soal 41.
Bacalah kalimat berikut!
Pertambahan penduduk Pulau Jawa mengakibatkan luas hutan alam [...] seiring dengan pembukaan lahan untuk perumahan,
Kata bentukan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
- berkurang
- dikurangi
- mengurang
- mengurangkan
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis opsi:
- A. berkurang — Tepat, karena “luas hutan alam” berperan sebagai subjek yang mengalami keadaan menjadi lebih sedikit. Bentuk ber- menyatakan “mengalami/menjadi”. Kalimat menjadi logis: “luas hutan alam berkurang …”.
- B. dikurangi — Kurang tepat dalam konteks ini karena bentuk pasif di- menuntut pelaku yang mengurangi (misal: “luas hutan alam dikurangi oleh …”). Pada kalimat yang diberikan, fokusnya sebab-akibat, bukan tindakan pelaku yang disebutkan eksplisit.
- C. mengurang — Tidak baku/kurang tepat. Bentuk “mengurang” jarang dipakai sebagai predikat yang benar untuk “luas …”; yang lazim adalah “mengurangi” (transitif) atau “berkurang” (intransitif).
- D. mengurangkan — Bentuk ini bersifat kausatif/transitif (membuat sesuatu berkurang) dan butuh objek yang dikurangkan. Tidak cocok karena subjek “luas hutan alam” bukan pelaku yang “mengurangkan”.
soal 42.
Bacalah kalimat berikut!
Kebanyakan orang memang tidak terlalu memperhatikan makanan yang bergizi.
Makna kata kebanyakan pada kalimat tersebut adalah ….
- setiap orang
- terlalu banyak
- pada umumnya
- sebagian orang
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis opsi:
- A. setiap orang — Salah, karena “kebanyakan” tidak berarti semua tanpa kecuali.
- B. terlalu banyak — Kurang tepat. “Terlalu banyak” menekankan berlebihan (over), bukan makna “mayoritas/umumnya”.
- C. pada umumnya — Tepat. “Kebanyakan orang” sepadan dengan “pada umumnya orang/umumnya orang”.
- D. sebagian orang — Kurang tepat karena “sebagian” bisa bermakna “sebagian kecil” atau “tidak mayoritas”, sedangkan “kebanyakan” cenderung bermakna “mayoritas”.
soal 43.
Bacalah kalimat berikut!
Musik di Indonesia sangat beragam [...] banyaknya jumlah suku di Indonesia.
Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
- dan
- walaupun
- karena
- sehingga
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis opsi:
- A. dan — Salah, karena “dan” hanya menambahkan informasi, bukan menyatakan hubungan sebab.
- B. walaupun — Salah, “walaupun” menyatakan pertentangan/konsesi, bukan alasan.
- C. karena — Tepat, hubungan yang dibutuhkan adalah sebab: “Musik … beragam karena banyaknya jumlah suku …”.
- D. sehingga — Salah, “sehingga” menyatakan akibat, padahal bagian setelah rumpang adalah penyebab.
soal 44.
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
- Kanker pada anak sebagian besar terjadi karena mutasi DNA.
- Kepala PMI Cabang Jakarta Timur diberi arahan dari atas podium.
- Tarif listrik pelanggan rumah tangga berdaya \( 1.300 \) dan \( 2.200 \) naik sebesar \( 11,6\% \).
- Gula jawa dijual dengan harga \( \mathrm{Rp}\,10.000,00 \) per kg.
Kalimat yang tidak efektif adalah …
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis opsi:
- A. (1) — Efektif: subjek jelas (“Kanker pada anak”), predikat dan sebab jelas (“terjadi karena …”).
- B. (2) — Tidak efektif karena pilihan predikat pasifnya janggal secara makna: “Kepala PMI … diberi arahan dari atas podium.” Yang lazim: “Kepala PMI … memberi arahan dari atas podium” atau “Kepala PMI … memberi arahan di atas podium.”
- C. (3) — Masih efektif untuk informasi angka; makna dapat dipahami (tarif naik sebesar \( 11,6\% \) pada daya \( 1.300 \) dan \( 2.200 \)).
- D. (4) — Efektif: informasi harga jelas dan ringkas.
soal 45.
Bacalah kalimat berikut!
Mereka tengah memasang pernak-pernik supaya baju dengan merek Sean & Sheila.
Alasan penggunaan kata yang tidak tepat pada kalimat tersebut adalah ….
- pelakunya tidak jelas
- penggunaan kata ulang
- penggunaan kata penghubung
- penggunaan kata berlebih-lebihan
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis opsi:
- A. pelakunya tidak jelas — Salah, pelaku justru jelas: “Mereka”.
- B. penggunaan kata ulang — Salah, tidak ada kata ulang pada kalimat itu.
- C. penggunaan kata penghubung — Tepat. Kata “supaya” harus diikuti tujuan yang berbentuk klausa/kalimat (misal: “supaya baju itu tampak menarik” atau “supaya baju itu bermerek …”), tetapi di sini “supaya” diikuti frasa yang tidak membentuk tujuan yang lengkap.
- D. penggunaan kata berlebih-lebihan — Salah, masalah utamanya bukan pemborosan kata, melainkan hubungan tujuan yang tidak lengkap setelah “supaya”.
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 1Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 2
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 3
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 4
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 5
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 6
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 7
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 8
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 9
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Bagian 10