No 1
Bacaan:
Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) adalah tes tertulis berbasis komputer yang hasilnya digunakan untuk Seleksi Bersama Universitas Negeri (SBMPTN). Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah pada Januari 2022, persiapan siswa menghadapi UTBK 2022 belum maksimal karena tidak adanya fasilitas khusus sebagai tempat berlatih secara terarah. Siswa cenderung mempelajari materi rutin sesuai buku teks, sedangkan karakter soal UTBK memiliki tingkat penalaran yang lebih tinggi dibandingkan soal latihan di kelas. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan melatih strategi penyelesaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam rangka persiapan UTBK-SBMPTN 2022 bagi siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kefamenanu. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi, persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Pelatihan soal TKA telah terlaksana dengan baik, ditunjukkan oleh rata-rata kehadiran siswa sebesar (95,3%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest lebih tinggi daripada rata-rata nilai pretest, sehingga berlaku hubungan \( \text{posttest} \gt \text{pretest} \). Jika rata-rata pretest dinyatakan \( \bar{x}_1 \) dan rata-rata posttest dinyatakan \( \bar{x}_2 \), maka diperoleh \( \bar{x}_2 \gt \bar{x}_1 \). Peningkatan ini menunjukkan bahwa keterampilan dan strategi siswa dalam menyelesaikan soal UTBK TKA mengalami kemajuan yang signifikan.
Pertanyaan:
Kalimat yang tidak logis jika ditambahkan ke dalam teks di atas adalah ….
| A. | Program pelatihan dilaksanakan selama empat minggu secara bertahap dan terstruktur bagi seluruh peserta didik. |
| B. | Materi pelatihan disusun berdasarkan kisi-kisi resmi UTBK serta disesuaikan dengan kebutuhan akademik siswa. |
| C. | Evaluasi dilakukan menggunakan perbandingan nilai rata-rata pretest dan posttest secara kuantitatif terukur. |
| D. | Peserta menunjukkan peningkatan kemampuan setelah diberikan strategi penyelesaian soal secara sistematis terarah. |
| E. | Setiap peserta diwajibkan membawa perlengkapan renang untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program pelatihan. |
Klik Jawaban dan Analisa Lengkap
Jawaban: E
Analisa Kontekstual:
Teks membahas pelatihan akademik untuk meningkatkan kemampuan siswa menghadapi UTBK melalui strategi penyelesaian soal TKA. Seluruh isi teks berfokus pada:
- Persiapan akademik UTBK
- Strategi penyelesaian soal
- Perbandingan hasil pretest dan posttest
- Peningkatan rata-rata nilai dengan ketentuan \( \bar{x}_2 \gt \bar{x}_1 \)
Analisa Setiap Pilihan:
A. Logis. Kegiatan pelatihan memang membutuhkan durasi dan struktur waktu agar peningkatan nilai dapat terjadi sehingga memungkinkan kondisi \( \bar{x}_2 \gt \bar{x}_1 \).
B. Logis. Penyusunan materi berdasarkan kisi-kisi UTBK selaras dengan tujuan pelatihan akademik.
C. Logis. Evaluasi kuantitatif dengan membandingkan rata-rata pretest dan posttest sesuai dengan konsep statistik SMA: \( \bar{x} = \frac{\sum x}{n} \) Jika hasil menunjukkan \( \bar{x}_2 \gt \bar{x}_1 \), maka terdapat peningkatan hasil belajar.
D. Logis. Peningkatan kemampuan peserta sesuai dengan data bahwa nilai posttest lebih tinggi daripada pretest.
E. Tidak logis. Perlengkapan renang tidak memiliki hubungan sebab-akibat dengan pelatihan akademik UTBK. Kalimat ini menyimpang dari topik utama sehingga tidak relevan secara konteks maupun logika isi bacaan.
Kesimpulan untuk Siswa Pemula:
Dalam soal jenis ini, kunci utama adalah konsistensi tema. Semua kalimat harus mendukung topik utama. Jika sebuah kalimat tidak memiliki hubungan langsung dengan tujuan kegiatan (pelatihan akademik UTBK), maka kalimat tersebut tidak logis untuk dimasukkan.
No 2
Bacaan
Proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam suatu lembaga pendidikan perlu diakhiri dengan evaluasi agar capaian belajar dapat diukur secara objektif. Salah satu bentuk evaluasi yang banyak digunakan adalah tes prestasi. Tes prestasi merupakan alat ukur yang dirancang secara sistematis untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi yang telah dipelajari. Dalam penyusunannya, instrumen tes harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas agar hasil pengukuran akurat dan konsisten. Tingkat kesulitan soal juga perlu diperhatikan, yaitu tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit, sehingga mampu menggambarkan kemampuan peserta secara tepat. Dalam kajian pengukuran pendidikan, dikenal dua pendekatan utama, yaitu Teori Tes Klasik (CTT) dan Teori Respons Butir (IRT).
Konsep Dasar Validitas
Validitas menunjukkan ketepatan alat ukur. Secara sederhana dapat dianalogikan seperti korelasi antara skor tes dan kemampuan sebenarnya. Dalam statistika SMA, hubungan dua variabel dapat dinyatakan dengan koefisien korelasi \( r \).
Nilai \( r \) berada pada interval:
\( -1 \lt r \lt 1 \)
Semakin mendekati \( 1 \), hubungan semakin kuat dan positif. Jika \( r = 0 \), artinya tidak ada hubungan sama sekali.
Jika validitas \( = 0 \), maka tes tidak mengukur apa pun yang seharusnya diukur.
Artinya:
Jika \( r = 0 \), maka kemampuan peserta dan skor tes tidak berkorelasi.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan di atas?
| A. | Tes yang baik justru memiliki validitas nol agar hasil pengukuran semakin objektif dan akurat. |
| B. | Instrumen tes perlu disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta agar hasilnya mencerminkan kondisi sebenarnya. |
| C. | Pendekatan IRT menekankan hubungan antara kemampuan peserta dan karakteristik setiap butir soal. |
| D. | Reliabilitas diperlukan supaya hasil tes konsisten ketika pengukuran dilakukan pada kesempatan berbeda. |
| E. | Tingkat kesulitan soal kategori sedang membantu membedakan peserta berkemampuan tinggi dan rendah. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis untuk Siswa (Pemula)
Maka pernyataan A tidak logis karena menyatakan validitas nol membuat tes semakin objektif dan akurat, padahal secara matematis \( r = 0 \) berarti tidak ada hubungan.
Analisis Pilihan Lain
B. Logis. Instrumen memang harus sesuai kemampuan peserta agar pengukuran tepat. Ini sejalan dengan konsep tingkat kesulitan sedang.
C. Logis. IRT memang memodelkan probabilitas jawaban benar sebagai fungsi kemampuan dan parameter butir, misalnya:
\( P(\theta) = \dfrac{1}{1 + e^{-a(\theta - b)}} \)
Ini menunjukkan hubungan kemampuan \( \theta \) dan karakteristik soal.
D. Logis. Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil. Jika dua pengukuran dilakukan, hasilnya harus relatif sama.
