Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 21

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 21–22!

Si Domba sedang berjalan-jalan di padang rumput. Dia mencari rumput untuk dimakan. Tidak lama kemudian, dia melihat ada hutan di dekat padang rumput. Dia pun masuk ke hutan itu. Tiba-tiba, dia bertemu dengan Harimau. Si Harimau sangat gembira karena melihat hewan yang mungkin bisa dia mangsa. Si Harimau tampak bingung karena baru pertama kali melihat domba. Sementara itu, si Domba sangat ketakutan. Ia mencoba tenang dan mengajak si Harimau berbicara.

“Siapa namamu?” tanya si Domba.

“Aku si Harimau! Siapa kamu?” si Harimau balik bertanya.

“Namaku Domba Hebat,” jawab si Domba, walaupun sebenarnya dia ingin bergetar.

“Apa itu yang ada di kepalamu?” tanya si Harimau lagi.

“Oh, itu tombak dan pedangku,” jawab Domba.

“Dan apa itu yang bergantung di antara kaki belakangmu?” si Harimau bertanya lagi.

“Itu umbu-umbu yang aku bawa untuk memasak daging harimau,” jawab Domba.

Mendengar penjelasan Domba, si Harimau tadi sangat ketakutan. Kemudian, si Harimau berlari secepat kilat. Ia bersyukur karena masih hidup.

Hal yang akan terjadi jika Domba tidak mengajak si Harimau berbicara adalah ....

ASi Domba mengejar si Harimau keluar dari hutan
BSi Harimau berlari untuk mencari umbu-umbu untuk dimakan
CSi Harimau memangsa si Domba karena mengetahui isi sebenarnya
DSi Domba memamerkan tombak dan pedang yang ada di kepalanya
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: C

Analisa per opsi:

A
Tidak ada peristiwa Domba mengejar Harimau. Justru Harimau yang berpotensi memangsa dan kemudian lari karena tertipu.

B
“Umbu-umbu” hanya disebut sebagai tipu daya Domba. Harimau tidak berniat mencari umbu-umbu untuk makan; ia gembira karena melihat calon mangsa.

C
Jika Domba tidak mengajak bicara (tidak menenangkan dan tidak menipu), Harimau tetap berada pada niat awalnya untuk memangsa. Domba yang ketakutan kemungkinan akan dimangsa. Ini paling logis sesuai sebab-akibat cerita (tanpa strategi bicara \( \lt \) peluang selamat).

D
Tombak dan pedang disebut Domba sebagai jawaban tipu daya, bukan benar-benar ada dan dipamerkan.


Soal 22

Nilai moral positif dari si Domba dalam cerita tersebut adalah ....

Ajujur dengan apa yang dimiliki
Bselalu bersyukur dan tetap kejadian
Csuka bertegur sapa dengan siapa saja
Dcerdik menghadapi suatu masalah
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: D

Analisa per opsi:

A
Domba justru tidak jujur: ia mengarang “tombak dan pedang” serta “umbu-umbu untuk memasak daging harimau” agar Harimau takut. Jadi A bertentangan dengan isi cerita.

B
Yang “bersyukur karena masih hidup” adalah Harimau, bukan Domba. Jadi B tidak tepat.

C
Domba memang berbicara, tetapi tujuannya bukan sekadar bertegur sapa, melainkan menyelamatkan diri. Jadi C terlalu dangkal.

D
Domba cerdik: ia tetap tenang, mengajak bicara, lalu membuat Harimau takut dengan jawaban-jawaban tipu daya. Kecerdikannya membantu ia selamat (strategi \( \gt \) kekuatan fisik).


Soal 23

Bacalah cerita berikut!

Akibat Tidak Patuh pada Ibu

Fiso seekor ikan badut mungil, periang, dan suka bertualang. Tubuhnya bercorak oranye, putih, dan hitam. Tubuhnya yang mungil membuat Fiso bergerak lincah. Fiso tinggal di batu karang bersama ibunya yang penyayang. Ketika sinar matahari memasuki kamar Fiso melalui celah jendela, Fiso sedang jengkel.

“Kenapa ibu melarangku keluar rumah? Padahal aku ingin berkeliling,” gumam Fiso.

Tadi pagi, ibunya pamit akan mencari makanan. Fiso dilarang keluar rumah. Di luar rumah sangat menyenangkan bagi Fiso yang mungil. Fiso ingin keluar. Perlahan, ia membuka pintu dan melihat ke luar rumah. Pemandangan indah membuat Fiso tak sabar keluar rumah. Sedang asyik-asyiknya berenang, tiba-tiba, ombak datang. Fiso senang sekali mengikuti arus ombak. Fiso bermain-main ombak sampai puas. Tanpa Fiso sadari, ombaknya semakin besar. Fiso terbawa ombak sampai ke perairan yang lebih dalam dan gelap. Fiso sedih takut tapi terus berusaha berenang mencari jalan. Sambil merapal doa, Fiso terus berenang.

