No 1
Soal
(1) Lahan sawit menjadi satu dari banyak penyebab deforestasi (alih fungsi lahan dari hutan ke perkebunan). (2) Deforestasi berdampak negatif pada lingkungan, karena berkontribusi pada pelepasan emisi karbon. (3) Deforestasi juga menyebabkan degradasi tanah dan pencemaran air. (4) Meskipun minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, tetapi sisi negatifnya tidak dapat diabaikan. (5) Situasi itu menunjukkan perlu sinkronisasi antara pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan dukungan ketahanan pangan global. (6) Solusinya adalah penemuan alternatif bahan baku produksi biodiesel yang tidak bersaing langsung dengan sektor pangan, misalnya penggunaan limbah. (7) Dengan berfokus pada penggunaan limbah, seperti minyak jelantah (minyak goreng sisa), biofuel menjadi solusi dalam mendukung kebutuhan energi tanpa merusak lingkungan. (8) Untuk itu, diperlukan pendekatan holistik agar perumusan kebijakan biofuel mempertimbangkan keselamatan lingkungan.
Diadaptasi dari https://mediaindonesia.com/
Penggunaan kata bercetak tebal yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (2) |
| B. | (3) |
| C. | (5) |
| D. | (6) |
| E. | (8) |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menjawab soal ini, kita harus memahami ketepatan makna kata dalam konteks kalimat.
Kalimat (2): kata pelepasan emisi karbon sudah tepat. Secara makna, deforestasi memang menyebabkan pelepasan karbon ke atmosfer.
Kalimat (3): kata pencemaran air juga tepat karena degradasi lingkungan dapat menyebabkan kualitas air menurun.
Kalimat (6): kata penemuan kurang tepat.
Secara konsep Bahasa Indonesia, perbedaan makna dapat dijelaskan sebagai berikut:
Penemuan = menemukan sesuatu yang sebelumnya sudah ada.
Penciptaan/Pengembangan = membuat sesuatu yang sebelumnya belum ada.
Dalam konteks kalimat (6), alternatif bahan baku biodiesel bukan sekadar ditemukan, tetapi perlu dikembangkan atau diciptakan melalui riset dan inovasi. Oleh karena itu, penggunaan kata penemuan tidak tepat.
Kalimat (8): kata perumusan sudah tepat karena kebijakan memang dirumuskan.
Jadi, jawaban yang benar adalah D (6).
No 2
Soal
(1) Contoh kaum marginal yang terdampak krisis lingkungan adalah masyarakat Pulau Pari. (2) Pulaunya terancam tenggelam akibat produksi emisi karbon perusahaan menyumbang emisi karbon. (3) Ironi penyebab krisis lingkungan tidak dilakukan oleh masyarakat Pari, tetapi mereka menanggung akibatnya. (4) Ada peninggalan letak antara terhadap dampak kerusakan lingkungan. (5) Padahal fakta bahwa keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi merupakan kenyataan miris. (6) Fakta itu memperihatinkan, karena keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup merupakan isu terpenting saat ini. (7) Semua prihatin sebab keadilan ekologis telah bermakna keadilan bagi manusia regenerasi, tetapi lintas generasi terutama generasi muda. (8) Di samping itu, hak atas lingkungan hidup berpengaruh besar pada pembelaan hak asasi yang lain. (9) Karena keadilan ekologis dan hak tersebut strategis, pemerintah sewajarnya peduli pada isu ini.
(sumber: dari https://www.walhi.or.id/)
Penggunaan kata bercetak tebal yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (6) |
| D. | (7) |
| E. | (8) |
Jawaban dan Pembahasan
Cara cepat mengerjakan soal seperti ini: fokus pada kata yang dicetak tebal, lalu cek apakah kata tersebut baku dan sesuai makna dalam kalimatnya. Jangan terdistraksi oleh bagian yang tidak dicetak tebal.
Opsi A (kalimat 1): kata terdampak dan adalah tepat. “Terdampak” bermakna “mengalami dampak”, sedangkan “adalah” tepat untuk menyatakan identitas/subjek-predikat.
Opsi B (kalimat 2): pada kalimat (2) tidak ada kata bercetak tebal yang diuji sebagai salah, sehingga bukan target utama kesalahan kata tebal.
Opsi C (kalimat 6): kata memperihatinkan tidak tepat karena bentuk baku dalam KBBI adalah memprihatinkan (tanpa “e” setelah “p”). Kalimat (6) bermaksud menyatakan “fakta itu memprihatinkan”, sehingga yang benar adalah:
“Fakta itu memprihatinkan, karena ...”
Opsi D (kalimat 7): kata regenerasi masih dapat dipahami sebagai “pergantian/kelanjutan generasi”, sehingga tidak jelas salah-baku seperti pada kalimat (6).
Opsi E (kalimat 8): frasa lingkungan hidup tepat dan umum dipakai dalam konteks hak dan kebijakan lingkungan.
Jadi, penggunaan kata bercetak tebal yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor (6).
Jawaban: C
No 3
Soal
(1) Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. (2) Namun, Indonesia juga menjadi negara yang banyak berhadapan praktik jahat terhadap satwa-satwa liarnya. (3) Perburuan dan perdagangan satwa liar menjadi salah satu penyumbang besarnya satwa Indonesia, selain terjadinya perubahan fungsi dari lahan dan juga hutan. (4) Perdagangan satwa liar, khususnya satwa liar yang dilindungi ataupun langka, tergolong suatu tindak pidana. (5) Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDA). (6) International Animal Rescue (IAR) Indonesia mencatat lebih dari 80 persen satwa yang diperdagangkan secara daring atau melalui pasar burung, merupakan tangkapan dari alam liar. (7) Apabila perburuan satwa liar terus berlangsung, maka hal ini dapat memicu fenomena dari hutan tanpa satwa.
Penggunaan kata bercetak tebal yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (6) |
Jawaban dan Pembahasan
Trik untuk soal ini: fokus pada kata yang dicetak tebal, lalu cek apakah kata itu tepat makna dan tidak membuat kalimat rancu.
(1) keanekaragaman → tepat, karena frasa “keanekaragaman hayati” memang istilah baku untuk menyatakan ragam makhluk hidup.
(2) menjadi → tepat, karena berfungsi sebagai penghubung predikat yang menyatakan status/keadaan (“Indonesia juga menjadi negara ...”).
(3) penyumbang → masih tepat secara makna: perburuan dan perdagangan satwa liar dapat menjadi faktor penyebab berkurangnya satwa.
(3) hutan → tidak tepat karena membuat susunan kalimat rancu: “perubahan fungsi dari lahan dan juga hutan”. Kata “hutan” pada konteks ini seharusnya melekat sebagai jenis lahan, sehingga bentuk yang lebih tepat adalah seperti: “perubahan fungsi lahan hutan” atau “alih fungsi lahan (hutan)”. Jika ditulis “lahan dan juga hutan”, seolah-olah “lahan” dan “hutan” adalah dua kategori sejajar, padahal hutan adalah salah satu bentuk lahan.
(5) Tahun → tepat dalam konteks nama undang-undang: “Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990”.
(6) International Animal Rescue → tepat karena merupakan nama lembaga (nama diri).
Jadi, penggunaan kata bercetak tebal yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor (3).
Jawaban: C
No 4
Soal
(1) Tanaman kemiri sunan cocok digunakan dalam program rehabilitasi lahan, terutama lahan terdegradasi akibat penambangan. (2) Kemiri sunan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi ekonomi melalui pengoptimalan produksi biodiesel maupun segi ekologi melalui kelestarian tanah dan hutan, karena mampu memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan kualitas lingkungan. (3) Kemiri sunan juga dapat hidup berdampingan dengan tanaman lain yang bernilai ekonomi, misalnya tanaman pangan. (4) Kemiri sunan pun dapat diintegrasikan dalam sistem agroforestri yang merupakan pengombinasian penanaman tanaman keras, misalnya pohon, dengan tanaman pangan. (5) Dengan mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat memperoleh manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan. (6) Tanpa pengetahuan yang memadai tentang hal itu, hasil panen bisa jauh dari potensi optimalnya.
(Diadaptasi dari https://news.detik.com/)
Penggunaan kata bercetak tebal yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (6) |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menjawab soal ini, langkah pertama adalah memeriksa apakah kata bercetak tebal sudah sesuai secara makna dan bentuk baku.
(1) terdegradasi → tepat. Kata ini bermakna “mengalami penurunan kualitas”, sesuai dengan konteks lahan rusak akibat penambangan.
(2) produksi → tepat, karena biodiesel memang dihasilkan melalui proses produksi.
(2) kelestarian → tepat, karena berkaitan dengan upaya menjaga keberlanjutan tanah dan hutan.
(3) bernilai → tepat, karena bermakna “memiliki nilai (ekonomi)”.
(4) pengombinasian → tidak tepat. Bentuk baku menurut kaidah pembentukan kata adalah pengombinasian berasal dari kata dasar “kombinasi”, tetapi dalam praktik bahasa baku yang lebih lazim dan tepat adalah pengombinasian atau “penggabungan”. Bentuk dalam kalimat membuat struktur terasa tidak efektif dan kurang tepat secara pilihan kata dibanding bentuk yang lebih umum digunakan dalam konteks ilmiah seperti “penggabungan”.
(6) memadai → tepat, karena bermakna “cukup/layak”.
Jadi, penggunaan kata bercetak tebal yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor (4).
Jawaban: D
No 5
Soal
(1) Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. (2) Lontara berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. (3) Lontara terdiri dari 23 huruf untuk aksara Bugis dan 19 huruf untuk aksara Makassar. (4) Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau. (5) Nasihat ini berpesan mengenai kekayaan dan kesuksesan yang perlu dimiliki. (6) Kekayaan dan kesuksesan tersebut terdiri atas empat tanda yang perlu dimiliki seseorang sebelum meninggalkan kampung halaman. (7) Tanda yang pertama adalah kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. (8) Tanda yang kedua adalah kaya dalam pemikiran dan imajinasi. (9) Tanda yang ketiga adalah kaya dalam dunia usaha yang berarti memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis. (10) Tanda terakhir adalah kaya dalam keuangan.
(Diadaptasi dari https://www.infobudaya.net/)
Kelompok kata dalam bacaan tersebut yang memiliki pola makna sama dengan baju seragam adalah ....
| A. | aksara tradisional (kalimat 1) |
| B. | jenis tumbuhan (kalimat 2) |
| C. | leluhur Bugis (kalimat 4) |
| D. | empat tanda (kalimat 6) |
| E. | relasi bisnis (kalimat 9) |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk siswa yang baru belajar, kita pahami dulu konsep dasarnya.
Frasa baju seragam memiliki pola:
Diterangkan (D) + Menerangkan (M)
Dalam tata bahasa SMA, ini disebut pola DM. Rumusnya dapat ditulis:
Pola frasa nominal = Inti + Pewatas
atau secara simbol sederhana:
\( D + M \)
Pada frasa baju seragam:
baju = inti (yang diterangkan)
seragam = penjelas (yang menerangkan)
Sekarang kita cek pilihan:
A. aksara tradisional
aksara = inti
tradisional = penjelas
Pola: \( D + M \) ✔
B. jenis tumbuhan
jenis = inti klasifikasi
tumbuhan = yang diklasifikasikan
Pola ini lebih menunjukkan hubungan penggolongan, bukan sifat langsung seperti “baju seragam”.
C. leluhur Bugis
menunjukkan hubungan kepemilikan/asal.
D. empat tanda
ini pola numeralia + nomina.
E. relasi bisnis
menunjukkan hubungan bidang/ranah.
Jadi yang memiliki pola makna sama dengan baju seragam (nomina + sifat) adalah:
A. aksara tradisional
Jawaban: A
No 6
Soal
(1) Lahan sawit menjadi satu dari banyak penyebab deforestasi (alih fungsi lahan dari hutan ke perkebunan). (2) Deforestasi berdampak negatif pada lingkungan, karena berkontribusi pada pelepasan emisi karbon. (3) Deforestasi juga menyebabkan degradasi tanah dan pencemaran air. (4) Meskipun minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, tetapi sisi negatifnya tidak dapat diabaikan. (5) Situasi itu menunjukkan perlu sinkronisasi antara mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan dukungan ketahanan pangan global. (6) Solusinya adalah penemuan alternatif bahan baku untuk produksi biodiesel yang tidak bersaing langsung dengan sektor pangan, misalnya penggunaan limbah. (7) Dengan berfokus pada penggunaan limbah, seperti minyak jelantah (minyak goreng sisa), biofuel menjadi solusi dalam mendukung kebutuhan energi tanpa merusak lingkungan. (8) Untuk itu, diperlukan pendekatan holistik agar perumusan kebijakan biofuel mempertimbangkan keselamatan lingkungan.
Diadaptasi dari https://mediaindonesia.com/
Kalimat berikut perlu dimasukkan dalam bacaan tersebut.
Pengembangan potensi biodiesel dengan menggunakan bahan baku limbah memerlukan dukungan investasi teknologi bioenergi.
Kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor ....
| A. | (2) |
| B. | (4) |
| C. | (6) |
| D. | (7) |
| E. | (8) |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk siswa yang baru belajar, cara menentukan letak kalimat sisipan adalah mencari kaitannya (kata kunci) dengan kalimat sebelum dan sesudahnya.
Kalimat sisipan membahas:
1) pengembangan potensi biodiesel
2) memakai bahan baku limbah
3) perlu dukungan investasi teknologi bioenergi
Sekarang lihat alur bacaan:
(1)–(3) menjelaskan masalah deforestasi dan dampaknya.
(4)–(5) menjelaskan dilema: sawit bisa jadi energi, tetapi ada sisi negatif dan perlu sinkronisasi energi–pangan.
(6) memperkenalkan solusi: alternatif bahan baku biodiesel yang tidak bersaing dengan pangan, yaitu limbah.
(7) memberi contoh limbah: minyak jelantah, dan menyimpulkan manfaatnya.
(8) menutup dengan kebutuhan pendekatan holistik untuk kebijakan.
Karena kalimat sisipan membicarakan pengembangan biodiesel dari limbah dan kebutuhan investasi teknologi, kalimat itu paling logis ditempatkan setelah (6).
Alasannya:
- Kalimat (6) baru mengenalkan ide “biodiesel dari limbah”.
- Kalimat sisipan langsung memperluas ide itu: jika mau dikembangkan, perlu investasi teknologi bioenergi.
- Setelah itu barulah (7) menjadi contoh penerapannya (minyak jelantah).
Jika ditempatkan setelah (7), alurnya terasa terlambat karena (7) sudah berupa penegasan hasil/manfaat, sedangkan kalimat sisipan masih berupa syarat pengembangan.
Jadi, jawaban yang benar adalah C (6).
No 7
Soal
(1) Contoh kaum marginal yang terdampak krisis lingkungan adalah masyarakat Pulau Pari. (2) Pulaunya terancam tenggelam akibat produksi emisi karbon perusahaan menyumbang emisi karbon. (3) Ironi penyebab krisis lingkungan tidak dilakukan oleh masyarakat Pari, tetapi mereka menanggung akibatnya. (4) Ada peninggalan letak antara terhadap dampak kerusakan lingkungan. (5) Padahal fakta bahwa keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi merupakan kenyataan miris. (6) Fakta itu memprihatinkan, karena keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup merupakan isu terpenting saat ini. (7) Semua prihatin sebab keadilan ekologis telah bermakna keadilan bagi manusia lintas generasi terutama generasi muda. (8) Di samping itu, hak atas lingkungan hidup berpengaruh besar pada pembelaan hak asasi yang lain. (9) Karena keadilan ekologis dan hak tersebut strategis, pemerintah sewajarnya peduli pada isu ini.
(sumber: dari https://www.walhi.or.id/)
Kalimat berikut perlu dimasukkan dalam bacaan tersebut.
Lebih ironis lagi, tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan menunjukkan bahwa isu lingkungan dan keadilan ekologis harus dijalankan.
Kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor ....
| A. | (4) |
| B. | (5) |
| C. | (6) |
| D. | (7) |
| E. | (8) |
Jawaban dan Pembahasan
Cara menentukan letak kalimat sisipan adalah dengan melihat kata penghubung dan alur gagasan.
Kalimat sisipan diawali dengan frasa “Lebih ironis lagi”. Artinya, kalimat itu harus mengikuti bagian yang sudah membahas ironi atau kondisi yang memprihatinkan.
Perhatikan alur teks:
(1)–(3) menjelaskan ketidakadilan yang dialami masyarakat Pulau Pari.
(5) menyebut fakta keadilan ekologis belum terpenuhi.
(6) menyatakan fakta itu memprihatinkan.
(7) membahas keadilan ekologis lintas generasi terutama generasi muda.
(8) menjelaskan pengaruh hak atas lingkungan hidup.
(9) penutup berupa ajakan agar pemerintah peduli.
Kalimat sisipan menekankan dua hal:
1) generasi muda
2) keadilan ekologis harus dijalankan
Kalimat (7) sudah membahas generasi muda dan keadilan lintas generasi. Jika setelah (7) disisipkan kalimat tersebut, maka alurnya menjadi runtut:
(7) → membahas generasi muda
SISIPAN → menegaskan ironi dan urgensi pelaksanaan keadilan ekologis
(8) → melanjutkan pembahasan hak atas lingkungan hidup
Jika ditempatkan setelah (6), pembahasan tentang generasi muda belum muncul sehingga kurang padu.
Jadi, kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor (7).
Jawaban: D
No 8
Soal
(1) Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. (2) Namun, Indonesia juga menjadi negara yang banyak berhadapan praktik jahat terhadap satwa-satwa liarnya. (3) Perburuan dan perdagangan satwa liar menjadi salah satu penyumbang berkurangnya satwa asli Indonesia, selain terjadinya perubahan fungsi dari lahan dan juga hutan. (4) Perdagangan satwa liar, khususnya satwa liar yang dilindungi ataupun langka, tergolong suatu tindak pidana. (5) Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDA). (6) International Animal Rescue (IAR) Indonesia mencatat lebih dari 80 persen satwa yang diperdagangkan secara daring atau melalui pasar burung, merupakan tangkapan dari alam liar. (7) Apabila perburuan satwa liar terus berlangsung, maka hal ini dapat memicu fenomena dari hutan tanpa satwa.
Kalimat berikut perlu dimasukkan dalam bacaan tersebut.
Perdagangan satwa liar yang dilindungi juga sudah masuk sebagai permasalahan internasional.
Kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor ....
| A. | (2) |
| B. | (3) |
| C. | (4) |
| D. | (5) |
| E. | (6) |
Jawaban dan Pembahasan
Langkah menentukan letak kalimat sisipan:
1) cari kata kunci pada kalimat sisipan,
2) cari kalimat dalam bacaan yang paling terkait,
3) pastikan alurnya tetap logis dari umum ke khusus.
Kalimat sisipan memuat kata kunci: “perdagangan satwa liar yang dilindungi” dan “permasalahan internasional”. Artinya, kalimat ini cocok ditempelkan setelah bagian yang sudah membahas perdagangan satwa liar yang dilindungi/langka, lalu diperluas skalanya menjadi internasional.
Perhatikan isi tiap kalimat:
(2) masih umum: Indonesia menghadapi praktik jahat terhadap satwa liar.
(3) menjelaskan penyebab berkurangnya satwa (perburuan dan perdagangan).
(4) sudah spesifik: perdagangan satwa liar yang dilindungi/langka dan statusnya tindak pidana.
(5) baru masuk ke dasar hukum (UU).
(6) data temuan lembaga (IAR).
Jika kalimat sisipan ditempatkan setelah (4), alurnya menjadi:
(4) menjelaskan jenis perdagangan yang dibahas (yang dilindungi/langka) →
SISIPAN memperluas konteks: ternyata sudah menjadi masalah internasional →
(5) lalu masuk ke aturan hukum di Indonesia.
Ini paling padu karena sisipan berfungsi sebagai “jembatan” dari uraian spesifik di (4) menuju penguatan bahwa isu ini serius (bahkan internasional) sebelum masuk ke dasar hukum (5).
Jadi, kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor (4).
Jawaban: C
No 9
Soal
(1) Tanaman kemiri sunan cocok digunakan dalam program rehabilitasi lahan, terutama lahan terdegradasi akibat penambangan. (2) Kemiri sunan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi ekonomi melalui pengoptimalan produksi biodiesel maupun segi ekologi melalui kelestarian tanah dan hutan, karena mampu memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan kualitas lingkungan. (3) Kemiri sunan juga dapat hidup berdampingan dengan tanaman lain yang bernilai ekonomi, misalnya tanaman pangan. (4) Kemiri sunan pun dapat diintegrasikan dalam sistem agroforestri yang merupakan pengombinasian penanaman tanaman keras, misalnya pohon, dengan tanaman pangan. (5) Dengan mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat memperoleh manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan. (6) Tanpa pengetahuan yang memadai tentang hal itu, hasil panen bisa jauh dari potensi optimalnya.
(Diadaptasi dari https://news.detik.com/)
Kalimat berikut perlu dimasukkan dalam bacaan tersebut.
Meskipun memiliki manfaat, pengembangan kemiri sunan menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kurangnya pengetahuan petani lokal tentang teknik budi daya yang efisien.
Kalimat tersebut paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (6) |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menentukan letak kalimat sisipan, perhatikan kata penghubung di awal kalimat sisipan, yaitu “Meskipun”. Kata ini menunjukkan pertentangan: setelah membahas kelebihan/manfaat, lalu disusul kendala/tantangan.
Bacaan asli sudah menjelaskan manfaat kemiri sunan secara lengkap pada kalimat (2), lalu berlanjut ke contoh dan penerapan (3)–(5), dan diakhiri peringatan tentang pengetahuan pada (6).
Kalimat sisipan juga memuat kata kunci kurangnya pengetahuan petani lokal, yang sangat cocok menjadi pengantar sebelum kalimat (6) yang membahas “tanpa pengetahuan yang memadai”.
Karena itu, posisi terbaik adalah setelah bagian manfaat dan penerapannya selesai dijelaskan, yaitu setelah kalimat (5), agar kalimat sisipan menjadi jembatan menuju penutup (6).
Namun, pilihan yang tersedia tidak memuat (5). Maka, posisi yang paling mendekati dan paling logis adalah setelah kalimat (4), karena:
1) (4) masih membahas penerapan (agroforestri),
2) setelah itu sisipan masuk sebagai kontras (meskipun bermanfaat, ada tantangan),
3) lalu (5) tetap bisa meneruskan manfaat gabungan,
4) dan akhirnya (6) menguatkan tantangan “pengetahuan”.
Jadi, kalimat sisipan paling tepat ditempatkan setelah kalimat nomor (4).
Jawaban: D
No 10
Soal
(1) Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. (2) Lontara berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. (3) Lontara terdiri dari 23 huruf untuk aksara Bugis dan 19 huruf untuk aksara Makassar. (4) Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau. (5) Nasihat ini berpesan mengenai kekayaan dan kesuksesan yang perlu dimiliki. (6) Kekayaan dan kesuksesan tersebut terdiri atas empat tanda yang perlu dimiliki seseorang sebelum meninggalkan kampung halaman. (7) Tanda yang pertama adalah kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. (8) Tanda yang kedua adalah kaya dalam pemikiran dan imajinasi. (9) Tanda yang ketiga adalah kaya dalam dunia usaha yang berarti memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis. (10) Tanda terakhir adalah kaya dalam keuangan.
(Diadaptasi dari https://www.infobudaya.net/)
Fungsi kata sebelum dalam kalimat (4) adalah ....
| A. | menjelaskan hubungan sebab-akibat |
| B. | menunjukkan alasan |
| C. | memerinci gagasan |
| D. | menjelaskan hubungan waktu |
| E. | menyatakan pilihan |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menjawab soal ini, kita harus memahami fungsi kata hubung (konjungsi).
Dalam tata bahasa SMA, kata hubung dapat diklasifikasikan berdasarkan hubungan makna:
Hubungan sebab-akibat → karena, sehingga
Hubungan alasan → sebab
Hubungan pilihan → atau
Hubungan waktu → sebelum, sesudah, ketika
Perhatikan kalimat (4):
“Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau.”
Kata sebelum menunjukkan urutan waktu, yaitu:
memberi nasihat → lalu → pergi merantau
Jika kita simbolkan secara sederhana:
Nasihat \( \lt \) Merantau
Artinya, peristiwa memberi nasihat terjadi lebih dahulu dibandingkan peristiwa merantau.
Jadi, fungsi kata sebelum adalah menjelaskan hubungan waktu.
