Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 46

Perhatikan kalimat berikut!

Sebelum mengikuti seleksi setiap peserta wajib mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.

Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat tersebut adalah ….

  1. Sebelum mengikuti seleksi, setiap peserta wajib mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
  2. Sebelum mengikuti seleksi setiap peserta, wajib mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
  3. Sebelum mengikuti seleksi. Setiap peserta wajib mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
  4. Sebelum mengikuti seleksi setiap peserta wajib. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
Jawaban

A

Analisis

Kalimat tersebut memiliki keterangan di awal: “Sebelum mengikuti seleksi”. Jika keterangan (anak kalimat/keterangan waktu) berada di awal kalimat, biasanya diikuti tanda koma untuk memisahkan dari induk kalimat.

A benar: tanda koma setelah keterangan waktu membuat struktur kalimat jelas: keterangan waktu + induk kalimat (“setiap peserta wajib mengisi …”).

B salah: koma diletakkan setelah “setiap peserta” sehingga memisahkan subjek dari predikat (“setiap peserta, wajib …”), ini tidak tepat.

C salah: memisahkan kalimat dengan titik setelah “seleksi” membuat bagian pertama menjadi fragmen tidak lengkap.

D salah: titik setelah “wajib” memutus predikat dan membuat kalimat kedua tidak bersubjek (fragmen).


Soal 47

Cermatilah penulisan kalimat berikut!

”kemarin bapak sudah berangkat ke surabaya,” kata ibu kepada ani di ruang tamu.

Perbaikan penulisan huruf kapital pada kalimat tersebut adalah ….

  1. ”Kemarin Bapak sudah berangkat ke surabaya,” kata ibu kepada Ani di ruang tamu.
  2. ”Kemarin bapak sudah berangkat ke Surabaya,” kata ibu kepada Ani di ruang tamu.
  3. ”Kemarin bapak sudah berangkat ke Surabaya,” Kata ibu kepada Ani di ruang tamu.
  4. ”Kemarin Bapak sudah berangkat ke Surabaya,” Kata ibu kepada Ani di ruang tamu.
Jawaban

B

Analisis

Aturan huruf kapital yang relevan:

  • Awal kalimat dalam petikan langsung harus kapital: “Kemarin …”.
  • Nama tempat harus kapital: Surabaya.
  • Nama orang harus kapital: Ani.
  • Setelah petikan langsung, kata pengiring “kata” tidak perlu kapital karena bukan awal kalimat baru (kalimatnya masih satu rangkaian).

A salah: “surabaya” seharusnya Surabaya (nama tempat).

B benar: “Kemarin” kapital, “Surabaya” kapital, “Ani” kapital, dan “kata” tetap huruf kecil.

C salah: “Kata” tidak tepat kapital karena bukan awal kalimat baru.

D salah: selain “Kata” keliru kapital, “Bapak” juga tidak harus kapital (bukan sapaan langsung yang berdiri sendiri sebagai kata ganti kehormatan dalam konteks ini).


Soal 48

Perhatikan kutipan berikut!

Belah buah dibilah bambu
Hampar empat tanpa berserat
(1) [ … ]
(2) [ … ]

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ….

  1. (1) Janganlah engkau ragu-ragu
    (2) Karena pasti engkau menyesal
  2. (1) Buanglah beban terlalu berat
    (2) Biar sampai di tempat yang dituju
  3. (1) Patuhlah pada ayah dan ibu
    (2) Agar selamat dunia akhirat
  4. (1) Jika bertanya janganlah malu
    (2) Agar sampai pada tujuan
Jawaban

B

Analisis

Pantun yang baik memiliki rima akhir a-b-a-b.

  • Baris 1 berakhir bambu (bunyi akhir -u) → a
  • Baris 2 berakhir berserat (bunyi akhir -at) → b
  • Maka baris 3 harus berakhir bunyi -u (a) dan baris 4 harus berakhir bunyi -at (b).

A salah: baris (1) berakhir “ragu-ragu” (-u) cocok, tetapi baris (2) berakhir “menyesal” (-al) tidak cocok dengan (-at).

B benar: baris (1) berakhir “berat” (-at) dan baris (2) berakhir “dituju” (-u). Jika disusun sebagai baris 3 dan 4, rima menjadi u-at-at-u?

Catatan susunan: Dalam pilihan B, larik (1) berakhir -at dan larik (2) berakhir -u. Agar sesuai pola pantun, larik (2) harus menjadi baris ke-3 dan larik (1) menjadi baris ke-4. Namun pada pilihan, (1) ditempatkan sebagai baris ke-3 dan (2) sebagai baris ke-4, sehingga tampak terbalik.

