Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Teks 1 (untuk soal 29 s.d. 31)

Kondisi ekonomi yang sangat sulit memaksa Ni Wayan Mertayani harus bekerja di usianya yang masih 14 tahun. Pagi hari, dia pergi ke sekolah di SMP N 2 Abang, Bali, kemudian dia membantu ibunya berjualan. Setelah itu, Mertayani mencari barang rongsokan di pinggir pantai. Hal itu dilakukannya sejak ayahnya meninggal. Ia rajin dan tidak mudah putus asa. Sesuai pekerjaan ia lakukan dengan senang hati. Ketika mencari barang rongsokan, Mertayani meminjam kamera foto milik Mrs. Dolly Amarhoseja, seorang wisatawan yang dikenalnya. Kemudian, dia membuat 15 foto dengan kamera itu. Hasil foto terakhirnya adalah sebuah potret pohon ubi karet dengan dahan dan tanpa daun yang tumbuh di depan rumahnya. Seekor ayam bertengger di salah satu dahan. Handuk berwarna merah jambu dan baju hariannya yang dijemur di bawahnya. Dia tidak menyangka foto sederhana itu memikat 12 fotografer kelas dunia dan menjadi pemenang dalam World Press Photo yang diadakan oleh Yayasan Anne Frank di Belanda pada tahun 2009.

Ibu Mertayani sangat senang dengan prestasi yang dicapai anaknya. Apa yang dia yakini dan lakukan selama ini ternyata tidak sia-sia. Dia pun berharap anaknya bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya.


29. Keistimewaan tokoh pada teks tersebut adalah ....

  1. membantu ibunya berjualan
  2. pemenang World Press Photo
  3. melakukan pemotretan berkali-kali
  4. mencari barang rongsokan di pantai
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis:

  • Keistimewaan berarti hal yang paling menonjol dan membedakan tokoh dari orang lain.
  • B paling tepat karena tokoh “menjadi pemenang dalam World Press Photo ... tahun 2009”, ini prestasi yang paling istimewa dan luar biasa dibanding kegiatan sehari-hari.
  • A dan D adalah aktivitas tokoh (membantu ibu, mencari rongsokan), tetapi bukan “keistimewaan” yang menonjol.
  • C tidak sesuai teks: teks menyebut “membuat 15 foto”, bukan “pemotretan berkali-kali” sebagai gagasan utama keistimewaan.

30. Sikap/tindakan tokoh yang patut diteladani pada teks tersebut adalah ....

  1. Ia rajin dan gemar menabung.
  2. Ia gemar menabung dan disiplin.
  3. Ia rajin dan tidak mudah putus asa.
  4. Ia tidak mudah putus asa dan hemat.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis:

  • Teks menyebut secara langsung: “Ia rajin dan tidak mudah putus asa.” Ini sikap teladan yang paling jelas.
  • A dan B salah karena “gemar menabung” tidak disebut dalam teks.
  • D salah karena “hemat” juga tidak disebutkan; yang disebut tegas adalah rajin dan pantang menyerah.

31. Pendapat penulis terhadap tokoh pada teks tersebut adalah ....

  1. Mertayani memiliki foto sederhana dan menjadi pemenang.
  2. Mertayani meminjam kamera foto Mrs. Dolly Amarhoseja.
  3. Mertayani membantu ibunya berjualan setelah pulang sekolah.
  4. Mertayani melakukan pemotretan yang berkali-kali ternyata tidak sia-sia.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis:

  • Pendapat penulis ditandai oleh kata/ungkapan penilaian seperti “ternyata”, “tidak sia-sia”, “menarik”, “hebat”, dan sejenisnya.
  • D mengandung penilaian “ternyata tidak sia-sia” (bersifat opini/komentar), sehingga paling cocok sebagai pendapat penulis.
  • A, B, dan C lebih berupa fakta kejadian yang dapat diverifikasi dari cerita (bukan penilaian).

Teks 2 (untuk soal 32 dan 33)

Teks 1

Alhamdulillah kalau ada niat pasti ada jalan. Setelah dua minggu, kakakku di Cirebon mengontak aku. Ia dapat lowongan kerja untukku sebagai guru di sebuah bimbel. Lumayan sebagai awalan. Apalagi Cirebon lebih dekat dengan Yogya. Aku masih bisa menyempatkan diri ketemu dosen pembimbingku. Kalau sudah begini, aku jadi makin mantap dengan keputusanku.