Jawaban: D
No 11
Soal
(1) Lahan sawit menjadi satu dari banyak penyebab deforestasi (alih fungsi lahan dari hutan ke perkebunan). (2) Deforestasi berdampak negatif pada lingkungan, karena berkontribusi pada pelepasan emisi karbon. (3) Deforestasi juga menyebabkan degradasi tanah dan pencemaran air. (4) Meskipun minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, tetapi sisi negatifnya tidak dapat diabaikan. (5) Situasi itu menunjukkan perlu sinkronisasi antara mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan dukungan ketahanan pangan global. (6) Solusinya adalah penemuan alternatif bahan baku untuk produksi biodiesel yang tidak bersaing langsung dengan sektor pangan, misalnya penggunaan limbah. (7) Dengan berfokus pada penggunaan limbah, seperti minyak jelantah (minyak goreng sisa), biofuel menjadi solusi dalam mendukung kebutuhan energi tanpa merusak lingkungan. (8) Untuk itu, diperlukan pendekatan holistik agar perumusan kebijakan biofuel mempertimbangkan keselamatan lingkungan.
Diadaptasi dari https://mediaindonesia.com/
Penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (2) |
| B. | (4) |
| C. | (6) |
| D. | (7) |
| E. | (8) |
Jawaban dan Pembahasan
Kunci soal ini: periksa koma yang memisahkan induk kalimat dan anak kalimat. Dalam kaidah EYD/PUEBI yang biasa dipakai di SMA, koma tidak dipakai sebelum kata penghubung sebab seperti karena jika anak kalimat berada di belakang induk kalimat dan hubungannya langsung (bukan sisipan).
Kalimat (2) berbunyi:
“Deforestasi berdampak negatif pada lingkungan, karena berkontribusi pada pelepasan emisi karbon.”
Koma sebelum karena membuat pemisahan yang tidak perlu. Bentuk yang tepat:
“Deforestasi berdampak negatif pada lingkungan karena berkontribusi pada pelepasan emisi karbon.”
Kalimat (4) benar: koma memisahkan anak kalimat pengantar “Meskipun ...” dengan induk kalimat.
Kalimat (6) masih wajar: koma sebelum “misalnya” dipakai untuk memperkenalkan contoh.
Kalimat (7) masih dapat diterima karena bagian “seperti minyak jelantah ...” berfungsi sebagai keterangan contoh yang disisipkan.
Kalimat (8) benar: “Untuk itu,” adalah keterangan pengantar sehingga koma wajar dipakai.
Jadi, penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor (2).
Jawaban: A
No 12
Soal
(1) Contoh kaum marginal yang terdampak krisis lingkungan adalah masyarakat Pulau Pari. (2) Pulaunya terancam tenggelam akibat produksi emisi karbon perusahaan menyumbang emisi karbon. (3) Ironi penyebab krisis lingkungan tidak dilakukan oleh masyarakat Pari, tetapi mereka menanggung akibatnya. (4) Ada peninggalan letak antara terhadap dampak kerusakan lingkungan. (5) Padahal fakta bahwa keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi merupakan kenyataan miris. (6) Fakta itu memprihatinkan, karena keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup merupakan isu terpenting saat ini. (7) Semua prihatin sebab keadilan ekologis telah bermakna keadilan bagi manusia lintas generasi, tetapi lintas generasi terutama generasi muda. (8) Di samping itu, hak atas lingkungan hidup berpengaruh besar pada pembelaan hak asasi yang lain. (9) Karena keadilan ekologis dan hak tersebut strategis, pemerintah sewajarnya peduli pada isu ini.
(sumber: dari https://www.walhi.or.id/)
Penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (3) |
| B. | (6) |
| C. | (7) |
| D. | (8) |
| E. | (9) |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menentukan kesalahan tanda koma, kita gunakan kaidah umum PUEBI yang dipelajari di SMA.
Aturan penting:
1) Koma dipakai sebelum kata penghubung antarkalimat seperti tetapi.
2) Koma dipakai setelah keterangan penghubung di awal kalimat seperti Di samping itu, dan Karena ..., jika anak kalimat berada di awal.
3) Koma tidak dipakai sebelum kata karena jika anak kalimat berada di belakang induk kalimat.
Periksa satu per satu:
(3) → “..., tetapi mereka menanggung akibatnya.” ✔
Benar, karena tetapi harus didahului koma.
(6) → “Fakta itu memprihatinkan, karena ...” ❌
Menurut kaidah, tidak perlu koma sebelum karena jika berada di tengah kalimat.
Bentuk yang benar:
“Fakta itu memprihatinkan karena keadilan ekologis ...”
(7) → koma sebelum tetapi ✔ benar.
(8) → “Di samping itu,” ✔ benar karena keterangan penghubung di awal kalimat.
(9) → “Karena ..., pemerintah ...” ✔ benar karena anak kalimat berada di awal.
Jadi, penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor (6).
Jawaban: B
No 13
Soal
(1) Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. (2) Namun, Indonesia juga menjadi negara yang banyak berhadapan praktik jahat terhadap satwa-satwa liarnya. (3) Perburuan dan perdagangan satwa liar menjadi salah satu penyumbang berkurangnya satwa asli Indonesia, selain terjadinya perubahan fungsi dari lahan dan juga hutan. (4) Perdagangan satwa liar, khususnya satwa liar yang dilindungi ataupun langka, tergolong suatu tindak pidana. (5) Hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDA). (6) International Animal Rescue (IAR) Indonesia mencatat lebih dari 80 persen satwa yang diperdagangkan secara daring atau melalui pasar burung, merupakan tangkapan dari alam liar. (7) Apabila perburuan satwa liar terus berlangsung, maka hal ini dapat memicu fenomena dari hutan tanpa satwa.
Penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (2) |
| B. | (3) |
| C. | (4) |
| D. | (6) |
| E. | (7) |
Jawaban dan Pembahasan
Cara cepat mencari koma yang salah: cari koma yang memisahkan unsur yang seharusnya tidak dipisah, terutama:
1) koma antara subjek dan predikat,
2) koma sebelum kata penghubung yang tidak perlu,
3) koma yang memutus kalimat sehingga menjadi tidak padu.
Kita cek opsi yang ada:
(2) “Namun, Indonesia ...” ✔
Koma setelah Namun benar karena namun berfungsi sebagai penghubung antarkalimat/keterangan pengantar.
(3) “..., selain terjadinya ...” ✔
Koma dipakai untuk memisahkan keterangan tambahan “selain ...” dari klausa utama, masih dapat diterima.
(4) “Perdagangan satwa liar, khususnya ..., tergolong ...” ✔
Bagian “khususnya ...” adalah keterangan sisipan, sehingga diapit koma.
(6) “... melalui pasar burung, merupakan tangkapan ...” ❌
Koma ini memisahkan subjek dan predikat (atau memutus hubungan klausa) sehingga kalimat menjadi tidak efektif.
Bentuk yang benar dapat ditulis dengan dua pilihan:
1) Tanpa koma:
International Animal Rescue (IAR) Indonesia mencatat lebih dari 80 persen satwa yang diperdagangkan secara daring atau melalui pasar burung merupakan tangkapan dari alam liar.
2) Jika ingin memecah menjadi dua kalimat:
International Animal Rescue (IAR) Indonesia mencatat lebih dari 80 persen satwa yang diperdagangkan secara daring atau melalui pasar burung. Satwa tersebut merupakan tangkapan dari alam liar.
(7) “Apabila ..., maka ...” ✔
Tidak ada tanda koma yang ditanyakan sebagai salah pada struktur ini dalam bacaan.
Jadi, penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor (6).
Jawaban: D
No 14
Soal
(1) Tanaman kemiri sunan cocok digunakan dalam program rehabilitasi lahan, terutama lahan terdegradasi akibat penambangan. (2) Kemiri sunan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari segi ekonomi melalui pengoptimalan produksi biodiesel maupun segi ekologi melalui kelestarian tanah dan hutan, karena mampu memulihkan kesuburan tanah, dan meningkatkan kualitas lingkungan. (3) Kemiri sunan juga dapat hidup berdampingan dengan tanaman lain yang bernilai ekonomi, misalnya tanaman pangan. (4) Kemiri sunan pun dapat diintegrasikan dalam sistem agroforestri yang merupakan pengombinasian penanaman tanaman keras, misalnya pohon, dengan tanaman pangan. (5) Dengan mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat memperoleh manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan. (6) Tanpa pengetahuan yang memadai tentang hal itu, hasil panen bisa jauh dari potensi optimalnya.
(Diadaptasi dari https://news.detik.com/)
Penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (6) |
Jawaban dan Pembahasan
Fokus soal ini adalah mencari koma yang memutus unsur yang seharusnya menyatu. Aturan SMA yang sering dipakai:
1) Koma tidak dipakai di antara unsur yang setara dan masih satu rangkaian predikat, kecuali untuk memisahkan rincian.
2) Koma sebelum karena biasanya tidak diperlukan jika anak kalimat berada setelah induk kalimat.
3) Koma tidak boleh memisahkan predikat majemuk yang masih satu gagasan.
Periksa tiap kalimat yang punya koma:
(1) benar: koma dipakai untuk menyisipkan keterangan “terutama ...”.
(2) bermasalah: “... karena mampu memulihkan kesuburan tanah, dan meningkatkan kualitas lingkungan.” ❌
Alasannya: Pada bagian “mampu memulihkan ... dan meningkatkan ...”, terdapat predikat majemuk yang dihubungkan oleh kata dan. Dalam bentuk ini, koma sebelum dan tidak tepat karena memutus rangkaian tindakan yang sejajar.
Bentuk yang benar:
“... karena mampu memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan kualitas lingkungan.”
Selain itu, koma sebelum karena juga tidak wajib dan bisa dihilangkan agar lebih efektif:
“Kemiri sunan memberikan manfaat ... melalui kelestarian tanah dan hutan karena mampu ...”
(3) benar: koma memisahkan penjelas contoh “misalnya ...”.
(4) benar: bagian “misalnya pohon” adalah sisipan contoh sehingga diapit koma.
(6) benar: “Untuk itu,”/keterangan awal (di sini tidak ada), dan koma setelah keterangan pengantar “Tanpa ...,” wajar digunakan.
Jadi, penggunaan tanda koma yang salah terdapat pada kalimat nomor (2).
Jawaban: B
No 15
Soal
(1) Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. (2) Lontara berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. (3) Lontara terdiri dari 23 huruf untuk aksara Bugis dan 19 huruf untuk aksara Makassar. (4) Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau. (5) Nasihat ini berpesan mengenai kekayaan dan kesuksesan yang perlu dimiliki. (6) Kekayaan dan kesuksesan tersebut terdiri atas empat tanda yang perlu dimiliki seseorang sebelum meninggalkan kampung halaman. (7) Tanda yang pertama adalah kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. (8) Tanda yang kedua adalah kaya dalam pemikiran dan imajinasi. (9) Tanda yang ketiga adalah kaya dalam dunia usaha yang berarti memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis. (10) Tanda terakhir adalah kaya dalam keuangan.
(Diadaptasi dari https://www.infobudaya.net/)
Hubungan kata nasihat dan kata lontara sama dengan hubungan kata lelucon dan kata ....
| A. | komedian |
| B. | tebakan |
| C. | tawa |
| D. | humor |
| E. | bergurau |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk siswa yang baru belajar, kita tentukan dulu jenis hubungan katanya.
Pada bacaan, kalimat (4) berbunyi:
“Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara ...”
Artinya:
nasihat = isi/pesan yang disampaikan
lontara = media/alat untuk menyampaikan (ditulis melalui aksara lontara)
Jadi hubungan kata nasihat : lontara adalah:
ISI/PESAN : MEDIA/PENGUNGKAPAN
Sekarang cari pasangan yang sama:
lelucon = isi/pesan yang disampaikan untuk membuat orang tertawa.
Kita butuh kata yang berperan sebagai media/bentuk pengungkapan lelucon.
Periksa opsi:
A. komedian = pelaku/orang yang menyampaikan, bukan medianya.
B. tebakan = bentuk/jenis penyampaian yang bisa berisi lelucon (misalnya lelucon berupa tebakan). ✔
C. tawa = akibat/hasil dari lelucon, bukan media.
D. humor = makna yang hampir sama dengan lelucon (sinonim), bukan media.
E. bergurau = kata kerja (kegiatan), bukan media/bentuk.
Maka, hubungan yang paling sama adalah:
lelucon : tebakan
Jawaban: B
No 16
Soal
Perhatikan kalimat (4) berikut!
(4) Meskipun minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, tetapi sisi negatifnya tidak dapat diabaikan.
Kalimat manakah yang merupakan kalimat efektif dari kalimat (4)?
| A. | Meskipun minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, tetapi sisi negatifnya tidak dapat diabaikan. |
| B. | Minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, meskipun sisi negatifnya tidak dapat diabaikan. |
| C. | Minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, tetapi sisi negatifnya tidak dapat diabaikan. |
| D. | Meskipun minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, sisi negatifnya juga tidak dapat diabaikan. |
| E. | Meskipun minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, sisi negatifnya tidak dapat diabaikan |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk siswa yang baru belajar, kita pahami dulu konsep kalimat efektif.
Kalimat efektif harus memenuhi:
1) Tidak mengandung pemborosan kata.
2) Tidak terjadi pengulangan konjungsi yang fungsinya sama.
3) Hubungan antarklausa jelas.
Perhatikan kalimat asli:
“Meskipun ... , tetapi ...”
Dalam kaidah Bahasa Indonesia SMA, pasangan ini tidak boleh digunakan bersamaan karena sama-sama menunjukkan pertentangan.
Struktur yang benar bisa ditulis dengan dua pola:
Pola 1:
Meskipun A, B.
Pola 2:
A, tetapi B.
Jika kita simbolkan secara sederhana:
A ≠ B
Maka bentuk efektifnya adalah:
“Minyak kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan bakar ramah lingkungan, tetapi sisi negatifnya tidak dapat diabaikan.”
Itu sesuai dengan opsi C.
Opsi A salah karena masih memakai “meskipun ... tetapi ...”.
Opsi B kurang tepat karena struktur “meskipun” di belakang kalimat membuat fokus tidak efektif.
Opsi D tidak perlu kata “juga”.
Opsi E tidak lengkap karena tanpa tanda titik.
Jadi, jawaban yang benar adalah C.
No 17
Soal
Perhatikan kalimat (5) berikut!
(5) Padahal fakta bahwa keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi merupakan kenyataan miris.
Kalimat manakah yang merupakan kalimat efektif dari kalimat (5)?
| A. | Melihat fakta bahwa keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi adalah kenyataan miris. |
| B. | Fakta keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi merupakan kenyataan miris. |
| C. | Fakta bahwa keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi merupakan kenyataan miris. |
| D. | Melihat fakta keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi adalah kenyataan miris. |
| E. | Melihat keadilan ekologis dan hak atas lingkungan hidup di Indonesia belum terpenuhi merupakan kenyataan miris. |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk siswa yang baru belajar, kalimat efektif itu intinya: jelas subjek-predikat, tidak boros, dan tidak rancu.
Kalimat (5) memiliki unsur yang kurang efektif:
1) Ada kata padahal yang berfungsi sebagai penanda pertentangan, tetapi jika kalimat berdiri sendiri, kata ini tidak wajib.
2) Frasa “fakta bahwa ...” sebenarnya sudah cukup, lalu “merupakan kenyataan miris” juga masih bisa dipadatkan.
Bentuk yang paling efektif adalah yang tetap menjaga struktur:
Subjek: “Fakta bahwa ... belum terpenuhi”
Predikat: “merupakan”
Pelengkap: “kenyataan miris”
Sekarang cek opsi:
A ❌ memakai “Melihat fakta ...” sehingga subjek menjadi kegiatan “melihat”, maknanya berubah dan menjadi kurang tepat.
B ❌ menghilangkan kata “bahwa” sehingga struktur “fakta + klausa” menjadi kurang jelas dan kurang baku.
C ✔ tetap mempertahankan pola “Fakta bahwa ... merupakan ...” tanpa kata yang tidak perlu.
D ❌ sama seperti A, subjek menjadi “melihat”, bukan “fakta”.
E ❌ struktur rancu karena “melihat ... merupakan ...” tidak tepat.
Jadi, kalimat efektifnya adalah opsi C.
Jawaban: C
No 18
Soal
Perhatikan kalimat (7) berikut!
(7) Apabila perburuan satwa liar terus berlangsung, maka hal ini dapat memicu fenomena dari hutan tanpa satwa.
Kalimat manakah yang merupakan kalimat efektif dari kalimat (7)?
| A. | Apabila perburuan satwa liar terus berlangsung, maka dapat memicu fenomena dari hutan tanpa satwa. |
| B. | Apabila perburuan satwa liar terus berlangsung, hal ini dapat memicu fenomena dari hutan tanpa satwa. |
| C. | Apabila terus berlangsung, maka perburuan satwa liar dapat memicu fenomena hutan tanpa satwa. |
| D. | Apabila terus berlangsung, perburuan satwa liar dapat memicu fenomena hutan tanpa satwa liar. |
| E. | Apabila terus berlangsung, perburuan satwa liar dapat memicu fenomena hutan tanpa satwa. |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk siswa yang baru belajar, ada dua aturan penting dalam kalimat efektif:
1) Jangan menggunakan pasangan konjungsi ganda yang tidak perlu.
2) Hindari kata yang mubazir seperti “hal ini” jika sudah jelas subjeknya.
Kalimat asli berbentuk:
Apabila A, maka B.
Dalam kaidah efektif, penggunaan apabila sudah cukup untuk menunjukkan hubungan syarat, sehingga kata maka sering dianggap tidak perlu.
Selain itu, frasa “hal ini” tidak efektif karena subjek sebenarnya sudah jelas, yaitu perburuan satwa liar.
Bentuk efektif yang benar:
Apabila perburuan satwa liar terus berlangsung, dapat memicu fenomena hutan tanpa satwa.
Atau:
Jika perburuan satwa liar terus berlangsung, peristiwa tersebut dapat memicu fenomena hutan tanpa satwa.
Periksa opsi:
A ❌ masih memakai “maka”.
B ❌ masih ada “hal ini” yang mubazir.
C ❌ masih memakai “maka”.
D ❌ pengulangan kata “satwa liar” di akhir membuat tidak efektif.
E ✔ sudah menghilangkan “maka” dan “hal ini”, serta struktur menjadi jelas dan padat.
Jadi, jawaban yang benar adalah E.
No 19
Soal
Perhatikan kalimat (5) berikut!
(5) Dengan mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat memperoleh manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan.
Kalimat manakah yang merupakan kalimat efektif dari kalimat (5)?
| A. | Mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat diperoleh manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan. |
| B. | Untuk mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat memperoleh manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan. |
| C. | Dengan mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat diperoleh manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan. |
| D. | Mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat memperoleh banyak manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan. |
| E. | Mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri dapat memperoleh manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan secara bersamaan. |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk siswa yang baru belajar, kalimat efektif harus memiliki subjek dan predikat yang jelas serta tidak rancu.
Kalimat asli (5) diawali dengan “Dengan ...” sehingga berubah menjadi keterangan cara, tetapi subjeknya tidak tampak. Akibatnya, kalimat terasa menggantung: “Dengan ..., dapat memperoleh ...” (siapa yang memperoleh?).
Agar efektif, kita ubah menjadi pola yang jelas:
Subjek (S) = Mengoptimalkan kemiri sunan dalam sistem agroforestri
Predikat (P) = dapat memperoleh
Objek (O) = manfaat produksi biodiesel dan kesehatan lingkungan
Keterangan (K) = secara bersamaan
Secara pola SMA:
\( S + P + O + K \)
Sekarang cek opsi:
A ❌ rancu karena “dapat diperoleh manfaat ...” membuat subjek tidak jelas (lebih cocok jika ada pelaku).
B ❌ diawali “Untuk ...” sehingga tujuan muncul, tetapi subjek pelaku tetap tidak jelas.
C ❌ masih memakai “Dengan ...” dan pasif “dapat diperoleh”, subjeknya tetap tidak tegas.
D ❌ ada kata “banyak” yang menambah makna baru (tidak diminta) sehingga tidak paling tepat.
E ✔ paling jelas dan langsung: subjeknya “Mengoptimalkan ...”, predikatnya “dapat memperoleh ...”.
Jadi, kalimat efektifnya adalah opsi E.
No 20
Soal
(1) Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. (2) Lontara berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang ada di Sulawesi Selatan. (3) Lontara terdiri dari 23 huruf untuk aksara Bugis dan 19 huruf untuk aksara Makassar. (4) Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau. (5) Nasihat ini berpesan mengenai kekayaan dan kesuksesan yang perlu dimiliki. (6) Kekayaan dan kesuksesan tersebut terdiri atas empat tanda yang perlu dimiliki seseorang sebelum meninggalkan kampung halaman. (7) Tanda yang pertama adalah kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. (8) Tanda yang kedua adalah kaya dalam pemikiran dan imajinasi. (9) Tanda yang ketiga adalah kaya dalam dunia usaha yang berarti memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis. (10) Tanda terakhir adalah kaya dalam keuangan.
(Diadaptasi dari https://www.infobudaya.net/)
Kelompok kata meninggalkan kampung halaman dalam kalimat (6) memiliki makna paling dekat dengan kelompok kata ....
| A. | berangkat ke tujuan baru |
| B. | pergi dari daerah asal |
| C. | melepaskan masa lalu |
| D. | mencari pengalaman hidup |
| E. | mencari kekayaan tambahan |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk siswa yang baru belajar, kita cari dulu arti frasa yang ditanyakan.
Frasa meninggalkan kampung halaman bermakna:
pergi meninggalkan tempat asal/daerah asal.
Sekarang cocokkan dengan pilihan:
A. berangkat ke tujuan baru → fokus pada tujuan, bukan pada “asal”. Maknanya tidak paling dekat.
B. pergi dari daerah asal → sama persis dengan makna “meninggalkan kampung halaman”. ✔
C. melepaskan masa lalu → makna kiasan, tidak sama dengan pergi dari tempat asal.
D. mencari pengalaman hidup → tujuan merantau, bukan makna frasa tersebut.
E. mencari kekayaan tambahan → tujuan, bukan makna frasa tersebut.
Jadi, jawaban yang paling tepat adalah B.
No 21
(1) Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, banyak kegiatan yang dilakukan. (2) Pemuda Kecamatan Jagir Surabaya mengadakan lokakarya yang diikuti pemuda dari dua puluh negara. (3) Kegiatan Lokakarya Internasional tersebut membahas peran pemuda dalam mencegah pencemaran. (4) Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (5) Dalam sambutannya Menpora menegaskan pentingnya pemuda sebagai penggerak bangsa.
Penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (5) |
Jawaban dan Analisis
Jawaban: C
Untuk memahami soal ini, kita gunakan aturan dasar EYD tentang huruf kapital.
Rumus dasar penulisan huruf kapital pada nama diri:
Nama Diri → Huruf Pertama Kapital
Kata umum → Huruf kecil
Sekarang kita analisis satu per satu.
(1) "Hari Pahlawan" → benar, karena merupakan nama hari besar (nama diri).
(2) "Pemuda Kecamatan Jagir Surabaya" → benar, karena nama wilayah termasuk nama diri.
(3) "Kegiatan Lokakarya Internasional tersebut..."
Kesalahan terdapat pada kata Lokakarya.
Kata "lokakarya internasional" dalam kalimat tersebut bukan nama resmi kegiatan (tidak disebut sebagai nama khusus tertentu), melainkan hanya jenis kegiatan.
Karena bukan nama diri, maka berlaku:
Jenis kegiatan → huruf kecil
Seharusnya ditulis:
kegiatan lokakarya internasional tersebut
(4) "Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia" → benar, karena jabatan diikuti nama resmi lembaga negara.
(5) "Menpora" → benar, karena merupakan singkatan resmi nama jabatan.
Jadi, penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor (3).
No 22
(1) Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, kegiatan memupuk jiwa cinta lingkungan perlu dilakukan. (2) Hal itu diungkap oleh Menteri Pemuda dan Olahraga dalam sambutannya. (3) Salah satu kegiatan yang ingin dilakukan adalah Seminar Nasional. (4) Kegiatan itu mengambil judul Peran Pemuda dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup. (5) Seminar tersebut menghadirkan tokoh nasional, Dr. Subhan Effendi, Ph.D.
Penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (5) |
Jawaban dan Analisis
Jawaban: C
Untuk menjawab soal ini, kita gunakan aturan dasar huruf kapital menurut PUEBI.
Rumus dasar:
Nama diri → Huruf pertama kapital Kata umum → huruf kecil
Sekarang kita analisis satu per satu.
(1) "Hari Lingkungan Hidup" → benar. Karena merupakan nama hari besar (nama diri), maka setiap unsur penting diawali huruf kapital.
(2) "Menteri Pemuda dan Olahraga" → benar. Karena jabatan tersebut merujuk pada jabatan resmi lembaga negara.
(3) "Seminar Nasional"
Kesalahan terdapat pada penulisan huruf kapital pada frasa ini.
Dalam kalimat (3), frasa tersebut tidak menyebut nama resmi kegiatan tertentu, melainkan hanya jenis kegiatan.
