Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 35

Bacalah kutipan drama berikut, kemudian kerjakan soal nomor 35 dan 36!

\( (1) \) Ratu : Apakah cermin itu milikmu?

\( (2) \) Pemuda : (berkata dengan takut-takut) Benar Ratu, tapi hamba ragu kalau Ratu menyukai cermin ini. Sang ratu menghampiri cermin milik pemuda tersebut. Ia segera berkaca. Tapi tiba-tiba mukanya berubah pucat pasi.

\( (3) \) Ratu : Hah, kurang ajar, kubunuh kau pemuda!

\( (4) \) Pemuda : (berkata sambil menunduk) Maaf Ratu, cermin itu memang bukan cermin biasa. Cermin itu dapat menunjukkan sisi buruk seseorang.

\( (5) \) Ratu : (memandang ke arah pemuda) Lalu, apa maksudnya cermin itu menunjukkan ada banyak ulat di wajahku?

\( (6) \) Pemuda : Ulat itu adalah lambang dari keserakahan Ratu.

\( (7) \) Ratu : (marah) Kau ingin bilang kalau aku serakah?

\( (8) \) Pemuda : Hamba hanya mengingatkan. Selama ini, Ratu sering membeli barang berlebihan walaupun sebenarnya tidak begitu penting.

\( (9) \) Ratu : Aku memang mempunyai banyak cermin. Apakah itu serakah? Sudah sepantasnya aku memiliki banyak cermin karena aku adalah Ratu.

\( (10) \) Pemuda : Tapi Ratu …

\( (11) \) Ratu : Pengawal, ambilkan pedang siapkan tiang gantungan untuk pemuda lancang ini!

Suasana yang tergambar pada naskah drama tersebut adalah ….

  1. duka
  2. marah
  3. kecewa
  4. haru
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Suasana dominan adalah kemarahan Ratu, tampak pada dialog \( (3) \) “kubunuh”, dialog \( (7) \) diberi keterangan “(marah)”, dan dialog \( (11) \) berupa perintah hukuman (“ambilkan pedang”, “siapkan tiang gantungan”).

  • A — Salah. Tidak ada suasana sedih/kehilangan.
  • B — Benar. Emosi yang paling kuat dan berulang adalah marah.
  • C — Salah. Kecewa tidak ditonjolkan, yang jelas ditunjukkan adalah marah.
  • D — Salah. Tidak ada suasana haru.

Soal 36

Bukti bahwa sang Ratu serakah terdapat pada dialog nomor ….

  1. \( (5) \) dan \( (6) \)
  2. \( (6) \) dan \( (7) \)
  3. \( (7) \) dan \( (8) \)
  4. \( (8) \) dan \( (9) \)
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: “Bukti” serakah harus berupa pernyataan/tindakan yang menunjukkan kebiasaan berlebihan atau pembenaran memiliki banyak barang.

  • \( (8) \) berisi penjelasan konkret: Ratu “sering membeli barang berlebihan walaupun sebenarnya tidak begitu penting”. Ini adalah bukti perilaku serakah.
  • \( (9) \) berisi penguatan: Ratu mengakui “mempunyai banyak cermin” dan merasa “sepantasnya” memiliki banyak cermin. Ini memperkuat bahwa ia menimbun/memiliki secara berlebihan.

Analisis opsi:

  • A — Salah. \( (5) \) hanya pertanyaan tentang ulat di wajah; \( (6) \) baru berupa penafsiran “lambang serakah”, belum bukti perilaku.
  • B — Salah. \( (6) \) menyebut “serakah” sebagai lambang; \( (7) \) hanya reaksi marah, bukan bukti tindakan.
  • C — Salah. \( (7) \) reaksi; \( (8) \) baru bukti. Pasangan ini belum lengkap karena \( (7) \) bukan bukti.
  • D — Benar. \( (8) \) berisi bukti perilaku berlebihan, \( (9) \) memperkuat dengan pengakuan dan pembenaran memiliki banyak barang.

Soal 37

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Hari ini sembilan tahun lalu
Telah terbaring puluhan mahasiswa
Rekan kami, sahabat kami, saudara kami
Yang berjuang untuk satu kata reformasi

Kini semua [ … ] tak peduli
Kuperingati saat itu dengan puisi dan doa
Semoga engkau yang telah berkorban
Diterima di sisi-Nya

Kata yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang puisi tersebut adalah …

  1. membeku
  2. membisu
  3. membatu
  4. membuka
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi:

  • A membeku: Paling padu sebagai majas untuk menggambarkan keadaan masyarakat yang “dingin”, “kaku”, dan tidak peduli terhadap pengorbanan para mahasiswa.
  • B membisu: Bisa bermakna “diam”, tetapi kurang kuat menggambarkan sikap “tak peduli” (diam belum tentu tidak peduli).
  • C membatu: Maknanya sangat keras/kaku; bisa saja, namun frasa “membeku tak peduli” lebih lazim dan terasa lebih halus sesuai suasana elegi puisi.
  • D membuka: Bertentangan dengan makna “tak peduli”.

Soal 38

Perhatikan ilustrasi berikut!

Hujan deras yang turun terus menerus selama \(24\) jam, menyebabkan banjir. Semua orang merasa sedih dan bingung karena air hujan menggenangi rumah dan merusak perabotan mereka. Listrik mati dan air bersih tak ada.