Teks 2

Diantar Pak Lurah, kami tiba di rumah keluarga Pak Teguh, sekretaris desa yang akan menjadi induk semang kami selama kami tinggal di kampung ini. Pak Teguh tampak sumringah menyambut kedatangan kami. “Monggo Mas-Mas dan Mbak-Mbak. Selamat datang. Nyuwun sewu kalau rumah kami banyak kekurangan,” kata Pak Teguh ramah.


32. Perbedaan nilai moral pada kedua teks cerita tersebut adalah ....

A. bersyukur atas karunia Tuhan — ramah kepada semua orang
B. selesaikan tugas dengan tanggung jawab — terapkan sikap toleransi
C. usaha yang sungguh-sungguh pasti ada hasilnya — perlakuan tamu dengan baik
D. selalu optimis menghadapi permasalahan — hendaknya menyayangi sesama

Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis:

  • Teks 1 menonjolkan sikap pantang menyerah/berusaha: “kalau ada niat pasti ada jalan” lalu akhirnya mendapat lowongan kerja. Ini sejalan dengan moral usaha sungguh-sungguh akan membuahkan hasil.
  • Teks 2 menonjolkan sikap menerima tamu dengan ramah: “monggo… selamat datang… nyuwun sewu…” yang menunjukkan memperlakukan tamu dengan baik.
  • Pasangan moral yang paling tepat adalah opsi C.

33. Perbedaan penggunaan bahasa pada kedua teks cerita tersebut adalah ....

A. Teks 1 tidak terdapat pengaruh bahasa Jawa — Teks 2 terdapat pengaruh bahasa Jawa
B. Teks 1 terdapat pengaruh bahasa Jawa — Teks 2 tidak terdapat pengaruh bahasa Jawa
C. Teks 1 terdapat dialog — Teks 2 tidak terdapat dialog
D. Teks 1 terdapat penggunaan majas — Teks 2 tidak terdapat penggunaan majas

Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis:

  • Teks 2 jelas memuat pengaruh bahasa Jawa/Jawa krama: monggo, nyuwun sewu, dan kata sumringah.
  • Teks 1 tidak memuat unsur bahasa Jawa seperti itu; bahasanya umum.
  • C salah karena Teks 2 justru ada dialog (kutipan ucapan Pak Teguh).

34. Bacalah kutipan teks berikut!

(1) Buku kumpulan puisi dengan berbagai tema dunia anak-anak ini akan membuat pembaca lebih akrab dengan karya puisi. (2) Apalagi masih jarang buku antologi puisi untuk anak-anak SMP. (3) Penggunaan bahasanya mudah dipahami. (4) Sayang kualitas cetakannya kurang bagus.

Kalimat yang menyatakan kelemahan buku pada teks tersebut ditandai nomor ....

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis:

  • Kelemahan ditandai oleh penilaian negatif/kekurangan.
  • Kalimat (4) menyatakan kekurangan secara jelas: “Sayang kualitas cetakannya kurang bagus.”
  • Kalimat (1)–(3) justru berisi kelebihan/dukungan (tema menarik, jarang, bahasa mudah).

35. Bacalah kutipan teks berikut!

(1) Achdiat Karta Mihardja lahir di Cibatu, Garut, Jawa Barat, 6 Maret 1911 dan meninggal dunia di Canberra, Australia, 8 Juli 2010 pada usia 99 tahun. (2) Beliau lebih dikenal dengan nama pena Achdiat K. Mihardja. (3) Ayahnya seorang pemegang buku pada sebuah perkebunan di Kota Garut. (4) Achdiat adalah anak yang cerdas, sehingga ayahnya berharap ia menjadi sarjana hukum.

Variasi kalimat berikut yang sesuai untuk kalimat nomor (4) adalah ....

  1. Menulis ia lakukan sejak ia pandai merangkai kata-kata.
  2. Ia anak yang pandai sehingga ayahnya ingin ia menjadi ahli hukum.
  3. Anak yang tergolong biasa saja namun mempunyai kesenangan menulis.
  4. Beliau suka menulis buku, tidak heran jika ayahnya sangat mendukung.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis:

  • “Variasi kalimat” harus mempertahankan makna asli, yaitu: Achdiat cerdas → ayah berharap jadi sarjana hukum.
  • B sama maknanya: “pandai” (setara dengan cerdas) dan “ingin ia menjadi ahli hukum” (setara dengan berharap menjadi sarjana hukum).
  • A mengubah isi menjadi soal kebiasaan menulis (tidak ada pada kalimat (4)).
  • C malah bertentangan (“biasa saja”).
  • D menggeser fokus ke “suka menulis buku”, bukan cita-cita menjadi sarjana hukum.