Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

No 1

(1) Tempe adalah makanan fermentasi yang berasal dari Indonesia. (2) Sampai saat ini, tempe telah menjadi sumber protein pokok. (3) Selain terbuat dari kedelai, tempe juga dapat dibuat dari kacang-kacangan atau biji-bijian lainnya melalui proses fermentasi yang sama. (4) Tempe pertama kali didokumentasikan pada tahun 1600-an di Desa Tembayat, Klaten, Jawa Tengah. (5) Pulau Jawa adalah pulau tempat tempe paling banyak tersebar dan dikonsumsi.

(6) Tempe juga tercatat dalam Serat Centhini. (7) Serat Centhini merupakan kisah dan falsafah Jawa yang ditulis dalam bentuk syair dan dipublikasikan pada tahun 1814. (8) Kisah ini memotret kekuasaan Sultan Mataram pada tahun 1600-an. (9) Tempe tercatat sebagai hidangan untuk menyambut tamu di dalam manuskrip Serat Centhini yang berusia lebih dari 300 tahun.

Kelompok kata dalam bacaan tersebut yang memiliki pola makna sama dengan gerobak dorong adalah ....

A. makanan fermentasi (kalimat 1)
B. protein pokok (kalimat 2)
C. tempat tempe (kalimat 5)
D. falsafah Jawa (kalimat 7)
E. dalam manuskrip (kalimat 9)
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita harus memahami terlebih dahulu pola makna dari kata gerobak dorong.

Kata gerobak dorong merupakan frasa nomina dengan pola Diterangkan (D) + Menerangkan (M).

Secara struktur dapat dituliskan:

Pola = \( D + M \)

Pada frasa gerobak dorong:

\( gerobak \) = unsur yang diterangkan (D) \( dorong \) = unsur yang menerangkan (M)

Artinya, jenis gerobak tersebut ditentukan oleh kata "dorong" (cara penggunaannya).


Analisis setiap pilihan:

A. makanan fermentasi
\( makanan \) = D \( fermentasi \) = M Ini menunjukkan jenis makanan berdasarkan prosesnya. Struktur = \( D + M \) Makna: makanan yang difermentasi. ✔ Polanya sama dengan gerobak dorong.

B. protein pokok
\( protein \) = D \( pokok \) = M (bersifat adjektiva/keterangan sifat). Makna menunjukkan sifat, bukan jenis berdasarkan proses atau fungsi khusus seperti gerobak dorong.

C. tempat tempe
\( tempat \) = D \( tempe \) = M Namun makna menunjukkan lokasi untuk sesuatu, bukan jenis benda berdasarkan fungsi mekanis seperti pola gerobak dorong.

D. falsafah Jawa
\( falsafah \) = D \( Jawa \) = M Menunjukkan kepemilikan/asal wilayah.

E. dalam manuskrip
Bukan frasa nominal bertipe \( D + M \), melainkan frasa preposisional.


Jadi, kelompok kata yang memiliki pola makna sama dengan gerobak dorong adalah:

Jawaban: A


No 2

(1) Seseorang dapat menemukan kenikmatan hidup dengan cara sederhana. (2) Sebagai contoh, dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menikmati perjalanan tanpa gangguan dari ponsel. (3) Menikmati hal-hal kecil seperti itu terdengar sepele. (4) Namun, sebenarnya hal tersebut sangat sulit dilakukan karena selalu ada dorongan untuk melakukan kegiatan yang produktif.

(5) Sayangnya, keberadaan teknologi, seperti ponsel pintar dan internet, menghambat banyak orang untuk menikmati kegiatan sederhana tersebut. (6) Meskipun banyak yang menganggap bermain media sosial termasuk kategori kegiatan sederhana, kegiatan tersebut tidak membuat otak berhenti bekerja. (7) Alasannya adalah informasi yang masuk ke otak juga tidak berhenti. (8) Hal itu tentu saja berbeda dengan berjalan keliling kompleks atau sekadar duduk menikmati matahari terbenam.

Kelompok kata dalam bacaan tersebut yang memiliki pola makna sama dengan kesempatan besar adalah ....

A. kenikmatan hidup (kalimat 1)
B. sangat sulit (kalimat 4)
C. kegiatan sederhana (kalimat 5)
D. media sosial (kalimat 6)
E. keliling kompleks (kalimat 8)
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita harus memahami pola makna dari frasa kesempatan besar.

Frasa kesempatan besar memiliki pola:

\( D + M \)

Keterangan:

\( kesempatan \) = D (yang diterangkan) \( besar \) = M (yang menerangkan, berupa sifat/adjektiva)

Artinya, kata kedua menerangkan sifat dari kata pertama.


Analisis setiap pilihan:

A. kenikmatan hidup
\( kenikmatan \) = D \( hidup \) = M (bukan sifat, tetapi penjelas bidang/objek). Makna menunjukkan hubungan kepemilikan atau bidang, bukan sifat.

B. sangat sulit
Bukan frasa nominal \( D + M \), melainkan keterangan derajat + adjektiva.

C. kegiatan sederhana
\( kegiatan \) = D \( sederhana \) = M (adjektiva/sifat) Struktur = \( D + M \) Makna: kegiatan yang bersifat sederhana. ✔ Polanya sama dengan kesempatan besar.

D. media sosial
\( media \) = D \( sosial \) = M (menunjukkan jenis/bidang, bukan sifat langsung seperti besar). Lebih menunjukkan klasifikasi.

E. keliling kompleks
Bukan frasa nominal \( D + M \), melainkan verba + objek.


Jadi, kelompok kata yang memiliki pola makna sama dengan kesempatan besar adalah:

Jawaban: C


No 3

(1) Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. (2) Lontara berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan di Sulawesi Selatan. (3) Lontara terdiri dari 23 huruf untuk aksara Bugis dan 19 huruf untuk aksara Makassar.

(4) Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau. (5) Nasihat ini berpesan mengenai kekayaan dan kekuasaan yang perlu dimiliki. (6) Kekayaan dan kekuasaan terdiri atas empat tanda yang perlu dimiliki seseorang sebelum meninggalkan kampung halaman. (7) Tanda yang pertama adalah kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. (8) Tanda yang kedua adalah kaya dalam pemikiran dan imajinasi. (9) Tanda yang ketiga adalah kaya dalam dunia usaha yang berarti memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis. (10) Tanda terakhir adalah kaya dalam keuangan.

Hubungan kata nasihat dan kata lontara sama dengan hubungan kata lelucon dan kata ....

A. komedian
B. tebakan
C. tawa
D. humor
E. bercanda
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal analogi ini, kita gunakan pola hubungan.

Hubungan dapat dituliskan dalam bentuk rumus:

\( A : B = C : D \)

Artinya, hubungan A terhadap B sama dengan hubungan C terhadap D.


Langkah 1: Tentukan hubungan kata pertama

Kata nasihat dan lontara.

Dalam bacaan dijelaskan bahwa para leluhur Bugis memberikan nasihat melalui lontara.

Berarti hubungan keduanya adalah:

Isi atau pesan disampaikan melalui media/perantara.

Secara pola:

\( nasihat : lontara = isi : media \)


Langkah 2: Cari pasangan dengan pola yang sama

Kita cari pasangan yang menunjukkan:

\( isi/pesan : media penyampai \)


Analisis pilihan:

A. lelucon : komedian
Lelucon adalah isi/pesan lucu.
Komedian adalah orang yang menyampaikan lelucon.
Pola: \( isi : penyampai \)
✔ Sama dengan pola nasihat : lontara (pesan : media).

B. lelucon : tebakan
Keduanya jenis hiburan, bukan hubungan media.

C. lelucon : tawa
Tawa adalah akibat, bukan media.

D. lelucon : humor
Hubungan makna sejenis/sinonim.

E. lelucon : bercanda
Hubungan kegiatan, bukan media.


Jadi, pasangan kata yang memiliki hubungan sama adalah:

Jawaban: A


No 4

(1) Tempe adalah makanan fermentasi yang berasal dari Indonesia. (2) Sampai saat ini, tempe telah menjadi sumber protein pokok. (3) Selain terbuat dari kedelai, tempe juga dapat dibuat dari kacang-kacangan atau biji-bijian lainnya melalui proses fermentasi yang sama. (4) Tempe pertama kali didokumentasikan pada tahun 1600-an di Desa Tembayat, Klaten, Jawa Tengah. (5) Pulau Jawa adalah pulau tempat tempe paling banyak tersebar dan dikonsumsi.

(6) Tempe juga tercatat dalam Serat Centhini. (7) Serat Centhini merupakan kisah dan falsafah Jawa yang ditulis dalam bentuk syair dan dipublikasikan pada tahun 1814. (8) Kisah ini memotret kekuasaan Sultan Mataram pada tahun 1600-an. (9) Tempe tercatat sebagai hidangan untuk menyambut tamu di dalam manuskrip Serat Centhini yang berusia lebih dari 300 tahun.

Fungsi kata penghubung selain dalam kalimat (3) adalah ....

A. Menjelaskan hubungan sebab akibat
B. Merinci suatu alasan
C. Memberikan informasi tambahan
D. Menandai hubungan logis
E. Mengungkap ide sebelumnya
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita perlu memahami fungsi kata penghubung dalam kalimat.

Kata selain dalam kalimat (3) berbunyi:

“Selain terbuat dari kedelai, tempe juga dapat dibuat dari kacang-kacangan atau biji-bijian lainnya ....”

Struktur hubungan maknanya dapat dituliskan sebagai:

\( Informasi\ 1 + Informasi\ Tambahan \)

Artinya, kata selain berfungsi untuk menambahkan informasi baru terhadap informasi sebelumnya.


Analisis pilihan:

A. Hubungan sebab akibat biasanya ditandai dengan kata seperti karena, sehingga. Bukan fungsi kata selain.

B. Merinci alasan biasanya menggunakan kata karena atau sebab. Kalimat (3) tidak menjelaskan alasan.

C. Memberikan informasi tambahan. Kata selain menunjukkan ada bahan lain selain kedelai. ✔ Ini sesuai.

D. Menandai hubungan logis terlalu umum dan tidak spesifik.

E. Mengungkap ide sebelumnya tidak tepat karena kalimat (3) justru menambahkan informasi baru.


Jadi, fungsi kata penghubung selain dalam kalimat (3) adalah:

Jawaban: C


No 5

(1) Seseorang dapat menemukan kenikmatan hidup dengan cara sederhana. (2) Sebagai contoh, dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menikmati perjalanan tanpa gangguan dari ponsel. (3) Menikmati hal-hal kecil seperti itu terdengar sepele. (4) Namun, sebenarnya hal tersebut sangat sulit dilakukan karena selalu ada dorongan untuk melakukan kegiatan yang produktif.

(5) Sayangnya, keberadaan teknologi, seperti ponsel pintar dan internet, menghambat banyak orang untuk menikmati kegiatan sederhana tersebut. (6) Meskipun banyak yang menganggap bermain media sosial termasuk kategori kegiatan sederhana, kegiatan tersebut tidak membuat otak berhenti bekerja. (7) Alasannya adalah informasi yang masuk ke otak juga tidak berhenti. (8) Hal itu tentu saja berbeda dengan berjalan keliling kompleks atau sekadar duduk menikmati matahari terbenam.

Fungsi kata penghubung karena dalam kalimat (4) adalah ....

A. menjelaskan hubungan sebab-akibat
B. memerinci informasi sebelumnya
C. menegaskan kondisi berlawanan
D. mempertentangkan pernyataan
E. menentukan pilihan
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan pola hubungan dalam kalimat.

Kalimat (4) berbunyi:

“Namun, sebenarnya hal tersebut sangat sulit dilakukan karena selalu ada dorongan untuk melakukan kegiatan yang produktif.”

Struktur logisnya dapat dituliskan dalam bentuk rumus:

\( akibat \leftarrow sebab \)

atau

\( sebab \rightarrow akibat \)

Pada kalimat tersebut:

\( sebab \) = selalu ada dorongan untuk melakukan kegiatan yang produktif

\( akibat \) = hal tersebut sangat sulit dilakukan

Kata karena berfungsi menghubungkan sebab dengan akibat.


Analisis pilihan:

A. menjelaskan hubungan sebab-akibat ✔ Sesuai dengan pola \( sebab \rightarrow akibat \).

B. memerinci informasi sebelumnya ✘ Tidak ada perincian, melainkan alasan.

C. menegaskan kondisi berlawanan ✘ Kata yang menunjukkan perlawanan adalah namun, bukan karena.

D. mempertentangkan pernyataan ✘ Bukan fungsi karena.

E. menentukan pilihan ✘ Tidak ada pilihan dalam struktur kalimat tersebut.


Jadi, fungsi kata penghubung karena dalam kalimat (4) adalah:

Jawaban: A


No 6

(1) Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. (2) Lontara berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan di Sulawesi Selatan. (3) Lontara terdiri dari 23 huruf untuk aksara Bugis dan 19 huruf untuk aksara Makassar.

(4) Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau. (5) Nasihat ini berpesan mengenai kekayaan dan kekuasaan yang perlu dimiliki. (6) Kekayaan dan kekuasaan terdiri atas empat tanda yang perlu dimiliki seseorang sebelum meninggalkan kampung halaman. (7) Tanda yang pertama adalah kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. (8) Tanda yang kedua adalah kaya dalam pemikiran dan imajinasi. (9) Tanda yang ketiga adalah kaya dalam dunia usaha yang berarti memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis. (10) Tanda terakhir adalah kaya dalam keuangan.

Fungsi kata sebelum dalam kalimat (4) adalah ....

A. menjelaskan hubungan sebab-akibat
B. menunjukkan alasan
C. memerinci gagasan
D. menjelaskan hubungan waktu
E. menyatakan pikiran
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita analisis fungsi kata hubung dalam kalimat.

Kalimat (4) berbunyi:

“Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau.”

Struktur hubungan maknanya dapat dituliskan sebagai:

\( Peristiwa\ 1 \rightarrow Peristiwa\ 2 \)

dengan keterangan waktu:

\( t_1 \lt t_2 \)

Artinya, peristiwa memberi nasihat terjadi lebih dahulu daripada peristiwa pergi merantau.

Kata sebelum menunjukkan urutan waktu.


Analisis pilihan:

A. Hubungan sebab-akibat biasanya ditandai dengan kata karena, sehingga. Bukan fungsi sebelum.

B. Menunjukkan alasan biasanya menggunakan karena. Kalimat (4) tidak menjelaskan alasan.

C. Memerinci gagasan berarti menjelaskan secara detail. Kata sebelum tidak berfungsi demikian.

D. Menjelaskan hubungan waktu ✔ Ditunjukkan oleh pola \( t_1 \lt t_2 \).

E. Menyatakan pikiran tidak sesuai dengan fungsi kata tersebut.


Jadi, fungsi kata sebelum dalam kalimat (4) adalah:

Jawaban: D


No 7

(1) Tempe adalah makanan fermentasi yang berasal dari Indonesia. (2) Sampai saat ini, tempe telah menjadi sumber protein pokok. (3) Selain terbuat dari kedelai, tempe juga dapat dibuat dari kacang-kacangan atau biji-bijian lainnya melalui proses fermentasi yang sama. (4) Tempe pertama kali didokumentasikan pada tahun 1600-an di Desa Tembayat, Klaten, Jawa Tengah. (5) Pulau Jawa adalah pulau tempat tempe paling banyak tersebar dan dikonsumsi.

(6) Tempe juga tercatat dalam Serat Centhini. (7) Serat Centhini merupakan kisah dan falsafah Jawa yang ditulis dalam bentuk syair dan dipublikasikan pada tahun 1814. (8) Kisah ini memotret kekuasaan Sultan Mataram pada tahun 1600-an. (9) Tempe tercatat sebagai hidangan untuk menyambut tamu di dalam manuskrip Serat Centhini yang berusia lebih dari 300 tahun.

Hubungan kata kedelai dan kata protein sama dengan hubungan kata ponsel dengan kata ....

A. elektronik
B. listrik
C. aplikasi
D. komputer
E. pengguna
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menyelesaikan soal analogi ini, kita gunakan pola hubungan:

\( A : B = C : D \)

Artinya, hubungan A terhadap B sama dengan hubungan C terhadap D.


Langkah 1: Tentukan hubungan kedelai dan protein

Dalam bacaan dijelaskan bahwa tempe menjadi sumber protein pokok dan terbuat dari kedelai.

Artinya:

\( kedelai \rightarrow menghasilkan\ protein \)

Hubungan maknanya adalah:

bahan atau sumber menghasilkan kandungan


Langkah 2: Terapkan pola pada kata ponsel

Kita cari pasangan yang menunjukkan:

\( benda \rightarrow menghasilkan\ atau\ memiliki\ sifat\ tertentu \)


Analisis pilihan:

A. ponsel : elektronik
Ponsel termasuk jenis barang elektronik.
Hubungan = benda dan kategorinya.
Tidak menunjukkan hubungan sumber menghasilkan kandungan.

B. ponsel : listrik
Ponsel menggunakan atau membutuhkan listrik.
Hubungan = benda dan sumber energinya.
Tidak sepadan dengan pola sumber menghasilkan kandungan.

C. ponsel : aplikasi
Ponsel memiliki atau menghasilkan penggunaan aplikasi.
Hubungan = perangkat dan isi/fungsi yang dihasilkannya.
✔ Paling mendekati pola \( sumber \rightarrow kandungan \).

D. ponsel : komputer
Hubungan kemiripan jenis, bukan sumber.

E. ponsel : pengguna
Hubungan benda dan pemakai.


Jadi, hubungan yang paling sesuai adalah:

Jawaban: C


No 8

(1) Seseorang dapat menemukan kenikmatan hidup dengan cara sederhana. (2) Sebagai contoh, dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menikmati perjalanan tanpa gangguan dari ponsel. (3) Menikmati hal-hal kecil seperti itu terdengar sepele. (4) Namun, sebenarnya hal tersebut sangat sulit dilakukan karena selalu ada dorongan untuk melakukan kegiatan yang produktif.

(5) Sayangnya, keberadaan teknologi, seperti ponsel pintar dan internet, menghambat banyak orang untuk menikmati kegiatan sederhana tersebut. (6) Meskipun banyak yang menganggap bermain media sosial termasuk kategori kegiatan sederhana, kegiatan tersebut tidak membuat otak berhenti bekerja. (7) Alasannya adalah informasi yang masuk ke otak juga tidak berhenti. (8) Hal itu tentu saja berbeda dengan berjalan keliling kompleks atau sekadar duduk menikmati matahari terbenam.

Hubungan kata teknologi dan kata internet sama dengan hubungan kata mesin dan kata ....

A. alat
B. tenaga
C. mobil
D. montir
E. diesel
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal analogi ini, kita gunakan rumus hubungan:

\( A : B = C : D \)

Artinya, hubungan A terhadap B sama dengan hubungan C terhadap D.


Langkah 1: Tentukan hubungan teknologi dan internet

Dalam bacaan disebutkan “teknologi, seperti ponsel pintar dan internet”.

Artinya:

\( internet \in teknologi \)

Internet merupakan bagian atau contoh dari teknologi.

Pola hubungan:

\( umum : khusus \)


Langkah 2: Terapkan pola pada mesin

Kita cari pasangan yang menunjukkan:

\( mesin : bagian/jenis\ mesin \)


Analisis pilihan:

A. alat
Hubungan terbalik (mesin adalah bagian dari alat).

B. tenaga
Tenaga adalah sumber energi, bukan jenis mesin.

C. mobil
Mobil menggunakan mesin, bukan jenis mesin.

D. montir
Montir adalah orang yang memperbaiki mesin.

E. diesel
Diesel adalah jenis mesin.
Pola: \( mesin : diesel = umum : khusus \). ✔ Sama dengan \( teknologi : internet \).


Jadi, hubungan yang paling tepat adalah:

Jawaban: E


No 9

(1) Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. (2) Lontara berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan. (3) Lontara terdiri dari 23 huruf untuk aksara Bugis dan 19 huruf untuk aksara Makassar.

(4) Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau. (5) Nasihat ini berpesan mengenai kekayaan dan kekuasaan yang perlu dimiliki. (6) Kekayaan dan kekuasaan terdiri atas empat tanda yang perlu dimiliki seseorang sebelum meninggalkan kampung halaman. (7) Tanda yang pertama adalah kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. (8) Tanda yang kedua adalah kaya dalam pemikiran dan imajinasi. (9) Tanda yang ketiga adalah kaya dalam dunia usaha yang berarti memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis. (10) Tanda terakhir adalah kaya dalam keuangan.

Kelompok kata dalam bacaan tersebut yang memiliki pola makna sama dengan baju seragam adalah ....

A. aksara tradisional (kalimat 1)
B. jenis tumbuhan (kalimat 2)
C. leluhur Bugis (kalimat 4)
D. empat tanda (kalimat 6)
E. relasi bisnis (kalimat 9)
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita analisis pola makna frasa baju seragam.

Struktur frasa tersebut dapat dituliskan:

\( D + M \)

dengan:

\( baju \) = D (yang diterangkan) \( seragam \) = M (yang menerangkan berupa sifat/adjektiva)

Maknanya menunjukkan benda yang memiliki sifat tertentu.


Analisis pilihan:

A. aksara tradisional
\( aksara \) = D \( tradisional \) = M (adjektiva/sifat) Struktur = \( D + M \) Makna: aksara yang bersifat tradisional. ✔ Polanya sama dengan baju seragam.

B. jenis tumbuhan
Menunjukkan klasifikasi, bukan sifat.

C. leluhur Bugis
Menunjukkan kepemilikan/asal.

D. empat tanda
Menunjukkan jumlah + benda.

E. relasi bisnis
Menunjukkan bidang/jenis relasi.


Jadi, kelompok kata yang memiliki pola makna sama dengan baju seragam adalah:

Jawaban: A


No 10

(1) Tempe adalah makanan fermentasi yang berasal dari Indonesia. (2) Sampai saat ini, tempe telah menjadi sumber protein pokok. (3) Selain terbuat dari kedelai, tempe juga dapat dibuat dari kacang-kacangan atau biji-bijian lainnya melalui proses fermentasi yang sama. (4) Tempe pertama kali didokumentasikan pada tahun 1600-an di Desa Tembayat, Klaten, Jawa Tengah. (5) Pulau Jawa adalah pulau tempat tempe paling banyak tersebar dan dikonsumsi.

