41. Bacalah cerita berikut!
Sore itu langit terlihat cerah. Seekor kelinci berlari sangat cepat. Ia tidak peduli dengan hewan lain yang terbata-bata karena debu yang beterbangan.
“Minggir-minggir, aku mau lewat!” teriak Cici dengan pongahnya.
“Huh, dasar Cici!” kata Caki, si ayam betina.
“Biarkan saja, kan Cici memang jago berlari,” kata Kuri.
“Kuri ya tetap Kuri, seekor kura-kura yang lamban berlari, ha… ha… ha!” kata Cici.
“Kamu tidak boleh menghina seperti itu!” kata Mumut.
“Tidak apa-apa, Mut. Aku memang tidak pandai berlari,” kata Kuri.
Sesaat kemudian terdengar suara “gubrak”. Kuri, Caki, dan Mumut terkejut mendengar suara keras seperti benda terjatuh. Ternyata suara itu berasal dari tubuh Cici yang menabrak pohon yang melintang di jalan. Ia tidak hati-hati saat berlari.
“Aduh… aduh, tolong… tolong!” teriak Cici sambil meringis kesakitan.
Kuri, Caki, dan Mumut segera mendekati Cici yang tampak kesakitan. Cici terperanjat karena ketiga temannya telah berada di dekatnya.
“Ci, tubuhmu terluka. Kami akan mengantarmu pulang,” kata Kuri.
Cici berjalan tertatih-tatih dibantu teman-temannya. Setelah tiba di rumah Cici, Kuri mengobati luka-luka pada tubuh Cici. Sejak saat itu, Cici tidak sombong lagi.
Pertanyaan: Tentukan tokoh-tokoh dalam cerita tersebut!
Jawaban & Analisis
Jawaban: Cici, Caki, Kuri, dan Mumut.
Analisis rinci:
- Cici: tokoh kelinci yang berlari cepat dan sombong (“Minggir-minggir, aku mau lewat!”, lalu menabrak pohon).
- Caki: tokoh ayam betina yang menegur Cici (“Huh, dasar Cici!”).
- Kuri: tokoh kura-kura yang lamban, namun baik dan menolong (mengantar pulang dan mengobati luka Cici).
- Mumut: tokoh yang menegur tindakan menghina (“Kamu tidak boleh menghina seperti itu!”).
42. Perhatikan paragraf berikut!
Pada hari Jumat Andika tidak berangkat ke sekolah karena sakit. Orang tua Andika kemudian membawanya ke dokter spesialis untuk di periksa. Setelah mendapat resep obat, orangtua Andika mengganti untuk membeli obat di apotik. Setelah meminum obat tersebut, keadaan Andika mulai membaik. Sekarang Andika dapat melakukan aktifitas seperti biasanya.
Pertanyaan: Tuliskan kesalahan penggunaan kata baku pada paragraf tersebut!
Jawaban & Analisis
Jawaban (kata/penulisan tidak baku → baku):
- di periksa → diperiksa (imbuhan di- sebagai awalan harus digabung).
- apotik → apotek.
- aktifitas → aktivitas.
Catatan tambahan (konsistensi penulisan): Dalam paragraf ada “Orang tua” dan “orangtua”. Untuk konsisten ragam baku, umumnya dipakai orang tua (dua kata).
43. Urutan menanak nasi dengan rice cooker (kalimat acak)
| No (acak) | Kalimat petunjuk |
|---|---|
| 1 | Tunggu nyala lampu berpindah dari cook ke warm. |
| 2 | Tuangkan air setinggi 1–2 ruas jari dari beras yang telah dicuci. |
| 3 | Nasi yang telah matang siap untuk dinikmati. |
| 4 | Cuci beras dalam panci rice cooker hingga bersih. |
| 5 | Masukkan panci dalam rice cooker. |
| 6 | Tekan tombol cook pada rice cooker. |
Pertanyaan: Tulislah urutan kalimat petunjuk cara menanak nasi dengan rice cooker secara tepat!
Jawaban & Analisis
Jawaban (urutan benar): 4 → 2 → 5 → 6 → 1 → 3
Analisis urutan (mengapa demikian):
- (4) Beras harus dicuci dulu sampai bersih (langkah awal).
- (2) Setelah bersih, baru ditambahkan air sesuai takaran (air tidak mungkin ditakar sebelum beras dicuci).
- (5) Panci berisi beras dan air dimasukkan ke badan rice cooker.
- (6) Baru menekan tombol cook untuk memulai memasak.
- (1) Menunggu sampai indikator berubah ke warm sebagai tanda nasi matang.
- (3) Setelah matang, nasi siap dimakan (langkah akhir).
Representasi urutan dengan LaTeX (wajib \(\lt\) dan \(\gt\)): urutan prosesnya dapat ditulis sebagai \(4 \lt 2 \lt 5 \lt 6 \lt 1 \lt 3\).
44. Cermatilah paragraf berikut!
Tsunami yang terjadi di Selat Sunda disebabkan oleh runtuhnya Gunung Anak Krakatau. Korban mengakibatkan jiwa maupun harta bencana tersebut. Hingga saat ini korban yang meninggal mencapai 437 orang. Untuk kerugian harta belum diketahui pasti jumlahnya.
Pertanyaan: Pada paragraf tersebut terdapat kalimat yang berpola/susunannya salah. Tulislah dan perbaikilah menjadi kalimat yang benar!
Jawaban & Analisis
Kalimat yang salah: “Korban mengakibatkan jiwa maupun harta bencana tersebut.”
Perbaikan (contoh yang benar):
“Bencana tersebut mengakibatkan korban jiwa dan kerugian harta.”
Analisis: Subjek dan predikat tertukar. Yang “mengakibatkan” adalah bencana, bukan “korban”. Kata “korban” semestinya menjadi akibat (korban jiwa), sedangkan “kerugian harta” adalah akibat pada harta benda.
LaTeX sederhana (memakai \(\gt\)): jumlah korban meninggal \(437 \gt 0\), sehingga termasuk bencana besar.
45. Cermati paragraf berikut!
Bu Ani adalah seorang pengusaha aneka kue. Kue buatannya sangat lezat. Hari itu Bu Ani mendapat pesanan kue untuk acara syukuran. Setelah selesai, Bu Ani memanggil Finta.
Bu Ani berkata, “Fin! tolong antarkan kue ini ke tempat Bu Siti ya Nak.”
“Baik, Bu? akan segera saya antar ke tempat Bu Siti.” kata Finta!
Pertanyaan: Tulislah perbaikan kesalahan penggunaan tanda baca pada kalimat yang dicetak miring dalam paragraf tersebut!
Jawaban & Analisis
Perbaikan kalimat (yang dicetak miring) menjadi benar:
Bu Ani berkata, “Fin! Tolong antarkan kue ini ke tempat Bu Siti, ya, Nak.”
Analisis tanda baca:
- Setelah “Fin!” wajar diikuti kalimat baru, sehingga “Tolong” diawali huruf kapital.
- Ungkapan “ya, Nak” adalah sisipan sapaan, sehingga lebih rapi jika dipisahkan dengan koma: “, ya, Nak.”
- Tanda titik diletakkan di akhir kutipan karena kalimatnya selesai.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Data 9