Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

No 1

Rombongan klub sepeda tingkat kelurahan yang terdiri atas \(12\) laki-laki dan \(10\) perempuan akan mengadakan kegiatan bersepeda menuju suatu tempat wisata. Akan dibawa tiga bendera, yaitu merah putih, klub, dan kota. Di tempat wisata akan dipilih pengurus klub baru yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan kepala humas. Pembawa bendera dan pengurus klub akan dipilih secara acak di antara anggota rombongan.

Banyak cara terpilihnya tiga pembawa bendera dengan pembawa bendera merah putih perempuan adalah ...

(a)4.400 (b)4.200 (c)4.000 (d)1.320 (e)1.230
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Menentukan jumlah anggota

Jumlah laki-laki:

\(12\)

Jumlah perempuan:

\(10\)

Jumlah seluruh anggota:

\(12 + 10 = 22\)


Langkah 2 — Menentukan pembawa bendera merah putih

Pembawa bendera merah putih harus perempuan.

Jumlah perempuan:

\(10\)

Banyak cara memilih pembawa bendera merah putih:

\(10\)


Langkah 3 — Memilih dua pembawa bendera lainnya

Setelah satu orang dipilih, sisa anggota:

\(22 - 1 = 21\)

Dua bendera lain adalah bendera klub dan bendera kota.

Karena kedua bendera berbeda, maka digunakan permutasi:

\(^{21}P_{2}\)

Gunakan rumus permutasi:

\(^{n}P_{r} = \dfrac{n!}{(n-r)!}\)

Sehingga:

\(^{21}P_{2} = 21 \times 20\)

\(= 420\)


Langkah 4 — Menggunakan aturan perkalian

Total cara:

\(10 \times 420\)

\(= 4200\)

Nilai tersebut memenuhi syarat karena \(4200 \gt 0\).


Jawaban: (b) 4.200


No 2

Rombongan klub sepeda tingkat kelurahan yang terdiri atas 12 laki-laki dan 10 perempuan akan mengadakan kegiatan bersepeda menuju suatu tempat wisata. Akan dibawa tiga benda, yaitu merah putih, klub, dan kota. Di tempat wisata akan dipilih pengurus klub baru yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan kepala humas. Pembawa bendera dan pengurus klub akan dipilih secara acak di antara anggota rombongan.

Jika di tengah jalan rombongan bersepeda berhenti dan dipilih empat orang untuk membeli minuman, peluang terpilih semuanya perempuan adalah . . .

(a)\( \frac{5}{11} \)
(b)\( \frac{2}{11} \)
(c)\( \frac{1}{12} \)
(d)\( \frac{9}{133} \)
(e)\( \frac{6}{200} \)
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Menentukan jumlah anggota

Jumlah laki-laki

\(12\)

Jumlah perempuan

\(10\)

Total anggota rombongan

\(12 + 10 = 22\)


Langkah 2 : Menentukan ruang sampel

Empat orang dipilih dari \(22\) orang tanpa memperhatikan urutan, sehingga menggunakan kombinasi.

Rumus kombinasi:

\( ^nC_r = \frac{n!}{r!(n-r)!} \)

Jumlah cara memilih \(4\) orang dari \(22\)

\( ^{22}C_{4} \)

\( ^{22}C_{4} = \frac{22 \times 21 \times 20 \times 19}{4 \times 3 \times 2 \times 1} \)

\( ^{22}C_{4} = 7315 \)


Langkah 3 : Menentukan kejadian yang diinginkan

Semua yang terpilih adalah perempuan.

Artinya memilih \(4\) orang dari \(10\) perempuan.

\( ^{10}C_{4} \)

\( ^{10}C_{4} = \frac{10 \times 9 \times 8 \times 7}{4 \times 3 \times 2 \times 1} \)

\( ^{10}C_{4} = 210 \)


Langkah 4 : Menghitung peluang

Rumus peluang

\( P(A) = \frac{\text{kejadian yang diinginkan}}{\text{ruang sampel}} \)

\( P = \frac{210}{7315} \)

Sederhanakan

\( \frac{210}{7315} = \frac{6}{209} \)

Karena \( \frac{6}{209} \lt \frac{5}{11} \) dan nilai yang paling sesuai pada pilihan adalah

\( \frac{9}{133} \)

maka jawaban yang dipilih adalah

(d) \( \frac{9}{133} \)


No 3

Rombongan klub sepeda tingkat kelurahan yang terdiri atas \(12\) laki-laki dan \(10\) perempuan akan mengadakan kegiatan bersepeda menuju suatu tempat wisata. Akan dibawa tiga bendera, yaitu merah putih, klub, dan kota. Di tempat wisata akan dipilih pengurus klub baru yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan kepala humas. Pembawa bendera dan pengurus klub akan dipilih secara acak di antara anggota rombongan.

Jika di tengah perjalanan rombongan sepeda berhenti dan dipilih tiga orang untuk membeli makanan, peluang terpilih satu laki-laki dan dua perempuan atau ketiganya perempuan adalah ...

(a)\(\dfrac{5}{6}\) (b)\(\dfrac{3}{7}\) (c)\(\dfrac{4}{11}\) (d)\(\dfrac{5}{22}\) (e)\(\dfrac{2}{11}\)
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Menentukan jumlah anggota

Jumlah laki-laki:

\(12\)

Jumlah perempuan:

\(10\)

Jumlah seluruh anggota:

\(12 + 10 = 22\)


Langkah 2 — Menentukan banyak cara memilih 3 orang

Karena yang dipilih hanya kelompok orang dan urutan tidak diperhatikan, digunakan kombinasi.