(6) Tempe juga tercatat dalam Serat Centhini. (7) Serat Centhini merupakan kisah dan falsafah Jawa yang ditulis dalam bentuk syair dan dipublikasikan pada tahun 1814. (8) Kisah ini memotret kekuasaan Sultan Mataram pada tahun 1600-an. (9) Tempe tercatat sebagai hidangan untuk menyambut tamu di dalam manuskrip Serat Centhini yang berusia lebih dari 300 tahun.

Kelompok kata memotret kekuasaan dalam kalimat (8) memiliki makna paling dekat dengan kelompok kata ....

A. Menggunakan kemampuan
B. Menggambarkan kejayaan
C. Membuat kehormatan
D. Merekam kemegahan
E. Mengungkap kebesaran
Jawaban dan Pembahasan

Untuk memahami makna frasa memotret kekuasaan, kita analisis secara makna kontekstual.

Dalam kalimat (8) tertulis:

“Kisah ini memotret kekuasaan Sultan Mataram pada tahun 1600-an.”

Kata memotret tidak bermakna sebenarnya (mengambil gambar dengan kamera), melainkan bermakna kias.

Makna kias tersebut dapat dirumuskan sebagai:

\( memotret = menggambarkan\ atau\ merekam\ secara\ deskriptif \)

Sehingga:

\( memotret\ kekuasaan = menggambarkan\ kekuasaan \)


Analisis pilihan:

A. Menggunakan kemampuan ✘ Tidak sesuai dengan makna menggambarkan.

B. Menggambarkan kejayaan ✔ Maknanya paling dekat karena menunjukkan tindakan mendeskripsikan suatu keadaan besar.

C. Membuat kehormatan ✘ Tidak berkaitan dengan makna deskriptif.

D. Merekam kemegahan ✘ Mendekati, tetapi fokusnya pada kemegahan, bukan kekuasaan.

E. Mengungkap kebesaran ✘ Hampir serupa, tetapi lebih menekankan membuka rahasia, bukan menggambarkan.


Jadi, makna paling dekat dengan memotret kekuasaan adalah:

Jawaban: B


No 11

(1) Seseorang dapat menemukan kenikmatan hidup dengan cara sederhana. (2) Sebagai contoh, dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menikmati perjalanan tanpa gangguan dari ponsel. (3) Menikmati hal-hal kecil seperti itu terdengar sepele. (4) Namun, sebenarnya hal tersebut sangat sulit dilakukan karena selalu ada dorongan untuk melakukan kegiatan yang produktif.

(5) Sayangnya, keberadaan teknologi, seperti ponsel pintar dan internet, menghambat banyak orang untuk menikmati kegiatan sederhana tersebut. (6) Meskipun banyak yang menganggap bermain media sosial termasuk kategori kegiatan sederhana, kegiatan tersebut tidak membuat otak berhenti bekerja. (7) Alasannya adalah informasi yang masuk ke otak juga tidak berhenti. (8) Hal itu tentu saja berbeda dengan berjalan keliling kompleks atau sekadar duduk menikmati matahari terbenam.

Kelompok kata menikmati hal-hal kecil dalam kalimat (3) memiliki makna paling dekat dengan kelompok kata ....

A. menyukai kegiatan penting
B. merasakan pengalaman biasa
C. memiliki pekerjaan ringan
D. mengalami suasana bersahaja
E. menghayati arti hidup
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menentukan makna paling dekat, kita analisis makna frasa secara kontekstual.

Dalam kalimat (3):

“Menikmati hal-hal kecil seperti itu terdengar sepele.”

Kita dapat memecah maknanya dengan rumus:

\( menikmati = merasakan\ dengan\ sadar \)

\( hal\text{-}hal\ kecil = pengalaman\ sederhana\ atau\ biasa \)

Sehingga:

\( menikmati\ hal\text{-}hal\ kecil = merasakan\ pengalaman\ sederhana \)


Analisis pilihan:

A. menyukai kegiatan penting ✘ Berbeda makna karena “hal-hal kecil” bukan kegiatan penting.

B. merasakan pengalaman biasa ✔ Sesuai dengan rumus \( menikmati\ hal\text{-}hal\ kecil = merasakan\ pengalaman\ sederhana \).

C. memiliki pekerjaan ringan ✘ Tidak sesuai konteks.

D. mengalami suasana bersahaja ✘ Mendekati, tetapi tidak langsung menunjukkan aktivitas menikmati pengalaman kecil.

E. menghayati arti hidup ✘ Maknanya lebih luas dan abstrak.


Jadi, makna paling dekat dengan menikmati hal-hal kecil adalah:

Jawaban: B


No 12

(1) Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis-Makassar. (2) Lontara berasal dari kata lontar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang tumbuh di Sulawesi Selatan. (3) Lontara terdiri dari 23 huruf untuk aksara Bugis dan 19 huruf untuk aksara Makassar.

(4) Para leluhur Bugis memberikan nasihat dengan lontara kepada anak cucunya sebelum mereka pergi merantau. (5) Nasihat ini berpesan mengenai kekayaan dan kekuasaan yang perlu dimiliki. (6) Kekayaan dan kekuasaan terdiri atas empat tanda yang perlu dimiliki seseorang sebelum meninggalkan kampung halaman. (7) Tanda yang pertama adalah kaya dalam berbahasa dan berkomunikasi. (8) Tanda yang kedua adalah kaya dalam pemikiran dan imajinasi. (9) Tanda yang ketiga adalah kaya dalam dunia usaha yang berarti memiliki banyak keahlian dan relasi bisnis. (10) Tanda terakhir adalah kaya dalam keuangan.

Kelompok kata meninggalkan kampung halaman dalam kalimat (6) memiliki makna paling dekat dengan kelompok kata ....

A. berangkat ke tujuan baru
B. pergi dari daerah asal
C. melepaskan masa lalu
D. mencari pengalaman hidup
E. mencari kekayaan tambahan
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menentukan makna paling dekat, kita analisis frasa secara makna leksikal.

Frasa dalam kalimat (6):

“... sebelum meninggalkan kampung halaman.”

Kita dapat menuliskan maknanya dalam bentuk rumus sederhana:

\( meninggalkan = pergi\ dari \)

\( kampung\ halaman = daerah\ asal \)

Sehingga:

\( meninggalkan\ kampung\ halaman = pergi\ dari\ daerah\ asal \)


Analisis pilihan:

A. berangkat ke tujuan baru ✘ Fokus pada tujuan, bukan pada asal.

B. pergi dari daerah asal ✔ Sesuai dengan rumus \( pergi\ dari\ daerah\ asal \).

C. melepaskan masa lalu ✘ Maknanya kias dan berbeda konteks.

D. mencari pengalaman hidup ✘ Bisa menjadi tujuan, tetapi bukan makna langsung frasa tersebut.

E. mencari kekayaan tambahan ✘ Tidak sesuai dengan makna frasa.


Jadi, makna paling dekat dengan meninggalkan kampung halaman adalah:

Jawaban: B


No 13

(1) Di era digital, banyak orang mulai meninggalkan aktivitas menulis dengan tangan. (2) Selama dekade terakhir, kibor, layar ponsel, dan komputer telah menggantikan tulisan tangan. (3) Hal ini terjadi mulai dari ruang kelas hingga rapat kantor. (4) Beberapa sekolah di dunia bahkan telah berhenti mengajarkan tulisan kursif.

(5) Namun, menulis dengan tangan ternyata banyak manfaatnya. (6) Penelitian menunjukkan bahwa menulis dengan pena di atas kertas memberikan manfaat kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perangkat digital. (7) Secara statistik, sebagian besar penelitian dilakukan untuk menganalisis hubungan antara tulisan tangan dan memori. (8) Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang akan lebih mengingat hal-hal yang ditulis secara manual dibandingkan yang diketik di komputer. (9) Alasannya, menulis dengan tangan melibatkan lebih banyak indra prosesnya.

Kata yang memiliki makna lebih luas dari kata tangan dalam kalimat (2) adalah ....

A. jari
B. telapak
C. lengan
D. tubuh
E. kaki
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep hubungan makna (hiponim dan hipernim).

Rumus hubungan makna dapat dituliskan sebagai:

\( hiponim \subset hipernim \)

Artinya, makna yang lebih sempit (hiponim) termasuk dalam makna yang lebih luas (hipernim).


Langkah 1: Tentukan posisi kata “tangan”

Kata tangan merupakan bagian dari tubuh manusia.

Sehingga hubungan maknanya:

\( tangan \subset tubuh \)

Artinya, tubuh memiliki makna lebih luas daripada tangan.


Analisis pilihan:

A. jari ✘ Jari adalah bagian dari tangan. \( jari \subset tangan \)

B. telapak ✘ Telapak adalah bagian dari tangan. \( telapak \subset tangan \)

C. lengan ✘ Lengan setara sebagai anggota tubuh bagian atas, bukan lebih luas dari tangan.

D. tubuh ✔ Tubuh mencakup tangan. \( tangan \subset tubuh \)

E. kaki ✘ Kaki adalah anggota tubuh lain, bukan makna lebih luas.


Jadi, kata yang memiliki makna lebih luas dari tangan adalah:

Jawaban: D


No 14

(1) Pola makan sangat penting untuk mendukung kesehatan. (2) Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan adalah dengan mengonsumsi sayuran yang dapat ditanam dengan cara berkebun. (3) Berkebun memberi kesempatan pada anak-anak untuk dapat mengetahui dari mana makanan berasal. (4) Selain itu, berkebun juga memungkinkan anak-anak menikmati buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai hasil jerih payah mereka.

(5) Anak-anak yang ikut bekerja di kebun akan mengembangkan keterampilan berkebun dan keterampilan hidup. (6) Mereka menjadi lebih fokus dan percaya diri. (7) Demikian pula, memanen bahan makanannya sendiri terbukti dapat meningkatkan suasana hati mereka sekaligus mendorong untuk makan makanan bergizi. (8) Kegiatan ini berperan sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang. (9) Beberapa penelitian bahkan telah menghubungkan antara interaksi langsung dengan alam dan kesehatan anak yang lebih baik di masa depan.

Kata yang memiliki makna lebih luas dari kata sayuran dalam kalimat (2) adalah ....

A. kebun
B. pasar
C. lahan
D. pangan
E. kangkung
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep hubungan makna (hiponim dan hipernim).

Rumus hubungan makna:

\( hiponim \subset hipernim \)

Artinya, makna yang lebih sempit termasuk dalam makna yang lebih luas.


Langkah 1: Tentukan posisi kata “sayuran”

Kata sayuran merupakan jenis bahan makanan.

Sehingga hubungan maknanya:

\( sayuran \subset pangan \)

Artinya, pangan memiliki makna lebih luas daripada sayuran.


Analisis pilihan:

A. kebun ✘ Tempat menanam, bukan kategori makna lebih luas.

B. pasar ✘ Tempat jual beli, bukan kategori makna.

C. lahan ✘ Tempat atau area tanah.

D. pangan ✔ Pangan mencakup sayuran, buah-buahan, dan bahan makanan lainnya. \( sayuran \subset pangan \)

E. kangkung ✘ Kangkung adalah jenis sayuran. \( kangkung \subset sayuran \)


Jadi, kata yang memiliki makna lebih luas dari sayuran adalah:

Jawaban: D


No 15

(1) Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. (2) Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. (3) Orang dewasa mengonsumsi delapan gelas berukuran 230 mililiter per hari. (4) Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan.

(5) Salah satu efek dehidrasi yang tidak dirasakan adalah timbulnya stres. (6) Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. (7) Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. (8) Setiap hari, melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. (9) Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti mesin yang aktivitas yang dilakukan melambat.

Kata yang memiliki makna lebih luas dari kata gelas dalam kalimat (3) adalah ....

A. botol
B. wadah
C. fasilitas
D. pecah
E. cangkir
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep hubungan makna (hiponim dan hipernim).

Rumus hubungan makna:

\( hiponim \subset hipernim \)

Artinya, makna yang lebih sempit termasuk dalam makna yang lebih luas.


Langkah 1: Tentukan posisi kata “gelas”

Kata gelas adalah salah satu jenis tempat atau alat untuk menampung minuman.

Sehingga hubungan maknanya:

\( gelas \subset wadah \)

Artinya, wadah memiliki makna lebih luas daripada gelas.


Analisis pilihan:

A. botol ✘ Botol adalah jenis lain yang setara dengan gelas.

B. wadah ✔ Wadah mencakup gelas, botol, cangkir, dan sebagainya. \( gelas \subset wadah \)

C. fasilitas ✘ Makna tidak berkaitan langsung.

D. pecah ✘ Merupakan sifat, bukan kategori makna.

E. cangkir ✘ Jenis lain yang setara dengan gelas.


Jadi, kata yang memiliki makna lebih luas dari gelas adalah:

Jawaban: B


No 16

(1) Di era digital, banyak orang mulai meninggalkan aktivitas menulis dengan tangan. (2) Selama dekade terakhir, kibor, layar ponsel, dan komputer telah menggantikan tulisan tangan. (3) Hal ini terjadi mulai dari ruang kelas hingga rapat kantor. (4) Beberapa sekolah di dunia bahkan telah berhenti mengajarkan tulisan kursif.

(5) Namun, menulis dengan tangan ternyata banyak manfaatnya. (6) Penelitian menunjukkan bahwa menulis dengan pena di atas kertas memberikan manfaat kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perangkat digital. (7) Secara statistik, sebagian besar penelitian dilakukan untuk menganalisis hubungan antar tulisan tangan dan memori. (8) Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang akan lebih mengingat hal-hal yang ditulis secara manual dibandingkan yang diketik di komputer. (9) Alasannya, menulis dengan tangan melibatkan lebih banyak indra prosesnya.

Kata perangkat pada kalimat (6) dalam bacaan tersebut paling dekat maknanya dengan kata ....

A. perkakas
B. peralatan
C. inovasi
D. fasilitas
E. aparatus
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menentukan makna paling dekat, kita analisis konteks kalimat (6):

“... manfaat kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perangkat digital.”

Kita dapat memformulasikan makna sebagai berikut:

\( perangkat = alat\ atau\ seperangkat\ alat \)

Dalam konteks ini, perangkat digital berarti alat-alat digital seperti komputer, kibor, atau ponsel.


Analisis pilihan:

A. perkakas ✘ Lebih sering digunakan untuk alat kerja manual, kurang tepat dalam konteks teknologi.

B. peralatan ✔ Maknanya paling dekat dengan alat atau perangkat yang digunakan untuk tujuan tertentu.

C. inovasi ✘ Berarti pembaruan, bukan alat.

D. fasilitas ✘ Lebih luas dan merujuk pada sarana pendukung.

E. aparatus ✘ Istilah ilmiah dan kurang tepat dalam konteks umum.


Jadi, makna paling dekat dari kata perangkat adalah:

Jawaban: B


No 17

(1) Pola makan sangat penting untuk mendukung kesehatan. (2) Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan adalah dengan mengonsumsi sayuran yang dapat ditanam dengan cara berkebun. (3) Berkebun memberi kesempatan pada anak-anak untuk dapat mengetahui dari mana makanan berasal. (4) Selain itu, berkebun juga memungkinkan anak-anak menikmati buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai hasil jerih payah mereka.

(5) Anak-anak yang ikut bekerja di kebun akan mengembangkan keterampilan berkebun dan keterampilan hidup. (6) Mereka menjadi lebih fokus dan percaya diri. (7) Demikian pula, memanen bahan makanannya sendiri terbukti dapat meningkatkan suasana hati mereka sekaligus mendorong untuk makan makanan bergizi. (8) Kegiatan ini berperan sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang. (9) Beberapa penelitian bahkan telah menghubungkan antara interaksi langsung dengan alam dan kesehatan anak yang lebih baik di masa depan.

Kata makan pada kalimat (1) dalam bacaan tersebut paling dekat maknanya dengan kata ....

A. diet
B. hidangan
C. asupan
D. pakan
E. santapan
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menentukan makna paling dekat, kita analisis konteks kalimat (1):

“Pola makan sangat penting untuk mendukung kesehatan.”

Frasa pola makan berarti kebiasaan atau aturan dalam mengonsumsi makanan.

Kita dapat merumuskan maknanya:

\( pola\ makan = pola\ asupan\ makanan \)

Artinya, makan dalam konteks ini berkaitan dengan asupan makanan, bukan sekadar aktivitas makan.


Analisis pilihan:

A. diet ✔ Diet berarti pola atau aturan makan. Maknanya paling dekat dengan konteks “pola makan”.

B. hidangan ✘ Berarti makanan yang disajikan, bukan kebiasaan makan.

C. asupan ✘ Asupan berarti sesuatu yang dimasukkan, tetapi tidak selalu merujuk langsung pada pola makan.

D. pakan ✘ Digunakan untuk hewan.

E. santapan ✘ Berarti makanan yang dimakan, bukan pola atau kebiasaan makan.


Jadi, makna paling dekat dari kata makan dalam kalimat (1) adalah:

Jawaban: A


No 18

(1) Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. (2) Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. (3) Orang dewasa mengonsumsi delapan gelas berukuran 230 mililiter per hari. (4) Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan.

(5) Salah satu efek dehidrasi yang tidak dirasakan adalah timbulnya stres. (6) Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. (7) Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. (8) Setiap hari, melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. (9) Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti mesin yang aktivitas yang dilakukan melambat.

Kata jangka pada kalimat (1) paling dekat maknanya dengan kata ....

A. periode
B. lama
C. durasi
D. tingkatan
E. jenjang
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menentukan makna paling dekat, kita analisis konteks kalimat (1):

“Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia.”

Frasa jangka panjang berkaitan dengan rentang waktu.

Kita dapat merumuskan maknanya:

\( jangka = rentang\ waktu \)

Sehingga:

\( jangka\ panjang = periode\ waktu\ yang\ lama \)


Analisis pilihan:

A. periode ✔ Periode berarti rentang waktu. Maknanya paling dekat dengan jangka.

B. lama ✘ Hanya menunjukkan sifat waktu, bukan rentangnya.

C. durasi ✘ Durasi adalah lamanya suatu kejadian, lebih sempit maknanya.

D. tingkatan ✘ Berkaitan dengan level, bukan waktu.

E. jenjang ✘ Berkaitan dengan tahapan, bukan waktu.


Jadi, makna paling dekat dari kata jangka adalah:

Jawaban: A


No 19

(1) Di era digital, banyak orang mulai meninggalkan aktivitas menulis dengan tangan. (2) Selama dekade terakhir, kibor, layar ponsel, dan komputer telah menggantikan tulisan tangan. (3) Hal ini terjadi mulai dari ruang kelas hingga rapat kantor. (4) Beberapa sekolah di dunia bahkan telah berhenti mengajarkan tulisan kursif.

(5) Namun, menulis dengan tangan ternyata banyak manfaatnya. (6) Penelitian menunjukkan bahwa menulis dengan pena di atas kertas memberikan manfaat kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perangkat digital. (7) Secara statistik, sebagian besar penelitian dilakukan untuk menganalisis hubungan antar tulisan tangan dan memori. (8) Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang akan lebih mengingat hal-hal yang ditulis secara manual dibandingkan yang diketik di komputer. (9) Alasannya, menulis dengan tangan melibatkan lebih banyak indra prosesnya.

Perumpamaan pada bacaan tersebut dapat ditemukan pada kata ....

A. meninggalkan (kalimat 1)
B. menggantikan (kalimat 2)
C. mengajarkan (kalimat 4)
D. menulis (kalimat 5)
E. mengingat (kalimat 8)
Jawaban dan Pembahasan

Perumpamaan adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda secara langsung dengan menggunakan kata pembanding, misalnya seperti, bagai, laksana, ibarat, atau umpama.

Ciri-ciri perumpamaan:

  • Memakai kata pembanding (misalnya seperti, bagai, laksana, ibarat, umpama).
  • Membandingkan dua hal yang berbeda untuk memperjelas makna.
  • Perbandingan dinyatakan secara jelas (eksplisit).

Contoh:

  • Wajahnya seperti bulan purnama.
  • Hidup tanpa ilmu bagai kapal tanpa arah.
  • Ia berlari laksana cheetah mengejar mangsa.

Untuk menentukan adanya perumpamaan, kita perlu memahami ciri majas perbandingan.

Secara umum, perumpamaan (majas perbandingan) memiliki pola:

\( A \rightarrow B \)

di mana suatu hal dibandingkan atau diperlakukan seolah-olah seperti hal lain.


Analisis konteks bacaan:

Kalimat (2) berbunyi:

“kibor, layar ponsel, dan komputer telah menggantikan tulisan tangan.”

Kata menggantikan menunjukkan adanya perbandingan peran, yaitu tulisan tangan diposisikan seolah-olah dapat digantikan oleh perangkat digital.

Hubungan maknanya dapat dituliskan:

\( tulisan\ tangan \leftrightarrow perangkat\ digital \)

Ini menunjukkan adanya relasi perbandingan fungsi.


Analisis pilihan:

A. meninggalkan ✘ Makna literal, bukan perbandingan.

B. menggantikan ✔ Menunjukkan perbandingan fungsi/peran.

C. mengajarkan ✘ Makna literal.

D. menulis ✘ Makna literal.

E. mengingat ✘ Makna literal.


Jadi, perumpamaan pada bacaan tersebut terdapat pada kata:

Jawaban: B


No 20

(1) Pola makan sangat penting untuk mendukung kesehatan. (2) Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan adalah dengan mengonsumsi sayuran yang dapat ditanam dengan cara berkebun. (3) Berkebun memberi kesempatan pada anak-anak untuk dapat mengetahui dari mana makanan berasal. (4) Selain itu, berkebun juga memungkinkan anak-anak menikmati buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai hasil jerih payah mereka.

(5) Anak-anak yang ikut bekerja di kebun akan mengembangkan keterampilan berkebun dan keterampilan hidup. (6) Mereka menjadi lebih fokus dan percaya diri. (7) Demikian pula, memanen bahan makanannya sendiri terbukti dapat meningkatkan suasana hati mereka sekaligus mendorong untuk makan makanan bergizi. (8) Kegiatan ini berperan sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang. (9) Beberapa penelitian bahkan telah menghubungkan antara interaksi langsung dengan alam dan kesehatan anak yang lebih baik di masa depan.

Perumpamaan pada bacaan tersebut dapat ditemukan pada kata ....

