Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Bacalah kutipan cerita berikut!

"Maaf Bu!" pintaku santun kepada Bu Laras. "Saya mengantuk, Bu".
"Tidak apa-apa, Sab. Silakan cuci muka kalau kamu mengantuk, Sab!"
Serentak seisi kelas menertawakanku dan membuat malu serta kesal pada diriku sendiri. Leherku terasa sakit karena menahan tangis kekesalanku.
"Sudah-sudah! Anak-anak mengantuk itu manusiawi. Suatu saat kalian bisa saja mengantuk." Nasihat Bu Laras dengan lembut dan tenang.

Konflik kutipan novel tersebut adalah ....

  1. Permintaan maaf Sab kepada Bu Laras.
  2. Bu Laras mempersilakan Sab mencuci muka.
  3. Sab kesal ditertawakan seisi kelas.
  4. Bu Laras menghibur Sab yang kesal.
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Konflik (masalah utama) muncul ketika Sab ditertawakan seisi kelas sehingga ia “malu serta kesal” dan bahkan menahan tangis. Itu inti pertentangan batin tokoh (tersinggung/tertekan) akibat respons teman-temannya.

  • A hanya peristiwa awal (pembuka dialog), bukan masalah utamanya.
  • B hanya tindakan Bu Laras (solusi), bukan konflik.
  • C (benar) memuat masalah yang membuat tokoh merasa “malu serta kesal”.
  • D adalah respons/penenang dari Bu Laras, bukan konflik.

Soal 17

Bacalah teks berikut!

Hiduplah seekor rusa pada zaman dahulu. Ia sangat sombong lagi pemarah. Sering ia meremehkan kemampuan hewan lain. Pada suatu hari, rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?"
Si Kura-kura bersiaga mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggeliindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menunduk hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengenai hidung si Rusa. Begitu kerasnya hingga hidung si Rusa patah. Seketika itu si Rusa yang sombong itu pun mengaduh dan minta ampun. Si Kura-kura ragu apakah ia harus memaafkan si Rusa atau tidak.

Komentar yang tepat terhadap isi kutipan tersebut adalah ...

  1. Sikap Kura-kura benar karena Rusa tetap bersikap sombong.
  2. Sikap Kura-kura terpuji kalau tidak membalas kesombongan Rusa.
  3. Sikap Kura-kura patut dicontoh karena ragu-ragu memaafkan Rusa.
  4. Sikap Kura-kura patut dicontoh karena memberikan balasan sikap Rusa.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Kutipan menonjolkan kesombongan rusa dan respons kura-kura. Komentar yang paling tepat (sesuai nilai teladan yang umum) adalah bahwa sikap yang terpuji ialah tidak membalas kesombongan dengan tindakan balas dendam. Itu selaras dengan pesan moral untuk menahan diri.

  • A lemah karena di akhir rusa sudah “minta ampun”, jadi tidak tepat menyimpulkan rusa “tetap” sombong.
  • B (benar) menilai sikap ideal: tidak membalas kesombongan.
  • C “ragu-ragu memaafkan” bukan sikap teladan yang kuat.
  • D menilai balas dendam sebagai teladan, bertentangan dengan nilai moral yang umumnya diajarkan.

Soal 18

Bacalah teks berikut!

(1) Irene Sukandar lahir di Jakarta pada tanggal 7 April 1992. (2) Dia adalah Grand Master Catur Putri Indonesia. (3) Dia telah meraih berbagai macam gelar, baik tingkat nasional maupun internasional. (4) Gelar yang berhasil diraihnya seperti : Master Percasi (MP), Master Nasional Wanita (MNW) dan Master Fide Wanita (MFW).

Perbaikan penulisan tanda baca pada kalimat (4) yang tepat adalah ...

