Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Bacaan untuk Menjawab Soal Nomor 1–4

Humus si Penyubur Tanah

Apakah humus itu? Humus adalah bunga tanah. Bunga tanah merupakan bahan makanan untuk tanaman. Humus berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang membusuk.

Jika ingin tanamanmu subur, kamu dapat membuat humus sendiri. Caranya kumpulkan sampah daun-daunan. Kemudian, timbun sampah-sampah itu dalam lubang. Sebaiknya, lubang dibuat di bawah pohon yang rindang. Alasannya, karena udara lembab akan mempercepat pembusukan. Setelah beberapa lama, daun-daun itu akan membusuk. Bentuknya berupa gumpalan-gumpalan hitam yang bercampur dengan tanah. Itulah yang disebut humus. Tanah yang berhumus ini terasa berminyak jika kita pegang.

Jika humus itu dicampur dengan tanah padat, tanah padat tersebut akan menjadi gembur. Tanah gembur sangat subur. Di dalamnya tersedia banyak makanan untuk tanaman. Tanah gembur juga memudahkan akar mencari makanan untuk pertumbuhannya.


Soal 1

Bagaimana cara membuat humus?

  1. Masukkan sampah ke dalam lubang lalu bakar sampai jadi abu.
  2. Campur sampah dengan tanah padat kemudian diaduk.
  3. Sampah daun-daunan ditimbun di dalam lubang hingga membusuk.
  4. Sampah dari tumbuhan dicampur dengan tanah gembur.
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Bukti dari bacaan: “Caranya kumpulkan sampah daun-daunan. Kemudian, timbun sampah-sampah itu dalam lubang… Setelah beberapa lama, daun-daun itu akan membusuk.”

Kenapa C paling tepat: C merangkum langkah inti secara lengkap (ditimbun dalam lubang sampai membusuk). Ketepatan C \(\gt\) opsi lain karena sesuai urutan proses yang disebutkan.

  • A salah: bacaan tidak menyuruh membakar sampai jadi abu.
  • B salah: mencampur dengan tanah padat dilakukan setelah menjadi humus, bukan sebelum membusuk.
  • D kurang tepat: bacaan menekankan “ditimbun dalam lubang” untuk membusuk, bukan langsung dicampur tanah gembur.

Soal 2

Mengapa lubang untuk membuat humus sebaiknya di bawah pohon rindang?

  1. Karena udara yang lembab akan mempercepat pembusukan.
  2. Karena banyak sampah masuk ke lubang dari pohon rindang.
  3. Karena sampah bercampur tanah padat akan cepat gembur.
  4. Karena di bawah pohon rindang lebih sejuk untuk pembusukan.
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Bukti dari bacaan: “Sebaiknya, lubang dibuat di bawah pohon yang rindang. Alasannya, karena udara lembab akan mempercepat pembusukan.

Kenapa A benar: A menyalin alasan yang disebutkan langsung di bacaan.

  • B tidak ada di bacaan: tidak disebut “banyak sampah masuk”.
  • C keliru urutan: “cepat gembur” terjadi setelah humus dicampur tanah padat, bukan alasan memilih lokasi lubang.
  • D tidak dinyatakan: bacaan menyebut “udara lembab”, bukan “lebih sejuk”.

Soal 3

Apa yang akan terjadi jika pohon mangga yang ditanam dipupuk dengan humus?

  1. Pohonnya tinggi dan buahnya manis.
  2. Daunnya lebat, buahnya banyak.
  3. Tanah tempat pohon mangga menjadi lembab.
  4. Pohon mangga dapat berbuah setiap hari.
Jawaban & Analisis

Kunci: B

Dasar dari bacaan: Humus membuat tanah “sangat subur” dan “tersedia banyak makanan untuk tanaman”, serta memudahkan akar “mencari makanan untuk pertumbuhannya”. Ini logisnya membuat tanaman tumbuh baik (daun lebat) dan produksi buah meningkat.

Kenapa B paling masuk akal: B menggambarkan hasil umum dari tanah subur: pertumbuhan vegetatif dan generatif membaik. Ini lebih sesuai daripada A/C/D.

  • A tidak didukung: bacaan tidak membahas “manis”.
  • C menyempitkan makna: bacaan menekankan subur/gembur, bukan sekadar lembab.
  • D berlebihan: “berbuah setiap hari” tidak realistis dan tidak disebut; klaimnya \(\gt\) informasi bacaan.

Soal 4

Membuat humus sesuai isi bacaan tersebut dapat dilakukan dengan urutan berikut:

1.Kumpulkan sampah daun-daun.
2.Buat lubang di bawah pohon yang rindang.
3.Timbun sampah dalam lubang.
4.(....)
5.Campur humus dengan tanah padat.

Isian yang tepat untuk melengkapi tabel tersebut ialah ....

  1. Lubang dibuat sesuai dengan jumlah sampah daun.
  2. Sampah yang membusuk disebut humus.
  3. Daun-daun sisa pembungkus makanan disebut sampah.
  4. Biarkan timbunan sampah membusuk menjadi humus.
Jawaban & Analisis

Kunci: D

Logika urutan: Setelah “ditimbun dalam lubang”, proses berikutnya adalah menunggu sampai membusuk, barulah terbentuk humus yang kemudian bisa dicampur dengan tanah padat.

Bukti bacaan: “Setelah beberapa lama, daun-daun itu akan membusuk… Itulah yang disebut humus.” Maka langkah (4) harus berupa “membiarkan timbunan membusuk”.

  • A tidak wajib: bacaan tidak menyebut ukuran lubang harus disesuaikan jumlah sampah.
  • B hanya definisi: bukan langkah kerja (lebih cocok sebagai penjelasan, bukan instruksi urutan).
  • C tidak relevan: tidak terkait prosedur membuat humus.

Bacaan untuk Menjawab Soal Nomor 5

Dahulu sungai di kampungku bersih dan jernih. Semua warga kampung memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air minum, memelihara kebersihan badan dan pakaian, serta keperluan lainnya. Setiap hari anak-anak bermain, berenang, dan mencari ikan di sana. Sekarang sungai itu telah tercemar oleh limbah pabrik, yang dibuang tanpa diolah terlebih dahulu. Air sungai tidak lagi dapat digunakan sebagai sumber kehidupan masyarakat, kebersihan dan kejernihannya telah berganti menjadi keruh dan berbau.

Soal 5

Kalimat utama paragraf tersebut adalah ....

  1. Dahulu sungai di kampungku bersih dan jernih.
  2. Semua warga kampung memanfaatkan air sungai.
  3. Anak-anak dapat berenang dan mencari ikan.
  4. Sungai untuk memenuhi kebutuhan air minum.
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Alasan: Kalimat utama memuat gagasan paling umum yang kemudian dijelaskan oleh kalimat-kalimat berikutnya. Paragraf ini dibuka dengan pernyataan umum tentang kondisi sungai “dahulu… bersih dan jernih”, lalu dijelaskan pemanfaatannya, aktivitas anak-anak, dan kondisi sekarang yang tercemar.

  • B, C, D adalah rincian/penjelas (contoh pemanfaatan), sehingga posisinya sebagai kalimat penjelas lebih tepat (perannya \(\lt\) kalimat utama).