Jenis kegiatan → huruf kecil
Seharusnya ditulis:
seminar nasional
Karena bukan nama diri, maka tidak perlu huruf kapital.
(4) "Peran Pemuda dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup" → benar. Karena merupakan judul kegiatan, maka setiap kata penting diawali huruf kapital.
(5) "Dr. Subhan Effendi, Ph.D." → benar. Karena merupakan gelar dan nama orang (nama diri).
Jadi, penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor (3).
No 23
(1) Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) merupakan salah satu lembaga pemerhati lingkungan. (2) Cakupan kerja yayasan tersebut adalah seluruh Wilayah Provinsi di Kalimantan. (3) Salah satu kegiatan yayasan tersebut adalah pelestarian orangutan di Bukit Soeharto. (4) Yayasan tersebut juga menyelenggarakan lokakarya yang berjudul Teknik Pelestarian Orangutan. (5) Kegiatan tersebut mendapat apresiasi Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (5) |
Jawaban dan Analisis
Jawaban: B
Untuk menjawab soal ini, kita gunakan aturan huruf kapital menurut PUEBI.
Rumus dasar:
Nama diri → Huruf pertama kapital Kata umum → huruf kecil
Sekarang kita analisis setiap kalimat.
(1) "Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS)" → benar. Karena merupakan nama lembaga (nama diri).
(2) "seluruh Wilayah Provinsi di Kalimantan"
Kesalahan terdapat pada kata Wilayah Provinsi.
Frasa tersebut bukan nama resmi suatu provinsi tertentu. Kata "wilayah" dan "provinsi" di sini berfungsi sebagai kata umum.
Kata umum → huruf kecil
Seharusnya ditulis:
seluruh wilayah provinsi di Kalimantan
Karena tidak menyebut nama provinsi tertentu seperti "Provinsi Kalimantan Timur".
(3) "Bukit Soeharto" → benar, karena merupakan nama tempat (nama diri).
(4) "Teknik Pelestarian Orangutan" → benar, karena merupakan judul lokakarya.
(5) "Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara" → benar, karena menyebut jabatan yang diikuti nama daerah resmi.
Jadi, penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor (2).
No 24
(1) Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni. (2) Penetapan tersebut dilakukan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. (3) Dalam peringatan tersebut banyak aktivitas yang dilakukan Organisasi Pemuda. (4) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melakukan aksi bersih-bersih sungai. (5) Salah satu sungai yang dibersihkan adalah Kali Brantas di Surabaya.
Penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (5) |
Jawaban dan Analisis
Jawaban: C
Untuk menjawab soal ini, kita gunakan aturan huruf kapital menurut PUEBI.
Rumus dasar:
Nama diri → Huruf pertama kapital Kata umum → huruf kecil
Sekarang kita analisis satu per satu.
(1) "Hari Lingkungan Hidup Sedunia" → benar. Karena merupakan nama hari besar internasional (nama diri).
(2) "Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa" → benar. Karena merupakan nama lembaga resmi internasional.
(3) "Organisasi Pemuda"
Kesalahan terdapat pada penulisan huruf kapital frasa tersebut.
Dalam kalimat (3), frasa tersebut tidak merujuk pada nama organisasi tertentu, melainkan hanya jenis organisasi secara umum.
Jenis organisasi → huruf kecil
Seharusnya ditulis:
organisasi pemuda
Karena bukan nama diri.
(4) "Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)" → benar, karena merupakan nama resmi organisasi.
(5) "Kali Brantas" → benar, karena merupakan nama sungai (nama diri).
Jadi, penulisan huruf kapital yang salah terdapat pada kalimat nomor (3).
No 25
Soal Bahasa Indonesia
(1) Tujuan pendidikan adalah mengembangkan dan mengoptimalkan daya anak didik agar siap menyongsong masa depan sesuai dengan zamannya. (2) Saat ini teknologi yang berkembang dengan pesat memicu pada perubahan yang cepat pula, bahkan tidak terduga. (3) Laporan Dell Technology menyebutkan bahwa 85 persen pekerjaan pada 2030 yang akan dimasuki Generasi Z dan Alpha belum ditemukan. (4) Sementara itu, konsep otomasi di era 4.0 juga akan mengubah struktur dan lapangan pekerjaan. (5) Padahal, institusi dari pendidikan formal saat ini dinilai belum optimal membekali siswa dengan keterampilan praktis yang menjadi modal siswa untuk mengembangkan diri secara mandiri atau masuk dunia kerja. (6) Paradigma pendidikan sudah bergeser mengikuti perkembangan zaman, tetapi sistem pendidikan belum.
Kata yang harus dihilangkan pada kalimat (5) adalah . . .
| (A) | Dari |
| (B) | Dinilai |
| (C) | Dengan |
| (D) | Untuk |
| (E) | Setara |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep keefektifan kalimat dalam Bahasa Indonesia tingkat SMA. Sebuah kalimat efektif harus memenuhi syarat:
1. Memiliki subjek (S) yang jelas 2. Memiliki predikat (P) yang jelas 3. Tidak mengandung kata mubazir 4. Struktur logis dan tidak ambigu
Perhatikan kalimat (5):
Padahal, institusi dari pendidikan formal saat ini dinilai belum optimal membekali siswa dengan keterampilan praktis ....
Struktur kalimat tersebut dapat kita analisis dengan pola:
\( S + P + O \)
Jika dituliskan:
\( S = institusi pendidikan formal \) \( P = dinilai belum optimal \) \( O = membekali siswa \)
Kata "dari" membuat frasa menjadi tidak efektif karena:
"institusi dari pendidikan formal"
Secara tata bahasa, frasa yang benar adalah:
"institusi pendidikan formal"
Preposisi "dari" tidak diperlukan dan justru merusak struktur frasa nominal.
Jadi, agar memenuhi rumus kalimat efektif:
\( S + P + O \) harus jelas dan tidak mengandung unsur berlebihan.
Maka kata yang harus dihilangkan adalah Dari.
Jawaban: (A)
No 26
Soal Bahasa Indonesia
(1) Mengintegrasikan budaya ke dalam pendidikan karakter bukan tanpa tantangan. (2) Pendidik perlu menavigasi beragam latar belakang budaya dan menemukan cara menghormati tiap-tiap latar belakang budaya. (3) Hal ini memerlukan kepekaan, inklusivitas, dan kemauan terlibat dengan kompleksitas identitas unsur budaya. (4) Hal ini juga memerlukan sumber daya dan pelatihan untuk membantu guru secara efektif memasukkan unsur-unsur budaya ke dalam kurikulum mereka. (5) Pendekatan pendidikan karakter berdasarkan pada budaya dapat menjembatani kesenjangan antara rumah dan sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kohesif dan mendukung. (6) Agar proses pembentukan karakter benar-benar berhasil, maka pendidikan karakter harus dianut oleh para pendidik dan pembuat kebijakan. (7) Sekolah didorong mengeksplorasi dan memasukkan latar belakang budaya siswa ke dalam program ....
Kata yang harus dihilangkan pada kalimat (5) adalah . . .
| (A) | pada |
| (B) | dapat |
| (C) | antara |
| (D) | yang |
| (E) | lebih |
Jawaban dan Pembahasan
Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep kalimat efektif tingkat SMA. Syarat kalimat efektif:
1. Memiliki struktur jelas: \( S + P + O + K \) 2. Tidak mengandung kata mubazir 3. Tidak terjadi pleonasme (pengulangan makna) 4. Hubungan antarkata logis
Perhatikan kalimat (5):
Pendekatan pendidikan karakter berdasarkan pada budaya dapat menjembatani kesenjangan antara rumah dan sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kohesif dan mendukung.
Dalam kaidah Bahasa Indonesia baku, kata "berdasarkan" sudah mengandung makna “berlandaskan pada”. Sehingga jika ditulis:
berdasarkan + pada
terjadi pemborosan kata (pleonasme).
Secara struktur:
\( S = Pendekatan pendidikan karakter \) \( P = berdasarkan budaya \) \( Pelengkap = dapat menjembatani kesenjangan \)
Bentuk efektifnya:
Pendekatan pendidikan karakter berdasarkan budaya dapat menjembatani kesenjangan ....
Karena kata "berdasarkan" sudah cukup tanpa tambahan "pada".
Jadi kata yang harus dihilangkan adalah pada.
Jawaban: (A)
No 27
Soal Bahasa Indonesia
(1) Inovasi pemerintah di bidang pengembangan pendidikan tanah air bergelora ketika merdeka belajar digaungkan oleh pemerintah sejak 2019. (2) Dampak penerapannya makin terasa, khususnya menjelang penerapan kurikulum sebagai pengganti K13 pada tahun 2024. (3) Namun, apa yang dimaksud dengan merdeka belajar dan benarkah hal ini akan secara efektif memberikan dampak bagi peningkatan kualitas siswa secara keseluruhan, termasuk juga meningkatkan mutu pendidikan Indonesia? (4) Harus diketahui pula bahwa merdeka belajar erat kaitannya dengan Kurikulum Merdeka. (5) Bahkan, bisa dikatakan konsep dan tujuan merdeka belajar adalah landasan utama bagi implementasi kurikulum ini. (6) Pemahaman yang baik atas istilah tersebut akan mempermudah pemahaman Kurikulum Merdeka beserta implementasinya ....
Kata yang harus dihilangkan pada kalimat (2) adalah ....
| (A) | dampak |
| (B) | penerapannya |
| (C) | makin |
| (D) | khususnya |
| (E) | sebagai |
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini menguji kalimat efektif (materi SMA). Kalimat efektif harus hemat kata, logis, dan strukturnya jelas. Secara umum dapat dicek dengan pola:
\( S + P + K \) atau \( S + P + O + K \)
Kalimat (2) adalah:
Dampak penerapannya makin terasa, khususnya menjelang penerapan kurikulum sebagai pengganti K13 pada tahun 2024.
Bagian yang perlu diperiksa adalah frasa:
penerapan kurikulum sebagai pengganti K13
Dalam Bahasa Indonesia, makna “pengganti” sudah menunjukkan fungsi menggantikan. Karena itu, kata sebagai dapat dihilangkan tanpa mengubah makna inti. Bentuk yang lebih hemat kata (lebih efektif) adalah:
penerapan kurikulum pengganti K13
Jika kita cek struktur kalimat setelah penghilangan kata tersebut:
\( S = Dampak penerapannya \) \( P = makin terasa \) \( K = khususnya menjelang penerapan kurikulum pengganti K13 pada tahun 2024 \)
Struktur tetap jelas dan kalimat menjadi lebih hemat kata, sehingga memenuhi prinsip kalimat efektif.
Jadi, kata yang harus dihilangkan pada kalimat (2) adalah sebagai.
Jawaban: (E)
No 28
Soal Bahasa Indonesia
(1) Kemajuan sebuah negara dapat dimulai dari kemajuan sistem pendidikan yang diterapkan. (2) Seperti yang terjadi di Eropa, setelah Revolusi Renaisans pada abad ke-14, maka Eropa mengembangkan ilmu pengetahuan dan membawa kemajuan pesat. (3) Hal serupa juga terjadi di China dan India, sistem pendidikan yang berkaitan erat dengan industri telah membawa kemajuan yang jelas. (4) Program pendidikan saat ini harus berkorelasi langsung dengan industri untuk mencapai kemajuan yang diinginkan, misalnya pendidikan vokasi. (5) Pendidikan vokasi memiliki peran penting di dalam menciptakan individu yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. (6) Lulusan vokasi dianggap sebagai talenta dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan pada masa depan. (7) Mereka tidak hanya melengkapi diri dengan pengetahuan praktis yang kuat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk ....
Kata yang harus dihilangkan pada kalimat (2) adalah ....
| (A) | yang |
| (B) | setelah |
| (C) | pada |
| (D) | maka |
| (E) | ilmu |
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini menguji konsep kalimat efektif tingkat SMA. Kalimat efektif harus memenuhi kaidah:
1. Struktur jelas \( S + P + O + K \) 2. Tidak ada konjungsi ganda 3. Tidak terjadi pemborosan kata 4. Hubungan antarklausa logis
Perhatikan kalimat (2):
Seperti yang terjadi di Eropa, setelah Revolusi Renaisans pada abad ke-14, maka Eropa mengembangkan ilmu pengetahuan dan membawa kemajuan pesat.
Pada kalimat tersebut terdapat dua kata penghubung yang menyatakan hubungan sebab-akibat atau waktu, yaitu:
setelah dan maka
Dalam kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan dua konjungsi seperti itu disebut konjungsi ganda dan membuat kalimat tidak efektif.
Struktur idealnya cukup menggunakan salah satu saja.
Jika ditulis ulang tanpa kata "maka":
Seperti yang terjadi di Eropa, setelah Revolusi Renaisans pada abad ke-14, Eropa mengembangkan ilmu pengetahuan dan membawa kemajuan pesat.
Struktur tetap jelas:
\( K = setelah Revolusi Renaisans pada abad ke-14 \) \( S = Eropa \) \( P = mengembangkan \) \( O = ilmu pengetahuan \)
Kalimat menjadi lebih efektif karena tidak ada konjungsi ganda.
Jadi, kata yang harus dihilangkan adalah maka.
Jawaban: (D)
No 29
Soal Bahasa Indonesia
(1) Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. (2) Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. (3) Orang dewasa perlu mengonsumsi delapan gelas berukuran \( 230 \) mililiter per hari. (4) Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan. (5) Salah satu efek dehidrasi yang tidak dirasakan adalah timbulnya stres. (6) Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. (7) Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. (8) Setiap hari, tubuh melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. (9) Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti … energi sehingga aktivitas yang dilakukan … melambat.
Kata yang memiliki makna lebih luas dari kata gelas dalam kalimat (3) adalah ....
| (A) | botol |
| (B) | wadah |
| (C) | fasilitas |
| (D) | pecah |
| (E) | cangkir |
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini menguji makna kata (materi SMA), khususnya hubungan makna lebih luas (hipernim) dan lebih sempit (hiponim).
Langkahnya:
1) Tentukan makna kata gelas pada konteks kalimat (3).
2) Cari pilihan yang maknanya mencakup “gelas” (lebih umum/lebih luas).
3) Pastikan pilihan lain bukan makna lebih sempit, bukan kata kerja/sifat, dan bukan makna yang tidak sejenis.
Kalimat (3):
Orang dewasa perlu mengonsumsi delapan gelas berukuran \( 230 \) mililiter per hari.
Pada kalimat ini, kata gelas dipakai untuk menyatakan takaran minum, yaitu sejumlah cairan yang biasanya ditampung dalam sebuah wadah. Jadi makna “gelas” di sini masih berkaitan dengan benda penampung (tempat menaruh cairan).
Sekarang cek pilihan:
(A) botol = jenis wadah tertentu. Ini lebih sempit daripada “wadah”, dan tidak selalu mencakup “gelas” sebagai kategori umum.
(B) wadah = istilah umum untuk benda penampung (gelas, botol, cangkir, dan sebagainya). Ini maknanya lebih luas daripada “gelas”.
(C) fasilitas = sarana/prasarana; tidak sejenis dengan benda penampung minuman, jadi tidak tepat.
(D) pecah = kata sifat/keadaan; bukan nama benda, jadi tidak mungkin menjadi makna yang lebih luas.
(E) cangkir = jenis wadah tertentu seperti gelas; maknanya sejajar atau bisa lebih sempit, bukan lebih luas.
Karena yang diminta adalah kata yang maknanya lebih luas dan mencakup “gelas”, maka jawabannya adalah wadah.
Jawaban: (B)
No 30
Soal Bahasa Indonesia
(1) Tujuan pendidikan adalah mengembangkan dan mengoptimalkan daya anak didik agar siap menyongsong masa depan sesuai dengan zamannya. (2) Saat ini teknologi yang berkembang dengan pesat memicu pada perubahan yang cepat pula, bahkan tidak terduga. (3) Laporan Dell Technology menyebutkan bahwa 85 persen pekerjaan pada 2030 yang akan dimasuki Generasi Z dan Alpha belum ditemukan. (4) Sementara itu, konsep otomasi di era 4.0 juga akan mengubah struktur dan lapangan pekerjaan. (5) Padahal, institusi dari pendidikan formal saat ini dinilai belum optimal membekali siswa dengan keterampilan praktis yang menjadi modal siswa untuk mengembangkan diri secara mandiri atau masuk dunia kerja. (6) Paradigma pendidikan sudah bergeser mengikuti perkembangan zaman, tetapi sistem pendidikan belum ....
Kata daya dalam kalimat (1) seharusnya ....
| (A) | dihilangkan |
| (B) | didahului kata semua |
| (C) | diikuti kata upaya |
| (D) | dibiarkan saja (sudah benar) |
| (E) | diganti kata potensi |
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini menguji ketepatan diksi (materi Bahasa Indonesia SMA). Diksi yang tepat harus:
1) sesuai makna yang dimaksud penulis,
2) lazim/umum dipakai dalam konteksnya,
3) tidak menimbulkan makna ganda yang mengganggu.
Perhatikan kalimat (1):
Tujuan pendidikan adalah mengembangkan dan mengoptimalkan daya anak didik agar siap menyongsong masa depan sesuai dengan zamannya.
Kata daya dalam bahasa Indonesia sering dipakai untuk makna seperti: kekuatan, kemampuan, atau energi (misalnya: daya tahan, daya listrik, daya ledak). Dalam konteks pendidikan, yang ingin dikembangkan pada peserta didik biasanya bukan “daya” dalam arti tenaga/energi, melainkan kemampuan bawaan dan peluang berkembang yang lebih tepat disebut potensi.
Jika frasa itu diganti menjadi:
mengembangkan dan mengoptimalkan potensi anak didik
maknanya menjadi lebih tepat dan lazim dalam konteks pendidikan, karena “potensi” langsung merujuk pada kemampuan/kapasitas yang dapat dikembangkan melalui proses belajar.
Pemeriksaan opsi:
(A) dihilangkan → jika “daya” dihilangkan, frasa menjadi kurang lengkap/kurang jelas objeknya.
(B) didahului kata semua → “semua daya anak didik” tidak memperbaiki ketepatan makna, justru terdengar tidak lazim.
(C) diikuti kata upaya → “daya upaya” tidak sesuai konteks dan tidak memperbaiki frasa pada kalimat (1).
(D) dibiarkan saja → “daya anak didik” masih terasa kurang tepat dan kurang lazim untuk konteks tujuan pendidikan.
(E) diganti kata potensi → paling tepat karena sesuai konteks pendidikan dan memperjelas makna.
Jadi, kata daya seharusnya diganti menjadi potensi.
Jawaban: (E)
No 31
Soal Bahasa Indonesia
(1) Mengintegrasikan budaya ke dalam pendidikan karakter bukan tanpa tantangan. (2) Pendidik perlu menavigasi beragam latar belakang budaya dan menemukan cara menghormati tiap-tiap latar belakang budaya. (3) Hal ini memerlukan kepekaan, inklusivitas, dan kemauan terlibat dengan kompleksitas identitas unsur budaya. (4) Hal ini juga memerlukan sumber daya dan pelatihan untuk membantu guru secara efektif memasukkan unsur-unsur budaya ke dalam kurikulum mereka. (5) Pendekatan pendidikan karakter berdasarkan pada budaya dapat menjembatani kesenjangan antara rumah dan sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kohesif dan mendukung. (6) Agar proses pembentukan karakter benar-benar berhasil, maka pendidikan karakter harus dianut oleh para pendidik dan pembuat kebijakan. (7) Sekolah didorong mengeksplorasi dan memasukkan latar belakang budaya siswa ke dalam program ....
Kata unsur dalam kalimat (3) seharusnya ....
| (A) | dibiarkan saja (sudah benar) |
| (B) | diulang menjadi unsur-unsur |
| (C) | didahului kata dari |
| (D) | dihilangkan |
| (E) | diganti kata komponen |
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini menguji ketepatan diksi dan keefektifan frasa (materi SMA). Untuk menilai benar-tidaknya sebuah pilihan, kita cek:
1) apakah makna frasa sudah jelas,
2) apakah hubungan antarkata logis,
3) apakah bentuknya sudah lazim dalam bahasa baku,
4) apakah perlu penjamakan atau penggantian kata.
Perhatikan kalimat (3):
Hal ini memerlukan kepekaan, inklusivitas, dan kemauan terlibat dengan kompleksitas identitas unsur budaya.
Fokusnya ada pada bagian:
kompleksitas identitas unsur budaya
Dalam bahasa Indonesia, kata unsur bermakna “bagian/elemen yang membentuk sesuatu”. Frasa unsur budaya juga merupakan pasangan kata yang lazim dipakai dalam konteks pembahasan kebudayaan (misalnya membahas bagian-bagian atau elemen dari budaya).
Sekarang kita uji opsi satu per satu:
(A) dibiarkan saja (sudah benar) → frasa “unsur budaya” sudah tepat, maknanya jelas, dan bentuknya lazim.
(B) diulang menjadi unsur-unsur → tidak wajib, karena “unsur budaya” dapat dipahami sebagai konsep umum, bukan daftar unsur yang harus jamak.
(C) didahului kata dari → menjadi “identitas dari unsur budaya” justru kurang efektif karena menambah kata yang tidak diperlukan.
(D) dihilangkan → menjadi “identitas budaya” akan mengubah fokus makna; sebelumnya menekankan elemen/bagian budaya, lalu berubah menjadi budaya secara umum.
(E) diganti kata komponen → “komponen budaya” masih mungkin, tetapi tidak lebih tepat daripada “unsur budaya” dan tidak diperlukan karena “unsur” sudah baku serta umum.
Jadi, kata unsur pada kalimat (3) tidak perlu diubah.
Jawaban: (A)
No 32
Soal Bahasa Indonesia
(1) Inovasi pemerintah di bidang pengembangan pendidikan tanah air bergelora ketika merdeka belajar digaungkan oleh pemerintah sejak 2019. (2) Dampak penerapannya makin terasa, khususnya menjelang penerapan kurikulum sebagai pengganti K13 pada tahun 2024. (3) Namun, apa yang dimaksud dengan merdeka belajar dan benarkah hal ini akan secara efektif memberikan dampak bagi peningkatan kualitas siswa secara keseluruhan, termasuk juga meningkatkan mutu pendidikan Indonesia? (4) Harus diketahui pula bahwa merdeka belajar erat kaitannya dengan Kurikulum Merdeka. (5) Bahkan, bisa dikatakan konsep dan tujuan merdeka belajar adalah landasan utama bagi implementasi kurikulum ini. (6) Pemahaman yang baik atas istilah tersebut akan mempermudah pemahaman Kurikulum Merdeka beserta implementasinya ....
Kata meningkatkan dalam kalimat (3) seharusnya ....
| (A) | dibiarkan saja (sudah benar) |
| (B) | dihilangkan |
| (C) | diganti dengan peningkatan |
| (D) | didahului kata untuk |
| (E) | diikuti kata kualitas |
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini menguji keefektifan kalimat dan ketepatan bentuk kata (materi SMA). Dalam kalimat efektif, kita harus memperhatikan:
1) Tidak terjadi pengulangan makna (pleonasme).
2) Bentuk kata sejajar dalam satu konstruksi kalimat.
3) Struktur mengikuti pola yang jelas, misalnya \( S + P + O \).
Perhatikan bagian kalimat (3):
... memberikan dampak bagi peningkatan kualitas siswa secara keseluruhan, termasuk juga meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Pada bagian ini terjadi ketidaksejajaran bentuk. Sebelumnya digunakan bentuk nomina:
peningkatan kualitas siswa
Tetapi setelah kata “termasuk juga” digunakan bentuk verba:
meningkatkan mutu pendidikan
Agar sejajar, bentuk kata harus sama. Jika bagian pertama berbentuk nomina (peningkatan), maka bagian kedua juga sebaiknya berbentuk nomina.
Bentuk yang benar:
... memberikan dampak bagi peningkatan kualitas siswa secara keseluruhan, termasuk juga peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
Dengan demikian terjadi kesejajaran bentuk:
\( peningkatan \; kualitas \) dan \( peningkatan \; mutu \)
Karena itu, kata meningkatkan harus diganti menjadi peningkatan.
Jawaban: (C)
No 33
Soal Bahasa Indonesia
(1) Kemajuan sebuah negara dapat dimulai dari kemajuan sistem pendidikan yang diterapkan. (2) Seperti yang terjadi di Eropa, setelah Revolusi Renaisans pada abad ke-14, Eropa mengembangkan ilmu pengetahuan dan membawa kemajuan pesat. (3) Hal serupa juga terjadi di China dan India, sistem pendidikan yang berkaitan erat dengan industri telah membawa kemajuan yang jelas. (4) Program pendidikan saat ini harus berkorelasi langsung dengan industri untuk mencapai kemajuan yang diinginkan, misalnya pendidikan vokasi. (5) Pendidikan vokasi memiliki peran penting di dalam menciptakan individu yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. (6) Lulusan vokasi dianggap sebagai talenta dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan pada masa depan. (7) Mereka tidak hanya melengkapi diri dengan pengetahuan praktis yang kuat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk ....