E. Logis. Soal dengan tingkat kesulitan sedang lebih efektif membedakan kemampuan tinggi dan rendah dibanding soal terlalu mudah atau terlalu sulit.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena bertentangan dengan prinsip dasar validitas, di mana nilai \( 0 \) menunjukkan tidak adanya hubungan antara skor dan kemampuan.
No 3
Bacaan
Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, khususnya pada bidang internet dan media sosial. Kehadiran media sosial mampu mengatasi batas jarak, ruang, dan waktu sehingga seseorang dapat terhubung dengan siapa pun dan kapan pun. Media sosial memberikan dampak positif sekaligus negatif. Sebagian besar penggunanya adalah remaja dan anak-anak yang masih memerlukan pengawasan sehingga dampaknya lebih dominan dirasakan oleh kelompok tersebut. Dari sisi positif, media sosial mempermudah komunikasi, membantu pencarian informasi, memperluas relasi, serta mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, di sisi lain, penggunaan berlebihan dapat menimbulkan kecanduan, menurunkan motivasi belajar, serta membuat remaja mengabaikan kewajiban sebagai pelajar.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Penggunaan media sosial tanpa batas waktu dapat menurunkan konsentrasi belajar siswa secara signifikan. |
| B. | Pengawasan orang tua diperlukan agar remaja menggunakan media sosial secara bijak. |
| C. | Semakin tinggi tingkat kecanduan media sosial maka prestasi belajar pasti selalu meningkat. |
| D. | Pemanfaatan media sosial secara tepat dapat membantu siswa memperoleh informasi pembelajaran. |
| E. | Keseimbangan antara belajar dan penggunaan media sosial penting bagi perkembangan remaja. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis Konsep Logika (Untuk Pemula)
Dalam bacaan dijelaskan bahwa kecanduan media sosial menyebabkan remaja menjadi malas dan melupakan kewajiban. Artinya, hubungan kecanduan dan prestasi belajar cenderung berbanding terbalik.
Secara matematis sederhana, hubungan berbanding terbalik dapat dimodelkan:
Jika \( x \) = tingkat kecanduan dan \( y \) = prestasi belajar,
maka hubungan negatif dapat digambarkan sebagai:
\( y = \dfrac{k}{x} \)
Jika \( x \gt 0 \) dan semakin besar, maka \( y \lt k \) dan cenderung menurun.
Pilihan C menyatakan bahwa semakin tinggi kecanduan maka prestasi pasti selalu meningkat. Itu berarti hubungan searah, misalnya:
\( y = kx \)
Artinya jika \( x \gt 0 \) dan meningkat, maka \( y \gt 0 \) dan ikut meningkat.
Ini bertentangan dengan isi bacaan yang menyebut kecanduan menyebabkan penurunan tanggung jawab belajar.
Analisis Setiap Pilihan
A. Logis. Penggunaan tanpa batas waktu dapat mengurangi fokus belajar.
B. Logis. Bacaan menekankan remaja membutuhkan pengawasan.
C. Tidak logis. Bertentangan dengan isi bacaan karena menyatakan kecanduan meningkatkan prestasi.
D. Logis. Bacaan menyebut dampak positif berupa kemudahan memperoleh informasi.
E. Logis. Keseimbangan relevan dengan dampak positif dan negatif yang dibahas.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah C karena bertentangan dengan isi teks dan secara hubungan matematis menunjukkan arah berlawanan dari yang dijelaskan dalam bacaan.
No 4
Bacaan
Media sosial merupakan laman atau kumpulan aplikasi daring yang memungkinkan penggunanya berbagi berbagai bentuk informasi kepada masyarakat luas hingga tingkat global. Sebagai media berbasis internet, media sosial memfasilitasi interaksi dan komunikasi secara daring tanpa dibatasi jarak dan waktu. Namun, penggunaan yang berlebihan serta tidak terkontrol dapat memengaruhi perilaku pengguna ke arah negatif. Tidak dapat dimungkiri bahwa media sosial memiliki pengaruh besar dalam kehidupan seseorang; individu yang semula tidak dikenal dapat menjadi populer, demikian pula sebaliknya. Bagi remaja yang masih berada pada fase pencarian jati diri, media sosial sering kali menjadi candu hingga membuat mereka lupa waktu. Konten yang diakses pun berpotensi membentuk pola pikir dan perilaku mereka. Oleh karena itu, diperlukan pembatasan serta pengawasan dalam penggunaan media sosial agar dampaknya tetap terkendali.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Pengawasan diperlukan agar remaja tidak terpapar konten yang memengaruhi perkembangan psikologis mereka. |
| B. | Pembatasan waktu penggunaan membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas daring dan tanggung jawab belajar. |
| C. | Dampak media sosial dapat berbeda pada setiap individu tergantung intensitas penggunaan masing-masing. |
| D. | Konten yang sering diakses berpotensi membentuk pola pikir dan sikap remaja. |
| E. | Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka kebutuhan pengawasan menjadi semakin tidak diperlukan. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: E
Analisis Logika (Pendekatan Matematis Sederhana)
Dalam bacaan dijelaskan bahwa penggunaan berlebihan berdampak negatif sehingga diperlukan pembatasan dan pengawasan.
Misalkan:
\( x \) = intensitas penggunaan media sosial \( y \) = kebutuhan pengawasan
Secara logis dari bacaan, hubungan keduanya searah:
Jika \( x \gt 0 \) dan semakin besar, maka \( y \gt 0 \) dan juga meningkat.
Hubungan ini dapat dimodelkan secara sederhana:
\( y = kx \)
dengan \( k \gt 0 \).
Namun pilihan E menyatakan bahwa semakin tinggi penggunaan maka pengawasan tidak diperlukan. Itu berarti hubungan berlawanan:
Jika \( x \gt 0 \) dan meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya atau bahkan mendekati nol.
Secara matematis bertentangan dengan model hubungan positif yang dijelaskan dalam teks.
Analisis Tiap Pilihan
A. Logis. Sejalan dengan kebutuhan pengawasan bagi remaja.
B. Logis. Pembatasan waktu mendukung pengendalian dampak negatif.
C. Logis. Dampak memang bisa berbeda tergantung intensitas.
D. Logis. Sesuai dengan penjelasan bahwa konten membentuk pola pikir.
E. Tidak logis. Bertentangan dengan isi teks karena semakin tinggi penggunaan justru membutuhkan pengawasan lebih besar.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah E karena secara hubungan logis dan model matematis menunjukkan arah yang berlawanan dengan isi bacaan.
