Soal 1
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Mengonsumsi buah secara rutin adalah kebiasaan yang menyehatkan. Hal ini dikarenakan buah mengandung vitamin, mineral, serat dan tanpa lemak. Selain dapat menunjang kesehatan tubuh bagian dalam, buah juga dapat membantu kesehatan kulit.
Gagasan utama paragraf tersebut adalah ….
- buah yang dikonsumsi
- kebiasaan yang menyehatkan
- kandungan zat gizi pada buah
- kesehatan kulit karena buah
Jawaban
B
Analisis
Inti paragraf ada pada kalimat pertama: “Mengonsumsi buah secara rutin adalah kebiasaan yang menyehatkan.” Kalimat-kalimat setelahnya hanya menjelaskan alasan (kandungan buah) dan manfaat (kesehatan tubuh & kulit) untuk mendukung kalimat utama.
A salah: “buah yang dikonsumsi” terlalu sempit, paragraf tidak membahas jenis buah tertentu.
B benar: ini merangkum kalimat utama dan mencakup seluruh penjelasan setelahnya.
C salah: kandungan gizi (vitamin, mineral, serat) adalah alasan pendukung, bukan pokok gagasan.
D salah: kesehatan kulit hanya salah satu manfaat, bukan fokus utama paragraf.
Soal 2
Bacalah dua kutipan berita berikut!
| Teks Berita I | Teks Berita II |
|---|---|
| Korban tenggelamnya kapal pesiar berhasil diidentifikasi. Kepala Humas Tim SAR Ambon Imron Chairul mengatakan, selasa (26/6), 11 penumpang ditemukan di perairan sekitar Pulau Kerang dan Piru, Kabupaten Seram, Maluku. Dua dari 11 penumpang itu ditemukan Senin (25/6) dan sembilan lainnya ditemukan Selasa. | Kapal tenggelam terjadi lagi kali ini menelan korban nelayan Jawa Timur. Tim patroli Satuan Polisi Air Polres setempat bersama sejumlah nelayan dan keluarga korban terus melakukan pencarian terhadap dua nelayan yang masih hilang. Pencarian ke arah tenggara di Pulau Nusa Barung. Musibah itu terjadi Sabtu (23/6) sekitar pukul 22.30 WIB. |
Persamaan isi kedua kutipan berita tersebut adalah ….
- korban yang belum ditemukan
- pelaku peristiwa kapal tenggelam
- tempat terjadinya musibah
- terjadi musibah kapal tenggelam
Jawaban
D
Analisis
Ide yang sama pada kedua teks adalah sama-sama memberitakan peristiwa kapal tenggelam (musibah).
A salah: Teks I menyebut korban/penumpang sudah ditemukan dan diidentifikasi, sedangkan Teks II masih ada yang hilang. Jadi tidak sama.
B salah: kedua teks tidak membahas “pelaku” (orang yang menyebabkan). Ini musibah/kejadian, bukan tindak kriminal yang menyebut pelaku.
C salah: lokasi berbeda (Teks I di sekitar Pulau Kerang dan Piru, Seram, Maluku; Teks II di arah tenggara Pulau Nusa Barung).
D benar: keduanya sama-sama menyampaikan adanya musibah kapal tenggelam.
Soal 3
Bacalah kedua kutipan berita berikut!
| Teks Berita I | Teks Berita II |
|---|---|
| Hingga Minggu (17/7) tiga dari empat korban longsor di tambang batu kapur Gunung Tugulasi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, belum berhasil dievakuasi. Proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun sejak Sabtu (16/7) petang berjalan lambat karena terkendala medan dan alat berat. | Longsor di area penambangan Gunung Tugulasi terjadi pada Sabtu (16/7) pukul 15.30 WIB. Tiga orang selamat, dua luka berat, dan empat pekerja lainnya tertimbun longsor. Sejak Sabtu-Minggu sore sejumlah pejabat terus mengupayakan ekskavator tetapi tidak kunjung mendapatkan alat berat tersebut sehingga evakuasi berjalan lambat. |
Perbedaan penyajian kedua teks berita tersebut adalah ….
| Pilihan | Teks Berita I | Teks Berita II |
|---|---|---|
| A | diawali dengan unsur berita apa | diawali dengan unsur berita mengapa |
| B | diawali dengan unsur berita kapan | diawali dengan unsur berita apa |
| C | diakhiri dengan unsur berita bagaimana | diakhiri dengan unsur berita kapan |
| D | diakhiri dengan unsur berita apa | diakhiri dengan unsur berita siapa |
Jawaban
B
Analisis
Kunci pembeda ada pada cara memulai berita:
- Teks I membuka dengan penanda waktu: “Hingga Minggu (17/7) …” sehingga pembuka menonjolkan unsur kapan (waktu laporan/kejadian yang sedang berlangsung).