A. mendukung (kalimat 1)
B. mengonsumsi (kalimat 2)
C. mengetahui (kalimat 3)
D. menikmati (kalimat 4)
E. memanen (kalimat 7)
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menemukan perumpamaan (majas perbandingan), kita perlu melihat apakah ada kata yang digunakan secara tidak langsung atau bersifat kias.

Secara sederhana, pola makna perumpamaan dapat dirumuskan:

\( makna\ kias \neq makna\ harfiah \)


Analisis konteks bacaan:

Kalimat (1):

“Pola makan sangat penting untuk mendukung kesehatan.”

Kata mendukung secara harfiah berarti menopang atau menyangga sesuatu secara fisik.

Namun dalam kalimat ini, kesehatan bukan benda fisik yang dapat disangga. Artinya, kata mendukung digunakan secara kias untuk berarti membantu.

Sehingga dapat dituliskan:

\( mendukung \rightarrow membantu \)

Makna harfiah dan makna konteks berbeda, sehingga termasuk majas perbandingan.


Analisis pilihan:

A. mendukung ✔ Digunakan secara kias, bukan makna fisik sebenarnya.

B. mengonsumsi ✘ Makna harfiah (makan).

C. mengetahui ✘ Makna harfiah.

D. menikmati ✘ Makna langsung.

E. memanen ✘ Makna harfiah (mengambil hasil kebun).


Jadi, perumpamaan dalam bacaan tersebut terdapat pada kata:

Jawaban: A


No 21

(1) Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. (2) Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. (3) Orang dewasa mengonsumsi delapan gelas berukuran 230 mililiter per hari. (4) Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan.

(5) Salah satu efek dehidrasi yang tidak dirasakan adalah timbulnya stres. (6) Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. (7) Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. (8) Setiap hari, melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. (9) Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti mesin yang aktivitas yang dilakukan melambat.

Perumpamaan pada bacaan tersebut dapat ditemukan pada kata ....

A. menyebabkan (kalimat 1)
B. memerlukan (kalimat 2)
C. mengonsumsi (kalimat 3)
D. mengalami (kalimat 6)
E. menguras (kalimat 8)
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menentukan perumpamaan, kita periksa apakah ada kata yang digunakan secara kias.

Rumus sederhana makna kias:

\( makna\ konteks \neq makna\ harfiah \)


Analisis konteks bacaan:

Kalimat (8) berbunyi:

“... melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya.”

Kata menguras secara harfiah berarti mengosongkan cairan dari suatu wadah.

Namun dalam kalimat ini, kata tersebut digunakan untuk menggambarkan berkurangnya cairan tubuh akibat aktivitas.

Tubuh diperlakukan seperti wadah.

Hubungan maknanya dapat dituliskan:

\( tubuh \rightarrow wadah \)

Sehingga kata menguras digunakan secara kias (perbandingan).


Analisis pilihan:

A. menyebabkan ✘ Makna literal.

B. memerlukan ✘ Makna literal.

C. mengonsumsi ✘ Makna literal.

D. mengalami ✘ Makna literal.

E. menguras ✔ Digunakan secara kias karena tubuh tidak benar-benar dikuras seperti wadah.


Jadi, perumpamaan dalam bacaan tersebut terdapat pada kata:

Jawaban: E


No 22

(1) Di era digital, banyak orang mulai meninggalkan aktivitas menulis dengan tangan. (2) Selama dekade terakhir, kibor, layar ponsel, dan komputer telah menggantikan tulisan tangan. (3) Hal ini terjadi mulai dari ruang kelas hingga rapat kantor. (4) Beberapa sekolah di dunia bahkan telah berhenti mengajarkan tulisan kursif.

(5) Namun, menulis dengan tangan ternyata banyak manfaatnya. (6) Penelitian menunjukkan bahwa menulis dengan pena di atas kertas memberikan manfaat kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perangkat digital. (7) Secara statistik, sebagian besar penelitian dilakukan untuk menganalisis hubungan antar tulisan tangan dan memori. (8) Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang akan lebih mengingat hal-hal yang ditulis secara manual dibandingkan yang diketik di komputer. (9) Alasannya, .... dengan tangan melibatkan .... indra prosesnya.

Kalimat (9) dalam bacaan tersebut akan menjadi bermakna bila dilengkapi dengan kata-kata ....

A. melatih ; sebagian
B. merangkai ; seluruh
C. mengerjakan ; bermacam-macam
D. menulis ; berbagai
E. menyalin ; separuh
Jawaban dan Pembahasan

Untuk melengkapi kalimat (9), kita perhatikan konteks kalimat sebelumnya.

Kalimat (8) menjelaskan bahwa orang lebih mengingat hal yang ditulis secara manual.

Maka kalimat (9) harus menjelaskan alasan logisnya.

Struktur logisnya dapat dirumuskan:

\( sebab \rightarrow akibat \)

Akibat:

\( lebih\ mengingat \)

Sebab:

\( menulis\ dengan\ tangan\ melibatkan\ lebih\ banyak\ indra \)

Sehingga kalimat lengkap yang logis adalah:

“Alasannya, menulis dengan tangan melibatkan berbagai indra prosesnya.”


Analisis pilihan:

A. melatih ; sebagian ✘ Tidak logis dan tidak sesuai konteks.

B. merangkai ; seluruh ✘ Tidak sesuai dengan isi bacaan.

C. mengerjakan ; bermacam-macam ✘ Tidak tepat secara makna.

D. menulis ; berbagai ✔ Sesuai dengan konteks dan hubungan sebab-akibat.

E. menyalin ; separuh ✘ Tidak sesuai dengan makna kalimat.


Jadi, pasangan kata yang tepat adalah:

Jawaban: D


No 23

(1) Pola makan sangat penting untuk mendukung kesehatan. (2) Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan adalah dengan mengonsumsi sayuran yang dapat ditanam dengan cara berkebun. (3) Berkebun memberi kesempatan pada anak-anak untuk dapat mengetahui dari mana makanan berasal. (4) Selain itu, berkebun juga memungkinkan anak-anak menikmati buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai hasil jerih payah mereka.

(5) Anak-anak yang ikut bekerja di kebun .... mengembangkan keterampilan berkebun dan .... hidup. (6) Mereka menjadi lebih fokus dan percaya diri. (7) Demikian pula, memanen bahan makanannya sendiri terbukti dapat meningkatkan suasana hati mereka sekaligus mendorong untuk makan makanan bergizi. (8) Kegiatan ini berperan sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang. (9) Beberapa penelitian bahkan telah menghubungkan antara interaksi langsung dengan alam dan kesehatan anak yang lebih baik di masa depan.

Kalimat (5) dalam bacaan tersebut akan menjadi bermakna bila dilengkapi dengan kata-kata ....

A. berpotensi ; kecakapan
B. dapat ; kelangsungan
C. seharusnya ; kemahiran
D. mungkin ; ketahanan
E. cenderung ; kelestarian
Jawaban dan Pembahasan

Untuk melengkapi kalimat (5), kita perhatikan struktur kalimatnya.

Struktur yang benar secara tata bahasa adalah:

\( Subjek + Predikat + Objek_1 + dan + Objek_2 \)

Kalimatnya:

“Anak-anak yang ikut bekerja di kebun .... mengembangkan keterampilan berkebun dan .... hidup.”

Kata pertama harus berupa kata kerja bantu yang sesuai dengan konteks kemungkinan atau kemampuan.

Kata kedua harus membentuk frasa yang lazim, yaitu “keterampilan hidup” atau sinonimnya.


Uji pilihan:

A. berpotensi ; kecakapan ✔ Kalimat menjadi: “Anak-anak yang ikut bekerja di kebun berpotensi mengembangkan keterampilan berkebun dan kecakapan hidup.” Struktur dan makna logis.

B. dapat ; kelangsungan ✘ “kelangsungan hidup” tidak paralel dengan “keterampilan berkebun”.

C. seharusnya ; kemahiran ✘ Kata “seharusnya” tidak sesuai konteks.

D. mungkin ; ketahanan ✘ Kurang tepat secara makna.

E. cenderung ; kelestarian ✘ Tidak sesuai konteks pengembangan keterampilan.


Jadi, pasangan kata yang tepat adalah:

Jawaban: A


No 24

(1) Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. (2) Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. (3) Orang dewasa mengonsumsi delapan gelas berukuran 230 mililiter per hari. (4) Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan.

(5) Salah satu efek dehidrasi yang tidak dirasakan adalah timbulnya stres. (6) Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. (7) Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. (8) Setiap hari, melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. (9) Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti .... energi sehingga aktivitas yang dilakukan .... melambat.

Kalimat (9) dalam bacaan tersebut akan menjadi bermakna bila dilengkapi dengan kata-kata ....

A. kehabisan ; sungguh
B. kebutuhan ; harus
C. ketiadaan ; mungkin
D. kehilangan ; akan
E. kekurangan ; pasti
Jawaban dan Pembahasan

Untuk melengkapi kalimat (9), kita perhatikan struktur sebab-akibatnya.

Struktur logis dapat dirumuskan:

\( jika\ sebab \rightarrow akibat \)

Kalimatnya:

“Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti .... energi sehingga aktivitas yang dilakukan .... melambat.”

Bagian pertama harus membentuk frasa yang logis, misalnya “kehilangan energi” atau “kekurangan energi”.

Bagian kedua harus sesuai dengan akibat logis dari kondisi tersebut.


Uji pilihan:

A. kehabisan ; sungguh ✘ “Sungguh melambat” tidak tepat secara struktur.

B. kebutuhan ; harus ✘ “kebutuhan energi” tidak sesuai dengan konteks reaksi tubuh.

C. ketiadaan ; mungkin ✘ Kurang tepat secara makna.

D. kehilangan ; akan ✔ Kalimat menjadi: “... tubuh akan bereaksi seperti kehilangan energi sehingga aktivitas yang dilakukan akan melambat.” Struktur sebab-akibat logis.

E. kekurangan ; pasti ✘ “pasti melambat” kurang tepat dalam konteks ilmiah karena bersifat absolut.


Jadi, pasangan kata yang tepat adalah:

Jawaban: D


No 25

(1) Di era digital, banyak orang mulai meninggalkan aktivitas menulis dengan tangan. (2) Selama dekade terakhir, kibor, layar ponsel, dan komputer telah menggantikan tulisan tangan. (3) Hal ini terjadi mulai dari ruang kelas hingga rapat kantor. (4) Beberapa sekolah di dunia bahkan telah berhenti mengajarkan tulisan kursif.

(5) Namun, menulis dengan tangan ternyata banyak manfaatnya. (6) Penelitian menunjukkan bahwa menulis dengan pena di atas kertas memberikan manfaat kognitif yang tidak dapat ditiru oleh perangkat digital. (7) Secara statistik, sebagian besar penelitian dilakukan untuk menganalisis hubungan antara tulisan tangan dan memori. (8) Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang akan lebih mengingat hal-hal yang ditulis secara manual dibandingkan yang diketik di komputer. (9) Alasannya, menulis dengan tangan melibatkan lebih banyak indra prosesnya.

Kata yang memiliki makna lebih sempit dari kata tangan dalam kalimat (2) adalah ....

A.jari
B.lengan
C.tubuh
D.bahu
E.anggota
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep hubungan makna (hiponim dan hipernim).

Rumus hubungan makna:

\( hiponim \subset hipernim \)

Makna lebih sempit (hiponim) termasuk dalam makna yang lebih luas (hipernim).


Langkah Analisis

Kata tangan adalah bagian dari tubuh manusia.

Bagian yang lebih kecil dari tangan adalah jari.

Hubungan maknanya:

\( jari \subset tangan \subset tubuh \)


Analisis Pilihan

A. jari ✔ Makna lebih sempit dari tangan. \( jari \subset tangan \)

B. lengan ✘ Lengan bukan bagian dari tangan, melainkan bagian tubuh yang berbeda.

C. tubuh ✘ Makna lebih luas. \( tangan \subset tubuh \)

D. bahu ✘ Bagian tubuh lain, bukan bagian dari tangan.

E. anggota ✘ Makna lebih umum dan tidak spesifik.


Jawaban: A


No 26

(1) Pola makan sangat penting untuk mendukung kesehatan. (2) Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan adalah dengan mengonsumsi sayuran yang dapat ditanam dengan cara berkebun. (3) Berkebun memberi kesempatan pada anak-anak untuk dapat mengetahui dari mana makanan berasal. (4) Selain itu, berkebun juga memungkinkan anak-anak menikmati buah-buahan dan sayur-sayuran sebagai hasil jerih payah mereka.

(5) Anak-anak yang ikut bekerja di kebun akan mengembangkan keterampilan berkebun dan keterampilan hidup. (6) Mereka menjadi lebih fokus dan percaya diri. (7) Demikian pula, memanen bahan makanannya sendiri terbukti dapat meningkatkan suasana hati mereka sekaligus mendorong untuk makan makanan bergizi. (8) Kegiatan ini berperan sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang. (9) Beberapa penelitian bahkan telah menghubungkan antara interaksi langsung dengan alam dan kesehatan anak yang lebih baik di masa depan.

Kata yang memiliki makna lebih sempit dari kata sayuran dalam kalimat (2) adalah ....

A.pangan
B.makanan
C.kangkung
D.tanaman
E.hasil
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menentukan makna lebih sempit, kita gunakan konsep hubungan hiponim–hipernim.

Rumus:

\( hiponim \subset hipernim \)

Makna lebih sempit (hiponim) termasuk dalam makna yang lebih luas.


Langkah Analisis

Kata sayuran adalah jenis bahan makanan.

Kita cari kata yang termasuk bagian dari sayuran.

Hubungan maknanya:

\( kangkung \subset sayuran \subset makanan \subset pangan \)


Analisis Pilihan

A. pangan ✘ Makna lebih luas dari sayuran.

B. makanan ✘ Makna lebih luas.

C. kangkung ✔ Kangkung adalah salah satu jenis sayuran. \( kangkung \subset sayuran \)

D. tanaman ✘ Makna lebih luas.

E. hasil ✘ Tidak termasuk dalam kategori makna sayuran.


Jawaban: C


No 27

(1) Kondisi dehidrasi dapat menyebabkan efek jangka panjang pada manusia. (2) Tubuh manusia memerlukan air yang cukup. (3) Orang dewasa mengonsumsi delapan gelas berukuran 230 mililiter per hari. (4) Bukan hanya dari air minum, manusia juga memerlukan asupan cairan melalui makanan.

(5) Salah satu efek dehidrasi yang tidak dirasakan adalah timbulnya stres. (6) Stres yang dipicu dehidrasi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, cemas, dan bahkan sampai mengalami depresi. (7) Tubuh manusia seperti wadah penampung air yang besar dan kompleks. (8) Setiap hari, melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak energi dan mengeluarkan air sehingga menguras air yang ada di dalamnya. (9) Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan bereaksi seperti mesin yang aktivitas yang dilakukan melambat.

Kata yang memiliki makna lebih sempit dari kata gelas dalam kalimat (3) adalah ....

A.wadah
B.botol
C.cangkir
D.gelas plastik
E.minuman
Jawaban dan Pembahasan

Untuk menentukan makna lebih sempit, kita gunakan konsep hiponim dan hipernim.

Rumus hubungan makna:

\( hiponim \subset hipernim \)

Makna lebih sempit termasuk dalam makna yang lebih luas.


Langkah Analisis

Kata gelas adalah salah satu jenis wadah untuk minum.

Kita cari kata yang merupakan jenis khusus dari gelas.

Hubungan maknanya:

\( gelas\ plastik \subset gelas \subset wadah \)


Analisis Pilihan

A. wadah ✘ Makna lebih luas dari gelas.

B. botol ✘ Jenis wadah lain, setara dengan gelas.

C. cangkir ✘ Jenis wadah lain yang setara.

D. gelas plastik ✔ Jenis khusus dari gelas. \( gelas\ plastik \subset gelas \)

E. minuman ✘ Isi dari gelas, bukan jenisnya.


Jawaban: D


No 28

(1) Seiring dengan perkembangan zaman, kompor induksi sudah mulai banyak diminati dan perlahan menggeser kompor gas. (2) Kompor ini memiliki cara kerja yang berbeda dibandingkan dengan kompor konvensional untuk menyalurkan panas. (3) Kompor induksi atau kompor listrik bekerja ketika alat masak diletakkan di atas kompor lalu arus listrik bolak-balik mengalir badan kompor melalui gulungan kawat. (4) Arus listrik tersebut bergerak bolak-balik dan menghasilkan pergerakan arus melalui resistensi alat masak. (5) Dengan kata lain, kompor jenis ini memanaskan peralatan yang diletakkan di atasnya melalui induksi magnetik secara langsung. (6) Panas dialirkan ke alat masak yang di dalamnya terdapat bahan makanan sehingga kompor tidak panas dan aman untuk disentuh.

Bentuk per-an pada kata pergerakan dalam kalimat (4) mempunyai makna yang sama dengan bentuk per-an pada kalimat ....

A. perolehan skor kedua pemain badminton itu cenderung berimbang.
B. Banyak siswa di kelas ini mengajukan pernyataan menarik.
C. Para siswa diimbau untuk tenang saat pergantian jam pelajaran.
D. Bulan lalu dua kapal asing itu ditangkap di perairan Semenanjung Malaka.
E. banyak persawahan yang dikelola secara swadaya.
Jawaban dan Pembahasan

Kita analisis makna imbuhan per-an pada kata pergerakan.

Struktur morfologinya:

\( per- + gerak + -an = pergerakan \)

Makna imbuhan per-an pada kata tersebut adalah:

\( per-an \rightarrow proses / hal \ yang \ berkaitan \ dengan \ kata \ dasar \)

Sehingga:

\( pergerakan = proses \ bergerak \)


Analisis pilihan:

A. perolehan ✔ \( per- + oleh + -an = perolehan \) Maknanya proses memperoleh. Sama-sama bermakna proses.

B. pernyataan ✘ Lebih bermakna hasil atau sesuatu yang dinyatakan.

C. pergantian ✘ Lebih bermakna hasil pergantiannya.

D. perairan ✘ Bermakna tempat.

E. persawahan ✘ Bermakna tempat.


Jawaban: A


No 29

(1) Pengembangan teknologi di bidang perikanan mendorong para nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan. (2) Alat tangkap dan alat bantu navigasi yang canggih dapat membantu mereka menemukan lokasi ikan dengan lebih cepat dan efisien. (3) Alat tangkap canggih, seperti lampu pemanggil ikan dan jaring, juga membantu nelayan menangkap ikan dengan lebih efisien. (4) Selain itu, teknologi juga telah mendukung produksi ikan di kolam-kolam.

(5) Produsen ikan dapat mengotomatisasi pemeliharaan ikan dan mengikuti perkembangan kondisi ikan dengan lebih baik. (6) Sistem pengontrol suhu air dan sistem otomatisasi pemeliharaan ikan membantu produsen ikan dalam meningkatkan produktivitas ikan. (7) Pada proses pengolahan ikan, penggunaan mesin otomatis, penyiang, mesin pemotong, dan mesin pengemas sangat membantu dalam kecepatan produktivitas dan pengolahan. (8) Dengan demikian, kualitas produksi dapat ditingkatkan.

Bentuk pe-an pada kata pemeliharaan dalam kalimat (5) mempunyai makna yang sama dengan bentuk pe-an pada kalimat ....

A. Banyak daerah dekat laut membangun penyulingan air minum untuk warga setempat.
B. Pendapatan dia dari penjualan makanan kemasan secara daring bisa membiayai kuliahnya.
C. Mereka sedang melakukan pembersihan poster dan pamflet yang dipasang tanpa izin.
D. Setelah mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu, pendengaran orang itu terganggu.
E. Petani itu membawa padi yang sudah dijemur ke penggilingan.
Jawaban dan Pembahasan

Kita analisis bentuk morfologi kata pemeliharaan.

Struktur katanya:

\( pe- + pelihara + -an = pemeliharaan \)

Makna imbuhan pe-an pada kata tersebut adalah:

\( pe-an \rightarrow proses / kegiatan \)

Sehingga:

\( pemeliharaan = proses \ memelihara \)


Analisis pilihan:

A. penyulingan ✘ Bermakna alat atau tempat.

B. penjualan ✔ \( pe- + jual + -an = penjualan \) Bermakna proses menjual. Sama-sama bermakna proses.

C. pembersihan ✘ Lebih menekankan hasil.

D. pendengaran ✘ Bermakna alat indra atau kemampuan.

E. penggilingan ✘ Lebih bermakna tempat atau hasil.


Jawaban: B


No 30

(1) Teknologi transportasi laut memainkan peran penting dalam logistik global. (2) Lebih dari 90% perdagangan dunia dilakukan melalui laut. (3) Oleh karena itu, peningkatan efisiensi dan keamanan transportasi laut menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global. (4) Inovasi dalam teknologi membawa perubahan signifikan pada industri transportasi laut karena pengiriman barang menjadi lebih cepat, aman, dan ramah lingkungan. (5) Salah satu bentuk inovasinya adalah otomatisasi dalam industri transportasi laut yang memperbesar efisiensi operasional. (6) Kapal otonom yang canggih ini mampu beroperasi tanpa atau dengan intervensi minimal dari manusia. (7) Penggunaan sistem navigasi otomatis, sensor, dan kecerdasan buatan, serta pelacakan real time pada kapal otonom dapat mengurangi biaya operasional, risiko kesehatan, pencurian, dan kehilangan kargo. (8) Kapal otonom dapat beroperasi sepanjang waktu sehingga efisiensi dapat meningkatkan efisiensi pengiriman barang.

Bentuk per-an pada kata perdagangan dalam kalimat (2) mempunyai makna yang sama dengan bentuk per-an pada kalimat ....

A. Sekelompok mahasiswa membentuk perkumpulan untuk mewadahi kegiatan sosial.
B. Pos penjagaan itu berada di daerah perbatasan antara kabupaten dan kota.
C. Bidang pertanian merupakan bisnis yang ditekuninya setelah pandemi berlalu.
D. Gedung-gedung perkantoran yang baru banyak dibangun di wilayah tersebut.
E. Peristirahatan ini dibangun untuk tempat berkumpul keluarga besar kami.
Jawaban dan Pembahasan

Kita analisis bentuk morfologi kata perdagangan.

