Soal \(31\)
Perhatikan isi pantun berikut!
Sejak kecil rajin belajar
Bila besar menjadi pandai
Pertanyaan: Kalimat sampiran yang tepat adalah ….
-
Anak kecil jangan nakal
Anak nakal sangat dibenci -
Pohon ubi menjalar di kebun
Dipotong ramai-ramai -
Pohon durian jangan dipanjat
Karena sangat berbahaya -
Lilin kecil nyala berpijar
Nyala terang di balik tirai
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D.
Analisis: Sampiran pantun harus selaras rima akhirnya dengan isi. Isi berakhir dengan bunyi -ar (belajar) dan -ai (pandai), jadi sampiran yang tepat juga berakhir -ar dan -ai.
- A tidak selaras rima: berakhir -al dan -i.
- B tidak selaras rima: baris pertama berakhir -un.
- C tidak selaras rima: berakhir -jat dan -ya.
- D selaras rima: berpijar (\(-ar\)) dan tirai (\(-ai\)).
Soal \(32\)
Pertanyaan: Perbuatan Badu mencoreng muka keluarga. Kalimat berikut yang bermakna sama dengan kalimat di atas adalah ….
- Prestasinya di bidang olahraga menambah gembira keluarga.
- Jangan hanya memberi harapan kepada para pegawai.
- Kelakuan orang itu menjadikan marah karyawan toko.
- Anton membuat malu ayah di rumah Pak Andi.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D.
Analisis: Ungkapan mencoreng muka keluarga bermakna mempermalukan keluarga atau membuat nama baik keluarga tercemar.
- A berlawanan makna (membuat gembira).
- B tidak berkaitan dengan rasa malu/menjatuhkan nama baik.
- C berkaitan dengan kemarahan, bukan mempermalukan keluarga.
- D tepat karena maknanya “membuat malu” (sepadan dengan mencoreng muka keluarga).
Soal \(33\)
Perhatikan gambar berikut!
Pertanyaan: Kalimat yang sesuai dengan gambar di atas adalah ….
- Warga Sidorukun memperbaiki jembatan yang rusak secara gotong royong.
- Jembatan yang rusak tidak dapat dilewati kendaraan.
- Masyarakat selalu memperbaiki jembatan secara teratur dan terus menerus.
- Pak Lurah memerintahkan warga untuk memperbaiki jembatan yang rusak.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A.
Analisis: Gambar menunjukkan beberapa warga bekerja bersama memperbaiki jembatan (aktivitas gotong royong). Kalimat yang paling sesuai adalah yang menyatakan “warga memperbaiki jembatan yang rusak secara gotong royong”.
- A paling sesuai karena menggambarkan kerja bersama memperbaiki jembatan rusak.
- B tidak ditunjukkan secara pasti pada gambar (tidak ada informasi tentang kendaraan tidak bisa lewat).
- C terlalu umum dan menambah informasi “teratur dan terus menerus” yang tidak tampak pada gambar.
- D menambah unsur “Pak Lurah memerintahkan” yang tidak terlihat pada gambar.
Soal \(34\)
Para Bapak-Bapak segera masuk ke dalam ruangan rapat.
Pertanyaan: Agar kalimat tersebut efektif, perbaikannya adalah ….
- Para Bapak-Bapak segera masuk ruang rapat.
- Bapak-Bapak segera masuk ke dalam ruangan rapat.
- Bapak-Bapak segera masuk ruang rapat.
- Para Bapak segera masuk ke dalam ruang rapat.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D.
Analisis: Kalimat awal tidak efektif karena ada pemborosan bentuk jamak: para sudah bermakna jamak, sementara bapak-bapak juga jamak. Perbaikan efektif: gunakan salah satu penanda jamak saja.
- A masih boros (para + bapak-bapak).
- B menghilangkan “para”, tetapi masih memakai bentuk ulang “bapak-bapak”; masih bisa benar, namun kurang ringkas.
- C terlalu ringkas dan kurang lazim tanpa preposisi “ke” (lebih efektif bila tetap jelas arah).
- D paling efektif: “Para Bapak …” (jamak cukup dengan “para”), dan “ruang rapat” sudah tepat.
Soal \(35\)
Perhatikan gambar berikut!
- Oh, malang benar prestasiku!
- Wah, hebat benar piala itu!
- Wah, hebat benar prestasimu!
- Amboi, indah benar piala itu!
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B.
Analisis: Gambar memperlihatkan anak-anak bergembira dengan sebuah piala (tampak suasana bangga/pujian). Kalimat yang paling sesuai adalah pujian terhadap piala/prestasi dengan nada positif.
- A bertentangan suasana: “malang” menunjukkan kesedihan, padahal gambar bernuansa gembira.
- B tepat: pujian yang wajar untuk piala yang diperoleh (“hebat”).
- C mungkin cocok, tetapi gambar lebih menonjolkan objek piala yang sedang ditunjukkan/diangkat.
- D kurang tepat: “indah” menilai keindahan, sedangkan konteks gambar lebih menekankan kebanggaan/kehebatan piala.
Latihan Tambahan Bahasa Indonesia untuk Anak SD
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari ikhtiar pendidikan yang dikembangkan di Pesantren Tahfidz Karangmojo.
Agar ananda semakin lancar membaca, memahami bacaan, dan terbiasa menjawab soal, silakan melanjutkan latihan Bahasa Indonesia berikut ini. Soal-soal disusun bertahap, bisa dikerjakan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan ananda.
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 1
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 2
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 3
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 4
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 5
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 6
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 7
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 8
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 9
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 10
Semoga ikhtiar kecil ini menjadi wasilah kemudahan bagi ananda dalam belajar, dan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat.