara prosedural dan sistematis.
Menunjukkan cara pelaksanaan yang runtut.
11. Mengasumsikan adanya tanggung jawab aktor tertentu.
Menekankan peran pihak dalam pelaksanaan kebijakan.
12. Bernada optimis / penuh harapan.
Menunjukkan sikap mendukung dan keyakinan positif.
13. Bersifat mendesak / urgent.
Menunjukkan urgensi waktu.
14. Bernada sinis / sarkastis.
Mengandung sindiran terhadap janji sebelumnya.
15. Bertindak proaktif / mengambil inisiatif sendiri.
Menunjukkan penekanan sikap atau inisiatif.
16. Bernada empati / simpatik.
Menunjukkan rasa turut merasakan kesulitan.
17. Akan diikuti rincian solusi atau langkah konkret.
Menunjukkan pola kelanjutan berupa pemecahan masalah.
18. Mengasumsikan masalah itu benar-benar ada.
Menunjukkan asumsi eksistensi masalah.
19. Bersifat persuasif / mengajak.
Menunjukkan himbauan kepada masyarakat.