Soal 33
(1) Boy membawa novel "Lupus". (2) Dia mengamati dan mencermati sampul depan buku itu. (3) Dia pustakawan yang rajin. (4) Selama tiga tahun memikul tanggung jawab itu.
Pasangan kata bersionim terdapat pada kalimat bernomor ........
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Sinonim adalah kata yang maknanya sama atau hampir sama. Pada kalimat (2) terdapat pasangan kata mengamati dan mencermati yang bermakna hampir sama (memperhatikan dengan saksama), sehingga itulah pasangan sinonim.
- A (1) tidak memuat pasangan kata yang bermakna sama; hanya menyatakan kegiatan membawa novel.
- B (benar) (2) memuat pasangan sinonim: “mengamati” \(\approx\) “mencermati”.
- C (3) tidak memuat pasangan sinonim; hanya predikat “pustakawan yang rajin”.
- D (4) tidak memuat pasangan sinonim; hanya keterangan waktu.
| Kalimat | Pasangan kata yang diuji | Hubungan makna |
|---|---|---|
| (1) | - | Tidak ada pasangan |
| (2) | mengamati — mencermati | Sinonim |
| (3) | - | Tidak ada pasangan |
| (4) | - | Tidak ada pasangan |
Karena (2) memuat sinonim yang jelas
Soal 34
Bel berbunyi. Anak-anak masuk ke dalam kelas masing-masing. Hati mereka harap-harap cemas. Naik kelas, tidak? Barangkali tidak, barangkali naik.
Ungkapan yang terdapat dalam paragraf tersebut adalah ........
- bel berbunyi
- harap cemas
- hati mereka
- naik kelas
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Ungkapan (idiom/ungkapan tetap) adalah gabungan kata yang maknanya khas dan sering digunakan sebagai satu kesatuan. Frasa harap-harap cemas merupakan ungkapan yang lazim dipakai untuk menyatakan perasaan menunggu dengan cemas dan penuh harap.
- A “bel berbunyi” adalah peristiwa literal, bukan ungkapan.
- B (benar) “harap-harap cemas” adalah ungkapan yang maknanya khas.
- C “hati mereka” bermakna literal (organ/perasaan), bukan ungkapan khusus.
- D “naik kelas” adalah istilah biasa, bukan ungkapan idiomatik yang khas.
| Pilihan | Makna | Termasuk ungkapan? |
|---|---|---|
| A | literal | Tidak |
| B | khas/idiomatik | Ya |
| C | literal | Tidak |
| D | istilah umum | Umumnya tidak |
Karena B adalah ungkapan baku
Soal 35
(1) Terhampar luas sawah yang hijau. (2) Padi sebagian sudah mulai menguning. (3) Setiap pagi ke kantor, ayahku selalu melewati pamatang sawah. (4) Padi-padi menunduk malu, hormat kepada ayahku.
Kalimat (4) pada paragraf tersebut bermajas ........
- pleonasme
- hiperbol
- personifikasi
- paralelisme
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat/tingkah laku manusia kepada benda mati atau makhluk nonmanusia. Pada kalimat (4), padi digambarkan “menunduk malu” dan “hormat” seperti manusia, sehingga termasuk personifikasi.
- A pleonasme adalah pemborosan kata; tidak terjadi di kalimat (4).
- B hiperbol adalah melebih-lebihkan; kalimat (4) lebih menonjolkan pemanusiaan padi, bukan sekadar berlebihan.
- C (benar) padi diberi perilaku manusia (malu, hormat).
- D paralelisme adalah kesejajaran bentuk; tidak relevan.
| Majas | Ciri | Kesesuaian dengan kalimat (4) |
|---|---|---|
| Personifikasi | benda diberi sifat manusia | Ya |
| Hiperbol | melebih-lebihkan | Kurang |
| Pleonasme | kata berlebihan | Tidak |
| Paralelisme | kesejajaran | Tidak |
Karena personifikasi paling tepat, C
Soal 36
Kondisi museum tempat benda-benda cagar alam (1) peninggalan Keraton Kasepuhan, Cirebon, sudah sangat memprihatinkan. Selain dipenuhi dengan ratusan prasareana (2) benda-benda pusaka bangunannya sudah tidak layak sebagai ruang pamer benda-benda peninggalan sejarah yang tidak ternilai mutunya (3).
Kata yang tepat untuk mengganti kata bercetak miring pada paragraf tersebut adalah ........
- budaya, koleksi, harganya
- kesenian, pajangan, mutunya
- pusaka, contoh, fungsinya
- adat, simpanan, artinya
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Dua kata yang dicetak miring adalah “prasareana” dan “mutunya”. “Prasareana” adalah salah eja dari prasarana (sarana pendukung/fasilitas). Kata “mutunya” sudah benar secara ejaan dan makna, sehingga pengganti yang tepat tetap mutunya. Dari pilihan yang ada, hanya opsi B yang memuat “mutunya” sebagai pengganti kedua, dan pilihan “pajangan” dipakai sebagai padanan paling dekat untuk konteks benda yang dipamerkan (lebih sesuai dibanding pilihan lain yang tidak berkaitan).
- A “harganya” tidak tepat mengganti “mutunya” karena “mutu” berkaitan kualitas, bukan harga.
- B (benar) mempertahankan “mutunya” (tetap tepat) dan menyediakan padanan yang masih relevan untuk konteks benda-benda di ruang pamer.
- C “fungsinya” tidak tepat mengganti “mutunya”.
- D “artinya” tidak tepat mengganti “mutunya”.
| Kata miring | Kaidah/masalah | Pengganti tepat |
|---|---|---|
| prasareana | salah eja | prasarana |
| mutunya | sudah tepat | mutunya |
Karena hanya opsi B tidak merusak makna “mutu”
Soal 37
(1) Media komunikasi yang digunakan di Indonesia saat ini bermacam-macam antara lain: buku, majalah, radio, telepon, film, dan televisi. (2) Dari segi kualitas televisi jauh lebih unggul media lainnya. (3) Televisi mampu merekam dan menampilkan garis, gambar, warna, gerak, dan suara. (4) Televisi bahkan dapat menayangkan suatu peristiwa secara lengkap pada saat terjadinya peristiwa itu.
Kalimat yang menggunakan kata umum dan khusus terdapat pada kalimat bernomor ....
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Kata umum adalah kata yang cakupannya luas, sedangkan kata khusus adalah rincian/jenis-jenisnya. Pada kalimat (1), kata umum “media komunikasi” dijelaskan dengan rincian khusus: buku, majalah, radio, telepon, film, dan televisi. Ini menunjukkan hubungan umum-khusus.
- A (benar) ada kata umum “media komunikasi” lalu daftar kata khusus sebagai contohnya.
- B hanya perbandingan kualitas, tidak ada perincian umum-khusus.
- C berisi daftar unsur (garis, gambar, warna, gerak, suara), tetapi bukan hubungan “kata umum diikuti contoh jenis”; lebih berupa unsur kemampuan televisi.
- D menjelaskan kemampuan televisi menayangkan peristiwa; tidak ada pola umum-khusus.
| Kalimat | Kata umum | Rincian kata khusus | Ada pola umum-khusus? |
|---|---|---|---|
| (1) | media komunikasi | buku, majalah, radio, telepon, film, televisi | Ya |
| (2) | - | - | Tidak |
| (3) | - | - | Tidak dominan |
| (4) | - | - | Tidak |
Karena (1) jelas memakai kata umum diikuti rincian khusus
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 11
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 12