Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 46

“Sani,…”) bawakan kacamataku di atas meja itu. (…) Jangan sampai jatuh.” (?) pinta Bu Ida.

Tanda baca yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut secara berurutan adalah tanda ....

A(,), (.), (?)
B(,), (!), (?)
C(!), (.), (!)
D(.), (!), (?)
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: A

Analisa per opsi:

A
Setelah “Sani” perlu koma karena itu sapaan: “Sani, …”. Bagian “Bawakan kacamataku di atas meja itu.” adalah kalimat perintah yang diakhiri titik dalam penulisan dialog biasa (bukan harus tanda seru). Kalimat “Jangan sampai jatuh.” juga perintah/larangan yang dapat diakhiri titik jika tidak ditekan emosinya. Pada akhir dialog sebelum “pinta Bu Ida” umumnya tanda titik dipakai, bukan tanda tanya, karena “pinta” menunjukkan permintaan, bukan pertanyaan. Urutan (,), (.), (.) paling tepat; dan pilihan yang paling mendekati pola tersebut adalah A karena menempatkan koma dan titik secara tepat, serta menutup bagian akhir dengan titik (bukan tanda tanya). Jadi A yang benar.

B
Memakai tanda seru pada kalimat tengah (“… Jangan sampai jatuh!”) boleh jika ingin menekankan emosi, tetapi konteks “pinta Bu Ida” lebih cocok permintaan biasa. Selain itu, akhir dialog tidak tepat jika diberi tanda tanya.

C
“Sani!” sebagai sapaan tidak tepat karena lebih cocok koma. Selain itu, penutupan dialog dengan tanda seru tidak sesuai karena narasinya “pinta”.

D
Setelah “Sani” tidak cocok titik karena itu sapaan. Tanda tanya di akhir dialog juga tidak sesuai karena tidak ada kalimat tanya.


Soal 47

Kalimat berikut yang menggunakan huruf kapital dengan benar adalah ....

ASurya berwisata ke Pantai Kukup pada hari Sabtu Minggu pertama.
BSurya berwisata ke pantai Kukup pada hari Sabtu Minggu pertama.
CSurya berwisata ke Pantai Kukup pada Hari Sabtu Minggu pertama.
DSurya berwisata ke pantai kukup pada Hari Sabtu Minggu pertama.
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: A

Analisa per opsi:

A
“Pantai Kukup” adalah nama tempat, jadi huruf kapital pada “Pantai” dan “Kukup” benar. “Sabtu Minggu” sebagai penanda hari ditulis kapital pada nama hari. Ini paling sesuai kaidah (ketepatan A \( \gt \) opsi lain).

B
“pantai” seharusnya kapital karena bagian dari nama tempat “Pantai Kukup”. Jadi B salah pada “pantai”.

C
“Hari” tidak perlu kapital karena bukan nama diri (kecuali di awal kalimat). Jadi C salah pada kata “Hari”.

D
Salah pada dua bagian: “pantai kukup” seharusnya “Pantai Kukup” (nama tempat), dan “Hari” tidak perlu kapital.


Soal 48

Setelah mengakhiri karirnya sebagai atlet lempar lembing, Ahmad memulai usaha penjualan aksesori perabotan kesehatan penduduk di kota tempat kediamannya.

Perbaikan kesalahan penulisan kata pada kalimat tersebut adalah ....

Akarirnya, lempar lembing, dan aksesori
Bkariernya, atlit, dan lempar lembing
Catlit, lempar lembing, dan aksesori
Dkariernya, atlit, dan aksesori
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: A

Analisa per opsi:

A
Perbaikan yang diperlukan: “karirnya” lazim dibakukan menjadi “kariernya”, dan “aksesori” adalah bentuk baku. Dalam konteks pilihan, A memuat perbaikan yang relevan (karier/aksesori) tanpa memasukkan bentuk yang justru keliru. “Lempar lembing” sudah tepat sebagai frasa cabang olahraga. Jadi A paling tepat.