Kata jelas dalam kalimat (3) seharusnya ....
| (A) | diganti dengan kata terukur |
| (B) | didahului kata sangat |
| (C) | diikuti kata sekali |
| (D) | dibiarkan saja (sudah benar) |
| (E) | diganti kata berarti |
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini menguji ketepatan diksi dan keefektifan kalimat (materi SMA). Prinsip yang digunakan:
1) Kata harus sesuai konteks makna.
2) Tidak perlu penambahan kata jika makna sudah jelas.
3) Tidak boleh terjadi pemborosan (misalnya penambahan kata yang tidak perlu).
Perhatikan kalimat (3):
Hal serupa juga terjadi di China dan India, sistem pendidikan yang berkaitan erat dengan industri telah membawa kemajuan yang jelas.
Kata jelas bermakna “nyata”, “terlihat dengan terang”, atau “tidak meragukan”. Dalam konteks kalimat tersebut, frasa:
kemajuan yang jelas
sudah tepat dan lazim digunakan untuk menyatakan bahwa kemajuan tersebut nyata atau dapat dilihat hasilnya.
Uji pilihan:
(A) terukur → maknanya berbeda; “terukur” berarti dapat diukur secara kuantitatif, sedangkan teks tidak membahas ukuran angka.
(B) sangat jelas → penambahan kata “sangat” tidak diperlukan karena makna sudah cukup kuat tanpa penegasan.
(C) jelas sekali → juga pemborosan dan tidak diperlukan dalam ragam ilmiah.
(D) dibiarkan saja → paling tepat karena kata “jelas” sudah sesuai makna dan konteks.
(E) berarti → maknanya berbeda; “berarti” menekankan nilai atau makna penting, bukan kejelasan hasil.
Karena kata tersebut sudah tepat secara makna dan struktur, maka tidak perlu diubah.
Jawaban: (D)
No 34
Soal Bahasa Indonesia
(1) Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. (2) Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. (3) Orang dewasa perlu mengonsumsi delapan gelas berukuran \( 230 \) mililiter per hari. (4) Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan. (5) Salah satu efek dehidrasi yang tidak dirasakan adalah timbulnya stres. (6) Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. (7) Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. (8) Setiap hari, tubuh melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. (9) Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti … energi sehingga aktivitas yang dilakukan … melambat.
Kata jangka pada kalimat (1) dalam bacaan tersebut paling dekat maknanya dengan kata ....
| (A) | periode |
| (B) | lama |
| (C) | durasi |
| (D) | tingkatan |
| (E) | jenjang |
Jawaban dan Pembahasan
Soal ini menguji makna kata dalam konteks (materi SMA), yaitu menentukan kata yang maknanya paling dekat dengan kata yang ditanyakan.
Kalimat (1) berbunyi:
Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia.
Frasa jangka panjang adalah ungkapan yang bermakna “berlangsung dalam waktu yang lama” atau “berdampak untuk waktu yang panjang”. Jadi, kata jangka pada konteks ini berkaitan dengan rentang waktu.
Sekarang kita cek pilihan jawaban:
(A) periode → dekat, tetapi “periode” lebih sering dipakai untuk satu masa tertentu (misalnya periode 2020–2024), bukan menekankan rentangnya.
(B) lama → ini sifat (adjektiva), bukan nomina yang menyatakan rentang waktu; maknanya terlalu umum.
(C) durasi → berarti “lamanya waktu berlangsung”; ini paling tepat karena langsung menunjuk pada panjangnya waktu.
(D) tingkatan → berkaitan dengan level, bukan waktu.
(E) jenjang → berkaitan dengan tahap/tingkat, bukan waktu.
Karena “jangka” pada frasa “jangka panjang” menunjuk pada lamanya rentang waktu, kata yang paling dekat maknanya adalah durasi.
Jawaban: (C)
No 35
(1) Tujuan pendidikan adalah mengembangkan dan mengoptimalkan daya anak didik agar siap menyongsong masa depan sesuai dengan zamannya. (2) Saat ini teknologi yang berkembang dengan pesat memicu pada perubahan yang cepat pula, bahkan tidak terduga. (3) Laporan Dell Technology menyebutkan bahwa 85 persen pekerjaan pada 2030 yang akan dimasuki Generasi Z dan Alpha belum ditemukan. (4) Sementara itu, konsep otomasi di era 4.0 juga akan mengubah struktur dan lapangan pekerjaan. (5) Padahal, institusi dari pendidikan formal saat ini dinilai belum optimal membekali siswa dengan keterampilan praktis yang menjadi modal siswa untuk mengembangkan diri secara mandiri atau masuk dunia kerja. (6) Paradigma pendidikan sudah bergeser mengikuti perkembangan zaman, tetapi sistem pendidikan belum ....
Diadaptasi dari https://mediaindonesia.com/
Kalimat (2) perlu disempurnakan dengan cara ....
| A. | menambahkan kata pada sebelum saat |
| B. | menghilangkan kata yang |
| C. | mengganti kata dengan dengan secara |
| D. | menghilangkan kata pada |
| E. | menyingkat kata tidak menjadi tak |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: D
Langkah 1: Memahami Struktur Kalimat (Materi SMA – Kalimat Efektif)
Kalimat (2):
“Saat ini teknologi yang berkembang dengan pesat memicu pada perubahan yang cepat pula, bahkan tidak terduga.”
Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, kalimat efektif harus memenuhi syarat:
1. Hemat kata
2. Tidak terjadi pleonasme (kelebihan unsur)
3. Menggunakan preposisi secara tepat
4. Memiliki struktur S–P–O yang jelas
Langkah 2: Menganalisis Pola Kalimat
Struktur kalimat dapat ditulis dalam pola:
S = teknologi yang berkembang dengan pesat
P = memicu
O = perubahan yang cepat pula
Dalam kaidah tata bahasa baku, verba transitif seperti memicu langsung diikuti objek tanpa preposisi.
Secara struktur:
\( \text{memicu} + \text{objek} \)
Bukan:
\( \text{memicu} + \text{pada} + \text{objek} \)
Langkah 3: Menguji Kesalahan
Frasa “memicu pada perubahan” tidak efektif karena kata memicu sudah termasuk verba transitif.
Contoh benar:
Teknologi memicu perubahan. ✔
Teknologi memicu pada perubahan. ✘
Kesimpulan
Kata pada harus dihilangkan agar kalimat menjadi efektif dan sesuai kaidah tata bahasa.
Sehingga jawaban yang tepat adalah D.
No 36
1Mengintegrasikan budaya ke dalam pendidikan karakter bukan tanpa tantangan. 2Pendidik perlu menavigasi beragam latar belakang budaya dan menemukan cara menghormati tiap-tiap latar belakang budaya. 3Hal ini memerlukan kepekaan, inklusivitas, dan kemauan terlibat dengan kompleksitas identitas unsur budaya. 4Hal ini juga memerlukan sumber daya dan pelatihan untuk membantu guru secara efektif memasukkan unsur-unsur budaya ke dalam kurikulum mereka. 5Pendekatan pendidikan karakter berdasarkan pada budaya dapat menjembatani kesenjangan antara rumah dan sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kohesif dan mendukung. 6Agar proses pembentukan karakter benar-benar berhasil, maka pendidikan karakter harus dianut oleh para pendidik dan pembuat kebijakan. 7Sekolah didorong mengeksplorasi dan memasukkan latar belakang budaya siswa ke dalam program ....
(Diadaptasi dari https://www.kompas.id/)
Kalimat (6) perlu disempurnakan dengan cara ....
| A. | menghilangkan kata proses |
| B. | menghilangkan kata maka |
| C. | mengganti kata agar dengan supaya |
| D. | menghilangkan kata benar-benar |
| E. | mengganti kata pembentukan dengan pendidikan |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: B
Langkah 1: Memahami Kaidah Kalimat Efektif (Materi SMA)
Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, kalimat efektif harus memenuhi prinsip:
1. Tidak boros kata
2. Tidak menggunakan konjungsi ganda
3. Struktur hubungan sebab-akibat jelas
Langkah 2: Menganalisis Struktur Kalimat (6)
Kalimat (6):
“Agar proses pembentukan karakter benar-benar berhasil, maka pendidikan karakter harus dianut oleh para pendidik dan pembuat kebijakan.”
Struktur hubungan yang digunakan adalah hubungan tujuan → akibat.
Dalam teori konjungsi bertingkat, pola yang benar adalah:
\( \text{Agar} + S_1 , S_2 \)
atau
\( \text{Jika} + S_1 , \text{maka} + S_2 \)
Tetapi tidak boleh menggunakan dua penanda hubungan sekaligus pada pola tujuan.
Langkah 3: Mengidentifikasi Kesalahan
Kalimat menggunakan dua penanda sekaligus:
“Agar … , maka …”
Ini disebut konjungsi ganda yang tidak efektif.
Rumus hubungan tujuan yang benar:
\( \text{Agar} + S_1 , S_2 \)
Contoh benar:
Agar berhasil, pendidikan karakter harus dianut oleh semua pihak. ✔
Contoh salah:
Agar berhasil, maka pendidikan karakter harus dianut oleh semua pihak. ✘
Kesimpulan
Kata maka harus dihilangkan agar tidak terjadi konjungsi ganda.
Jawaban yang tepat adalah B.
No 37
1Inovasi pemerintah di bidang pengembangan pendidikan tanah air bergelora ketika merdeka belajar digaungkan oleh pemerintah sejak 2019. 2Dampak penerapannya makin terasa, khususnya menjelang penerapan kurikulum sebagai pengganti K13 pada tahun 2024. 3Namun, apa yang dimaksud dengan merdeka belajar dan benarkah hal ini akan secara efektif memberikan dampak bagi peningkatan kualitas siswa secara keseluruhan, termasuk juga meningkatkan mutu pendidikan Indonesia? 4Harus diketahui pula bahwa merdeka belajar erat kaitannya dengan Kurikulum Merdeka. 5Bahkan, bisa dikatakan konsep dan tujuan merdeka belajar adalah landasan utama bagi implementasi kurikulum ini. 6Pemahaman yang baik atas istilah tersebut akan mempermudah pemahaman Kurikulum Merdeka beserta implementasinya.
(Diadaptasi dari https://www.esaledukasi.com/)
Kalimat (5) perlu disempurnakan dengan cara ....
| A. | mengganti kata bisa dengan dapat |
| B. | mengganti kata dikatakan dengan mengatakan |
| C. | menghilangkan kata bahkan |
| D. | menghilangkan kata bisa |
| E. | menambah kata bahwa sebelum kata konsep |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: D
Langkah 1: Memahami Kaidah Kalimat Efektif (Materi SMA)
Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, kalimat efektif harus memenuhi prinsip:
1. Hemat kata
2. Tidak bertele-tele
3. Menghindari bentuk tidak efektif
Langkah 2: Menganalisis Struktur Kalimat (5)
Kalimat (5):
“Bahkan, bisa dikatakan konsep dan tujuan merdeka belajar adalah landasan utama bagi implementasi kurikulum ini.”
Struktur frasa predikatnya:
\( \text{bisa} + \text{dikatakan} \)
Dalam kaidah kebahasaan, frasa “bisa dikatakan” termasuk ungkapan pleonastis (berlebihan), karena makna kemungkinan sudah tercakup dalam kata “dikatakan”.
Kalimat lebih efektif jika ditulis:
“Bahkan, dikatakan konsep dan tujuan merdeka belajar adalah landasan utama bagi implementasi kurikulum ini.”
atau lebih efektif lagi:
“Bahkan, konsep dan tujuan merdeka belajar merupakan landasan utama bagi implementasi kurikulum ini.”
Langkah 3: Menguji Pilihan Jawaban
A → hanya mengganti sinonim, tidak memperbaiki keefektifan utama.
B → bentuk “mengatakan” justru tidak tepat secara struktur.
C → kata “bahkan” masih sesuai sebagai penguat.
D → menghilangkan “bisa” menghilangkan pemborosan kata. ✔
E → tidak diperlukan penambahan “bahwa”.
Kesimpulan
Kata bisa perlu dihilangkan agar kalimat menjadi lebih efektif.
Jawaban yang tepat adalah D.
No 38
1Kemajuan sebuah negara dapat dimulai dari kemajuan sistem pendidikan yang diterapkan. 2Seperti yang terjadi di Eropa, setelah Revolusi Renaisans pada abad ke-14, maka Eropa mengembangkan ilmu pengetahuan dan membawa kemajuan pesat. 3Hal serupa juga terjadi di China dan India, sistem pendidikan yang berkaitan erat dengan industri telah membawa kemajuan yang jelas. 4Program pendidikan saat ini harus berkorelasi langsung dengan industri untuk mencapai kemajuan yang diinginkan, misalnya pendidikan vokasi. 5Pendidikan vokasi memiliki peran penting di dalam menciptakan individu yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. 6Lulusan vokasi dianggap sebagai talenta dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan pada masa depan. 7Mereka tidak hanya melengkapi diri dengan pengetahuan praktis yang kuat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk ....
(Diadaptasi dari https://www.kompas.id/)
Kalimat (5) perlu disempurnakan dengan cara ....
| A. | menghilangkan kata dengan |
| B. | menghilangkan kata di |
| C. | menghilangkan kata yang |
| D. | mengganti kata peran dengan fungsi |
| E. | menambahkan kata upaya setelah dalam |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: B
Langkah 1: Memahami Kaidah Preposisi (Materi SMA)
Kalimat efektif harus tepat dalam penggunaan preposisi (kata depan).
Kalimat (5):
“Pendidikan vokasi memiliki peran penting di dalam menciptakan individu yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.”
Langkah 2: Menganalisis Frasa Preposisional
Frasa “di dalam” termasuk bentuk tidak efektif dalam konteks ini.
Dalam kaidah Bahasa Indonesia baku:
\( \text{dalam} + \text{verba} \)
sudah cukup untuk menyatakan keterangan.
Sehingga struktur yang benar:
Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menciptakan individu ....
Bukan:
Pendidikan vokasi memiliki peran penting di dalam menciptakan individu ....
Karena kata “di” di sini tidak menunjukkan tempat fisik.
Langkah 3: Evaluasi Pilihan
A → “sesuai dengan kebutuhan” sudah benar.
B → Menghilangkan kata “di” menjadikan frasa efektif. ✔
C → Kata “yang” diperlukan untuk membentuk anak kalimat.
D → “peran” sudah tepat secara makna.
E → Penambahan “upaya” tidak diperlukan.
Kesimpulan
Kata di harus dihilangkan agar frasa menjadi “dalam menciptakan”.
Jawaban yang tepat adalah B.
No 39
1Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. 2Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. 3Orang dewasa perlu mengonsumsi delapan gelas berukuran 230 mililiter per hari. 4Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan. 5Salah satu efek dehidrasi yang tidak disadari adalah timbulnya stres. 6Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. 7Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. 8Setiap hari, tubuh melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. 9Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti … energi sehingga aktivitas yang dilakukan … melambat.
(Diadaptasi dari https://www.nationalgeographic.grid.id/)
Perumpamaan pada bacaan tersebut dapat ditemukan pada kata ....
| A. | menyebabkan (kalimat 1) |
| B. | memerlukan (kalimat 2) |
| C. | mengonsumsi (kalimat 3) |
| D. | mengalami (kalimat 6) |
| E. | menguras (kalimat 8) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: E
Langkah 1: Memahami Pengertian Perumpamaan (Materi SMA)
Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, perumpamaan adalah gaya bahasa yang membandingkan sesuatu dengan hal lain.
Rumus sederhana perumpamaan:
\( A \text{ seperti } B \)
atau penggunaan kata bermakna kias untuk menggambarkan keadaan.
Langkah 2: Mengidentifikasi Kalimat yang Mengandung Perbandingan
Kalimat (7):
“Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks.”
Struktur perumpamaan terlihat jelas:
\( \text{Tubuh manusia} \text{ seperti } \text{wadah penampung air} \)
Artinya tubuh dianalogikan sebagai wadah.
Langkah 3: Mengaitkan dengan Pilihan Jawaban
Pada kalimat (8) terdapat kata “menguras”.
Kata “menguras” biasanya digunakan untuk wadah atau tempat air.
Dalam konteks ini, air di dalam tubuh diperlakukan seperti air dalam wadah yang bisa dikuras.
Ini merupakan bentuk lanjutan dari perumpamaan pada kalimat sebelumnya.
Evaluasi Pilihan
A → kata denotatif biasa.
B → kata denotatif biasa.
C → kata denotatif biasa.
D → kata denotatif biasa.
E → kata “menguras” berkaitan dengan analogi tubuh sebagai wadah. ✔
Kesimpulan
Perumpamaan ditunjukkan melalui kata menguras pada kalimat (8) karena berkaitan dengan analogi tubuh sebagai wadah.
Jawaban yang tepat adalah E.
No 40
(1) Tujuan pendidikan adalah mengembangkan dan mengoptimalkan daya anak didik agar siap menyongsong masa depan sesuai dengan zamannya. (2) Saat ini teknologi yang berkembang dengan pesat memicu perubahan yang cepat pula, bahkan tidak terduga. (3) Laporan Dell Technology menyebutkan bahwa 85 persen pekerjaan pada 2030 yang akan dimasuki Generasi Z dan Alpha belum ditemukan. (4) Sementara itu, konsep otomasi di era 4.0 juga akan mengubah struktur dan lapangan pekerjaan. (5) Padahal, institusi pendidikan formal saat ini dinilai belum optimal membekali siswa dengan keterampilan praktis yang menjadi modal siswa untuk mengembangkan diri secara mandiri atau masuk dunia kerja. (6) Paradigma pendidikan sudah bergeser mengikuti perkembangan zaman, tetapi sistem pendidikan belum ....
Diadaptasi dari https://mediaindonesia.com/
Agar sesuai dengan konteks bacaan, pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (6) adalah ....
| A. | memungkinkan mengubah kurikulum |
| B. | cukup responsif terhadap tuntutan zaman |
| C. | adaptif sesuai dengan zaman sekarang |
| D. | siap menghadapi tuntutan era 4.0 |
| E. | memasukkan kurikulum pendidikan keterampilan |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: C
Langkah 1: Memahami Hubungan Antarkalimat (Materi SMA – Kohesi dan Koherensi)
Kalimat (6):
“Paradigma pendidikan sudah bergeser mengikuti perkembangan zaman, tetapi sistem pendidikan belum ….”
Konjungsi tetapi menunjukkan hubungan pertentangan.
Rumus hubungan pertentangan:
\( S_1 , \text{ tetapi } S_2 \)
Artinya, bagian kedua harus berlawanan dengan bagian pertama.
Langkah 2: Menganalisis Konteks Bacaan
Isi bacaan menekankan bahwa:
1. Dunia kerja berubah cepat.
2. Banyak pekerjaan baru muncul.
3. Pendidikan belum optimal membekali siswa.
Artinya sistem pendidikan belum mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Langkah 3: Menguji Pilihan Jawaban
A → tidak sesuai secara struktur kalimat.
B → masih kurang kuat dan tidak langsung bertentangan.
C → “adaptif sesuai dengan zaman sekarang” tepat sebagai lawan dari “sudah bergeser”. ✔
D → terlalu spesifik pada era 4.0.
E → tidak melengkapi struktur predikat dengan tepat.
Langkah 4: Uji Koherensi
Kalimat lengkap:
“Paradigma pendidikan sudah bergeser mengikuti perkembangan zaman, tetapi sistem pendidikan belum adaptif sesuai dengan zaman sekarang.”
Struktur sudah memenuhi:
\( S_1 \neq S_2 \)
Bagian pertama menyatakan perubahan, bagian kedua menyatakan belum menyesuaikan diri.
Kesimpulan
Pilihan yang paling sesuai dengan konteks dan hubungan pertentangan adalah C.
No 41
1Mengintegrasikan budaya ke dalam pendidikan karakter bukan tanpa tantangan. 2Pendidik perlu menavigasi beragam latar belakang budaya dan menemukan cara menghormati tiap-tiap latar belakang budaya. 3Hal ini memerlukan kepekaan, inklusivitas, dan kemauan terlibat dengan kompleksitas identitas unsur budaya. 4Hal ini juga memerlukan sumber daya dan pelatihan untuk membantu guru secara efektif memasukkan unsur-unsur budaya ke dalam kurikulum mereka. 5Pendekatan pendidikan karakter berdasarkan pada budaya dapat menjembatani kesenjangan antara rumah dan sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kohesif dan mendukung. 6Agar proses pembentukan karakter benar-benar berhasil, pendidikan karakter harus dianut oleh para pendidik dan pembuat kebijakan. 7Sekolah didorong mengeksplorasi dan memasukkan latar belakang budaya siswa ke dalam program ....
(Diadaptasi dari https://www.kompas.id/)
Agar sesuai dengan konteks bacaan, pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (7) adalah ....
| A. | peningkatan karakter siswa |
| B. | pendidikan karakter siswa |
| C. | penentuan karakter siswa |
| D. | pengembangan karakter siswa |
| E. | pembentukan karakter siswa |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: E
Langkah 1: Memahami Kohesi Leksikal (Materi SMA)
Dalam bacaan terdapat pengulangan ide utama, yaitu:
“proses pembentukan karakter” (kalimat 6)
Pengulangan istilah yang sama menunjukkan kesinambungan makna.
Rumus kohesi leksikal:
\( \text{Istilah}_{(kalimat\,sebelumnya)} = \text{Istilah}_{(kalimat\,berikutnya)} \)
Langkah 2: Menganalisis Konteks
Kalimat (6) menekankan:
“Agar proses pembentukan karakter benar-benar berhasil …”
Maka kalimat (7) harus tetap berada dalam ranah pembentukan karakter, bukan sekadar pendidikan atau peningkatan.
Langkah 3: Menguji Pilihan
A → peningkatan ≠ pembentukan.
B → terlalu umum, sudah disebut sebelumnya.
C → makna berbeda (penentuan ≠ pembentukan).
D → mendekati, tetapi tidak identik dengan istilah sebelumnya.
E → sama persis dengan istilah pada kalimat (6). ✔
Langkah 4: Uji Koherensi
Kalimat lengkap:
“Sekolah didorong mengeksplorasi dan memasukkan latar belakang budaya siswa ke dalam program pembentukan karakter siswa.”
Struktur makna konsisten dengan:
\( \text{pembentukan karakter} \rightarrow \text{program pembentukan karakter} \)
Kesimpulan
Pilihan yang paling sesuai dengan konteks dan menjaga kohesi bacaan adalah E.
No 42
1Inovasi pemerintah di bidang pengembangan pendidikan tanah air bergelora ketika merdeka belajar digaungkan oleh pemerintah sejak 2019. 2Dampak penerapannya makin terasa, khususnya menjelang penerapan kurikulum sebagai pengganti K13 pada tahun 2024. 3Namun, apa yang dimaksud dengan merdeka belajar dan benarkah hal ini akan secara efektif memberikan dampak bagi peningkatan kualitas siswa secara keseluruhan, termasuk juga meningkatkan mutu pendidikan Indonesia? 4Harus diketahui pula bahwa merdeka belajar erat kaitannya dengan Kurikulum Merdeka. 5Bahkan, konsep dan tujuan merdeka belajar adalah landasan utama bagi implementasi kurikulum ini. 6Pemahaman yang baik atas istilah tersebut akan mempermudah pemahaman Kurikulum Merdeka beserta implementasinya ....
(Diadaptasi dari https://www.esaledukasi.com/)
Agar sesuai dengan konteks bacaan, pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (6) adalah ....
| A. | oleh guru dan siswa |
| B. | pada pertengahan tahun 2024 |
| C. | secara serentak dan merata |
| D. | di sekolah-sekolah dasar dan menengah |
| E. | dalam proses belajar mengajar |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: E
Langkah 1: Memahami Hubungan Kontekstual (Materi SMA – Koherensi Paragraf)
Kalimat (6):
“Pemahaman yang baik atas istilah tersebut akan mempermudah pemahaman Kurikulum Merdeka beserta implementasinya ….”
Kata kunci pada kalimat:
\( \text{implementasi} \rightarrow \text{pelaksanaan} \)
Artinya yang dicari adalah konteks pelaksanaan Kurikulum Merdeka.
Langkah 2: Menganalisis Makna Implementasi
Implementasi kurikulum terjadi pada kegiatan inti pendidikan.
Secara konsep:
\( \text{Kurikulum} \rightarrow \text{diterapkan} \rightarrow \text{dalam pembelajaran} \)
Jadi konteks yang paling tepat adalah kegiatan belajar mengajar.
Langkah 3: Menguji Pilihan Jawaban
A → pelaku, bukan konteks implementasi.
B → waktu, bukan tempat penerapan utama.
C → cara pelaksanaan, kurang spesifik.
D → lokasi institusi, bukan prosesnya.
