Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Adisucipto menempuh pendidikan di berbagai kota. Beliau menamatkan pendidikan setingkat SD di HIS Steltlan Kumu<lan. Adisucipto melanjutkan pendidikan setingkat SMP di MULO St. Louis Ambarawa. Setelah lulus, Adisucipto masuk AMS yang merupakan pendidikan setingkat SMA di Semarang. Setelah tamat AMS, Adisucipto melanjutkan pendidikan di Sekolah Kedokteran di Tinggi Kedokteran di Jakarta. Adisucipto tidak menamatkan pendidikannya di sekolah ini. Ia pindah ke Sekolah Penerbangan Belanda di Kalijati, Jawa Barat.

Jenis paragraf tersebut adalah ....

PilihanJawaban
Anarasi
Bdeskripsi
Cargumentasi
Dpersuasi
Jawaban & Analisis (klik)

Jawaban: A (narasi)

Analisis umum: Paragraf memaparkan riwayat pendidikan Adisucipto secara berurutan (kronologis) dari SD, SMP, SMA, hingga berpindah sekolah penerbangan. Pola urutan waktu/peristiwa seperti ini merupakan ciri narasi. Urutan jenjangnya juga bisa dipahami sebagai: SD \lt SMP \lt SMA (lalu pendidikan lanjutan).

Analisis per pilihan:

  • A. narasiBenar, karena isi paragraf menceritakan perjalanan/riwayat pendidikan secara runtut (peristiwa demi peristiwa).
  • B. deskripsiSalah, deskripsi fokus pada pelukisan ciri/keadaan objek (mis. suasana sekolah, kondisi tempat). Paragraf ini tidak melukiskan, tetapi menceritakan urutan pendidikan.
  • C. argumentasiSalah, argumentasi berisi pendapat yang disertai alasan untuk meyakinkan (ada klaim dan bukti). Paragraf ini tidak berdebat atau membuktikan pendapat.
  • D. persuasiSalah, persuasi bertujuan mengajak/membujuk pembaca melakukan sesuatu. Paragraf ini hanya menyampaikan informasi riwayat.

Cerita untuk soal 17 dan 18

Begini Intan, saat itu musim penghujan, jadi, persediaan air di desa ini sangat melimpah. Sawah di sini termasuk sawah tadah hujan sehingga air hujan merupakan sumber pengairan yang utama. Nah, selagi air melimpah, para petani memanfaatkan sawahnya untuk ditanami padi. Padi termasuk tanaman yang membutuhkan banyak air. Jadi musim hujan begini saat paling tepat untuk menanam padi. Namun, tidak berarti petani di sini tidak suka menanam sayuran atau buah-buahan. Pada musim kemarau, ada yang menanam sayuran, misalnya, cabai, sawi, terung, tomat, dan kubis. Ada juga petani yang menanam buah-buahan, seperti semangka dan melon, Mangga dan lain sebagainya.

"Selain itu, yang ditanam pada musim kemarau apa, Pan?" Tanya Intan lagi.

"Yang ditanam antara lain palawija, misalnya kacang tanah, jagung, atau kedelai."

"Mengapa petani menanam sayuran dan palawija pada musim kemarau, Pan?" Tanya Intan.

Panen Danu pun menjelaskan, "Hal itu karena tanaman penu dan palawija termasuk cocok pada tanah dan banyak air. Namun, tidak berarti tanaman tersebut tidak memerlukan air." Semua tanaman membutuhkan air. Namun, tanaman sejenis palawija dan sayuran hanya memerlukan pengairan pada saat-saat tertentu. Tanah tempat tanaman itu tumbuh tidak boleh basah atau tergenang air terus-menerus. Jika air terus-menerus, akar atau batangnya dapat membusuk."


Soal 17

Bagaimana cara petani memanfaatkan air hujan yang melimpah?

PilihanJawaban
Amembuat sawah tadah hujan untuk ditanami padi
Bmenanam palawija di sawah tadah hujan
Cmenanam padi di sawah tadah hujan
Dmengalirkan air ke sawah dan ladang
Jawaban & Analisis (klik)

Jawaban: C

Analisis umum: Teks menyatakan bahwa saat musim hujan air melimpah, petani memanfaatkan sawahnya untuk ditanami padi karena padi membutuhkan banyak air, dan musim hujan adalah saat paling tepat.

Analisis per pilihan:

  • AKurang tepat. “Sawah tadah hujan” sudah merupakan jenis sawahnya (bukan tindakan “membuat” di dalam teks). Yang dilakukan petani adalah memanfaatkan sawah tersebut untuk menanam padi.
  • BSalah. Palawija justru dikaitkan dengan musim kemarau, bukan saat air hujan melimpah.
  • CBenar. Sesuai kalimat: saat musim hujan air melimpah, sawah dimanfaatkan untuk ditanami padi karena padi butuh banyak air.
  • DTidak didukung. Teks tidak menjelaskan tindakan teknis “mengalirkan air ke sawah dan ladang”; fokusnya pada pemilihan tanaman (padi saat hujan).

Soal 18

Mengapa tanaman palawija tidak memerlukan pengairan secara terus menerus?

PilihanJawaban
Abuah pada tumbuhan palawija akan membusuk jika air terlalu banyak
Bdaun tanaman palawija akan membusuk jika tanahnya tergenang air
Ctanaman palawija membutuhkan banyak air di waktu tertentu untuk tumbuh
Dakar atau batang tanaman palawija akan membusuk jika terlalu banyak air
Jawaban & Analisis (klik)

Jawaban: D

Analisis umum: Dalam teks dijelaskan bahwa tanah tempat palawija/sayuran tumbuh tidak boleh basah atau tergenang air terus-menerus karena jika air terus-menerus, akar atau batangnya dapat membusuk.

Analisis per pilihan:

  • ASalah. Teks tidak menyebut “buah” yang membusuk sebagai alasan utama.
  • BSalah. Teks tidak menyebut “daun” yang membusuk; yang disebut adalah akar atau batang.
  • CKurang tepat. Teks memang menyebut palawija hanya perlu pengairan pada saat-saat tertentu, tetapi pertanyaan menanyakan alasan “tidak terus-menerus”, dan alasan eksplisitnya adalah pembusukan bila tergenang.
  • DBenar. Ini persis alasan yang dinyatakan: jika air terus-menerus, akar atau batang dapat membusuk.