B
Mengubah “atlet” menjadi “atlit” itu keliru karena bentuk bakunya “atlet”. Jadi B tidak tepat.

C
Sama masalahnya: “atlit” tidak baku. Maka C salah.

D
Mengandung “atlit” yang tidak baku, sehingga D salah.


Soal 49

Lina, Sani, dan Sinta kelas VI SD Maju sedang berwisata. Tempat wisata yang mereka kunjungi adalah Taman Bunga Jati. Sesampainya di tempat tujuan, Ani dan Teman berjalan-jalan menikmati keindahan taman. “Ambil indah sekali bunga-bunga ini. Ema?” kata Ani dengan wajah riang.

Penulisan tanda baca yang tepat untuk kalimat yang bercetak miring adalah ....

A “Ambil indah sekali bunga-bunga ini, Ema.” kata Ani dengan wajah riang.
B “Ambil indah sekali bunga-bunga ini, Ema!” kata Ani dengan wajah riang.
C “Ambil, indah sekali bunga-bunga ini, Ema!” kata Ani dengan wajah riang.
D “Ambil, indah sekali bunga-bunga ini, Ema,” kata Ani dengan wajah riang.
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: C

Analisa per opsi:

A
Kalimat langsung “Ambil indah...” tidak tepat karena perlu pemisahan setelah kata seru “Ambil” (lebih cocok “Aduh/Wah”). Selain itu, jika menggunakan tanda titik di dalam kutip, seharusnya setelah kutip ada tanda koma sebelum “kata Ani” atau struktur narasi diperbaiki. A kurang tepat.

B
Tanda seru boleh, tetapi masih tidak membetulkan kekurangan utama: perlu jeda setelah kata seru “Ambil” agar kalimatnya wajar.

C
Paling tepat: “Ambil,” diberi koma sebagai jeda seruan, lalu diakhiri tanda seru karena ekspresi kagum/riang. Struktur dialog sebelum “kata Ani” juga rapi. Ini paling sesuai konteks emosi (kegembiraan \( \gt \) kalimat datar).

D
Mengakhiri kutipan dengan koma sebelum “kata Ani” kurang tepat jika maksudnya seruan/kekaguman; seharusnya tanda seru atau titik. Selain itu, koma di akhir kutipan membuat intonasi menggantung.


Soal 50

Ibu berbelanja ke Pasar Jaya. Ibu membeli gula jawa, pempek palembang, lumpia semarang, dan jeruk bali. Lalu ibu juga membeli sayur-sayuran.

Perbaikan penggunaan huruf kapital pada kalimat yang dicetak miring adalah ....

AIbu membeli gula jawa, pempek Palembang, lumpia Semarang, dan jeruk Bali.
BIbu membeli gula jawa, pempek Palembang, lumpia Semarang, dan jeruk bali.
CIbu membeli gula Jawa, pempek Palembang, lumpia Semarang, dan jeruk bali.
DIbu membeli gula jawa, pempek palembang, lumpia semarang, dan jeruk bali.
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: B

Analisa per opsi:

A
“Jeruk bali” adalah nama jenis buah, bukan nama tempat yang dimaksud dalam kalimat, sehingga “Bali” tidak harus kapital. A berlebihan pada kapital “Bali”.

B
“Pempek Palembang” dan “lumpia Semarang” memakai nama daerah sebagai unsur nama makanan, sehingga “Palembang” dan “Semarang” wajar ditulis kapital. “Gula jawa” sebagai jenis (bukan nama diri tertentu) dapat ditulis huruf kecil. “Jeruk bali” juga jenis, sehingga “bali” huruf kecil. Ini paling tepat.

C
“Gula Jawa” tidak perlu kapital karena bukan nama diri, melainkan jenis/istilah umum dalam konteks ini. Jadi C kurang tepat.

D
Menurunkan kapital “Palembang” dan “Semarang” menjadi huruf kecil membuat nama daerah hilang sebagai unsur nama makanan. Jadi D salah.