Puisi yang tepat dengan ilustrasi tersebut adalah …

  1. Rintik hujan
    Turun lalui celah
    Membasahi wajahku
    Membasahi bonekaku
    Membasahi semua
    yang ada di kamarku
  2. Mengapa kau datang
    Saat ku berangkat ke sekolah
    Hujan
    Tahukah engkau
    Baju, bukuku, sepatuku
    Basah semua
    Dapatkah kau menunda
    Kedatanganmu di pagi hari?
  3. Hujan
    Kau datang tak diundang
    Menggenangi rumah dan
    halaman
    Merusak semua perabotan
    listrik pun ikut mati
    Air bersih tak ada lagi
    Semua orang kebingungan
    Bagaimana menyelamatkan diri
  4. Hujan …
    Saat engkau datang
    Seluruh alam bersorak
    Semua orang bersyukur
    Hujan
    Saat engkau datang
    Datang pula kemakmuran
    Datang pula canda tawa
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis opsi:

  • A: Hanya menggambarkan suasana hujan di kamar (boneka, wajah), tidak memuat banjir, kerusakan perabot, listrik mati, dan air bersih tidak ada.
  • B: Tentang hujan yang mengganggu perjalanan sekolah; tidak menggambarkan bencana banjir.
  • C: Paling sesuai karena memuat unsur yang sama dengan ilustrasi: banjir menggenangi rumah/halaman, merusak perabot, listrik mati, air bersih tidak ada, orang kebingungan.
  • D: Bernuansa gembira/bersyukur, bertentangan dengan ilustrasi yang menekankan sedih dan bingung karena banjir.

Soal 39

Perhatikan kutipan teks drama berikut!

Dr. Hakim : Bicaralah seperti laki-laki, sahabatku Lukman! Siapa yang salah katamu? Kamu tahu bahwa semua salah ada padamu ada pada pendirian hidupmu. Bukan pada nasibmu!

Dr. Lukman : Tetapi semuanya aku kerjakan buat kebaikan juga.

Dr. Hakim : Ya, bagaikan buat dirimu sendiri. Pernahkah kamu pikirkan istri dan anakmu di rumah? Tidak ada kawan, tidak ada kasih dan sayang darimu. Mereka seperti burung dalam sangkar emas. Sepi kelaparan dan kehausan di tengah-tengah kemakmuran.

Dr. Lukman : Tetapi aku sudah beri mereka cukup. Segala yang diminta kuturuti.

Dr. Hakim : Susah bicara sama kamu [ … ]

Dr. Lukman : Tapi uang juga penentu kebahagiaan.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut adalah …

  1. Memang istri dan anakmu itu hanya butuh uangmu. Dengan uangmu apa pun yang diinginkan akan didapatnya.
  2. Memang mencari uang adalah wajib buat kita, mencari uang untuk menafkahi keluarga dan untuk membahagiakan mereka. Itu bagus Lukman, bagus …!
  3. Memang mencari uang nomor satu. Uang dapat menyelesaikan masalah. Dengan uang kita bisa mengenggam dunia.
  4. Bagimu uang adalah segala-galanya. Bahagia tidak bisa dibeli, Lukman! Kasih tidak bisa ditawar. Cinta dan kasih hanya bisa dibeli dengan cinta kasih.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi:

  • A: Paling nyambung. Dr. Hakim tampak menyindir cara pikir Lukman yang mengira cukup memberi uang. Setelah sindiran itu, wajar Lukman membalas: “Tapi uang juga penentu kebahagiaan.”
  • B: Nada kalimatnya justru mendukung Lukman (“itu bagus”), tidak cocok dengan sikap Dr. Hakim yang sejak awal mengkritik keras.
  • C: Terlalu memuji uang dan menyetujui Lukman; tidak sejalan dengan konflik dialog.
  • D: Isinya menolak uang sebagai ukuran bahagia; jika ini yang diucapkan Dr. Hakim, respons Lukman “Tapi uang juga penentu kebahagiaan” menjadi kurang alami karena Dr. Hakim sudah menutup dengan pernyataan kuat dan final.

Soal 40

Perhatikan ilustrasi berikut!

Intan adalah seorang siswi baru pindahan dari daerah. Intan ingin semua mengenalnya. Karena Intan suka sekali sastra, Intan menyampaikan keinginannya melalui pantun.

Isi pantun yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah …

  1. Beli oleh-oleh di atas perahu
    Perahu didayung menuju lautan
    Kalau anda ingin tahu
    Nama saya adalah Intan
  2. Buah mangga buah semangka
    Buah semangka dibelah tujuh
    Kalau boleh saya meneka
    Intan adalah namaku
  3. Makanan sehat salah satunya tahu
    Tahu dimakan bersama amplasnya
    Hai, kalau boleh saya tahu
    Intan yang cantik, dimana rumahnya?
  4. Buah duku buah mangga
    Buah mangga manis rasanya
    Andai saya boleh menduga
    Adik manis, pasti Intan namanya
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis opsi:

  • A: Paling tepat. Isi pantun (larik \(3\)–\(4\)) langsung menyatakan tujuan Intan: ingin dikenal, memperkenalkan nama dirinya. Rimanya juga rapi pola abab (perahu/tahu — lautan/Intan).
  • B: Masih memperkenalkan diri, tetapi rimanya kurang rapi pada pasangan bunyi akhir (tujuh/namaku), sehingga tidak sekuat A.
  • C: Isinya menanyakan alamat (“di mana rumahnya?”), bukan memperkenalkan diri agar dikenal.
  • D: Lebih berupa tebakan orang lain tentang nama Intan (“pasti Intan namanya”), bukan pernyataan Intan memperkenalkan diri.