Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Bacaan (untuk Soal 1–6)

(1) Masih seringnya konflik sosial yang terjadi di Indonesia mendorong pemerintah terus meningkatkan jumlah Pelopor Perdamaian. (2) .... (3) Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pertumbuhan relawan Pelopor Perdamaian secara nasional sebanyak 200 sampai 500 orang setiap tahunnya. (4) Sampai tahun 2020 diharapkan telah tersedia 5.000 tenaga Pelopor Perdamaian. (5) Saat ini jumlah mereka sejak tahun 2015 sampai tahun 2017 sebanyak 1.644 orang yang disebarkan hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. (6) Kemensos kini juga telah memiliki satuan relawan dan pendamping sosial yang berfungsi untuk membantu masyarakat dalam mengatasi bencana alam dan kemiskinan, antara lain Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pendamping Program Keluarga Harapan.
(Sumber: nasional.sindonews.com/read; 20 September 2017)


Soal 1

Pertanyaan: Isian yang tepat untuk bagian rumpang dalam bacaan di atas adalah ...

(A) Pembentukan Pelopor Perdamaian juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial.
(B) Penentuan Pelopor Perdamaian tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial.
(C) Konflik sosial dan bencana sosial harus diantisipasi oleh pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012.
(D) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial mengamanatkan pemerintah untuk mengadakannya.
(E) Peningkatan jumlah tersebut sesuai dengan anjuran Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial.

Jawaban & Analisis (Klik)

Jawaban: (A)

Analisis Detail

Rumpang (2) harus menjadi jembatan logis dari kalimat (1) ke kalimat (3). Kalimat (1) menyatakan alasan pemerintah meningkatkan Pelopor Perdamaian karena konflik sosial masih sering. Kalimat (3) berisi kebijakan/target Kemensos (penambahan 200–500 relawan per tahun).

Opsi (A) paling pas karena memberi dasar kebijakan: pembentukan Pelopor Perdamaian merupakan amanat UU, sehingga wajar jika pemerintah lalu menargetkan pertumbuhan relawan secara nasional.

Kenapa opsi lain kurang tepat?

(B) “penentuan” tidak sejelas “pembentukan” untuk konteks program/relawan.

(C) fokusnya melebar ke “bencana sosial” secara umum, kurang mengikat ke Pelopor Perdamaian.

(D) pronomina “mengadakannya” kabur (mengadakan apa?), kurang efektif sebagai penghubung.

(E) “peningkatan jumlah tersebut” lebih cocok setelah ada angka/target, padahal rumpang muncul sebelum target pada kalimat (3).


Soal 2

Pertanyaan: Perbaikan yang paling tepat untuk kalimat nomor (5) adalah ...

(A) Saat ini jumlah mereka sejak tahun 2015 sampai tahun 2017 sebanyak 1.644 orang yang disebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
(B) Saat ini jumlah mereka sejak tahun 2015 sampai tahun 2017 sebanyak 1.644 orang yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
(C) Saat ini jumlah mereka sejak tahun 2015 sampai tahun 2017 sebanyak 1.644 orang yang disebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
(D) Saat ini jumlah mereka sejak tahun 2015 sampai tahun 2017 adalah sebanyak 1.644 orang yang disebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
(E) Saat ini jumlah mereka sejak tahun 2015 sampai tahun 2017 sebanyak 1.644 orang yang berada hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Jawaban & Analisis (Klik)

Jawaban: (B)

Analisis Detail

Kalimat (5) asal berbunyi: “... 1.644 orang yang disebarkan ...”. Bentuk ini terasa janggal karena “yang disebarkan” biasanya menuntut pelaku (oleh siapa), sedangkan fokus kalimat adalah keadaan jumlah relawan yang sudah ada di berbagai daerah.

Opsi (B) memperbaiki dengan “tersebar” (menyatakan keadaan/persebaran), sehingga kalimat menjadi efektif: “... 1.644 orang yang tersebar ...”.

Angka dapat ditulis matematis sederhana: jumlah relawan \(= 1.644\) orang.