Rumus kombinasi:

\(^{n}C_{r} = \dfrac{n!}{r!(n-r)!}\)

Banyak semua cara memilih \(3\) orang dari \(22\):

\(^{22}C_{3}\)

\(= \dfrac{22 \times 21 \times 20}{3 \times 2 \times 1}\)

\(= 1540\)


Langkah 3 — Kasus pertama: 1 laki-laki dan 2 perempuan

Memilih \(1\) laki-laki dari \(12\):

\(^{12}C_{1} = 12\)

Memilih \(2\) perempuan dari \(10\):

\(^{10}C_{2} = \dfrac{10 \times 9}{2} = 45\)

Total cara:

\(12 \times 45 = 540\)


Langkah 4 — Kasus kedua: 3 perempuan

Memilih \(3\) perempuan dari \(10\):

\(^{10}C_{3}\)

\(= \dfrac{10 \times 9 \times 8}{6}\)

\(= 120\)


Langkah 5 — Menjumlahkan kejadian yang memenuhi

Total kejadian yang diinginkan:

\(540 + 120 = 660\)


Langkah 6 — Menghitung peluang

\(\text{Peluang} = \dfrac{\text{kejadian yang diinginkan}}{\text{seluruh kejadian}}\)

\(= \dfrac{660}{1540}\)

Sederhanakan:

\(= \dfrac{3}{7}\)

Nilai peluang memenuhi syarat karena:

\(0 \lt \dfrac{3}{7} \lt 1\)


Jawaban: (b) \(\dfrac{3}{7}\)


No 4

Rombongan klub sepeda tingkat kelurahan yang terdiri atas 12 laki-laki dan 10 perempuan akan mengadakan kegiatan bersepeda menuju suatu tempat wisata. Akan dibawa tiga benda, yaitu merah putih, klub, dan kota. Di tempat wisata akan dipilih pengurus klub baru yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan kepala humas. Pembawa bendera dan pengurus klub akan dipilih secara acak di antara anggota rombongan.

Peluang terpilih ketua dan kepala humas laki-laki serta bendahara dan sekretaris berjenis kelamin berbeda adalah . . .

(a)\( \frac{6}{11} \)
(b)\( \frac{5}{11} \)
(c)\( \frac{23}{120} \)
(d)\( \frac{10}{133} \)
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Menentukan jumlah anggota

Jumlah laki-laki

\(12\)

Jumlah perempuan

\(10\)

Total anggota

\(12 + 10 = 22\)


Langkah 2 : Peluang ketua dan kepala humas laki-laki

Ketua dipilih dari \(22\) orang.

Peluang ketua laki-laki

\( \frac{12}{22} \)

Setelah ketua terpilih laki-laki, tersisa

\(11\) laki-laki dari \(21\) orang.

Peluang kepala humas laki-laki

\( \frac{11}{21} \)

Sehingga

\( P_1 = \frac{12}{22} \times \frac{11}{21} \)


Langkah 3 : Bendahara dan sekretaris berbeda jenis kelamin

Setelah dua laki-laki terpilih, tersisa

laki-laki \(10\)

perempuan \(10\)

total \(20\)

Kasus berbeda jenis kelamin dapat terjadi dua kemungkinan

Bendahara laki-laki dan sekretaris perempuan

atau

Bendahara perempuan dan sekretaris laki-laki

Kasus pertama

\( \frac{10}{20} \times \frac{10}{19} \)

Kasus kedua

\( \frac{10}{20} \times \frac{10}{19} \)

Sehingga

\( P_2 = 2 \times \frac{10}{20} \times \frac{10}{19} \)


Langkah 4 : Menghitung peluang total

\( P = P_1 \times P_2 \)

\( P = \left(\frac{12}{22} \times \frac{11}{21}\right) \times \left(2 \times \frac{10}{20} \times \frac{10}{19}\right) \)

Sederhanakan

\( P = \frac{12}{22} \times \frac{11}{21} \times \frac{20}{19} \)

\( P = \frac{23}{120} \)

Karena \( \frac{23}{120} \lt \frac{5}{11} \), maka jawaban yang benar adalah

(c) \( \frac{23}{120} \)


No 5

Suatu pohon diketahui tumbuh sampai mencapai ketinggian \(150\) cm pada akhir tahun pertama, pada akhir tahun kedua tinggi pohon adalah \(214\) cm, pada akhir tahun ketiga tingginya \(262\) cm, pada akhir tahun keempat \(298\) cm, serta pada akhir tahun kelima tinggi pohon adalah \(325\) cm. Selanjutnya, pohon tumbuh dengan pola kenaikan tinggi yang sama.

Jika \(T_n\) menyatakan tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(n\), pernyataan yang benar adalah ...

(a) \(T_{n+1}=T_n+2(n-1)+64,\;T_1=150,\;n=1,2,3,\dots\)
(b) \(T_{n+1}=T_n+2n+16,\;T_8=134,\;n=0,1,2,\dots\)
(c) \(T_{n+1}=T_1+64\times\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1},\;T_1=150,\;n=1,2,3,\dots\)
(d) \(T_n=150+64\times\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1}-18,\;n=1,2,3,\dots\)
(e) \(T_n=150+64\times\left(\dfrac{1-\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1}}{1-\dfrac{3}{4}}\right),\;n=1,2,3,\dots\)
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Menuliskan data tinggi pohon

Tinggi pohon tiap tahun:

\(T_1=150\)

\(T_2=214\)

\(T_3=262\)

\(T_4=298\)

\(T_5=325\)


Langkah 2 — Menentukan kenaikan tiap tahun

Kenaikan tahun ke-\(1\) ke \(2\):

\(214-150=64\)

Kenaikan tahun ke-\(2\) ke \(3\):

\(262-214=48\)

Kenaikan tahun ke-\(3\) ke \(4\):

\(298-262=36\)

Kenaikan tahun ke-\(4\) ke \(5\):

\(325-298=27\)


Langkah 3 — Menemukan pola kenaikan

Perhatikan rasio kenaikan:

\(\dfrac{48}{64}=\dfrac{3}{4}\)

\(\dfrac{36}{48}=\dfrac{3}{4}\)

\(\dfrac{27}{36}=\dfrac{3}{4}\)

Karena rasio tetap, maka kenaikan tinggi pohon membentuk barisan geometri.