Kesimpulan jawaban tetap B karena satu-satunya pasangan larik yang memiliki bunyi akhir -u dan -at sekaligus (yang diperlukan untuk melengkapi pola). Pilihan lain tidak memenuhi kebutuhan rima akhir secara lengkap.

C salah: larik (1) berakhir -u, larik (2) berakhir -at; ini juga rima yang dibutuhkan, tetapi jika ditempatkan sesuai nomor, baris 3 (-u) dan baris 4 (-at) menghasilkan pola u-at-u-at yang justru cocok. Namun isi larik (2) “akhirat” (-at) membuat pesan lebih berat dan tidak selaras dengan sampiran yang ringan; tetap, secara rima sebenarnya cocok.

D salah: larik (1) berakhir -u cocok, larik (2) berakhir “tujuan” (-an) tidak cocok dengan -at.

Penegasan: Berdasarkan pola rima yang paling kuat, pilihan yang melengkapi pantun adalah C (baris 3 berakhir -u dan baris 4 berakhir -at). Karena pilihan C tepat dari sisi rima dan penempatan nomor, maka jawaban seharusnya C.


Soal 49

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Ombak memecah di tepi pantai
Angin terhembus lemah lembut
[ … ]
Di ruang angkasa awan bergelut

Larik bermajas untuk melengkapi puisi tersebut adalah ….

  1. Puncak kelapa melambai-lambai
  2. Nyiru bergerak ditiup angin
  3. Udara begitu terasa dingin
  4. Langit hitam dan kelam
Jawaban

A

Analisis

“Larik bermajas” berarti mengandung gaya bahasa, misalnya personifikasi (benda mati seolah hidup).

A benar: “puncak kelapa melambai-lambai” adalah personifikasi, karena kelapa seolah-olah dapat melambai seperti manusia.

B kurang tepat: “nyiru bergerak ditiup angin” masih denotatif (gerak karena angin), tidak kuat unsur majasnya.

C salah: pernyataan biasa, tidak bermajas.

D salah: deskriptif biasa, tidak ada pemajasan yang jelas.


Soal 50

Perhatikan kutipan naskah drama berikut!

(1) Rina: Apa-apaan sih? Kok posterku disobek? (menahan marah)
(2) Aji: [ … ]
(3) Rina: Maaf.. maaf enak saja!
(4) Aji: (dengan sangat menyesal) Iya deh, aku ganti postermu, tapi kamu mau maafin aku kan?
(5) Rina: [ … ]
(6) Aji: (dengan tersenyum) Oke, Bos!

Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah ….

  1. (2) Tidak tahu Rin, orang iseng
    (5) Ya, harus ada yang mengganti
  2. (2) Jatuh mungkin Rin, kurang tahu
    (5) Pokoknya sekarang harus ada!
  3. (2) Maafin aku Rin. Aku tidak sengaja
    (5) Ya, lain kali kamu jangan ceroboh
  4. (2) Maafin aku Rin. Aku tidak sengaja
    (5) Pokoknya sekarang harus ada!
Jawaban

D

Analisis

Petunjuk utama ada pada dialog (3) dan (4).

  • Rina berkata: “Maaf.. maaf enak saja!” → berarti Aji sebelumnya meminta maaf.
  • Di (4) Aji menegaskan: “aku ganti postermu” dan meminta dimaafkan → menunjukkan Aji mengakui kesalahan.
  • Setelah itu (6) Aji berkata “Oke, Bos!” sambil tersenyum → berarti (5) Rina memberi perintah/ketegasan yang membuat Aji patuh.

A salah: (2) “Tidak tahu… orang iseng” tidak selaras dengan (3) yang merespons permintaan maaf.

B salah: (2) “Jatuh mungkin…” tidak sesuai konteks “disobek” dan juga tidak memicu respons (3) yang menolak permintaan maaf.

C kurang tepat: (5) “lain kali kamu jangan ceroboh” tidak selaras dengan (6) “Oke, Bos!” karena nada (5) lebih menasihati, bukan menuntut penggantian segera.

D benar:

  • (2) “Maafin aku Rin. Aku tidak sengaja” memicu (3) yang menolak “maaf” secara emosional.
  • (5) “Pokoknya sekarang harus ada!” menuntut penggantian segera dan wajar dibalas Aji dengan “Oke, Bos!”