Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 46

  1. Kalau Anda ingin cerdas
  2. Pergi ke pasar beli talas
  3. Sebelum makan rebus dulu
  4. Siang malam baca buku

Larik-larik kalimat acak tersebut akan menjadi pantun bila disusun dengan urutan …

  1. 1 – 4 – 3 – 2
  2. 2 – 3 – 1 – 4
  3. 3 – 2 – 1 – 4
  4. 4 – 2 – 1 – 3
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis opsi:

  • A (1–4–3–2): Akhir bunyi larik 1 “cerdas” tidak berpadu dengan larik 3 “dulu” jika dibuat pola pantun. Selain itu, sampiran–isi menjadi tidak rapi.
  • B (2–3–1–4): Pola rima menjadi berselang (a-b-a-b): “talas” berpasangan dengan “cerdas”, dan “dulu” berpasangan dengan “buku”. Susunan juga membentuk sampiran (2–3: pasar/talas, rebus dulu) lalu isi (1–4: ingin cerdas, baca buku).
  • C (3–2–1–4): “dulu” (larik 1) seharusnya berpasangan rima dengan larik 3, tetapi larik 3 berakhir “cerdas”, tidak selaras.
  • D (4–2–1–3): “buku” (larik 1) akan berpasangan rima dengan larik 3 “cerdas”, tidak sesuai; alur sampiran–isi juga kurang logis.

Soal 47

Monang seorang pemuda, matanya menatap langit-langit. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh langkah suara serdadu. Kemudian pintu terbuka. Dua orang anak didorong masuk ke sel yang pengap.

Monang : Hai, adik-adik ini dari mana?
Sahara : (setengah berbisik) Kami ditangkap Belanda, Bang!

Monang : …
Jisman : …

Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog drama tersebut adalah …

  1. Monang : Kalau itu ditendang namanya sudah selesai. sah!
    Jisman : Capek sekali, Bang di sel ini.
  2. Monang : Engkau harus tahu itu! Ini hampir malam.
    Jisman : Menunggu apa, Bang?
  3. Monang : Tidak hanya dipukul, saya disiksa.
    Jisman : Bangunlah! Hari sudah siang.
  4. Monang : (Agak heran) Kalian anak kecil begini, ditangkap Belanda?
    Jisman : Ya, Bang! (jawab Jisman serentak diikuti Sahara).
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis opsi:

  • A: Ucapan Monang “kalau itu ditendang …” tidak nyambung dengan konteks anak-anak yang baru masuk sel dan baru berkata “ditangkap Belanda”.
  • B: Kalimat “Ini hampir malam” tidak didukung oleh narasi, dan reaksi Monang tidak menanggapi inti informasi “ditangkap Belanda”.
  • C: Isi dialog membahas “dipukul/disiksa” dan “hari sudah siang” yang tidak muncul sebagai petunjuk pada narasi, sehingga terasa melompat.
  • D: Paling logis: setelah Sahara mengatakan “Kami ditangkap Belanda, Bang!”, respons wajar Monang adalah heran karena mereka masih anak-anak. Jawaban Jisman “Ya, Bang!” menguatkan informasi Sahara.

Soal 48

Carilah permasalahan untuk didiskusikan! Setiap anggota kelompok mencari permasalahan untuk diskusi (1). Jangan lupa, agar diskusi berjalan lancar, tentukan moderator (2) dan notulen (3). Bahaslah bersama-sama itu! Setiap kelompok diskusi dan berargumentasi (4).

Istilah-istilah pada paragraf tersebut bila disusun menjadi kalimat kecil, yang tepat adalah …

  1. (1) – (2) – (3) – (4)
  2. (2) – (3) – (4) – (1)
  3. (4) – (3) – (1) – (2)
  4. (4) – (1) – (2) – (3)
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi:

  • A: Urutan paling runtut: mulai dari mencari masalah (1), lalu menetapkan perangkat diskusi (moderator dan notulen) (2)(3), kemudian pelaksanaan diskusi/berargumentasi (4).
  • B: Menetapkan moderator-notulen dulu sebelum ada masalah yang akan didiskusikan membuat alurnya kurang logis.
  • C: Memulai dari “diskusi dan berargumentasi” (4) padahal belum ada masalah (1) dan belum ada moderator/notulen (2)(3).
  • D: Sama seperti C, (4) terlalu dini karena proses belum dipersiapkan (2)(3).

Soal 49

Screenshot_16-1-2026_85630__20260116_085639.jpeg

Bagian kalimat yang harus dihilangkan agar kalimat efektif adalah …

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi:

  • A (1): “Sepengetahuan penulis” membuat kalimat bertele-tele dan subjektif. Tanpanya, kalimat menjadi lebih langsung dan efektif: “Masalah polusi … ditangani secara optimal.”
  • B (2): “masalah polusi” adalah inti pokok pembahasan (subjek), tidak bisa dihilangkan.
  • C (3): Bagian ini memuat predikat utama (inti informasi), sehingga tidak tepat dihapus.
  • D (4): “secara optimal” memperjelas tingkat penanganan; menghapusnya justru mengurangi ketepatan makna.

  • Soal 50

    (1) Perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar.
    (2) Sebagai sumber belajar hendaknya tersedia buku bagi siswa dan guru demi kelancaran kegiatan belajar dan mengajar.
    (3) Siswa dan guru dapat membaca dan meminjam buku yang tersedia di perpustakaan.
    (4) Petugas perpustakaan haruslah seorang ibu.

    Agar menjadi paragraf yang padu, perbaikan kalimat nomor (4) yang tepat adalah …

    1. Petugas administrasi di perpustakaan ditangani oleh pegawai.
    2. Pegawai di perpustakaan itu haruslah yang disiplin.
    3. Profesional sangat dituntut di perpustakaan.
    4. Perpustakaan hendaknya ditangani oleh petugas yang profesional.
    Jawaban & Analisis

    Jawaban: D

    Analisis opsi:

  • A: Struktur kalimat rancu (“petugas … ditangani oleh pegawai”), dan fokusnya bergeser ke “administrasi” tanpa menguatkan kepaduan gagasan paragraf.
  • B: Lebih masuk akal daripada kalimat asli, tetapi hanya menonjolkan “disiplin” dan tidak menyatukan ide besar tentang perpustakaan sebagai layanan belajar.
  • C: Ide “profesional” relevan, namun kalimatnya kurang jelas subjek-predikatnya sehingga terasa sebagai pernyataan lepas.
  • D: Paling padu: paragraf membahas fungsi perpustakaan dan layanan buku; kalimat (4) yang baik menutup dengan kebutuhan pengelolaan yang profesional agar layanan berjalan baik.