Struktur katanya:

\( per- + dagang + -an = perdagangan \)

Makna imbuhan per-an pada kata tersebut adalah:

\( per-an \rightarrow proses / kegiatan \)

Sehingga:

\( perdagangan = proses \ berdagang \)


Analisis pilihan:

A. perkumpulan ✘ Bermakna hasil atau kelompok.

B. perbatasan ✘ Bermakna tempat.

C. pertanian ✔ \( per- + tani + -an = pertanian \) Bermakna kegiatan bertani. Sama-sama bermakna proses/kegiatan.

D. perkantoran ✘ Bermakna tempat.

E. peristirahatan ✘ Bermakna tempat.


Jawaban: C


No 31

(1) Saat ini kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan hanya tentang robot atau sistem otomatisasi yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. (2) AI juga menjadi sahabat baik dalam perawatan kulit. (3) Tren AI dalam industri kecantikan merupakan revolusi kecantikan yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan ilmu perawatan kulit. (4) Melalui teknologi cerdas dalam pemrosesan data, AI mampu menganalisis kondisi kulit secara cepat (real-time), mengidentifikasi masalah kulit secara spesifik, dan memberikan rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan tipe kulit setiap individu.

(5) Tidak hanya itu, AI dalam dunia kecantikan juga membantu mengembangkan formula baru yang inovatif, memprediksi tren kecantikan, dan menyesuaikan pengalaman konsumen dengan kebutuhan kulit masing-masing. (6) Dengan demikian, tren AI tidak hanya mengubah cara pembuatan dan penjualan produk kecantikan, tetapi juga membangun interaksi konsumen dengan AI untuk perawatan kecantikan mereka sehari-hari.

Bentuk pe-an pada kata perawatan dalam kalimat (2) mempunyai makna yang sama dengan bentuk pe-an pada kalimat ....

A. Di pelabuhan itu, banyak kapal pesiar singgah dalam waktu yang cukup lama.
B. Ikan-ikan yang ditangkap para nelayan dijual di pelelangan ikan.
C. Para petani modern sudah menerapkan teknologi pembenihan.
D. Perumahan yang ramah lingkungan harus disiapkan oleh pemerintah.
E. Sebenarnya cerita pewayangan menggambarkan peristiwa dunia nyata.
Jawaban dan Pembahasan

Kita analisis struktur kata perawatan.

Strukturnya:

\( pe- + rawat + -an = perawatan \)

Makna imbuhan pe-an pada kata tersebut adalah:

\( pe-an \rightarrow proses / kegiatan \)

Sehingga:

\( perawatan = proses \ merawat \)


Analisis pilihan:

A. pelabuhan ✘ Bermakna tempat.

B. pelelangan ✘ Lebih bermakna tempat berlangsungnya kegiatan.

C. pembenihan ✔ \( pe- + benih + -an = pembenihan \) Bermakna proses membenihkan. Sama-sama bermakna proses/kegiatan.

D. perumahan ✘ Bermakna tempat.

E. pewayangan ✘ Bermakna dunia/hal yang berkaitan dengan wayang.


Jawaban: C


No 32

Seiring dengan perkembangan zaman, kompor induksi sudah mulai banyak diminati dan perlahan menggeser kompor gas. Kompor ini memiliki cara kerja yang berbeda dibandingkan dengan kompor konvensional untuk menyalurkan panas. Kompor induksi atau kompor listrik bekerja ketika alat masak diletakkan di atas kompor lalu arus listrik bolak-balik mengitari badan kompor melalui gulungan kawat. Arus listrik tersebut bergerak bolak-balik dan menghasilkan pergerakan arus melalui resistansi alat masak. Dengan kata lain, kompor jenis ini memanaskan peralatan yang didudukkan di atasnya melalui induksi magnetik secara langsung. Panas dialirkan ke alat masak yang di dalamnya terdapat bahan makanan sehingga kompor tidak panas dan aman untuk disentuh.

Kelompok kata yang berpasangan tetap dalam bacaan tersebut adalah ....

A.cara kerja (kalimat 2)
B.gulungan kawat (kalimat 3)
C.medan magnet (kalimat 4)
D.induksi magnetik (kalimat 5)
E.alat masak (kalimat 6)
Jawaban dan Analisis

Jawaban yang benar adalah D.

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, pasangan tetap adalah gabungan dua kata yang membentuk satu makna khusus dan tidak dapat dipisahkan atau diganti sembarangan karena sudah menjadi istilah baku.

Mari kita analisis satu per satu:

A. cara kerja → Ini adalah frasa umum. Kata “cara” dan “kerja” masih bisa dipisah dan diganti, misalnya “cara belajar”, “cara memasak”. Jadi bukan pasangan tetap khusus.

B. gulungan kawat → Ini hanya menunjukkan benda (kawat yang digulung). Secara struktur, ini adalah frasa nomina biasa, bukan istilah tetap.

C. medan magnet → Walaupun merupakan istilah fisika, frasa ini tidak tertulis secara langsung dalam bacaan.

D. induksi magnetik → Ini adalah istilah ilmiah dalam fisika. Dalam materi SMA, induksi magnetik adalah proses timbulnya arus listrik akibat perubahan medan magnet. Pasangan kata ini membentuk satu konsep utuh dan tidak bisa diganti menjadi “induksi magnet” atau “magnet induksi” karena maknanya berubah. Jadi ini termasuk pasangan tetap.

E. alat masak → Ini adalah frasa umum, bisa diganti menjadi “alat tulis”, “alat musik”, sehingga bukan pasangan tetap khusus.

Kesimpulan: Frasa yang merupakan pasangan tetap (istilah ilmiah baku) adalah induksi magnetik.


No 33

Pengembangan teknologi di bidang perikanan mendorong para nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan. Alat tangkap dan alat bantu navigasi yang canggih dapat membantu mereka menemukan lokasi ikan dengan lebih cepat dan efisien. Alat tangkap canggih, seperti lampu penangkap ikan dan jaring, juga membantu nelayan menangkap ikan dengan lebih efisien. Selain itu, teknologi juga telah mendukung produksi ikan di kolam-kolam. Produsen ikan dapat mengotomatisasi pemeliharaan ikan dan mengikuti perkembangan kondisi ikan dengan lebih baik. Sistem pengontrol suhu air dan sistem otomatisasi pemeliharaan ikan membantu produsen ikan dalam meningkatkan produktivitas ikan. Pada proses pengolahan ikan, penggunaan mesin otomatis, pengayak, mesin pemotong, dan mesin pengemas sangat membantu dalam kecepatan produksi dan pengolahan. Dengan demikian, kualitas produk ikan dapat ditingkatkan.

Kelompok kata yang berpasangan tetap dalam bacaan tersebut adalah ....

A.hasil tangkapan (kalimat 1)
B.alat bantu (kalimat 2)
C.produksi ikan (kalimat 4)
D.proses pengolahan (kalimat 7)
E.kualitas produk (kalimat 8)
Jawaban dan Analisis

Jawaban yang benar adalah A.

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, pasangan tetap adalah gabungan dua kata yang membentuk makna khusus dan tidak dapat diubah urutannya atau diganti sembarangan karena sudah menjadi satu kesatuan makna.

Analisis setiap pilihan:

A. hasil tangkapan → Ini adalah istilah tetap dalam bidang perikanan. Tidak lazim diubah menjadi “tangkapan hasil” karena maknanya menjadi tidak baku. Frasa ini sudah menjadi satu kesatuan makna dalam konteks perikanan.

B. alat bantu → Ini adalah frasa umum. Kata “alat” dapat dipasangkan dengan banyak kata lain seperti alat tulis, alat musik, alat ukur. Jadi bukan pasangan tetap khusus.

C. produksi ikan → Ini frasa biasa yang menunjukkan kegiatan memproduksi ikan. Masih bisa divariasikan, misalnya produksi padi, produksi barang.

D. proses pengolahan → Ini frasa deskriptif biasa. Kata “proses” dapat dipasangkan dengan banyak kata lain seperti proses belajar, proses produksi.

E. kualitas produk → Ini frasa umum dalam berbagai bidang, bukan pasangan tetap khusus.

Kesimpulan: Frasa yang termasuk pasangan tetap dalam bacaan tersebut adalah hasil tangkapan.


No 34

Teknologi transportasi laut memainkan peran penting dalam logistik global. Lebih dari 90% perdagangan dunia dilakukan melalui laut. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi dan keamanan transportasi laut menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global. Inovasi dalam teknologi membawa perubahan signifikan pada industri transportasi laut karena pengiriman barang menjadi lebih cepat, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu bentuk inovasinya adalah kapal otomatis dalam industri transportasi laut yang memperbesar efisiensi operasional. Kapal otonom yang canggih ini mampu beroperasi tanpa awak dengan intervensi minimal dari manusia. Penggunaan sistem navigasi otomatis, sensor, dan kecerdasan buatan, serta pelacakan real time pada kapal otonom dapat mengurangi biaya operasional, risiko kesehatan, pencurian, dan kehilangan kargo. Kapal otonom dapat beroperasi sepanjang waktu sehingga efisiensi dapat meningkatkan efisiensi pengiriman barang.

Kelompok kata yang berpasangan tetap pada bacaan tersebut adalah ....

(A)logistik global (kalimat 1)
(B)transportasi laut (kalimat 3)
(C)ramah lingkungan (kalimat 4)
(D)efisiensi operasional (kalimat 5)
(E)sepanjang waktu (kalimat 8)
Jawaban dan Analisis

Jawaban yang benar adalah (C).

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, pasangan tetap adalah dua kata yang membentuk satu kesatuan makna dan tidak dapat diubah susunannya tanpa merusak makna atau kebakuannya.

Analisis setiap pilihan:

(A) logistik global → Ini adalah frasa biasa (kata benda + sifat). Susunan ini masih bisa divariasikan seperti logistik nasional, logistik internasional. Jadi bukan pasangan tetap khusus.

(B) transportasi laut → Ini adalah frasa penjelas jenis transportasi. Masih dapat diganti seperti transportasi darat, transportasi udara.

(C) ramah lingkungan → Ini adalah ungkapan tetap yang sudah menjadi istilah baku. Tidak dapat diubah menjadi “lingkungan ramah” karena maknanya menjadi tidak lazim. Frasa ini membentuk satu kesatuan makna tetap.

(D) efisiensi operasional → Frasa ini masih bersifat deskriptif dan bisa divariasikan, misalnya efisiensi biaya, efisiensi waktu.

(E) sepanjang waktu → Ini adalah keterangan waktu biasa, bukan pasangan tetap khusus dalam bentuk istilah.

Kesimpulan: Pasangan tetap dalam bacaan tersebut adalah ramah lingkungan.


No 35

(1) Saat ini kecerdasan buatan atau artificial intelijen (AI) bukan hanya tentang robot atau sistem otomatisasi yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. (2) AI juga menjadi sahabat terbaik dalam perawatan kulit. (3) Tren AI dalam industri kecantikan merupakan revolusi cantikan yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan ilmu perawatan kulit. (4) Melalui teknologi cerdas dalam pemrosesan data, AI mampu menganalisis kondisi kulit secara cepat (real-time), mengidentifikasi masalah kulit secara spesifik, dan memberikan rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan tipe kulit setiap individu.

(5) Tidak hanya itu, AI dalam dunia kecantikan juga membantu mengembangkan formula baru yang inovatif, memprediksi tren kecantikan, dan menyesuaikan pengalaman konsumen dengan kebutuhan kulit masing-masing. (6) Dengan demikian, tren AI tidak hanya mengubah cara pembuatan dan penjualan produk kecantikan, tetapi juga membantu meningkatkan interaksi konsumen dengan AI untuk perawatan kecantikan mereka sehari-hari.

Kelompok kata yang berpasangan tetap dalam bacaan tersebut adalah …

(a)Sahabat terbaik (kalimat 2)
(b)Kecerdasan buatan (kalimat 3)
(c)Tipe kulit (kalimat 4)
(d)Formula baru (kalimat 5)
(e)Produk kecantikan (kalimat 6)
Jawaban dan Analisis

Jawaban: (b) Kecerdasan buatan (kalimat 3)

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, pasangan kata berpasangan tetap adalah gabungan kata yang sudah menjadi istilah baku atau ungkapan tetap, sehingga dipakai sebagai satu kesatuan makna dan tidak lazim diubah-ubah.

Analisis tiap opsi:

(a) Sahabat terbaik → Ini adalah ungkapan penilaian (bisa diganti menjadi “teman terbaik”, “sahabat dekat”, dan sebagainya). Artinya tidak bersifat baku sebagai istilah tertentu, sehingga bukan pasangan tetap.

(b) Kecerdasan buatan → Ini adalah istilah baku dalam bidang teknologi untuk menyebut AI. Frasa ini sudah menjadi satu kesatuan makna (setara dengan istilah “AI”), sehingga termasuk pasangan tetap.

(c) Tipe kulit → Ini frasa umum (tipe + benda). Bisa menjadi “tipe rambut”, “tipe wajah”, “tipe tubuh”. Jadi bukan pasangan tetap khusus.

(d) Formula baru → Ini frasa biasa (formula yang baru). Kata “baru” hanya menerangkan, bukan membentuk istilah tetap.

(e) Produk kecantikan → Ini frasa kategori umum (produk untuk kecantikan). Masih bisa diganti “produk kesehatan”, “produk perawatan”, dan sebagainya, sehingga bukan pasangan tetap.

Kesimpulan: pasangan tetap yang paling jelas sebagai istilah baku pada bacaan adalah kecerdasan buatan.


No 36

Seiring dengan perkembangan zaman, kompor induksi sudah mulai banyak diminati dan perlahan menggeser kompor gas. Kompor ini memiliki cara kerja yang berbeda dibandingkan dengan kompor konvensional untuk menyalurkan panas. Kompor induksi atau kompor listrik bekerja ketika alat masak diletakkan di atas kompor lalu arus listrik bolak-balik mengitari badan kompor melalui gulungan kawat. Arus listrik tersebut bergerak bolak-balik dan menghasilkan pergerakan arus melalui resistansi alat masak. Dengan kata lain, kompor jenis ini memanaskan peralatan yang didudukkan di atasnya melalui induksi magnetik secara langsung. Panas dialirkan ke alat masak yang di dalamnya terdapat bahan makanan sehingga kompor tidak panas dan aman untuk disentuh.

Sesuai dengan konteks dalam bacaan tersebut, kata konvensional (kalimat 2) memiliki makna yang berlawanan dengan kata …

a.unik
b.alternatif
c.kontemporer
d.revolusioner
e.modern
Jawaban dan Analisis

Jawaban: e. modern

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, untuk mencari makna berlawanan (antonim), kita harus memahami arti kata dalam konteks kalimat.

Kata konvensional berarti: bersifat tradisional, biasa digunakan sejak lama, mengikuti kebiasaan umum, tidak menggunakan teknologi terbaru.

Pada bacaan, kompor konvensional dibandingkan dengan kompor induksi yang menggunakan teknologi baru. Artinya, konvensional di sini berarti kompor lama atau tradisional.

Analisis pilihan:

a. unik → berarti berbeda dari yang lain. Tidak berlawanan langsung dengan konvensional.

b. alternatif → berarti pilihan lain. Tidak menunjukkan lawan makna tradisional.

c. kontemporer → berarti masa kini, tetapi belum tentu berbasis teknologi modern.

d. revolusioner → berarti membawa perubahan besar, tetapi bukan lawan langsung dari tradisional.

e. modern → berarti baru, mengikuti perkembangan zaman, menggunakan teknologi terbaru. Inilah lawan makna paling tepat dari konvensional.

Kesimpulan: Antonim dari kata konvensional dalam konteks bacaan adalah modern.


No 37

Pengembangan teknologi di bidang perikanan mendorong para nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan. Alat tangkap dan alat bantu navigasi yang canggih dapat membantu mereka menemukan lokasi ikan dengan lebih cepat dan efisien. Alat tangkap canggih, seperti lampu penangkap ikan dan jaring, juga membantu nelayan menangkap ikan dengan lebih efisien. Selain itu, teknologi juga telah mendukung produksi ikan di kolam-kolam. Produsen ikan dapat mengotomatisasi pemeliharaan ikan dan mengikuti perkembangan kondisi ikan dengan lebih baik. Sistem pengontrol suhu air dan sistem otomatisasi pemeliharaan ikan membantu produsen ikan dalam meningkatkan produktivitas ikan. Pada proses pengolahan ikan, penggunaan pengolah ikan otomatis, pengayak, mesin pemotong, dan mesin pengemas sangat membantu dalam kecepatan produktivitas dan pengolahan. Dengan demikian, kualitas produksi ikan dapat ditingkatkan.

Sesuai dengan konteks dalam bacaan tersebut, kata canggih (kalimat 2) memiliki makna yang berlawanan dengan kata …

(a)Primitif
(b)usang
(c)klasik
(d)kuno
(e)tradisional
Jawaban dan Analisis

Jawaban: (a) Primitif

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, mencari makna berlawanan (antonim) harus melihat konteks.

Kata canggih pada bacaan digunakan untuk menjelaskan alat tangkap dan alat bantu navigasi yang memakai teknologi maju sehingga kerja menjadi lebih cepat dan efisien.

Jadi, canggih bermakna: modern, maju, menggunakan teknologi terbaru.

Analisis tiap pilihan:

(a) Primitif → berarti sangat sederhana, belum maju, belum berkembang. Ini adalah lawan makna yang paling tepat dari “canggih”.

(b) usang → berarti sudah lama/kurang layak dipakai. Ini lebih dekat ke “tua” atau “lapuk”, bukan lawan langsung dari “teknologi maju”.

(c) klasik → berarti bernilai lama/berciri khas masa lampau, tidak selalu bermakna “tidak maju”.

(d) kuno → berarti tua/berasal dari masa lampau, tetapi tidak selalu menunjukkan tingkat teknologi “sangat sederhana”.

(e) tradisional → berarti mengikuti tradisi atau kebiasaan lama, bisa menjadi lawan konteks “modern”, tetapi tidak sekuat “primitif” dalam menunjukkan “belum maju”.

Kesimpulan: antonim paling tepat untuk canggih pada konteks bacaan adalah primitif.


No 38

Teknologi transportasi laut memainkan peran penting dalam logistik global. Lebih dari 90% perdagangan dunia dilakukan melalui laut. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi dan keamanan transportasi laut menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global. Inovasi dalam teknologi membawa perubahan signifikan pada industri transportasi laut karena pengiriman barang menjadi lebih cepat, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu bentuk inovasinya adalah kapal otomatis dalam industri transportasi laut yang memperbesar efisiensi operasional. Kapal otonom yang canggih ini mampu beroperasi tanpa awak dengan intervensi minimal dari manusia. Penggunaan sistem navigasi otomatis, sensor, dan kecerdasan buatan, serta pelacakan real time pada kapal otonom dapat mengurangi biaya operasional, risiko kesehatan, pencurian, dan kehilangan kargo. Kapal otonom dapat beroperasi sepanjang waktu sehingga efisiensi dapat meningkatkan efisiensi pengiriman barang.

Sesuai dengan konteks bacaan tersebut, kata canggih (kalimat 6) memiliki makna yang berlawanan dengan kata …

(a)kuno
(b)manual
(c)tradisional
(d)sederhana
(e)antik
Jawaban dan Analisis

Jawaban: (d) sederhana

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, untuk menentukan antonim (makna berlawanan), kita harus memahami arti kata berdasarkan konteks kalimat.

Kata canggih dalam bacaan menjelaskan kapal otonom yang menggunakan teknologi modern seperti sistem navigasi otomatis, sensor, dan kecerdasan buatan.

Makna canggih adalah: maju, modern, berteknologi tinggi, dan tidak sederhana.

Analisis tiap pilihan:

(a) kuno → berarti berasal dari masa lampau, tetapi belum tentu sederhana dalam cara kerja.

(b) manual → berarti dilakukan dengan tangan/manusia, ini lebih mengarah pada cara pengoperasian, bukan tingkat kemajuan teknologi.

(c) tradisional → berarti mengikuti kebiasaan lama, tetapi tidak selalu menunjukkan tingkat kompleksitas.

(d) sederhana → berarti tidak rumit, tidak kompleks. Ini adalah lawan makna paling tepat dari “canggih” yang berarti rumit dan berteknologi tinggi.

(e) antik → berarti kuno dan bernilai sejarah, tidak berkaitan langsung dengan tingkat teknologi.

Kesimpulan: antonim paling tepat untuk kata canggih dalam konteks bacaan adalah sederhana.


No 39

(1) Saat ini kecerdasan buatan atau artificial intelijen (AI) bukan hanya tentang robot atau sistem otomatisasi yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. (2) AI juga menjadi sahabat terbaik dalam perawatan kulit. (3) Tren AI dalam industri kecantikan merupakan revolusi kecantikan yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan ilmu perawatan kulit. (4) Melalui teknologi cerdas dalam pemrosesan data, AI mampu menganalisis kondisi kulit secara cepat (real-time), mengidentifikasi masalah kulit secara spesifik, dan memberikan rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan tipe kulit setiap individu.

(5) Tidak hanya itu, AI dalam dunia kecantikan juga membantu mengembangkan formula baru yang inovatif, memprediksi tren kecantikan, dan menyesuaikan pengalaman konsumen dengan kebutuhan kulit masing-masing. (6) Dengan demikian, tren AI tidak hanya mengubah cara pembuatan dan penjualan produk kecantikan, tetapi juga membangun interaksi konsumen dengan AI untuk perawatan kecantikan mereka sehari-hari.

Sesuai dengan konteks dalam bacaan tersebut, kata cerdas (kalimat 4) memiliki makna yang berlawanan dengan kata …

(a)Bodoh
(b)Kolot
(c)Lambat
(d)Kuno
(e)Manual
Jawaban dan Analisis

Jawaban: (a) Bodoh

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, untuk menentukan antonim (makna berlawanan), kita harus memahami arti kata berdasarkan konteks kalimat.

Kata cerdas pada kalimat (4) menjelaskan kemampuan teknologi AI dalam menganalisis data dan memberikan rekomendasi secara tepat dan cepat.

Makna cerdas adalah: pintar, memiliki kemampuan berpikir atau menganalisis dengan baik.

Analisis tiap pilihan:

(a) Bodoh → berarti tidak pintar, tidak mampu berpikir dengan baik. Ini adalah lawan makna langsung dari “cerdas”.

(b) Kolot → berarti berpikiran kuno atau tidak mau menerima perubahan, bukan lawan langsung dari pintar.

(c) Lambat → berarti tidak cepat. Ini berhubungan dengan kecepatan, bukan kecerdasan.

(d) Kuno → berarti berasal dari masa lampau, tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan.