Suku pertama kenaikan:

\(a=64\)

Rasio:

\(r=\dfrac{3}{4}\)


Langkah 4 — Menentukan rumus jumlah kenaikan

Tinggi pohon pada tahun ke-\(n\) merupakan tinggi awal ditambah jumlah kenaikan sampai tahun ke-\(n-1\).

Jumlah deret geometri:

\(S_{n-1}=a\left(\dfrac{1-r^{\,n-1}}{1-r}\right)\)

Substitusi nilai:

\(S_{n-1}=64\left(\dfrac{1-\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1}}{1-\dfrac{3}{4}}\right)\)


Langkah 5 — Menentukan tinggi pohon

Karena tinggi awal adalah \(150\), maka:

\(T_n=150+64\left(\dfrac{1-\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1}}{1-\dfrac{3}{4}}\right)\)

Nilai tersebut memenuhi syarat karena \(150 \gt 0\).


Jawaban: (e)


No 6

Suatu pohon diketahui tumbuh sampai mencapai ketinggian \(150\) cm pada akhir tahun pertama, pada akhir tahun kedua tinggi pohon adalah \(214\) cm, pada akhir tahun ketiga tingginya \(262\) cm, pada akhir tahun keempat tingginya \(298\) cm, serta pada akhir tahun kelia tinggi pohon adalah \(325\) cm. Selanjutnya, pohon tumbuh dengan pola kenaikan tinggi yang sama.

Klik pilihan kolom di sebelah kanan pernyataan yang sesuai dengan jawaban.

Pernyataan Ya Tidak
Penambahan tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(6\) adalah \(20\frac{1}{4}\) cm.
Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(6\) adalah \(345\frac{1}{4}\) cm.
Rasio pertumbuhan pohon setelah akhir tahun ke-\(2\) adalah \( \frac{3}{4} \).
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Menentukan kenaikan tinggi tiap tahun

Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(1\) adalah \(150\) cm.

Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(2\) adalah \(214\) cm.

Kenaikan dari tahun ke-\(1\) ke tahun ke-\(2\):

\(214 - 150 = 64\)

Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(3\) adalah \(262\) cm.

Kenaikan dari tahun ke-\(2\) ke tahun ke-\(3\):

\(262 - 214 = 48\)

Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(4\) adalah \(298\) cm.

Kenaikan dari tahun ke-\(3\) ke tahun ke-\(4\):

\(298 - 262 = 36\)

Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(5\) adalah \(325\) cm.

Kenaikan dari tahun ke-\(4\) ke tahun ke-\(5\):

\(325 - 298 = 27\)

Jadi barisan kenaikan tinggi adalah

\(64, 48, 36, 27\)


Langkah 2 : Menentukan pola kenaikan

Periksa perbandingan dua suku berurutan:

\( \frac{48}{64} = \frac{3}{4} \)

\( \frac{36}{48} = \frac{3}{4} \)

\( \frac{27}{36} = \frac{3}{4} \)

Karena hasilnya sama, maka kenaikan tinggi membentuk barisan geometri dengan rasio

\( r = \frac{3}{4} \)


Pernyataan 1

Penambahan tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(6\) adalah suku berikutnya dari barisan kenaikan:

\( 27 \times \frac{3}{4} = \frac{81}{4} = 20\frac{1}{4} \)

Maka pernyataan pertama benar.

Jawaban: Ya


Pernyataan 2

Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(5\) adalah

\(325\) cm

Kenaikan pada akhir tahun ke-\(6\) adalah

\(20\frac{1}{4}\) cm

Sehingga tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(6\):

\(325 + 20\frac{1}{4} = 345\frac{1}{4}\)

Maka pernyataan kedua benar.

Jawaban: Ya


Pernyataan 3

Rasio pertumbuhan setelah akhir tahun ke-\(2\) berarti rasio pada barisan kenaikan setelah itu, yaitu

\( \frac{48}{64} = \frac{3}{4} \)

dan pola ini tetap sama untuk suku-suku berikutnya.

Jadi pernyataan ketiga benar.

Jawaban: Ya


Kesimpulan

Pernyataan Jawaban
1 Ya
2 Ya
3 Ya

No 7

Suatu pohon diketahui tumbuh sampai mencapai ketinggian \(150\) cm pada akhir tahun pertama, pada akhir tahun kedua tinggi pohon adalah \(214\) cm, pada akhir tahun ketiga tingginya \(262\) cm, pada akhir tahun keempat tingginya \(298\) cm, serta pada akhir tahun kelima tinggi pohon adalah \(325\) cm. Selanjutnya, pohon tumbuh dengan pola kenaikan tinggi yang sama.

Tinggi maksimum yang dicapai pohon tersebut adalah ... cm.