No 5
Bacaan
Penggunaan teknologi informasi melalui jaringan internet di kalangan remaja menjadi isu yang sangat penting dan memerlukan perhatian serius. Data dari Kominfo menunjukkan bahwa media sosial dan platform digital telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari anak muda Indonesia. Studi tersebut menemukan bahwa 98 persen anak dan remaja yang disurvei mengenal internet, serta 79,5 persen di antaranya merupakan pengguna aktif. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan psikologis remaja, khususnya terkait kecemasan dan depresi. Di era digital, remaja semakin bergantung pada media sosial sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, serta eksplorasi identitas. Namun, muncul kekhawatiran mengenai dampak negatif penggunaan berlebihan atau tidak sehat terhadap kondisi psikologis mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendalami karakter eksploratif penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berlebihan, paparan cyberbullying, serta kecenderungan melakukan perbandingan sosial di media sosial berkontribusi terhadap peningkatan kecemasan dan depresi. Penelitian ini juga membahas faktor-faktor moderasi seperti dukungan sosial di dunia nyata serta regulasi penggunaan media sosial yang memengaruhi hubungan tersebut. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan pentingnya memahami pengaruh media sosial terhadap kesejahteraan psikologis remaja serta implikasinya bagi pendidikan, pengasuhan, dan intervensi ke depan.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Dukungan sosial offline dapat mengurangi dampak negatif media sosial terhadap kesehatan psikologis remaja. |
| B. | Regulasi penggunaan media sosial membantu mencegah peningkatan kecemasan dan depresi remaja. |
| C. | Eksposur cyberbullying yang berulang meningkatkan risiko gangguan psikologis pada remaja. |
| D. | Penggunaan media sosial secara seimbang dapat meminimalkan kemungkinan munculnya kecemasan berlebihan. |
| E. | Semakin tinggi tingkat kecemasan remaja maka intensitas penggunaan media sosial pasti menurun. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: E
Analisis Logika dengan Model Matematis Sederhana
Dalam bacaan dijelaskan bahwa penggunaan media sosial berlebihan berkontribusi terhadap peningkatan kecemasan dan depresi.
Misalkan:
\( x \) = intensitas penggunaan media sosial \( y \) = tingkat kecemasan
Dari hasil penelitian, hubungan keduanya cenderung searah:
Jika \( x \gt 0 \) dan meningkat, maka \( y \gt 0 \) dan ikut meningkat.
Hubungan ini dapat dimodelkan sederhana:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan E menyatakan bahwa semakin tinggi kecemasan maka penggunaan media sosial pasti menurun. Itu berarti hubungan berlawanan arah, misalnya:
Jika \( y \gt 0 \) meningkat, maka \( x \lt \) sebelumnya.
Modelnya menyerupai hubungan terbalik:
\( x = \dfrac{k}{y} \)
Ini bertentangan dengan hasil penelitian dalam bacaan yang menunjukkan peningkatan penggunaan berkaitan dengan peningkatan kecemasan.
Analisis Setiap Pilihan
A. Logis. Sesuai pembahasan faktor moderasi seperti dukungan sosial offline.
B. Logis. Regulasi memang disebut sebagai faktor yang memengaruhi hubungan tersebut.
C. Logis. Cyberbullying disebut berkontribusi terhadap kecemasan dan depresi.
D. Logis. Penggunaan seimbang dapat meminimalkan dampak negatif.
E. Tidak logis. Bertentangan dengan pola hubungan yang dijelaskan dalam teks.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah E karena menunjukkan hubungan sebab-akibat yang berlawanan dengan temuan penelitian dalam bacaan.
No 6
Bacaan
Perkembangan teknologi internet berlangsung sangat pesat karena mampu menghilangkan batas jarak, ruang, dan waktu. Melalui internet, seseorang dapat terhubung dengan komunitas global kapan pun dan di mana pun untuk mencari serta berbagi informasi maupun gagasan. Keberadaan berbagai jejaring sosial mempermudah pembentukan jaringan dan relasi secara cepat. Media sosial membawa dampak baru dalam kehidupan, khususnya bagi anak-anak dan remaja, baik dampak positif maupun negatif. Sebagian besar pengguna jejaring sosial berasal dari kalangan anak-anak dan remaja yang masih membutuhkan pengawasan orang tua. Dari sisi positif, media sosial memfasilitasi komunikasi, membantu akses informasi, memperluas hubungan, serta mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti perubahan sikap akibat kecanduan, menurunnya motivasi belajar, serta pengabaian kewajiban sebagai siswa.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Pengawasan orang tua membantu anak menggunakan media sosial secara lebih terarah. |
| B. | Pemanfaatan media sosial secara bijak dapat mendukung perkembangan pengetahuan remaja. |
| C. | Penggunaan berlebihan berpotensi menurunkan tanggung jawab belajar siswa secara bertahap. |
| D. | Keseimbangan antara aktivitas daring dan kewajiban akademik penting bagi remaja. |
| E. | Semakin tinggi tingkat kecanduan remaja maka kedisiplinan belajar mereka selalu meningkat. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: E
Analisis Logika dengan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa kecanduan jejaring sosial menyebabkan remaja menjadi malas dan melupakan kewajiban belajar.
Misalkan:
\( x \) = tingkat kecanduan \( y \) = tingkat kedisiplinan belajar
Dari isi teks, hubungan keduanya berlawanan arah. Jika \( x \gt 0 \) dan meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya atau menurun.
Model sederhana hubungan terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \) dengan \( k \gt 0 \)
Artinya ketika \( x \) membesar, nilai \( y \) mengecil.
Namun pada pilihan E dinyatakan bahwa semakin tinggi kecanduan maka kedisiplinan selalu meningkat. Itu berarti hubungan searah:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Jika \( x \gt 0 \) bertambah, maka \( y \gt 0 \) ikut bertambah.
Ini bertentangan dengan isi bacaan.
Analisis Setiap Pilihan
A. Logis. Sesuai dengan kebutuhan pengawasan orang tua yang disebut dalam teks.
B. Logis. Teks menjelaskan adanya dampak positif terhadap perkembangan pengetahuan.
C. Logis. Selaras dengan dampak negatif berupa penurunan tanggung jawab belajar.
D. Logis. Keseimbangan mendukung pengendalian dampak negatif media sosial.
E. Tidak logis. Bertentangan dengan hubungan sebab-akibat yang dijelaskan dalam bacaan.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah E karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan isi teks dan tidak sesuai dengan model hubungan matematis sederhana antara kecanduan dan kedisiplinan belajar.
No 7
Bacaan
Keberadaan media sosial semakin meningkat terutama sejak tahun 2020 dan sangat dominan di kalangan remaja. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga berpengaruh dalam membentuk perilaku, termasuk munculnya fenomena cyberbullying. Penelitian pustaka ini bertujuan mengkaji pengaruh media sosial terhadap perilaku cyberbullying pada remaja serta menekankan pentingnya pengawasan orang tua. Penelusuran literatur dilakukan terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir melalui berbagai jurnal kredibel seperti Google Scholar, Springer, JISIP, BMC Pediatrics, dan BMC Public Health, serta memanfaatkan data Hootsuite dan We Are Social. Penelitian ini menggunakan perspektif sistem Hutchinson. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap cyberbullying tanpa terbatas pada gender maupun usia, sehingga peran orang tua dan lingkungan terdekat diperlukan untuk membimbing remaja agar penggunaan media sosial tidak bermasalah dan tidak memicu perilaku cyberbullying.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka kemungkinan terjadinya cyberbullying pasti selalu menurun. |
| B. | Pengawasan orang tua dapat mengurangi risiko penggunaan media sosial bermasalah pada remaja. |
| C. | Cyberbullying dapat terjadi pada remaja tanpa memandang perbedaan gender. |
| D. | Penggunaan media sosial yang tidak terkendali berpotensi memicu perilaku agresif daring. |
| E. | Lingkungan terdekat berperan penting dalam membimbing remaja menggunakan media sosial. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis Sederhana
Dalam bacaan dijelaskan bahwa media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap cyberbullying.
