Lahan Pertanian
Ada beraneka hasil pertanian. Ada yang berasal dari lahan basah dan ada yang berasal dari lahan kering. Lahan basah adalah lahan pertanian yang cukup air. Tanaman lahan basah misalnya padi. Padi akan tumbuh subur jika ditanam di lahan basah, berhumus, dengan jumlah air yang cukup. Padi tidak dapat tumbuh baik kurang dari tanaman palawija.
Berbeda dengan lahan basah, lahan kering tidak membutuhkan banyak air. Tanaman yang bisa hidup di lahan kering adalah ketela, jagung, kacang merah, kacang hijau, dan kedelai. Tanaman yang tumbuh di lahan kering biasanya disebut palawija.
Lahan basah dan lahan kering bisa terjadi pada daerah yang masa tanamnya bergantung musim. Ketika musim hujan daerah itu menjadi lahan basah dan ketika musim kemarau menjadi lahan kering. Lahan basah: tanaman padi yang sudah mengering biasanya dikelola lagi dan dimanfaatkan untuk menanam palawija. Lahan basah dan lahan kering sama-sama dibutuhkan petani. Lahan akan memberi hasil jika dimanfaatkan secara tepat.
| Jenis Lahan | Ciri Utama | Contoh Tanaman |
|---|---|---|
| Lahan basah | Cukup air, umumnya berhumus | Padi |
| Lahan kering | Tidak membutuhkan banyak air | Ketela, jagung, kacang merah, kacang hijau, kedelai (palawija) |
Soal 1
Bagaimanakah kebiasaan petani menanam palawija?
- Memanfaatkan lahan pertanian yang banyak air.
- Mengubah lahan basah tanaman padi yang mulai mengering.
- Menggunakan sebagian lahan pertanian padi yang kering.
- Memanfaatkan tanah kering yang tidak berhumus.
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Inti teks: “tanaman padi yang sudah mengering biasanya diolah/dimanfaatkan untuk menanam palawija.” Artinya, petani menanam palawija setelah lahan basah (sawah padi) memasuki fase mengering (kemarau/pasca panen).
Kenapa B benar: B paling mendekati kebiasaan yang disebut langsung: lahan bekas padi yang mulai/sudah mengering dimanfaatkan untuk palawija. Ini sejalan dengan peralihan musim: lahan basah → mengering → ditanami palawija.
Analisis opsi lain:
- A salah: “banyak air” identik dengan lahan basah, padahal palawija justru tanaman lahan kering (kebutuhan air palawija \(\lt\) padi).
- C kurang tepat: masih mendekati (padi yang kering), tetapi teks menekankan pola “lahan basah/sawah padi yang mengering” dimanfaatkan kembali; opsi C terdengar seolah “memisahkan sebagian lahan padi” tanpa menegaskan kebiasaan pasca-mengeringnya sawah.
- D salah: teks tidak menyatakan palawija ditanam pada “tanah yang tidak berhumus”; yang ditegaskan justru padi cocok di lahan basah berhumus.
Soal 2
Mengapa tanaman palawija banyak dibudidayakan petani?
- Mudah ditanam di setiap lahan.
- Dapat hidup di lahan kering.
- Banyak ragam dan jenisnya.
- Sangat dibutuhkan orang.
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Inti teks: “Tanaman yang bisa hidup di lahan kering … biasanya disebut palawija.” Ini menunjukkan alasan utama palawija ditanam: cocok untuk kondisi lahan kering (misalnya musim kemarau).
Kenapa B benar: Palawija didefinisikan lewat kemampuannya tumbuh di lahan kering yang “tidak membutuhkan banyak air”. Jadi, saat air lahan basah \(\gt\) lahan kering (musim hujan vs kemarau), petani menyesuaikan jenis tanaman; palawija menjadi pilihan saat lahan kering.
Analisis opsi lain:
- A salah: teks tidak mengatakan palawija “di setiap lahan”; justru dibedakan: padi (lahan basah) vs palawija (lahan kering).
- C kurang tepat: memang palawija beragam (ketela, jagung, kacang-kacangan), tetapi teks tidak menyatakan “ini alasan petani banyak membudidayakan”; yang ditegaskan adalah kecocokan pada lahan kering.
- D terlalu umum: semua tanaman pangan bisa “dibutuhkan orang”, namun teks tidak menjadikan kebutuhan orang sebagai alasan utama.
Soal 3
Tanaman apa sajakah yang dapat ditanam di lahan kering?
- Padi, jagung, ketela, kacang merah, dan kedelai.
- Kacang hijau, jagung, kedelai, ketela, dan padi.
- Jagung, kacang hijau, kacang merah, padi, dan kedelai.
- Kedelai, kacang merah, kacang hijau, jagung, dan ketela.
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Inti teks: “Tanaman yang bisa hidup di lahan kering adalah ketela, jagung, kacang merah, kacang hijau, dan kedelai.”
Kenapa D benar: D memuat tepat lima tanaman yang disebut untuk lahan kering, tanpa memasukkan padi.
Analisis opsi lain:
- A salah: memasukkan padi, padahal padi contoh tanaman lahan basah (cukup air, berhumus).
- B salah: masih memasukkan padi.
- C salah: masih memasukkan padi.
Soal 4
Di mana sebaiknya padi ditanam?
- Di lahan basah cukup air.
- Di lahan basah banyak air.
- Di lahan basah kurang air.
- Di lahan basah tak berair.
Jawaban & Analisis
Kunci: A
Inti teks: “Padi akan tumbuh subur jika ditanam di lahan basah, berhumus, dengan jumlah air yang cukup.”
Kenapa A benar: kata kunci teks adalah “jumlah air yang cukup”, bukan “sebanyak-banyaknya”. Padi butuh air memadai, bukan kekurangan dan bukan tanpa air.
Analisis opsi lain:
- B kurang tepat: “banyak air” tidak disebut sebagai syarat utama; teks memilih istilah “cukup air”.
- C salah: bertentangan langsung dengan “cukup air”.
- D salah: jelas bertentangan; “tak berair” tidak mungkin untuk tanaman lahan basah seperti padi.
Soal 5
Simpulan bacaan tersebut yang tepat adalah ...
- Lahan basah dan lahan kering sangat baik ditanami padi.
- Tanaman palawija sangat baik ditanam oleh petani.
- Lahan basah dan lahan kering harus dimanfaatkan secara tepat.
- Tanaman palawija sangat berguna untuk kebutuhan hidup.
Jawaban & Analisis
Kunci: C
Inti teks: “Lahan basah dan lahan kering sama-sama dibutuhkan petani. Lahan akan memberi hasil jika dimanfaatkan secara tepat.”
Kenapa C benar: simpulan C merangkum gagasan penutup bacaan: kedua jenis lahan penting dan hasilnya bergantung pada pemanfaatan yang tepat (menyesuaikan tanaman dengan kondisi air/musim).
Analisis opsi lain:
- A salah: padi dicontohkan untuk lahan basah; lahan kering justru untuk palawija.
- B terlalu sempit: bacaan tidak hanya “memuji palawija”, melainkan menjelaskan penyesuaian lahan-musim dan pemanfaatan yang tepat.
- D terlalu umum: “berguna” tidak menjadi simpulan utama; bacaan menekankan pemanfaatan lahan basah dan kering secara tepat.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2010
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 9
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 10