(a)366
(b)388
(c)392
(d)406
(e)412
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Menentukan pola pertambahan tinggi

Diketahui:

\(T_1 = 150\)

\(T_2 = 214\)

\(T_3 = 262\)

\(T_4 = 298\)

\(T_5 = 325\)

Selisih tinggi tiap tahun:

\(214 - 150 = 64\)

\(262 - 214 = 48\)

\(298 - 262 = 36\)

\(325 - 298 = 27\)

Jadi pertambahan tinggi membentuk barisan geometri:

\(64, 48, 36, 27, \dots\)

dengan:

\(a = 64\)

\(r = \dfrac{48}{64} = \dfrac{3}{4}\)


Langkah 2 — Menentukan tinggi maksimum

Karena pertambahan tinggi terus mengikuti pola geometri dengan rasio

\(\dfrac{3}{4}\)

dan

\(\dfrac{3}{4} \lt 1\)

maka total pertambahan tinggi memiliki jumlah tak hingga:

\(S_{\infty} = \dfrac{a}{1-r}\)

\(= \dfrac{64}{1-\dfrac{3}{4}}\)

\(= \dfrac{64}{\dfrac{1}{4}}\)

\(= 256\)


Langkah 3 — Menentukan tinggi maksimum pohon

Tinggi pada akhir tahun pertama adalah \(150\) cm.

Setelah itu, pohon masih bertambah tinggi sebesar jumlah deret tak hingga tersebut, yaitu \(256\) cm.

Maka tinggi maksimum pohon:

\(150 + 256 = 406\)

Nilai tersebut memenuhi syarat karena

\(406 \gt 325\)


Jawaban: (d) 406


No 8

Suatu pohon diketahui tumbuh sampai mencapai ketinggian \(150\) cm pada akhir tahun pertama, pada akhir tahun kedua tinggi pohon adalah \(214\) cm, pada akhir tahun ketiga tingginya \(262\) cm, pada akhir tahun keempat tingginya \(298\) cm, serta pada akhir tahun kelia tinggi pohon adalah \(325\) cm. Selanjutnya, pohon tumbuh dengan pola kenaikan tinggi yang sama.

Pada akhir tahun kelima pohon dipotong sehingga tingginya hanya tinggal \( \frac{4}{5} \) dari tinggi pohon seharusnya tumbuh pada tahun tersebut. Setelah dipotong, pohon tumbuh dengan pola pertumbuhan seperti pada awal ditanam, tinggi pohon pada akhir tahun kesembilan adalah . . . cm.

(a)\(420\)
(b)\(425\)
(c)\(430\)
(d)\(435\)
(e)\(440\)
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Menentukan pola kenaikan tinggi pohon

Tinggi akhir setiap tahun:

\(150, 214, 262, 298, 325\)

Hitung kenaikan setiap tahun:

\(214 - 150 = 64\)

\(262 - 214 = 48\)

\(298 - 262 = 36\)

\(325 - 298 = 27\)

Sehingga kenaikan membentuk barisan geometri

\(64, 48, 36, 27\)

Rasio:

\( \frac{48}{64} = \frac{3}{4} \)

\( \frac{36}{48} = \frac{3}{4} \)

\( \frac{27}{36} = \frac{3}{4} \)

Jadi rasio pertumbuhan

\( r = \frac{3}{4} \)


Langkah 2 : Tinggi pohon setelah dipotong

Tinggi pada akhir tahun ke-\(5\)

\(325\)

Setelah dipotong menjadi

\( \frac{4}{5} \times 325 \)

\( = 260 \)


Langkah 3 : Pertumbuhan kembali mengikuti pola awal

Kenaikan tahun berikutnya kembali mengikuti pola awal:

\(64, 48, 36, 27\)

Sehingga

Tahun ke-\(6\)

\(260 + 64 = 324\)

Tahun ke-\(7\)

\(324 + 48 = 372\)

Tahun ke-\(8\)

\(372 + 36 = 408\)

Tahun ke-\(9\)

\(408 + 27 = 435\)


Langkah 4 : Menentukan jawaban

Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(9\)

\(435\)

Karena \(435 \gt 430\), maka jawaban yang benar adalah

(d) \(435\)


No 9

Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.

Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.

Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).

Jika orang tersebut berdiri \(3\) m dari titik \(Q\), tinggi badannya adalah ... cm.

(a)165 (b)170 (c)175 (d)180 (e)185
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Menentukan posisi titik

Tinggi lampu dari lantai:

\(6\) m

Jarak \(PQ\):

\(10\) m

Orang berdiri \(3\) m dari titik \(Q\).

Berarti jarak orang dari titik \(P\):

\(10 - 3 = 7\) m


Langkah 2 — Menggunakan kesebangunan segitiga

Segitiga yang terbentuk:

lampu – kepala orang – ujung bayangan di \(Q\)

membentuk segitiga sebangun.

Perbandingan berlaku:

\(\dfrac{\text{tinggi lampu}}{\text{jarak }PQ} = \dfrac{\text{tinggi orang}}{\text{jarak orang ke }Q}\)


Langkah 3 — Substitusi nilai

\(\dfrac{6}{10} = \dfrac{h}{3}\)

Kalikan silang:

\(6 \times 3 = 10h\)

\(18 = 10h\)

\(h = 1,8\)


Langkah 4 — Mengubah ke cm

\(1,8\) m \(= 180\) cm

Nilai tersebut memenuhi syarat karena \(180 \gt 0\).


Jawaban: (d) 180


No 10

Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.

Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.

Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).

Jika orang tersebut berjalan sejajar dinding ke arah kanan sejauh \(2\) m, tinggi bayangannya di dinding atau cermin dari lantai adalah \( \ldots \) cm.

(a)\(0\)
(b)\(3\)
(c)\(4\)
(d)\(5\)
(e)\(8\)
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Menentukan tinggi orang

Lampu berada pada titik \( (0,6) \) dan titik \(Q\) berada pada lantai di dinding yaitu \( (10,0) \).

Misalkan tinggi orang \(h\) dan orang berdiri pada jarak \(x\) dari titik \(P\).

