Soal 11
Pernyataan yang sesuai isi bagan tersebut adalah ...
| Pilihan | Pernyataan |
|---|---|
| A | Wakasek Ur. Kurikulum dan Wakasek Ur. Kesiswaan (Humas) saling berkoordinasi. |
| B | Kepala sekolah hanya membawahi Tata Usaha, Wakasek Ur. Kurikulum dan Wakasek Ur. Kesiswaan. |
| C | Dalam melaksanakan tugas, antardewan tidak perlu berkoordinasi. |
| D | Dalam melaksanakan kegiatan, dewan guru berkoordinasi dengan Tata Usaha. |
Analisis & Jawaban
Pada bagan terlihat adanya garis putus-putus (koordinasi) antara Wakasek Ur. Kurikulum dan Wakasek Ur. Kesiswaan (Humas). Artinya, keduanya saling berkoordinasi.
Opsi B keliru karena memakai kata “hanya” (padahal bagan juga menampilkan unsur lain seperti dewan guru, wali kelas, dan sebagainya dalam struktur kerja sekolah).
Opsi C jelas tidak sesuai dengan prinsip bagan yang justru menunjukkan adanya hubungan kerja/koordinasi.
Opsi D tidak ditunjukkan secara tegas oleh garis koordinasi pada bagan.
Jawaban: A.
Soal 12
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama (untuk soal 12–14)!|
Malam itu tiba-tiba Subroto muncul. Di samping membutuhkan dana, dia juga ditugasi mencari tenaga-tenaga baru.
Laskar Elang akhir-akhir ini kehilangan banyak sekali anggota. Aksi mereka yang berani bahkan kadang-kadang nekat
memang sangat merepotkan pihak Jepang. Berkali-kali mereka berhasil menyusup ke daerah pertahanan lawan.
Berkali-kali pula mereka berhasil membuat banyak kerusakan, meskipun tidak dapat disangkal bahwa setiap keberhasilan
aksi selalu disertai hilangnya anggota terbaik mereka. Nama Laskar Elang selama ini menjadi buah bibir penduduk kawasan itu. Kalau ada gudang makanan milik Jepang kena rampok, orang segera yakin bahwa pelakunya adalah Laskar Elang. Kalau ada gudang mesiu tiba-tiba meledak, siapa lagi pelakunya kalau bukanlah Laskar Elang. “Aku ingin menjual beberapa perhiasan peninggalan ayah dan ibu untuk laskar,” begitu kata Subroto. Kartono yang terkejut juga gembira melihat kakaknya pulang. Kartono langsung mengangguk, menyetujui rencana kakak satu-satunya ini. |
Latar pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
| Pilihan | Jawaban |
|---|---|
| A | di toko perhiasan pada pagi hari |
| B | di rumah pada malam hari |
| C | di medan perang pada senja hari |
| D | di gudang mesiu pada siang hari |
Analisis & Jawaban
Latar waktu tampak jelas dari kalimat awal: “Malam itu ...” sehingga waktunya adalah malam hari.
Latar tempat yang paling sesuai adalah rumah, karena ada situasi kakak pulang dan adik (Kartono) menyambut serta menyetujui rencana (“Kartono ... melihat kakaknya pulang”).
Pilihan lain tidak cocok: tidak ada petunjuk suasana toko perhiasan, siang hari, atau senja hari; “gudang mesiu” hanya disebut sebagai peristiwa yang pernah terjadi, bukan tempat kejadian dialog saat ini.
Jawaban: B.
Soal 13
Bukti yang menunjukkan watak tokoh Subroto seorang dermawan adalah ....
| Pilihan | Rujukan |
|---|---|
| A | paragraf pertama kalimat ketiga |
| B | paragraf pertama kalimat keempat |
| C | kalimat pertama paragraf kedua |
| D | kalimat pertama paragraf ketiga |
Analisis & Jawaban
Watak dermawan berarti rela berkorban/menyumbang untuk kepentingan bersama.
Bukti paling tegas ada pada kalimat: “Aku ingin menjual beberapa perhiasan peninggalan ayah dan ibu untuk laskar.”
Kalimat tersebut terletak pada paragraf ketiga, kalimat pertama (bagian dialog Subroto).
Jawaban: D.
Soal 14
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Subroto pemberani dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
| Pilihan | Jawaban |
|---|---|
| A | tindakan tokoh |
| B | dialog antartokoh |
| C | diceritakan tokoh lain |
| D | diceritakan pengarang |
Analisis & Jawaban
Dalam kutipan, keberanian Laskar Elang (yang terkait dengan Subroto) tampak melalui uraian tindakan: menyusup ke daerah pertahanan lawan, membuat kerusakan, dan aksi yang berani bahkan nekat.
Jadi, watak pemberani digambarkan terutama melalui tindakan/perbuatan tokoh (dan kelompoknya), bukan sekadar pujian tokoh lain atau dialog.
Jawaban: A.
Soal 15
Bacalah kutipan cerpen berikut!
|
“Ah, kan cuma sehari! Papamu tentu tidak akan keberatan,” kata Linda. “Sehari juga tetap tidak akan diizinkan,” kata Vera. “Aku jadi ragu, nih,” kata Mita. “Papamu benar punya telepon genggam? Jangan-jangan itu hanya karanganmu saja.” “Tentu saja Papa punya! Memangnya aku pembohong?” kata Vera melotot. “Yah, siapa tahu. Kita kan belum melihat buktinya. Betul, kan teman-teman?” Mita memandang yang lainnya. Dikerdipkannya sebelah matanya. “He-eh,” angguk Eko. “Jangan cuma omong saja. Buktinya mana?” Dipanas-panasi begitu, Vera menjadi tersinggung juga. “Baik, baik. Akan aku buktikan. Lihat saja nanti!” katanya. “Begitu dong!” senyum Mia. Dia senang sekali siasatnya berhasil. |
Amanat cerita anak tersebut adalah ...
| Pilihan | Amanat |
|---|---|
| A | Jangan berani meminjam milik orang tua! |
| B | Jangan mudah terpancing siasat orang lain! |
| C | Perlu mempengaruhi teman yang sombong! |
| D | Kekayaan harus ditunjukkan kepada orang lain! |
Analisis & Jawaban
Di akhir kutipan tertulis jelas: “Dia senang sekali siasatnya berhasil.” Artinya, Vera terpancing oleh provokasi teman-temannya (“Buktinya mana?”, “Jangan cuma omong”).
Amanat yang paling tepat: jangan mudah terpancing oleh siasat/provokasi orang lain agar tidak bertindak gegabah hanya demi pembuktian.
Jawaban: B.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Soal 10