(e) Manual → berarti dilakukan dengan tangan atau manusia, bukan lawan dari pintar.

Kesimpulan: antonim paling tepat dari kata cerdas dalam konteks bacaan adalah bodoh.


No 40

Seiring dengan perkembangan zaman, kompor induksi sudah mulai banyak diminati dan perlahan menggeser kompor gas. Kompor ini memiliki cara kerja yang berbeda dibandingkan dengan kompor konvensional untuk menyalurkan panas. Kompor induksi atau kompor listrik bekerja ketika alat masak diletakkan di atas kompor lalu arus listrik bolak-balik mengitari badan kompor melalui gulungan kawat. Arus listrik tersebut bergerak bolak-balik dan menghasilkan pergerakan arus melalui resistansi alat masak. Dengan kata lain, kompor jenis ini memanaskan peralatan yang didudukkan di atasnya melalui induksi magnetik secara langsung. Panas dialirkan ke alat masak yang di dalamnya terdapat bahan makanan sehingga kompor tidak panas dan aman untuk disentuh.

Kata dalam bacaan tersebut yang mengacu pada makna yang sebenarnya adalah ….

a.menggeser (kalimat 1)
b.menyalurkan (kalimat 2)
c.mengitari (kalimat 3)
d.didudukkan (kalimat 5)
e.disentuh (kalimat 6)
Jawaban dan Analisis

Jawaban: a. menggeser (kalimat 1)

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, kata yang mengacu pada makna sebenarnya (denotatif) adalah kata yang digunakan sesuai arti lugasnya, bukan kiasan. Sebaliknya, kata yang tidak bermakna sebenarnya (konotatif) dipakai secara kiasan.

Pada kalimat (1), frasa “perlahan menggeser kompor gas” tidak berarti kompor induksi mendorong atau memindahkan kompor gas secara fisik. Maksudnya adalah kompor induksi menggantikan atau mengurangi penggunaan kompor gas. Jadi, kata “menggeser” dipakai secara kiasan.

Analisis pilihan lain:

b. menyalurkan → pada konteks “menyalurkan panas”, maknanya lugas: panas dipindahkan/dihantarkan dari sumber ke alat masak.

c. mengitari → pada konteks “arus listrik ... mengitari badan kompor”, maknanya lugas: arus listrik (pada rangkaian/medan) bergerak melingkari bagian kompor.

d. didudukkan → pada konteks “peralatan yang didudukkan di atasnya”, maknanya lugas: peralatan diletakkan/ditaruh di atas kompor.

e. disentuh → maknanya lugas: dipegang atau terkena tangan.

Kesimpulan: satu-satunya kata yang dipakai tidak sesuai makna sebenarnya (kiasan) adalah menggeser, sehingga itulah jawaban yang dimaksud pada soal.


No 41

Pengembangan teknologi di bidang perikanan mendorong para nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan. Alat tangkap dan alat bantu navigasi yang canggih dapat membantu mereka menemukan lokasi ikan dengan lebih cepat dan efisien. Alat tangkap canggih, seperti lampu penangkap ikan dan jaring, juga membantu nelayan menangkap ikan dengan lebih efisien. Selain itu, teknologi juga telah mendukung produksi ikan di kolam-kolam. Produsen ikan dapat mengotomatisasi pemeliharaan ikan dan mengikuti perkembangan kondisi ikan dengan lebih baik. Sistem pengontrol suhu air dan sistem otomatisasi pemeliharaan ikan membantu produsen ikan dalam meningkatkan produktivitas ikan. Pada proses pengolahan ikan, penggunaan pengolah ikan otomatis, pengayak, mesin pemotong, dan mesin pengemas sangat membantu dalam kecepatan produktivitas dan pengolahan. Dengan demikian, kualitas produksi ikan dapat ditingkatkan.

Kata dalam bacaan tersebut yang mengacu pada makna yang sebenarnya adalah …

(a)mendorong (kalimat 1)
(b)menemukan (kalimat 2)
(c)mendukung (kalimat 4)
(d)mengikuti (kalimat 5)
(e)meningkatkan (kalimat 6)
Jawaban dan Analisis

Jawaban: (b) menemukan (kalimat 2)

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, makna sebenarnya (denotatif) adalah makna lugas sesuai kamus, bukan makna kiasan. Sementara itu, makna tidak sebenarnya (konotatif) adalah makna yang dipakai secara kiasan.

Analisis tiap pilihan:

(a) mendorong → Pada kalimat (1) “pengembangan teknologi ... mendorong para nelayan”, kata “mendorong” tidak berarti mendorong secara fisik, melainkan “memacu/menjadi pendorong”. Ini bersifat kiasan.

(b) menemukan → Pada kalimat (2) “membantu mereka menemukan lokasi ikan”, kata “menemukan” dipakai lugas: mengetahui/menjumpai lokasi ikan. Ini makna sebenarnya.

(c) mendukung → Pada kalimat (4) “teknologi ... mendukung produksi ikan”, kata “mendukung” tidak berarti menopang secara fisik, tetapi “membantu/memperkuat”. Ini cenderung kiasan.

(d) mengikuti → Pada kalimat (5) “mengikuti perkembangan kondisi ikan”, kata “mengikuti” tidak berarti berjalan di belakang, tetapi “memantau/menyesuaikan”. Ini makna kiasan.

(e) meningkatkan → Pada kalimat (6) “meningkatkan produktivitas ikan”, kata “meningkatkan” dipakai dalam arti “membuat lebih tinggi/lebih banyak”. Ini masih bisa dianggap lugas, tetapi dalam soal ini yang paling jelas dan konkret sebagai makna sebenarnya adalah “menemukan” karena langsung menunjuk tindakan nyata: menemukan lokasi ikan.

Kesimpulan: kata yang paling jelas mengacu pada makna sebenarnya adalah menemukan.


No 42

Teknologi transportasi laut memainkan peran penting dalam logistik global. Lebih dari 90% perdagangan dunia dilakukan melalui laut. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi dan keamanan transportasi laut menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global. Inovasi dalam teknologi membawa perubahan signifikan pada industri transportasi laut karena pengiriman barang menjadi lebih cepat, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu bentuk inovasinya adalah kapal otomatis dalam industri transportasi laut yang memperbesar efisiensi operasional. Kapal otonom yang canggih ini mampu beroperasi tanpa awak dengan intervensi minimal dari manusia. Penggunaan sistem navigasi otomatis, sensor, dan kecerdasan buatan, serta pelacakan real time pada kapal otonom dapat mengurangi biaya operasional, risiko kesehatan, pencurian, dan kehilangan kargo. Kapal otonom dapat beroperasi sepanjang waktu sehingga efisiensi dapat meningkatkan efisiensi pengiriman barang.

Kata dalam bacaan tersebut yang mengacu pada makna yang sebenarnya adalah …

(a)memainkan (kalimat 1)
(b)mendorong (kalimat 3)
(c)membawa (kalimat 4)
(d)memperbesar (kalimat 5)
(e)mengurangi (kalimat 7)
Jawaban dan Analisis

Jawaban: (e) mengurangi (kalimat 7)

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, makna sebenarnya (denotatif) adalah makna lugas sesuai arti kata, sedangkan makna tidak sebenarnya (konotatif) dipakai secara kiasan.

Analisis tiap pilihan:

(a) memainkan → Pada kalimat (1) “memainkan peran penting”, kata “memainkan” tidak berarti bermain seperti permainan, tetapi bermakna “menjalankan/berperan”. Ini makna kiasan.

(b) mendorong → Pada kalimat (3) “mendorong pertumbuhan ekonomi”, tidak berarti mendorong secara fisik, tetapi “memacu”. Ini makna kiasan.

(c) membawa → Pada kalimat (4) “membawa perubahan signifikan”, bukan membawa secara fisik, tetapi “menyebabkan”. Ini makna kiasan.

(d) memperbesar → Pada kalimat (5) “memperbesar efisiensi operasional”, tidak berarti memperbesar ukuran, melainkan “meningkatkan”. Ini cenderung kiasan.

(e) mengurangi → Pada kalimat (7) “dapat mengurangi biaya operasional, risiko kesehatan, pencurian, dan kehilangan kargo”, kata “mengurangi” dipakai lugas: membuat jumlah/tingkatnya menjadi lebih kecil. Ini makna sebenarnya.

Kesimpulan: kata yang paling jelas mengacu pada makna sebenarnya adalah mengurangi.


No 43

(1) Saat ini kecerdasan buatan atau artificial intelijen (AI) bukan hanya tentang robot atau sistem otomatisasi yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. (2) AI juga menjadi sahabat terbaik dalam perawatan kulit. (3) Tren AI dalam industri kecantikan merupakan revolusi kecantikan yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan ilmu perawatan kulit. (4) Melalui teknologi cerdas dalam pemrosesan data, AI mampu menganalisis kondisi kulit secara cepat (real-time), mengidentifikasi masalah kulit secara spesifik, dan memberikan rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan tipe kulit setiap individu.

(5) Tidak hanya itu, AI dalam dunia kecantikan juga membantu mengembangkan formula baru yang inovatif, memprediksi tren kecantikan, dan menyesuaikan pengalaman konsumen dengan kebutuhan kulit masing-masing. (6) Dengan demikian, tren AI tidak hanya mengubah cara pembuatan dan penjualan produk kecantikan, tetapi juga membangun interaksi konsumen dengan AI untuk perawatan kecantikan mereka sehari-hari.

Kata dalam bacaan tersebut yang mengacu pada makna yang sebenarnya adalah …

(a)Sahabat (kalimat 2)
(b)Revolusi (kalimat 3)
(c)Perawatan (kalimat 4)
(d)Dunia (kalimat 5)
(e)Membangun (kalimat 6)
Jawaban dan Analisis

Jawaban: (c) Perawatan (kalimat 4)

Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, makna sebenarnya (denotatif) adalah makna lugas sesuai arti kata, sedangkan makna tidak sebenarnya (konotatif) adalah makna kiasan.

Analisis tiap pilihan:

(a) Sahabat → Pada kalimat (2) “AI menjadi sahabat terbaik”, AI tentu bukan sahabat dalam arti teman manusia sungguhan. Kata “sahabat” dipakai untuk mengibaratkan AI sebagai pendamping. Ini makna kiasan.

(b) Revolusi → Pada kalimat (3) “revolusi kecantikan”, kata “revolusi” tidak berarti pergantian kekuasaan atau revolusi fisik, melainkan perubahan besar. Ini cenderung kiasan.

(c) Perawatan → Pada kalimat (4) “rekomendasi perawatan”, kata “perawatan” dipakai lugas: tindakan merawat kulit. Ini makna sebenarnya.

(d) Dunia → Pada kalimat (5) “AI dalam dunia kecantikan”, kata “dunia” tidak berarti planet bumi, tetapi bidang/lingkup. Ini makna kiasan.

(e) Membangun → Pada kalimat (6) “membangun interaksi”, kata “membangun” tidak berarti membuat bangunan, tetapi menciptakan/meningkatkan. Ini makna kiasan.

Kesimpulan: kata yang paling jelas bermakna sebenarnya adalah perawatan.


No 44

1Kesetaraan gender dalam ilmu pengetahuan, khususnya dalam hal riset dan penulisan artikel, masih menjadi tantangan serius. 2Meskipun partisipasi dalam sains, teknologi, dan matematika meningkat, keterwakilan perempuan masih dianggap kurang. 3Dari 5,8 juta ilmuwan dunia yang dianalisis, partisipasi ilmuwan perempuan telah meningkat meskipun ilmuwan pria tetap mendominasi. 4Menariknya, beberapa ilmuwan perempuan Indonesia mulai menunjukkan upaya berkelanjutan. 5Beberapa perempuan berpartisipasi secara signifikan di tingkat dunia dalam waktu relatif singkat. 6Hal itu yang menunjukkan upaya perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi.

7Temuan dari penelitian itu juga menunjukkan ilmuwan perempuan di Indonesia cenderung terkonsentrasi di bidang tertentu. 8Ilmuwan laki-laki tersebar di subbidang, seperti ilmu pangan, nanoteknologi, bisnis dan manajemen, serta farmakologi dan farmasi. 9Sebaliknya, ilmuwan perempuan banyak berkiprah di bidang pendidikan, berkarya dalam ilmu kecerdasan buatan, dan dikelaskikan dalam pemrosesan citra.

13. Kata yang tepat di awal paragraf dua untuk menghubungkan kedua paragraf pada bacaan adalah ....

A. sementara itu
B. lebih lanjut
C. oleh karena itu
D. sebagai tambahan
E. meskipun demikian
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita harus memahami hubungan logis antara paragraf pertama dan paragraf kedua.

Paragraf pertama membahas:

  • Tantangan kesenjangan gender.
  • Peningkatan partisipasi perempuan.
  • Dominasi ilmuwan laki-laki.
  • Upaya perempuan yang mulai berkembang.

Paragraf kedua membahas:

  • Hasil penelitian lanjutan.
  • Perbedaan bidang konsentrasi antara laki-laki dan perempuan.

Artinya, paragraf kedua tidak menyimpulkan dan tidak bertentangan dengan paragraf pertama, tetapi memberi informasi lanjutan.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. sementara itu
Digunakan untuk membandingkan dua keadaan yang berjalan sejajar. Bisa saja, tetapi nuansanya lebih ke kontras ringan.

B. lebih lanjut
Digunakan untuk menambahkan penjelasan lanjutan terhadap informasi sebelumnya. Ini sesuai karena paragraf kedua memperdalam pembahasan.

C. oleh karena itu
Digunakan untuk menyatakan akibat. Paragraf kedua bukan akibat dari paragraf pertama.

D. sebagai tambahan
Menambahkan informasi, tetapi biasanya bersifat pelengkap biasa, bukan hasil penelitian lanjutan.

E. meskipun demikian
Digunakan untuk menyatakan pertentangan. Tidak ada pertentangan di sini.

Karena paragraf kedua merupakan pengembangan lanjutan dari temuan sebelumnya, maka kata penghubung yang paling tepat adalah:

Jawaban: B. lebih lanjut


No 45

1Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan sumber daya manusia (SDM). 2Di era perkembangan teknologi saat ini, terjadi perubahan yang sangat dahsyat dalam dunia pendidikan. 3Akan tetapi, perubahan yang tidak hanya menyebabkan perubahan sosial budaya, tetapi juga kesenjangan ekonomi. 4Hal itu terjadi karena akses pendidikan belum merata. 5Pemerataan akses pendidikan akan memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk mengembangkan potensi dirinya.

6Setiap orang seharusnya dapat mengenyam pendidikan sesuai dengan minatnya karena pendidikan merupakan hal yang strategis untuk pengembangan potensi masyarakat. 7Karena berperan penting dalam pembangunan SDM, pemerintah perlu mengupayakan pemerataan pendidikan di Indonesia. 8Selain itu, pendidikan harus mampu memaksimalkan potensi individu, dorongan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan kualitas SDM.

(Diadaptasi dari https://money.kompas.com)

Kata yang tepat di awal paragraf dua untuk menghubungkan kedua paragraf pada bacaan adalah ....

A. akan tetapi
B. selain itu
C. berkaitan dengan hal itu
D. sebagai pertimbangan
E. sementara itu
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep hubungan logis antarkalimat.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA, hubungan antarkalimat dapat dianalisis seperti relasi dalam logika:

Jika Paragraf 1 menyatakan gagasan \( P \), dan Paragraf 2 memperkuat atau melanjutkan gagasan tersebut menjadi \( P + Q \), maka konjungsi yang digunakan adalah konjungsi penambahan.

Mari kita identifikasi:

Paragraf 1 membahas pentingnya pendidikan dan masalah ketidakmerataan akses.

Paragraf 2 membahas kewajiban setiap orang memperoleh pendidikan dan peran pemerintah dalam pemerataan.

Artinya, paragraf kedua menambahkan dan memperkuat gagasan sebelumnya, bukan menentang dan bukan menyimpulkan akibat.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. akan tetapi
Konjungsi pertentangan. Digunakan jika hubungan adalah \( P \) tetapi \( Q \). Tidak sesuai karena paragraf kedua tidak bertentangan.

B. selain itu
Konjungsi penambahan. Polanya \( P \) dan \( Q \). Sangat sesuai karena paragraf kedua memperluas pembahasan.

C. berkaitan dengan hal itu
Menunjukkan hubungan relevansi, tetapi kurang tepat sebagai penghubung utama paragraf yang menambah gagasan secara langsung.

D. sebagai pertimbangan
Biasanya digunakan dalam konteks pengambilan keputusan, bukan hubungan ide umum.

E. sementara itu
Digunakan untuk membandingkan dua kondisi yang berjalan bersamaan. Tidak ada perbandingan di sini.

Karena hubungan antara kedua paragraf adalah hubungan penambahan gagasan \( P + Q \), maka jawaban yang tepat adalah:

Jawaban: B. selain itu


No 46

1Guru harus menjadi sosok yang mencerahkan. 2Dalam proses pembelajaran di sekolah, keteladanan guru akan tertanam dalam diri siswa sampai kapan pun. 3Oleh karena itu, guru harus dapat membuka alam pikiran dan jiwa siswa, memupuk nilai kasih sayang, dan pemahaman kebhinekaan. 4Inilah sejatinya pendidikan karakter.

5Pemaknaan peran guru di sekolah berangkat dari fenomena interaksi sosial saat ini. 6Sayangnya, kondisi saat ini cenderung mencerminkan penurunan interaksi sosial. 7Di tingkat keluarga pun, nilai-nilai yang sudah banyak bergeser, seperti berkurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. 8Di Sekolah, karena lebih banyak digantikan oleh teknologi, kecenderungan peran guru dilihat sebagai pengajar daripada pendidik. 9Dalam masyarakat, interaksi dua arah sudah banyak digantikan oleh interaksi satu arah melalui aplikasi dalam ponsel.

(Diadaptasi dari https://pendidikan.karangsembak.go.id/)

Kata yang tepat di awal paragraf dua untuk menghubungkan kedua paragraf di atas adalah ....

A. dengan demikian
B. di samping itu
C. maka dari itu
D. sebagai tambahan
E. berbeda dengan hal di atas
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan jawaban, kita gunakan analisis hubungan logis antargagasan seperti yang diajarkan di tingkat SMA.

Misalkan:

Paragraf pertama menyatakan gagasan \( P \):
Guru adalah sosok yang mencerahkan dan berperan penting dalam pendidikan karakter.

Paragraf kedua menyatakan gagasan \( Q \):
Kondisi sosial saat ini menunjukkan penurunan interaksi sehingga peran guru mengalami pergeseran.

Sekarang kita analisis hubungan \( P \) dan \( Q \).

Paragraf kedua tidak menyimpulkan akibat langsung dari paragraf pertama. Paragraf kedua juga tidak bertentangan secara langsung. Paragraf kedua memberikan penjelasan tambahan mengenai kondisi sosial yang melatarbelakangi pentingnya peran guru.

Secara logika hubungan dapat ditulis:

\( P \rightarrow pentingnya guru \)
\( Q \rightarrow kondisi sosial yang melatarbelakangi \)

Hubungan ini bersifat penambahan informasi pendukung, bukan akibat dan bukan pertentangan.

Analisis Pilihan:

A. dengan demikian
Digunakan untuk menyatakan akibat: \( P \Rightarrow Q \). Tidak sesuai.

B. di samping itu
Konjungsi penambahan. Polanya \( P + Q \). Sesuai karena paragraf kedua menambahkan kondisi sosial.

C. maka dari itu
Menunjukkan akibat. Tidak tepat.

D. sebagai tambahan
Bisa bermakna penambahan, tetapi kurang tepat untuk konteks penjelasan sosial yang melatarbelakangi.

E. berbeda dengan hal di atas
Menunjukkan pertentangan. Tidak ada pertentangan eksplisit.

Karena hubungan kedua paragraf adalah hubungan penambahan informasi pendukung \( P + Q \), maka jawabannya adalah:

Jawaban: B. di samping itu


No 47

(1) Awan terbentuk dari kristal udara dan air yang seharusnya lebih padat daripada udara. (2) Namun, awan terlihat melayang bebas, mengapung tinggi, dan berlawanan gravitasi. (3) Mengapa awan tidak jatuh? (4) Hal itu terjadi karena awan tersebut tenggelam di dalam udara sekitarnya. (5) Hanya saja awan tersebut tenggelam dengan kecepatan yang sangat lambat sehingga terlihat mengapung.

(6) Galileo Galilei, jauh sebelum abad ke-16 menjelaskan bahwa semua benda jatuh bebas dengan kecepatan yang sama terlepas dari massanya. (7) Gaya gravitasi yang mendorong benda ke bawah dan memaksanya jatuh ke permukaan bumi. (8) Sebaliknya, penerjun payung dapat mendarat dengan aman karena parasut mendistribusikan massa ke area permukaan yang luas. (9) Karena tersebar di area yang luas, hambatan udaranya sangat besar pada awan.

Kata yang tepat di awal paragraf dua untuk menghubungkan kedua paragraf pada bacaan adalah ....

A. Sementara itu
B. Lebih jauh lagi
C. Oleh karena itu
D. Berbeda dengan hal di atas
E. Berkaitan dengan hal tersebut
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep fisika SMA tentang gaya dan gerak jatuh bebas.

Dalam fisika, gaya gravitasi dirumuskan:

\( F = m g \)

dengan:

  • \( F \) = gaya gravitasi
  • \( m \) = massa benda
  • \( g \) = percepatan gravitasi

Namun, ketika benda bergerak di udara, ada gaya hambatan udara. Jika hambatan udara besar, maka kecepatan jatuh menjadi kecil.

Paragraf pertama menjelaskan fenomena awan yang terlihat tidak jatuh karena tenggelam sangat lambat di udara.

Paragraf kedua menjelaskan konsep ilmiah dari Galileo tentang gerak jatuh bebas dan peran hambatan udara (contoh parasut).

Artinya, paragraf kedua masih berkaitan langsung dengan penjelasan ilmiah tentang fenomena pada paragraf pertama.

Hubungan logisnya dapat dituliskan:

Fenomena awan \( \rightarrow \) Penjelasan ilmiah tentang gravitasi dan hambatan udara.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Sementara itu
Digunakan untuk membandingkan dua peristiwa sejajar. Tidak tepat.

B. Lebih jauh lagi
Digunakan untuk memperluas pembahasan. Kurang tepat karena paragraf kedua bukan sekadar perluasan, tetapi penjelasan ilmiah.