Misalkan:
\( x \) = intensitas penggunaan media sosial \( y \) = tingkat kemungkinan cyberbullying
Dari hasil penelitian, hubungan keduanya cenderung searah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Model sederhana:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan A menyatakan bahwa semakin tinggi penggunaan maka kemungkinan cyberbullying menurun. Itu berarti hubungan berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \)
Hal ini bertentangan dengan isi bacaan yang menyatakan adanya pengaruh signifikan ke arah peningkatan risiko.
Analisis Tiap Pilihan
A. Tidak logis. Bertentangan dengan hasil penelitian dalam teks.
B. Logis. Sejalan dengan pentingnya pengawasan orang tua.
C. Logis. Teks menyebut tidak terpatok pada gender dan usia.
D. Logis. Selaras dengan pengaruh media sosial terhadap cyberbullying.
E. Logis. Lingkungan terdekat disebut berperan penting dalam membimbing remaja.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena menunjukkan hubungan sebab-akibat yang berlawanan dengan hasil penelitian dalam bacaan.
No 8
Bacaan
Pada era teknologi modern, interaksi masyarakat tidak lagi terbatas pada pertemuan tatap muka, tetapi juga berlangsung melalui media sosial. Perkembangan teknologi sering dikaitkan dengan modernitas dan kemajuan. Saat ini, masyarakat mampu membangun komunitas tidak hanya di lingkungan sekitar, tetapi juga melalui platform digital. Remaja menjadi salah satu kelompok pengguna media sosial yang dominan. Mereka umumnya memanfaatkan media sosial untuk berbagi cerita, foto, serta pengalaman pribadi dengan teman-teman. Media sosial memberi ruang kebebasan bagi individu untuk menyampaikan komentar dan pendapat. Namun, penggunaan yang tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif yang tidak terduga. Media sosial kerap digunakan untuk mencari kesenangan, tetapi tanpa disadari dapat berujung pada konsekuensi yang merugikan, termasuk gangguan kesehatan mental.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Semakin bebas seseorang berkomentar di media sosial maka risiko dampak negatif selalu menurun secara signifikan. |
| B. | Penggunaan media sosial secara bijaksana dapat meminimalkan kemungkinan munculnya masalah kesehatan mental. |
| C. | Remaja yang aktif di media sosial cenderung membentuk komunitas di luar lingkungan fisik mereka. |
| D. | Kebebasan berpendapat di media sosial tetap memerlukan tanggung jawab pribadi pengguna. |
| E. | Pemanfaatan media sosial untuk hiburan tetap harus mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis
Dalam bacaan disebutkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif.
Misalkan:
\( x \) = tingkat kebebasan tanpa kontrol \( y \) = risiko dampak negatif
Secara logis dari teks, hubungan keduanya cenderung searah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Model sederhana:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan A menyatakan bahwa semakin bebas seseorang berkomentar maka risiko menurun. Itu berarti hubungan berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \)
Hal ini bertentangan dengan isi bacaan karena kebebasan tanpa kontrol justru berpotensi meningkatkan risiko dampak negatif.
Analisis Tiap Pilihan
A. Tidak logis. Bertentangan dengan hubungan sebab-akibat dalam teks.
B. Logis. Penggunaan bijaksana memang dapat mengurangi dampak negatif.
C. Logis. Sesuai dengan pembahasan pembentukan komunitas digital.
D. Logis. Kebebasan tetap memerlukan tanggung jawab.
E. Logis. Hiburan tetap harus mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena menunjukkan hubungan terbalik yang tidak sesuai dengan isi bacaan dan bertentangan dengan model logika sederhana yang dapat direpresentasikan secara matematis.
No 9
Bacaan
Kemampuan berpikir kritis seharusnya berkembang selama proses pembelajaran, namun pada kenyataannya kemampuan tersebut pada siswa masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran tematik siswa kelas IV SD. Jenis penelitian yang digunakan adalah meta-analisis dengan pengumpulan data melalui penelusuran artikel di Google Cendekia. Dari hasil pencarian diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria. Uji hipotesis menggunakan uji ANCOVA menunjukkan bahwa nilai \( F_{hitung} \gt F_{tabel} \), yaitu \( 3,462 \gt 3,20 \), dengan signifikansi \( 0,079 \gt 0,05 \), sehingga \( H_o \) ditolak dan \( H_a \) diterima. Artinya terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan model Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis. Analisis effect size menunjukkan nilai Partial Eta Squared sebesar 0,161 dengan signifikansi 0,079 yang tergolong pengaruh kecil. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan Problem Solving dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Nilai effect size kecil menunjukkan pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis tidak terlalu besar. |
| B. | Perbedaan nilai \( F_{hitung} \gt F_{tabel} \) menunjukkan adanya perbedaan efektivitas kedua model pembelajaran. |
| C. | Karena nilai signifikansi \( 0,079 \gt 0,05 \), maka tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua model pembelajaran. |
| D. | Meta-analisis dilakukan dengan menggabungkan hasil beberapa penelitian yang relevan. |
| E. | Model Problem Based Learning dinyatakan lebih efektif dibandingkan Problem Solving. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis Statistik untuk Pemula
Dalam pengujian hipotesis dikenal aturan sederhana:
Jika \( F_{hitung} \gt F_{tabel} \), maka \( H_o \) ditolak.
Pada teks:
\( 3,462 \gt 3,20 \)
Artinya syarat penolakan \( H_o \) terpenuhi.
Selain itu digunakan nilai signifikansi \( \alpha = 0,05 \).
Aturan umum:
Jika \( p \lt 0,05 \), maka signifikan. Jika \( p \gt 0,05 \), maka tidak signifikan.
Namun dalam teks dinyatakan bahwa meskipun \( 0,079 \gt 0,05 \), hasil tetap menyatakan \( H_o \) ditolak berdasarkan perbandingan \( F \).
Pilihan C menyatakan:
Karena \( 0,079 \gt 0,05 \), maka tidak terdapat perbedaan signifikan.
Ini bertentangan langsung dengan kesimpulan dalam bacaan yang menyatakan terdapat perbedaan signifikan.
Analisis Tiap Pilihan
A. Logis. Effect size kecil berarti pengaruhnya tidak besar.
B. Logis. Sesuai dengan aturan \( F_{hitung} \gt F_{tabel} \).
C. Tidak logis karena bertentangan dengan kesimpulan penelitian pada teks.
D. Logis. Meta-analisis memang menggabungkan beberapa penelitian.
E. Logis. Disebutkan secara eksplisit dalam kesimpulan.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah C karena bertentangan dengan aturan pengujian hipotesis yang digunakan dalam bacaan dan tidak sesuai dengan kesimpulan penelitian.