- Teks II membuka dengan peristiwa: “Longsor di area penambangan …” sehingga pembuka menonjolkan unsur apa (kejadian longsor), meskipun setelah itu disebutkan waktunya.
A salah: Teks II tidak diawali “mengapa”; alasan baru muncul di bagian akhir (evakuasi lambat karena alat berat belum didapat).
B benar: sesuai pembuka masing-masing teks (I = kapan, II = apa).
C salah: kedua teks sama-sama berakhir pada penjelasan proses/halangan evakuasi (unsur bagaimana/mengapa), bukan “kapan” khusus di Teks II.
D salah: kedua teks tidak diakhiri dengan “siapa”; tidak ada penutup berupa tokoh/penanggung jawab tertentu.
Soal 4
Perhatikan kutipan biografi berikut untuk menjawab soal nomor 4 dan 5!
Taufik Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 25 Juni 1935. Pendiri majalah Horison tahun 1966. Ia lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Ia telah menerima Anugerah Seni dari pemerintah RI. Semenjak masih di SMA Taufik sudah bercita-cita jadi sastrawan. Kala itu dia sudah menulis sajak yang dimuat di majalah Mimbar Indonesia dan Kisah. Dia dibesarkan di lingkungan keluarga yang suka membaca, sehingga dia sejak kecil sudah suka membaca.
Keistimewaan tokoh dalam bacaan tersebut adalah ….
- Taufik Ismail pendiri Majalah Horison
- Taufik Ismail menerima Anugerah Seni
- Bercita-cita menjadi Sastrawan
- lulusan Fakultas Kedokteran Hewan IPB
Jawaban
A
Analisis
“Keistimewaan tokoh” biasanya menunjuk pada prestasi/hal yang menonjol yang membedakan tokoh. Dalam kutipan, hal yang paling ditonjolkan sebagai pencapaian khas adalah bahwa ia pendiri Majalah Horison (disebut jelas beserta tahun).
A benar: prestasi/keunggulan yang jelas dan spesifik (pendiri majalah besar, disebut tahun 1966).
B kurang tepat sebagai jawaban utama: ini juga prestasi, tetapi dalam penyajian teks, pendirian Horison disebut lebih menonjol (langsung setelah identitas diri).
C salah: “bercita-cita” adalah niat/keinginan, bukan keistimewaan yang berupa pencapaian.
D kurang tepat: lulusan IPB adalah latar pendidikan, bukan “keistimewaan” yang paling ditonjolkan sebagai keunikan tokoh pada bacaan ini.
Soal 5
Hal yang patut diteladani pada tokoh tersebut adalah ….
- karyanya saat ini dimuat di Majalah Mimbar
- sejak kecil ia sudah suka membaca
- mendapat kesempatan menjadi sastrawan
- ia seorang dokter hewan menjadi sastrawan
Jawaban
B
Analisis
“Patut diteladani” berarti sikap/kebiasaan baik yang dapat dicontoh. Bacaan menegaskan: tokoh dibesarkan dalam keluarga yang suka membaca, sehingga sejak kecil ia suka membaca. Ini kebiasaan positif yang jelas bisa ditiru.
A salah: bacaan menyebut karya tokoh pernah dimuat (masa SMA) di Mimbar Indonesia dan Kisah, bukan “saat ini” dimuat di Majalah Mimbar.
B benar: kebiasaan baik yang eksplisit disebut dan layak dicontoh.
C salah: “mendapat kesempatan” bukan sikap teladan; yang diteladani adalah usaha/kebiasaan.
D kurang tepat: itu fakta perjalanan hidup (lintas bidang), tetapi yang paling jelas sebagai teladan dari teks adalah kebiasaan membaca sejak kecil.
Daftar Soal TKA Bahasa Indonesia SMP
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 1
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 2
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 3
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 4
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 5
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 6
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 7
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 8
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 9
- Soal TKA Bahasa Indonesia SMP Nomor 10