Latihan Soal 6–10
Soal 6
Sukrana mengayunkan cangkul. Dia seolah tak peduli dengan kendaraan yang hilir mudik tak jauh dari tempatnya bekerja. Cangkulnya terus diayunkan menggali tanah di sepanjang jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Sengatan mentari pukul 11.00 tidak juga dihiraukannya.
Simpulan paragraf tersebut adalah …
- Sukrana bekerja tanpa mengenal waktu.
- Sukrana bekerja karena tuntutan.
- Sukrana orang yang bekerja keras.
- Sukrana orang yang bekerja lembur.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis
Paragraf menekankan ketekunan Sukrana: terus mengayunkan cangkul, tidak peduli kendaraan ramai, dan tidak menghiraukan panas terik pukul 11.00. Ini menggambarkan sikap bekerja keras.
Penegasan : bukti kerja keras \( terus\ diayunkan \gt sekadar\ bekerja \) karena ada penekanan ketekunan dan tahan panas.
- A: “tanpa mengenal waktu” tidak disebut (hanya ada pukul 11.00).
- B: “tuntutan” tidak dinyatakan.
- C: paling sesuai dengan isi paragraf.
- D: “lembur” berarti kerja melewati jam kerja, tidak ada informasi itu.
Soal 7
Udara mengandung uap air. Pada suatu saat uap air itu turun menjadi hujan. Hujan sangat diperlukan oleh manusia dan makhluk lainnya. Manusia dan makhluk lainnya harus menghemat air.
Ide pokok paragraf di atas yang tepat adalah …
- pada suatu saat uap air akan turun menjadi hujan
- manusia dan makhluk hidup lainnya saling membutuhkan
- manusia dan makhluk hidup lainnya membutuhkan air
- manusia dan makhluk hidup lainnya membutuhkan uap air
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis
Kalimat-kalimat penjelas menuju gagasan bahwa hujan/air diperlukan oleh manusia dan makhluk lain, lalu ditekankan agar menghemat air. Jadi ide pokoknya adalah kebutuhan air bagi makhluk hidup.
Penegasan : gagasan umum \( membutuhkan\ air \gt uap\ air\ turun\ jadi\ hujan \) karena A hanya proses terjadinya hujan, bukan inti kebutuhan.
- A: hanya salah satu penjelas (proses), bukan ide pokok.
- B: terlalu umum dan tidak langsung dibahas.
- C: tepat (air/hujan diperlukan manusia dan makhluk lain).
- D: keliru, yang diperlukan adalah air/hujan, bukan “uap air”.
Soal 8
Lokasi pantai timur Surabaya ini merupakan daerah/tempat wisata alam yang cukup …… Lokasi tersebut sangat cocok bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam Surabaya.
Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas ialah …
- dapat dilirik mata
- membelalakkan mata
- mengikat mata
- menyejukkan mata
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis
Konteksnya wisata alam dan “menikmati keindahan alam”, sehingga ungkapan yang tepat adalah menyejukkan mata (pemandangan indah/menenangkan untuk dilihat).
Penegasan: kesesuaian konteks \( menyejukkan\ mata \gt membelalakkan\ mata \) karena wisata alam lebih dekat dengan kesan sejuk/indah, bukan kaget.
- A: tidak lazim sebagai ungkapan.
- B: bermakna terkejut/terpana secara kasar, kurang sesuai.
- C: tidak lazim.
- D: paling tepat dan lazim.
Soal 9
Munawardi : "Tolong …, ada yang mau jahat pada saya!"
Orang-orang : "Mana … mana orangnya?"
Munawardi : "Itu Pak!"
Dudi : "Ayo kita hajar, biar kapok!"
Kundi : "……"
Kalimat yang tepat untuk melengkapi percakapan di atas adalah …
- Jangan, … Jangan kita tidak boleh main hakim sendiri!
- Tidak, kita laporkan saja kepada Pak RT!
- Jangan, kasihan dia kalau dia sampai dihajar.
- Tidak boleh, bagaimana kalau dia mati ?
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis
Dudi mengajak “menghajar”, itu berarti tindakan main hakim sendiri. Respons Kundi yang paling tepat adalah mencegah kekerasan dengan alasan norma/hukum: tidak boleh main hakim sendiri. Opsi A tepat karena menolak tindakan menghajar dan memberi alasan jelas.
Penegasan : alasan normatif \( tidak\ boleh\ main\ hakim\ sendiri \gt kasihan \) karena alasan norma/hukum lebih kuat dan relevan untuk menghentikan tindakan.
- A: tepat (melarang main hakim sendiri).
- B: juga masuk akal, tetapi A lebih pas karena langsung menanggapi ajakan “hajar” dengan larangan prinsip.
- C: fokus pada rasa kasihan, kurang menegaskan kesalahan tindakannya.
- D: mengandaikan akibat ekstrem, tetapi kurang tepat sebagai alasan utama.
Soal 10
Dia Sendiri
Hanya sendiri dia datang
ke dunia yang ramai ini
hanya sendiri dia pulang
dari dunia yang fana ini
Isi penggalan puisi di atas adalah …
- seseorang yang datang dan pulang sendiri saja
- seseorang yang hidup di dunia fana tanpa siapa pun
- seseorang ketika dilahirkan dan meninggal tanpa siapa pun
- seseorang yang diciptakan oleh Tuhan ke dunia fana
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis
Baris “sendiri dia datang” dan “sendiri dia pulang” merujuk pada makna kelahiran dan kematian: manusia lahir sendiri dan kembali (meninggal) sendiri. Opsi C menyatakan itu paling tepat.
Penegasan: makna kias \( datang = lahir \) dan \( pulang = meninggal \), sehingga \( lahir\ dan\ meninggal \gt sekadar\ bepergian \).
- A: terlalu harfiah (seolah datang/pulang secara fisik biasa).
- B: tidak sesuai, karena puisi tidak menyatakan “hidup tanpa siapa pun”.
- C: paling sesuai dengan makna puisi (lahir dan meninggal sendiri).
- D: tidak menjadi inti isi puisi; puisi menekankan kesendirian saat datang dan pulang.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 1
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 2
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 3
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 4
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 5
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 6
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 7
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 8
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 9
- Latihan Soal SMP Bahasa Indonesia – Paket 10