C. Oleh karena itu
Menunjukkan akibat. Paragraf kedua bukan akibat dari paragraf pertama.

D. Berbeda dengan hal di atas
Menunjukkan pertentangan. Tidak ada pertentangan.

E. Berkaitan dengan hal tersebut
Menunjukkan hubungan langsung antara fenomena awan dan penjelasan ilmiahnya. Paling tepat.

Jadi jawaban yang benar adalah:

Jawaban: E. Berkaitan dengan hal tersebut


No 48

1Kesenjangan gender dalam ilmu pengetahuan, khususnya dalam hal riset dan penulisan artikel, masih menjadi tantangan serius. 2Meskipun partisipasi dalam sains, teknologi, dan matematika meningkat, keterwakilan perempuan masih dianggap kurang. 3Dari 5,8 juta ilmuwan dunia yang dianalisis, partisipasi ilmuwan perempuan telah meningkat meskipun ilmuwan pria tetap mendominasi. 4Menariknya, beberapa ilmuwan perempuan Indonesia mulai menunjukkan upaya berkelanjutan. 5Beberapa perempuan berpartisipasi secara signifikan di tingkat dunia dalam waktu relatif singkat. 6Hal itu yang menunjukkan upaya perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi.

7Temuan dari penelitian itu juga menunjukkan ilmuwan perempuan di Indonesia cenderung terkonsentrasi di bidang tertentu. 8Ilmuwan laki-laki tersebar di subbidang, seperti ilmu pangan, nanoteknologi, bisnis dan manajemen, serta farmakologi dan farmasi. 9Sebaliknya, ilmuwan perempuan banyak berkiprah di bidang pendidikan, berkarya dalam ilmu kecerdasan buatan, dan dikelaskikan dalam pemrosesan citra.

Ungkapan keterwakilan perempuan masih dianggap kurang pada kalimat (2) dapat disempurnakan menjadi ....

A. Perempuan masih dianggap kurang terwakili
B. Keterwakilannya perempuan dianggap masih kurang
C. Anggapan keterwakilan perempuan masih kurang
D. Masih kurangnya keterwakilan perempuan hanyalah anggapan
E. Kekurangan keterwakilan perempuan masih berupa anggapan
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan konsep kebahasaan tingkat SMA tentang perbaikan struktur kalimat.

Kalimat awal:

"keterwakilan perempuan masih dianggap kurang"

Strukturnya dapat dianalisis seperti pola kalimat:

\( S + P + Pel \)

dengan:

  • \( S = \) keterwakilan perempuan
  • \( P = \) masih dianggap
  • \( Pel = \) kurang

Masalahnya adalah bentuk tersebut kurang efektif karena subjeknya berupa kata benda abstrak yang diikuti bentuk pasif.

Agar lebih efektif, kalimat dapat diubah menjadi:

\( S = \) Perempuan
\( P = \) masih dianggap
\( Pel = \) kurang terwakili

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Perempuan masih dianggap kurang terwakili
Struktur jelas dan efektif. Subjek konkret dan predikat tepat.

B. Keterwakilannya perempuan dianggap masih kurang
Tidak efektif dan tidak sesuai kaidah struktur baku.

C. Anggapan keterwakilan perempuan masih kurang
Tidak lengkap sebagai kalimat.

D. Masih kurangnya keterwakilan perempuan hanyalah anggapan
Makna berubah dan tidak sama dengan kalimat awal.

E. Kekurangan keterwakilan perempuan masih berupa anggapan
Makna juga berubah.

Karena hanya pilihan A yang mempertahankan makna dan memperbaiki struktur kalimat secara efektif, maka jawabannya adalah:

Jawaban: A. Perempuan masih dianggap kurang terwakili


No 49

1Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan sumber daya manusia (SDM). 2Di era perkembangan teknologi saat ini, terjadi perubahan yang sangat dahsyat dalam dunia pendidikan. 3Akan tetapi, perubahan yang tidak hanya menyebabkan perubahan sosial budaya, tetapi juga kesenjangan ekonomi. 4Hal itu terjadi karena akses pendidikan belum merata. 5Pemerataan akses pendidikan akan memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk mengembangkan potensi dirinya.

6Setiap orang seharusnya dapat mengenyam pendidikan sesuai dengan minatnya karena pendidikan merupakan hal yang strategis untuk pengembangan potensi masyarakat. 7Karena berperan penting dalam pembangunan SDM, pemerintah perlu mengupayakan pemerataan pendidikan di Indonesia. 8Selain itu, pendidikan harus mampu memaksimalkan potensi individu, dorongan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan kualitas SDM.

(Diadaptasi dari https://money.kompas.com)

Ungkapan pemerintah perlu mengupayakan pemerataan pendidikan di Indonesia pada kalimat (7) dapat disempurnakan menjadi ....

A. di Indonesia pemerintah perlu berupaya memeratakan pendidikan
B. pemerataan pendidikan perlu diupayakan oleh pemerintah di Indonesia
C. upaya pemerataan pendidikan diperlukan oleh pemerintah di Indonesia
D. perlunya pemerataan pendidikan di Indonesia diupayakan oleh pemerintah
E. pendidikan di Indonesia perlu diupayakan pemerataannya oleh pemerintah
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk memperbaiki kalimat, kita gunakan pola kalimat efektif yang dipelajari di SMA.

Kalimat awal:

pemerintah perlu mengupayakan pemerataan pendidikan di Indonesia

Struktur kalimatnya dapat ditulis sebagai:

\( S + P + O + K \)

dengan:

  • \( S = \) pemerintah
  • \( P = \) perlu mengupayakan
  • \( O = \) pemerataan pendidikan
  • \( K = \) di Indonesia

Kalimat tersebut sebenarnya sudah benar, tetapi dapat disempurnakan dengan struktur yang lebih efektif dan ringkas.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Struktur berubah menjadi keterangan di awal. Masih benar, tetapi kurang efektif karena menimbulkan penekanan tempat.

B. pemerataan pendidikan perlu diupayakan oleh pemerintah di Indonesia Struktur pasif yang efektif. Polanya:

\( S = \) pemerataan pendidikan \( P = \) perlu diupayakan \( Pel = \) oleh pemerintah di Indonesia

Makna tetap sama dan lebih baku.

C. Subjek menjadi "upaya pemerataan pendidikan diperlukan". Makna sedikit berubah.

D. Tidak efektif karena menggunakan bentuk nominalisasi berlebihan.

E. Struktur tidak efektif dan rancu.

Karena pilihan B mempertahankan makna dan menggunakan struktur yang lebih baku dan efektif, maka jawabannya adalah:

Jawaban: B. pemerataan pendidikan perlu diupayakan oleh pemerintah di Indonesia


No 50

1Guru harus menjadi sosok yang mencerahkan. 2Dalam proses pembelajaran di sekolah, keteladanan guru akan tertanam dalam diri siswa sampai kapan pun. 3Oleh karena itu, guru harus dapat membuka alam pikiran dan jiwa siswa, memupuk nilai kasih sayang, dan pemahaman kebhinekaan. 4Inilah sejatinya pendidikan karakter.

5Pemaknaan peran guru di sekolah berangkat dari fenomena interaksi sosial saat ini. 6Sayangnya, kondisi saat ini cenderung mencerminkan penurunan interaksi sosial. 7Di tingkat keluarga pun, nilai-nilai yang sudah banyak bergeser, seperti berkurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. 8Di Sekolah, karena lebih banyak digantikan oleh teknologi, kecenderungan peran guru dilihat sebagai pengajar daripada pendidik. 9Dalam masyarakat, interaksi dua arah sudah banyak digantikan oleh interaksi satu arah melalui aplikasi dalam ponsel.

(Diadaptasi dari https://pendidikan.karangsembak.go.id/)

Ungkapan kecenderungan peran guru dilihat sebagai pengajar daripada pendidik pada kalimat (8) dapat disempurnakan menjadi ....

A. peran guru cenderung dilihat lebih sebagai pengajar daripada pendidik
B. guru cenderung berperan untuk dilihat sebagai pengajar daripada pendidik
C. pengajar daripada pendidik cenderung lebih dilihat sebagai peran guru
D. dilihatnya peran guru, lebih cenderung pengajar daripada pendidik
E. daripada pendidik, guru cenderung lebih dilihat berperan sebagai pengajar
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk memperbaiki kalimat, kita gunakan pola kalimat efektif tingkat SMA.

Kalimat awal:

kecenderungan peran guru dilihat sebagai pengajar daripada pendidik

Struktur dasarnya dapat dianalisis sebagai:

\( S + P + Pel \)

dengan:

  • \( S = \) kecenderungan peran guru
  • \( P = \) dilihat
  • \( Pel = \) sebagai pengajar daripada pendidik

Masalahnya adalah penggunaan kata kecenderungan membuat kalimat kurang efektif dan bertele-tele.

Struktur yang lebih efektif adalah:

\( S = \) peran guru
\( P = \) cenderung dilihat
\( Pel = \) lebih sebagai pengajar daripada pendidik

Sekarang kita analisis pilihan:

A. peran guru cenderung dilihat lebih sebagai pengajar daripada pendidik Struktur jelas dan efektif. Makna tetap sama.

B. Tidak efektif dan tidak sesuai struktur baku.

C. Susunan terbalik dan tidak logis.

D. Tidak sesuai kaidah tata bahasa baku.

E. Susunan tidak efektif dan rancu.

Karena pilihan A mempertahankan makna dan menggunakan struktur kalimat yang lebih efektif, maka jawabannya adalah:

Jawaban: A. peran guru cenderung dilihat lebih sebagai pengajar daripada pendidik


No 51

(1) Awan terbentuk dari kristal udara dan air yang seharusnya lebih padat daripada udara. (2) Namun, awan terlihat melayang bebas, mengapung tinggi, dan berlawanan gravitasi. (3) Mengapa awan tidak jatuh? (4) Hal itu terjadi karena awan tersebut tenggelam di dalam udara sekitarnya. (5) Hanya saja awan tersebut tenggelam dengan kecepatan yang sangat lambat sehingga terlihat mengapung.

(6) Galileo Galilei, jauh sebelum abad ke-16 menjelaskan bahwa semua benda jatuh bebas dengan kecepatan yang sama terlepas dari massanya. (7) Gaya gravitasi yang mendorong benda ke bawah dan memaksanya jatuh ke permukaan bumi. (8) Sebaliknya, penerjun payung dapat mendarat dengan aman karena parasut mendistribusikan massa ke area permukaan yang luas. (9) Karena tersebar di area yang luas, hambatan udaranya sangat besar pada awan.

Ungkapan hambatan udaranya sangat besar pada awan pada kalimat (9) dapat disempurnakan menjadi ....

A. awan mendapat hambatan udara yang sangat besar
B. udara yang sangat besar menghambat awan
C. besarnya udara mendapat hambatan dari awan
D. dari awan udara mendapat hambatan yang sangat besar
E. yang sangat besar adalah hambatan udara
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk memperbaiki kalimat, kita gunakan pola kalimat efektif yang dipelajari di SMA.

Kalimat awal:

hambatan udaranya sangat besar pada awan

Struktur dapat dianalisis sebagai:

\( S + P + K \)

dengan:

  • \( S = \) hambatan udaranya
  • \( P = \) sangat besar
  • \( K = \) pada awan

Struktur tersebut kurang efektif karena penggunaan kata ganti "-nya" dan keterangan tempat di akhir kalimat.

Struktur yang lebih efektif adalah:

\( S = \) awan
\( P = \) mendapat
\( O = \) hambatan udara yang sangat besar

Sekarang kita analisis pilihan:

A. awan mendapat hambatan udara yang sangat besar Struktur jelas dan efektif. Makna tetap sama.

B. Subjek menjadi udara, makna berubah.

C. Struktur tidak logis.

D. Susunan tidak efektif.

E. Tidak lengkap dan makna berubah.

Karena pilihan A mempertahankan makna dan menggunakan struktur kalimat efektif, maka jawabannya adalah:

Jawaban: A. awan mendapat hambatan udara yang sangat besar


No 52

1Kesenjangan gender dalam ilmu pengetahuan, khususnya dalam hal riset dan penulisan artikel, masih menjadi tantangan serius. 2Meskipun partisipasi dalam sains, teknologi, dan matematika meningkat, keterwakilan perempuan masih dianggap kurang. 3Dari 5,8 juta ilmuwan dunia yang dianalisis, partisipasi ilmuwan perempuan telah meningkat meskipun ilmuwan pria tetap mendominasi. 4Menariknya, beberapa ilmuwan perempuan Indonesia mulai menunjukkan upaya berkelanjutan. 5Beberapa perempuan berpartisipasi secara signifikan di tingkat dunia dalam waktu relatif singkat. 6Hal itu yang menunjukkan upaya perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi.

7Temuan dari penelitian itu juga menunjukkan ilmuwan perempuan di Indonesia cenderung terkonsentrasi di bidang tertentu. 8Ilmuwan laki-laki tersebar di subbidang, seperti ilmu pangan, nanoteknologi, bisnis dan manajemen, serta farmakologi dan farmasi. 9Sebaliknya, ilmuwan perempuan banyak berkiprah di bidang pendidikan, berkarya dalam ilmu kecerdasan buatan, dan dedikasinya dalam pemrosesan citra.

Frasa berkiprah di bidang pendidikan, berkarya dalam ilmu kecerdasan buatan, dan dedikasinya dalam pemrosesan citra pada kalimat (9) dapat diperbaiki menjadi ....

A. kata pendidikan seharusnya mendidik
B. kata ilmu seharusnya berilmu
C. kata pemrosesan seharusnya berproses
D. kata dedikasinya seharusnya berdedikasi
E. kata berkiprah seharusnya kiprahnya
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan prinsip kesepadanan bentuk kata dalam kalimat majemuk setara.

Perhatikan struktur frasa pada kalimat (9):

berkiprah di bidang pendidikan, berkarya dalam ilmu kecerdasan buatan, dan dedikasinya dalam pemrosesan citra

Dua bagian pertama menggunakan bentuk verba berimbuhan ber-:

\( ber + kiprah \) → berkiprah \( ber + karya \) → berkarya

Namun bagian ketiga menggunakan bentuk nomina:

dedikasi + -nya

Agar sejajar (paralel), semua unsur harus berbentuk verba.

Maka:

\( dedikasi \) → \( ber + dedikasi \) → berdedikasi

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Tidak relevan dengan kesalahan struktur.

B. Tidak ada kesalahan pada kata "ilmu".

C. Kata "pemrosesan" sudah tepat sebagai nomina.

D. Benar. "dedikasinya" seharusnya menjadi "berdedikasi" agar sejajar dengan "berkiprah" dan "berkarya".

E. Mengubah verba menjadi nomina, justru membuat tidak sejajar.

Karena prinsip kesejajaran bentuk adalah:

\( ber + kata dasar \) sejajar dengan \( ber + kata dasar \)

Maka jawaban yang tepat adalah:

Jawaban: D. kata dedikasinya seharusnya berdedikasi


No 53

1Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan sumber daya manusia (SDM). 2Di era perkembangan teknologi saat ini, terjadi perubahan yang sangat dahsyat dalam dunia pendidikan. 3Akan tetapi, perubahan yang tidak hanya menyebabkan perubahan sosial budaya, tetapi juga kesenjangan ekonomi. 4Hal itu terjadi karena akses pendidikan belum merata. 5Pemerataan akses pendidikan akan memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk mengembangkan potensi dirinya.

6Setiap orang seharusnya dapat mengenyam pendidikan sesuai dengan minatnya karena pendidikan merupakan hal yang strategis untuk pengembangan potensi masyarakat. 7Karena berperan penting dalam pembangunan SDM, pemerintah perlu mengupayakan pemerataan pendidikan di Indonesia. 8Selain itu, pendidikan harus mampu memaksimalkan potensi individu, dorongan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan kualitas SDM.

(Diadaptasi dari https://money.kompas.com)

Frasa memaksimalkan potensi individu, dorongan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan kualitas SDM pada kalimat (8) dapat diperbaiki menjadi ....

A. kata memaksimalkan seharusnya maksimal
B. kata meningkatkan seharusnya meningkatkan
C. kata potensi seharusnya berpotensi
D. kata dorongan seharusnya mendorong
E. kata partisipasi seharusnya berpartisipasi
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan prinsip kesejajaran bentuk (paralelisme) dalam kalimat majemuk setara.

Perhatikan struktur frasa pada kalimat (8):

memaksimalkan potensi individu, dorongan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan kualitas SDM

Jika kita analisis bentuk katanya:

  • \( memaksimalkan \) → verba berimbuhan me-
  • \( dorongan \) → nomina (kata benda)
  • \( meningkatkan \) → verba berimbuhan me-

Agar sejajar, semua unsur harus berbentuk sama.

Karena unsur pertama dan ketiga berbentuk verba:

\( me + kata dasar \)

Maka unsur kedua juga harus berbentuk verba:

\( dorongan \rightarrow me + dorong = mendorong \)

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Salah, karena "memaksimalkan" sudah benar sebagai verba.

B. Tidak ada perubahan.

C. Mengubah makna dan tidak tepat.

D. Benar. "dorongan" seharusnya menjadi "mendorong" agar sejajar dengan "memaksimalkan" dan "meningkatkan".

E. Mengubah objek, bukan memperbaiki kesejajaran.

Karena prinsip kesejajaran bentuk adalah:

\( me + kata dasar \) sejajar dengan \( me + kata dasar \)

Maka jawaban yang tepat adalah:

Jawaban: D. kata dorongan seharusnya mendorong


No 54

1Guru harus menjadi sosok yang mencerahkan. 2Dalam proses pembelajaran di sekolah, keteladanan guru akan tertanam dalam diri siswa sampai kapan pun. 3Oleh karena itu, guru harus dapat membuka alam pikiran dan jiwa siswa, memupuk nilai kasih sayang, dan pemahaman kebhinekaan. 4Inilah sejatinya pendidikan karakter.

5Pemaknaan peran guru di sekolah berangkat dari fenomena interaksi sosial saat ini. 6Sayangnya, kondisi saat ini cenderung mencerminkan penurunan interaksi sosial. 7Di tingkat keluarga pun, nilai-nilai yang sudah banyak bergeser, seperti berkurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. 8Di Sekolah, karena lebih banyak digantikan oleh teknologi, kecenderungan peran guru dilihat sebagai pengajar daripada pendidik. 9Dalam masyarakat, interaksi dua arah sudah banyak digantikan oleh interaksi satu arah melalui aplikasi dalam ponsel.

(Diadaptasi dari https://pendidikan.karangsembak.go.id/)

Frasa membuka alam pikiran dan jiwa siswa, memupuk kasih sayang, dan pemahaman kebhinekaan pada kalimat (3) dapat diperbaiki menjadi ....

A. kata membuka seharusnya keterbukaan
B. kata memupuk seharusnya pemupukan
C. kata kebhinekaan seharusnya berbhineka
D. kata pikiran seharusnya pemikiran
E. kata memahami seharusnya memahamkan
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan prinsip ketepatan pilihan kata dan kesejajaran makna dalam kalimat.

Perhatikan frasa pada kalimat (3):

membuka alam pikiran dan jiwa siswa, memupuk kasih sayang, dan pemahaman kebhinekaan

Bentuk katanya:

  • \( membuka \) → verba
  • \( memupuk \) → verba
  • \( pemahaman \) → nomina

Secara struktur, sebenarnya sudah ada ketidaksejajaran karena dua unsur pertama berupa verba, sedangkan unsur ketiga berupa nomina.

Namun, dalam konteks pilihan jawaban yang tersedia, kesalahan yang paling jelas adalah penggunaan kata kebhinekaan.

Kata yang tepat dalam konteks nilai karakter adalah berbhineka, bukan kebhinekaan, karena yang ditekankan adalah sikap atau perilaku.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Salah, karena "membuka" sudah tepat sebagai verba.

B. Salah, karena mengubah verba menjadi nomina dan justru merusak struktur.

C. Benar. Kata "kebhinekaan" seharusnya "berbhineka" agar lebih tepat secara makna dan fungsi dalam kalimat.

D. Tidak ada kesalahan pada kata "pikiran".

E. Tidak relevan dengan frasa yang ditanyakan.

Karena perbaikan yang paling tepat adalah mengganti bentuk kata agar sesuai konteks makna, maka jawabannya adalah:

Jawaban: C. kata kebhinekaan seharusnya berbhineka


No 55

(1) Awan terbentuk dari kristal udara dan air yang seharusnya lebih padat daripada udara. (2) Namun, awan terlihat melayang bebas, mengapung tinggi, dan perlawanan gravitasi. (3) Mengapa awan tidak jatuh? (4) Hal itu terjadi karena awan tersebut tenggelam di dalam udara sekitarnya. (5) Hanya saja awan tersebut tenggelam dengan kecepatan yang sangat lambat sehingga terlihat mengapung.

(6) Galileo Galilei, jauh sebelum abad ke-16 menjelaskan bahwa semua benda jatuh bebas dengan kecepatan yang sama terlepas dari massanya. (7) Gaya gravitasi yang mendorong benda ke bawah dan memaksanya jatuh ke permukaan bumi. (8) Sebaliknya, penerjun payung dapat mendarat dengan aman karena parasut mendistribusikan massa ke area permukaan yang luas. (9) Karena tersebar di area yang luas, hambatan udaranya sangat besar pada awan.

Frasa melayang bebas, mengapung tinggi, dan perlawanan gravitasi pada kalimat (2) dapat diperbaiki menjadi ....

A. kata gravitasi seharusnya bergravitasi
B. kata tinggi seharusnya ketinggian
C. kata mengapung seharusnya terapung
D. kata perlawanan seharusnya melawan
E. kata melayang seharusnya layangan
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita gunakan prinsip kesejajaran bentuk (paralelisme) dalam kalimat.

Perhatikan frasa pada kalimat (2):

melayang bebas, mengapung tinggi, dan perlawanan gravitasi

Bentuk katanya:

  • \( melayang \) → verba
  • \( mengapung \) → verba
  • \( perlawanan \) → nomina

Terjadi ketidaksejajaran bentuk, karena dua unsur pertama berbentuk verba, sedangkan unsur ketiga berbentuk nomina.

Agar sejajar, unsur ketiga juga harus berbentuk verba:

\( perlawanan \rightarrow me + lawan = melawan \)

Sehingga menjadi:

melayang bebas, mengapung tinggi, dan melawan gravitasi

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Tidak tepat, karena kata "gravitasi" sudah benar sebagai objek.

