Soal 22
Teks cerita berikut untuk soal nomor 22 dan 23.
|
Fahra dan teman sekelasnya akan berkemah. Ia ragu dengan kemampuannya dalam berkhemah. Kegiatan tersebut adalah pengamalan berkemah pramuka. “Mengapa kamu tampak ragu?” tanya ayah Fahra. “Saya tidak yakin dapat mengikuti perkemahan ini.” “Regu kami pasti tidak dapat mendirikan tenda, saya tidak jadi ikut saja,” keluh Fahra. Ayah Fahra pun memberi semangat dan membesarkan hati anaknya. “Ayah yakin, kamu dan regumu akan sukses mengikuti kegiatan ini,” kata Ayah. Akhirnya Fahra memenuhi nasihat ayahnya. Dia diantar ayahnya berangkat menuju bumi perkemahan. Sampai di sana, teman-teman sudah mulai mendirikan tenda. Adik-adik kalian diberi waktu satu jam untuk mendirikan tenda,” ujar Kak Udin. Fahra teringat nasihat ayahnya untuk selalu bersemangat. Regu Fahra bergotong-royong mendirikan tenda. Mereka bekerja dengan semangat. Belum ada satu jam tenda Fahra dan teman-teman sudah berdiri. Fahra pun tersenyum lega dan semakin percaya diri. |
Nilai moral positif tokoh Fahra pada cerita tersebut adalah ....
- rajin dalam berusaha
- semangat untuk mencoba
- patuh pada nasihat kedua orang tua
- kerja sama pada semua kegiatan
Jawaban & Analisa
Kunci: B
Analisa singkat: Fahra awalnya ragu dan hampir tidak ikut. Setelah diberi semangat oleh ayahnya, Fahra mencoba ikut, ikut bergotong-royong mendirikan tenda, lalu berhasil dan menjadi lebih percaya diri. Nilai moral yang paling menonjol pada diri Fahra adalah berani mencoba dengan semangat, meski awalnya ragu.
- A. rajin dalam berusaha → Ada usaha, tetapi inti perubahan Fahra adalah dari ragu menjadi berani mencoba.
- B. semangat untuk mencoba → Paling tepat: Fahra akhirnya berangkat, mencoba, dan ikut bekerja dengan semangat.
- C. patuh pada nasihat kedua orang tua → Yang ditampilkan jelas adalah nasihat ayah, bukan “kedua orang tua”. Ini kurang tepat.
- D. kerja sama pada semua kegiatan → Ada kerja sama, tetapi fokus moral tokoh Fahra adalah keberanian/semangat mencoba. Kerja sama lebih melekat pada “regu”.
Hubungan makna: sikap ragu \( \lt \) sikap percaya diri (di akhir cerita), dan penghubungnya adalah “semangat untuk mencoba”.
Soal 23
Keteladanan tokoh Ayah dalam cerita tersebut adalah ....
- memberi semangat Fahra dan teman-teman
- memotivasi untuk tetap mengikuti Pramuka
- meyakinkan anaknya untuk menjadi juara
- membangun rasa percaya diri anaknya
Jawaban & Analisa
Kunci: D
Analisa singkat: Ayah Fahra menenangkan, memberi semangat, membesarkan hati, dan mengatakan yakin Fahra dan regunya bisa sukses. Dampaknya: Fahra tersenyum lega dan semakin percaya diri. Jadi keteladanan ayah adalah membangun rasa percaya diri anak.
- A → Ayah hanya memberi semangat pada Fahra, tidak pada teman-temannya.
- B → Cerita tidak menekankan “tetap mengikuti Pramuka” sebagai pesan utama ayah; ayah fokus pada keyakinan dan semangat Fahra.
- C → Tidak ada target “menjadi juara”; ayah mengatakan “sukses mengikuti kegiatan”.
- D → Tepat: ayah membesarkan hati Fahra sehingga Fahra lebih percaya diri.
Soal 24
Bacalah teks berikut dengan cermat!
| Minggu lalu lampu jalan Halmahera tidak dapat digunakan. Bolohnya beberapa tiang listrik dan tiang bangunan akibat hujan badai semalam menjadi penyebab utama. Tiang listrik runtuh sehingga banyak kabel listrik yang bergelantungan. Petugas PLN mengamankannya agar tidak terjadi .... yang dapat membahayakan warga sekitar. |
Istilah yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ....
- resleting
- konsleting
- tegangan
- amphere meter
Jawaban & Analisa
Kunci: B
Analisa singkat: Kabel listrik bergelantungan berbahaya karena bisa terjadi hubungan pendek (korsleting). Pada pilihan, yang sesuai adalah “konsleting” (bentuk penulisan yang dimaksud dalam soal untuk “korsleting”).
- A. resleting → Benda pada pakaian, tidak berkaitan dengan listrik.
- B. konsleting → Tepat: kejadian listrik berbahaya akibat kabel/arus (hubungan pendek).
- C. tegangan → Tegangan memang ada pada listrik, tetapi kalimat yang kosong meminta “peristiwa” yang dapat terjadi.
- D. amphere meter → Alat ukur arus, bukan peristiwa berbahaya.
Makna kalimat: kabel bergelantungan \( \gt \) risiko “konsleting” yang membahayakan warga.
Soal 25
Bacalah paragraf berikut dengan cermat!
| Sejak kelas I sampai kelas VI SD, Aisyah selalu menjadi .... Dia tak pernah absen untuk menerima hadiah prestasi yang diberikan oleh kepala sekolah. |
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ....
- besar kepala
- bintang kelas
- tanpa kata
- kabar burung
Jawaban & Analisa
Kunci: B
Analisa singkat: Aisyah selalu menerima hadiah prestasi dan tidak pernah absen menerima penghargaan. Ungkapan yang tepat untuk siswa yang selalu berprestasi adalah “bintang kelas”.
- A. besar kepala → Artinya sombong; tidak sesuai dengan konteks prestasi dan hadiah.
- B. bintang kelas → Tepat: siswa unggulan/berprestasi.
- C. tanpa kata → Tidak sesuai makna; bukan ungkapan untuk prestasi.
- D. kabar burung → Artinya berita tidak jelas; tidak relevan.
Secara makna: “bintang kelas” \( \gt \) mendapat hadiah prestasi secara berulang.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2018
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 9