Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Latihan Soal 1–5


Soal 1

Kalimat yang menggunakan majas metonimia adalah …

  1. Kami merencanakan naik Garuda jika pergi ke Yogyakarta.
  2. Sudah dua hari ini ia tak kelihatan batang hidungnya.
  3. Wah, hampir terlambat kamu, padahal sudah pukul 08.00.
  4. Tulisan ini memberikan sejuta kenangan buatku.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis

Metonimia adalah majas yang memakai nama merek/label/hal yang berhubungan untuk menggantikan benda/hal yang dimaksud. Kata “Garuda” pada opsi A dipakai untuk menyebut maskapai/pesawat Garuda. Jadi A adalah metonimia.

Penegasan : metonimia \( Garuda \gt pesawat\ (maskapai) \) karena nama merek dipakai menggantikan objeknya.

  • A: metonimia (merek “Garuda” mewakili jasa penerbangan).
  • B: idiom/majas (bukan metonimia), “tak kelihatan batang hidungnya” berarti “tidak tampak hadir”.
  • C: kalimat biasa (denotatif).
  • D: hiperbola (“sejuta kenangan”), bukan metonimia.

Soal 2

Kepribadian individu dipengaruhi oleh cara berkomunikasinya. Efektivitas komunikasi menunjukkan mental dan emosi penuturnya. Komunikasi merupakan sistem yang efektif untuk bertukar pendapat.

Susunan istilah-istilah dalam paragraf di atas secara alfabetis adalah …

  1. efektif, emosi, individu, mental, sistem
  2. individu, siswa, mental, emosi, efektif
  3. mental, emosi, sistem, efektif, individu
  4. sistem, individu, efektif, emosi, mental
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis

Istilah yang muncul: individu, mental, emosi, sistem, efektif. Jika diurutkan alfabetis: efektif (ef-), emosi (em-), individu (in-), mental (me-), sistem (si-). Itu sama persis dengan opsi A.

Penegasan : urutan alfabet \( efektif \lt emosi \lt individu \lt mental \lt sistem \).

  • A: tepat, semua istilah ada dan urutannya benar.
  • B: memuat “siswa” yang tidak ada pada paragraf.
  • C: urutan tidak alfabetis.
  • D: urutan terbalik/tidak alfabetis.

Soal 3

Dialog Lewat Telepon

Tono : "Selamat sore!"

Penerima : "Selamat sore!"

Tono : "Saya Tono, ketua OSIS. Bisa bicara dengan Pak Waluyo?"

Penerima : "Oh, ya, saya sendiri."

Tono : "Begini Pak, tadi siang kami sudah mengadakan rapat untuk menentukan bulan bahasa."

Pak Waluyo : " … "

Tono : "Kami sepakat untuk mengadakan lomba baca cerpen dan baca puisi, Pak!"

Kalimat yang tepat untuk melengkapi percakapan lewat telepon tersebut adalah …

  1. Oh, ya? Sangat setuju…
  2. Oh, ya? Saya akan mendukung
  3. Oh, ya? Saya akan membantu
  4. Oh, ya? Bagaimana hasilnya
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis

Pada dialog, Tono baru menyampaikan bahwa OSIS telah rapat untuk menentukan “bulan bahasa”. Respons yang logis dari Pak Waluyo sebelum Tono menyebut keputusan rapat adalah pertanyaan yang meminta hasil rapat. Opsi D “Bagaimana hasilnya” memancing Tono menyampaikan keputusan: “Kami sepakat … lomba baca cerpen dan baca puisi”.

Penegasan (LaTeX wajib): alur dialog \( pertanyaan\ hasil \gt penyampaian\ keputusan \), bukan langsung setuju sebelum tahu hasilnya.

  • A: terlalu cepat menyatakan setuju padahal hasil rapat belum disebutkan.
  • B: juga terlalu cepat mendukung tanpa mengetahui keputusan rapat.
  • C: sama, responsnya melompat.
  • D: paling runtut dan sesuai konteks.

Soal 4

Wulan, Sari, Wisnu, dan saya membentuk kelompok belajar. Dalam kelompok itu (1) … selama berdiskusi. Wulan anak yang terpintar, (2) … ditunjuk sebagai ketua kelompok. Wali kelas sering bercerita kepada orang tua murid bahwa (3) … adalah kelompok belajar yang kompak.

Isian yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …

  1. (1) mereka, (2) dia, (3) kami
  2. (1) kami, (2) dia, (3) kami
  3. (1) kalian, (2) ia, (3) kamu
  4. (1) kami, (2) ia, (3) kalian
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis

Narator menggunakan sudut pandang “saya”, sehingga kelompok yang dibentuk adalah “kami” (termasuk saya). Maka pada (1) yang tepat adalah kami (kami … selama berdiskusi). Pada (2), rujukan ke Wulan (orang ketiga tunggal) harus dia/ia. Opsi B memakai “dia”. Pada (3), saat wali kelas bercerita kepada orang tua murid, kelompok yang dimaksud tetap kelompok narator, sehingga bentuk yang tepat tetap kami.

Penegasan: sudut pandang \( kami \gt kalian \) karena narator termasuk anggota kelompok.

  • A: (1) “mereka” tidak tepat karena narator termasuk kelompok.
  • B: (1) kami, (2) dia, (3) kami — paling konsisten.
  • C: memakai “kalian/kamu” yang tidak sesuai karena narator bukan sedang menyapa lawan bicara.
  • D: (3) “kalian” salah karena wali kelas tidak menyebut kelompok itu sebagai “kalian” kepada orang tua; lebih tepat “mereka/kami”, dan opsi ini juga tidak konsisten.

Soal 5

Nomor : 13/OSIS/1999

Hal : Permohonan Izin

Yth. Kepala SLTP 212
Yogyakarta

Dengan hormat,
……

Untuk pelaksanaan lomba baca cerpen pada tanggal 20 Mei 1999 pukul 08.00 - 10.00, kami mohon izin menggunakan aula sekolah.

……

Penggunaan tanda baca yang salah adalah …

  1. koma
  2. titik
  3. titik dua
  4. tanda hubung
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis

Pada penulisan waktu “pukul 08.00 - 10.00” seharusnya menggunakan tanda pisah (—) atau ditulis “08.00–10.00” (tanpa spasi, memakai tanda pisah/en dash), bukan “tanda hubung” yang dipakai sebagai penghubung kata. Dalam kaidah tanda baca, rentang waktu lebih tepat memakai tanda pisah \( – \) daripada tanda hubung \(-\).

Penegasan : rentang waktu \( 08.00–10.00 \gt 08.00 - 10.00 \) karena yang tepat adalah tanda pisah untuk “sampai”.

  • A: koma setelah keterangan tanggal/waktu dapat digunakan bila kalimat berlanjut (masih wajar).
  • B: titik pada “08.00” sesuai format jam-menit di Indonesia.
  • C: titik dua setelah “Nomor:” dan “Hal:” sudah tepat.
  • D: yang dipersoalkan adalah penggunaan tanda hubung untuk menyatakan rentang waktu (seharusnya tanda pisah/en dash).