No 10
Bacaan
Sampah plastik dari kemasan makanan ringan dan botol minuman telah menjadi pemandangan yang umum di lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pengelolaan agar sampah tersebut dapat dikurangi dan dimanfaatkan secara bernilai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program dalam mengurangi praktik pembakaran sampah, meningkatkan kesadaran siswa dan guru mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, serta menilai dampak program ecobrick terhadap penurunan jumlah sampah plastik di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ecobrick di UPTD SD Negeri 16 Gambus Laut mampu mengurangi pembakaran sampah, memanfaatkan sampah plastik secara efektif, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mengurangi sampah yang berserakan. Kesimpulannya, program ecobrick terbukti efektif dalam mengurangi sampah plastik, mencegah pembakaran sampah, dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih serta ramah lingkungan.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Program ecobrick membantu mengubah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna. |
| B. | Pengurangan pembakaran sampah berdampak pada terciptanya lingkungan sekolah lebih sehat. |
| C. | Semakin efektif program ecobrick dijalankan maka jumlah sampah plastik yang dibakar selalu meningkat secara bertahap. |
| D. | Peningkatan kesadaran siswa dan guru berkaitan dengan keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan. |
| E. | Observasi dan wawancara digunakan untuk menggambarkan dampak program secara deskriptif. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa program ecobrick mengurangi pembakaran sampah.
Misalkan:
\( x \) = tingkat efektivitas program ecobrick \( y \) = jumlah sampah yang dibakar
Dari hasil penelitian, hubungan keduanya berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model sederhana hubungan terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan C menyatakan bahwa semakin efektif program maka jumlah sampah yang dibakar meningkat. Artinya hubungan searah:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Ini bertentangan dengan isi bacaan yang menyebut program tersebut mengurangi pembakaran sampah.
Analisis Tiap Pilihan
A. Logis karena sesuai dengan pemanfaatan sampah menjadi produk fungsional.
B. Logis karena pengurangan pembakaran menciptakan lingkungan lebih sehat.
C. Tidak logis karena bertentangan dengan hasil penelitian.
D. Logis karena peningkatan kesadaran disebut sebagai hasil program.
E. Logis karena metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah C karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan temuan penelitian dan tidak sesuai dengan model hubungan matematis sederhana antara efektivitas program dan jumlah sampah yang dibakar.
No 11
Bacaan
Sampah menjadi persoalan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk yang tidak diiringi kesadaran serta kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah secara tepat. Permasalahan ini juga terjadi di lingkungan pendidikan, khususnya pada peserta didik tingkat Sekolah Dasar yang masih memiliki kesadaran dan kreativitas rendah dalam pengelolaan sampah. Oleh karena itu, diperlukan strategi dan metode yang efektif untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah Ecobrick, yaitu pemanfaatan kembali sampah plastik sebagai bahan bangunan ramah lingkungan. Manfaat utama Ecobrick terletak pada pengelolaan sampah anorganik secara efektif. Contohnya, sedotan plastik dapat dimanfaatkan menjadi blok bangunan dan botol plastik bekas dapat dijadikan karya seni seperti tas. Metode Ecobrick mampu membantu mengurangi sampah sekaligus meningkatkan kesadaran dan kreativitas peserta didik Sekolah Dasar dalam mengelola sampah.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Penerapan metode Ecobrick dapat meningkatkan kreativitas peserta didik dalam memanfaatkan sampah plastik. |
| B. | Semakin banyak sampah anorganik yang diolah melalui Ecobrick maka jumlah sampah plastik yang tidak terkelola pasti meningkat. |
| C. | Kurangnya kesadaran masyarakat berkontribusi terhadap meningkatnya permasalahan sampah. |
| D. | Pemanfaatan ulang plastik membantu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan sekolah. |
| E. | Strategi pengelolaan sampah diperlukan untuk mengatasi dampak pertumbuhan penduduk. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa metode Ecobrick membantu mengurangi sampah plastik.
Misalkan:
\( x \) = jumlah sampah anorganik yang diolah melalui Ecobrick \( y \) = jumlah sampah plastik yang tidak terkelola
Dari isi teks, hubungan keduanya berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model hubungan terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan B menyatakan bahwa semakin banyak yang diolah maka sampah tidak terkelola meningkat. Artinya hubungan searah:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Hal ini bertentangan dengan isi bacaan yang menyatakan Ecobrick mengurangi sampah.
Analisis Tiap Pilihan
A. Logis karena sesuai dengan peningkatan kreativitas yang disebutkan.
B. Tidak logis karena bertentangan dengan tujuan Ecobrick mengurangi sampah.
C. Logis karena kurangnya kesadaran disebut sebagai penyebab masalah.
D. Logis karena pemanfaatan ulang mengurangi penumpukan sampah.
E. Logis karena strategi diperlukan untuk mengatasi dampak pertumbuhan.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah B karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan tujuan metode Ecobrick dan tidak sesuai dengan model hubungan matematis sederhana antara jumlah sampah yang diolah dan jumlah sampah yang tidak terkelola.
No 12
Bacaan
Penggunaan media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja, meskipun dampaknya terhadap perilaku masih diperdebatkan. Artikel ini melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur mengenai pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja dengan menggunakan metodologi SPIDER dan PRISMA. Penelitian mencakup remaja berusia 12–18 tahun dan menelaah aspek perilaku sosial, prestasi akademik, serta kesehatan mental. Dari 500 artikel yang teridentifikasi melalui basis data seperti Scopus dan Google Scholar, sebanyak 14 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang ketat. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan sering dikaitkan dengan penurunan prestasi akademik dan meningkatnya risiko kecemasan serta depresi. Dukungan orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan diperlukan untuk mendorong penggunaan media sosial yang sehat. Dengan demikian, media sosial memiliki pengaruh signifikan, baik positif seperti membantu tugas sekolah, maupun negatif seperti perundungan siber dan gangguan kesehatan mental apabila digunakan secara tidak bijak. Oleh sebab itu, pendidikan digital dan intervensi kebijakan dibutuhkan untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan dampak negatifnya bagi remaja.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka risiko gangguan kesehatan mental pasti selalu menurun secara signifikan. |
| B. | Dukungan orang tua berperan dalam mengarahkan remaja menggunakan media sosial secara bijak. |
| C. | Penggunaan berlebihan dapat berkaitan dengan penurunan prestasi akademik remaja. |
| D. | Intervensi kebijakan diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif media sosial. |
| E. | Media sosial dapat memberikan manfaat sekaligus risiko bagi perilaku remaja. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis
Dalam bacaan disebutkan bahwa penggunaan media sosial berlebihan dikaitkan dengan peningkatan kecemasan dan depresi.
Misalkan:
\( x \) = intensitas penggunaan media sosial \( y \) = risiko gangguan kesehatan mental
Dari isi teks, hubungan keduanya cenderung searah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Model sederhana:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan A menyatakan bahwa semakin tinggi penggunaan maka risiko menurun. Artinya hubungan berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \)
Pernyataan tersebut bertentangan dengan arah hubungan yang dijelaskan dalam bacaan.
Analisis Tiap Pilihan
A. Tidak logis karena bertentangan dengan hasil kajian dalam teks.
B. Logis dan sejalan dengan kebutuhan dukungan orang tua.
C. Logis karena disebutkan dalam hasil penelitian.
D. Logis sesuai dengan rekomendasi intervensi kebijakan.
E. Logis karena teks menyatakan adanya dampak positif dan negatif.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena menunjukkan hubungan sebab-akibat yang berlawanan dengan hasil penelitian serta tidak sesuai dengan model hubungan matematis sederhana antara dua variabel.
