Bacaan untuk soal nomor 21–25
Pada pagi hari yang cerah, Angsa sedang berenang di danau. Tiba-tiba, Angsa dikejutkan oleh kedatangan Bebek.
“Kau mengejutkanku saja. Awas, jangan dekat-dekat!” bentak Angsa.
“Aku ingin bermain denganmu,” jawab Bebek pelan.
“Kau hitam dan jelek! Sana, bermain dengan Gagak saja!” kata Angsa ketus seraya naik ke darat.
Dengan perasaan sedih, Bebek berenang sendirian. Hari pun menjelang siang. Angsa tertidur di tepi danau. Ia tidak tahu ada bahaya yang mengintai. Musang telah berada tidak jauh dari tempat Angsa tertidur. Untungnya, Bebek yang masih berenang melihat hal itu.
“Angsa, bangun! Cepat masuk ke danau! Ada Musang!” teriak Bebek.
Angsa terbangun mendengar teriakan Bebek. Ia segera menceburkan diri ke danau. Dengan sangat cepat, ia berenang ke tengah danau. Setelah Musang pergi menjauh, Angsa pun berenang mendekati Bebek.
“Terima kasih, kau telah menolongku. Maafkan sikapku kepadamu tadi,” kata Angsa penuh sesal.
“Sama-sama, Angsa,” jawab Bebek.
Soal 21
Prediksi yang terjadi jika Bebek tidak membangunkan Angsa adalah ….
| A | Angsa tertidur lelap hingga sore. |
| B | Angsa mati diterkam Musang. |
| C | Bebek akan dimarahi Angsa. |
| D | Angsa akan bangun sendiri. |
| E | Musang pergi mencari mangsa lain. |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: B
Analisa opsi:
A. Kurang kuat. Teks menegaskan “Angsa tertidur” dan “Musang telah berada tidak jauh…”. Jika tidak dibangunkan, justru bahaya meningkat, bukan sekadar tidur sampai sore.
B. Paling logis. Musang “mengintai” dan berada “tidak jauh” dari Angsa yang tertidur. Tanpa peringatan Bebek, Angsa tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga peluang Angsa diterkam Musang sangat besar (risiko B \gt opsi lain).
C. Tidak sesuai sebab-akibat. Angsa memarahi Bebek terjadi di awal karena ejekan, tetapi “prediksi” saat bahaya Musang muncul: fokusnya keselamatan Angsa, bukan dimarahi.
D. Tidak didukung teks. Justru Angsa bangun karena “mendengar teriakan Bebek”. Tanpa teriakan, peluang bangun sendiri tidak disebutkan dan \lt skenario bahaya.
E. Tidak berdasar. Musang pergi menjauh setelah Angsa “berenang ke tengah danau” (karena Angsa selamat). Jika Angsa tetap tertidur, alasan Musang pergi mencari mangsa lain tidak kuat.
Soal 22
Nilai moral positif dalam cerita tersebut adalah ….
| A | Berteman tanpa membedakan jenis. |
| B | Pantang menyerah dalam berteman. |
| C | Waspada dalam berbagai kesempatan. |
| D | Membalas keburukan dengan kebaikan. |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: D
Analisa opsi:
A. Kurang tepat. Konflik utamanya bukan soal “jenis”, melainkan perlakuan Angsa yang merendahkan Bebek (“hitam dan jelek”).
B. Sebagian benar, tetapi tidak paling kuat. Bebek memang tetap berniat baik, namun inti moralnya terlihat jelas saat Bebek menolong meski baru saja dihina.
C. Ada unsur waspada (Bebek melihat Musang), tetapi pesan dominannya bukan kehati-hatian umum, melainkan kebaikan hati Bebek.
D. Paling sesuai. Bebek diperlakukan buruk (diejek, ditolak), tetapi ia tetap menolong Angsa dari Musang. Itu contoh “membalas keburukan dengan kebaikan” (D \gt B dan C).
Soal 23
Keteladanan tokoh Bebek dalam cerita tersebut adalah ….
| A | Suka mengawasi tingkah laku teman. |
| B | Mudah memaafkan bila diperlukan. |
| C | Sudi menolong walau telah diejek. |
| D | Pandai menyimpan kesedihan. |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: C
Analisa opsi:
A. Tidak tepat. Bebek bukan “mengawasi” teman, ia kebetulan melihat bahaya Musang saat masih berenang.
B. Ada unsur memaafkan (“Sama-sama, Angsa”), tetapi keteladanan utamanya tampak pada tindakan menyelamatkan Angsa saat Angsa berada dalam bahaya.
C. Paling kuat dan langsung dibuktikan teks: setelah diejek (“hitam dan jelek”), Bebek tetap berteriak memperingatkan dan menyelamatkan Angsa.
D. Tidak menjadi fokus. Disebut “perasaan sedih”, tetapi tidak ada penekanan bahwa Bebek “pandai menyimpan” kesedihan; yang ditonjolkan adalah aksi menolong.
Soal 24
Siswa Indonesia … meraih emas di Olimpiade Matematika Internasional 2019.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
| A | memperoleh |
| B | menuntut |
| C | menerima |
| D | merebut |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: A
Analisa opsi:
A. Paling tepat dalam kolokasi berita/prestasi: “Siswa Indonesia memperoleh (medali) emas …”. Maknanya netral dan sesuai konteks penghargaan.
B. Salah makna. “Menuntut” berarti meminta dengan keras/menagih hak, tidak cocok untuk prestasi “meraih emas”.
C. Kurang tepat. “Menerima” bisa dipakai jika menekankan pemberian (“menerima penghargaan”), tetapi dengan frasa “meraih emas”, yang lebih lazim adalah “memperoleh” (A \gt C).
D. Terasa bernuansa perebutan/konflik. Pada konteks olimpiade bisa saja, tetapi gaya kalimat umum lebih halus dan baku memakai “memperoleh”.
Soal 25
Dengan …, Tania sukses menjual semua patung buatannya ke luar negeri.
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ….
| A | kaki tangan |
| B | tangan dingin |
| C | ringan tangan |
| D | tangan terbuka |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: B
Analisa opsi:
A. Salah konteks. “Kaki tangan” berarti pembantu/komplotan (konotasi negatif), tidak cocok untuk kesuksesan menjual karya.
B. Tepat. “Tangan dingin” bermakna memiliki kemampuan/keahlian sehingga apa yang dikerjakan berhasil; cocok dengan “sukses menjual semua patung …”.
C. Kurang tepat. “Ringan tangan” berarti suka menolong atau mudah memberi bantuan, tidak langsung terkait keberhasilan bisnis/penjualan.
D. Tidak tepat. “Tangan terbuka” berarti menerima dengan ramah/dermawan, bukan penyebab sukses menjual patung ke luar negeri (makna D \lt B).
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 9