Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

46. Bacalah teks berikut!

Menjadi Bupati merupakan pilihan pekerjaan yang baik. Apalagi niatnya ingin menyejahterakan rakyat.

Alasan kesalahan penggunaan huruf kapital pada kalimat pertama adalah ....

  1. nama jabatan yang tidak diikuti nama orang
  2. nama khas geografi yang mengiringi jabatan
  3. nama pejabat yang ditulis sebagai kata kedua
  4. nama jabatan yang dapat menaikkan status sosial
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Dalam PUEBI, nama jabatan ditulis dengan huruf kecil jika tidak diikuti nama orang atau tidak dipakai sebagai sapaan.
  • Pada kalimat “Menjadi Bupati merupakan ...”, kata “Bupati” tidak diikuti nama orang/daerah tertentu (misalnya “Bupati Ponorogo”), sehingga seharusnya ditulis bupati.
  • Opsi A tepat karena langsung menjelaskan alasan kesalahan kapitalisasi tersebut.
  • Opsi B, C, D tidak sesuai konteks kalimat karena tidak ada unsur geografi/nama pejabat tertentu, dan “status sosial” bukan kaidah ejaan.

47. Bacalah teks berikut!

(1) Alur hidup Ni Wayan Mertayani dapat dikatakan hampir mirip dengan Anne Frank, wartawati yang terbuang. (2) Keduanya sama-sama hidup dalam tekanan. (3) Akan tetapi, keduanya penuh harapan dan cita-cita. (4) Anne Frank hidup dan besar dibawah tekanan antiwartawan, sedangkan Mertayani hidup dan besar dibawah tekanan ekonomi.

Penggunaan ejaan yang tidak tepat pada kutipan teks tersebut adalah kalimat nomor ....

  1. (4)
  2. (3)
  3. (2)
  4. (1)
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Kalimat (4) memuat ejaan yang tidak tepat: “dibawah” seharusnya di bawah (kata depan “di” dipisah).
  • Kesalahan itu muncul dua kali: “di bawah tekanan ...” dan “di bawah tekanan ekonomi”.
  • Kalimat (1)–(3) tidak menunjukkan kesalahan ejaan yang sejelas itu.

48. Bacalah kalimat berikut!

Oleh sebab itu, anak wajib dijaga dan dilindungi; karena, dalam dirinya melekat: harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia.

Penggunaan tanda baca yang tidak tepat adalah ....

  1. titik dua (:)
  2. tanda titik (.)
  3. tanda hubung (-)
  4. koma (,) setelah kata martabat
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Kalimat menggunakan titik dua pada “melekat: harkat, martabat, ...”. Dalam struktur ini, pemakaian titik dua tidak tepat karena setelah “melekat” bukan konteks penjelasan resmi yang memerlukan titik dua; bentuk yang lebih tepat biasanya memakai koma atau tanpa pemisah khusus.
  • Selain itu, ada juga tanda baca lain yang terasa janggal (misalnya titik koma dan koma setelah “karena”), tetapi opsi yang ditanyakan dan paling jelas “mencolok” sebagai ketidaktepatan pada pilihan adalah titik dua.
  • Tanda titik (.) tidak dipakai di kalimat tersebut, jadi tidak mungkin menjadi jawaban.
  • hak-hak dengan tanda hubung adalah bentuk ulang yang benar.
  • Koma setelah “martabat” masih wajar karena termasuk deret: “harkat, martabat, dan hak-hak ...”.

49. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

(1) Harga kebutuhan pokok merangkak naik disejumlah pasar tradisional.
(2) Operasi pasar murah mengganggu penjual di pasar-pasar.
(3) Stasiun Solo Balapan sudah di padati penumpang.
(4) Tahun ini manajemen Pelabuhan Merak menyediakan 57 loket untuk mengurangi antrian.

Penggunaan ejaan yang tepat ditandai dengan nomor ....

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis:

  • (1) salah ejaan: “disejumlah” seharusnya di sejumlah (kata depan “di” dipisah).
  • (3) salah ejaan: “di padati” seharusnya dipadati (imbuhan di- digabung).
  • (4) salah ejaan: “antrian” bentuk baku yang umum dipakai adalah antrean.
  • (2) ejaannya sudah tepat: “pasar-pasar” benar sebagai bentuk ulang, dan struktur kalimatnya jelas.

50. Bacalah kalimat berikut!

“Maaf, dapatkah Saudara berhenti sebentar!” tanya pengawal.

Alasan ketidaktepatan penggunaan tanda baca pada kalimat tersebut adalah ....

  1. tanda seru (!) tersebut digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya
  2. tanda kutip ganda (“…”) dipakai untuk petikan langsung
  3. tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan kata seru
  4. tanda titik (.) digunakan untuk mengakhiri kalimat
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Petikan langsung itu berupa kalimat tanya (“dapatkah ...?”), sehingga tanda yang tepat adalah tanda tanya (?), bukan tanda seru (!).
  • Tanda kutip ganda pada petikan langsung sudah benar.
  • Koma setelah “Maaf,” masih wajar sebagai jeda sapaan/ungkapan.
  • Titik di akhir “tanya pengawal.” juga benar untuk mengakhiri kalimat laporan.