No 13
Bacaan
Penanaman kesadaran lingkungan perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap lingkungannya di masa depan. Dalam dunia pendidikan, Kurikulum Merdeka menghadirkan pendekatan yang lebih fleksibel dengan menekankan penguatan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan P5 dalam menanamkan kesadaran lingkungan pada siswa kelas IV di SD Negeri Swato 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru serta siswa terkait pelaksanaan kegiatan P5. Penanaman kesadaran lingkungan dilaksanakan melalui tema gaya hidup berkelanjutan dengan topik “kurangi plastik hidup jadi asyik” pada fase B kelas IV. Proses dimulai dari tahap perencanaan, seperti penentuan alokasi waktu, kemudian dilaksanakan oleh peserta didik. Kegiatan meliputi tahap pengenalan, kontekstual, dan aksi. Pada tahap aksi, siswa secara langsung memilah sampah organik dan nonorganik serta membuat poster mengenai pengelompokan sampah.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Semakin sering kegiatan pemilahan sampah dilakukan maka tingkat kesadaran lingkungan siswa pasti selalu menurun secara bertahap. |
| B. | Kegiatan aksi dalam P5 membantu siswa memahami praktik pengelolaan sampah secara langsung. |
| C. | Tema gaya hidup berkelanjutan mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa. |
| D. | Observasi dan wawancara digunakan untuk menggambarkan pelaksanaan kegiatan secara deskriptif. |
| E. | Pembuatan poster tentang pengelompokan sampah memperkuat pemahaman siswa mengenai lingkungan. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis Logika dengan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa kegiatan P5 bertujuan menanamkan dan meningkatkan kesadaran lingkungan siswa.
Misalkan:
\( x \) = frekuensi kegiatan pemilahan sampah \( y \) = tingkat kesadaran lingkungan siswa
Dari isi teks, hubungan keduanya searah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Model sederhana:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan A menyatakan bahwa semakin sering dilakukan maka kesadaran menurun. Artinya hubungan berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \)
Hal ini bertentangan dengan tujuan dan hasil kegiatan dalam bacaan.
Analisis Tiap Pilihan
A. Tidak logis karena bertentangan dengan tujuan peningkatan kesadaran lingkungan.
B. Logis karena sesuai dengan tahap aksi dalam kegiatan.
C. Logis karena tema tersebut memang mendukung karakter peduli lingkungan.
D. Logis karena penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
E. Logis karena pembuatan poster memperkuat pemahaman siswa.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan tujuan kegiatan P5 serta tidak sesuai dengan model matematis sederhana antara frekuensi kegiatan dan tingkat kesadaran lingkungan.
No 14
Bacaan
Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Sampah plastik memerlukan waktu sangat lama untuk terurai, bahkan dapat mencapai sekitar 1000 tahun. Penumpukan sampah plastik menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif dan preventif untuk mengatasinya. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah konsep 3R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Namun, tidak semua wilayah memiliki fasilitas tempat pembuangan sampah yang memadai. Salah satu solusi alternatif adalah pembuatan produk ecobrick yang dapat dibuat dengan alat dan bahan sederhana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah Jl. Tabanas II RT 011/017 Kedaung, Tangerang Selatan mengenai pemanfaatan ecobrick sebagai upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Ecobrick tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga berpotensi menjadi peluang ekonomi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan melalui ceramah dan demonstrasi, serta penyerahan produk ecobrick berupa kursi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dalam memilah sampah serta kemampuan memproduksi ecobrick sebagai kebutuhan pribadi maupun bersama.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Penerapan konsep 3R membantu masyarakat mengurangi dampak pencemaran akibat sampah plastik. |
| B. | Pembuatan ecobrick dapat menjadi alternatif solusi ketika fasilitas pembuangan sampah terbatas. |
| C. | Penyuluhan dan demonstrasi meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah. |
| D. | Semakin banyak produk ecobrick yang dihasilkan maka volume sampah plastik di lingkungan pasti selalu meningkat secara konsisten. |
| E. | Pemanfaatan sampah plastik menjadi kursi mendukung terciptanya lingkungan lebih bersih. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa pembuatan ecobrick bertujuan mengurangi sampah plastik.
Misalkan:
\( x \) = jumlah produk ecobrick yang dihasilkan \( y \) = volume sampah plastik di lingkungan
Secara logis dari teks, hubungan keduanya berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model hubungan terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan D menyatakan bahwa semakin banyak ecobrick maka volume sampah meningkat. Artinya hubungan searah:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Hal ini bertentangan dengan tujuan kegiatan yang justru mengurangi sampah plastik.
Analisis Tiap Pilihan
A. Logis karena konsep 3R memang bertujuan mengurangi pencemaran.
B. Logis karena ecobrick menjadi solusi alternatif saat fasilitas terbatas.
C. Logis karena penyuluhan meningkatkan pemahaman masyarakat.
D. Tidak logis karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan tujuan pengurangan sampah.
E. Logis karena pemanfaatan sampah menjadi kursi mendukung kebersihan lingkungan.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah D karena menunjukkan hubungan yang bertentangan dengan tujuan pemanfaatan ecobrick serta tidak sesuai dengan model matematis sederhana antara jumlah produk dan volume sampah plastik.
No 15
Bacaan
Isu kesehatan mental remaja yang berkaitan dengan penggunaan media sosial menjadi perdebatan dalam beberapa tahun terakhir. Tingginya intensitas penggunaan media sosial menjadikannya bagian penting dalam proses perkembangan remaja. Media sosial kerap dinilai memiliki dampak negatif, terutama terkait aspek psikososial seperti harga diri, citra tubuh ideal, serta pembentukan identitas. Selain itu, muncul pula persoalan cyberbullying, akses terhadap konten pornografi, dan perilaku sexting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data numerik untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan serta besarnya pengaruh antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih dominan dalam penggunaan media sosial dibandingkan perempuan, sedangkan perempuan lebih dominan dalam merasakan dampak kesehatan mental. Uji perbandingan berdasarkan usia 21–25 tahun menunjukkan bahwa kelompok tersebut relatif dominan baik dalam penggunaan media sosial maupun dalam pengalaman masalah kesehatan mental dibandingkan kelompok usia lainnya.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Semakin tinggi penggunaan media sosial maka tingkat gangguan kesehatan mental pasti selalu menurun secara konsisten. |
| B. | Perbedaan intensitas penggunaan media sosial dapat memengaruhi variasi kondisi psikososial remaja. |
| C. | Kelompok usia tertentu menunjukkan dominasi dalam penggunaan media sosial dan pengalaman masalah mental. |
| D. | Uji kuantitatif memungkinkan peneliti melihat hubungan antara dua variabel penelitian. |
| E. | Isu cyberbullying berkaitan dengan risiko dampak negatif penggunaan media sosial. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis Logika dengan Model Matematis Sederhana
Dalam bacaan dijelaskan bahwa penggunaan media sosial dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan mental.