B. Mengubah struktur menjadi tidak sejajar.

C. Tidak berkaitan dengan masalah kesejajaran.

D. Benar. Kata "perlawanan" seharusnya menjadi "melawan" agar sejajar dengan "melayang" dan "mengapung".

E. Salah, karena mengubah verba menjadi nomina.

Karena prinsip kesejajaran adalah:

\( verba + verba + verba \)

Maka jawaban yang tepat adalah:

Jawaban: D. kata perlawanan seharusnya melawan


No 56

1Kesenjangan gender dalam ilmu pengetahuan, khususnya dalam hal riset dan penulisan artikel, masih menjadi tantangan serius. 2Meskipun partisipasi dalam sains, teknologi, dan matematika meningkat, keterwakilan perempuan masih dianggap kurang. 3Dari 5,8 juta ilmuwan dunia yang dianalisis, partisipasi ilmuwan perempuan telah meningkat meskipun ilmuwan pria tetap mendominasi. 4Menariknya, beberapa ilmuwan perempuan Indonesia mulai menunjukkan upaya berkelanjutan. 5Beberapa perempuan berpartisipasi secara signifikan di tingkat dunia dalam waktu relatif singkat. 6Hal itu yang menunjukkan upaya perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi.

7Temuan dari penelitian itu juga menunjukkan ilmuwan perempuan di Indonesia cenderung terkonsentrasi di bidang tertentu. 8Ilmuwan laki-laki tersebar di subbidang, seperti ilmu pangan, nanoteknologi, bisnis dan manajemen, serta farmakologi dan farmasi. 9Sebaliknya, ilmuwan perempuan banyak berkiprah di bidang pendidikan, berkarya dalam ilmu kecerdasan buatan, dan dedikasinya dalam pemrosesan citra.

Kalimat yang tidak logis dalam bacaan di atas adalah ....

A. Kalimat (1)
B. Kalimat (5)
C. Kalimat (6)
D. Kalimat (7)
E. Kalimat (8)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan kalimat yang tidak logis, kita analisis hubungan sebab-akibat dan kelengkapan struktur kalimat.

Perhatikan kalimat (6):

"Hal itu yang menunjukkan upaya perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi."

Struktur kalimat efektif dalam Bahasa Indonesia umumnya mengikuti pola:

\( S + P + O/K \)

Jika kita uraikan:

  • \( S = \) Hal itu
  • \( P = \) yang menunjukkan
  • \( O = \) upaya perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi

Masalahnya terletak pada penggunaan kata "yang".

Dalam struktur baku, bentuk yang benar adalah:

"Hal itu menunjukkan upaya perempuan untuk terus berkembang dan berprestasi."

Kata "yang" menyebabkan kalimat menjadi tidak lengkap secara gramatikal, karena "yang menunjukkan" seharusnya menjadi anak kalimat.

Sekarang kita analisis pilihan:

Kalimat (1) → Logis dan runtut.

Kalimat (5) → Masih logis sebagai penjelasan tambahan.

Kalimat (6) → Tidak logis karena struktur kalimat tidak lengkap akibat penggunaan "yang".

Kalimat (7) → Logis sebagai kelanjutan temuan penelitian.

Kalimat (8) → Logis sebagai perbandingan.

Karena kalimat (6) memiliki struktur yang tidak efektif dan tidak lengkap, maka jawabannya adalah:

Jawaban: C. Kalimat (6)


No 57

1Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan sumber daya manusia (SDM). 2Di era perkembangan teknologi saat ini, terjadi perubahan yang sangat dahsyat dalam dunia pendidikan. 3Akan tetapi, perubahan yang tidak hanya menyebabkan perubahan sosial budaya, tetapi juga kesenjangan ekonomi. 4Hal itu terjadi karena akses pendidikan belum merata. 5Pemerataan akses pendidikan akan memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk mengembangkan potensi dirinya.

6Setiap orang seharusnya dapat mengenyam pendidikan sesuai dengan minatnya karena pendidikan merupakan hal yang strategis untuk pengembangan potensi masyarakat. 7Karena berperan penting dalam pembangunan SDM, pemerintah perlu mengupayakan pemerataan pendidikan di Indonesia. 8Selain itu, pendidikan harus mampu memaksimalkan potensi individu, dorongan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan kualitas SDM.

(Diadaptasi dari https://money.kompas.com)

Kalimat yang tidak logis dalam bacaan di atas adalah ....

A. kalimat (2)
B. kalimat (3)
C. kalimat (4)
D. kalimat (5)
E. kalimat (6)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan kalimat yang tidak logis, kita gunakan analisis hubungan sebab–akibat dan kelengkapan struktur kalimat.

Perhatikan kalimat (3):

"Akan tetapi, perubahan yang tidak hanya menyebabkan perubahan sosial budaya, tetapi juga kesenjangan ekonomi."

Struktur logika kalimat majemuk setara bertingkat biasanya mengikuti pola:

\( tidak\ hanya\ A,\ tetapi\ juga\ B \)

Namun kalimat (3) tidak memiliki induk kalimat yang jelas.

Jika kita uraikan:

  • \( S = \) perubahan
  • \( P = \) yang tidak hanya menyebabkan ...

Kalimat tersebut berhenti tanpa predikat utama yang lengkap.

Seharusnya bentuk logisnya adalah:

"Perubahan tersebut tidak hanya menyebabkan perubahan sosial budaya, tetapi juga kesenjangan ekonomi."

Karena kalimat (3) tidak memiliki struktur lengkap, maka kalimat tersebut tidak logis.

Sekarang kita cek pilihan lain:

Kalimat (2) → Logis dan informatif.

Kalimat (4) → Logis sebagai sebab.

Kalimat (5) → Logis sebagai akibat.

Kalimat (6) → Logis sebagai penjelasan tambahan.

Karena kalimat (3) tidak memiliki struktur lengkap dan hubungan logis yang utuh, maka jawabannya adalah:

Jawaban: B. kalimat (3)


No 58

1Guru harus menjadi sosok yang mencerahkan. 2Dalam proses pembelajaran di sekolah, keteladanan guru akan tertanam dalam diri siswa sampai kapan pun. 3Oleh karena itu, guru harus dapat membuka alam pikiran dan jiwa siswa, memupuk nilai kasih sayang, dan pemahaman kebhinekaan. 4Inilah sejatinya pendidikan karakter.

5Pemaknaan peran guru di sekolah berangkat dari fenomena interaksi sosial saat ini. 6Sayangnya, kondisi saat ini cenderung mencerminkan penurunan interaksi sosial. 7Di tingkat keluarga pun, nilai-nilai yang sudah banyak bergeser, seperti berkurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. 8Di Sekolah, karena lebih banyak digantikan oleh teknologi, kecenderungan peran guru dilihat sebagai pengajar daripada pendidik. 9Dalam masyarakat, interaksi dua arah sudah banyak digantikan oleh interaksi satu arah melalui aplikasi dalam ponsel.

(Diadaptasi dari https://pendidikan.karangsembak.go.id/)

Kalimat yang tidak logis dalam bacaan adalah ....

A. kalimat (2)
B. kalimat (4)
C. kalimat (6)
D. kalimat (7)
E. kalimat (9)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan kalimat yang tidak logis, kita gunakan analisis hubungan sebab–akibat dan kelengkapan struktur kalimat.

Perhatikan kalimat (6):

"Sayangnya, kondisi saat ini cenderung mencerminkan penurunan interaksi sosial."

Secara struktur:

\( S = \) kondisi saat ini \( P = \) cenderung mencerminkan \( O = \) penurunan interaksi sosial

Kalimat tersebut sebenarnya masih dapat diterima secara struktur, tetapi jika dikaitkan dengan kalimat sebelumnya, terdapat masalah logika.

Kalimat (5) menyatakan:

"Pemaknaan peran guru di sekolah berangkat dari fenomena interaksi sosial saat ini."

Artinya, yang dijadikan dasar adalah fenomena interaksi sosial.

Namun kalimat (6) menyatakan kondisi saat ini mencerminkan penurunan interaksi sosial.

Terjadi ketidakkonsistenan logika:

Jika fenomena interaksi sosial menjadi dasar, maka seharusnya yang dibahas adalah bentuk interaksinya, bukan langsung menyatakan penurunan tanpa hubungan sebab yang jelas.

Kalimat (6) menjadi kurang logis sebagai kelanjutan langsung kalimat (5).

Kalimat lain:

  • Kalimat (2) → logis.
  • Kalimat (4) → logis sebagai penegasan.
  • Kalimat (7) → logis sebagai contoh.
  • Kalimat (9) → logis sebagai penutup.

Karena kalimat (6) tidak memiliki hubungan logis yang kuat dengan kalimat sebelumnya, maka jawabannya adalah:

Jawaban: C. kalimat (6)


No 59

(1) Awan terbentuk dari kristal udara dan air yang seharusnya lebih padat daripada udara. (2) Namun, awan terlihat melayang bebas, mengapung tinggi, dan melawan gravitasi. (3) Mengapa awan tidak jatuh? (4) Hal itu terjadi karena awan tersebut tenggelam di dalam udara sekitarnya. (5) Hanya saja awan tersebut tenggelam dengan kecepatan yang sangat lambat sehingga terlihat mengapung.

(6) Galileo Galilei, jauh sebelum abad ke-16 menjelaskan bahwa semua benda jatuh bebas dengan kecepatan yang sama terlepas dari massanya. (7) Gaya gravitasi yang mendorong benda ke bawah dan memaksanya jatuh ke permukaan bumi. (8) Sebaliknya, penerjun payung dapat mendarat dengan aman karena parasut mendistribusikan massa ke area permukaan yang luas. (9) Karena tersebar di area yang luas, hambatan udaranya sangat besar pada awan.

Kalimat yang tidak logis dalam bacaan di atas adalah ....

A. Kalimat (1)
B. Kalimat (3)
C. Kalimat (4)
D. Kalimat (7)
E. Kalimat (8)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan kalimat yang tidak logis, kita gunakan analisis struktur kalimat efektif tingkat SMA.

Struktur kalimat efektif minimal mengikuti pola:

\( S + P \)

atau

\( S + P + O/K \)

Sekarang kita analisis satu per satu.

Kalimat (1) Memiliki subjek dan predikat yang jelas. Logis.

Kalimat (3) Kalimat tanya yang wajar dalam alur penjelasan. Logis.

Kalimat (4) Memiliki hubungan sebab yang jelas dengan kalimat sebelumnya. Logis.

Kalimat (7) "Gaya gravitasi yang mendorong benda ke bawah dan memaksanya jatuh ke permukaan bumi."

Jika kita uraikan:

  • \( S = \) Gaya gravitasi
  • \( P = \) ?

Kalimat (7) tidak memiliki predikat utama yang lengkap. Bentuknya hanya berupa frasa penjelas karena diawali dengan kata hubung relatif "yang".

Seharusnya bentuk logisnya:

"Gaya gravitasi mendorong benda ke bawah dan memaksanya jatuh ke permukaan bumi."

Karena kalimat (7) tidak memiliki struktur lengkap \( S + P \), maka kalimat tersebut tidak logis.

Kalimat (8) Strukturnya lengkap dan logis sebagai perbandingan.

Jadi jawaban yang benar adalah:

Jawaban: D. Kalimat (7)


No 60

1Perubahan iklim menjadi tantangan terbesar dalam menciptakan lingkungan yang lestari. 2Dampak perubahan iklim pada lingkungan adalah kenaikan permukaan air laut, peningkatan suhu global, dan kenaikan frekuensi bencana alam. 3Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mempromosikan energi terbarukan, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan memilih produk yang ramah lingkungan.

4Selain itu, polusi merupakan tantangan besar dalam menciptakan lingkungan yang lestari. 5Polusi udara dan air serta pencemaran tanah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan. 6Pemerintah dapat mempromosikan regulasi yang lebih ketat dalam mengontrol polusi. 7Korporasi juga dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dengan mengurangi polusi dalam proses produksinya melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Kalimat Dengan modal garasi tidak terpakai, dua bersaudara itu mulai membangun usahanya melalui jalan berliku penuh tantangan memiliki pola kalimat yang sama dengan kalimat ....

A. kalimat (2)
B. kalimat (3)
C. kalimat (4)
D. kalimat (5)
E. kalimat (7)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita analisis pola struktur kalimat tingkat SMA.

Kalimat yang ditanyakan:

Dengan modal garasi tidak terpakai, dua bersaudara itu mulai membangun usahanya melalui jalan berliku penuh tantangan.

Struktur kalimatnya dapat diuraikan sebagai:

\( K + S + P + O + K \)

  • \( K = \) Dengan modal garasi tidak terpakai (keterangan cara/sarana)
  • \( S = \) dua bersaudara itu
  • \( P = \) mulai membangun
  • \( O = \) usahanya
  • \( K = \) melalui jalan berliku penuh tantangan

Sekarang kita cari kalimat yang memiliki pola serupa.

Kalimat (2) Pola: \( S + P + Pel \). Tidak sama.

Kalimat (3) "Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mempromosikan energi terbarukan ..."

Strukturnya:

\( K + S + P + O + K \)

  • \( K = \) Untuk mengatasi tantangan ini
  • \( S = \) kita
  • \( P = \) perlu mengurangi
  • \( O = \) emisi gas rumah kaca
  • \( K = \) dengan mempromosikan energi terbarukan ...

Struktur ini sama dengan pola kalimat yang ditanyakan.

Kalimat (4) Pola: \( K + S + P + Pel \). Tidak lengkap seperti pola awal.

Kalimat (5) Pola: \( S + P + O \). Tidak sama.

Kalimat (7) Pola: \( S + P + K \). Tidak sama.

Karena kalimat (3) memiliki pola:

\( K + S + P + O + K \)

yang sama dengan kalimat yang ditanyakan, maka jawabannya adalah:

Jawaban: B. kalimat (3)


No 61

1Istilah hujan es dalam ilmu meteorologi disebut hail. 2Hujan es adalah hujan yang menghasilkan bola-bola atau butiran es. 3Hujan es dapat terjadi di berbagai daerah, termasuk subtropis dan tropis. 4Secara alami, hujan es biasanya berupa bongkahan es besar yang terbentuk di udara. 5Ketika turun di dataran rendah, bongkahan es tersebut akan mencair lalu berubah menjadi hujan lebat.

6Sifat dari hujan es adalah lokal dan tidak merata dengan cakupan wilayah pada kisaran 5–10 km. 7Durasi berlangsungnya hujan es pun sangat singkat, paling lama 10 menit, dan biasanya lebih sering terjadi di waktu siang dan sore hari. 8Fakta menunjukkan bahwa hujan es memiliki kemungkinan kecil terjadi di tempat yang sama dalam waktu singkat.

(Diadaptasi dari https://www.bpbd.pontianak.go.id)

Kalimat Sekelompok ilmuwan merancang pemrograman yang menggunakan algoritma terbaru dan terkompleks memiliki pola kalimat yang sama dengan kalimat ....

A. kalimat (3)
B. kalimat (4)
C. kalimat (5)
D. kalimat (6)
E. kalimat (8)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita analisis pola struktur kalimat tingkat SMA.

Kalimat yang ditanyakan:

Sekelompok ilmuwan merancang pemrograman yang menggunakan algoritma terbaru dan terkompleks.

Strukturnya dapat diuraikan menjadi:

\( S + P + O + Anak\ Kalimat \)

  • \( S = \) Sekelompok ilmuwan
  • \( P = \) merancang
  • \( O = \) pemrograman
  • Anak kalimat penjelas: yang menggunakan algoritma terbaru dan terkompleks

Sekarang kita cari kalimat dalam bacaan yang memiliki pola serupa.

Kalimat (3) Pola: \( S + P + K \). Tidak memiliki anak kalimat.

Kalimat (4) "Secara alami, hujan es biasanya berupa bongkahan es besar yang terbentuk di udara."

Strukturnya:

\( K + S + P + Pel + Anak\ Kalimat \)

  • \( S = \) hujan es
  • \( P = \) berupa
  • \( Pel = \) bongkahan es besar
  • Anak kalimat: yang terbentuk di udara

Struktur ini memiliki pola utama + klausa relatif "yang ..." seperti kalimat soal.

Kalimat (5) Pola: \( K + S + P \). Tidak sama.

Kalimat (6) Pola: \( S + P + Pel \). Tidak ada anak kalimat.

Kalimat (8) Pola: \( S + P + O + K \). Tidak sama.

Karena kalimat (4) memiliki pola:

\( S + P + Pel + Anak\ Kalimat \)

yang setara dengan:

\( S + P + O + Anak\ Kalimat \)

Maka jawabannya adalah:

Jawaban: B. kalimat (4)


No 62

1Siklon tropis selalu menimbulkan dampak kerusakan yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya. 2Siklon ini menghasilkan hamburan angin kencang disertai hujan deras berjam-jam yang akan mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan badai. 3Siklon tropis di laut dapat mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi menenggelamkan kapal. 4Selain itu, siklon tropis juga dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. 5Di daratan, siklon dapat merusak kendaraan, bangunan, jembatan, dan benda-benda lain. 6Kerusakan tersebut selama siklon berlangsung dapat berubah menjadi puing-puing yang terbang dan mematikan. 7Siklon ini dapat menaikkan permukaan laut dan mengancam daratan. 8Selanjutnya, perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan gerakan berputar angin di sekelilingnya akan menghasilkan tornado.

(Diadaptasi dari https://web-meteo.bmkg.go.id/)

Tujuan penggunaan kata akan pada kalimat (2) adalah ....

A. mewajibkan
B. menjanjikan
C. memastikan
D. membiasakan
E. menginginkan
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita analisis fungsi kata akan dalam tata bahasa Indonesia tingkat SMA.

Pada kalimat (2):

"... hujan deras berjam-jam yang akan mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan badai."

Struktur dasarnya dapat dituliskan sebagai:

\( S + P + O \)

Bagian pentingnya adalah:

akan mengakibatkan

Kata akan dalam konteks ini berfungsi sebagai penanda waktu yang menunjukkan peristiwa yang belum terjadi tetapi diprediksi atau dipastikan akan terjadi.

Secara makna logis:

Jika terjadi angin kencang dan hujan deras \( \Rightarrow \) banjir dan badai terjadi.

Hubungan tersebut bersifat kepastian akibat, bukan sekadar keinginan atau janji.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. mewajibkan → tidak sesuai.

B. menjanjikan → bukan makna janji.

C. memastikan → benar, karena menunjukkan akibat yang pasti terjadi.

D. membiasakan → tidak sesuai.

E. menginginkan → tidak sesuai.

Karena kata akan berfungsi menyatakan kepastian akibat di masa yang akan datang, maka jawabannya adalah:

Jawaban: C. memastikan


No 63

(1) Upaya penanaman lahan kering dengan tanaman hijau sangat menantang karena berhadapan dengan tiga masalah, yaitu kekurangan air, tanah yang tandus, dan perubahan iklim. (2) Tanah kurang air, layaknya spons yang haus, kesulitan menyerap dan menyimpan kelembapan. (3) Hal tersebut membuat vegetasi sulit bertahan hidup. (4) Kekurangan air bahkan dapat menghambat pertumbuhan akar sehingga mencegah tanaman untuk mencengkeram tanah dengan kuat. (5) Selain itu, kondisi tanah yang miskin unsur hara makin memperburuk keadaan. (6) Tanah kering sering kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. (7) Masalah lain yang dapat menggagalkan upaya penghijauan adalah perubahan iklim. (8) Curah hujan yang tidak menentu dan kekeringan yang berkepanjangan menghambat tanaman untuk bertahan hidup di bawah kondisi yang tidak menguntungkan.

Kalimat Rumah mungil tempat ibu pernah tinggal bersama adik perempuannya itu milik negara memiliki pola kalimat yang sama dengan kalimat ....

A. kalimat (1)
B. kalimat (3)
C. kalimat (4)
D. kalimat (7)
E. kalimat (8)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan jawabannya, kita analisis pola struktur kalimat.

Kalimat yang ditanyakan:

Rumah mungil tempat ibu pernah tinggal bersama adik perempuannya itu milik negara.

Strukturnya:

\( S + P + Pel \)

  • \( S = \) Rumah mungil tempat ibu pernah tinggal bersama adik perempuannya itu
  • \( P = \) milik
  • \( Pel = \) negara

Subjeknya berupa frasa nominal panjang yang memiliki klausa penjelas (tempat ibu pernah tinggal ...).

Sekarang kita analisis pilihan.

Kalimat (1) Struktur:

\( S + P + K \)

Subjeknya berupa frasa nominal panjang:

Upaya penanaman lahan kering dengan tanaman hijau

Predikat:

sangat menantang

Struktur utamanya:

\( S + P \)

Ini memiliki pola sama: subjek panjang + predikat.

Kalimat (3) \( S + P + Pel \), tetapi subjeknya sederhana.

Kalimat (4) \( S + P + O \). Tidak sama.

Kalimat (7) \( S + P + Pel \). Namun struktur relatif lebih sederhana.

Kalimat (8) \( S + P + O + K \). Tidak sama.

Karena kalimat (1) memiliki pola subjek panjang + predikat seperti kalimat soal, maka jawabannya adalah:

Jawaban: A. kalimat (1)


No 64

1Perubahan iklim menjadi tantangan terbesar dalam menciptakan lingkungan yang lestari. 2Dampak perubahan iklim pada lingkungan adalah kenaikan permukaan air laut, peningkatan suhu global, dan kenaikan frekuensi bencana alam. 3Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mempromosikan energi terbarukan, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan memilih produk yang ramah lingkungan.

4Selain itu, polusi merupakan tantangan besar dalam menciptakan lingkungan yang lestari. 5Polusi udara dan air serta pencemaran tanah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan. 6Pemerintah dapat mempromosikan regulasi yang lebih ketat dalam mengontrol polusi. 7Korporasi juga dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dengan mengurangi polusi dalam proses produksinya melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Tujuan penggunaan kata perlu pada kalimat (3) adalah ....

A. menyaratkan
B. memungkinkan
C. menginginkan
D. memastikan
E. membolehkan
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menjawab soal ini, kita analisis fungsi kata perlu dalam kalimat tingkat SMA.

Kalimat (3):

"Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu mengurangi emisi gas rumah kaca ..."