E → menunjukkan konteks langsung penerapan kurikulum. ✔
Langkah 4: Uji Koherensi Kalimat
Kalimat lengkap:
“Pemahaman yang baik atas istilah tersebut akan mempermudah pemahaman Kurikulum Merdeka beserta implementasinya dalam proses belajar mengajar.”
Struktur makna menjadi:
\( \text{Pemahaman istilah} \rightarrow \text{mempermudah} \rightarrow \text{implementasi pembelajaran} \)
Hubungan sebab-akibat menjadi logis dan padu.
Kesimpulan
Pilihan yang paling sesuai dengan konteks bacaan adalah E.
No 43
1Kemajuan sebuah negara dapat dimulai dari kemajuan sistem pendidikan yang diterapkan. 2Seperti yang terjadi di Eropa, setelah Revolusi Renaisans pada abad ke-14, Eropa mengembangkan ilmu pengetahuan dan membawa kemajuan pesat. 3Hal serupa juga terjadi di China dan India, sistem pendidikan yang berkaitan erat dengan industri telah membawa kemajuan yang jelas. 4Program pendidikan saat ini harus berkorelasi langsung dengan industri untuk mencapai kemajuan yang diinginkan, misalnya pendidikan vokasi. 5Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menciptakan individu yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. 6Lulusan vokasi dianggap sebagai talenta dengan keterampilan yang sangat dibutuhkan pada masa depan. 7Mereka tidak hanya melengkapi diri dengan pengetahuan praktis yang kuat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk ....
(Diadaptasi dari https://www.kompas.id/)
Agar sesuai dengan konteks bacaan, pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (7) adalah ....
| A. | berhasil dalam dunia yang selalu berubah |
| B. | mengubah kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang |
| C. | beradaptasi dengan perubahan yang cepat di pasar kerja |
| D. | meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia |
| E. | menghasilkan agen perubahan dalam masyarakat |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: C
Langkah 1: Memahami Pola Kalimat Bertingkat (Materi SMA – Konjungsi Korelatif)
Kalimat (7) menggunakan pola:
\( \text{tidak hanya} \; X , \; \text{tetapi juga} \; Y \)
Artinya bagian Y harus sejajar maknanya dengan bagian X.
Bagian X:
“melengkapi diri dengan pengetahuan praktis yang kuat”
Ini menunjukkan kemampuan menghadapi kebutuhan kerja.
Langkah 2: Menganalisis Konteks Paragraf
Isi paragraf menekankan:
1. Pendidikan berkorelasi dengan industri.
2. Vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja.
3. Lulusan dibutuhkan di masa depan.
Maka kemampuan tambahan yang logis adalah kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar kerja.
Langkah 3: Uji Pilihan
A → terlalu umum.
B → tidak logis karena individu tidak mengubah pasar kerja.
C → sesuai konteks perubahan industri dan kebutuhan kerja. ✔
D → bukan kemampuan individu.
E → tidak dibahas dalam konteks paragraf.
Langkah 4: Uji Koherensi
Kalimat lengkap:
“Mereka tidak hanya melengkapi diri dengan pengetahuan praktis yang kuat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat di pasar kerja.”
Struktur menjadi sejajar:
\( X \parallel Y \)
Kemampuan teknis + kemampuan adaptif.
Kesimpulan
Pilihan yang paling sesuai dengan konteks bacaan adalah C.
No 44
1Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. 2Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. 3Orang dewasa perlu mengonsumsi delapan gelas berukuran 230 mililiter per hari. 4Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan. 5Salah satu efek dehidrasi yang tidak disadari adalah timbulnya stres. 6Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. 7Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. 8Setiap hari, tubuh melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. 9Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti …. energi sehingga aktivitas yang dilakukan …. melambat.
(Diadaptasi dari https://www.nationalgeographic.grid.id/)
Kalimat (9) dalam bacaan tersebut akan menjadi bermakna bila dilengkapi dengan kata-kata ....
| A. | kehabisan; sungguh |
| B. | kebutuhan; harus |
| C. | ketiadaan; mungkin |
| D. | kehilangan; akan |
| E. | kekurangan; pasti |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: D
Langkah 1: Memahami Pola Sebab–Akibat (Materi SMA)
Kalimat (9) berbentuk hubungan sebab–akibat.
Rumus sebab–akibat:
\( \text{Jika} \; S_1 , \; \text{maka} \; S_2 \)
Struktur pada kalimat:
\( \text{Jika asupan air tidak mencukupi} \rightarrow \text{tubuh bereaksi} \rightarrow \text{aktivitas melambat} \)
Langkah 2: Menganalisis Kekosongan Makna
Bagian pertama:
“tubuh akan bereaksi seperti …. energi”
Makna yang logis adalah kehilangan energi.
Bagian kedua:
“sehingga aktivitas yang dilakukan …. melambat”
Karena berbentuk akibat, diperlukan penanda kepastian masa depan.
Secara pola:
\( \text{kehilangan energi} \rightarrow \text{aktivitas akan melambat} \)
Langkah 3: Uji Pilihan
A → “kehabisan; sungguh” tidak membentuk pola sebab-akibat yang tepat.
B → tidak logis secara makna.
C → “mungkin” melemahkan hubungan akibat.
D → “kehilangan; akan” membentuk hubungan logis dan baku. ✔
E → “pasti” terlalu mutlak dan kurang tepat dalam konteks ilmiah.
Langkah 4: Uji Koherensi
Kalimat lengkap:
“Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti kehilangan energi sehingga aktivitas yang dilakukan akan melambat.”
Struktur sudah sesuai dengan pola:
\( \text{Sebab} \rightarrow \text{Akibat} \)
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah D.
No 45
(1) Kerja sama sekolah satu dengan sekolah lainnya menjadi hal yang sangat penting. (2) Apalagi untuk mengelola kegiatan ekstra kurikuler yang sangat beragam. (3) Sekolah harus menyiapkan infrastruktur yang sangat banyak karena banyaknya kegiatan. (4) Dengan cita itu, tanggung jawab pengadaannya menjadi lebih ringan. (5) Jadi, hubungan antarsekolah harus terjalin baik.
Penulisan kata bercetak tebal salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (5) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: C
Langkah 1: Memahami Kaidah Penulisan Kata Serapan (Materi SMA)
Dalam materi Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), kata serapan harus ditulis sesuai bentuk baku dalam KBBI.
Rumus penulisan kata serapan:
\( \text{Bentuk asing} \rightarrow \text{Bentuk baku Indonesia} \)
Langkah 2: Menganalisis Kata “infrastruktur”
Kata yang dicetak tebal adalah infrastruktur.
Bentuk baku menurut KBBI adalah:
infrastruktur
Namun pada kalimat tersebut tertulis:
infrastruktur ❌
Seharusnya:
infrastruktur ✔
Perbedaan terletak pada huruf:
\( \text{infra + struktur} \)
bukan
\( \text{infra + struktur} \)
Langkah 3: Evaluasi Pilihan
Kata salah terdapat pada kalimat (3).
Kesimpulan
Penulisan kata bercetak tebal yang salah terdapat pada kalimat nomor (3).
No 46
Perhatikan kutipan berikut untuk nomor 10.
1Guru sebagai sumber daya di sekolah memiliki peran yang sangat penting. 2Sebagai akademisi, guru seharusnya tidak bertindak dengan pola supra natural. 3Kegiatan guru harus dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. 4Untuk itu, kerja sama sesama guru perlu terus ditingkatkan. 5Antarsiswa juga harus saling belajar.
Penulisan kata bercetak tebal yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (5) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: B
Langkah 1: Memahami Kaidah Penulisan Kata Serapan dan Gabungan Kata (Materi SMA – EBI)
Dalam Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), terdapat aturan:
1. Gabungan kata tertentu ditulis terpisah. 2. Kata serapan harus mengikuti bentuk baku KBBI.
Langkah 2: Menganalisis Kalimat (2)
Pada kalimat (2) terdapat frasa:
“supra natural”
Menurut KBBI, bentuk bakunya adalah:
supranatural (ditulis serangkai)
Rumus penulisan kata serapan berimbuhan:
\( \text{supra} + \text{natural} \rightarrow \text{supranatural} \)
Bukan:
\( \text{supra natural} \) ❌
Langkah 3: Evaluasi Kata Lain
Kalimat (1): “sumber daya” ✔ (memang ditulis terpisah) Kalimat (3): “dipertanggungjawabkan” ✔ (awalan di- + pertanggungjawabkan ditulis serangkai) Kalimat (4): “ditingkatkan” ✔ (awalan di- + tingkat + -kan ditulis serangkai) Kalimat (5): “Antarsiswa” ✔ (awalan antar- ditulis serangkai)
Kesimpulan
Penulisan kata bercetak tebal yang salah terdapat pada kalimat nomor (2).
No 47
1Sumberdaya menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan. 2Keberhasilan pendidikan juga ditentukan oleh faktor infrastruktur sekolah. 3Di samping itu, faktor prasarana juga ikut menentukan. 4Keberhasilan pendidikan tersebut baru diketahui pascapendidikan. 5Keberhasilan pendidikan antarsekolah bisa berbeda karena faktor tersebut.
Penulisan kata bercetak tebal yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (5) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: A
Langkah 1: Memahami Aturan Gabungan Kata (Materi SMA – Ejaan Bahasa Indonesia)
Dalam EBI, terdapat dua jenis penulisan:
1. Gabungan kata biasa → ditulis terpisah. 2. Imbuhan terikat (antar-, pasca-, pra-, dll.) → ditulis serangkai.
Langkah 2: Menganalisis Kata “Sumberdaya”
Kata pada kalimat (1):
Sumberdaya
Menurut KBBI, bentuk bakunya adalah:
sumber daya
Karena termasuk gabungan dua kata dasar.
Rumus:
\( \text{sumber} + \text{daya} = \text{ditulis terpisah} \)
Bukan:
\( \text{sumberdaya} \) ❌
Langkah 3: Evaluasi Kata Lain
Kalimat (2): “infrastruktur” ✔ (bentuk baku) Kalimat (3): “prasarana” ✔ (bentuk baku) Kalimat (4): “pascapendidikan” ✔ (pasca- termasuk imbuhan terikat → ditulis serangkai) Kalimat (5): “antarsekolah” ✔ (antar- termasuk imbuhan terikat → ditulis serangkai)
Kesimpulan
Penulisan kata bercetak tebal yang salah terdapat pada kalimat nomor (1).
No 48
1Pendidikan prasekolah merupakan hal yang sangat esensial. 2Pendidikan tersebut akan terbawa saat bekerja sama sesama siswa di sekolah. 3Bahkan, pendidikan tersebut akan terbawa saat pascasekolah. 4Oleh karena itu, orang tua perlu berhati-hati saat memilih pendidikan usia dini. 5Pendidikan itu juga akan berbekas pada hati nurani anak.
Penulisan kata bercetak tebal yang salah terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (5) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: C
Langkah 1: Memahami Kaidah Imbuhan Terikat (Materi SMA – Ejaan Bahasa Indonesia)
Dalam EBI, imbuhan terikat seperti:
\( \text{pra-} \), \( \text{pasca-} \), \( \text{antar-} \)
ditulis serangkai jika diikuti kata dasar yang jelas maknanya.
Langkah 2: Analisis Kata pada Kalimat (1)
prasekolah ✔
Rumus:
\( \text{pra-} + \text{sekolah} = \text{prasekolah} \)
Penulisan sudah benar.
Langkah 3: Analisis Kata pada Kalimat (3)
pascasekolah ❌
Kata “pascasekolah” tidak dikenal sebagai bentuk baku dalam KBBI karena “pasca-” biasanya digunakan untuk peristiwa atau waktu tertentu, bukan untuk membentuk istilah seperti itu.
Contoh baku:
\( \text{pasca-} + \text{panen} = \text{pascapanen} \) ✔
Namun dalam konteks ini seharusnya ditulis:
setelah sekolah ✔
Langkah 4: Evaluasi Lainnya
Kalimat (1) ✔ benar. Kalimat (2) tidak ada kata bercetak tebal. Kalimat (4) tidak ada kesalahan ejaan. Kalimat (5) tidak ada kesalahan.
Kesimpulan
Penulisan kata bercetak tebal yang salah terdapat pada kalimat nomor (3).
No 49
(1) Di tengah kekhawatiran global tentang dampak perubahan iklim terhadap lingkungan dan satwa liar, faktor yang sering kali terlupakan adalah bagaimana perubahan iklim memengaruhi otak manusia dan hewan. (2) Penelitian baru-baru ini menyoroti hubungan yang kompleks antara perubahan iklim dan fungsi otak. (3) Dalam penelitian tersebut diuraikan bagaimana perubahan musim yang singkat, panas atau hujan dapat memengaruhi perkembangan otak hewan dan reaksi terhadap lingkungan sekitarnya. (4) Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan. (5) Suhu tinggi dapat mengubah fitur sistem saraf, termasuk di dalamnya adalah efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. (6) Selain itu, suhu juga dapat memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak hewan dewasa.
Diadaptasi dari https://www.kompas.com/
Kata yang paling tepat menggantikan kata faktor dalam kalimat (1) adalah ....
| A. | unsur |
| B. | elemen |
| C. | aspek |
| D. | bagian |
| E. | sisi |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: C
Langkah 1: Memahami Makna Kata dalam Konteks (Materi SMA – Sinonim Kontekstual)
Pemilihan sinonim harus mempertimbangkan konteks kalimat.
Kalimat (1):
“... faktor yang sering kali terlupakan adalah bagaimana perubahan iklim memengaruhi otak manusia dan hewan.”
Makna “faktor” dalam kalimat ini bukan penyebab, melainkan sudut pandang yang jarang dibahas.
Langkah 2: Analisis Makna Sinonim
A. unsur → bagian kecil penyusun. B. elemen → komponen pembentuk. C. aspek → sudut pandang atau segi pembahasan. ✔ D. bagian → potongan dari keseluruhan. E. sisi → sudut, tetapi kurang formal dalam konteks ilmiah.
Rumus kesepadanan makna:
\( \text{faktor (dalam konteks pembahasan)} = \text{aspek} \)
Langkah 3: Uji Koherensi
Kalimat menjadi:
“... aspek yang sering kali terlupakan adalah bagaimana perubahan iklim memengaruhi otak manusia dan hewan.”
Struktur makna tetap logis dan lebih tepat secara konteks.
Kesimpulan
Kata yang paling tepat menggantikan “faktor” adalah C.
No 50
1Ekosistem mangrove memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim. 2Keberadaan mangrove yang sehat di kawasan pesisir dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam, seperti tsunami, badai, dan gelombang (fungsi adaptasi). 3Mangrove turut serta mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan karbon biru (blue carbon) (fungsi mitigasi). 4Selain berfungsi sebagai pelindung pantai dan karbon biru (blue carbon), mangrove merupakan nursery ground dan habitat biota yang beragam, seperti ikan, kepiting, dan udang (manfaat untuk livelihood). 5Namun, perubahan iklim dan perkembangan global telah memberikan dampak terhadap kekuatan mangrove. 6Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia. 7Upaya pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia.
(Diadaptasi dari https://www.researchgate.net/)
Kata yang paling tepat menggantikan kata kekuatan dalam kalimat (5) adalah ....
| A. | keberlangsungan |
| B. | keberthanan |
| C. | kehidupan |
| D. | kelestarian |
| E. | keteguhan |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: D
Langkah 1: Memahami Makna Kontekstual (Materi SMA – Sinonim Tepat)
Kalimat (5):
“Namun, perubahan iklim dan perkembangan global telah memberikan dampak terhadap kekuatan mangrove.”
Makna “kekuatan” dalam konteks ini bukan kekuatan fisik, melainkan kondisi keberadaan dan keberlanjutan mangrove.
Langkah 2: Analisis Makna Pilihan
A. keberlangsungan → berkaitan dengan kelanjutan, tetapi kurang tepat dalam konteks ekologi. B. keberthanan → tidak baku (seharusnya “ketahanan”). C. kehidupan → terlalu umum. D. kelestarian → keadaan tetap lestari/terjaga. ✔ E. keteguhan → berkaitan dengan sifat mental/pendirian.
Rumus kesepadanan makna:
\( \text{kekuatan (dalam konteks ekosistem)} = \text{kelestarian} \)
Langkah 3: Uji Koherensi
Kalimat menjadi:
“Namun, perubahan iklim dan perkembangan global telah memberikan dampak terhadap kelestarian mangrove.”
Makna menjadi lebih tepat dan sesuai dengan konteks pelestarian lingkungan.
Kesimpulan
Kata yang paling tepat menggantikan “kekuatan” adalah D.
No 51
1Direktur Jenderal WHO menyatakan bahwa perubahan iklim menimbulkan risiko besar terhadap kemajuan pemberantasan malaria, khususnya di daerah-daerah yang rentan. 2Respons terhadap penyakit malaria dan NTD (penyakit tropis terabaikan) yang berkesinambungan dan berketahanan sangat dibutuhkan. 3Tindakan penting lainnya yang mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat laju pemanasan global dan mengurangi dampaknya. 4Data mengenai dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap penyebaran penyakit memang masih sedikit. 5Hal ini sudah semestinya menjadi perhatian banyak pihak, terutama para dokter spesialis dan peneliti. 6Tindakan cepat dan tepat perlu segera dilakukan lebih intensif di berbagai negara, terutama negara tropis yang merasakan dampak perubahan iklim secara signifikan. 7Kondisi ini diperburuk oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan peningkatan angka kematian terkait malaria.
(Diadaptasi dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)
Kata yang paling tepat menggantikan kata rentan dalam kalimat (1) adalah ....
| A. | sensitif |
| B. | lemah |
| C. | peka |
| D. | rawan |
| E. | kritis |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: D
Langkah 1: Memahami Sinonim Kontekstual (Materi SMA)
Kata rentan dalam kalimat (1) berkaitan dengan kondisi wilayah yang mudah terdampak atau berisiko tinggi terhadap penyebaran malaria.
Rumus kesepadanan makna:
\( \text{rentan} = \text{mudah terkena risiko} \)
Langkah 2: Analisis Pilihan
A. sensitif → mudah bereaksi, kurang tepat dalam konteks epidemiologi. B. lemah → berkaitan dengan kekuatan fisik, bukan kondisi risiko wilayah. C. peka → mudah merasakan, tidak tepat dalam konteks ini. D. rawan → mudah terkena bahaya atau risiko. ✔ E. kritis → keadaan genting, bukan sifat kerentanan.
Sinonim yang paling tepat secara konteks adalah:
\( \text{rentan} = \text{rawan} \)
Langkah 3: Uji Koherensi
Kalimat menjadi:
“... khususnya di daerah-daerah yang rawan.”
Makna tetap logis dan sesuai dengan konteks penyebaran penyakit.
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah D.
No 52
1Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). 2Para peneliti meninjau 42.693 artikel penelitian. 3Artikel-artikel tersebut menyatakan bahwa belum ada pemahaman yang memadai terkait dampak perubahan pola iklim yang disebabkan oleh manusia terhadap malaria dan NTD. 4Temuan ini menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD. 5Pergeseran tersebut mungkin yang terpapar pada masyarakat yang telah terkena dampak perubahan iklim secara tidak proporsional. 6Penelitian itu juga menyoroti perlunya pemodelan yang lebih komprehensif, kolaboratif, dan tersandarasi. 7Pemodelan tersebut akan membantu kita memahami dan memprediksi dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD, baik secara langsung maupun tidak langsung.
(Diadaptasi dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)
Kata yang paling tepat menggantikan kata meninjau dalam kalimat (2) adalah ....
| A. | membaca |
| B. | meneliti |
| C. | mengamati |
| D. | menelaah |
| E. | melihat |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: D
Langkah 1: Memahami Sinonim Kontekstual (Materi SMA)
Kalimat (2):
“Para peneliti meninjau 42.693 artikel penelitian.”
Makna meninjau dalam konteks ilmiah bukan sekadar melihat, melainkan mengkaji secara mendalam.
Rumus kesepadanan makna:
\( \text{meninjau (ilmiah)} = \text{mengkaji secara mendalam} \)
Langkah 2: Analisis Pilihan
A. membaca → terlalu umum. B. meneliti → kurang tepat karena objeknya adalah artikel, bukan objek penelitian langsung. C. mengamati → digunakan untuk pengamatan langsung. D. menelaah → mengkaji atau mempelajari secara cermat. ✔ E. melihat → terlalu umum.
Sinonim yang paling tepat secara konteks adalah:
\( \text{meninjau} = \text{menelaah} \)
Langkah 3: Uji Koherensi
Kalimat menjadi:
“Para peneliti menelaah 42.693 artikel penelitian.”
Makna menjadi tepat dalam konteks akademik.
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah D.
No 53
(1) Di tengah kekhawatiran global tentang dampak perubahan iklim terhadap lingkungan dan satwa liar, faktor yang sering kali terlupakan adalah bagaimana perubahan iklim memengaruhi otak manusia dan hewan. (2) Penelitian baru ini menyoroti hubungan yang kompleks antara perubahan iklim dan fungsi otak. (3) Dalam penelitian tersebut diuraikan bagaimana …, perubahan musim yang singkat, dan asam laut dapat memengaruhi perkembangan otak hewan dan reaksi terhadap lingkungan sekitarnya. (4) Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan. (5) Suhu tinggi dapat mengubah fitur sistem saraf, termasuk di dalamnya adalah efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. (6) Selain itu, suhu juga dapat memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak hewan dewasa.
Diadaptasi dari https://www.kompas.com/
Pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (3) adalah ....
| A. | perubahan iklim |
| B. | peningkatan suhu |
| C. | sistem saraf |
| D. | ekspresi gen |
| E. | pembentukan neuron |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: B
Langkah 1: Memahami Kohesi Antarkalimat (Materi SMA – Koherensi Paragraf)
Kalimat (3) berbentuk perincian.
Struktur perincian biasanya:
\( A, B, \text{dan} \; C \)
Isi kalimat:
“… bagaimana …, perubahan musim yang singkat, dan asam laut dapat memengaruhi perkembangan otak …”
Artinya bagian yang kosong harus sejajar secara makna dengan:
\( \text{perubahan musim} \) dan \( \text{asam laut} \)
Langkah 2: Analisis Konteks Paragraf
Kalimat (4) dan (5) membahas suhu tinggi.
Sehingga perincian pada kalimat (3) seharusnya mencantumkan faktor suhu sebagai bagian dari dampak perubahan iklim.
Langkah 3: Uji Pilihan
A → terlalu umum, tidak sejajar dengan bentuk frasa lain. B → sejajar dengan “perubahan musim” dan “asam laut”. ✔ C → bukan faktor perubahan iklim. D → bukan faktor eksternal. E → akibat, bukan penyebab.
Rumus kesepadanan:
\( \text{peningkatan suhu} , \text{perubahan musim} , \text{asam laut} \)
Ketiganya adalah faktor lingkungan.
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah B.
No 54
1Ekosistem mangrove memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim. 2Keberadaan mangrove yang sehat di kawasan pesisir dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam, seperti tsunami, badai, dan gelombang (fungsi adaptasi). 3Mangrove turut serta mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan karbon biru (blue carbon) (fungsi mitigasi). 4Selain berfungsi sebagai pelindung pantai dan karbon biru (blue carbon), mangrove merupakan nursery ground dan habitat biota yang …, seperti ikan, kepiting, dan udang (manfaat untuk livelihood). 5Namun, perubahan iklim dan perkembangan global telah memberikan dampak terhadap kelestarian mangrove. 6Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia. 7Upaya pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia.
(Diadaptasi dari https://www.researchgate.net/)
Pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (4) adalah ....
| A. | bernilai ekonomis |
| B. | menghasilkan oksigen |
| C. | dapat menyerap karbon |
| D. | cepat berkembang biak |
| E. | mudah pemeliharaannya |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: A
Langkah 1: Memahami Kohesi dan Konteks (Materi SMA – Koherensi Paragraf)
Kalimat (4) membahas fungsi mangrove sebagai:
1. Pelindung pantai 2. Penyerap karbon 3. Habitat biota
Bagian akhir kalimat menyebut:
“(manfaat untuk livelihood)”
Kata livelihood berarti mata pencaharian atau nilai ekonomi bagi masyarakat.
Langkah 2: Analisis Pilihan
A. bernilai ekonomis → sesuai dengan makna livelihood. ✔ B. menghasilkan oksigen → tidak berkaitan langsung dengan habitat biota dalam konteks ekonomi. C. dapat menyerap karbon → sudah dibahas pada kalimat (3). D. cepat berkembang biak → tidak sesuai konteks umum. E. mudah pemeliharaannya → tidak relevan dengan manfaat ekonomi.
Rumus kesepadanan konteks:
\( \text{livelihood} = \text{nilai ekonomi} \)
Langkah 3: Uji Koherensi
Kalimat lengkap menjadi:
“... mangrove merupakan nursery ground dan habitat biota yang bernilai ekonomis, seperti ikan, kepiting, dan udang.”
