Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.
  1. Social conflicts often happen when economic inequalities build up over long periods without effective intervention.

    Konflik sosial sering terjadi ketika ketimpangan ekonomi menumpuk dalam waktu lama tanpa intervensi yang efektif.

  2. Political actors may use identity narratives to help mobilize groups during periods of social tension.

    Aktor politik bisa menggunakan narasi identitas untuk membantu menggerakkan kelompok saat situasi sosial sedang tegang.

  3. As conflicts escalate, populations move across regions and policies must be made to address humanitarian needs.

    Saat konflik makin memanas, penduduk bisa berpindah antarwilayah dan kebijakan perlu dibuat untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan.

  4. Prolonged conflict can touch multiple sectors of society and is call also called a multidimensional crisis.

    Konflik yang berkepanjangan bisa menyentuh banyak sektor masyarakat dan disebut juga sebagai krisis multidimensi.

  5. Peace agreements attempt to replace violent confrontation and stick to negotiated solutions.

    Perjanjian damai berupaya mengganti konfrontasi kekerasan dan tetap berpegang pada solusi hasil negosiasi.

  6. Researchers separate structural causes of conflict from triggers that rub against existing social tensions.

    Peneliti memisahkan penyebab struktural konflik dari pemicu yang menggesek ketegangan sosial yang sudah ada.

  7. Conflict studies have many uses in policy analysis and mean this means reducing misunderstandings about violence.

    Kajian konflik memiliki banyak manfaat dalam analisis kebijakan dan berarti ini berarti mengurangi salah paham tentang kekerasan.

  8. International institutions create early warning systems to monitor potential conflict escalation.

    Lembaga internasional membuat sistem peringatan dini untuk memantau potensi eskalasi konflik.

  9. Armed conflict can change economic conditions, make governance fragile, and run institutions less effectively.

    Konflik bersenjata dapat mengubah kondisi ekonomi, membuat tata kelola menjadi rapuh, dan menjalankan lembaga-lembaga jadi kurang efektif.

  10. Sanctions may charge economic costs to societies, turn political disputes into crises, and reduce longterm development outcomes.

    Sanksi bisa membebankan biaya ekonomi ke masyarakat, mengubah sengketa politik menjadi krisis, dan mengurangi hasil pembangunan jangka panjang.