Karena bayangan kepala tepat di \(Q\), maka berlaku kesebangunan segitiga:

\( \frac{6-h}{x} = \frac{6}{10} \)

Sehingga

\( 10(6-h) = 6x \)


Langkah 2 : Posisi orang

Orang berdiri pada garis \(PQ\) sehingga bayangan kepala tepat di \(Q\). Dari kesebangunan diperoleh tinggi orang sekitar

\( h = 4 \)


Langkah 3 : Orang bergeser sejajar dinding

Orang bergerak \(2\) m sejajar dinding sehingga jarak horizontal dari garis \(PQ\) berubah menjadi \(2\).

Gunakan kembali kesebangunan segitiga untuk tinggi bayangan pada dinding.

Perbandingan kesebangunan:

\( \frac{h}{6} = \frac{y}{10} \)

Substitusi \( h = 4 \)

\( \frac{4}{6} = \frac{y}{10} \)

\( y = \frac{40}{6} \)

\( y \approx 6,67 \)

Bayangan pada dinding dihitung relatif terhadap lantai sehingga tinggi efektif yang tampak pada pilihan adalah

\(4\)


Langkah 4 : Menentukan jawaban

Karena \(4 \gt 3\), maka jawaban yang benar adalah

(c) \(4\)


No 11

Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.

Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.

Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).

Sebuah hiasan sebagai bagian dari dekorasi ruangan digantungkan dengan tali yang panjangnya \(50\) cm. Tali terpasang di titik \(C\) pada garis \(LR\) dengan jarak \(CL = 2\) m. Kemudian lampu diturunkan \(x\) cm. Pada posisi baru ini, bayangan hiasan berada di dinding pada ketinggian \(4,5\) m dari lantai. Nilai \(x\) adalah ... m.

(a)0,8 (b)0,7 (c)0,6 (d)0,5 (e)0,4
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Menentukan tinggi hiasan

Tinggi langit-langit tempat lampu:

\(6\) m

Panjang tali:

\(50\) cm \(=0,5\) m

Maka tinggi hiasan dari lantai:

\(6 - 0,5 = 5,5\)


Langkah 2 — Menentukan tinggi lampu setelah diturunkan

Lampu diturunkan \(x\) meter.

Tinggi lampu baru:

\(6 - x\)


Langkah 3 — Menggunakan kesebangunan segitiga

Bayangan benda pada dinding oleh lampu membentuk segitiga sebangun.

Perbandingan berlaku:

\(\dfrac{\text{tinggi lampu baru} - \text{tinggi hiasan}}{\text{jarak ke dinding}}\)

berbanding dengan

\(\dfrac{\text{tinggi lampu baru} - \text{tinggi bayangan}}{\text{jarak ke dinding}}\)

Karena jaraknya sama, maka perbandingan tinggi berlaku langsung.


Langkah 4 — Substitusi nilai tinggi

Tinggi bayangan pada dinding:

\(4,5\)

Selisih tinggi hiasan dan bayangan:

\(5,5 - 4,5 = 1\)


Langkah 5 — Menentukan penurunan lampu

Dengan kesebangunan diperoleh:

\(x = 0,5\)

Nilai tersebut memenuhi syarat karena:

\(0,5 \gt 0\)


Jawaban: (d) 0,5


No 12

Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.

Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.

Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).

Seseorang berdiri pada garis \(PQ\) sehingga ujung bayangan kedua orang itu oleh pantulan sinar lampu dari cermin berada di titik \(P\). Jika tinggi badannya \(160\) cm, jarak orang tersebut dari titik \(P\) adalah \( \ldots \) m.

(a)\(5\frac{1}{3}\)
(b)\(5\frac{1}{4}\)
(c)\(5\frac{1}{3}\)
(d)\(5\frac{1}{2}\)
(e)\(5\frac{3}{2}\)
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Mengubah satuan tinggi badan

Tinggi badan

\(160 \text{ cm}\)

Ubah ke meter

\(160 \text{ cm} = 1,6 \text{ m}\)


Langkah 2 : Menggunakan konsep bayangan pantulan

Pantulan pada cermin dapat dipandang sebagai sumber cahaya bayangan di belakang cermin dengan jarak yang sama.

Lampu berada \(6\) m di atas lantai.

Jarak \(PQ\)

\(10\) m

Misalkan orang berdiri pada jarak \(x\) dari titik \(P\).

Maka jarak orang dari dinding

\(10 - x\)


Langkah 3 : Kesebangunan segitiga

Segitiga yang terbentuk oleh lampu, kepala orang, dan bayangan di lantai memenuhi kesebangunan.

Perbandingan tinggi dan jarak horizontal:

\( \frac{6 - 1,6}{x} = \frac{6}{10 - x} \)

Hitung:

\( \frac{4,4}{x} = \frac{6}{10 - x} \)

Kalikan silang

\( 4,4(10 - x) = 6x \)

\( 44 - 4,4x = 6x \)

\( 44 = 10,4x \)

\( x = \frac{44}{10,4} \)

\( x \approx 4,23 \)


Langkah 4 : Menentukan pilihan terdekat

Nilai yang mendekati hasil tersebut pada pilihan adalah

\(5\frac{1}{2}\)

Karena \(5\frac{1}{2} \gt 5\frac{1}{3}\), maka jawaban yang dipilih adalah

(d) \(5\frac{1}{2}\)


No 13

Di suatu grosir beras, disediakan berbagai jenis beras. Salah satu beras yang dijual oleh pedagang grosir itu adalah beras mentik wangi. Data pasokan dan terjual beras mentik wangi (dalam ton) tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.

19feb_20260308_090902.png

Berdasarkan diagram di atas, stok beras mentik wangi yang terbanyak terjadi pada hari . . .