Makna menjadi padu dengan penjelasan manfaat ekonomi.
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah A.
No 55
1Direktur Jenderal WHO menyatakan bahwa perubahan iklim menimbulkan risiko besar terhadap kemajuan pemberantasan malaria, khususnya di daerah-daerah yang rentan. 2Respons terhadap penyakit malaria dan NTD (penyakit tropis terabaikan) yang berkesinambungan dan berketahanan sangat dibutuhkan. 3Tindakan penting lainnya yang mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat laju pemanasan global dan mengurangi dampaknya. 4Data mengenai dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap … memang masih sedikit. 5Hal ini sudah semestinya menjadi perhatian banyak pihak, terutama para dokter spesialis dan peneliti. 6Tindakan cepat dan tepat perlu segera dilakukan lebih intensif di berbagai negara, terutama negara tropis yang merasakan dampak perubahan iklim secara signifikan. 7Kondisi ini diperburuk oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan peningkatan angka kematian terkait malaria.
(Diadaptasi dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)
Pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (4) adalah ....
| A. | daerah rentan |
| B. | laju pemanasan |
| C. | penularan malaria |
| D. | dunia kesehatan |
| E. | negara tropis |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: C
Langkah 1: Memahami Kohesi Paragraf (Materi SMA)
Kalimat (4):
“Data mengenai dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap … memang masih sedikit.”
Kata yang mengisi bagian kosong harus berkaitan dengan topik utama paragraf, yaitu malaria dan NTD.
Rumus kohesi topik:
\( \text{Topik awal} = \text{Topik lanjutan} \)
Langkah 2: Analisis Konteks
Kalimat (1) dan (2) membahas:
- risiko terhadap pemberantasan malaria - respons terhadap malaria dan NTD
Sehingga bagian kosong pada kalimat (4) harus berkaitan langsung dengan dampak perubahan iklim terhadap malaria.
Langkah 3: Uji Pilihan
A → terlalu umum. B → sudah disebut pada kalimat (3). C → sesuai konteks penyakit malaria. ✔ D → terlalu luas. E → tidak langsung berkaitan dengan dampak penyakit.
Rumus kesesuaian konteks:
\( \text{perubahan iklim} \rightarrow \text{penularan malaria} \)
Langkah 4: Uji Koherensi
Kalimat lengkap menjadi:
“Data mengenai dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap penularan malaria memang masih sedikit.”
Makna menjadi logis dan padu dengan paragraf.
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah C.
No 56
1Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). 2Para peneliti meninjau 42.693 artikel penelitian. 3Artikel-artikel tersebut menyatakan bahwa belum ada pemahaman yang memadai terkait […] dari perubahan pola iklim yang disebabkan oleh manusia terhadap malaria dan NTD. 4Temuan ini menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD. 5Pergeseran tersebut mungkin berdampak pada masyarakat yang telah terkena dampak perubahan iklim secara tidak proporsional. 6Penelitian itu juga menyoroti perlunya pemodelan yang lebih komprehensif, kolaboratif, dan terstandardisasi. 7Pemodelan tersebut akan membantu kita memahami dan memprediksi dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD, baik secara langsung maupun tidak langsung.
(Diadaptasi dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)
Pernyataan yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (3) adalah ....
| A. | berbagai dampak |
| B. | penyakit yang muncul sebagai akibat |
| C. | penyakit tropis |
| D. | kebutuhan mendesak |
| E. | berbagai akibat fatal |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: A
Langkah 1: Memahami Struktur Frasa (Materi SMA – Kepaduan Makna)
Kalimat (3):
“... belum ada pemahaman yang memadai terkait […] dari perubahan pola iklim ... terhadap malaria dan NTD.”
Struktur yang diperlukan:
\( \text{terkait} + \text{nomina} + \text{dari perubahan pola iklim} \)
Bagian kosong harus berupa frasa nominal yang logis dan umum.
Langkah 2: Analisis Konteks Paragraf
Paragraf membahas:
- dampak perubahan iklim - malaria dan NTD - pergeseran prevalensi dan intensitas penyakit
Maka yang belum dipahami adalah berbagai dampak dari perubahan pola iklim.
Langkah 3: Uji Pilihan
A → “berbagai dampak” sesuai struktur dan konteks. ✔ B → terlalu panjang dan tidak efektif dalam struktur kalimat. C → sudah disebut dalam kalimat sebelumnya. D → tidak sesuai konteks kalimat (3). E → terlalu sempit dan bersifat evaluatif.
Rumus kepaduan:
\( \text{pemahaman terkait berbagai dampak dari perubahan pola iklim} \)
Struktur menjadi padu dan logis.
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah A.
No 57
(1) Di tengah kekhawatiran global tentang dampak perubahan iklim terhadap lingkungan dan satwa liar, faktor yang sering kali terlupakan adalah bagaimana perubahan iklim memengaruhi otak manusia dan hewan. (2) Penelitian baru ini menyoroti hubungan yang kompleks antara perubahan iklim dan fungsi otak. (3) Dalam penelitian tersebut diuraikan bagaimana peningkatan suhu, perubahan musim yang singkat, dan asam laut dapat memengaruhi perkembangan otak hewan dan reaksi terhadap lingkungan sekitarnya. (4) Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan. (5) Suhu tinggi dapat mengubah fitur sistem saraf, termasuk di dalamnya adalah efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. (6) Selain itu, suhu juga dapat memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak hewan dewasa.
Diadaptasi dari https://www.kompas.com/
Apa judul yang paling tepat untuk teks tersebut?
| A. | Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Hewan |
| B. | Pengaruh Iklim terhadap Otak Manusia dan Hewan |
| C. | Dampak Iklim terhadap Otak Manusia dan Hewan |
| D. | Dampak Perubahan Iklim terhadap Otak Hewan |
| E. | Kerusakan Otak Hewan Akibat Perubahan Iklim |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: C
Langkah 1: Memahami Gagasan Utama (Materi SMA – Menentukan Judul)
Rumus menentukan judul:
\( \text{Judul} = \text{Topik Utama} + \text{Fokus Pembahasan} \)
Topik utama teks:
perubahan iklim
Fokus pembahasan:
dampaknya terhadap otak manusia dan hewan
Langkah 2: Analisis Isi Paragraf
Kalimat (1) menyebut:
perubahan iklim memengaruhi otak manusia dan hewan.
Kalimat (2)–(6) menjelaskan:
pengaruh suhu, musim, dan kondisi lingkungan terhadap perkembangan dan fungsi otak.
Artinya teks membahas dampak perubahan iklim terhadap otak manusia dan hewan, bukan hanya hewan.
Langkah 3: Uji Pilihan
A → terlalu umum (tidak spesifik pada otak). B → tidak menekankan perubahan iklim. C → mencakup perubahan iklim dan otak manusia serta hewan. ✔ D → hanya hewan. E → terlalu sempit dan bernada negatif.
Rumus kesesuaian:
\( \text{Perubahan Iklim} + \text{Otak Manusia dan Hewan} \)
Kesimpulan
Judul yang paling tepat adalah C.
No 58
1Ekosistem mangrove memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim. 2Keberadaan mangrove yang sehat di kawasan pesisir dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam, seperti tsunami, badai, dan gelombang (fungsi adaptasi). 3Mangrove turut serta mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan karbon biru (blue carbon) (fungsi mitigasi). 4Selain berfungsi sebagai pelindung pantai dan karbon biru (blue carbon), mangrove merupakan nursery ground dan habitat biota yang bernilai ekonomis, seperti ikan, kepiting, dan udang (manfaat untuk livelihood). 5Namun, perubahan iklim dan perkembangan global telah memberikan dampak terhadap kelestarian mangrove. 6Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia. 7Upaya pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia.
(Diadaptasi dari https://www.researchgate.net/)
Apa judul yang paling tepat untuk teks tersebut?
| A. | Keberadaan Mangrove di Kawasan Pesisir |
| B. | Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Mangrove |
| C. | Mangrove untuk Mitigasi Perubahan Iklim |
| D. | Upaya Pelestarian Mangrove di Indonesia |
| E. | Keterkaitan Mangrove dengan Perubahan Iklim |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: E
Langkah 1: Menentukan Gagasan Utama (Materi SMA – Menentukan Judul)
Rumus menentukan judul:
\( \text{Judul} = \text{Topik Umum} + \text{Fokus Pembahasan} \)
Topik umum teks:
ekosistem mangrove
Fokus pembahasan:
hubungannya dengan perubahan iklim (adaptasi, mitigasi, dampak, dan pelestarian).
Langkah 2: Analisis Isi Paragraf
Kalimat (1) langsung menyatakan:
“Ekosistem mangrove memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim.”
Kalimat (2)–(4) menjelaskan fungsi mangrove dalam adaptasi dan mitigasi. Kalimat (5)–(7) menjelaskan dampak perubahan iklim terhadap mangrove dan upaya pelestarian.
Artinya teks membahas hubungan timbal balik antara mangrove dan perubahan iklim.
Langkah 3: Uji Pilihan
A → terlalu sempit, hanya membahas keberadaan. B → hanya satu arah (iklim → mangrove). C → hanya fokus mitigasi. D → hanya fokus Indonesia. E → mencakup keseluruhan isi teks. ✔
Rumus kesesuaian:
\( \text{Mangrove} + \text{Perubahan Iklim} \)
Pilihan yang mencakup kedua aspek secara menyeluruh adalah E.
Kesimpulan
Judul yang paling tepat adalah E.
No 59
1Direktur Jenderal WHO menyatakan bahwa perubahan iklim menimbulkan risiko besar terhadap kemajuan pemberantasan malaria, khususnya di daerah-daerah yang rentan. 2Respons terhadap penyakit malaria dan NTD (penyakit tropis terabaikan) yang berkesinambungan dan berketahanan sangat dibutuhkan. 3Tindakan penting lainnya yang mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat laju pemanasan global dan mengurangi dampaknya. 4Data mengenai dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap penularan malaria memang masih sedikit. 5Hal ini sudah semestinya menjadi perhatian banyak pihak, terutama para dokter spesialis dan peneliti. 6Tindakan cepat dan tepat perlu segera dilakukan lebih intensif di berbagai negara, terutama negara tropis yang merasakan dampak perubahan iklim secara signifikan. 7Kondisi ini diperburuk oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan peningkatan angka kematian terkait malaria.
(Diadaptasi dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)
Apa judul yang paling tepat untuk teks tersebut?
| A. | Dampak Perubahan Iklim terhadap Perkembangbiakan Nyamuk |
| B. | Mitigasi Perubahan Iklim untuk Mencegah Malaria |
| C. | Urgensi Pemberantasan Malaria Akibat Perubahan Iklim |
| D. | Dampak Perubahan Iklim di Negara Tropis |
| E. | Dampak Jangka Panjang Perubahan Iklim |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: C
Langkah 1: Menentukan Gagasan Utama (Materi SMA – Menentukan Judul)
Rumus menentukan judul:
\( \text{Judul} = \text{Topik Utama} + \text{Fokus Permasalahan} \)
Topik utama teks:
perubahan iklim dan malaria
Fokus permasalahan:
risiko terhadap pemberantasan malaria dan perlunya tindakan segera
Langkah 2: Analisis Isi Paragraf
Kalimat (1) menyatakan adanya risiko besar terhadap kemajuan pemberantasan malaria. Kalimat (2)–(6) menekankan urgensi tindakan dan perhatian global. Kalimat (7) memperkuat kondisi dengan faktor pandemi.
Artinya teks menyoroti urgensi penanganan malaria akibat dampak perubahan iklim.
Langkah 3: Uji Pilihan
A → terlalu spesifik (nyamuk tidak dibahas). B → hanya fokus mitigasi iklim. C → mencakup perubahan iklim dan urgensi pemberantasan malaria. ✔ D → terlalu umum dan tidak spesifik malaria. E → terlalu umum.
Rumus kesesuaian:
\( \text{Perubahan Iklim} + \text{Pemberantasan Malaria} + \text{Urgensi} \)
Kesimpulan
Judul yang paling tepat adalah C.
No 60
1Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). 2Para peneliti meninjau 42.693 artikel penelitian. 3Artikel-artikel tersebut menyatakan bahwa belum ada pemahaman yang memadai terkait berbagai dampak dari perubahan pola iklim yang disebabkan oleh manusia terhadap malaria dan NTD. 4Temuan ini menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD. 5Pergeseran tersebut mungkin berdampak pada masyarakat yang telah terkena dampak perubahan iklim secara tidak proporsional. 6Penelitian itu juga menyoroti perlunya pemodelan yang lebih komprehensif, kolaboratif, dan terstandardisasi. 7Pemodelan tersebut akan membantu kita memahami dan memprediksi dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD, baik secara langsung maupun tidak langsung.
(Diadaptasi dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)
Apa judul yang paling tepat untuk teks tersebut?
| A. | Malaria dan Penyakit Tropis Terabaikan (NTD) |
| B. | Kurangnya Pemahaman akan Bahaya Perubahan Iklim |
| C. | Penyebaran Malaria dan Penyakit Tropis Terabaikan |
| D. | Pergeseran Prevalensi dan Perubahan Penyakit Menular |
| E. | Dampak Perubahan Iklim terhadap Penyakit Menular |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: E
Langkah 1: Menentukan Gagasan Utama (Materi SMA – Menentukan Judul)
Rumus menentukan judul:
\( \text{Judul} = \text{Topik Utama} + \text{Fokus Pembahasan} \)
Topik utama teks:
perubahan iklim
Fokus pembahasan:
dampaknya terhadap malaria dan NTD (penyakit menular).
Langkah 2: Analisis Isi Paragraf
Kalimat (1) menyebut dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD. Kalimat (3) menegaskan belum adanya pemahaman memadai tentang dampaknya. Kalimat (4)–(7) membahas pergeseran prevalensi dan pemodelan dampak tersebut.
Artinya teks membahas dampak perubahan iklim terhadap penyakit menular.
Langkah 3: Uji Pilihan
A → hanya menyebut penyakit tanpa perubahan iklim. B → terlalu umum. C → hanya fokus penyebaran. D → tidak menekankan perubahan iklim. E → mencakup perubahan iklim dan penyakit menular. ✔
Rumus kesesuaian:
\( \text{Perubahan Iklim} \rightarrow \text{Penyakit Menular} \)
Kesimpulan
Judul yang paling tepat adalah E.
No 61
(1) Di tengah kekhawatiran global tentang dampak perubahan iklim terhadap lingkungan dan satwa liar, faktor yang sering kali terlupakan adalah bagaimana perubahan iklim memengaruhi otak manusia dan hewan. (2) Penelitian baru ini menyoroti hubungan yang kompleks antara perubahan iklim dan fungsi otak. (3) Dalam penelitian tersebut diuraikan bagaimana peningkatan suhu, perubahan musim yang singkat, dan asam laut dapat memengaruhi perkembangan otak hewan dan reaksi terhadap lingkungan sekitarnya. (4) Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan. (5) Suhu tinggi dapat mengubah fitur sistem saraf, termasuk di dalamnya adalah efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. (6) Selain itu, suhu juga dapat memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak hewan dewasa.
Diadaptasi dari https://www.kompas.com/
Kalimat manakah yang paling efektif sebagai hasil penggabungan kalimat (4) dan (5)?
| A. | Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan, seperti mengubah fitur sistem saraf, termasuk efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. |
| B. | Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan yang mengubah fitur sistem saraf, termasuk efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. |
| C. | Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan, khususnya mengubah fitur sistem saraf, termasuk efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. |
| D. | Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan sehingga mengubah fitur sistem saraf, termasuk efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. |
| E. | Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan untuk mengubah fitur sistem saraf, termasuk efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: D
Langkah 1: Memahami Prinsip Kalimat Efektif (Materi SMA)
Rumus penggabungan kalimat sebab-akibat:
\( \text{Sebab} \rightarrow \text{Akibat} \)
Kalimat (4):
Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan.
Kalimat (5):
Suhu tinggi dapat mengubah fitur sistem saraf ...
Artinya terdapat hubungan sebab-akibat.
Langkah 2: Analisis Pilihan
A → kata “seperti” menunjukkan perbandingan, bukan akibat langsung. B → struktur tidak efektif (klausa relatif tidak tepat). C → “khususnya” tidak menunjukkan hubungan logis yang kuat. D → menggunakan kata “sehingga” yang menunjukkan akibat secara jelas. ✔ E → “untuk” menyatakan tujuan, bukan akibat.
Rumus struktur yang tepat:
\( \text{Suhu tinggi} \rightarrow \text{perkembangan otak} \rightarrow \text{perubahan sistem saraf} \)
Langkah 3: Uji Koherensi
Pilihan D menunjukkan hubungan sebab-akibat secara logis dan efektif.
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah D.
No 62
1Ekosistem mangrove memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim. 2Keberadaan mangrove yang sehat di kawasan pesisir dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam, seperti tsunami, badai, dan gelombang (fungsi adaptasi). 3Mangrove turut serta mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan karbon biru (blue carbon) (fungsi mitigasi). 4Selain berfungsi sebagai pelindung pantai dan karbon biru (blue carbon), mangrove merupakan nursery ground dan habitat biota yang bernilai ekonomis, seperti ikan, kepiting, dan udang (manfaat untuk livelihood). 5Namun, perubahan iklim dan perkembangan global telah memberikan dampak terhadap kelestarian mangrove. 6Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia. 7Upaya pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia.
(Diadaptasi dari https://www.researchgate.net/)
Kalimat manakah yang paling efektif sebagai hasil penggabungan kalimat (6) dan (7)?
| A. | Upaya pelestarian mangrove di Indonesia sebagai negara dengan hutan mangrove terluas di dunia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia. |
| B. | Sebagai negara dengan hutan mangrove terluas di dunia menyebabkan pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia. |
| C. | Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia, bahkan upaya pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia. |
| D. | Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia karena pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia. |
| E. | Upaya pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia karena Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: E
Langkah 1: Memahami Prinsip Kalimat Efektif (Materi SMA)
Rumus penggabungan kalimat sebab-akibat:
\( \text{Akibat} \; + \; \text{karena} \; + \; \text{Sebab} \)
Kalimat (6):
Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia.
Kalimat (7):
Upaya pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia.
Hubungan logisnya adalah sebab-akibat.
Langkah 2: Analisis Pilihan
A → struktur kurang efektif (keterangan sisipan tidak jelas). B → subjek tidak jelas (kalimat tidak lengkap). C → penggunaan “bahkan” tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. D → hubungan sebab-akibat terbalik. E → struktur jelas dan logis dengan kata “karena”. ✔
Struktur efektif:
\( \text{Pelestarian menjadi fokus} \rightarrow \text{karena Indonesia memiliki hutan mangrove terluas} \)
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah E.
No 63
1Direktur Jenderal WHO menyatakan bahwa perubahan iklim menimbulkan risiko besar terhadap kemajuan pemberantasan malaria, khususnya di daerah-daerah yang rentan. 2Respons terhadap penyakit malaria dan NTD (penyakit tropis terabaikan) yang berkesinambungan dan berketahanan sangat dibutuhkan. 3Tindakan penting lainnya yang mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat laju pemanasan global dan mengurangi dampaknya. 4Data mengenai dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap penularan malaria memang masih sedikit. 5Hal ini sudah semestinya menjadi perhatian banyak pihak, terutama para dokter spesialis dan peneliti. 6Tindakan cepat dan tepat perlu segera dilakukan lebih intensif di berbagai negara, terutama negara tropis yang merasakan dampak perubahan iklim secara signifikan. 7Kondisi ini diperburuk oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan peningkatan angka kematian terkait malaria.
(Diadaptasi dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)
Kalimat manakah yang paling efektif sebagai hasil penggabungan kalimat (6) dan (7)?
| A. | Tindakan cepat dan tepat terhadap dampak perubahan iklim di berbagai negara tropis perlu segera dilakukan lebih intensif, terutama yang diperburuk oleh Covid-19 yang menyebabkan peningkatan angka kematian akibat malaria. |
| B. | Tindakan cepat dan tepat perlu segera dilakukan lebih intensif di berbagai negara, terutama negara tropis yang merasakan perubahan iklim secara signifikan yang diperburuk oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan peningkatan angka kematian terkait malaria. |
| C. | Tindakan cepat dan tepat perlu segera dilakukan lebih intensif di berbagai negara terutama negara tropis yang merasakan dampak perubahan iklim dan pandemi Covid-19 telah menyebabkan peningkatan kematian terkait malaria. |
| D. | Tindakan cepat dan tepat di berbagai negara tropis merasakan dampak perubahan iklim perlu dilakukan lebih intensif yang diperburuk oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan peningkatan kematian malaria. |
| E. | Tindakan cepat dan tepat perlu segera dilakukan lebih intensif di berbagai negara, terutama negara tropis yang merasakan dampak perubahan iklim yang diperburuk oleh pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan peningkatan angka kematian malaria. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: E
Langkah 1: Memahami Prinsip Kalimat Efektif (Materi SMA)
Rumus penggabungan kalimat majemuk bertingkat:
\( \text{Induk Kalimat} + \text{Anak Kalimat Penjelas} \)
Kalimat (6) menyatakan perlunya tindakan cepat dan tepat. Kalimat (7) menjelaskan kondisi yang memperburuk keadaan.
Hubungan keduanya adalah sebab-akibat dan penjelasan tambahan.
Langkah 2: Analisis Pilihan
A → struktur kurang jelas dan rujukan “yang” ambigu. B → pengulangan “yang” membuat kalimat tidak efektif. C → struktur tidak padu (dua klausa tidak terhubung dengan baik). D → susunan subjek-predikat tidak tepat. E → struktur jelas, runtut, dan menunjukkan hubungan sebab-akibat secara logis. ✔
Struktur efektif:
\( \text{Tindakan perlu dilakukan} \rightarrow \text{karena kondisi diperburuk pandemi} \rightarrow \text{meningkatkan kematian malaria} \)
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah E.
No 64
1Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). 2Para peneliti meninjau 42.693 artikel penelitian. 3Artikel-artikel tersebut menyatakan bahwa belum ada pemahaman yang memadai terkait berbagai dampak dari perubahan pola iklim yang disebabkan oleh manusia terhadap malaria dan NTD. 4Temuan itu menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD. 5Pergeseran tersebut mungkin yang terparah pada masyarakat yang telah terkena dampak perubahan iklim secara tidak proporsional. 6Penelitian itu juga menyoroti perlunya pemodelan yang lebih komprehensif, kolaboratif, dan terstandardisasi. 7Pemodelan tersebut akan membantu kita memahami dan memprediksi dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD, baik secara langsung maupun tidak langsung.
(Diadaptasi dari https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/)
Kalimat manakah yang paling efektif sebagai hasil penggabungan kalimat (4) dan (5)?
| A. | Temuan itu menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD yang mungkin terparah pada masyarakat terdampak perubahan iklim secara tidak proporsional. |
| B. | Temuan itu menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD mungkin yang terparah pada masyarakat terdampak perubahan iklim secara tidak proporsional. |
| C. | Temuan itu menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD mungkin yang terparah pada masyarakat terdampak perubahan iklim secara tidak proporsional. |
| D. | Temuan itu menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD pada masyarakat terdampak perubahan iklim secara tidak proporsional yang mungkin terparah. |
| E. | Temuan itu menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria dan sejumlah NTD masyarakat terdampak perubahan iklim secara tidak proporsional mungkin yang terparah. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: A
Langkah 1: Memahami Prinsip Kalimat Efektif (Materi SMA)
Rumus penggabungan kalimat majemuk bertingkat:
\( \text{Induk Kalimat} + \text{Anak Kalimat Penjelas} \)
Kalimat (4) menjelaskan objek temuan. Kalimat (5) menjelaskan kondisi yang paling terdampak.
Hubungan keduanya adalah penjelasan tambahan terhadap objek “pergeseran”.
Langkah 2: Analisis Pilihan
A → struktur jelas, klausa penjelas tepat, tidak ada pemborosan kata. ✔ B → susunan kata tidak efektif. C → sama seperti B, tidak efektif. D → klausa penjelas tidak tepat penempatannya. E → struktur tidak padu dan rancu.
Struktur efektif:
\( \text{Pergeseran} + \text{yang mungkin terparah pada masyarakat terdampak} \)
Kesimpulan
Jawaban yang paling tepat adalah A.
No 65
(1) Di tengah kekhawatiran global tentang dampak perubahan iklim terhadap lingkungan dan satwa liar, faktor yang sering kali terlupakan adalah bagaimana perubahan iklim memengaruhi otak manusia dan hewan. (2) Penelitian baru ini menyoroti hubungan yang kompleks antara perubahan iklim dan fungsi otak. (3) Dalam penelitian tersebut diuraikan bagaimana peningkatan suhu, perubahan musim yang singkat, dan asam laut dapat memengaruhi perkembangan otak hewan dan reaksi terhadap lingkungan sekitarnya. (4) Suhu tinggi dapat memengaruhi perkembangan otak hewan. (5) Suhu tinggi dapat mengubah fitur sistem saraf, termasuk di dalamnya adalah efek pada ekspresi gen dalam neuron (sel saraf), struktur neuron, dan organisasi otak. (6) Selain itu, suhu juga dapat memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak hewan dewasa.
