Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 31

Burung hantu banyak dipelihara oleh para petani di wilayah Kabupaten Sleman. Burung hantu sangat membantu petani dalam mengamankan hasil pertanian. Sebagai hewan predator, burung hantu berfungsi sebagai penghabis tikus.

Kata yang tepat untuk mengganti kata penghabis adalah …

  1. Pemberantas
  2. Pemburu
  3. Pemangsa
  4. Pengusir
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Analisis: Pada kalimat “hewan predator”, makna “penghabis tikus” adalah hewan yang memakan/menangkap tikus sebagai mangsa. Kata yang paling tepat adalah pemangsa. “Pemberantas” lebih cocok untuk tindakan membasmi (sering dilakukan manusia/obat), “pemburu” menekankan kegiatan memburu (tidak selalu memakan), dan “pengusir” hanya membuat pergi (maknanya \(\lt\) ‘memangsa’).

Pilihan Penilaian Alasan
A. Pemberantas Salah Lebih tepat untuk tindakan membasmi (misal: pemberantas hama), bukan fungsi predator.
B. Pemburu Salah Berburu tidak selalu berarti memakan; konteks predator menekankan “mangsa”.
C. Pemangsa Benar Paling sesuai dengan kata “predator”: hewan yang memangsa tikus.
D. Pengusir Salah Hanya mengusir, tidak menggambarkan predator yang menangkap dan memakan.

Soal 32

Pembangunan Jalur Lintas Selatan Selatan (JJLS) dimanfaatkan oleh proyek spekulan tanah … di Bantul. Pemerintah Kabupaten Bantul menerapkan prinsip kehati-hatian khusus terkait tanah terdampak. Sebab tanah yang terkena proyek tidak hanya milik perorangan, namun bisa juga milik yayasan, kas desa, atau bahkan tanah kasultanan.

Perbaikan tata kalimat tersebut adalah …

  1. Di Bantul Pembangunan Jalur Lintas Selatan Selatan (JJLS) rawan dimanfaatkan oleh spekulan tanah
  2. Pembangunan jalur Lintas Selatan Selatan (JJLS) rawan dimanfaatkan oleh spekulan tanah di Bantul
  3. Proyek pembangunan jalur Lintas Selatan Selatan (JJLS) di Bantul rawan dimanfaatkan oleh spekulan tanah
  4. Pembangunan proyek Jalur Lintas Selatan Selatan (JJLS) di Bantul rawan dimanfaatkan oleh spekulan tanah
Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis: Kalimat perbaikan yang baik harus jelas subjek–predikatnya dan ringkas. Pilihan B paling efektif: subjek “Pembangunan … (JJLS)”, predikat “rawan dimanfaatkan”, pelaku “spekulan tanah”, dan keterangan tempat “di Bantul”. Pilihan A terasa janggal karena susunan awal “Di Bantul Pembangunan …” kurang rapi (lebih baik “Di Bantul, pembangunan …”). Pilihan D memakai frasa “pembangunan proyek” yang cenderung rancu (ganda). Pilihan C masih mungkin, tetapi lebih panjang; B sudah cukup jelas dan hemat kata (panjang C \(\gt\) B).

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Awal kalimat kurang rapi tanpa tanda koma; terasa janggal dibaca.
B Benar Struktur jelas, ringkas, dan keterangan tempat tepat di akhir.
C Salah Makna benar, tetapi lebih panjang dari yang diperlukan untuk perbaikan.
D Salah Frasa “pembangunan proyek” kurang tepat dan membuat struktur kalimat kurang efektif.

Soal 33

Pantun:

(1) Dari Desa Menuju ke Kota Metropolitan
(2) Ketika Sapi Bagaskara Menyapa
(3) …
(4) Surga Berada di Telapak Ibu

Isi pantun yang tepat untuk mengisi bagian (3) adalah …

  1. Dari Desa Menuju ke Kota Metropolitan
  2. Ketika Sapi Bagaskara Menyapa
  3. Ronggeng Dari Dukuh Panjangan
  4. Surga Berada di Telapak Ibu
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Analisis: Pantun umumnya berpola rima a-b-a-b atau b-a-b-a. Baris (1) berakhir “Metropolitan” (bunyi akhir -an), baris (2) berakhir “Menyapa” (bunyi akhir -a), baris (4) berakhir “Ibu” (bunyi akhir -u). Agar berpasangan dengan baris (1), baris (3) sebaiknya juga berakhir bunyi -an. Pilihan C berakhir “Panjangan” (bunyi -an) sehingga paling sesuai.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Mengulang baris (1), bukan mengisi baris (3) secara wajar.
B Salah Mengulang baris (2), bukan mengisi baris (3).
C Benar Bunyi akhir “Panjangan” selaras dengan “Metropolitan” (sama-sama -an).
D Salah Mengulang baris (4), bukan mengisi baris (3).

Soal 34

“Hai, Kutu buku, boleh pinjam kaca matamu?”

Penulisan kalimat sesuai ejaan yang benar adalah …

  1. “Hai, kutu buku, boleh pinjam kaca matamu?”
  2. “Hai, Kutu buku, boleh pinjam kaca matamu?”
  3. “Hai, kutu buku, boleh pinjam kacamata mu?”
  4. “Hai, Kutu buku, boleh pinjam kacamata mu?”
Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis: Kalimat sapaan diawali kata seru “Hai,” lalu diikuti sapaan/nama panggilan yang dipisah koma: “Hai, …, ….” Dari pilihan yang ada, susunan tanda baca paling tepat adalah yang memakai koma setelah “Hai” dan setelah sapaan “Kutu buku”. Selain itu, sapaan sebagai panggilan dapat diawali huruf kapital. Maka pilihan B paling sesuai dibanding lainnya.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Huruf awal panggilan tidak diawali kapital, kurang tepat untuk sapaan/nama panggilan.
B Benar Koma tepat dan sapaan diawali huruf kapital; paling mendekati ejaan yang benar.
C Salah “kacamata mu” dipisah, bentuk ini tidak tepat; selain itu sapaan tidak diawali kapital.
D Salah “kacamata mu” dipisah, bentuk ini tidak tepat.

Soal 35

Kalimat yang menggunakan tanda baca titik dua (:) yang benar adalah …

  1. Semua siswa baik laki-laki maupun perempuan : wajib mengerjakan seragam sekolah
  2. Buku tulis, buku gambar, pensil, pena, dan spidol : semua itu merupakan alat tulis
  3. Pak Gunawan memanggil: Dewi, Sinta, Wati, Ika, dan Ratna ke ruang guru
  4. Ibu membeli bumbu dapur : bawang merah, bawang putih, cabai, dan merica
Jawaban & Analisis

Kunci: D

Analisis: Tanda titik dua dipakai untuk mengawali pemerian/daftar setelah pernyataan umum. Pilihan D tepat: “Ibu membeli bumbu dapur:” lalu diikuti daftar bumbu. Pilihan A salah karena ada spasi sebelum titik dua dan tidak tepat fungsi. Pilihan B titik dua diletakkan setelah daftar, padahal seharusnya sebelum daftar. Pilihan C kurang tepat karena setelah kata kerja “memanggil” tidak lazim langsung memakai titik dua tanpa penanda seperti “nama-nama berikut”.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Penempatan dan spasi sebelum “:” tidak tepat; bukan fungsi pemerian daftar.
B Salah Titik dua seharusnya mendahului daftar, bukan muncul setelah daftar.
C Salah Kurang tepat pemakaian “:” setelah “memanggil” tanpa pengantar “nama-nama berikut”.
D Benar Kalimat umum diikuti pemerian daftar; fungsi titik dua tepat.