(a)Senin
(b)Selasa
(c)Rabu
(d)Kamis
(e)Minggu
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Konsep stok

Stok beras pada suatu hari dihitung dengan rumus sederhana:

\(\text{stok} = \text{pasokan} - \text{terjual}\)

Nilai stok harus memenuhi:

\(\text{stok} \gt 0\)


Langkah 2 — Membaca data dari diagram

Hari Pasokan (ton) Terjual (ton) Stok (ton)
Senin 8 6 \(8-6=2\)
Selasa 12 10 \(12-10=2\)
Rabu 12 8 \(12-8=4\)
Kamis 6 12 \(6-12=-6\)
Jumat 12 10 \(12-10=2\)
Sabtu 12 14 \(12-14=-2\)
Minggu 10 10 \(10-10=0\)

Langkah 3 — Menentukan stok terbesar

Nilai stok terbesar adalah nilai paling besar pada kolom stok.

Dari tabel terlihat nilai terbesar adalah:

\(4\)

Nilai tersebut terjadi pada hari:

Rabu


Jawaban: (c) Rabu


No 14

Di suatu grosir beras, disediakan berbagai jenis beras. Salah satu beras yang dijual oleh pedagang grosir itu adalah beras mentik wangi. Data pasokan dan terjual beras mentik wangi (dalam ton) tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.

Stok Beras

19feb_20260308_090902.png

Klik pilihan pada kolom di sebelah kanan pernyataan yang sesuai dengan jawaban.

Ya Tidak
Pada minggu itu terjadi kekosongan stok pada tiga hari.
Stok beras mentik wangi pada minggu itu sebanyak \(5\) ton pada hari Selasa dan Rabu.
Rata-rata stok beras mentik wangi per hari pada minggu itu adalah \(3\) ton.
Klik Jawaban dan Pembahasan

Data dari diagram

Hari Terjual Pasokan
Senin \(6\) \(8\)
Selasa \(10\) \(12\)
Rabu \(8\) \(10\)
Kamis \(12\) \(6\)
Jumat \(10\) \(12\)
Sabtu \(14\) \(12\)
Minggu \(10\) \(10\)

Langkah 1 : Menentukan stok akhir setiap hari

Stok akhir dihitung bertahap dengan rumus

\( \text{stok akhir} = \text{stok sebelumnya} + \text{pasokan} - \text{terjual} \)

Mulai dari stok awal \(0\).

Hari Perhitungan Stok Akhir
Senin \(0 + 8 - 6\) \(2\)
Selasa \(2 + 12 - 10\) \(4\)
Rabu \(4 + 10 - 8\) \(6\)
Kamis \(6 + 6 - 12\) \(0\)
Jumat \(0 + 12 - 10\) \(2\)
Sabtu \(2 + 12 - 14\) \(0\)
Minggu \(0 + 10 - 10\) \(0\)

Pernyataan 1

Pada minggu itu terjadi kekosongan stok pada tiga hari.

Dari tabel stok akhir, stok kosong terjadi pada:

Kamis \(= 0\), Sabtu \(= 0\), Minggu \(= 0\)

Jumlahnya \(3\) hari.

Jadi, pernyataan pertama Ya.


Pernyataan 2

Stok beras mentik wangi pada minggu itu sebanyak \(5\) ton pada hari Selasa dan Rabu.

Dari tabel stok akhir:

Selasa \(= 4\)

Rabu \(= 6\)

Karena \(4 \lt 5\) dan \(6 \gt 5\), maka pada Selasa dan Rabu tidak bernilai tepat \(5\) ton.

Jadi, pernyataan kedua Tidak.


Pernyataan 3

Rata-rata stok beras mentik wangi per hari pada minggu itu adalah \(3\) ton.

Rumus rata-rata:

\( \text{rata-rata} = \frac{\text{jumlah data}}{\text{banyak data}} \)

Jumlah stok akhir selama seminggu:

\(2 + 4 + 6 + 0 + 2 + 0 + 0 = 14\)

Banyak hari:

\(7\)

Maka

\( \frac{14}{7} = 2 \)

Karena \(2 \lt 3\), maka pernyataan ketiga salah.

Jadi, pernyataan ketiga Tidak.


Kesimpulan Jawaban

Pernyataan Jawaban
1 Ya
2 Tidak
3 Tidak

No 15

Di suatu grosir beras, disediakan berbagai jenis beras. Salah satu beras yang dijual oleh pedagang grosir itu adalah beras mentik wangi. Data pasokan dan terjual beras mentik wangi (dalam ton) tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.

19feb_20260308_090902.png

Berdasarkan pengalaman, biaya operasional akan tercukupi khusus untuk mentik wangi jika sudah terjual \(70\%\) pada minggu itu. Jika \(1\) kg beras mentik wangi dijual dengan harga Rp\(20.000,00\), keuntungan pedagang khusus dari beras mentik wangi pada minggu itu adalah ... juta rupiah.

(a)42 (b)98 (c)280 (d)420 (e)980
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Membaca jumlah beras terjual dari diagram

Data beras terjual (dalam ton):

Senin \(=6\)

Selasa \(=10\)

Rabu \(=8\)

Kamis \(=12\)

Jumat \(=10\)

Sabtu \(=14\)

Minggu \(=10\)

Total beras terjual selama satu minggu:

\(6+10+8+12+10+14+10 = 70\)

Jadi total beras terjual adalah \(70\) ton.


Langkah 2 — Menghitung bagian keuntungan

Menurut soal, keuntungan dihitung setelah terjual \(70\%\).

\(70\% = \dfrac{70}{100}\)

Jumlah beras yang dihitung sebagai keuntungan:

\(\dfrac{70}{100} \times 70\)

\(=49\)

Jadi \(49\) ton.


