Soal 46
Bacalah teks berikut!
Menjadi Bupati merupakan pilihan pekerjaan yang baik. Apalagi niatnya ingin mensejahterakan rakyat.
Alasan kesalahan penggunaan huruf kapital pada kalimat pertama adalah ....
- nama jabatan yang tidak diikuti nama orang
- nama khas geografi yang mengiringi jabatan
- nama pejabat yang ditulis sebagai kata kedua
- nama jabatan yang dapat menaikkan status sosial
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Kata Bupati adalah nama jabatan umum. Jika tidak diikuti nama orang (misalnya: Bupati Seno), maka penulisannya tidak perlu huruf kapital.
- A Benar: jabatan umum tanpa nama orang → huruf kecil.
- B Salah: tidak ada nama geografis yang melekat pada jabatan di kalimat itu.
- C Salah: bukan alasan kaidah kapitalisasi.
- D Salah: kapital tidak ditentukan oleh “status sosial”, melainkan kaidah ejaan.
Soal 47
Bacalah teks berikut!
\( (1) \) Alur hidup Ni Wayan Mertayani dapat dikatakan hampir mirip dengan Anne Frank, wartawati yang terbuang. \( (2) \) Keduanya sama-sama hidup dalam tekanan. \( (3) \) Akan tetapi, keduanya penuh harapan dan cita-cita. \( (4) \) Anne Frank hidup dan besar dibawah tekanan antiwartawan, sedang Mertayani hidup dan besar dibawah tekanan ekonomi.
Penggunaan ejaan yang tidak tepat pada kutipan teks tersebut adalah kalimat nomor ....
- \( (4) \)
- \( (3) \)
- \( (2) \)
- \( (1) \)
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Pada kalimat \( (4) \) terdapat penggunaan di sebagai kata depan yang seharusnya dipisah: di bawah, bukan dibawah. Kesalahan ini muncul lebih dari sekali dalam kalimat \( (4) \).
- A Benar: “dibawah” seharusnya “di bawah”.
- B Salah: kalimat \( (3) \) tidak memuat kesalahan ejaan yang jelas.
- C Salah: kalimat \( (2) \) ejaannya wajar.
- D Salah: kalimat \( (1) \) ejaannya wajar.
Soal 48
Bacalah kalimat berikut!
Oleh sebab itu, anak wajib dijaga dan dilindungi karena, dalam dirinya melekat: harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia.
Penggunaan tanda baca yang tidak tepat adalah ....
- titik dua \(:\)
- tanda titik \(.\)
- tanda hubung \(-\)
- koma \(,\) setelah kata martabat
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Tanda titik dua \(:\) setelah kata melekat tidak tepat karena bagian setelahnya bukan perincian yang “diperkenalkan” secara benar oleh struktur kalimat. Kalimat lebih efektif jika ditulis tanpa titik dua, misalnya: “... melekat harkat, martabat, dan hak-hak ...”.
- A Benar: \(:\) setelah melekat tidak tepat dalam susunan ini.
- B Salah: tidak ada penggunaan \(.\) yang menjadi pokok masalah pada kalimat itu.
- C Salah: tanda hubung pada “hak-hak” memang tepat untuk bentuk ulang.
- D Salah: koma setelah “martabat” diperlukan karena itu bagian perincian.
Soal 49
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
\( (1) \) Harga kebutuhan pokok merangkak naik disejumlah pasar tradisional.
\( (2) \) Operasi pasar murah mengganggu penjual di pasar-pasar.
\( (3) \) Stasiun Solo Balapan sudah di padati penumpang.
\( (4) \) Tahun ini manajemen Pelabuhan Merak menyediakan \( 57 \) loket untuk mengurangi antrian.
Penggunaan ejaan yang tepat ditandai dengan nomor ....
- \( (1) \)
- \( (2) \)
- \( (3) \)
- \( (4) \)
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis:
- \( (1) \) Salah: “disejumlah” seharusnya “di sejumlah”.
- \( (2) \) Benar: “di pasar-pasar” benar, dan bentuk ulang “pasar-pasar” tepat.
- \( (3) \) Salah: “di padati” seharusnya “dipadati” (awalan di- sebagai imbuhan harus digabung).
- \( (4) \) Salah: “antrian” seharusnya “antrean”.
Soal 50
Bacalah kalimat berikut!
”Maaf, dapatkah Saudara berhenti sebentar?” tanya pengawal.
Alasan ketidaktepatan penggunaan tanda baca pada kalimat tersebut adalah ....
- tanda seru \(!\) tersebut digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya
- tanda kutip ganda \(“...”\) dipakai untuk petikan langsung
- tanda koma \(,\) digunakan untuk memisahkan kata seru
- tanda titik \(.\) digunakan untuk mengakhiri kalimat
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: Tidak ada opsi yang benar-benar cocok (kalimatnya sudah tepat).
Analisis: Pada kalimat tersebut, tanda tanya \(?\) sesuai untuk kalimat tanya, tanda koma setelah “Maaf” juga tepat, dan tanda titik di akhir kalimat benar. Tanda kutip dipakai untuk petikan langsung, juga tepat. Karena itu, keempat opsi alasan di bawah tidak menunjukkan “ketidaktepatan” yang nyata pada kalimat.
- A Tidak relevan: kalimat tidak memakai tanda seru \(!\).
- B Justru benar: tanda kutip memang untuk petikan langsung.
- C Justru benar: koma dapat memisahkan kata seru “Maaf,” dari kalimat berikutnya.
- D Justru benar: titik dipakai untuk mengakhiri kalimat.
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 1Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 2
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 3
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 4
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 5
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 6
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 7
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 8
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 9
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 10