Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 26

Anak-anak, beberapa hari lagi akan kita peringati bersama Hari Kartini. Setiap tanggal 21 April kita semua berpakaian adat daerah kita masing-masing. Namun, bukanlah berpakaian adatnya yang kita utamakan, tetapi kita harus bisa mengambil semangat perjuangan R.A. Kartini … Beliau memperjuangkan persamaan derajat antara dengan pria.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf adalah …

  1. Beliau memperjuangkan hak asasi wanita
  2. Beliau berjuang demi kemakmuran Negara Indonesia
  3. Beliau dengan gigih memperjuangkan pendidikan wanita Indonesia
  4. Beliau berketurunan bangsawan, namun rela berjuang untuk rakyat jelata
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Analisis: Paragraf menekankan “mengambil semangat perjuangan R.A. Kartini” lalu setelah titik-titik ada kalimat “Beliau memperjuangkan persamaan derajat … dengan pria.” Kalimat penghubung yang paling selaras adalah tentang perjuangan Kartini dalam bidang pendidikan perempuan, karena pendidikan adalah jalan menuju persamaan derajat. Jadi pilihan C paling tepat sebagai jembatan ide: perjuangan pendidikan wanita \(\gt\) tujuan persamaan derajat.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Masih mungkin benar, tetapi terlalu umum; paragraf mengarah pada perjuangan yang konkret yang terkait persamaan derajat.
B Salah Tidak sesuai fokus Kartini pada isu perempuan; “kemakmuran negara” terlalu luas.
C Benar Paling nyambung: pendidikan wanita adalah inti perjuangan Kartini untuk mencapai persamaan derajat.
D Salah Informasi biografis ini tidak menjadi pengantar paling logis menuju kalimat “persamaan derajat”.

Soal 27

Perhatikan kalimat berikut!

  1. Matahari bersinar berseri-seri
  2. Ini suasana di desaku sangat indah
  3. Langit pun bersih, tanpa segumpal awan pun
  4. Selain itu, burung-burung berkicau bersahutan di alam bebas

Susunan kalimat acak agar menjadi paragraf deskripsi adalah …

  1. 2 – 1 – 3 – 4
  2. 2 – 3 – 1 – 4
  3. 3 – 4 – 2 – 1
  4. 3 – 1 – 4 – 2
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Analisis: Kalimat (2) cocok sebagai kalimat pembuka karena berisi gambaran umum “suasana di desaku sangat indah”. Setelah itu, paragraf deskripsi biasanya memberi rincian berurutan: (1) matahari bersinar, (3) langit bersih tanpa awan, lalu (4) tambahan rincian dengan penanda “Selain itu”. Urutan 2 → 1 → 3 → 4 membentuk alur umum → rincian → rincian → tambahan rincian. Ini lebih rapi dibanding urutan lain yang membuat “Selain itu” muncul terlalu awal.

Pilihan Penilaian Alasan
A Benar (2) pembuka umum, (1)-(3) rincian suasana, (4) penutup/rincian tambahan dengan “Selain itu”.
B Salah Masih mungkin, tetapi lebih janggal: setelah (2) langsung (3), lalu (1); rincian jadi kurang mengalir.
C Salah Tidak ada kalimat pembuka umum; paragraf terasa “loncat” dari rincian tanpa pengantar.
D Salah (2) sebagai penutup tidak tepat; “Ini suasana di desaku…” lebih cocok sebagai pembuka.

Soal 28

Perhatikan kalimat berikut!

  1. Di sana Arman mengambil sepatu dan kaus kaki.
  2. Setelah itu Arman segera mengenakan sepatu.
  3. Arman segera mengenakan kaus kaki.
  4. Arman berjalan ke arah rak sepatu.

Susunan kalimat acak agar menjadi paragraf narasi adalah …

  1. 4 – 2 – 1 – 3
  2. 4 – 1 – 3 – 2
  3. 3 – 2 – 4 – 1
  4. 3 – 4 – 1 – 2
Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis: Narasi harus runtut: bergerak ke rak sepatu (4), lalu mengambil sepatu dan kaus kaki (1). Setelah itu, logisnya memakai kaus kaki dulu (3) baru memakai sepatu (2). Jika sepatu dipakai sebelum kaus kaki, urutan tindakan menjadi tidak wajar. Jadi 4 → 1 → 3 → 2 adalah urutan paling logis.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Menempatkan (2) terlalu awal; sepatu dipakai sebelum mengambil barang dan sebelum memakai kaus kaki.
B Benar Urutan aksi logis: menuju rak → mengambil → pakai kaus kaki → pakai sepatu.
C Salah Paragraf dimulai dari memakai kaus kaki tanpa pengantar menuju rak atau mengambil barang.
D Salah Dimulai dari memakai kaus kaki, lalu baru menuju rak; alur waktu tidak rapi.

Soal 29

Perhatikan gambar iklan berikut.

(Gambar tidak digambar ulang di sini.)

Kalimat iklan yang sesuai dengan gambar adalah …

  1. Murah, kuat, dan bergaya
  2. Murah dan banyak pilihan warna
  3. Dapatkan segera di toko-toko terdekat
  4. Murah dan cocok untuk segala aktivitas anda
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Analisis: Gambar menunjukkan sebuah tas ransel. Kalimat iklan yang paling sesuai biasanya menonjolkan keunggulan produk: kuat (daya tahan), bergaya (tampilan), dan murah (harga). Pilihan A paling lengkap dan langsung menggambarkan ransel pada iklan. Pilihan B menekankan “banyak pilihan warna” yang tidak dapat dipastikan dari satu gambar. Pilihan C adalah ajakan umum yang bisa dipakai untuk produk apa pun, kurang spesifik. Pilihan D cukup umum, tetapi A lebih kuat karena memuat tiga keunggulan yang lazim untuk tas ransel.

Pilihan Penilaian Alasan
A Benar Kalimat promosi paling tepat: menonjolkan kualitas (kuat), gaya, dan harga.
B Salah “Banyak pilihan warna” tidak tampak jelas dari satu gambar ransel.
C Salah Ajakan umum, tidak mencerminkan keunggulan khusus ransel.
D Salah Masuk akal, tetapi kurang kuat dibanding A yang lebih spesifik dan persuasif.

Soal 30

Hancur lebur sarang gerombolan pengacau keamanan dilakukan oleh TNI.

Kata yang tepat untuk melengkapi kata dalam kurung adalah …

  1. Menghancur leburkan
  2. Menghancurleburkan
  3. Penghancuran lebur
  4. Penghancurleburan
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Analisis: Kalimat bermaksud menyatakan tindakan yang dilakukan TNI, sehingga bentuk kata yang tepat adalah verba aktif dengan prefiks meng- dan sufiks -kan: menghancurleburkan atau menghancur leburkan. Dalam pilihan, yang paling tepat dan terbaca sebagai bentuk kerja “melakukan penghancuran sampai hancur lebur” adalah menghancur leburkan. Pilihan B menuliskan gabungan tanpa spasi secara janggal untuk konteks soal ini. Pilihan C dan D adalah bentuk nomina, bukan kata kerja yang menyatakan tindakan.

Pilihan Penilaian Alasan
A Benar Bentuk verba tindakan: meng- … -kan, sesuai makna “melakukan penghancuran”.
B Salah Penulisan digabung tanpa spasi kurang sesuai untuk frasa yang lazimnya ditulis terpisah pada level ini.
C Salah Nomina (penghancuran), bukan verba tindakan yang diperlukan.
D Salah Bentuknya tidak baku dan berfungsi sebagai nomina, tidak cocok menggantikan tindakan.