Kenapa opsi lain kurang tepat?

(A)/(C)/(D) masih memakai “yang disebar” (juga kurang tepat secara bentuk dan kelaziman).

(E) “yang berada” terlalu umum dan tidak menegaskan persebaran.


Soal 3

Pertanyaan: Gabungan yang paling tepat untuk kalimat (3) dan kalimat (4) adalah ...

(A) Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pertumbuhan relawan Pelopor Perdamaian secara nasional sebanyak 200 sampai 500 orang setiap tahunnya dan sampai tahun 2020 diharapkan telah tersedia 5.000 tenaga Pelopor Perdamaian.
(B) Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pertumbuhan relawan Pelopor Perdamaian secara nasional sebanyak 200 sampai 500 orang setiap tahunnya, akibatnya sampai tahun 2020 diharapkan telah tersedia 5.000 tenaga Pelopor Perdamaian.
(C) Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pertumbuhan relawan Pelopor Perdamaian secara nasional sebanyak 200 sampai 500 orang setiap tahunnya sehingga sampai tahun 2020 diharapkan telah tersedia 5.000 tenaga Pelopor Perdamaian.
(D) Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pertumbuhan relawan Pelopor Perdamaian secara nasional sebanyak 200 sampai 500 orang setiap tahunnya, maka sampai tahun 2020 diharapkan telah tersedia 5.000 tenaga Pelopor Perdamaian.
(E) Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pertumbuhan relawan Pelopor Perdamaian secara nasional sebanyak 200 sampai 500 orang setiap tahunnya karena sampai tahun 2020 diharapkan telah tersedia 5.000 tenaga Pelopor Perdamaian.

Jawaban & Analisis (Klik)

Jawaban: (C)

Analisis Detail

Kalimat (4) adalah hasil/target capaian dari kebijakan pada kalimat (3). Hubungannya paling tepat dinyatakan dengan konjungsi hasil yaitu “sehingga”.

“Akibatnya” (B) memang menyatakan hasil, tetapi bernuansa negatif; padahal konteksnya target program. “Dan” (A) hanya penambahan tanpa menegaskan hubungan target. “Maka” (D) kurang tepat dalam ragam tulis formal untuk penggabungan seperti ini. “Karena” (E) membalik logika: seolah target 5.000 menjadi sebab kebijakan penambahan 200–500 per tahun.

Secara angka, target sampai 2020 adalah \(5.000\) tenaga Pelopor Perdamaian.


Soal 4

Pertanyaan: Inti kalimat (6) adalah ...

(A) Kemensos memiliki relawan dan pendamping sosial.
(B) Kemensos berfungsi.
(C) Kemensos membantu masyarakat.
(D) Kemensos mengatasi bencana alam dan kemiskinan.
(E) Kemensos memiliki Taruna Siaga Bencana.

Jawaban & Analisis (Klik)

Jawaban: (A)

Analisis Detail

Kalimat (6): “Kemensos kini juga telah memiliki satuan relawan dan pendamping sosial ...”

Inti kalimat (S–P) adalah bagian paling pokok: subjek Kemensos dan predikat telah memiliki. Objeknya adalah satuan relawan dan pendamping sosial.

Frasa “yang berfungsi untuk membantu masyarakat...” adalah keterangan penjelas (anak kalimat relatif), sedangkan “antara lain Tagana dan Pendamping Program Keluarga Harapan” adalah contoh.


Soal 5

Pertanyaan: Simpulan bacaan di atas adalah ...

(A) Pelopor Perdamaian dan relawan sosial akan terus ditingkatkan jumlahnya oleh Pemerintah.
(B) Pelopor Perdamaian memiliki peran strategis dalam mengatasi bencana alam di Indonesia.
(C) Pelopor Perdamaian berperan penting dalam mendampingi masyarakat mengatasi bencana alam dan sosial.
(D) Bencana alam dan bencana sosial merupakan bagian yang harus ditangani oleh Pelopor Perdamaian.
(E) Peningkatan jumlah Pelopor Perdamaian menjadi hal penting dalam mengatasi bencana alam dan sosial.

