Soal 38
Harga mobil telah melambung tinggi, tapi tidak menyurutkan minat petani di Kabupaten Pinrang, Sulsel buat membeli kendaraan roda empat tersebut. Panen Kakao yang bersama dengan panen udang membuat penjualan mobil di daerah itu mencapai \(100\) biji per bulan.
Bentuk baku dari kata-kata yang tercetak miring dalam paragraf tersebut adalah ........
- namun, untuk, buah
- tetapi, untuk, unit
- tetapi, agar, buah
- akan tetapi, membuat
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Kata miring pada paragraf: tapi, buat, dan biji.
- tapi adalah bentuk tidak baku \(\rightarrow\) bentuk bakunya tetapi.
- buat (bermakna tujuan) \(\rightarrow\) bentuk bakunya untuk.
- biji (untuk menghitung mobil) kurang tepat; satuan yang baku untuk benda seperti mobil adalah unit.
| Kata tidak baku | Bentuk baku | Alasan |
|---|---|---|
| tapi | tetapi | padanan baku dalam ragam resmi |
| buat | untuk | menyatakan tujuan |
| biji | unit | satuan yang tepat untuk mobil |
Karena B memuat tiga perbaikan yang tepat
Soal 39
Nilai mata uang dolar melambung tinggi terhadap nilai mata uang rupiah.
Antonim kata melambung tinggi pada kalimat tersebut adalah ........
- turun ke bawah
- merosot rendah
- naik mendadak
- turun drastis
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: “Melambung tinggi” bermakna naik sangat tinggi. Lawannya adalah turun tajam/menurun kuat, yaitu “turun drastis”.
- A tidak efektif (turun sudah bermakna “ke bawah”).
- B maknanya mendekati, tetapi bentuknya kurang tepat (redundan: “merosot” sudah bermakna turun).
- C justru searah (naik).
- D (benar) paling tepat sebagai kebalikan “melambung tinggi”.
| Ungkapan | Arah makna |
|---|---|
| melambung tinggi | naik tajam |
| turun drastis | turun tajam |
Karena turun tajam adalah kebalikan naik tajam. D
Soal 40
Mengapa dari tadi enggak seperti tersiram minyak panas saja?
Peribahasa yang maknanya sama dengan pernyataan tersebut adalah ........
- Seperti cacing kepanasan.
- Seperti ular dicubit ekor.
- Seperti rusa masuk kampung.
- Seperti si cebol merindukan bulan.
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Ungkapan “seperti tersiram minyak panas” menggambarkan orang yang gelisah, tidak tenang, atau kepanasan (tidak bisa diam). Peribahasa yang paling sepadan adalah “seperti cacing kepanasan”.
- A (benar) bermakna gelisah/tidak tenang.
- B bermakna marah sekali (bereaksi keras), tidak selalu “gelisah”.
- C bermakna bingung/canggung di tempat baru.
- D bermakna mengharapkan sesuatu yang mustahil.
| Peribahasa | Makna | Sesuai konteks “gelisah”? |
|---|---|---|
| Seperti cacing kepanasan | gelisah | Ya |
| Seperti ular dicubit ekor | marah | Kurang |
| Seperti rusa masuk kampung | bingung | Tidak |
| Seperti si cebol merindukan bulan | mustahil | Tidak |
Karena A paling sepadan
Soal 41
Masalah yang dihadapi Indonesia dalam (1) ...... pertanian saat ini adalah penyusutan (2) ...... pertanian di pulau Jawa. Menghadapi hal tersebut, tentu saja harus dicari peluang untuk tetap dapat meningkatkan (3) ...... buah. Langkah yang paling tepat untuk mengatasinya para petani harus mau menerapkan program (4) ......
Istilah yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ........
- (1) bidang, (2) tanah, (3) penghasilan, (4) intensifikasi
- (1) sektor, (2) lahan, (3) swasembada, (4) panca usaha tani
- (1) lahan, (2) area, (3) panen, (4) ekstensifikasi
- (1) bidang, (2) luas, (3) panen, (4) penyuluhan pertanian
Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis: Paragraf membahas masalah pertanian akibat penyusutan tempat bercocok tanam, sehingga yang logis adalah “penyusutan lahan pertanian”. Untuk tetap meningkatkan hasil, diperlukan program teknis budidaya yang dikenal sebagai panca usaha tani (upaya intensif meningkatkan produksi). Kata “sektor” juga lazim dipasangkan dengan “pertanian”.
- A “penyusutan tanah pertanian” masih mungkin, tetapi (3) “penghasilan buah” kurang tepat konteksnya karena yang ditekankan umumnya produksi/hasil, bukan penghasilan.
- B (benar) (2) “lahan” paling lazim; (4) “panca usaha tani” tepat sebagai program peningkatan hasil.
- C (1) “lahan pertanian” rancu (seharusnya “sektor/bidang”); (4) “ekstensifikasi” bertentangan dengan kondisi “penyusutan lahan”.