  1. Gelar yang berhasil diraihnya seperti: Master Percasi (MP), Master Nasional Wanita (MNW) dan Master Fide Wanita (MFW).
  2. Gelar yang berhasil diraihnya seperti Master Percasi (MP), Master Nasional Wanita (MNW), dan Master Fide Wanita (MFW).
  3. Gelar yang berhasil diraihnya seperti: Master Percasi (MP), Master Nasional Wanita (MNW), dan Master Fide Wanita (MFW).
  4. Gelar yang berhasil diraihnya seperti, Master Percasi (MP), Master Nasional Wanita (MNW) dan Master Fide Wanita (MFW).
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Kesalahan pada kalimat (4) ada pada “seperti :” (tidak boleh ada spasi sebelum titik dua). Selain itu, daftar gelar sebaiknya dipisahkan dengan koma, termasuk sebelum “dan” pada unsur terakhir. Opsi C memperbaiki keduanya: “seperti:” dan penggunaan koma dalam perincian.

  • A sudah benar untuk “seperti:”, tetapi tidak memakai koma sebelum “dan” (kurang rapi untuk perincian formal).
  • B tanda komanya rapi, tetapi tidak memperbaiki bentuk “seperti:” (tidak memakai titik dua sebagai pengantar perincian).
  • C (benar) titik dua tepat (tanpa spasi) dan koma perincian lengkap.
  • D salah karena memakai koma setelah “seperti,” (bukan pola yang tepat untuk pengantar perincian).

Soal 19

Perhatikan kutipan cerita berikut!

Bibirku tak sanggup lagi untuk berbicara sepatah kata pun. Langsung kunonaktifkan hpku. Dan kulempar jauh dariku. Aku benar-benar tidak pernah menduga bahwa dia akan pindah. Kabar ini sungguh membuatku kehilangan tulang-tulang rangka yang menopang tubuhku. Badanku terasa sangat lemah dan aku hanya bisa terduduk lemas sambil menggigit gulung yang ada di genggamanku.

Latar kutipan cerpen tersebut adalah ....

  1. tempat duduk
  2. tengah rumah
  3. kamar tidur
  4. kursi beranda
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Kutipan menunjukkan situasi sangat personal: tokoh “menonaktifkan hp” lalu “melempar jauh” dan kondisi “sangat lemah” (konteks yang paling lazim untuk reaksi seperti itu adalah ruang privat, yaitu kamar). Pilihan lain terlalu spesifik (kursi beranda) atau terlalu umum (tengah rumah) tanpa dukungan kuat dari teks.

  • A hanya menyebut benda (tempat duduk), bukan lokasi latar yang jelas.
  • B tidak ada petunjuk eksplisit “tengah rumah”.
  • C (benar) paling masuk akal sebagai latar privat saat tokoh bereaksi emosional dan tidak ingin dilihat orang.
  • D tidak ada penanda suasana luar/beranda dalam kutipan.

Soal 20

Bacalah teks cerpen berikut!

Sesampainya di rumah, Pak Salim terus tidur, berpura-pura sakit. Ketika ditanya oleh istrinya, ia tidak mau menjawab. Istrinya makin ketakutan. Dibawakannya jamu rebus beberapa buah. Lepas siang hari Pak Salim berkata, "Besok saya mau berjualan buah-buahan dan sayuran seperti biasa, tidak mau bekerja lagi. Tuhan tidak adil, mengapa orang lain senang dan bahagia, sedangkan saya tidak," "Jangan begitu, Pak! Siapa menyuruh engkau bekerja lagi. Jangan menyalahkan Tuhan, itu salahmu sendiri" jawab istrinya.

Nilai moral yang terdapat pada teks cerpen tersebut adalah ....

  1. Jika ditanya seseorang tidak menjawab.
  2. Kita tidak boleh bohong dengan berpura-pura sakit.
  3. Istri yang tidak mau merawat suaminya yang sakit.
  4. Kita boleh menyalahkan orang lain apalagi suami sendiri.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Pak Salim “berpura-pura sakit” dan membuat istrinya takut. Tindakan itu menunjukkan kebohongan yang menimbulkan dampak buruk. Jadi nilai moral yang paling tepat: tidak boleh berbohong dengan berpura-pura sakit.

  • A bukan nilai moral, hanya perilaku buruk yang justru menimbulkan masalah.
  • B (benar) langsung menegaskan pesan moral yang tampak pada peristiwa.
  • C bertentangan dengan teks (istri justru merawat: membawakan jamu).
  • Djelas tidak sesuai karena menyalahkan orang lain tidak dibenarkan.