Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal \(26\)

Perhatikan kalimat-kalimat acak berikut!

  1. 1. Oleh karena itu, aku dan ayah harus naik bus.
  2. 2. Di sepanjang jalan kendaraan tak henti-hentinya bersimpang siur memenuhi jalan.
  3. 3. Malam minggu yang lalu aku diajak ayah pergi ke toko buku.
  4. 4. Tempat toko buku itu cukup jauh dari rumahku.

Pertanyaan: Agar menjadi paragraf yang padu, urutan yang tepat kalimat-kalimat acak tersebut adalah ….

  1. \(4\text{-}3\text{-}2\text{-}1\)
  2. \(3\text{-}4\text{-}1\text{-}2\)
  3. \(1\text{-}2\text{-}3\text{-}4\)
  4. \(2\text{-}4\text{-}1\text{-}3\)
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B.

Analisis Umum: Paragraf yang padu biasanya dimulai dari peristiwa utama (kapan/apa), lalu diikuti keterangan sebab, kemudian akibat, dan ditutup gambaran perjalanan.

  • Kalimat (3) paling tepat menjadi pembuka karena memberi waktu dan peristiwa: “Malam minggu yang lalu…”
  • Kalimat (4) menjelaskan alasan/keadaan yang relevan: toko buku “cukup jauh”.
  • Kalimat (1) memakai penanda sebab-akibat “Oleh karena itu”, jadi harus muncul setelah ada alasan (yaitu kalimat 4).
  • Kalimat (2) menggambarkan kondisi di perjalanan, cocok setelah keputusan naik bus.

Kesimpulan urutan: \(3 \rightarrow 4 \rightarrow 1 \rightarrow 2\).


Soal \(27\)

… Kehidupan di desa itu sangat nyaman. Masyarakatnya hidup dengan damai. Suhu udaranya bebas dari polusi. Aku betah tinggal di sana.

Pertanyaan: Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….

  1. Kemarin aku mencari desa.
  2. Kemarin aku pergi ke desa.
  3. Aku belum pernah ke desa.
  4. Di manakah tempat desa?
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B.

Analisis Umum: Kalimat setelah titik-titik berisi pengalaman langsung (nyaman, damai, bebas polusi, betah tinggal). Maka kalimat pelengkap harus menjadi pembuka pengalaman yang logis: penulis pergi ke desa.

  • A kurang tepat: “mencari desa” tidak langsung mengantar ke deskripsi suasana desa yang dialami.
  • B tepat: “Kemarin aku pergi ke desa.” membuka cerita pengalaman, lalu diikuti deskripsi kondisi desa.
  • C bertentangan: jika belum pernah ke desa, tidak mungkin bisa mendeskripsikan dan mengatakan betah tinggal di sana.
  • D tidak sesuai: pertanyaan lokasi tidak cocok dengan lanjutan paragraf yang berupa deskripsi dan kesan.

Soal \(28\)

Pertanyaan: Kalimat di bawah ini yang menggunakan huruf kapital dengan benar adalah ….

  1. Hari ini Pak Dirman dan Pak Doni pergi ke surabaya.
  2. Bupati Pacitan mengadakan kunjungan ke desa jeruk.
  3. Pengunungan jaya wijaya terletak di propinsi Papua.
  4. Doni membaca novel Laskar Pelangi di perpustakaan.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D.

Analisis Umum: Huruf kapital dipakai pada nama orang, judul karya, dan nama tempat tertentu. Opsi D menuliskan nama orang “Doni” dan judul “Laskar Pelangi” dengan benar.

  • A salah: “Surabaya” harus diawali huruf kapital (nama kota).
  • B salah: “Desa Jeruk” (nama desa) seharusnya diawali huruf kapital pada unsur nama diri.
  • C salah: “Pegunungan Jaya Wijaya” harus kapital pada unsur nama diri; selain itu penulisan yang tampak di opsi tidak sesuai kaidah (huruf kecil semua pada nama diri).
  • D benar: penulisan kapital sesuai (nama orang dan judul buku).

Soal \(29\)

Kapan kamu pergi ke Surabaya Yun

Pertanyaan: Tanda baca yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ….

  1. \((,)\) dan \((?)\)
  2. \((.)\) dan \((?)\)
  3. \((;)\) dan \((!)\)
  4. \((,)\) dan \((!)\)
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A.

Analisis Umum: “Yun” adalah sapaan (kata panggilan), sehingga perlu koma sebelum sapaan. Kalimatnya berbentuk pertanyaan, sehingga harus diakhiri tanda tanya.

Bentuk benar: Kapan kamu pergi ke Surabaya, Yun?

  • A tepat: koma untuk sapaan, tanda tanya untuk pertanyaan.
  • B salah: titik tidak tepat karena kalimatnya pertanyaan.
  • C salah: titik koma dan tanda seru tidak sesuai fungsi kalimat.
  • D salah: tanda seru tidak tepat karena kalimat menanyakan informasi.

Soal \(30\)

Perhatikan pantun berikut!

Pisau emas bawa berlayar
Masak sebiji di dalam peti
….
….

Pertanyaan: Kalimat yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ….

  1. Mahal emas dapat dibayar
    Utang budi pikir sendiri
  2. Jika berutang harus dibayar
    Utang budi tiada pasti
  3. Utang emas dapat dibayar
    Utang budi dibawa mati
  4. Barang pecah harus dibayar
    Utang budi dibawa mati
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C.

Analisis Umum: Pantun umumnya berpola rima akhir \(a\text{-}b\text{-}a\text{-}b\). Dua baris awal berakhir dengan bunyi -yar (berlayar) dan -ti (peti). Maka baris ke-3 sebaiknya berakhir bunyi -yar, dan baris ke-4 bunyi -ti. Selain itu, isi pantun biasanya memuat pesan yang jelas.

  • A kurang sesuai rima: baris ke-4 berakhir “sendiri” (bunyi akhir tidak selaras dengan “peti”).
  • B kurang sesuai rima: baris ke-4 berakhir “pasti” (bunyi tidak sepadan dengan “peti”).
  • C tepat: “dibayar” selaras bunyi dengan “berlayar”, dan “mati” selaras bunyi dengan “peti”; maknanya juga kuat (utang materi bisa dibayar, budi dibawa sampai mati).
  • D rima cocok, tetapi isi baris ke-3 kurang sepadan dengan pesan umum pantun yang dikenal; opsi C lebih padu dan lazim sebagai pasangan pesan.

Latihan Tambahan Bahasa Indonesia untuk Anak SD

Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari ikhtiar pendidikan yang dikembangkan di Pesantren Tahfidz Karangmojo.

Agar ananda semakin lancar membaca, memahami bacaan, dan terbiasa menjawab soal, silakan melanjutkan latihan Bahasa Indonesia berikut ini. Soal-soal disusun bertahap, bisa dikerjakan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan ananda.

Semoga ikhtiar kecil ini menjadi wasilah kemudahan bagi ananda dalam belajar, dan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat.