Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 21

Perhatikan proses pembentukan sel kelamin laki-laki di samping!

Screenshot_20-2-2026_115219__20260220_115312.jpeg

Perubahan sel kelamin dengan ciri dari tidak dapat bergerak menjadi dapat bergerak terjadi pada tahap ....

A.\(1\)
B.\(2\)
C.\(3\)
D.\(4\)
E.\(5\)
Jawaban & Analisa

Jawaban: E (\(5\))

Analisa: Sel kelamin yang tidak dapat bergerak adalah spermatid, sedangkan sel kelamin yang dapat bergerak adalah spermatozoa. Perubahan spermatid menjadi spermatozoa (pembentukan ekor/flagel dan pematangan bentuk) terjadi pada tahap akhir, yaitu tahap \(5\) pada gambar.

A (\(1\)). Tahap awal masih berupa sel-sel induk dan pembelahan; belum ada pembentukan alat gerak.

B (\(2\)). Masih tahap pertumbuhan/pembelahan sebelum terbentuk spermatid matang.

C (\(3\)). Masih fase pembelahan meiosis untuk membentuk sel haploid, belum menjadi sel yang motil.

D (\(4\)). Tahap ini umumnya menunjukkan spermatid (belum motil) yang belum memiliki kemampuan bergerak sempurna.

E (\(5\)). Tahap pematangan menjadi spermatozoa (motil) sehingga dapat bergerak.


Soal 22

Fungsi hormon oksitosin adalah ....

A.mempengaruhi kontraksi uterus
B.berperan pada proses oogenesis
C.menjaga ciri kelamin sekunder
D.berperan pada proses ovulasi
E.mempersiapkan dinding endometrium
Jawaban & Analisa

Jawaban: A

Analisa: Oksitosin berfungsi utama merangsang kontraksi otot rahim (uterus) pada persalinan dan juga berperan dalam pengeluaran ASI (kontraksi sel mioepitel kelenjar mammae). Dari opsi yang tersedia, yang paling tepat adalah kontraksi uterus.

A. Tepat: oksitosin memicu kontraksi uterus.

B. Oogenesis terutama dipengaruhi FSH dan hormon ovarium, bukan oksitosin.

C. Ciri kelamin sekunder dipengaruhi hormon seks (misalnya estrogen/testosteron), bukan oksitosin.

D. Ovulasi terutama dipicu LH, bukan oksitosin.

E. Penebalan/persiapan endometrium terutama oleh estrogen dan progesteron, bukan oksitosin.


Soal 23

Nefritis adalah gangguan pada sistem ekskresi yang disebabkan oleh ....

A.kekurangan hormon antidiuretik
B.saluran air tersumbat \(CaCO_3\)
C.infeksi bakteri Streptococcus
D.pengerasan pembuluh darah pada glijal
E.pengendapan garam-garam mineral
Jawaban & Analisa

Jawaban: C

Analisa: Nefritis (terutama glomerulonefritis) sering dikaitkan dengan peradangan ginjal akibat infeksi, salah satunya infeksi bakteri Streptococcus (misalnya setelah radang tenggorokan/infeksi kulit) yang memicu reaksi peradangan pada glomerulus.

A. Kekurangan hormon antidiuretik lebih terkait diabetes insipidus (urin banyak dan encer), bukan nefritis.

B. Sumbatan \(CaCO_3\) lebih sesuai dengan batu ginjal/saluran kemih, bukan penyebab nefritis.

C. Tepat: infeksi Streptococcus dapat memicu nefritis.

D. Pernyataan ini tidak tepat sebagai penyebab umum nefritis.

E. Pengendapan garam mineral lebih sesuai dengan batu ginjal, bukan nefritis.


Soal 24

Perhatikan jalur reaksi respirasi sel!

Screenshot_20-2-2026_115225__20260220_115321.jpeg.

Reaksi-reaksi yang menghasilkan ATP adalah ....

A.\(1\) dan \(2\)
B.\(1\) dan \(4\)
C.\(1\) dan \(5\)
D.\(2\) dan \(3\)
E.\(4\) dan \(5\)
Jawaban & Analisa

Jawaban: C

Analisa: Pada jalur respirasi, ATP terbentuk pada:

\(1\) (glikolisis): menghasilkan ATP secara langsung (substrate-level phosphorylation), dengan hasil bersih \(2\) ATP per \(1\) glukosa.
\(5\) (siklus Krebs): menghasilkan ATP (atau GTP yang setara ATP) dalam jumlah kecil, biasanya \(2\) ATP per \(1\) glukosa (dari \(2\) putaran siklus).

A. \(2\) (jalur fermentasi menuju etanol) tidak ditunjukkan sebagai tahap utama penghasil ATP; ATP utamanya sudah didapat pada glikolisis.

B. Opsi ini bergantung pada makna \(4\) pada diagram; tetapi pada skema yang tampak, yang jelas menghasilkan ATP adalah \(1\) dan \(5\).

C. Tepat: \(1\) (glikolisis) dan \(5\) (siklus Krebs) menghasilkan ATP.

D. \(2\) dan \(3\) (pembentukan asetaldehid atau asetil-KoA) bukan tahap yang ditonjolkan menghasilkan ATP secara langsung.

E. Sama seperti \(B\), tidak sejelas pasangan \(1\) dan \(5\) pada skema yang tampak.


Soal 25

Perhatikan pernyataan berikut ini:

\(1\) Membutuhkan oksigen dari udara
\(2\) Menghasilkan \(CO_2\) dan \(H_2O\)
\(3\) Tidak melalui proses glikolisis
\(4\) Jumlah energi yang dihasilkan \(2\) ATP
\(5\) Terjadi perubahan dari asam piruvat menjadi asam laktat

Proses yang terjadi pada respirasi anaerob adalah ....

A.\(1\) dan \(2\)
B.\(1\) dan \(3\)
C.\(2\) dan \(4\)
D.\(3\) dan \(5\)
E.\(4\) dan \(5\)
Jawaban & Analisa

Jawaban: E

Analisa: Respirasi anaerob (fermentasi) terjadi tanpa oksigen, tetap melalui glikolisis, menghasilkan energi kecil yaitu \(2\) ATP bersih, dan pada fermentasi asam laktat terjadi perubahan asam piruvat menjadi asam laktat.

\(1\). Salah untuk anaerob karena anaerob tidak membutuhkan oksigen.

\(2\). Salah untuk fermentasi asam laktat; hasil \(CO_2\) dan \(H_2O\) khas respirasi aerob lengkap.

\(3\). Salah: anaerob tetap melalui glikolisis.

\(4\). Benar: energi bersih yang diperoleh adalah \(2\) ATP.

\(5\). Benar: asam piruvat dapat diubah menjadi asam laktat pada fermentasi asam laktat.

Kesimpulan: Pernyataan yang sesuai adalah \(4\) dan \(5\), sehingga jawabannya \(E\).