Soal 45
Batu sebesar itu terangkat juga oleh anak kecil itu.
Kata berimbuhan ter- pada kalimat berikut yang memiliki makna sama dengan makna imbuhan ter- pada kata terangkat adalah ........
- Andi terjatuh dan pohon.
- Terdakwa itu terngkuh dalam penjara.
- Pencuri itu tertangkap oleh polisi.
- Ahmad siswa terpandanai di kelas itu.
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Imbuhan ter- pada kata terangkat menyatakan keadaan yang terjadi sebagai hasil/peristiwa (batu menjadi “sudah terangkat”), bukan makna “paling” atau “tidak sengaja”. Pilihan yang sama maknanya adalah tertangkap (sudah berada dalam keadaan tertangkap/hasil dari tindakan menangkap).
- A “terjatuh” umumnya bermakna tidak sengaja (kejadian tiba-tiba), berbeda dengan “terangkat” (hasil tindakan mengangkat).
- B kata “terngkuh” tidak baku/kurang jelas maknanya, sehingga tidak tepat dijadikan padanan.
- C (benar) “tertangkap” menunjukkan keadaan hasil (sudah tertangkap), sepadan dengan “terangkat”.
- D “terpandai” (maksudnya “terpandai/terpandai di kelas”) bermakna paling, bukan keadaan hasil peristiwa.
| Kata | Makna ter- | Sama dengan “terangkat”? |
|---|---|---|
| terangkat | keadaan hasil (sudah terangkat) | - |
| terjatuh | tidak sengaja | Tidak |
| tertangkap | keadaan hasil (sudah tertangkap) | Ya |
| terpandai | paling | Tidak |
Karena C paling sepadan maknanya
Soal 46
"Benarkah di sana ada kereta kencana?" tanya Tuti. "Ya, ada" jawab Rano
Bentuk tidak langsung dari percakapan tersebut adalah ........
- Tuti bertanya benarkah di sana ada kereta kencana.
- Tuti bertanya kebenaran di sana ada kereta kencana.
- Tuti menanyakan apa benar di sana ada kereta kencana.
- Tuti menanyakan kebenaran kereta kencana ada di sana.
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Kalimat tidak langsung harus mengubah kalimat tanya langsung menjadi laporan, biasanya memakai “bertanya/menanyakan” dan menghilangkan tanda kutip. Bentuk yang paling wajar dan baku untuk melaporkan pertanyaan “Benarkah ...?” adalah “menanyakan apakah/apa benar ...”. Opsi C memenuhi itu.
- A kurang tepat karena masih memakai bentuk “benarkah” yang terasa seperti mempertahankan struktur tanya langsung.
- B tidak tepat: frasa “bertanya kebenaran” tidak lazim.
- C (benar) “menanyakan apa benar ...” tepat sebagai bentuk tidak langsung.
- D kurang tepat: “menanyakan kebenaran ...” terasa janggal dan susunan kalimatnya kaku.
| Opsi | Kebakuan bentuk tidak langsung | Kejelasan makna |
|---|---|---|
| A | Kurang | Jelas |
| B | Tidak | Kurang |
| C | Ya | Jelas |
| D | Kurang | Kurang |
Karena C paling sesuai kaidah
Soal 47
Buku itu sudah kubembalikan ...... Tina. Ketika itu, hari masih pagi dan Tina baru tiba ...... sekolah.
Kata depan yang benar untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ........
- pada dan ke
- kepada dan ke
- pada dan di
- kepada dan di
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Untuk objek penerima (orang), kata depan yang tepat adalah kepada: “kubembalikan kepada Tina”. Untuk tujuan/arah, kata depan yang tepat adalah ke: “tiba ke sekolah” (dalam ragam baku lebih sering “tiba di sekolah”, tetapi pilihan yang disediakan menuntut pasangan yang benar: penerima = kepada, tempat/arah = ke).
- A “pada Tina” kurang tepat karena “pada” lebih cocok untuk keterangan waktu/hal tertentu, bukan penerima benda.
- B (benar) “kepada Tina” tepat untuk penerima; “ke sekolah” menyatakan arah/tujuan.
- C “pada Tina” keliru.
- D “tiba di sekolah” memang lazim, tetapi pasangan pertama tetap benar “kepada”; karena pilihan yang paling tepat secara paket adalah B.
| Bagian kalimat | Fungsi | Kata depan tepat |
|---|---|---|
| kubembalikan .... Tina | penerima (orang) | kepada |
| tiba .... sekolah | arah/tujuan | ke |
Karena paket yang tepat adalah “kepada” dan “ke”, B
Soal 48
Sastrawan kecil itu sangat digemari kawan-kawannya.
Makna imbuhan -wan pada kata dalam kalimat tersebut mempunyai kesamaan makna dengan imbuhan -wan pada kata dalam kalimat ........
- Kita patut bangga dengan olahragawan berprestasi.
- Tiap hari karyawan itu mengikuti apel pagi.
- Rupanya dia menjadi dramawan yang terkenal.
- Agaknya Ruli putra bangsawan di daerahnya.
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Imbuhan -wan pada “sastrawan” bermakna orang yang berkecimpung/ahli dalam bidang tertentu (sastra). Makna yang sama terdapat pada “dramawan” yaitu orang yang berkecimpung dalam drama/sandiwara (bidang seni drama).
- A “olahragawan” juga bermakna orang di bidang olahraga, sebenarnya sejenis; namun pada soal ini biasanya dicari padanan yang sama-sama “bidang kesenian/keahlian” seperti sastra–drama (lebih sepadan konteks “sastrawan”).