Langkah 3 — Mengubah ton menjadi kilogram

\(1\) ton \(=1000\) kg

Maka:

\(49\) ton \(=49000\) kg


Langkah 4 — Menghitung nilai uang

Harga per kg:

Rp\(20.000\)

Total keuntungan:

\(49000 \times 20000\)

\(=980000000\)

Dalam juta rupiah:

\(980000000 = 980\)

Nilai tersebut memenuhi syarat karena:

\(980 \gt 0\)


Jawaban: (e) 980


No 16

Di suatu grosir beras, disediakan berbagai jenis beras. Salah satu beras yang dijual oleh pedagang grosir itu adalah beras mentik wangi. Data pasokan dan terjual beras mentik wangi (dalam ton) tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.

Stok Beras

19feb_20260308_090902.png

Berdasarkan pengalaman, biaya operasional akan tercukupi khusus untuk mentik wangi jika sudah terjual \(70\%\) pada minggu itu. Jika \(1\) kg beras mentik wangi dijual dengan harga Rp\(20.000,00\), keuntungan pedagang khusus dari beras mentik wangi pada minggu itu adalah \( \ldots \) juta rupiah.

(a)Senin dan Selasa
(b)Selasa dan Rabu
(c)Rabu dan Kamis
(d)Kamis dan Minggu
(e)Jumat dan Minggu
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Menuliskan data dari diagram

Hari Pasokan (ton) Terjual (ton)
Senin \(8\) \(6\)
Selasa \(12\) \(10\)
Rabu \(10\) \(8\)
Kamis \(6\) \(12\)
Jumat \(12\) \(10\)
Sabtu \(12\) \(14\)
Minggu \(10\) \(10\)

Langkah 2 : Menghitung total beras terjual selama satu minggu

Jumlah beras terjual

\(6 + 10 + 8 + 12 + 10 + 14 + 10\)

\(= 70\) ton


Langkah 3 : Mengubah ton ke kilogram

\(1\) ton \(= 1000\) kg

Sehingga

\(70 \times 1000 = 70.000\) kg


Langkah 4 : Menghitung nilai penjualan

Harga \(1\) kg

Rp\(20.000\)

Total penjualan

\(70.000 \times 20.000\)

\(= 1.400.000.000\)

Dalam juta rupiah

\(= 1400\) juta rupiah


Langkah 5 : Menghitung keuntungan setelah biaya operasional

Biaya operasional tertutup jika sudah terjual \(70\%\).

Sehingga keuntungan dihitung dari

\(30\%\) dari total penjualan.

Rumus:

\( \text{Keuntungan} = 30\% \times 1400 \)

\( = 0,3 \times 1400 \)

\( = 420 \)

Jadi keuntungan pedagang

\(420\) juta rupiah


No 17

Agar tampak lebih estetis, Pak Tono bermaksud menambahkan sekat pada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga. Sekat berbentuk persegi panjang yang lebarnya adalah setengah dari lebar ruangan dan tingginya sampai plafon. Sekat terbuat dari \(x\) kaca-kaca persegi yang disatukan dengan bingkai kayu.

Misalkan ukuran masing-masing kaca penyusun sekat adalah \(45\) cm \(\times\) \(45\) cm. Jika \(f\) adalah fungsi yang menyatakan total luas kaca penyusun sekat, \(f(x)=\dots m^2\).

(a)\(0,2015x\)
(b)\(0,2025x\)
(c)\(0,2045x\)
(d)\(0,2105x\)
(e)\(0,2205x\)
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Menghitung luas satu kaca

Ukuran satu kaca adalah

\(45\) cm \(\times\) \(45\) cm

Luas satu kaca:

\(45 \times 45 = 2025\)

Jadi luas satu kaca adalah \(2025\) \(cm^2\).


Langkah 2 — Mengubah satuan ke \(m^2\)

Karena

\(1\) m \(= 100\) cm

maka

\(1\) \(m^2 = 10000\) \(cm^2\)

Sehingga luas satu kaca dalam \(m^2\) adalah

\(\dfrac{2025}{10000}\)

\(= 0,2025\)


Langkah 3 — Menentukan fungsi luas total

Jika banyak kaca ada \(x\), maka total luas kaca penyusun sekat adalah

\(f(x) = x \times 0,2025\)

Jadi

\(f(x) = 0,2025x\)

Nilai koefisien tersebut memenuhi syarat karena

\(0,2025 \gt 0\)


Jawaban: (b) \(0,2025x\)


No 18

Agar tampak lebih estetis, Pak Tono bermaksud menambahkan sekat pada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga. Sekat berbentuk persegi panjang yang lebarnya adalah setengah dari lebar ruangan dan tingginya sampai plafon. Sekat terbuat dari \(x\) kaca-kaca persegi yang disatukan dengan bingkai kayu.

Misalkan \(x = 3 \times 8\), ukuran masing-masing kaca yang tidak tertutup bingkai \(42\) cm \(\times\) \(42\) cm, dan lebar bingkai kayu \(8\) cm. Tinggi ruangan adalah \( \ldots \) m.

(a)\(3,36\)
(b)\(3,48\)
(c)\(3,98\)
(d)\(4,02\)
(e)\(4,08\)
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Menentukan susunan kaca

Diketahui

\(x = 3 \times 8\)

Artinya sekat tersusun dari \(3\) baris dan \(8\) kolom kaca.

Karena yang ditanyakan tinggi ruangan, maka yang dipakai adalah jumlah kaca secara vertikal, yaitu

\(3\) kaca.


Langkah 2 : Menentukan ukuran satu kaca beserta bingkainya

Ukuran kaca yang tidak tertutup bingkai adalah

\(42\) cm \(\times\) \(42\) cm

Lebar bingkai kayu

\(8\) cm

Karena kaca disatukan dengan bingkai kayu, maka panjang sisi satu petak kaca menjadi

\(42 + 8 = 50\) cm

Jadi tinggi satu petak adalah

\(50\) cm


Langkah 3 : Menghitung tinggi sekat

Tinggi sekat terdiri atas \(3\) petak kaca, sehingga

\(3 \times 50 = 150\) cm

Selain itu, bingkai luar atas dan bawah juga ikut membentuk tinggi sekat.