Fiso bertemu dengan makhluk besar. Dengan tubuh gemetar Fiso bertanya, “Siapa kamu, mau apa?”

“Akulah Pius, aku akan memakanmu!” kata Pius sambil tertawa keras.

Mendengar perkataan Pius, Fiso menjauh. Pius dengan gigi, Pius mengejar Fiso. Pius menyemburkan cairan. Fiso berenang ke arah yang salah. Fiso menepi jalan buntu berupa kumpulan terumbu karang. Pius menerjang menangkap Fiso. Di saat genting, Fiso melihat seberkas cahaya di sela-sela terumbu karang. Fiso tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia pun menerobos masuk ke celah tersebut. Dengan susah payah, Fiso sampai ujung terumbu. Pius tak dapat mengejar Fiso karena lubang terlalu sempit.

Fiso senang sekali karena selamat. Fiso menyadari kesalahannya. Dia berjanji akan selalu patuh kepada ibunya. Dia berlari akan segera menemui ibunya.

Keteladanan tokoh Fiso dalam cerita tersebut adalah ....

Amenyadari kesalahannya
Bselalu menyayangi ibunya
Cmematuhi perintah ibunya
Dmenyadari kesalahannya
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: A

Analisa per opsi:

A
Di akhir cerita, Fiso “menyadari kesalahannya” dan “berjanji akan selalu patuh kepada ibunya”. Nilai teladannya adalah mau menyadari kesalahan dan memperbaiki diri (kesadaran \( \gt \) keras kepala).

B
Cerita menyebut ibu penyayang, tetapi teladan yang ditegaskan bukan “menyayangi ibu”, melainkan menyadari kesalahan setelah tidak patuh.

C
Ini bertentangan dengan alur: Fiso justru melanggar larangan ibu (keluar rumah). Kepatuhan baru muncul sebagai janji di akhir, bukan perilaku selama cerita.

D
Opsi ini sama dengan A (duplikat). Jika harus memilih satu, A sudah mewakili. D tidak menambah perbedaan.


Soal 24

Ibu minum obat .... untuk menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh.

Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang tersebut adalah ....

Aantibiotik (obat untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau berbagai mikroorganisme lain)
Bantiserum (antibodi yang dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit)
Cantitoksin (zat dalam tubuh yang bergabung dengan toksin yang dihasilkan bakteri yang menyebabkan toksin itu tidak berbahaya)
Dantioksidan (zat yang melindungi tubuh dari serangan radikal bebas)
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: A

Analisa per opsi:

A
Antibiotik memang berfungsi menghambat pertumbuhan (atau membunuh) bakteri. Ini paling sesuai dengan kalimat “untuk menghambat pertumbuhan bakteri”.

B
Antiserum berkaitan dengan pemberian antibodi untuk kekebalan, bukan langsung menghambat pertumbuhan bakteri.

C
Antitoksin bekerja menetralkan racun (toksin), bukan menghambat pertumbuhan bakteri secara langsung.

D
Antioksidan melindungi sel dari radikal bebas, bukan obat untuk menghambat pertumbuhan bakteri.


Soal 25

Pak Hadi dikenal masyarakat sebagai dokter yang ... saat menangani pasien. Sudah banyak pasien yang berhasil disembuhkan.

Ungkapan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ....

Aberdarah dingin (tidak berperasaan)
Bberhati dingin
Cbertangan dingin (selalu berhasil)
Dberkepala dingin (tenang sabar)
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: C

Analisa per opsi:

A
“Berdarah dingin” bermakna tidak berperasaan/kejam atau sangat tidak punya belas kasihan. Ini tidak cocok untuk dokter yang berhasil menyembuhkan banyak pasien.

B
“Berhati dingin” juga bermakna dingin/tidak berperasaan. Tidak selaras dengan citra dokter yang baik.

C
“Bertangan dingin” berarti memiliki kemampuan yang selalu berhasil dalam pekerjaannya. Ini cocok dengan kalimat “Sudah banyak pasien yang berhasil disembuhkan” (tingkat keberhasilan \( \gt \) rata-rata).

D
“Berkepala dingin” berarti tenang dan sabar, ini bisa cocok, tetapi kalimat kedua menekankan hasil: banyak pasien berhasil disembuhkan. Ungkapan yang paling pas untuk menegaskan keberhasilan adalah “bertangan dingin”.