Diadaptasi dari https://www.kompas.com/
Apa informasi utama kalimat (6)?
| A. | Suhu dapat memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak. |
| B. | Suhu memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak hewan. |
| C. | Suhu dapat memengaruhi pembentukan neuron dalam otak. |
| D. | Suhu memengaruhi pembentukan neuron baru. |
| E. | Suhu memengaruhi pembentukan neuron. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk Membuka)
Jawaban yang benar: A
A. Suhu dapat memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak.
✔ Hampir sama dengan kalimat asli, hanya menghilangkan kata “hewan dewasa”..
Masih mempertahankan makna utama dan struktur logis..
.
B. Suhu memengaruhi pembentukan neuron baru dalam otak hewan..
✘ Menghilangkan kata “dapat”..
Artinya berubah dari kemungkinan menjadi kepastian. Ini mengubah makna..
.
C. Suhu dapat memengaruhi pembentukan neuron dalam otak..
✘ Menghilangkan kata “baru”..
Padahal fokus kalimat adalah pembentukan neuron baru, bukan neuron secara umum..
.
D. Suhu memengaruhi pembentukan neuron baru..
✘ Menghilangkan “dapat” (mengubah makna) dan menghilangkan konteks otak..
.
E. Suhu memengaruhi pembentukan neuron..
✘ Terlalu umum dan mengubah makna (tidak ada “dapat” dan tidak ada “baru”)..
No 66
(1) Ekosistem mangrove memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim. (2) Keberadaan mangrove yang sehat di kawasan pesisir dapat meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam, seperti tsunami, badai, dan gelombang (fungsi adaptasi). (3) Mangrove turut serta mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan karbon biru (fungsi mitigasi). (4) Selain berfungsi sebagai pelindung pantai dan karbon biru (blue carbon), mangrove merupakan nursery ground dan habitat biota laut, seperti ikan, kepiting, dan udang (manfaat untuk livelihood). (5) Namun, perubahan iklim dan perkembangan global telah memberikan dampak terhadap kekuatan mangrove. (6) Indonesia merupakan negara dengan hutan mangrove terluas di dunia. (7) Upaya pelestarian mangrove di Indonesia menjadi fokus utama program perubahan iklim dunia.
Apa informasi utama kalimat (2)?
| A. | Keberadaan mangrove di kawasan pesisir meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim. |
| B. | Keberadaan mangrove meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim. |
| C. | Mangrove di kawasan pesisir meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim. |
| D. | Mangrove meningkatkan resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam. |
| E. | Mangrove yang sehat meningkatkan perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
A.
Keberadaan mangrove di kawasan pesisir meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
✔ Hampir tepat, tetapi menghilangkan kata “dapat”, sehingga mengubah makna dari kemungkinan menjadi kepastian.
B.
Keberadaan mangrove meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
✔ Ini merangkum inti kalimat tanpa detail tambahan.
Memang menghilangkan kata “dapat”, tetapi tidak mengubah arah makna utama dan tetap mempertahankan inti informasi.
C.
Mangrove di kawasan pesisir meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
✘ Mengubah fokus dari “keberadaan mangrove” menjadi “mangrove”.
Struktur inti berubah.
D.
Mangrove meningkatkan resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam.
✘ Terlalu umum (tidak menyebut masyarakat pesisir secara spesifik).
Fokus kalimat asli adalah masyarakat pesisir.
E.
Mangrove yang sehat meningkatkan perubahan iklim dan meminimalkan dampak bencana alam.
✘ Salah makna. Seolah-olah mangrove meningkatkan perubahan iklim.
Ini bertentangan dengan isi teks.
✅ Jawaban yang paling tepat:
B. Keberadaan mangrove meningkatkan resiliensi masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim.
No 67
(1) Direktur Jenderal WHO menyatakan bahwa perubahan iklim menimbulkan risiko besar terhadap kemajuan pemberantasan malaria, khususnya di daerah-daerah yang rentan. (2) Respons terhadap penyakit malaria dan NTD (penyakit tropis terabaikan) yang berkesinambungan dan berketahanan sangat dibutuhkan. (3) Tindakan penting yang mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat laju pemanasan global dan mengurangi dampaknya. (4) Data mengenai dampak jangka panjang perubahan iklim memang masih sedikit. (5) Hal ini sudah semestinya menjadi perhatian banyak pihak, terutama para dokter spesialis dan peneliti. (6) Tindakan cepat dan tepat perlu segera dilakukan lebih intensif di berbagai negara, terutama negara tropis yang merasakan dampak perubahan iklim secara signifikan. (7) Kondisi ini diperburuk oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebabkan peningkatan angka kematian terkait malaria.
Apa informasi utama kalimat (3)?
| A. | Tindakan penting dan mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat dan mengurangi laju dampak pemanasan. |
| B. | Tindakan yang mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat laju dan mengurangi pemanasan. |
| C. | Tindakan penting untuk segera dilakukan adalah memperlambat dan mengurangi laju pemanasan global. |
| D. | Tindakan penting yang mendesak untuk dilakukan adalah memperlambat laju dan mengurangi dampak pemanasan global. |
| E. | Tindakan penting mendesak untuk dilakukan memperlambat dan mengurangi laju dampak pemanasan. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
A
Tindakan penting dan mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat dan mengurangi laju dampak pemanasan.
✘ Frasa “laju dampak pemanasan” tidak tepat secara makna.
Yang memiliki “laju” adalah pemanasan global, bukan dampaknya.
B
Tindakan yang mendesak untuk segera dilakukan adalah memperlambat laju dan mengurangi pemanasan.
✘ Tidak menyebut “pemanasan global” secara jelas.
Strukturnya juga kurang tepat (“mengurangi pemanasan” berbeda dari “mengurangi dampaknya”).
C
Tindakan penting untuk segera dilakukan adalah memperlambat dan mengurangi laju pemanasan global.
✘ Mengubah struktur makna.
Seolah-olah yang dikurangi adalah “laju pemanasan global”, padahal dalam teks asli yang dikurangi adalah “dampaknya”.
D
Tindakan penting yang mendesak untuk dilakukan adalah memperlambat laju dan mengurangi dampak pemanasan global.
✔ Paling mendekati makna asli.
Mempertahankan:
- tindakan penting dan mendesak
- memperlambat laju
- mengurangi dampak
- pemanasan global
Meski kata “segera” dihilangkan, inti informasi tetap utuh dan tidak mengubah makna pokok.
E
Tindakan penting mendesak untuk dilakukan memperlambat dan mengurangi laju dampak pemanasan.
✘ Struktur kalimat tidak efektif dan maknanya tidak tepat.
✅ Jawaban yang paling tepat:
D. Tindakan penting yang mendesak untuk dilakukan adalah memperlambat laju dan mengurangi dampak pemanasan global.
No 68
(1) Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). (2) Para peneliti meninjau 42.693 artikel penelitian. (3) Artikel-artikel tersebut menyatakan bahwa belum ada pemahaman yang memadai tentang perubahan pola iklim yang disebabkan oleh manusia terhadap malaria dan NTD. (4) Temuan ini menyoroti pergeseran dalam prevalensi, kejadian, jangkauan, dan intensitas malaria serta sejumlah NTD. (5) Pergeseran tersebut mungkin yang terparah pada masyarakat yang telah terkena dampak perubahan iklim secara tidak proporsional. (6) Penelitian itu juga menyoroti perlunya pemodelan yang lebih komprehensif, kolaboratif, dan terstandardisasi. (7) Pemodelan tersebut akan membantu kita memahami dan memprediksi dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Apa informasi utama kalimat (1)?
| A. | Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). |
| B. | Penelitian terbaru menunjukkan kebutuhan mendesak penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). |
| C. | Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). |
| D. | Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan terhadap penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). |
| E. | Penelitian terbaru menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD). |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Kita fokus pada kalimat (1):
> “Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD).”
🔎 1. Identifikasi Informasi Inti
Struktur utama:
Subjek: Penelitian terbaru
Predikat: menunjukkan
Objek: adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD
Gagasan utamanya adalah:
> Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti tentang dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD.
Unsur yang tidak boleh hilang:
“menunjukkan”
“kebutuhan mendesak”
“terhadap penelitian dan bukti”
“dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD”
🔎 2. Analisis Pilihan Jawaban
A
Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD.
✘ Tidak ada kata “terhadap” setelah “kebutuhan mendesak”, sehingga struktur tidak tepat.
B
Penelitian terbaru menunjukkan kebutuhan mendesak penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD.
✘ Sama seperti A, tidak ada “terhadap”, sehingga kurang tepat secara struktur.
C
Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD.
✘ Menghilangkan kata “mendesak”, padahal itu bagian penting dari informasi utama.
D
Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan terhadap penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD.
✘ Menghilangkan kata “mendesak”, sehingga mengurangi penekanan utama.
E
Penelitian terbaru menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD.
✔ Mempertahankan:
“menunjukkan”
“kebutuhan mendesak”
“terhadap penelitian dan bukti”
“dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD”
Walaupun kata “adanya” dihilangkan, makna inti tidak berubah.
✅ Jawaban yang paling tepat:
E. Penelitian terbaru menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti dampak perubahan iklim terhadap malaria dan penyakit tropis terabaikan (NTD).
🎯 Kesimpulan
Informasi utama kalimat (1) adalah bahwa:
> Penelitian terbaru menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap penelitian dan bukti mengenai dampak perubahan iklim terhadap malaria dan NTD.
Pilihan yang paling lengkap dan mempertahankan makna inti adalah E.
No 69
(1) Sekarang Pemerintah Indonesia menghadapi arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO.(2) Hasil pemantauan itu bertolak belakang dengan kebijakan teknologis-sentris pendidikan Indonesia.(3) Semua negara miskin di dunia, membutuhkan satu miliar dolar AS per hari untuk menjaga konektivitas jaringan internetnya.(4) Teknologi pendidikan telah berhasil diakses satu miliar anak selama pembelajaran online.(5) [...], pada saat yang sama teknologi juga gagal menjangkau setengah miliar anak di dunia.(6) Menurut laporan itu menunjukkan bahwa penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran.(7) Di negara maju hanya sepuluh persen pelajar di bawah usia lima belas tahun menggunakan perangkat digital lebih dari satu jam per minggu di bidang matematika dan sain.
| A. | (2) |
| B. | (3) |
| C. | (4) |
| D. | (6) |
| E. | (7) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Memahami Kaidah Ejaan (Materi SMA – PUEBI)
Dalam Bahasa Indonesia, penulisan angka dan bilangan mengikuti aturan:
Jika bilangan dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, maka ditulis dengan huruf.
Secara sederhana dapat dirumuskan:
Bilangan \( \leq 2 \) kata → ditulis huruf
Bilangan \( \gt 2 \) kata → boleh angka
Contoh:
✔ satu miliar
✔ sepuluh persen
✘ 14 negara (seharusnya: empat belas negara)
Langkah 2: Analisis Kalimat
(2) Tidak terdapat kesalahan ejaan angka.
(3) “satu miliar dolar AS” sudah benar karena satu miliar ditulis dengan huruf.
(4) “satu miliar anak” sudah benar.
(6) Terdapat kesalahan pada penulisan 14 negara. Seharusnya ditulis empat belas negara.
(7) “sepuluh persen” sudah benar karena ditulis dengan huruf.
Kesimpulan:
Kesalahan penulisan kata bercetak tebal terdapat pada kalimat nomor:
Jawaban: D (6)
No 70
(1) Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berpengaruh signifikan pada kaum milenial, terlebih lagi kepada para mahasiswa. (2) Menurut pernyataan pakar teknologi dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun. (3) Adanya smartphone dan internet, membuat cara komunikasi juga semakin meningkat. (4) Media sosial online bisa untuk menuangkan kreativitas, mengekspresikan diri, dan menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. (5) Pada masa mendatang komunikasi jarak jauh akan dilakukan menggunakan hologram sehingga kita tampak nyata, tetapi tidak bisa disentuh secara langsung. (6) Banyak pekerjaan manusia akan dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi. (7) Komputer pada masa mendatang akan bisa memahami dan dapat merespon tindakan manusia.
Penulisan kata bercetak tebal yang salah pada teks tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (4) |
| C. | (5) |
| D. | (6) |
| E. | (7) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Mengingat Kaidah Ejaan (Materi SMA – PUEBI)
Dalam Bahasa Indonesia, kata serapan harus disesuaikan dengan kaidah ejaan.
Secara sederhana dapat dituliskan:
Kata asing → diserap sesuai EYD
Contoh: response → respons
Langkah 2: Analisis Setiap Kata Bercetak Tebal
(1) teknologi → Sudah benar penulisannya.
(3) smartphone → Masih berupa kata asing. Dalam Bahasa Indonesia baku, seharusnya ditulis smartphone (dicetak miring) atau diganti menjadi “telepon pintar”. Namun pada teks ini bukan yang ditanyakan dalam opsi.
(4) kreativitas → Sudah benar.
(5) hologram → Sudah benar.
(6) robot → Sudah benar.
(7) Kata yang salah adalah merespon. Penulisan yang benar adalah merespons.
Rumus pembentukan kata berimbuhan:
meN + respons → merespons
Bukan: merespon
Kesimpulan:
Kesalahan penulisan terdapat pada kalimat nomor:
Jawaban: E (7)
No 71
(1) Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital. (2) Dengan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewat oleh metode tradisional. (3) Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. (4) AI memperkuat keamanan dengan mengotomatisasi tindakan pencegahan, seperti memblokir akses atau mengisolasi jaringan, sehingga memperkecil resiko pencurian data sensitif. (5) Di lingkungan perusahaan, AI juga mendukung strategi keamanan proaktif yang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi reputasi perusahaan. (6) Dengan respon otomatis terhadap anomali dan kemampuan deteksi dini, perusahaan dapat mengurangi waktu tanggap terhadap insiden siber yang kritis.
Penulisan kata bercetak tebal yang salah pada teks tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (6) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Mengingat Kaidah Ejaan (Materi SMA – Kata Serapan)
Dalam Bahasa Indonesia, kata serapan dari bahasa asing harus mengikuti kaidah EYD.
Secara sederhana dapat dirumuskan:
Jika kata serapan sudah dibakukan → gunakan bentuk baku KBBI
Contoh:
risk → risiko
response → respons
Langkah 2: Analisis Setiap Kata Bercetak Tebal
(1) kompleksitas → Sudah benar.
(2) menganalisis → Sudah benar.
(3) memprediksi → Sudah benar.
(4) resiko → Salah. Bentuk baku dalam Bahasa Indonesia adalah risiko.
(6) respon → Kurang tepat dalam bentuk baku jika berdiri sendiri, tetapi dalam konteks ini masih dapat diterima. Namun kesalahan yang jelas dan pasti adalah pada kata “resiko”.
Kesimpulan:
Kesalahan penulisan kata bercetak tebal terdapat pada kalimat nomor:
Jawaban: D (4)
No 72
(1) Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital. (2) Dengan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewat oleh metode tradisional. (3) Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. (4) AI memperkuat keamanan dengan mengotomatisasi tindakan pencegahan, seperti memblokir akses atau mengisolasi jaringan, sehingga memperkecil resiko pencurian data sensitif. (5) Di lingkungan perusahaan, AI juga mendukung strategi keamanan proaktif yang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi reputasi perusahaan. (6) Dengan respon otomatis terhadap anomali dan kemampuan deteksi dini, perusahaan dapat mengurangi waktu tanggap terhadap insiden siber yang kritis.
Penulisan kata bercetak tebal yang salah pada teks tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
| A. | (1) |
| B. | (2) |
| C. | (3) |
| D. | (4) |
| E. | (6) |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Mengingat Kaidah Kata Serapan (Materi SMA)
Dalam Bahasa Indonesia, kata serapan harus mengikuti bentuk baku dalam KBBI.
Rumus sederhana:
Kata asing → bentuk baku Indonesia
risk → risiko
response → respons
Langkah 2: Analisis Kata Bercetak Tebal
(1) Artificial Intelligence → Penulisan benar karena merupakan istilah asing dan nama konsep.
(1) kompleksitas → Sudah benar.
(2) menganalisis → Sudah benar.
(3) memprediksi → Sudah benar.
(4) resiko → Salah. Bentuk baku adalah risiko.
(6) respon → Bentuk baku adalah respons, tetapi dalam konteks pilihan jawaban yang tersedia, kesalahan yang paling jelas dan pasti adalah “resiko”.
Kesimpulan:
Kesalahan penulisan kata bercetak tebal terdapat pada kalimat nomor:
Jawaban: D (4)
No 73
(1) Sekarang Pemerintah Indonesia menghadapi arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO.(2) Hasil pemantauan itu bertolak belakang dengan kebijakan teknologis-sentris pendidikan Indonesia.(3) Semua negara miskin di dunia, membutuhkan satu miliar dolar AS per hari untuk menjaga konektivitas jaringan internetnya.(4) Teknologi pendidikan telah berhasil diakses satu miliar anak selama pembelajaran online.(5) [...], pada saat yang sama teknologi juga gagal menjangkau setengah miliar anak di dunia.(6) Menurut laporan itu menunjukkan bahwa penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran.(7) Di negara maju hanya sepuluh persen pelajar di bawah usia lima belas tahun menggunakan perangkat digital lebih dari satu jam per minggu di bidang matematika dan sain.
Kata penghubung yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (5) adalah ....
| A. | selain itu |
| B. | selanjutnya |
| C. | bahkan |
| D. | untuk itu |
| E. | namun |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Memahami Hubungan Antar-Kalimat (Materi SMA)
Kalimat (4) menyatakan:
“Teknologi pendidikan telah berhasil diakses satu miliar anak selama pembelajaran online.”
Kalimat (5) menyatakan:
“…, pada saat yang sama teknologi juga gagal menjangkau setengah miliar anak di dunia.”
Hubungan makna antara kalimat (4) dan (5) adalah pertentangan.
Secara skematis:
Kalimat (4) → keberhasilan
Kalimat (5) → kegagalan
Maka diperlukan konjungsi pertentangan.
Rumus pemilihan konjungsi:
Jika makna \( A \) bertentangan dengan \( B \)
→ gunakan konjungsi pertentangan (namun, tetapi)
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. selain itu → Menyatakan penambahan, bukan pertentangan.
B. selanjutnya → Menyatakan urutan, bukan pertentangan.
C. bahkan → Menyatakan penegasan/penambahan ekstrem, bukan pertentangan langsung.
D. untuk itu → Menyatakan akibat atau tujuan, bukan pertentangan.
E. namun → Menyatakan pertentangan. Sesuai dengan hubungan makna kalimat (4) dan (5).
Kesimpulan:
Karena hubungan kalimat (4) dan (5) adalah pertentangan, maka konjungsi yang tepat adalah:
Jawaban: E (namun)
No 74
(1) Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berpengaruh signifikan pada kaum milenial, terlebih lagi kepada para mahasiswa. (2) Menurut pernyataan pakar teknologi dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun. (3) Adanya smartphone dan internet membuat cara komunikasi juga semakin meningkat. (4) […], media sosial online bisa untuk menuangkan kreativitas, mengekspresikan diri, dan menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. (5) Pada masa mendatang komunikasi jarak jauh akan dilakukan menggunakan hologram sehingga kita tampak nyata, tetapi tidak bisa disentuh secara langsung. (6) Banyak pekerjaan manusia akan dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi. (7) Komputer pada masa mendatang akan bisa memahami dan dapat merespon tindakan manusia.
Kata penghubung yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (4) adalah ....
| A. | selain itu |
| B. | akan tetapi |
| C. | oleh karena itu |
| D. | sebaliknya |
| E. | dengan demikian |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Menentukan Hubungan Antar-Kalimat (Materi SMA)
Kalimat (3) menyatakan:
“Adanya smartphone dan internet membuat cara komunikasi juga semakin meningkat.”
Kalimat (4) menyatakan fungsi tambahan dari media sosial, yaitu:
“media sosial online bisa untuk menuangkan kreativitas…”
Hubungan makna antara kalimat (3) dan (4) adalah penambahan.
Rumus sederhana:
Jika kalimat kedua menambah informasi dari kalimat pertama
→ gunakan konjungsi penambahan
Secara simbolik:
\( A + B \) (informasi bertambah)
→ konjungsi penambahan
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. selain itu → Menyatakan penambahan informasi. ✔
B. akan tetapi → Menyatakan pertentangan. ✘
C. oleh karena itu → Menyatakan sebab-akibat. ✘
D. sebaliknya → Menyatakan kebalikan makna. ✘
E. dengan demikian → Menyatakan simpulan. ✘
Kesimpulan:
Karena kalimat (4) menambahkan informasi dari kalimat (3), maka konjungsi yang tepat adalah:
Jawaban: A (selain itu)
No 75
(1) Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital. (2) Dengan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewat oleh metode tradisional. (3) Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. (4) […], AI memperkuat keamanan dengan mengotomatisasi tindakan pencegahan, seperti memblokir akses atau mengisolasi jaringan, sehingga memperkecil risiko pencurian data sensitif. (5) Di lingkungan perusahaan, AI juga mendukung strategi keamanan proaktif yang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi reputasi perusahaan. (6) Dengan respons otomatis terhadap anomali dan kemampuan deteksi dini, perusahaan dapat mengurangi waktu tanggap terhadap insiden siber yang kritis.
Kata penghubung yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (4) adalah ....
| A. | untuk itu |
| B. | sementara itu |
| C. | selain itu |
| D. | sebaliknya |
| E. | selanjutnya |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Memahami Hubungan Antar-Kalimat (Materi SMA)
Kalimat (3) menjelaskan kemampuan AI dalam mendeteksi dan memprediksi ancaman.
Kalimat (4) menjelaskan fungsi tambahan AI, yaitu memperkuat keamanan dengan tindakan pencegahan.
Hubungan maknanya adalah penambahan informasi.
Rumus pemilihan konjungsi:
Jika kalimat kedua menambah informasi dari kalimat pertama
→ gunakan konjungsi penambahan
Secara simbolik:
\( A + B \) → informasi bertambah
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. untuk itu → Menyatakan akibat atau tujuan. Tidak tepat.
B. sementara itu → Menyatakan perbandingan waktu/kontras ringan. Kurang tepat.
C. selain itu → Menyatakan penambahan informasi. Tepat.
D. sebaliknya → Menyatakan pertentangan. Tidak sesuai.
E. selanjutnya → Menyatakan urutan, bukan penambahan gagasan.
Kesimpulan:
Karena kalimat (4) menambahkan fungsi lain dari AI, maka konjungsi yang tepat adalah:
Jawaban: C (selain itu)
No 76
(1) Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital. (2) Dengan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewat oleh metode tradisional. (3) Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. (4) […], AI memperkuat keamanan dengan mengotomatisasi tindakan pencegahan, seperti memblokir akses atau mengisolasi jaringan, sehingga memperkecil risiko pencurian data sensitif. (5) Di lingkungan perusahaan, AI juga mendukung strategi keamanan proaktif yang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi reputasi perusahaan. (6) Dengan respons otomatis terhadap anomali dan kemampuan deteksi dini, perusahaan dapat mengurangi waktu tanggap terhadap insiden siber yang kritis.
Kata penghubung yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (4) adalah ....
| A. | untuk itu |
| B. | sementara itu |
| C. | selain itu |
| D. | sebaliknya |
| E. | selanjutnya |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Menentukan Hubungan Antar-Kalimat (Materi SMA)
Kalimat (3) menjelaskan kemampuan AI dalam mendeteksi dan memprediksi ancaman.
Kalimat (4) menjelaskan fungsi tambahan AI, yaitu memperkuat keamanan dengan tindakan pencegahan.
Hubungan makna antara kalimat (3) dan (4) adalah penambahan.
Rumus pemilihan konjungsi:
Jika makna kalimat kedua menambah informasi dari kalimat pertama
→ gunakan konjungsi penambahan
Secara simbolik:
\( A + B \)
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. untuk itu → Menyatakan akibat/tujuan. Tidak sesuai.
B. sementara itu → Menyatakan perbandingan waktu atau kontras ringan. Kurang tepat.
C. selain itu → Menyatakan penambahan informasi. Tepat.
D. sebaliknya → Menyatakan pertentangan. Tidak sesuai.
E. selanjutnya → Menyatakan urutan kejadian. Tidak tepat.
Kesimpulan:
Karena kalimat (4) menambahkan fungsi lain dari AI, maka konjungsi yang tepat adalah:
Jawaban: C (selain itu)
No 77
(1) Sekarang Pemerintah Indonesia menghadapi arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO. (2) Hasil pemantauan itu bertolak belakang dengan kebijakan teknologi-sentris pendidikan Indonesia. (3) Semua negara miskin di dunia membutuhkan satu miliar dolar AS per hari untuk menjaga konektivitas jaringan internetnya. (4) Teknologi pendidikan telah berhasil diakses satu miliar anak selama pembelajaran online. (5) Namun, pada saat yang sama teknologi juga gagal menjangkau setengah miliar anak di dunia. (6) Menurut laporan itu menunjukkan bahwa penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran. (7) Di negara maju hanya sepuluh persen pelajar di bawah usia lima belas tahun menggunakan perangkat digital lebih dari satu jam per minggu di bidang matematika dan sains.
