12. Bacalah teks berikut!
(1) Berkebun adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. (2) Berkebun dapat menyalurkan kegemaran dalam berkreasi berbagai tanaman yang disukai. (3) Berkebun juga dapat menyalurkan rasa tidak suka terhadap lingkungan sekitar. (4) Dengan berkebun, kita dapat menciptakan lingkungan yang hijau, indah, dan asri. (5) Kebutuhan ini dapat dipenuhi apabila yang ditanam adalah berbagai macam jenis sayur dan buah.
Kalimat yang tidak logis pada teks tersebut ditunjukkan kalimat ....
- (2)
- (3)
- (4)
- (5)
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis:
- (3) tidak logis karena konteks paragraf memuji kegiatan berkebun sebagai kegiatan yang menyenangkan, menyalurkan kegemaran, dan menciptakan lingkungan hijau-asri. Frasa “menyalurkan rasa tidak suka terhadap lingkungan sekitar” bertentangan dengan gagasan utama (seharusnya bernuansa positif, misalnya rasa suka/cinta/peduli).
- (2), (4), (5) masih selaras: berkebun sebagai media berkreasi, membuat lingkungan hijau-asri, dan dapat memenuhi kebutuhan (misalnya dengan menanam sayur-buah).
13. Bacalah teks berikut!
Sebanyak 175 ton ikan mati di Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau, Sumbar. Ikan-ikan dibiarkan teronggok di tepi danau. Bau amis yang menyengat pun menyebar ke sekitar danau hingga radius 100 meter. Untuk menguburkan ikan-ikan itu membutuhkan tenaga dan uang.
Peristiwa yang tergambar pada teks tersebut adalah ....
- pencemaran air di Danau Maninjau
- matinya 175 ton ikan di Danau Maninjau
- penguburan 175 ton ikan di Danau Maninjau
- keresahan masyarakat di sekitar Danau Maninjau
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis:
- B paling tepat karena inti informasi sejak kalimat pertama adalah “175 ton ikan mati”. Kalimat-kalimat berikutnya hanya akibat/lanjutan peristiwa (ikan menumpuk, bau menyebar, perlu tenaga dan uang untuk menguburkan).
- A tidak dinyatakan langsung sebagai “pencemaran air”; yang disebut jelas adalah kematian ikan dan dampaknya.
- C bukan peristiwa utama, melainkan rencana/tindakan lanjutan (menguburkan) yang bahkan masih berupa kebutuhan tenaga dan uang.
- D tidak disebutkan eksplisit; yang ada hanya kondisi (bau menyengat, ikan teronggok), bukan reaksi masyarakat.
14. Perhatikan tabel berikut!
Cabe — Hari biasa — H-2 Lebaran
Merah — Rp20.000,00 — Rp40.000,00
Merah sedang — Rp15.000,00 — Rp35.000,00
Merah keriting — Rp20.000,00 — Rp60.000,00
Rawit — Rp25.000,00 — Rp60.000,00
Laporan yang sesuai dengan data tabel tersebut adalah ....
- Menjelang lebaran ternyata harga cabe meroket dibandingkan hari biasa. Harga cabe keriting harga yang paling melambung dibandingkan dengan harga cabe jenis lain.
- Cabe rawit menjelang lebaran harganya lebih tinggi dibandingkan cabe merah keriting. Cabe merah keriting banyak permintaan sehingga harganya bisa meroket.
- Sebelum lebaran harga cabe di pasaran masih normal di bawah harga Rp30.000,00. Ternyata menjelang lebaran semua jenis cabe harganya melambung tinggi. Harga cabe termurah Rp35.000,00 dan yang tertinggi mencapai Rp60.000,00.
- Berdasarkan data yang diperoleh harga cabe sebelum lebaran dan menjelang (H-2 lebaran) sangat tinggi selisihnya. Harga cabe yang termurah H-2 lebaran bisa mencapai Rp35.000,00.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis:
- C sesuai dengan tabel secara lengkap:
- Pada hari biasa semua harga < Rp30.000,00 (15k–25k).
- Pada H-2 Lebaran semua harga naik; termurah Rp35.000,00 (merah sedang) dan tertinggi Rp60.000,00 (merah keriting & rawit).
- A sebagian benar (harga naik dan merah keriting kenaikan terbesar), tetapi tidak selengkap C sebagai “laporan” karena tidak menyebut rentang termurah–tertinggi pada H-2.
- B salah karena harga rawit dan merah keriting pada H-2 sama-sama Rp60.000,00 (rawit tidak lebih tinggi).
- D kurang tepat karena kalimatnya menyatakan “sebelum lebaran ... sangat tinggi” padahal pada hari biasa tidak tinggi (15k–25k); hanya pernyataan termurah 35k yang cocok.
15. Bacalah kalimat-kalimat berikut!
(1) Dengan luas \(399\ \text{km}^2\), pulau tersebut dihuni lebih dari \(13.000\) ekor komodo.
(2) Hal itu karena Pulau Komodo dihuni oleh hewan langka.
(3) Pulau Komodo menjadi salah satu dari keajaiban dunia.
(4) Keberadaan hewan langka itu menjadi pemicu wisatawan lokal/asing berkunjung.
(5) Sampai kini Pulau Komodo tetap menarik untuk dijadikan tempat tujuan wisata.
Urutan kalimat-kalimat tersebut yang logis adalah ....
- (2), (3), (1), (5), (4)
- (2), (5), (4), (1), (3)
- (3), (2), (4), (1), (5)
- (3), (4), (2), (5), (1)
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis:
- Urutan logis harus menjaga rujukan kata:
- (2) “Hal itu karena ...” harus menjelaskan pernyataan sebelumnya, jadi (2) paling pas setelah (3).
- (4) “hewan langka itu” merujuk pada hewan langka di (2), sehingga (4) wajar setelah (2).
- (5) cocok sebagai penutup (kesimpulan: sampai kini tetap menarik).
- Maka rangkaian yang paling rapi: (3) → (2) → (4) → (1) → (5), sesuai opsi C.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP (Paket Lengkap):
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP 2017 10