Struktur kalimatnya:

\( K + S + P + O \)

  • \( K = \) Untuk mengatasi tantangan ini
  • \( S = \) kita
  • \( P = \) perlu mengurangi
  • \( O = \) emisi gas rumah kaca

Kata perlu berfungsi sebagai modalitas yang menyatakan keharusan atau syarat yang harus dipenuhi agar tujuan tercapai.

Secara logika dapat dituliskan:

Jika ingin mengatasi tantangan \( \Rightarrow \) harus mengurangi emisi.

Makna tersebut menunjukkan adanya syarat atau keharusan.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. menyaratkan → sesuai dengan makna keharusan.

B. memungkinkan → hanya memberi kemungkinan, bukan keharusan.

C. menginginkan → bukan makna keharusan.

D. memastikan → bukan makna kepastian.

E. membolehkan → bukan izin.

Karena kata perlu menunjukkan adanya syarat atau keharusan, maka jawabannya adalah:

Jawaban: A. menyaratkan


No 65

1Istilah hujan es dalam ilmu meteorologi disebut hail. 2Hujan es adalah hujan yang menghasilkan bola-bola atau butiran es. 3Hujan es dapat terjadi di berbagai daerah, termasuk subtropis dan tropis. 4Secara alami, hujan es biasanya berupa bongkahan es besar yang terbentuk di udara. 5Ketika turun di dataran rendah, bongkahan es tersebut akan mencair lalu berubah menjadi hujan lebat.

6Sifat dari hujan es adalah lokal dan tidak merata dengan cakupan wilayah pada kisaran 5–10 km. 7Durasi berlangsungnya hujan es pun sangat singkat, paling lama 10 menit, dan biasanya lebih sering terjadi di waktu siang dan sore hari. 8Fakta menunjukkan bahwa hujan es memiliki kemungkinan kecil berulang di tempat yang sama dalam waktu singkat.

(Diadaptasi dari https://www.bpbd.pontianak.go.id)

Tujuan penggunaan kata akan pada kalimat (5) adalah ....

A. mewajibkan
B. memungkinkan
C. membiasakan
D. memastikan
E. menganjurkan
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Kita analisis fungsi kata akan dalam kalimat (5):

"Ketika turun di dataran rendah, bongkahan es tersebut akan mencair lalu berubah menjadi hujan lebat."

Struktur kalimatnya:

\( K + S + P \)

  • \( K = \) Ketika turun di dataran rendah
  • \( S = \) bongkahan es tersebut
  • \( P = \) akan mencair lalu berubah

Kata akan di sini berfungsi sebagai penanda kejadian yang dipastikan terjadi setelah kondisi tertentu terpenuhi.

Secara logika dapat dituliskan:

Jika bongkahan es turun di dataran rendah \( \Rightarrow \) bongkahan es mencair.

Hubungan tersebut bersifat kepastian akibat, bukan sekadar kemungkinan atau anjuran.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. mewajibkan → tidak sesuai.

B. memungkinkan → hanya kemungkinan, bukan kepastian.

C. membiasakan → tidak sesuai.

D. memastikan → benar, karena menunjukkan akibat yang pasti terjadi.

E. menganjurkan → tidak sesuai.

Karena kata akan menunjukkan kepastian akibat di masa mendatang, maka jawabannya adalah:

Jawaban: D. memastikan


No 66

1Siklon tropis selalu menimbulkan dampak kerusakan yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya. 2Siklon ini menghasilkan hamburan angin kencang disertai hujan deras berjam-jam yang akan mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan badai. 3Siklon tropis di laut dapat mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi menenggelamkan kapal. 4Selain itu, siklon tropis juga dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. 5Di daratan, siklon dapat merusak kendaraan, bangunan, jembatan, dan benda-benda lain. 6Kerusakan tersebut selama siklon berlangsung dapat berubah menjadi puing-puing yang terbang dan mematikan. 7Siklon ini dapat menaikkan permukaan laut dan mengancam daratan. 8Selanjutnya, perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan gerakan berputar angin di sekelilingnya akan menghasilkan tornado.

(Diadaptasi dari https://web-meteo.bmkg.go.id/)

Kalimat Bunga sekehel dengan ukurannya yang sangat besar mampu memikat masyarakat sekitar juga menantang para pencinta flora memiliki pola yang sama dengan kalimat ....

A. kalimat (1)
B. kalimat (2)
C. kalimat (3)
D. kalimat (5)
E. kalimat (7)
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Kita analisis struktur kalimat yang ditanyakan.

Kalimat:

Bunga sekehel dengan ukurannya yang sangat besar mampu memikat masyarakat sekitar juga menantang para pencinta flora.

Struktur dasarnya:

\( S + K + P + O + P + O \)

  • \( S = \) Bunga sekehel
  • \( K = \) dengan ukurannya yang sangat besar
  • \( P_1 = \) mampu memikat
  • \( O_1 = \) masyarakat sekitar
  • \( P_2 = \) (mampu) menantang
  • \( O_2 = \) para pencinta flora

Artinya, kalimat memiliki satu subjek dengan dua predikat setara.

Sekarang kita cari kalimat yang memiliki pola:

\( S + P_1 + O \) dan \( P_2 + O \)

Kalimat (3):

"Siklon tropis di laut dapat mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi menenggelamkan kapal."

Struktur:

  • \( S = \) Siklon tropis di laut
  • \( P_1 = \) dapat mengganggu
  • \( O_1 = \) pelayaran internasional
  • \( P_2 = \) (dapat) berpotensi menenggelamkan
  • \( O_2 = \) kapal

Polanya sama: satu subjek dengan dua predikat setara.

Pilihan lain:

  • Kalimat (1) → satu predikat.
  • Kalimat (2) → struktur bertingkat dengan anak kalimat.
  • Kalimat (5) → satu predikat.
  • Kalimat (7) → satu predikat.

Karena hanya kalimat (3) memiliki satu subjek dengan dua predikat setara, maka jawabannya adalah:

Jawaban: C. kalimat (3)


No 67

(1) Upaya penanaman lahan kering dengan tanaman hijau sangat menantang karena berhadapan dengan tiga masalah, yaitu kekurangan air, tanah yang tandus, dan perubahan iklim. (2) Tanah kurang air, layaknya spons yang haus, kesulitan menyerap dan menyimpan kelembapan. (3) Hal tersebut membuat vegetasi sulit bertahan hidup. (4) Kekurangan air bahkan dapat menghambat pertumbuhan akar sehingga mencegah tanaman untuk mencengkeram tanah dengan kuat. (5) Selain itu, kondisi tanah yang miskin unsur hara makin memperburuk keadaan. (6) Tanah kering sering kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. (7) Masalah lain yang dapat menggagalkan upaya penghijauan adalah perubahan iklim. (8) Curah hujan yang tidak menentu dan kekeringan yang berkepanjangan menghambat tanaman untuk bertahan hidup di bawah kondisi yang tidak menguntungkan.

Tujuan penggunaan kata dapat pada kalimat (4) adalah ....

A. Mewajibkan
B. Memungkinkan
C. Membolehkan
D. Memastikan
E. Menganjurkan
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Kita analisis kalimat (4):

"Kekurangan air bahkan dapat menghambat pertumbuhan akar sehingga mencegah tanaman untuk mencengkeram tanah dengan kuat."

Struktur kalimatnya:

\( S + P + O \)

  • \( S = \) Kekurangan air
  • \( P = \) dapat menghambat
  • \( O = \) pertumbuhan akar

Kata dapat termasuk kata modalitas.

Dalam konteks ini, dapat tidak menyatakan kepastian mutlak, tetapi menunjukkan kemungkinan yang bisa terjadi.

Secara logika dapat dituliskan:

Jika terjadi kekurangan air \( \Rightarrow \) kemungkinan pertumbuhan akar terhambat.

Maknanya adalah peluang atau kemungkinan akibat.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Mewajibkan → tidak sesuai.

B. Memungkinkan → sesuai karena menyatakan kemungkinan.

C. Membolehkan → tidak berkaitan dengan izin.

D. Memastikan → berarti kepastian, bukan kemungkinan.

E. Menganjurkan → tidak sesuai.

Karena kata dapat menunjukkan kemungkinan, maka jawabannya adalah:

Jawaban: B. Memungkinkan


No 68

1Perubahan iklim menjadi tantangan terbesar dalam menciptakan lingkungan yang lestari. 2Dampak perubahan iklim pada lingkungan adalah kenaikan permukaan air laut, peningkatan suhu global, dan kenaikan frekuensi bencana alam. 3Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mempromosikan energi terbarukan, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan memilih produk yang ramah lingkungan.

4Selain itu, polusi merupakan tantangan besar dalam menciptakan lingkungan yang lestari. 5Polusi udara dan air serta pencemaran tanah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan. 6Pemerintah dapat mempromosikan regulasi yang lebih ketat dalam mengontrol polusi. 7Korporasi juga dapat berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dengan mengurangi polusi dalam proses produksinya melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Pandangan penulis terhadap solusi masalah perubahan iklim adalah ....

A. Sangat menginspirasi
B. Cenderung mengajak
C. Cukup kompleks
D. Penuh keyakinan
E. Tidak berpihak
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan pandangan penulis, kita analisis pilihan kata dalam kalimat (3).

Kalimat (3):

"Untuk mengatasi tantangan ini, kita perlu mengurangi emisi gas rumah kaca ..."

Struktur kalimat:

\( K + S + P + O \)

  • \( K = \) Untuk mengatasi tantangan ini
  • \( S = \) kita
  • \( P = \) perlu mengurangi
  • \( O = \) emisi gas rumah kaca

Kata kita menunjukkan ajakan kolektif. Kata perlu menunjukkan anjuran atau dorongan tindakan.

Secara makna, penulis tidak hanya menjelaskan fakta, tetapi mengajak pembaca untuk melakukan tindakan.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. Sangat menginspirasi → teks bersifat informatif, bukan inspiratif emosional.

B. Cenderung mengajak → sesuai karena menggunakan kata "kita perlu".

C. Cukup kompleks → bukan sikap, melainkan sifat masalah.

D. Penuh keyakinan → tidak menonjolkan ekspresi keyakinan.

E. Tidak berpihak → tidak tepat karena penulis jelas mendukung upaya solusi.

Karena penulis menggunakan bentuk ajakan kolektif dan anjuran, maka jawabannya adalah:

Jawaban: B. Cenderung mengajak


No 69

1Istilah hujan es dalam ilmu meteorologi disebut hail. 2Hujan es adalah hujan yang menghasilkan bola-bola atau butiran es. 3Hujan es dapat terjadi di berbagai daerah, termasuk subtropis dan tropis. 4Secara alami, hujan es biasanya berupa bongkahan es besar yang terbentuk di udara. 5Ketika turun di dataran rendah, bongkahan es tersebut akan mencair lalu berubah menjadi hujan lebat.

6Sifat dari hujan es adalah lokal dan tidak merata dengan cakupan wilayah pada kisaran 5–10 km. 7Durasi berlangsungnya hujan es pun sangat singkat, paling lama 10 menit, dan biasanya lebih sering terjadi di waktu siang dan sore hari. 8Fakta menunjukkan bahwa hujan es memiliki kemungkinan kecil berulang di tempat yang sama dalam waktu singkat.

(Diadaptasi dari https://www.bpbd.pontianak.go.id)

Pandangan penulis terhadap turunnya hujan es adalah ....

A. tidak cemas
B. sangat positif
C. cukup waspada
D. agak apatis
E. cenderung berpihak
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan pandangan penulis, kita analisis gaya penyampaian dalam teks.

Teks menjelaskan hujan es secara ilmiah dan objektif:

  • Menjelaskan definisi.
  • Menjelaskan proses terbentuknya.
  • Menjelaskan sifat dan durasi.
  • Menyampaikan fakta secara informatif.

Tidak ada kata-kata yang menunjukkan kepanikan, kekhawatiran berlebihan, atau sikap emosional.

Kalimat (7) dan (8) justru menjelaskan bahwa durasinya singkat dan kemungkinan kecil terjadi berulang dalam waktu singkat.

Artinya, penulis menyampaikan informasi dengan nada tenang dan tidak menunjukkan kecemasan.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. tidak cemas → sesuai karena penyampaiannya netral dan informatif.

B. sangat positif → tidak ada nada memuji atau menguntungkan.

C. cukup waspada → tidak ada peringatan khusus.

D. agak apatis → tidak menunjukkan ketidakpedulian.

E. cenderung berpihak → teks bersifat objektif.

Karena teks bersifat netral dan tidak menunjukkan kecemasan, maka jawabannya adalah:

Jawaban: A. tidak cemas


No 70

1Siklon tropis selalu menimbulkan dampak kerusakan yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya. 2Siklon ini menghasilkan hamburan angin kencang disertai hujan deras berjam-jam yang akan mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan badai. 3Siklon tropis di laut dapat mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi menenggelamkan kapal. 4Selain itu, siklon tropis juga dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. 5Di daratan, siklon dapat merusak kendaraan, bangunan, jembatan, dan benda-benda lain. 6Kerusakan tersebut selama siklon berlangsung dapat berubah menjadi puing-puing yang terbang dan mematikan. 7Siklon ini dapat menaikkan permukaan laut dan mengancam daratan. 8Selanjutnya, perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan gerakan berputar angin di sekelilingnya akan menghasilkan tornado.

(Diadaptasi dari https://web-meteo.bmkg.go.id/)

Pandangan penulis terhadap kemunculan siklon tropis adalah ....

A. sedikit cemas
B. agak berhati-hati
C. sangat tertantang
D. tidak peduli
E. penuh kewaspadaan
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan pandangan penulis, kita analisis isi dan pilihan kata dalam teks.

Kalimat (1) menyatakan bahwa siklon tropis selalu menimbulkan dampak kerusakan yang sangat besar. Kalimat (2) menjelaskan akibat berupa banjir, gelombang tinggi, dan badai. Kalimat (3) sampai (8) memaparkan berbagai ancaman, seperti tenggelamnya kapal, kerusakan bangunan, puing-puing mematikan, kenaikan permukaan laut, dan tornado.

Teks menggunakan banyak kata yang menunjukkan bahaya dan ancaman.

Namun, penulis tetap menyampaikan secara informatif dan objektif, bukan dengan nada panik.

Artinya, sikap penulis bukan sekadar cemas ringan, bukan juga tidak peduli, melainkan menunjukkan kesadaran akan bahaya yang perlu diwaspadai.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. sedikit cemas → kurang kuat menggambarkan banyaknya dampak bahaya.

B. agak berhati-hati → terlalu ringan dibanding isi teks.

C. sangat tertantang → tidak sesuai dengan nada teks.

D. tidak peduli → jelas tidak sesuai.

E. penuh kewaspadaan → paling sesuai karena teks memaparkan berbagai ancaman serius secara sistematis.

Jadi jawabannya adalah:

Jawaban: E. penuh kewaspadaan


No 71

(1) Upaya penanaman lahan kering dengan tanaman hijau sangat menantang karena berhadapan dengan tiga masalah, yaitu kekurangan air, tanah yang tandus, dan perubahan iklim. (2) Tanah kurang air, layaknya spons yang haus, kesulitan menyerap dan menyimpan kelembapan. (3) Hal tersebut membuat vegetasi sulit bertahan hidup. (4) Kekurangan air bahkan dapat menghambat pertumbuhan akar sehingga mencegah tanaman untuk mencengkeram tanah dengan kuat. (5) Selain itu, kondisi tanah yang miskin unsur hara makin memperburuk keadaan. (6) Tanah kering sering kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh. (7) Masalah lain yang dapat menggagalkan upaya penghijauan adalah perubahan iklim. (8) Curah hujan yang tidak menentu dan kekeringan yang berkepanjangan menghambat tanaman untuk bertahan hidup di bawah kondisi yang tidak menguntungkan.

Pandangan penulis terhadap penanaman lahan kering adalah ....

A. cukup khawatir
B. cenderung apatis
C. sangat menentang
D. terlalu pesimis
E. tidak berpihak
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Untuk menentukan pandangan penulis, kita analisis kalimat (1).

"Upaya penanaman lahan kering dengan tanaman hijau sangat menantang karena berhadapan dengan tiga masalah ..."

Struktur kalimatnya:

\( S + P + Pel + K \)

  • \( S = \) Upaya penanaman lahan kering dengan tanaman hijau
  • \( P = \) sangat menantang
  • \( K = \) karena berhadapan dengan tiga masalah

Penulis tidak menolak upaya tersebut, tetapi menegaskan bahwa upaya tersebut menghadapi banyak hambatan.

Seluruh paragraf menjelaskan kesulitan:

  • Kekurangan air
  • Tanah tandus
  • Kekurangan nutrisi
  • Perubahan iklim
  • Kondisi yang tidak menguntungkan

Namun, penulis tidak menunjukkan sikap menentang atau terlalu pesimis. Ia hanya menggambarkan tantangan yang ada.

Sekarang kita analisis pilihan:

A. cukup khawatir → sesuai, karena penulis menyoroti berbagai hambatan dan risiko.

B. cenderung apatis → tidak sesuai, penulis tidak bersikap acuh.

C. sangat menentang → tidak ada penolakan.

D. terlalu pesimis → tidak terlalu berlebihan dalam menyampaikan.

E. tidak berpihak → penulis jelas menunjukkan perhatian terhadap masalah.

Karena penulis menunjukkan keprihatinan terhadap berbagai tantangan, maka jawabannya adalah:

Jawaban: A. cukup khawatir


No 72

Kakek menjemur beras = "Kokwa omisa rhahayisi" Bibi mencuci baju = "Ntsongo hlantswa swiambalo" Beras dicuci Kakek = "Omisa kokguawa swiambalo"

Bagaimana mengatakan "Baju dijemur Bibi" dengan bahasa tersebut?

A. Kokwana hlantsguawa thahayisi
B. Hlantswa ntsonggua rhahayisi
C. Hlantswa ntsonggua omisa
D. Kokwana hlantsguawa swiambalo
E. Omisa kokguawa hlantswa
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Kakek menjemur beras = "Kokwa(beras) omisa(kakek) rhahayisi(jemur)"

Bibi mencuci baju = "Ntsongo hlantswa(baju) swiambalo(cuci)"

kakek = omisa

cuci = swiambalo

Beras dicuci Kakek = "Omisa kokguawa(beras) pasif -> swiambalo"

Bagaimana mengatakan "Baju dijemur Bibi" dengan bahasa tersebut?

Ntsongo hlantswa(baju) gua rhahayisi

Baju dijemur Bibi

A. Kokwana(beras) hlantsguawa thahayisi x
B. Hlantswa ntsonggua rhahayisi
C. Hlantswa ntsonggua omisa(kakek) x
D. Kokwana(beras) hlantsguawa swiambalo x
E. Omisa(kakek) kokguawa hlantswa x

No 73

Kera mengambil kelapa = "Scimmia rampina coroco" Tupai memakan mangga = "Sciura mangia mangiro" Mangga diambil tupai = "Corocheco sciura mangia"

Bagaimana mengatakan "Kelapa dimakan kera" dengan bahasa tersebut?

A. Mangichero sciura rampina
B. Mangichero scimmia rampina
C. Mangichero scimmia rampina
D. Corocheco scimmia rampina
E. Corocheco sciura rampina
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Kera mengambil kelapa = "Scimmia rampina coroco"

Tupai memakan mangga = "Sciura mangia mangiro"

Mangga diambil tupai = "Corocheco sciura mangia"

mengambil = coroco

diambil = Corocheco

memakan = mangiro

dimakan = mangichero

Kera mengambil kelapa = "Scimmia rampina mengambil"

Tupai memakan mangga = "Sciura mangia memakan"

Mangga diambil tupai = "diambil sciura mangia"

Bagaimana mengatakan "Kelapa dimakan kera" dengan bahasa tersebut?

A. Mangichero sciura rampina x
B. Mangichero scimmia rampina
C. Mangichero scimmia rampina x
D. Corocheco scimmia rampina x
E. Corocheco sciura rampina x

No 74

Teknisi menginstal aplikasi = "Setsebi se kenya ts’ebeliso" Paman memperbaiki laptop = "Malome o lokisa so’alomara" Aplikasi diinstal Paman = "setsebi sa lamoea kenyase"

Bagaimana mengatakan "Laptop diperbaiki teknisi" dengan bahasa tersebut?

A. Malome ts’ebeliso lokisaso
B. Malome se’lamoea kenyase
C. Malome se’lamoea lokisaso
D. Setsebi ts’ebeliso kenyase
E. Kenyase ts’ebeliso lokisaso
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Teknisi menginstal aplikasi = "Setsebi se kenya ts’ebeliso"

Paman memperbaiki laptop = "Malome o lokisa so’alomara"

Aplikasi diinstal Paman = "setsebi sa lamoea kenyase"

aplikasi = Setsebi

diinstal = kenyase

menginstal = se kenya

"Laptop diperbaiki teknisi"

A. Malome ts’ebeliso lokisaso
B. Malome se’lamoea kenyase x
C. Malome se’lamoea lokisaso x
D. Setsebi ts’ebeliso kenyase x
E. Kenyase ts’ebeliso lokisaso x

No 75

Truk mengangkut brangkas = "Tabila lam cenai mbos" Kereta menarik gerbong = "Grosean noy seano ndosh" Brangkas ditarik kereta = "Tabila ndosh noy seano noy"

Bagaimana mengatakan "Gerbong diangkut truk" dengan bahasa tersebut?

A. Grosean mbosh lam cenai lam
B. Grosean ndosh lam cenai lam
C. Tabila mbosh lam cenai lam
D. Tabila ndosh lam cenai lam
E. Seano mbosh noy seano noy
Jawaban dan Pembahasan (Klik untuk membuka)

Kita analisis pola aktif dan pasif.

Contoh aktif:

Tabila lam cenai mbos \( S + P + O \)

  • \( S = \) Tabila (truk)
  • \( P = \) lam cenai (mengangkut)
  • \( O = \) mbos (brangkas)

Contoh pasif:

Tabila ndosh noy seano noy (Brangkas ditarik kereta)

Dari sini terlihat pola pasif menjadi:

\( O + P + S + S \)

dan kata kerja berubah bentuk.

ndosh = bentuk pasif dari menarik maka bentuk pasif dari lam cenai mengikuti pola serupa.

Gerbong = grosean Truk = tabila Mengangkut = lam cenai

Maka pola:

\( O + P + S + S \)

menjadi:

Grosean lam cenai tabila tabila

Pilihan yang sesuai dengan pola tersebut adalah:

Jawaban: A. Grosean mbosh lam cenai lam