Misalkan:
\( x \) = tingkat penggunaan media sosial \( y \) = tingkat gangguan kesehatan mental
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara keduanya. Secara umum dari konteks teks, hubungan cenderung searah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Model sederhana:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan A menyatakan bahwa semakin tinggi penggunaan maka gangguan menurun. Itu berarti hubungan berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \)
Pernyataan ini bertentangan dengan arah hubungan yang dijelaskan dalam bacaan.
Analisis Tiap Pilihan
A. Tidak logis. Bertentangan dengan hasil penelitian dalam teks.
B. Logis. Intensitas memang dapat memengaruhi kondisi psikososial.
C. Logis. Sesuai dengan hasil uji perbandingan usia.
D. Logis. Metode kuantitatif memang digunakan untuk melihat hubungan variabel.
E. Logis. Cyberbullying disebut sebagai risiko penggunaan media sosial.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena menunjukkan hubungan terbalik yang tidak sesuai dengan arah hubungan dalam bacaan serta bertentangan dengan model matematis sederhana yang merepresentasikan hubungan variabel.
No 16
Bacaan
Permasalahan pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekolah, khususnya di SMPN 3 Manggis Kabupaten Karangasem, masih menjadi tantangan. Penumpukan sampah plastik dan rendahnya kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah menuntut adanya upaya edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah plastik. Kegiatan diawali dengan pemaparan konsep daur ulang berbasis metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle), kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan ecobrick dari limbah plastik yang telah dikumpulkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengaplikasikan materi dengan baik, terbukti dari keberhasilan setiap kelompok dalam menghasilkan ecobrick berkualitas dengan kepadatan dan kerapatan sesuai standar. Selain aspek teknis, keberhasilan juga terlihat dari partisipasi aktif dan antusiasme siswa selama pelatihan. Produk akhir berupa ecobrick yang siap digunakan menunjukkan bahwa siswa dapat menerapkan metode pengelolaan sampah secara tepat. Secara keseluruhan, kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa serta mendukung upaya pengurangan limbah plastik secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Semakin banyak ecobrick yang dihasilkan maka jumlah sampah plastik di sekolah pasti selalu meningkat secara konsisten. |
| B. | Metode 3R membantu siswa memahami pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. |
| C. | Pelatihan praktis memungkinkan siswa mengaplikasikan konsep daur ulang secara langsung. |
| D. | Kepadatan ecobrick yang sesuai standar menunjukkan keberhasilan proses pembuatan. |
| E. | Partisipasi aktif siswa berkontribusi terhadap keberhasilan kegiatan pelatihan. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa pembuatan ecobrick bertujuan mengurangi limbah plastik di sekolah.
Misalkan:
\( x \) = jumlah ecobrick yang dihasilkan \( y \) = jumlah sampah plastik di sekolah
Dari isi teks, hubungan keduanya berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model hubungan terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan A menyatakan bahwa semakin banyak ecobrick maka sampah meningkat. Artinya hubungan searah:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Hal ini bertentangan dengan tujuan kegiatan yang justru mengurangi limbah plastik.
Analisis Tiap Pilihan
A. Tidak logis karena bertentangan dengan tujuan pengurangan sampah.
B. Logis karena metode 3R memang bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah.
C. Logis karena pelatihan praktis memperkuat penerapan konsep.
D. Logis karena standar kepadatan menunjukkan kualitas ecobrick.
E. Logis karena partisipasi aktif mendukung keberhasilan kegiatan.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan tujuan kegiatan pengurangan limbah plastik serta tidak sesuai dengan model matematis sederhana antara jumlah ecobrick dan jumlah sampah plastik.
No 17
Bacaan
Ecobrick adalah bata ramah lingkungan yang dibuat dari botol plastik bekas PET yang diisi sampah plastik hingga penuh, kemudian dipadatkan sampai mencapai bobot tertentu sehingga menjadi keras. Ecobrick dapat dimanfaatkan sebagai material alternatif arsitektural yang terjangkau. Kegiatan pengabdian KKN Universitas Mataram bertujuan membantu masyarakat mengolah sampah anorganik melalui pembuatan ecobrick menjadi produk baru yang bermanfaat. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Januari 2022 di SDN 1 Ranjok, Desa Ranjok, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan berupa edukasi dan presentasi mengenai pembuatan ecobrick kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut diharapkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan meningkat. Program ini memperoleh respons positif karena mampu membantu mengurangi volume sampah yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan sampah anorganik serta pemanfaatan ecobrick sebagai material ramah lingkungan. Masyarakat memperoleh pengetahuan mulai dari memilah sampah, memasukkan dan memadatkan plastik ke dalam botol, hingga menyusun ecobrick menjadi produk seperti bangku atau kursi.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Semakin banyak ecobrick diproduksi maka jumlah sampah anorganik di lingkungan pasti selalu bertambah secara konsisten. |
| B. | Proses pemadatan plastik dalam botol menentukan kualitas dan kekuatan ecobrick yang dihasilkan. |
| C. | Edukasi kepada masyarakat berperan dalam meningkatkan partisipasi pengelolaan sampah. |
| D. | Pemanfaatan ecobrick sebagai material alternatif dapat mengurangi volume sampah plastik. |
| E. | Antusiasme masyarakat mendukung keberhasilan program pengolahan sampah berbasis ecobrick. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa pembuatan ecobrick membantu mengurangi volume sampah anorganik.
Misalkan:
\( x \) = jumlah ecobrick yang diproduksi \( y \) = jumlah sampah anorganik di lingkungan
Dari isi teks, hubungan keduanya berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model hubungan terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan A menyatakan bahwa semakin banyak ecobrick maka sampah bertambah. Artinya hubungan searah:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Hal ini bertentangan dengan tujuan kegiatan yang justru mengurangi volume sampah.
Analisis Tiap Pilihan
A. Tidak logis karena bertentangan dengan tujuan pengurangan sampah.
B. Logis karena pemadatan memengaruhi kualitas ecobrick.
C. Logis karena edukasi meningkatkan partisipasi masyarakat.
D. Logis karena ecobrick membantu mengurangi volume sampah plastik.
E. Logis karena antusiasme masyarakat mendukung keberhasilan program.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan tujuan pengolahan sampah melalui ecobrick serta tidak sesuai dengan model matematis sederhana antara jumlah ecobrick dan jumlah sampah anorganik.
No 18
Bacaan
Sampah anorganik, khususnya plastik, sulit terurai secara alami. Produksi sampah plastik terus meningkat setiap hari, terutama dalam bentuk botol plastik. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih tergolong rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui edukasi dan pendampingan kepada anak usia sekolah mengenai daur ulang sampah plastik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas. Program dilaksanakan di SD Negeri 001 Sungai Pinang, Desa Bandara, Kota Samarinda. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk mendaur ulang botol plastik menjadi barang yang berguna dan bernilai sehingga volume sampah plastik di lingkungan dapat berkurang. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran dan motivasi bagi siswa untuk mengolah sampah plastik menjadi pot tanaman.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Edukasi daur ulang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan botol plastik bekas. |
| B. | Semakin banyak botol plastik yang didaur ulang maka volume sampah plastik di lingkungan pasti meningkat secara bertahap. |
| C. | Pendampingan kepada siswa membantu menumbuhkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah. |
| D. | Daur ulang botol plastik berpotensi mengurangi penumpukan sampah anorganik. |
| E. | Kegiatan edukasi dapat menjadi sarana pembelajaran lingkungan bagi anak usia sekolah. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis Logika Menggunakan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa daur ulang botol plastik bertujuan mengurangi volume sampah.