- B “karyawan” bukan imbuhan -wan (melainkan kata dasar karyawan), dan maknanya bukan profesi bidang keahlian dengan -wan seperti “sastrawan”.
- C (benar) “dramawan” sama-sama menyatakan pelaku/ahli dalam bidang seni.
- D “bangsawan” bermakna status keturunan/kelas sosial (ningrat), bukan profesi/keahlian bidang.
| Kata | Makna -wan | Sejenis dengan “sastrawan”? |
|---|---|---|
| sastrawan | orang bidang sastra | - |
| olahragawan | orang bidang olahraga | Cukup |
| dramawan | orang bidang drama | Ya (paling sepadan) |
| bangsawan | golongan ningrat | Tidak |
Karena dramawan paling sepadan dengan sastrawan, C
Soal 49
Sebagian besar produk-produk (1) industri itu kurang laku di pasaran, kecuali di daerah-daerah (2) pedesaan.
Makna perulangan dalam kalimat tersebut menyatakan ........
- (1) bervariasi, (2) macam
- (1) berkali-kali, (2) menegaskan
- (1) banyak, (2) banyak
- (1) menegaskan, (2) macam
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Kata ulang “produk-produk” dan “daerah-daerah” pada konteks ini menyatakan jamak/banyak (lebih dari satu), bukan “berkali-kali” atau “macam-macam” secara khusus. Jadi (1) banyak, (2) banyak.
- A “produk-produk” tidak otomatis bermakna bervariasi; lebih umum bermakna jamak.
- B bukan menyatakan tindakan berulang, melainkan benda jamak.
- C (benar) kedua kata ulang menyatakan jamak/banyak.
- D “macam” tidak tepat untuk “daerah-daerah” pada konteks ini.
| Kata ulang | Makna dalam kalimat |
|---|---|
| produk-produk | banyak produk |
| daerah-daerah | banyak daerah |
Karena keduanya bermakna jamak, C
Soal 50
(1) Saya mempunyai adik tiga orang. (2) Ketiga adik saya itu pandai-pandai. (3) Yang pertama dan kedua pernah menjadi juara kelas. (4) Keduanya oleh ayah dijuluki si jenius. (5) Adik saya yang ketiga hanya menduduki peringkat ketiga di kelasnya.
Kata bilangan tingkat terdapat pada kalimat bernomor ....
- (1) dan (3)
- (2) dan (4)
- (3) dan (5)
- (4) dan (5)
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Kata bilangan tingkat (ordinal) menyatakan urutan/tingkatan: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
- Kalimat (3) memuat “pertama” dan “kedua” (ordinal).
- Kalimat (5) memuat “ketiga” (ordinal) dan juga “peringkat ketiga”.
- A (1) memuat “tiga orang” yang merupakan bilangan pokok (cardinal), bukan tingkat.
- B (2) “ketiga” di sini lebih tepat dipahami sebagai bilangan kelompok (menyatakan semua adik), tetapi pilihan yang jelas-jelas memuat ordinal yang tidak terbantahkan ada pada (3) dan (5); (4) hanya “keduanya” (bilangan kelompok), bukan tingkat.
- C (benar) (3) dan (5) memuat bilangan tingkat (pertama, kedua, ketiga).
- D (4) tidak memuat bilangan tingkat, hanya “keduanya”.
| Kalimat | Kata bilangan | Jenis |
|---|---|---|
| (1) | tiga | pokok |
| (2) | ketiga | kelompok (semua) |
| (3) | pertama, kedua | tingkat |
| (4) | keduanya | kelompok |
| (5) | ketiga | tingkat |
Karena (3) dan (5) paling jelas menunjukkan bilangan tingkat, C
Soal 51
Hari Senin kemarin ......sekelas mendapat nasihat dari Bapak Guru ......diimbau untuk mengadakan belajar kelompok ......akan memberikan soal-soal untuk dikerjakan sehari sebelumnya. Kemudian ......membentuk kelompok belajar.
Kata ganti yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ........
- aku, saya, mereka, kita
- kita, saya, ia, aku
- kamu, saya, dia, kita
- kami, kami, beliau, kami
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Paragraf menceritakan satu kelompok “sekelas” (jamak) dan menyebut “Bapak Guru” (orang yang dihormati). Maka:
- Blank 1: subjek jamak inklusif kelas sebagai pencerita \(\rightarrow\) kami sekelas.
- Blank 2: setelah “dari Bapak Guru” merujuk pihak kelas yang diimbau \(\rightarrow\) kami diimbau.
- Blank 3: pelaku yang akan memberikan soal adalah “Bapak Guru” \(\rightarrow\) kata ganti hormat beliau.
- Blank 4: penutup kegiatan dilakukan oleh kelas \(\rightarrow\) kami membentuk kelompok belajar.
- A tidak konsisten: “aku/saya” tunggal tidak cocok untuk “sekelas” (jamak).
- B campur “kita/saya/ia/aku” tidak padu dan subjek berubah-ubah tanpa alasan.
- C “kamu” tidak cocok karena pencerita bukan menyapa lawan bicara; “dia” juga kurang santun untuk guru.
- D (benar) konsisten jamak untuk kelas (kami) dan santun untuk guru (beliau).
| Bagian | Rujukan | Kata ganti tepat |
|---|---|---|
| ......sekelas | murid satu kelas (jamak) | kami |
| ......diimbau | murid (jamak) | kami |
| ......akan memberikan soal | Bapak Guru | beliau |
| Kemudian ......membentuk | murid (jamak) | kami |
Karena D paling konsisten dan santun
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 11
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 12