- D (4) “penyuluhan” lebih bersifat dukungan, bukan program inti peningkatan hasil yang ditekankan pada tindakan budidaya.
| Bagian | Isian paling padu | Alasan |
|---|---|---|
| (1) | sektor | kolokasi lazim “sektor pertanian” |
| (2) | lahan | umum: penyusutan lahan pertanian |
| (4) | panca usaha tani | program teknis peningkatan hasil |
Karena B paling padu
Soal 42
Mengapa Saudara masih berada di rumah? Teman saya sudah berangkat berlayar dua hari yang lalu. Apakah tidak terlambat sampai di Belanda?
Kata yang mengalami perluasan makna dalam paragraf tersebut adalah ........
- rumah, teman
- berlayar, rumah
- saudara, berlayar
- teman, saudara
Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Perluasan makna terjadi ketika sebuah kata yang semula bermakna sempit menjadi lebih luas pemakaiannya.
- Saudara semula bermakna kerabat/saudara kandung, tetapi dalam konteks ini dipakai sebagai sapaan umum (setara “Anda”). Ini jelas perluasan makna.
- Berlayar semula berarti melakukan pelayaran dengan kapal; dalam penggunaan umum dapat dipakai lebih longgar untuk “pergi menempuh perjalanan laut” (tidak menekankan proses mengembangkan layar). Ini juga bentuk pelonggaran/perluasan pemakaian.
- A “rumah” dan “teman” tetap bermakna dasar.
- B “rumah” tidak mengalami perluasan makna pada konteks ini.
- C (benar) “saudara” jelas meluas, “berlayar” juga meluas pemakaiannya.
- D “teman” tidak menunjukkan perluasan makna pada konteks ini.
| Kata | Makna asal | Makna dalam kalimat | Perluasan? |
|---|---|---|---|
| saudara | kerabat/kandung | sapaan umum | Ya |
| berlayar | melakukan pelayaran (berlayar sungguhan) | pergi lewat laut (umum) | Ya |
Karena keduanya menunjukkan pemakaian yang meluas, C
Soal 43
Di lokasi terminal angkutan kota tidak tersedia ruang tunggu bagi penumpang dan tidak ada rambu-rambu petunjuk informasi jurusan, sehingga selain menyulitkan penumpang mencari angkutan trayek, juga menimbulkan kesemrawutan.
Kata kaji dalam paragraf tersebut adalah ........
- terminal, angkutan, petunjuk
- terminal, angkutan, penumpang
- lokasi, informasi, trayek
- rambu-rambu, angkutan, terminal
Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: “Kata kaji” pada soal seperti ini merujuk pada kata-kata istilah/teknis yang berkaitan dengan bidang tertentu (di sini: transportasi dan keterminalan). Istilah yang paling jelas sebagai kosakata bidang transportasi adalah terminal, angkutan, dan rambu-rambu (petunjuk lalu lintas/penunjuk arah/ketertiban).
- A “petunjuk” terlalu umum (bukan istilah teknis khas).
- B “penumpang” kata umum sehari-hari.
- C “lokasi” dan “informasi” umum; hanya “trayek” yang khas.
- D (benar) tiga kata sangat terkait konteks transportasi/terminal.
| Opsi | Kekhasan sebagai istilah bidang transportasi | Catatan |
|---|---|---|
| A | Sedang | petunjuk terlalu umum |
| B | Sedang | penumpang umum |
| C | Rendah–sedang | hanya trayek yang teknis |
| D | Tinggi | semuanya terkait terminal/transportasi |
Karena D paling “istilah-bidang”
Soal 44
(1) Wah, hebat sekali, walaupun ayahnya seorang kuli tinta, Heri bisa mencapai sarjana.
(2) Ia dapat menyelesaikan pendidikannya selama \(3,5\) tahun.
(3) Hanya dengan modal ketekunan dan kesederhanaan, dia bisa berhasil.
(4) Kini dia melanjutkan studinya di luar negeri.
Kalimat yang menggunakan kata berkonotasi negatif ditandai nomor ........
- (1)
- (2)
- (3)
- (4)
Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Kata berkonotasi negatif adalah kata yang memiliki rasa makna kurang baik/merendahkan. Pada kalimat (1) terdapat ungkapan kuli tinta yang berkonotasi merendahkan (sebutan bernada negatif untuk pekerjaan yang berkaitan dengan tulis-menulis).
- A (benar) memuat “kuli tinta” (konotasi negatif).
- B netral (informasi lama studi).
- C positif (ketekunan, kesederhanaan).
- D netral/positif (melanjutkan studi).
| Nomor | Kata kunci | Rasa makna |
|---|---|---|
| (1) | kuli tinta | Negatif |
| (2) | - | Netral |
| (3) | ketekunan, kesederhanaan | Positif |
| (4) | - | Netral |
Karena hanya (1) mengandung konotasi negatif yang jelas
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 11
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 12