Kalimat manakah yang merupakan perbaikan kalimat (6)?
| A. | Menurut laporan itu, bahwa penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran. |
| B. | Menurut laporan itu menunjukkan penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran. |
| C. | Laporan itu menunjukkan penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran. |
| D. | Laporan itu menunjukkan bahwa penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran. |
| E. | Menurut laporan itu menunjukkan bahwa penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Mengidentifikasi Kesalahan Struktur (Materi SMA – Kalimat Efektif)
Kalimat (6) berbunyi:
“Menurut laporan itu menunjukkan bahwa penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran.”
Kesalahan terletak pada penggunaan dua subjek secara bersamaan.
Struktur salah:
Menurut laporan itu + menunjukkan bahwa …
Rumus kalimat efektif:
Kalimat efektif = \( S + P + O \)
Jika menggunakan frasa “Menurut laporan itu”, maka bentuknya:
Menurut laporan itu, … (tanpa kata menunjukkan)
Atau:
Laporan itu menunjukkan bahwa …
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. Masih salah karena menggunakan “Menurut laporan itu, bahwa …”. Tidak efektif.
B. Masih salah karena tetap mempertahankan struktur ganda.
C. Sudah benar secara struktur, tetapi kurang lengkap karena tidak menggunakan “bahwa” sebagai penghubung klausa objek.
D. Paling tepat. Memenuhi rumus \( S + P + O \):
S = Laporan itu
P = menunjukkan
O = bahwa penggunaan gawai …
E. Tetap salah karena mempertahankan struktur ganda.
Kesimpulan:
Perbaikan kalimat (6) yang benar adalah:
Jawaban: D
No 78
(1) Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berpengaruh signifikan pada kaum milenial, terlebih lagi kepada para mahasiswa. (2) Menurut pernyataan pakar teknologi dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun. (3) Adanya smartphone dan internet membuat cara komunikasi juga semakin meningkat. (4) Media sosial online bisa untuk menuangkan kreativitas, mengekspresikan diri, dan menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. (5) Pada masa mendatang komunikasi jarak jauh akan dilakukan menggunakan hologram sehingga kita tampak nyata, tetapi tidak bisa disentuh secara langsung. (6) Banyak pekerjaan manusia akan dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi. (7) Komputer pada masa mendatang akan bisa memahami dan dapat merespon tindakan manusia.
Kalimat manakah yang merupakan perbaikan kalimat (2)?
| A. | Menurut pernyataan pakar teknologi bahwa dengan teknologi, kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun. |
| B. | Bahwa kita dapat mengetahui informasi apa pun, saat kita berada di mana pun menurut pernyataan pakar teknologi. |
| C. | Pakar teknologi menyatakan bahwa dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun. |
| D. | Pernyataan pakar teknologi, bahwa dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun. |
| E. | Dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun, menurut pernyataan pakar teknologi. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Mengidentifikasi Kesalahan Struktur (Materi SMA – Kalimat Efektif)
Kalimat (2) berbunyi:
“Menurut pernyataan pakar teknologi dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun.”
Kesalahan utama:
Tidak terdapat predikat utama yang jelas setelah frasa “Menurut pernyataan pakar teknologi”.
Rumus kalimat efektif:
Kalimat efektif = \( S + P + O \)
Jika menggunakan frasa keterangan “Menurut pernyataan pakar teknologi”, maka harus diikuti kalimat inti yang memiliki subjek dan predikat yang jelas.
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. Masih tidak efektif karena menggunakan “Menurut pernyataan pakar teknologi bahwa …”. Struktur tidak lengkap.
B. Tidak memiliki subjek utama yang jelas di awal kalimat.
C. Paling tepat karena memenuhi rumus \( S + P + O \):
S = Pakar teknologi
P = menyatakan
O = bahwa dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi …
D. Bukan kalimat lengkap karena hanya berupa frasa.
E. Kurang efektif karena keterangan ditempatkan di akhir sehingga struktur kurang jelas.
Kesimpulan:
Perbaikan kalimat (2) yang benar adalah:
Jawaban: C
No 79
(1) Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital. (2) Dengan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewat oleh metode tradisional. (3) Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. (4) Selain itu, AI memperkuat keamanan dengan mengotomatisasi tindakan pencegahan, seperti memblokir akses atau mengisolasi jaringan, sehingga memperkecil risiko pencurian data sensitif. (5) Di lingkungan perusahaan, AI juga mendukung strategi keamanan proaktif yang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi reputasi perusahaan. (6) Dengan respons otomatis terhadap anomali dan kemampuan deteksi dini, perusahaan dapat mengurangi waktu tanggap terhadap insiden siber yang kritis.
Kalimat manakah yang merupakan perbaikan kalimat (3)?
| A. | Menurut Willem menyatakan bahwa kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
| B. | Willem menyatakan bahwa kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
| C. | Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
| D. | Menurut Willem, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
| E. | Menurut Willem menyatakan, bahwa kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Mengidentifikasi Kesalahan Struktur (Materi SMA – Kalimat Efektif)
Kalimat (3) berbunyi:
“Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi.”
Kesalahan utama adalah penggunaan dua subjek secara bersamaan.
Struktur salah:
Menurut Willem + menyatakan
Rumus kalimat efektif:
Kalimat efektif = \( S + P + O \)
Perbaikannya dapat dilakukan dengan dua cara:
1) Willem menyatakan bahwa …
atau
2) Menurut Willem, …
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. Masih salah karena tetap mempertahankan struktur ganda.
B. Benar. Memenuhi rumus \( S + P + O \):
S = Willem
P = menyatakan
O = bahwa kemampuan AI ini memungkinkan …
C. Salah karena tidak menggunakan “bahwa” setelah kata menyatakan.
D. Secara struktur dapat diterima, tetapi tidak menyertakan kata “menyatakan” yang menjadi inti pada kalimat asal.
E. Tetap salah karena mempertahankan struktur ganda.
Kesimpulan:
Perbaikan kalimat (3) yang paling tepat adalah:
Jawaban: B
No 80
(1) Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital. (2) Dengan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewat oleh metode tradisional. (3) Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. (4) Selain itu, AI memperkuat keamanan dengan mengotomatisasi tindakan pencegahan, seperti memblokir akses atau mengisolasi jaringan, sehingga memperkecil risiko pencurian data sensitif. (5) Di lingkungan perusahaan, AI juga mendukung strategi keamanan proaktif yang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi reputasi perusahaan. (6) Dengan respons otomatis terhadap anomali dan kemampuan deteksi dini, perusahaan dapat mengurangi waktu tanggap terhadap insiden siber yang kritis.
Kalimat manakah yang merupakan perbaikan kalimat (3)?
| A. | Menurut Willem menyatakan bahwa kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
| B. | Willem menyatakan bahwa kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
| C. | Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
| D. | Menurut Willem, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
| E. | Menurut Willem menyatakan, bahwa kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Mengidentifikasi Kesalahan Struktur (Materi SMA – Kalimat Efektif)
Kalimat (3) berbunyi:
“Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi.”
Kesalahan utama adalah penggunaan dua subjek/keterangan secara bersamaan.
Struktur salah:
Menurut Willem + menyatakan
Rumus kalimat efektif:
Kalimat efektif = \( S + P + O \)
Perbaikannya dapat dilakukan dengan dua pola:
1) \( S + P + O \) → Willem menyatakan bahwa …
2) Menurut Willem, …
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. Masih salah karena tetap mempertahankan struktur ganda.
B. Benar. Memenuhi rumus \( S + P + O \):
S = Willem
P = menyatakan
O = bahwa kemampuan AI ini memungkinkan …
C. Salah karena tidak menggunakan “bahwa” setelah kata menyatakan.
D. Benar secara struktur, tetapi tidak mempertahankan pola kalimat langsung dari kata kerja “menyatakan”.
E. Tetap salah karena struktur ganda.
Kesimpulan:
Perbaikan kalimat (3) yang paling tepat adalah:
Jawaban: B
No 81
(1) Sekarang Pemerintah Indonesia menghadapi arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO. (2) Hasil pemantauan itu bertolak belakang dengan kebijakan teknologi-sentris pendidikan Indonesia. (3) Semua negara miskin di dunia membutuhkan satu miliar dolar AS per hari untuk menjaga konektivitas jaringan internetnya. (4) Teknologi pendidikan telah berhasil diakses satu miliar anak selama pembelajaran online. (5) Namun, pada saat yang sama teknologi juga gagal menjangkau setengah miliar anak di dunia. (6) Menurut laporan itu menunjukkan bahwa penggunaan gawai dalam belajar di empat belas negara cenderung memberikan dampak negatif karena lebih sering mendistraksi pembelajaran. (7) Di negara maju hanya sepuluh persen pelajar di bawah usia lima belas tahun menggunakan perangkat digital lebih dari satu jam per minggu di bidang matematika dan sains.
Kalimat manakah yang maknanya sama dengan kalimat (1)?
| A. | Pemerintah Indonesia yang sekarang menghadapi arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO. |
| B. | Dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO, sekarang Pemerintah Indonesia menghadapi arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan. |
| C. | Arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO dihadapi Pemerintah Indonesia sekarang. |
| D. | Sekarang arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO dihadapi Pemerintah Indonesia. |
| E. | Arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO sekarang dihadapi Pemerintah Indonesia. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Menentukan Struktur Kalimat (Materi SMA – S-P-K)
Kalimat (1):
“Sekarang Pemerintah Indonesia menghadapi arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO.”
Struktur kalimat:
Keterangan waktu = Sekarang
Subjek (S) = Pemerintah Indonesia
Predikat (P) = menghadapi
Objek (O) = arus balik kedua dalam badai teknologi pendidikan
Keterangan sebab/cara = dengan terbitnya laporan pemantauan pendidikan global UNESCO
Rumus kesetaraan makna:
Makna sama → unsur \( S + P + O + K \) tetap sama walau urutan berubah.
Langkah 2: Analisis Pilihan
A. Salah karena menjadi frasa, tidak memiliki predikat utama yang jelas.
B. Benar. Unsur kalimat lengkap dan makna tetap sama walaupun urutan keterangan dipindah ke awal.
C. Kurang tepat karena penempatan kata “sekarang” di akhir membuat struktur tidak seefektif kalimat asli.
D. Struktur pasif dan makna sedikit bergeser dari kalimat aktif.
E. Struktur pasif dan penempatan keterangan waktu kurang tepat.
Kesimpulan:
Kalimat yang memiliki makna sama dengan kalimat (1) adalah:
Jawaban: B
No 82
(1) Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berpengaruh signifikan pada kaum milenial, terlebih lagi kepada para mahasiswa. (2) Menurut pernyataan pakar teknologi dengan teknologi kita dapat mengetahui informasi apa pun saat kita berada di mana pun. (3) Adanya smartphone dan internet membuat cara komunikasi juga semakin meningkat. (4) Media sosial online bisa untuk menuangkan kreativitas, mengekspresikan diri, dan menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. (5) Pada masa mendatang komunikasi jarak jauh akan dilakukan menggunakan hologram sehingga kita tampak nyata, tetapi tidak bisa disentuh secara langsung. (6) Banyak pekerjaan manusia akan dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi. (7) Komputer pada masa mendatang akan bisa memahami dan dapat merespon tindakan manusia.
Kalimat manakah yang maknanya sama dengan kalimat (6)?
| A. | Robot sudah bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi akan banyak mengerjakan pekerjaan manusia. |
| B. | Robot akan mengerjakan banyak pekerjaan manusia yang bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi. |
| C. | Sudah banyak pekerjaan manusia dikerjakan oleh robot yang akan bekerja secara otomatis ditata menggunakan teknologi. |
| D. | Pekerjaan manusia akan dikerjakan oleh banyak robot yang bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi. |
| E. | Pekerjaan manusia sudah banyak ditata menggunakan teknologi dan akan dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Menentukan Struktur Kalimat (Materi SMA – S-P-O-K)
Kalimat (6):
“Banyak pekerjaan manusia akan dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi.”
Struktur kalimat:
Subjek (S) = Banyak pekerjaan manusia
Predikat (P) = akan dikerjakan
Pelaku (Keterangan pelaku) = oleh robot
Keterangan tambahan = yang bekerja secara otomatis dan sudah ditata menggunakan teknologi
Rumus kesetaraan makna:
Makna sama → unsur \( S + P + Pelaku + K \) tetap sama meskipun susunan berubah.
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. Struktur rancu dan tidak efektif.
B. Mengubah makna karena seolah-olah “pekerjaan manusia” yang bekerja secara otomatis.
C. Struktur tidak efektif dan tidak jelas.
D. Paling sesuai. Unsur makna tetap sama walaupun struktur sedikit diubah.
E. Mengubah makna karena menyatakan pekerjaan manusia yang ditata, bukan robot.
Kesimpulan:
Kalimat yang maknanya sama dengan kalimat (6) adalah:
Jawaban: D
No 83
(1) Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital. (2) Dengan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewat oleh metode tradisional. (3) Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. (4) Selain itu, AI memperkuat keamanan dengan mengotomatisasi tindakan pencegahan, seperti memblokir akses atau mengisolasi jaringan, sehingga memperkecil risiko pencurian data sensitif. (5) Di lingkungan perusahaan, AI juga mendukung strategi keamanan proaktif yang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi reputasi perusahaan. (6) Dengan respons otomatis terhadap anomali dan kemampuan deteksi dini, perusahaan dapat mengurangi waktu tanggap terhadap insiden siber yang kritis.
Kalimat manakah yang maknanya sama dengan kalimat (1)?
| A. | AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring dengan ancaman dan kompleksitas serangan digital yang meningkat. |
| B. | Ancaman dan kompleksitas serangan digital meningkat sehingga AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting. |
| C. | Meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital menyebabkan AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting. |
| D. | Seiring dengan meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital, AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting. |
| E. | Seiring dengan meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital, akibatnya AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Menentukan Struktur Kalimat (Materi SMA – S-P-K)
Kalimat (1):
“Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital.”
Struktur kalimat:
Subjek (S) = Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber
Predikat (P) = menjadi semakin penting
Keterangan sebab/waktu (K) = seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital
Rumus kesetaraan makna:
Makna sama → unsur \( S + P + K \) tetap sama walaupun posisi keterangan dipindah.
Langkah 2: Analisis Pilihan Jawaban
A. Hampir sama, tetapi struktur kurang sepadan dengan bentuk asli.
B. Mengubah menjadi hubungan sebab-akibat dengan “sehingga”. Makna sedikit bergeser.
C. Mengubah menjadi sebab-akibat langsung dengan “menyebabkan”. Tidak persis sama.
D. Paling tepat. Struktur sama, hanya memindahkan keterangan ke awal kalimat.
E. Redundansi kata “akibatnya” membuat makna berubah.
Kesimpulan:
Kalimat yang maknanya sama dengan kalimat (1) adalah:
Jawaban: D
No 84
(1) Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital. (2) Dengan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat menganalisis pola data dalam jumlah besar untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang mungkin terlewat oleh metode tradisional. (3) Menurut Willem menyatakan, kemampuan AI ini memungkinkan sistem untuk mendeteksi potensi serangan secara real-time dan bahkan memprediksi ancaman sebelum terjadi. (4) Selain itu, AI memperkuat keamanan dengan mengotomatisasi tindakan pencegahan, seperti memblokir akses atau mengisolasi jaringan, sehingga memperkecil risiko pencurian data sensitif. (5) Di lingkungan perusahaan, AI juga mendukung strategi keamanan proaktif yang menjaga kepercayaan pelanggan dan melindungi reputasi perusahaan. (6) Dengan respons otomatis terhadap anomali dan kemampuan deteksi dini, perusahaan dapat mengurangi waktu tanggap terhadap insiden siber yang kritis.
Kalimat manakah yang maknanya sama dengan kalimat (1)?
| A. | AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring dengan ancaman dan kompleksitas serangan digital yang meningkat. |
| B. | Ancaman dan kompleksitas serangan digital meningkat sehingga AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting. |
| C. | Meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital menyebabkan AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting. |
| D. | Seiring dengan meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital, AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting. |
| E. | Seiring dengan meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital, akibatnya AI dalam keamanan siber menjadi semakin penting. |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Menentukan Struktur Kalimat (Materi SMA – S-P-K)
Kalimat (1):
“Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital.”
Struktur kalimat:
Subjek (S) = Artificial Intelligence (AI) dalam keamanan siber
Predikat (P) = menjadi semakin penting
Keterangan (K) = seiring meningkatnya ancaman dan kompleksitas serangan digital
Rumus kesamaan makna:
Makna tetap sama jika unsur \( S + P + K \) tidak berubah, hanya posisi keterangan yang boleh dipindah.
Langkah 2: Analisis Pilihan
A. Hampir sama, tetapi struktur kurang sepadan dengan bentuk asli.
B. Mengubah menjadi hubungan sebab-akibat dengan “sehingga”. Makna bergeser.
C. Mengubah menjadi sebab-akibat langsung dengan “menyebabkan”. Tidak persis sama.
D. Paling tepat karena hanya memindahkan keterangan ke awal kalimat tanpa mengubah makna.
E. Redundansi kata “akibatnya” membuat makna berubah.
Kesimpulan:
Kalimat yang maknanya sama dengan kalimat (1) adalah:
Jawaban: D
No 85
Perhatikan kalimat berikut!
(1) Penemuan antibiotik dan vaksin meningkatkan usia harapan hidup manusia dari hanya 30–40 tahun hingga sekarang mencapai lebih dari 70 tahun. (2) Berkat teknologi, manusia meninggalkan cara hidup berburu-meramu dan mengalami Revolusi Pertanian pada 10.000 tahun silam. (3) Tidak diragukan bahwa teknologi membuat manusia lebih sehat, makmur, dan sejahtera. (4) Selanjutnya, teknologi pembuatan kapal dan pemanfaatan kompas penunjuk arah juga membantu orang mulai menjelajah samudra pada lebih dari 500 tahun silam. (5) Revolusi ini terjadi karena ada teknologi pengairan, pengolahan hasil panen, dan pengembangbiakan hewan.
Jika lima kalimat tersebut disusun menjadi paragraf, urutan kalimat yang tepat adalah ....
| A. | 3, 2, 5, 1, 4 |
| B. | 3, 2, 5, 4, 1 |
| C. | 3, 2, 4, 5, 1 |
| D. | 3, 2, 1, 4, 5 |
| E. | 3, 2, 4, 1, 5 |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Menentukan Kalimat Utama (Materi SMA – Paragraf Deduktif)
Kalimat yang bersifat umum dan dapat menjadi gagasan utama adalah kalimat (3):
“Tidak diragukan bahwa teknologi membuat manusia lebih sehat, makmur, dan sejahtera.”
Rumus penyusunan paragraf deduktif:
Kalimat umum → diikuti kalimat penjelas (khusus).
Secara skematis:
\( Gagasan\ Umum + Contoh\ 1 + Contoh\ 2 + Contoh\ 3 \)
Langkah 2: Menentukan Urutan Logis
Setelah kalimat (3), penjelasan pertama adalah Revolusi Pertanian pada 10.000 tahun silam → kalimat (2).
Kalimat (5) menjelaskan sebab dari Revolusi Pertanian (“Revolusi ini”), sehingga harus mengikuti kalimat (2).
Berikutnya, perkembangan teknologi pelayaran pada 500 tahun silam → kalimat (4).
Terakhir, contoh di bidang kesehatan modern → kalimat (1).
Urutan yang tepat:
3 → 2 → 5 → 4 → 1
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah:
B (3, 2, 5, 4, 1)
No 86
Perhatikan kalimat berikut!
(1) Sejak 2018, Perusahaan X telah mendukung penerapan 61 AI (artificial intelligence) dalam aksi-aksi kemanusiaan di 20 negara. (2) Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pemanfaatan AI dan dampaknya bagi kemanusiaan menjadi topik bahasan penting. (3) Misalnya, AI digunakan dalam upaya mengatasi bencana serta menangani isu pengungsi dan hak asasi. (4) AI juga digunakan untuk merespons kebutuhan perlindungan wanita dan anak melalui hibah, donasi teknologi, dan dukungan data sains. (5) Bahkan, penerapan AI juga sangat bermanfaat bagi penanggulangan krisis pangan dunia akibat perubahan iklim.
Jika lima kalimat tersebut disusun menjadi paragraf, urutan kalimat yang tepat adalah ....
| A. | 1, 4, 2, 5, 3 |
| B. | 1, 3, 2, 5, 4 |
| C. | 1, 3, 4, 5, 2 |
| D. | 1, 2, 3, 4, 5 |
| E. | 1, 2, 4, 3, 5 |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
Langkah 1: Menentukan Kalimat Utama (Materi SMA – Paragraf Deduktif)
Kalimat (1) bersifat umum dan memperkenalkan topik, yaitu dukungan Perusahaan X terhadap penerapan AI dalam aksi kemanusiaan.
Rumus penyusunan paragraf deduktif:
Kalimat utama → kalimat penjelas → simpulan/penegasan.
Langkah 2: Menentukan Urutan Penjelas
Kalimat (3) diawali kata “Misalnya”, sehingga berfungsi sebagai contoh dan harus mengikuti kalimat umum.
Kalimat (4) menggunakan kata “juga”, berarti masih dalam rangkaian contoh.
Kalimat (5) diawali kata “Bahkan”, menunjukkan penegasan tambahan yang lebih kuat.
Kalimat (2) diawali “Oleh karena itu”, yang merupakan simpulan sehingga harus diletakkan di akhir paragraf.
Urutan logis:
1 → 3 → 4 → 5 → 2
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah:
C (1, 3, 4, 5, 2)
No 87
Perhatikan kalimat berikut!
(1) Teknologi rumah lipat dan rumah modular volumetrik kini sedang disiapkan. (2) Dari aspek waktu, teknologi konstruksi yang mampu membangun rumah dalam waktu cepat akan berpengaruh terhadap biaya yang lebih efisien. (3) Inovasi itu perlu diimplementasikan untuk pembangunan rumah yang lebih cepat. (4) Menurut beberapa ahli teknologi, rumah saat ini sudah bisa dibangun paling lama 15 hari. (5) Tidak tertutup kemungkinan, penerapan kedua teknologi itu meniru penerapan teknologi rumah Tesla.
Jika lima kalimat tersebut disusun menjadi paragraf, urutan kalimat yang tepat adalah ....
| A. | 2, 1, 3, 4, 5 |
| B. | 2, 3, 4, 5, 1 |
| C. | 2, 4, 5, 1, 3 |
| D. | 2, 5, 1, 3, 4 |
| E. | 2, 5, 3, 1, 4 |
Jawaban dan Analisis (Klik untuk membuka)
A.
(2) Dari aspek waktu, teknologi konstruksi yang mampu membangun rumah dalam waktu cepat akan berpengaruh terhadap biaya yang lebih efisien
(1) Teknologi rumah lipat dan rumah modular volumetrik kini sedang disiapkan.
B.
(2) Dari aspek waktu, teknologi konstruksi yang mampu membangun rumah dalam waktu cepat akan berpengaruh terhadap biaya yang lebih efisien
(3) Inovasi itu perlu diimplementasikan untuk pembangunan rumah yang lebih cepat.
itu...menjelaskan apa ?
C.
(2) Dari aspek waktu, teknologi konstruksi yang mampu membangun rumah dalam waktu cepat akan berpengaruh terhadap biaya yang lebih efisien
(4) Menurut beberapa ahli teknologi, rumah saat ini sudah bisa dibangun paling lama 15 hari.
rumah -> kalimat sebelumnya tidak membahas rumah
D.
(2) Dari aspek waktu, teknologi konstruksi yang mampu membangun rumah dalam waktu cepat akan berpengaruh terhadap biaya yang lebih efisien
(5) Tidak tertutup kemungkinan, penerapan kedua teknologi itu meniru penerapan teknologi rumah Tesla
kalimat sebelumnya tidak membahas penerapan kedua teknologi
E.
(2) Dari aspek waktu, teknologi konstruksi yang mampu membangun rumah dalam waktu cepat akan berpengaruh terhadap biaya yang lebih efisien
(5) Tidak tertutup kemungkinan, penerapan kedua teknologi itu meniru penerapan teknologi rumah Tesla
kalimat sebelumnya tidak membahas penerapan kedua teknologi
jawaban : A