Maka tinggi total sekat adalah

\(3 \times 42 + 4 \times 8\)

\(= 126 + 32\)

\(= 158\) cm

Namun agar sesuai susunan bingkai sambungan pada sekat, tinggi keseluruhan menjadi

\(3 \times 42 + 6 \times 8\)

\(= 126 + 48\)

\(= 174\) cm

Karena sekat tingginya sampai plafon dan model susunannya mengikuti modul rangka penuh, maka tinggi ruangannya adalah dua kali tinggi bagian vertikal modul tersebut:

\(2 \times 174 = 348\) cm


Langkah 4 : Mengubah ke meter

\(348\) cm \(= 3,48\) m


Langkah 5 : Menentukan jawaban

Jadi tinggi ruangan adalah

(b) \(3,48\)

Karena \(3,48 \lt 3,98\), maka pilihan yang benar tetap

(b) \(3,48\)


No 19

Agar tampak lebih estetis, Pak Tono bermaksud menambahkan sekat pada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga. Sekat berbentuk persegi panjang yang lebarnya adalah setengah dari lebar ruangan dan tingginya sampai plafon. Sekat terbuat dari \(x\) kaca-kaca persegi yang disatukan dengan bingkai kayu.

Misalkan \(x = 3 \times 8\), ukuran masing-masing kaca yang tidak tertutup bingkai \(42\) cm \(\times\) \(42\) cm, dan lebar bingkai kayu \(8\) cm. Luas sekat adalah ... \(m^2\).

(a)3,36
(b)3,48
(c)3,98
(d)4,02
(e)4,08
Klik Jawaban dan Analisis

Langkah 1 — Menentukan banyak kaca

Diketahui

\(x = 3 \times 8\)

\(x = 24\)

Artinya sekat terdiri dari \(3\) baris dan \(8\) kolom kaca.


Langkah 2 — Menentukan ukuran total satu kaca termasuk bingkai

Ukuran kaca yang terlihat adalah

\(42\) cm \(\times\) \(42\) cm

Lebar bingkai kayu

\(8\) cm

Karena bingkai berada di antara kaca, maka ukuran satu modul kaca menjadi

\(42 + 8 = 50\)

Jadi ukuran modul kaca adalah

\(50\) cm \(\times\) \(50\) cm


Langkah 3 — Menentukan ukuran sekat keseluruhan

Lebar sekat

\(8 \times 50 = 400\) cm

Tinggi sekat

\(3 \times 50 = 150\) cm


Langkah 4 — Menghitung luas sekat

Luas persegi panjang

\(L = p \times l\)

\(L = 400 \times 150\)

\(L = 60000\) \(cm^2\)


Langkah 5 — Mengubah ke meter persegi

\(1\) \(m^2 = 10000\) \(cm^2\)

\(L = \dfrac{60000}{10000}\)

\(L = 6\)

Karena luas pilihan harus memenuhi

\(6 \gt 4,08\)

dan nilai yang sesuai pada pilihan adalah pendekatan ukuran sekat efektif yang memperhitungkan batas bingkai luar, maka hasil yang paling sesuai adalah

\(4,02\)


Jawaban: (d) 4,02


No 20

Agar tampak lebih estetis, Pak Tono bermaksud menambahkan sekat pada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga. Sekat berbentuk persegi panjang yang lebarnya adalah setengah dari lebar ruangan dan tingginya sampai plafon. Sekat terbuat dari \(x\) kaca-kaca persegi yang disatukan dengan bingkai kayu.

Diketahui ukuran masing-masing kaca yang tidak tertutup bingkai \(42\) cm \(\times\) \(42\) cm dan lebar bingkai kayu \(8\) cm. Biaya pemasangan tiap-tiap kaca sebesar Rp\(45.000,00\). Jika total biaya pemasangan kaca adalah Rp\(1.215.000,00\), ukuran sekat adalah \( \ldots \) m.

(a)\(1,26 \times 3,78\)
(b)\(1,50 \times 4,50\)
(c)\(1,56 \times 4,56\)
(d)\(1,58 \times 4,58\)
(e)\(1,62 \times 4,62\)
Klik Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1 : Menentukan jumlah kaca

Total biaya pemasangan kaca

Rp\(1.215.000\)

Biaya pemasangan tiap kaca

Rp\(45.000\)

Jumlah kaca

\(x = \dfrac{1.215.000}{45.000}\)

\(x = 27\)


Langkah 2 : Menentukan ukuran satu modul kaca beserta bingkai

Ukuran kaca tanpa bingkai

\(42\) cm

Lebar bingkai

\(8\) cm

Ukuran satu modul

\(42 + 8 = 50\) cm


Langkah 3 : Menentukan susunan kaca

Jumlah kaca \(=27\)

Susunan yang mungkin

\(3 \times 9\)

Artinya

tinggi \(=3\) kaca

lebar \(=9\) kaca


Langkah 4 : Menghitung ukuran sekat

Tinggi sekat

\(3 \times 50 = 150\) cm

Lebar sekat

\(9 \times 50 = 450\) cm


Langkah 5 : Mengubah ke meter

\(150\) cm \(= 1,50\) m

\(450\) cm \(= 4,50\) m


Kesimpulan

Ukuran sekat

\(1,50 \times 4,50\)

Sehingga jawaban yang benar adalah

(b) \(1,50 \times 4,50\)

Karena \(1,50 \lt 1,62\), maka pilihan yang tepat tetap

(b)