Misalkan:
\( x \) = jumlah botol plastik yang didaur ulang \( y \) = volume sampah plastik di lingkungan
Dari teks, hubungan keduanya berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model hubungan terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan B menyatakan bahwa semakin banyak didaur ulang maka volume meningkat. Artinya hubungan searah:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Hal ini bertentangan dengan tujuan kegiatan dalam bacaan.
Analisis Tiap Pilihan
A. Logis karena sesuai dengan tujuan meningkatkan kreativitas siswa.
B. Tidak logis karena bertentangan dengan tujuan pengurangan sampah.
C. Logis karena pendampingan menumbuhkan kesadaran.
D. Logis karena daur ulang mengurangi penumpukan sampah.
E. Logis karena kegiatan edukasi berfungsi sebagai pembelajaran lingkungan.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah B karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan tujuan kegiatan daur ulang serta tidak sesuai dengan model matematis sederhana antara jumlah yang didaur ulang dan volume sampah.
No 19
Bacaan
Fenomena penggunaan internet, khususnya aplikasi media sosial, telah menjadi bagian dari konsumsi publik. Dalam masyarakat modern, internet sering menimbulkan kecenderungan ketergantungan. Hal yang perlu diperhatikan meliputi siapa penggunanya, kapan digunakan, serta manfaat yang diperoleh dari media sosial. Permasalahan sosial muncul ketika anak-anak mengalami kecanduan dan ketergantungan terhadap media sosial. Berbagai survei menunjukkan bahwa dampak negatif penggunaan media sosial menjadi pemicu persoalan sosial pada anak di Indonesia. Sebagian besar anak aktif menggunakan internet dan menjadikan media sosial sebagai sarana interaksi utama. Dampak negatif yang muncul meliputi cyberbullying, pemicu kejahatan, paparan pornografi, komunikasi yang buruk, ujaran kebencian, gangguan perkembangan emosi dan fisik, hingga kecenderungan mengumbar rahasia pribadi. Oleh karena itu, lingkungan terdekat memiliki peran penting sebagai pengawas dan penyaring dalam penggunaan media sosial oleh anak.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Semakin tinggi ketergantungan anak terhadap media sosial maka risiko permasalahan sosial pasti selalu menurun secara bertahap. |
| B. | Peran lingkungan terdekat diperlukan untuk membatasi penggunaan media sosial pada anak. |
| C. | Penggunaan media sosial sebagai interaksi utama berpotensi memicu dampak negatif tertentu. |
| D. | Dampak seperti cyberbullying dan ujaran kebencian berkaitan dengan aktivitas daring anak. |
| E. | Ketergantungan yang tidak terkendali dapat memperbesar kemungkinan munculnya masalah sosial. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis Logika dengan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa ketergantungan terhadap media sosial memicu berbagai permasalahan sosial.
Misalkan:
\( x \) = tingkat ketergantungan media sosial \( y \) = tingkat permasalahan sosial
Dari teks, hubungan keduanya cenderung searah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Model sederhana:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan A menyatakan bahwa semakin tinggi ketergantungan maka risiko menurun. Itu berarti hubungan berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \)
Hal ini bertentangan dengan isi bacaan yang menyebut ketergantungan justru memicu masalah sosial.
Analisis Tiap Pilihan
A. Tidak logis. Bertentangan dengan arah hubungan dalam teks.
B. Logis. Sesuai dengan peran lingkungan sebagai pengawas.
C. Logis. Teks menjelaskan potensi dampak negatif penggunaan dominan.
D. Logis. Dampak tersebut disebut secara eksplisit dalam bacaan.
E. Logis. Ketergantungan tidak terkendali memperbesar risiko sosial.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah A karena menunjukkan hubungan terbalik yang tidak sesuai dengan isi bacaan dan bertentangan dengan model hubungan matematis sederhana antara variabel ketergantungan dan permasalahan sosial.
No 20
Bacaan
Di antara berbagai limbah rumah tangga, sampah anorganik khususnya plastik termasuk yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Keberadaannya sering dianggap sepele, padahal plastik merupakan salah satu ancaman besar bagi kelestarian lingkungan. Botol plastik bekas minuman kemasan menjadi contoh yang mudah ditemukan. Plastik sulit terurai oleh tanah meskipun telah tertimbun selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, pemanfaatan kembali sampah anorganik menjadi langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan di sekolah dasar adalah menggunakan botol plastik bekas sebagai media tanam dengan konsep hidroponik sistem sumbu atau wick. Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Soal
Kalimat manakah yang tidak logis apabila ditambahkan ke dalam bacaan tersebut?
| A. | Pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam dapat mengurangi jumlah sampah yang mencemari lingkungan. |
| B. | Kesadaran siswa terhadap lingkungan dapat ditingkatkan melalui praktik pengelolaan sampah sederhana. |
| C. | Plastik yang sulit terurai membutuhkan waktu sangat lama untuk kembali ke kondisi alami. |
| D. | Hidroponik sistem sumbu memanfaatkan botol plastik sebagai wadah alternatif ramah lingkungan. |
| E. | Semakin banyak botol plastik yang dimanfaatkan maka jumlah sampah anorganik di lingkungan pasti meningkat secara bertahap. |
Klik Jawaban & Analisis
Jawaban: E
Analisis Logika dengan Model Matematis
Dalam bacaan dijelaskan bahwa pemanfaatan botol plastik membantu menjaga kelestarian lingkungan.
Misalkan:
\( x \) = jumlah botol plastik yang dimanfaatkan \( y \) = jumlah sampah anorganik di lingkungan
Secara logis dari teks, hubungan keduanya berlawanan arah:
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \lt \) sebelumnya.
Model sederhana hubungan terbalik:
\( y = \dfrac{k}{x} \) dengan \( k \gt 0 \)
Pilihan E menyatakan bahwa semakin banyak yang dimanfaatkan maka sampah meningkat. Artinya hubungan searah:
\( y = kx \) dengan \( k \gt 0 \)
Jika \( x \gt 0 \) meningkat, maka \( y \gt 0 \) juga meningkat.
Hal ini bertentangan dengan isi bacaan yang menyebut pemanfaatan mengurangi pencemaran.
Analisis Tiap Pilihan
A. Logis karena sesuai dengan tujuan pengurangan sampah.
B. Logis karena praktik langsung meningkatkan kesadaran siswa.
C. Logis karena plastik memang sulit terurai dalam waktu singkat.
D. Logis karena sesuai dengan konsep hidroponik sistem sumbu.
E. Tidak logis karena menunjukkan hubungan yang berlawanan dengan isi bacaan.
Kesimpulan
Kalimat yang tidak logis adalah E karena bertentangan dengan tujuan pemanfaatan sampah plastik serta tidak sesuai dengan model hubungan matematis sederhana antara jumlah plastik yang dimanfaatkan dan jumlah sampah yang tersisa.