Jawaban & Analisis (Klik)

Jawaban: (A)

Analisis Detail

Gagasan utama bacaan berulang pada ide peningkatan jumlah Pelopor Perdamaian: (1) pemerintah terus meningkatkan jumlah, (3) ada target pertumbuhan 200–500 orang per tahun, (4) target \(5.000\) sampai 2020, (5) data jumlah yang sudah ada.

Opsi (A) merangkum inti itu paling langsung: jumlah Pelopor Perdamaian (dan penguatan relawan/pendamping sosial) terus ditingkatkan.

Kenapa opsi lain kurang tepat?

(B) terlalu sempit karena bacaan tidak hanya bencana alam, tetapi juga konflik sosial dan kemiskinan.

(C) dan (D) menekankan fungsi, padahal fokus bacaan adalah target dan peningkatan jumlah.

(E) cukup dekat, tetapi (A) lebih sesuai karena menegaskan tindakan pemerintah “terus meningkatkan jumlah”.


Soal 6

Pertanyaan: Kalimat yang paling tepat untuk melengkapi informasi dalam paragraf kedua adalah ...

(A) Kemensos berharap bahwa sinergitas dan kolaborasi bahu-membahu antara Pelopor Perdamaian dan Tagana tersebut dapat membantu masyarakat dalam menangani korban bencana alam dan korban bencana sosial.
(B) Harapannya adalah keberadaan Pelopor Perdamaian dapat membantu pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait dalam menangani korban bencana alam, korban bencana sosial, dan fakir miskin.
(C) Kemensos berharap bahwa sinergitas dan kolaborasi bahu-membahu antara Pelopor Perdamaian, relawan, dan petugas dinas terkait dapat membantu masyarakat dalam menangani korban bencana alam, korban bencana sosial, dan fakir miskin.
(D) Kemensos berharap bahwa sinergitas dan kolaborasi bahu-membahu antara Pelopor Perdamaian dan pemerintah daerah tersebut dapat membantu masyarakat dalam menangani korban bencana alam, korban bencana sosial, dan fakir miskin.
(E) Kemensos berharap bahwa sinergitas dan kolaborasi bahu-membahu antara Pelopor Perdamaian, Tagana, dan Pendamping Program Keluarga Harapan dapat membantu masyarakat dalam menangani korban bencana alam, korban bencana sosial, dan fakir miskin.

Jawaban & Analisis (Klik)

Jawaban: (E)

Analisis Detail

Paragraf kedua (terutama kalimat (6)) menyebut contoh satuan relawan/pendamping sosial, yaitu Tagana dan Pendamping Program Keluarga Harapan. Karena itu, kalimat pelengkap yang paling padu adalah yang mengikat langsung unsur yang sudah disebut, sekaligus menegaskan tujuan bantuan (bencana alam, bencana sosial, dan kemiskinan/fakir miskin).

Opsi (E) paling lengkap dan konsisten: menyebut Pelopor Perdamaian + Tagana + Pendamping PKH, lalu menyatakan manfaat kolaborasi untuk membantu masyarakat.

Kenapa opsi lain kurang tepat?

(A) tidak memuat Pendamping PKH dan tidak menyebut fakir miskin, padahal bacaan memuat kemiskinan.

(B) terlalu umum, tidak menempel pada unsur “Tagana” dan “Pendamping PKH” yang sudah disebut.

(C) dan (D) mengganti unsur yang sudah disebut dengan pihak lain, sehingga kurang padu sebagai lanjutan langsung paragraf.

Latihan ini merupakan bagian dari sistem pembinaan di Pesantren Tahfidz Karangmojo.

Untuk memperdalam pemahaman materi dan pola soal, Anda dapat melanjutkan latihan melalui soal TKA SMA Bahasa Indonesia paket pertama, kemudian dilanjutkan ke paket kedua, paket ketiga, paket keempat, hingga paket kelima sebagai latihan lanjutan.